Você está na página 1de 7

Analisis regresi logistik digunakan ketika masalah penelitian melibatkan satu kategori variable dependent dan beberapa variable

metric atau non metric variable bebas. Regresi logistic lebih digunakan dibanding analisis diskriminan ketika menilai pengukuran variabel dependen dan memberikan asumsi dan ketahanan yang minimal di setiap situasi. Persamaan interpretasi untuk regresi berganda dapat dibuat lebih mudah dibanding analisis diskriminan.

Walaupun penggunaan regresi logistic terbatas pada

satu pengukuran variable dependen, tetapi regresi


logistic mempunyai kemampuan untuk menyertakan variable bebas metric dan non parametric , seperti halnya regresi berganda. Hal ini lah yang membedakan dengan analisis diskriminan, yang hanya terbatas pada penggunaan untuk variable bebas metric.

Tipe Variabel Bebas dan Dependen yang digunakan

1. Menggunakan nilai R2, dapat ditemukan dalam regresi berganda; 2. Menguji prediksi akurasi.

1. Regresi logistik tidak menggambarkan


secara jelas sebuah asumsi dan lebih kuat ketika asumsi tidak mencukupi, membuat

aplikasi secara tetap dalam banyak situasi.


2. Ketika asumsi tidak mencukupi, banyak peneliti lebih menggunakan regresi logistik karena hampir mirip dengan regresi berganda.

Analisis faktor umum hanya


didasarkan pada varians umum (bersama), dan mengasumsikan bahwa keduanya (varians unik dan eror) adalah yang tidak menarik dalam

menentukan struktur variabel.