ANATOMI HIDUNG Hidung dibagi atas: a.Hidung bagian luar b.Hidung bagian dalam c.

Sinus paranasalis Hidungbagianluar Bentuk hidung bagian luar menyerupai piramid, puncaknya dikenal sebagai tip atau apex. Dari tip membentang ke atas dan di belakang disebut dorsum nasi, yangkemudian bersatu dengan os frontale membentuk radix nasi. Columella adalah bagian yang turun ke depan bawah tip ke bibir atas. Pada sisi kanan dan kiri, yang dibatasi dari lateral oleh alae nasi, dan dari inferior oleh alaris nasi. Rangka hidung bagian proximal dibentuk oleh rangka tulang, bagian distal oleh rangka tulang rawan, sehingga bagian proximal lebih kokoh dan sukar digerakkan.K e r a n g k a t u l a n g i n i m e r u p a k a n k e s a t u a n d a r i o s n a s a l e d a n p r o c e s s u s f r o n t a l i s maxillae. Bagian tulang rawan terdiri dari cartilago septi nasi, yang memegang perananmenentukan tinggi rendahnya hidung seseorang. Sedangkan puncak hidung (tip)dibentuk oleh septalangle dan cartila alaris mayor. Kerangka tulang dan tulang rawan ini terikat erat satu sama lain oleh jaringan ikatyang kuat. Otot-otot tipis yang melapisi hidung bagian luar terdiri dari ototototdilatator dan otot-otot konstriktor. Kulit yang melapisi hidung bagian proximal lebihtipis dan lebih longgar hubungannya dengan jaringan ikat dan tulang di bawahnya;sedangkan di bagian distal lebih tebal dan lebih erat hubungannya dengan jaringan dantulang rawan di bawahnya. Bagian distal ini juga banyak mengandung kelenjarkelenjar sebaciuus. Vestibulumnasi termasuk hidung bagian luar, karena diisi olehkulit dan mengandung kelenjar-kelenjar sebacious dan vibrisae. Hidungbagiandalam Terdiri dari cavum nasi yang berbentuk terowongan yang menyerupai piramid,dipisahkan menjadi dua bagian kiri dan kanan oleh septum nasi. Pintu depan daricavum nasi disebut neres anterior, cavum nasi berhubungan langsung ke belakangdengan nasopharynx melalui choanae atau nares posterior. Cavum nasi itu terdiri daridinding-dinding lateral, medial, atap dan dasar cavum nasi. a. Dinding lateral. Bagian ini merupakan bagian yang amat penting dan kompleksdari cavum nasi, karena ada hubungan langsung dengan sinus-paranasalis. Padadinding ini terdapat tiga conchae nasalis, yakni conchae nasalis inferior, conchaenasalis media, dan conchae nasalis superior. Conchae nasalis inferior merupakantulang yang berdiri sendiri, sedangkan conchae nasalis media dan conchae nasalissuperior merupakan bagian dari tulang othmoidalis. Di antara ketiga conchaenasalis ini terbentuk celah-celah yang masing-masing kita kenal sebaai meatus nasiinferior, meatus nasi media yang letaknya antara conchae inferior dan conchaemedia, dan meatus superior yang letaknya antara conchae media dengan conchaesuperior. Pada meatus inferior terdapat muara dari ductus nasolacrimalis yangm e n g h u b u n g k a n s a c c u s l a c r i m a l i s d e n g a n c a v u m n a s i . P a d a

Merupakan atap dari rongga mulut. Septum nasi padaseorang dewasa jarang yang benar-benar lurus. Lamina eribrosa dari ethmoid membentuk sebagian besar dari atap cavum nasi. k i t a h a r u s p i k i r k a n k e m u n g k i n a n h u b u n g a n n ya d e n g a n kelainan dalam sinus paranasalis kelompok depan sedangkan kelainan pada meatusnasi superior kita harus pikirkan kemungkinan adanya kelainan dalam sinus paranasalis kelompok belakang. hampir semua sinus paranasalis dimulai sebagaievaginasi (outpocketings) dari selaput lendir meatus nasi. 2/3 bagian depan dibentuk oleh pars palatina os maxillae. Dari riwayat pembentukannya. S i n u s paranasalis kelompok depan terdiri atas: sinus frontalis. y a k n i o s t i u m s i n u s o t h m o i d a l i s p o s t e r i o r d a n o s t i u m d a r i s i n u s sphenoidalis. corpus sphenoidalis. Atap. c o r p u s ethmoidalis. Kerangka septum inidilapisi oleh mukosa yang pada umumnya tebalnya tak teratur. b. dari depank e b e l a k a n g t e r d i r i d a r i o s n a s a l e . diusul oleh . maka setiap adanya kelainan padam e a t u s n a s i m e d i u s . pada bulan ke-3 dan ke4 dari kehidupan fetus. sedangkan kelompok belakang bermuara padameatus nasi superior. dan vomer yang merupakantulang yang terletak di belakang bawah dari septum nasi.m e a t u s m e d i u s dimana terdapat hiatus semilunaris bermuara ketiga ostia dari sinus frontalis. cartilago septinasi (cartilago quadrilateral) yang terletak di depan. sinus maxillaris dan sinus ethmoidalis anterior.ostium sinus ethmoidalis anterior dan ostium sinus maxillaris. tetapisinus ethmoidalis telah mempunyai bentuk yang paling lengkap. atap dari cavum nasi ini hanya dibatasi olehtulang yang tipis dengan fossa cranii anterior. Atap cavum nasi merupakan bagian yang tertinggi dan tersempit. Pada meatus nasi posterior terdapat ostia dari sinus paranasalis kelompok b e l a k a n g . c. y a k n i k e l o m p o k d e p a n d a n k e l o m p o k b e l a k a n g . Dinding medial cavum nasi adalah septum nasi yang membagicavum nasi atas dua bagian yang kurang lebih sama besarnya. Septum ini dibentuk oleh lamina perpendicularis ossis ethmoidalis yang merupakan lempeng tulangyang tipis yang menempati bagian belakang atas dari septum nasi. kelompok belakang terdiri dari sinus ethmoidalis posterior dansinus sphenoidalis. yangdilapisi oleh lanjutan mukosa cavum nasi paranasalis pada kedua sisi kiri dan kanan. Atas dasar hubungan anatomis ini. SinusParanasalis Sinus paranasalis adalah rongga-rongga berisi udara dalam tengkorak. p r o c e s s u s n a s a l i s o s f r o n t a l i s . 1/3 belakang oleh pars horizontalis os palatina. kita bagi sinus paranasalis dalam dua b a g i a n a t a u k e l o m p o k . Dasar cavum nasi. a k a n t e r b u k a j a l a n k e f o s s a c r a n i i a n t e r i o r d e n g a n s e g a l a akibatnya. Ostia dari sinus paranasalis kelompok depan bermuara pada hiatussemilunaris dalam meatus nasi media. d. kecuali sinus sphenoidalissebagai hasil penguncupan (contriction) dari bagian posterior superior mukosa cavumnasi.yang berupa obstruksi nasi (akan dibicarakan pada bagian patologi). Dinding medial.Untuk memudahkan pengertian dalam klinik. Semua sinus-sinus ini melanjutkan perkembangannya sesudah lahir. pada umumnya ada deviasi ringan. sehingga kalau terdapat fraktur padal a m i n a e r i b r o s a .

b. maka sel-sel dari sinusethmoidalis dapat masuk ke dalam tulang sekitarnya. yang bentuknya menyerupai sarang tawon. Sedangkan pada orang dewasa dasar sinus maxillaris sedikit lebih rendahdari dasar cavum nasi sehingga dasar-dasar dari gigi atas kadang-kadang dapat masuk ke dalam sinus maxillaris. misalnya ke tulang frontalis. Di bagian atas tengah dari dinding depan kurang lebih 7 – 8 mm garis infraorbitalis terdapat foramen infra orbitalis dimana berjalan n. Batas atas terdapat fosa cranii anterior. Sinus ethmoidalis anterior bentuk sel-selnya lebih kecil.sedangkan n. opticus bisa amat berdekatan dengan sel-sel sinus othmoidalis posterior. dibentuk oleh processus alveolaris dan palatum durum. n. merupakan permukaan yang lengkung. D i n d i n g b e l a k a n g d a n b a w a h b e r s a t u . Bilateral dipisahkan dengan orbita oleh lamina papiracea yang sangat tipi. c. Dinding medial atau dinding naso antral dibagi dalam dua segment. dentalis anterior dan superior. maka sinusitis maxillarisdentogen lebih sering terdapat pada orang dewasa daripada anak-anak. Dasar sinus maxillaris. sedangkan sinus ethmoidalis posterior sel-selnya lebih besar dan jumlahnyalebih sedikit.Pada anak-anak dasar sinus maxillaris ini setinggi atau sedikit lebih tinggi dari dasar cavum nasi. Sinus Maxillaris Disebut juga antrum high more merupakan sinus yang terbesar ukurannya. pembentukannya dimulai pada anak umur 6 tahun. maxillaris berjalan dari atas melalui dinding belakang terus ke bawah kegigi molar atas. pada orang dewasa kurang lebih berukuran 15 cc dan terletak seluruhnyadalam tulang maxilla. a. Kalau pneumatisasi luas. dan terletak di dalammassa lateral dari tulang ethmoid. dimana bermuara ostium sinus maxillaris. infra orbitalis yangmemberi cabangcabangnya menjadi n. Dinding depan sedikit cekung dan tipis kita kenal sebagai fossacanina.sedang sinus ethmoidalis posterior ostiumnya bermuara pada meatus nasi superior. Sinus ethmoidalis ini kita bagi dalam dua kelompok. dentalis posteriores yang merupakan cabang-cabang dari n. Sinus frontalis ini pembentukannya amat terlambat. dan sphonoidalis.kurang lebih pada umur 6 tahun dimulai dengan extensi langsung dari satu atau lebihsel-sel ethmoidalis anterior. Topografi. Sinus Frontalis Sinus frontalis ini belum terbentuk waktu anak l a h i r . yang dianggap sebagai extensilangsung dari satu atau lebih sel-sel othmoidalis anterior ke dalam os . Sinus Ethmoidalis Terdiri dari 7 – 15 rongga-rongga yang dibatasi oleh dindingyang sangat tipis. tetapi jumlahnya lebih banyak. sedangkan sinus sphenoidalis masih amat kecil dan sinus frontalis masih belum terbentuk waktu bayi lahir. Dinding atas atau atap dari sinus maxillaris merupakan dasar dari orbita padad i n d i n g t e r d a p a t c a n a l i s i n f r a o r b i t a l i s . Atas dasar hubungan anatomis ini.yakni sinus ethmoidalis anterior dan posterior.sinusmaxillaris. yang hanya dipisahkan olehtulang yang tipis dari sel ethmoid. yaknisegment depan bawah setinggi meatus nasi inferior dan segment belakang atas setinggimeatus nasi media. Sinus ethmoidalis anterior ostiumnya bermuara pada meatus nasi media.maxillaris.

carotis interna dan n. Histologi Rongga hidung dilapisi oleh mukosa yang b e r b e n t u k “ c o l u m n a r pseudostratified cilliated epithelium”. Kedua sinus ini kiri dan kanan biasanya tak simetris. yang kaya akan pembuluh darah. Ganglion . kurang lebih 5% dariorang dewasa yang tak mempunyai sinus frontalis. ophthalmicus membawaserabut-serabut afferent ke bagian depan dan bawah cavum nasi. Ukuran rata-rata pada orang dewasa sebesar 7 cc. Daerah olfaktorius terbatas pada bagian atas dari cavum nasi.yakni daerah olfaktorius dan daerah respiratorius. traktus olfaktorius dan lobus frontaliscerebri.kiri kanan jarang simetris dipisahkan oleh septum yang sangat tupis dan kadang-kadang septum tak terbentuk dengan baik.terutama pada conchae inferior. chiasma opticus. dan kaya akan pembuluh darah. Sinus Sphenoidalis Terletak di belakang atas cavum nasi di dalam c o r p u s sphenoidalis. kecuali dekat pada ostium sinus paranasalis menuju ke ostia masing-masing. Bentuk epithel pada bagian ini adalah “non-cilliated columnar epithelium”. Ia secara tak langsung berhubungan dengan cavumtympani. Persyarafan Persyarafan dari cavum nasi berasal dari cabang pertama dan cabang kedua dari n. Ostiumnya terletak pada dinding depan atasdari sinus dan bermuara pada meatus nasi superior. sinus paranasalis. Cabang kedua dari n. opticus. d. yang ditempatioleh conchae superior dan bagian septum yang berhadapan. Terdapat beberapakelenjar-kelenjar serous yang dikenal ebagai kelenjar Bowmani yang berbentuk tubuler. trigeminus yakni n. a. Mukosa sinus paranasalis merupakan lanjutan dari mukosa cavum n a s i . yakni sel-sel penyokong dan sel-sel olfaktorius. ukurannya lebih tipis dan mengandung lebih sedikit kelenjar-kelenjar.trigemanus yakni n.Cranii terdapat hypophyso. dan terdiri dari dua bentuk selyang utama. Topografi.trigeminus. dengan melalui ganglion sphenopalatina. kadang-kadang yang satu lebih besar dan overlapping ke sisiyang lain.frontalis. Daerah respiratorius mengisi seluruh bagian yang terletak di bawah dari daeraholfaktorius. Dinding belakang dan atap dari sinus frontalis berbatasan dengan fosa oraniianterior. Kadang-kadang menempati sampai alas sphenoidalis dan processus pterigoideus dari os sphenoidalis. Cabang pertama dari n. saluran limfe. Oleh karena itu mudah dipahami bagaimana penyebaran infeksi dari satudaerah ke daerah lain mudah terjadi. Pada bagian. Mukosa ini secara langsung berhubungan dengannasopharynx. Lateral terdapat sinus cavernosus.bagian tertentu dari daerah respiratorius amat tebal. sedangkan dasarnya dengan orbita. maxillaris membawa serabut-serabut afferent ke bawah dan belakang dari cavum nasi. walaupun tak teratur. Mukosa cavum nasi ini dibagi dalam dua daerah.syaraf-syaraf dan kelenjar-kelenjar. Dalam perkembangannya sinus frontalis mempunyai berbagai bentuk. Anterior inferior berjalan syaraf-syaraf dan pembuluh darah yang keluar dariforamen sphenopalatina waktu menuju ke septum nasi.Kedua daerah ini histologis berbatas jelas.

sphenopalatina. vidianus sebelum sampai padaganglion sphenopalatina. maxillaris internamemberi darah ke sinus sphenoidalis. sehingga mudah dicapai dalam pemberian lokal anesthesia. A.sinus ethmoidalis dan sinus frontalis. carotis internal yang memberi darah pada atap dari cavum nasi. Vascularisasi A. Submandibularis menampung aliran limfe dari hidung luar dan bagiandepan cavum nasi. dan seravi petrosus ini bersatu membentuk n. Pengertian aliran lymfe ini penting untuk menerangkan pembesaran kelenjar regioner. A.inimempunyai arti klinik penting pada cavum nasi. opthalnicayang berasal dari a. Ethmoidalis anterior dan posterior merupakan cabang dari a. A. maxillaris externa. retropharyngeal. hubungannya dengan infeksi pada hidung atau adanya keganasan padahidung. Pembuluh-pembuluh i n i beranastomose membentuk plexus Kieselbach yang terletak di anterior inferior septumnasi. Infra orbitalis dan dentalis superior. Sedangkan sinus frontalis dan sinus ethmoidalisdiperdarahi oleh a. Sphenopalatina cabang dari a. Labialis superior merupakan cabang dari a.maxillaris juga menerima serabut-serabut parasympathis dari n. A. Cervicalis superior profunda menampung cairan lymfe dari cavum nasi bagian belakang. kemudian berjalan ke depan septum nasi dan ke lateral keconchae nasalis. baik secara langsung atau melalui gl. Cabang pharyngeal dari a. . Palatina decedens cabang dari a. yang juga disebut Little’s area. ethmoidalis anterior dan posterior. AliranLymfe Gl. cabang dari a. Letak dari ganglion di dalam fossa pterigopalatina berdekatan dengan foramensphenoplatina. petrosius superfacialismayus. Serabut-serabut offerent dari n. naik dari bibir atas ke bagian depan dari septum nasi dan vestibulum nasi. maxillaris i n t e r n a memberi darah ke sinus maxillaris. maxillaris interna yang melewati canalisi n c i s i v u s beranastomose dengan a. Mukosa sinus paranalis menerima serabut-serabut sensoris melalui ostia sinus paranasalis masing-masing. Gl. maxillaris interna mensuplai darah ke bagian belakang atas cavum nasi. karena foramen sphenopalatina letaknya tepat di belakang atas ujung belakang dari conchaemedia.

.

kelembaban dan pembersihan udara sebelummasuk ke paru-paru. 3) Pengaturan temperature Pengaturan temperatur terjadi bersamaan dengan pengaturan kelembaban. Air conditioning Rongga hidung dapat dipandang sebagai “air conditioning” dari paruparu. Pada umumnyaudara yang mengalir itu melalui bidang vertikal dari hidung dan sebagian melaluimeatus nasi. Panas yang dibutuhkan bersumber dari penyebaran alirandarah yang cepat dari jaringan sub epithelial pada conchae dan septum nasi.FISIOLOGI HIDUNG Boies membagi fungsi hidung dalam fungsi Primer dan fungsi Sekunder FungsiPrimer Fungsi primer adalah air conditioning dan penciuman. 1) Aliran udara Aliran udara yang masuk dalam hidung dalam bentuk parabolik yang naik setinggi conchae media kemudian turun ke nasopharynx. dibanding dengan 360 sampai370C pada nasopharynx. bila dibandingkandengan musim dingin dengan udara yang sangat kering.yang mengatur aliran udara. Tentusaja jumlah udara yang diuapkan berbanding terbalik dengan kelembaban udara diluar.000 cc per 24 jam.Sedangkan udara yang diexpirasi. dan terjadi reaksi. arahnya terbalik dengan aliran udara dan mengalir dalam cavum nasi. pada waktu yangsingkat ini kelembaban relatif dari udara setibanya di nasopharynx kurang lebih75% .kemudian keluar melalui vestibulum. temperatur. 2) Pengaturan kelembaban Udara dalam cavum nasi itu diproses sedemikianrupa. ini berarti sekitar 1/25 ccc per satu kali respirasi. Kemungkinan ada suatu potensial elektris . Misalnya pada waktu musim panas dengan udara yang basah dan lembab.Temperatur pada conchae inferior kurang lebih 320C. Perjalanan udara dalam cavum nasi hanya 1 sekond.80% dikatakan bahwa jumlah air yang diuapkan dalam cavum nasi kuranglebih 1. Aliran udara ini amat halus dengan putaran dan gesekan yang minimal.Arah udara yang keluar dan masuk ke dalam sinus paranasalis. Penguapan ini terjadi pada permukaan musoca blanket yangmelapisi seluruh cavum nasi. Benda-benda asing akan bersentuhan dengan sekret dan melekat padamucous blanket.maka udara yang menguap dalam cavum nasi relatif kecil. 4) Pembersihanudara Pembersihan udara dalam hidung dilakukan oleh vibrisae mucous blanket cilliadan enzym lyzozym. sebagian kecil terpecah dalam bentuk putaran. a. sehingga kelembaban sesuai dengan kebutuhan tubuh. dimana terjadi penguapanyang lebih besar. agar pertukaran O2 dan CO2 dapat berlangsung dengan aman didalam alveoli paru-paru.

maka akan dilemparkankeluar melalui reflex bersin. v i r u s . yang mengatakan bahwa ada satu gelombang energi yangmenyerupai cahaya merangsang ujung syaraf olfaktorius. . yang terdapat di daerah olfaktorius yangt e r b e n t a n g d i atas dari conchae media sampai ke atap dan daerah septum y a n g berhadapan. untuk mempersiapkan udarasebelum masuk ke dalam paru-paru. Y a n g m e m e g a n g p e r a n a n d a l a m m e k a n i s m e pembersihan ini adalah selimut lendir (mucous blanket). Pada pokoknya semua benda-benda asing akan diubah dalammucous blanket.pada permukaan dari mukosa hidung. Axon dari “senso colls” dikumpulkan menjadi satu dalam bentuk seratsyaraf yang melalui lamina cribrosa ke dalam bulbus olfaktorius. yang membentuk satu lapisan yang menyeluruh pada setiap ruangan hidung.v i r u s d a n b a h a n . Pavlov mengadakan percobaan pada binatang. harus bebas dari segala kotoran yang tertimbun p a d a p e r m u k a a n m u k o s a h i d u n g . Mucous blanket ini terus bergerak didorong oleh cilia dan amat l e n g k e t . sampaisekarang belum jelas. 2) Theory Undulasi. Bila sesuatu benda terlalu merangsang. cilia dan enzym lysozym. dan berkesimpulan bahwaindera penciuman diperlengkapi dengan stimulus untuk reflex sekresi cairan lambung. Fungsi Sekunder Fungsi ini terutama memberikan perlindungan. b. Indera Penciuman Dalam bidang klinik fungsi ini relatif kurang penting bila dibandingkan denganfungsi pertama.sinus paranasalis.b a h a n patologik lainnya. tuba auditivae.b a k t e r i . Walaupun demikian menurut McKenzie vanili dalam jumlah 0. Juga dapatd i s e b a b k a n a d a n ya t u m o r y a n g d a p a t m e n e k a n b u l b u s o l f a k t o r i u s a t a u t r a k t u s olfaktorius sehingga transmisi ke otak terhalang. Sel penciuman adalah sel syaraf bipolar yang termasuk dalam susunan syaraf pusat yang sampai pada permukaan tubuh. pharynx dan seluruh cabang-cabang bronchus. yang mengatakan bahwa partikel-partikel disebar dengan jalan difusi melalui udara. Ada dua teori yang dikemukakan mengenai hal ini: 1) Chemical Theory. Jadi kalau ada gangguan dalam fungsi penciuman yang disebut hyposmia atau anosmia hal ini dapat disebabkanadanya proses degeneratif pada ujung-ujung syaraf atau karena gangguan transmisidari partikel-partikel bau-bauan terhalang tak sampai pada area olfaktorius. Axon dari sel-sel inimembentuk traktus olfaktorius yang menuju ke otak. kemudian terjadi reaksi kimia waktu tiba pada permukaan epithel olfaktorius. menyebabkan adsobsi dari kumankuman dan benda asing lainnya.000000005 ml udaramasih tercium oleh manusia. Pada binatang fungsi penciuman ini amat penting. karena ketajaman p e n c i u m a n d i p a k a i u n t u k m e m p e r t a h a n k a n d i r i d a n u n t u k m e n c a r i m a k a n a n . Pada pokoknya udara inspirasi harus dipersiapkan dulu secara amans e b e l u m m a s u k d a l a m p a r u p a r u . Mucous blanket adalah suatu zat yang terdapat pada permukaan m u k o s a hidung. Proses bagaimana sesuatu bau dapat dicium. b a k t e r i . sehingga partikel-partikel dengan sentuhan yang ringan saja dapat melekat dengan baik.

artinya tak bergantung dari impuls syaraf. m i s a l n y a c o c a i n s u a t u a n a s t h e t i k u m d a n v a s o k o n s t r i k t o r ya n g baik. K e a s a m a n Di samping fungsi primer dan sekunder kita kenal juga fungsi lain dari hidung yangmencakup phonasi dan Gustatorius. Beberapa peneliti mengemukakan. Aktivitas ini begitu menakjubkan. Adrenalin jugamempunyai efek yang sama. m i s a l n ya p a d a c e n t r a l h e a t i n g y a n g berlebihan. C a i r a n h yp o t o n i k a t a u h y p e r t o n i k . Faktor-faktor yang dapat meruak pergerakan cilia: a . Seperti kita ketahui intialtonesdihasilkan oleh getaran pita suara atau chorda vokalis. Di dalam mucous blanket ini juga terdapat lysozym sejenis enzym y a n g pertama kali ditemukan oleh Flemming.H a l i n i p e n t i n g . Fungsi Sinus Paranasalis Fungi sinus paranasalis belum jelas. E x p o s e d t e r h a d a p u d a r a y a n g k e r i n g . yang mempunyai sifat bakterialitis. Sinus paranasalis memperluas permukaan untuk f u n g s i primer dari hidung. O b a t . c. dan dijaga selalu konstant. Gustatorius Fungsi pengecapan juga dipengaruhi oleh hidung. e .pH dari mucous blanket kurang lebih (7) atau netral. penemu penicillin.o b a t a n . atau pada choanae praktis steril. bahwa nilai konstant dari pH penting untuk dijagaagar pergerakan cilia terjamin. tetapi kalau dipakai lama dapat mengganggu pergerakan cilia. hal ini kita dapat saksikan bilaada obstruksi nasi. sehingga dapat dikatakan bahagian belakang dari hidung. a t a u g a n g g u a n t u r b u l e n s i u d a r a setempat dalam hidung. a . P h o n a s i Fungsi ini penting dalam mengeluarkan suara. pergerakan ini adalah pergerakanotomatis. . sedangkan over tonesdihasilkan oleh hidung dan sinus paranasalis. Misalnya kalau ada penyumbatanhidung dan sinus paranasalis suara akan berubah jadi sengau. walaupun peranannya hanya sedikit bila dibandingkan denganmukosa cavum nasi. bahwa acetylcholine mungkin berperanan mengontrol pergerakan cilia. Di atas telah disinggung. b. k a r e n a c i l i a t a k d a p a t b e r f u n g s i b a i k d a l a m p H t e r l a l u b a n ya k menyimpang dari 7. dapat menyebabkan pengeringan setempat sehingga terjadistase dari cilia. f. Mucous blanket dalam hidung dan sinus paranasalis didorong ke nasopharynxoleh cilia. Panas yang berlebihan atau dingin yang berlebihan. Pergerakan cilia adalah fungsi primitif. d. b. ada beberapa teori yang dikemukakanantara lain: a. maka aroma dari makanan akan hilang. sehingga mekanisme pembersihan diri dari hidung tetap berjalan sempurna. artinya dapat membunuh bakteri dan menghancurkannya. P e n yi m p a n g a n s e t e m p a t d a r i a l i r a n u d a r a .Air conditioning. dan diperbaharui oleh kelenjar-kelenjar sekurang-kurangnya 2 sampai 3 kalisetiap jam.

Berperanan untuk mengatur resonansi suara.b. . sekarang dianggap peranan inikurang penting.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful