Você está na página 1de 2

Abortus adalah istilah yang diberikan untuk semua kehamilan yang berakhir sebelum periode viabilitas janin, yaitu

yang berakhir sebelum berat janin 500 gram. Bila berat badan tidak diketahui, maka perkiraan lama kehamilan kurang dari 20 minggu lengkap (139 hari), dihitung dari hari pertama haid terakhir normal yang dapat dipakai. 1. Abortus imminen terjadi perdarahan dari uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu, di mana hasil konsepsi masih dalam uterus, dan tanpa adanya dilatasi serviks.Ciri: perdarahan pervaginam, dengan atau tanpa disertaikontraksi, serviks masih tertutup. Jika janin masih hidup, umumnya dapat bertahan bahkan sampai kehamilan aterm dan lahir normal. Jika terjadi kematian janin, dalam waktu singkat dapat terjadi abortus spontan.Penentuan kehidupan janin dilakukan ideal dengan ultrasonografi, dilihat gerakan denyut jantung janin dan gerakan janin. Jika sarana terbatas,pada usia di atas 12-16 minggu denyut jantung janin dicoba didengarkan. dengan alat Doppler atau Laennec. Keadaan janin sebaiknya segera ditentukan, karena mempengaruhi rencana penatalaksanaan / tindakan. Penanganan : istirahat baring, penentuan keadaan janin, beberapa sumber menganjurkan pemberian progesterone (masih kontroversi). 2. Abortus imminen adalah perdarahan pervaginam pada kehamilan kurang dari 20 minggu, tanpa tanda-tanda dilatasi serviks yang meningkat ( Mansjoer, Arif M, 1999) 3. Abortus imminen adalah pengeluaran secret pervaginam yang tampak pada paruh pertama kehamilan (WilliamObstetri,1990). 4. Abortus dapat terjadi karena beberapa sebab yaitu : Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi, biasanya menyebabkan abortus pada kehamilan sebelum usia 8 minggu. Faktor yang menyebabkan kelainan ini adalah : Kelainan kromosom, terutama trimosoma dan monosoma X Lingkungan sekitar tempat impaltasi kurang sempurna

Pengaruh teratogen akibat radiasi, virus, obat-obatan temabakau dan alkohol Kelainan pada plasenta, misalnya endarteritis vili korialis karena hipertensi menahun Faktor maternal seperti pneumonia, typus, anemia berat, keracunan dan toksoplasmosis.. Kelainan traktus genetalia, seperti inkompetensi serviks (untuk abortus pada trimester kedua), retroversi uteri, mioma uteri dan kelainan bawaan uterus.

5.