Você está na página 1de 2

Terbentuknya Program Studi Teknik Geofisika

Kebutuhan tentang informasi kebumian saat ini semakin tinggi seiring dengan pertumbuhan Indonesia. Sarjana di bidang ilmu teknik kebumian pun semakin dibutuhkan. Contohnya bidang industri perminyakan maupun pertambangan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, ITS membuka Program Studi (Prodi) baru, yakni Prodi Teknik Geofisika. Secara resmi, prodi ini bisa menerima angkatan pertamanya untuk tahun ajaran 2012/2013. Teknik Geofisika merupakan ilmu teknik yang mempelajari bagaimana struktur dibawah permukaan bumi. Bidang Geofisika merupakan perpaduan dari ilmu dasar Fisika (MIPA) , ilmu Matematika, Geologi dan Instrumentasi. Teknik Geofisika ini berbeda dengan Prodi Fisika dan Teknik Geomatika. Geofisika di dalam Fisika tetap dikembangkan karena ranahnya sebagai ilmu pengetahuan, sedangkan Teknik Geofisika sendiri dibangun lebih kepada aplikasinya sebagai ilmu teknik. Lain halnya dengan Teknik Geomatika yang lebih mempelajari tentang bentuk permukaan bumi, Geofisika ini lebih mempelajari bagian dalam bumi. Meskipun objeknya sama, tetapi metode pendekatan yang digunakan berbeda. Dr. Widya Utama DEA, salah satu dosen inisiator Prodi Geofisika, bersama timnya mulai menggagas terbentuknya prodi baru tersebut sejak empat tahun yang lalu. Hal ini didasari oleh permasalahan terkait kebumian yang saat ini terjadi di Indonesia. Di sisi lain, ITS memiliki Fakultas Teknologi Kelautan untuk segala ilmu yang berhubungan erat dengan laut. Namun, ilmu teknik yang benar-benar fokus pada teknik kebumian hanya ada di Jurusan Teknik Geomatika saja. Karena itu, Prodi Teknik Geofisika ini dibuka. Untuk sementara waktu, prodi Teknik Geofisika ini masih berada di bawah naungan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP). Prodi ini akan bersahabat dengan Teknik Geomatika, ujar Pak Widya. Dosen yang akan mengajar di Prodi Teknik Geofisika ini ada 7 orang. 5 orang dari Fisika dan 2 orang dari Teknik Sipil. Ini merupakan persyaratan awal untuk sebuah jurusan, ujar Pak Widya. Selain itu, kurikulum untuk Prodi ini juga sudah ada. Walaupun dalam hal terbentuknya ini ITS ketinggalan, tapi dalam hal kualitas, ITS tidak akan ketinggalan, tambahnya. Pada tahap awal ini, prodi Teknik Geofisika tersebut belum memiliki gedung sendiri. Perkuliahan semester awal akan diadakan di Gedung Jurusan Teknik Geomatika. Menurut Pak Widya, hal tersebut tidak dipermasalahkan karena adanya prinsip disource-sharing ,saling berbagi, dalam artian bisa menggunakan kelas manapun yang ada di ITS. Namun, untuk ke depannya, ITS akan membangun gedung untuk prodi tersebut pada lahan kosong yang terdapat di sekitar Gedung Jurusan Teknik Geomatika.

Ketua jurusan untuk prodi Geofisika ini sekarang masih menjadi satu dengan Teknik Geomatika, ini merupakan strategi ITS karena mahasiswanya juga masih sedikit. Dan itu juga merupakan kebaikan hati teman-teman di teknik Geomatika, sehingga dengan adanya Teknik Geofisika di Teknik Geomatika diharapkan bisa saling mendukung satu sama lain, ujar Pak Widya. Saat ini, ITS hanya menargetkan 70 orang mahasiswa untuk angkatan tersebut. Mahasiswa baru yang telah diterima di Jurusan Teknik Geomatika melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), 40 di antaranya akan masuk ke prodi ini. Sedangkan sisa 30 orang lainnya diambil dari pendaftar jalur mandiri (PKM). Menurut Pak Widya, setelah terbentuknya Prodi Teknik Geofisika, ITS akan membuka satu prodi baru, yakni Teknik Geologi. Sehingga nantinya, akan terbentuk fakultas tentang kebumian yang namanya Fakultas Teknik Ilmu Kebumian (FTIK). Semoga bisa segera terealisasi.