P. 1
Sinus

Sinus

|Views: 35|Likes:
Publicado porcarameljavachip
Sinus
Sinus

More info:

Published by: carameljavachip on Mar 12, 2013
Direitos Autorais:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/14/2013

pdf

text

original

ANATOMI HIDUNG Hidung dibagi atas: a.Hidung bagian luar b.Hidung bagian dalam c.

Sinus paranasalis Hidungbagianluar Bentuk hidung bagian luar menyerupai piramid, puncaknya dikenal sebagai tip atau apex. Dari tip membentang ke atas dan di belakang disebut dorsum nasi, yangkemudian bersatu dengan os frontale membentuk radix nasi. Columella adalah bagian yang turun ke depan bawah tip ke bibir atas. Pada sisi kanan dan kiri, yang dibatasi dari lateral oleh alae nasi, dan dari inferior oleh alaris nasi. Rangka hidung bagian proximal dibentuk oleh rangka tulang, bagian distal oleh rangka tulang rawan, sehingga bagian proximal lebih kokoh dan sukar digerakkan.K e r a n g k a t u l a n g i n i m e r u p a k a n k e s a t u a n d a r i o s n a s a l e d a n p r o c e s s u s f r o n t a l i s maxillae. Bagian tulang rawan terdiri dari cartilago septi nasi, yang memegang perananmenentukan tinggi rendahnya hidung seseorang. Sedangkan puncak hidung (tip)dibentuk oleh septalangle dan cartila alaris mayor. Kerangka tulang dan tulang rawan ini terikat erat satu sama lain oleh jaringan ikatyang kuat. Otot-otot tipis yang melapisi hidung bagian luar terdiri dari ototototdilatator dan otot-otot konstriktor. Kulit yang melapisi hidung bagian proximal lebihtipis dan lebih longgar hubungannya dengan jaringan ikat dan tulang di bawahnya;sedangkan di bagian distal lebih tebal dan lebih erat hubungannya dengan jaringan dantulang rawan di bawahnya. Bagian distal ini juga banyak mengandung kelenjarkelenjar sebaciuus. Vestibulumnasi termasuk hidung bagian luar, karena diisi olehkulit dan mengandung kelenjar-kelenjar sebacious dan vibrisae. Hidungbagiandalam Terdiri dari cavum nasi yang berbentuk terowongan yang menyerupai piramid,dipisahkan menjadi dua bagian kiri dan kanan oleh septum nasi. Pintu depan daricavum nasi disebut neres anterior, cavum nasi berhubungan langsung ke belakangdengan nasopharynx melalui choanae atau nares posterior. Cavum nasi itu terdiri daridinding-dinding lateral, medial, atap dan dasar cavum nasi. a. Dinding lateral. Bagian ini merupakan bagian yang amat penting dan kompleksdari cavum nasi, karena ada hubungan langsung dengan sinus-paranasalis. Padadinding ini terdapat tiga conchae nasalis, yakni conchae nasalis inferior, conchaenasalis media, dan conchae nasalis superior. Conchae nasalis inferior merupakantulang yang berdiri sendiri, sedangkan conchae nasalis media dan conchae nasalissuperior merupakan bagian dari tulang othmoidalis. Di antara ketiga conchaenasalis ini terbentuk celah-celah yang masing-masing kita kenal sebaai meatus nasiinferior, meatus nasi media yang letaknya antara conchae inferior dan conchaemedia, dan meatus superior yang letaknya antara conchae media dengan conchaesuperior. Pada meatus inferior terdapat muara dari ductus nasolacrimalis yangm e n g h u b u n g k a n s a c c u s l a c r i m a l i s d e n g a n c a v u m n a s i . P a d a

sehingga kalau terdapat fraktur padal a m i n a e r i b r o s a . Pada meatus nasi posterior terdapat ostia dari sinus paranasalis kelompok b e l a k a n g . 1/3 belakang oleh pars horizontalis os palatina. kecuali sinus sphenoidalissebagai hasil penguncupan (contriction) dari bagian posterior superior mukosa cavumnasi. Atap.yang berupa obstruksi nasi (akan dibicarakan pada bagian patologi). SinusParanasalis Sinus paranasalis adalah rongga-rongga berisi udara dalam tengkorak. dari depank e b e l a k a n g t e r d i r i d a r i o s n a s a l e . kelompok belakang terdiri dari sinus ethmoidalis posterior dansinus sphenoidalis. Atap cavum nasi merupakan bagian yang tertinggi dan tersempit. Dinding medial cavum nasi adalah septum nasi yang membagicavum nasi atas dua bagian yang kurang lebih sama besarnya. Merupakan atap dari rongga mulut. pada bulan ke-3 dan ke4 dari kehidupan fetus.ostium sinus ethmoidalis anterior dan ostium sinus maxillaris. cartilago septinasi (cartilago quadrilateral) yang terletak di depan. y a k n i o s t i u m s i n u s o t h m o i d a l i s p o s t e r i o r d a n o s t i u m d a r i s i n u s sphenoidalis. pada umumnya ada deviasi ringan. k i t a h a r u s p i k i r k a n k e m u n g k i n a n h u b u n g a n n ya d e n g a n kelainan dalam sinus paranasalis kelompok depan sedangkan kelainan pada meatusnasi superior kita harus pikirkan kemungkinan adanya kelainan dalam sinus paranasalis kelompok belakang. c o r p u s ethmoidalis. Lamina eribrosa dari ethmoid membentuk sebagian besar dari atap cavum nasi. Kerangka septum inidilapisi oleh mukosa yang pada umumnya tebalnya tak teratur.Untuk memudahkan pengertian dalam klinik. kita bagi sinus paranasalis dalam dua b a g i a n a t a u k e l o m p o k . S i n u s paranasalis kelompok depan terdiri atas: sinus frontalis. a k a n t e r b u k a j a l a n k e f o s s a c r a n i i a n t e r i o r d e n g a n s e g a l a akibatnya. Atas dasar hubungan anatomis ini. c. 2/3 bagian depan dibentuk oleh pars palatina os maxillae. maka setiap adanya kelainan padam e a t u s n a s i m e d i u s . diusul oleh . atap dari cavum nasi ini hanya dibatasi olehtulang yang tipis dengan fossa cranii anterior. Septum nasi padaseorang dewasa jarang yang benar-benar lurus. p r o c e s s u s n a s a l i s o s f r o n t a l i s . tetapisinus ethmoidalis telah mempunyai bentuk yang paling lengkap.m e a t u s m e d i u s dimana terdapat hiatus semilunaris bermuara ketiga ostia dari sinus frontalis. Dinding medial. d. Septum ini dibentuk oleh lamina perpendicularis ossis ethmoidalis yang merupakan lempeng tulangyang tipis yang menempati bagian belakang atas dari septum nasi. Semua sinus-sinus ini melanjutkan perkembangannya sesudah lahir. Ostia dari sinus paranasalis kelompok depan bermuara pada hiatussemilunaris dalam meatus nasi media. sedangkan kelompok belakang bermuara padameatus nasi superior. Dasar cavum nasi. yangdilapisi oleh lanjutan mukosa cavum nasi paranasalis pada kedua sisi kiri dan kanan. Dari riwayat pembentukannya. y a k n i k e l o m p o k d e p a n d a n k e l o m p o k b e l a k a n g . sinus maxillaris dan sinus ethmoidalis anterior. hampir semua sinus paranasalis dimulai sebagaievaginasi (outpocketings) dari selaput lendir meatus nasi. b. dan vomer yang merupakantulang yang terletak di belakang bawah dari septum nasi. corpus sphenoidalis.

Sinus Frontalis Sinus frontalis ini belum terbentuk waktu anak l a h i r . tetapi jumlahnya lebih banyak. Sinus Maxillaris Disebut juga antrum high more merupakan sinus yang terbesar ukurannya. sedangkan sinus ethmoidalis posterior sel-selnya lebih besar dan jumlahnyalebih sedikit.sinusmaxillaris. b. Dinding depan sedikit cekung dan tipis kita kenal sebagai fossacanina. Batas atas terdapat fosa cranii anterior. n. yang bentuknya menyerupai sarang tawon.maxillaris. dan terletak di dalammassa lateral dari tulang ethmoid. Sinus ethmoidalis ini kita bagi dalam dua kelompok. c. sedangkan sinus sphenoidalis masih amat kecil dan sinus frontalis masih belum terbentuk waktu bayi lahir. Topografi. yaknisegment depan bawah setinggi meatus nasi inferior dan segment belakang atas setinggimeatus nasi media. Dinding medial atau dinding naso antral dibagi dalam dua segment. Dasar sinus maxillaris. Sinus frontalis ini pembentukannya amat terlambat. misalnya ke tulang frontalis.sedangkan n. Dinding atas atau atap dari sinus maxillaris merupakan dasar dari orbita padad i n d i n g t e r d a p a t c a n a l i s i n f r a o r b i t a l i s . dimana bermuara ostium sinus maxillaris. Sinus ethmoidalis anterior bentuk sel-selnya lebih kecil. pembentukannya dimulai pada anak umur 6 tahun. Sinus ethmoidalis anterior ostiumnya bermuara pada meatus nasi media. dibentuk oleh processus alveolaris dan palatum durum. dentalis anterior dan superior. yang dianggap sebagai extensilangsung dari satu atau lebih sel-sel othmoidalis anterior ke dalam os . merupakan permukaan yang lengkung. Kalau pneumatisasi luas. opticus bisa amat berdekatan dengan sel-sel sinus othmoidalis posterior. Sinus Ethmoidalis Terdiri dari 7 – 15 rongga-rongga yang dibatasi oleh dindingyang sangat tipis. pada orang dewasa kurang lebih berukuran 15 cc dan terletak seluruhnyadalam tulang maxilla. D i n d i n g b e l a k a n g d a n b a w a h b e r s a t u .yakni sinus ethmoidalis anterior dan posterior. dan sphonoidalis. Di bagian atas tengah dari dinding depan kurang lebih 7 – 8 mm garis infraorbitalis terdapat foramen infra orbitalis dimana berjalan n. a. maka sel-sel dari sinusethmoidalis dapat masuk ke dalam tulang sekitarnya. dentalis posteriores yang merupakan cabang-cabang dari n. infra orbitalis yangmemberi cabangcabangnya menjadi n. maxillaris berjalan dari atas melalui dinding belakang terus ke bawah kegigi molar atas.Pada anak-anak dasar sinus maxillaris ini setinggi atau sedikit lebih tinggi dari dasar cavum nasi. Bilateral dipisahkan dengan orbita oleh lamina papiracea yang sangat tipi. yang hanya dipisahkan olehtulang yang tipis dari sel ethmoid. maka sinusitis maxillarisdentogen lebih sering terdapat pada orang dewasa daripada anak-anak. Sedangkan pada orang dewasa dasar sinus maxillaris sedikit lebih rendahdari dasar cavum nasi sehingga dasar-dasar dari gigi atas kadang-kadang dapat masuk ke dalam sinus maxillaris.sedang sinus ethmoidalis posterior ostiumnya bermuara pada meatus nasi superior.kurang lebih pada umur 6 tahun dimulai dengan extensi langsung dari satu atau lebihsel-sel ethmoidalis anterior. Atas dasar hubungan anatomis ini.

dengan melalui ganglion sphenopalatina. yang kaya akan pembuluh darah. ophthalmicus membawaserabut-serabut afferent ke bagian depan dan bawah cavum nasi. sedangkan dasarnya dengan orbita. Mukosa ini secara langsung berhubungan dengannasopharynx. Persyarafan Persyarafan dari cavum nasi berasal dari cabang pertama dan cabang kedua dari n. Sinus Sphenoidalis Terletak di belakang atas cavum nasi di dalam c o r p u s sphenoidalis. kadang-kadang yang satu lebih besar dan overlapping ke sisiyang lain. Histologi Rongga hidung dilapisi oleh mukosa yang b e r b e n t u k “ c o l u m n a r pseudostratified cilliated epithelium”. Pada bagian. Daerah respiratorius mengisi seluruh bagian yang terletak di bawah dari daeraholfaktorius.trigemanus yakni n. Cabang pertama dari n. kecuali dekat pada ostium sinus paranasalis menuju ke ostia masing-masing. kurang lebih 5% dariorang dewasa yang tak mempunyai sinus frontalis. a. Lateral terdapat sinus cavernosus. Dalam perkembangannya sinus frontalis mempunyai berbagai bentuk. traktus olfaktorius dan lobus frontaliscerebri. Oleh karena itu mudah dipahami bagaimana penyebaran infeksi dari satudaerah ke daerah lain mudah terjadi. carotis interna dan n. yakni sel-sel penyokong dan sel-sel olfaktorius. Mukosa sinus paranasalis merupakan lanjutan dari mukosa cavum n a s i . Topografi. maxillaris membawa serabut-serabut afferent ke bawah dan belakang dari cavum nasi. dan terdiri dari dua bentuk selyang utama. ukurannya lebih tipis dan mengandung lebih sedikit kelenjar-kelenjar.kiri kanan jarang simetris dipisahkan oleh septum yang sangat tupis dan kadang-kadang septum tak terbentuk dengan baik. Kedua sinus ini kiri dan kanan biasanya tak simetris.Kedua daerah ini histologis berbatas jelas. chiasma opticus. saluran limfe. Daerah olfaktorius terbatas pada bagian atas dari cavum nasi. sinus paranasalis. Ukuran rata-rata pada orang dewasa sebesar 7 cc.syaraf-syaraf dan kelenjar-kelenjar. dan kaya akan pembuluh darah. Mukosa cavum nasi ini dibagi dalam dua daerah. Cabang kedua dari n. Kadang-kadang menempati sampai alas sphenoidalis dan processus pterigoideus dari os sphenoidalis.trigeminus. Ganglion . Ostiumnya terletak pada dinding depan atasdari sinus dan bermuara pada meatus nasi superior.frontalis. opticus. Terdapat beberapakelenjar-kelenjar serous yang dikenal ebagai kelenjar Bowmani yang berbentuk tubuler. Anterior inferior berjalan syaraf-syaraf dan pembuluh darah yang keluar dariforamen sphenopalatina waktu menuju ke septum nasi. Bentuk epithel pada bagian ini adalah “non-cilliated columnar epithelium”. yang ditempatioleh conchae superior dan bagian septum yang berhadapan.Cranii terdapat hypophyso.terutama pada conchae inferior. trigeminus yakni n.yakni daerah olfaktorius dan daerah respiratorius. Dinding belakang dan atap dari sinus frontalis berbatasan dengan fosa oraniianterior.bagian tertentu dari daerah respiratorius amat tebal. Ia secara tak langsung berhubungan dengan cavumtympani. d. walaupun tak teratur.

Pembuluh-pembuluh i n i beranastomose membentuk plexus Kieselbach yang terletak di anterior inferior septumnasi.sinus ethmoidalis dan sinus frontalis. . sehingga mudah dicapai dalam pemberian lokal anesthesia. A. hubungannya dengan infeksi pada hidung atau adanya keganasan padahidung. Sphenopalatina cabang dari a. naik dari bibir atas ke bagian depan dari septum nasi dan vestibulum nasi. Vascularisasi A. retropharyngeal. Infra orbitalis dan dentalis superior. Cervicalis superior profunda menampung cairan lymfe dari cavum nasi bagian belakang. AliranLymfe Gl. A.inimempunyai arti klinik penting pada cavum nasi. Sedangkan sinus frontalis dan sinus ethmoidalisdiperdarahi oleh a. Palatina decedens cabang dari a. A. petrosius superfacialismayus. maxillaris externa. maxillaris internamemberi darah ke sinus sphenoidalis. ethmoidalis anterior dan posterior. Ethmoidalis anterior dan posterior merupakan cabang dari a. Gl. vidianus sebelum sampai padaganglion sphenopalatina. dan seravi petrosus ini bersatu membentuk n. opthalnicayang berasal dari a. Pengertian aliran lymfe ini penting untuk menerangkan pembesaran kelenjar regioner. Mukosa sinus paranalis menerima serabut-serabut sensoris melalui ostia sinus paranasalis masing-masing. Labialis superior merupakan cabang dari a. Letak dari ganglion di dalam fossa pterigopalatina berdekatan dengan foramensphenoplatina. cabang dari a.maxillaris juga menerima serabut-serabut parasympathis dari n. A. maxillaris interna yang melewati canalisi n c i s i v u s beranastomose dengan a. karena foramen sphenopalatina letaknya tepat di belakang atas ujung belakang dari conchaemedia. kemudian berjalan ke depan septum nasi dan ke lateral keconchae nasalis. yang juga disebut Little’s area. sphenopalatina. maxillaris interna mensuplai darah ke bagian belakang atas cavum nasi. maxillaris i n t e r n a memberi darah ke sinus maxillaris. carotis internal yang memberi darah pada atap dari cavum nasi. Cabang pharyngeal dari a. baik secara langsung atau melalui gl. Submandibularis menampung aliran limfe dari hidung luar dan bagiandepan cavum nasi. Serabut-serabut offerent dari n.

.

kelembaban dan pembersihan udara sebelummasuk ke paru-paru. 2) Pengaturan kelembaban Udara dalam cavum nasi itu diproses sedemikianrupa. 4) Pembersihanudara Pembersihan udara dalam hidung dilakukan oleh vibrisae mucous blanket cilliadan enzym lyzozym. 3) Pengaturan temperature Pengaturan temperatur terjadi bersamaan dengan pengaturan kelembaban.Arah udara yang keluar dan masuk ke dalam sinus paranasalis. Misalnya pada waktu musim panas dengan udara yang basah dan lembab. 1) Aliran udara Aliran udara yang masuk dalam hidung dalam bentuk parabolik yang naik setinggi conchae media kemudian turun ke nasopharynx. Aliran udara ini amat halus dengan putaran dan gesekan yang minimal. Benda-benda asing akan bersentuhan dengan sekret dan melekat padamucous blanket.maka udara yang menguap dalam cavum nasi relatif kecil. Penguapan ini terjadi pada permukaan musoca blanket yangmelapisi seluruh cavum nasi.yang mengatur aliran udara. a. dimana terjadi penguapanyang lebih besar. Kemungkinan ada suatu potensial elektris . sebagian kecil terpecah dalam bentuk putaran.Sedangkan udara yang diexpirasi. dibanding dengan 360 sampai370C pada nasopharynx.000 cc per 24 jam. Pada umumnyaudara yang mengalir itu melalui bidang vertikal dari hidung dan sebagian melaluimeatus nasi. Air conditioning Rongga hidung dapat dipandang sebagai “air conditioning” dari paruparu. bila dibandingkandengan musim dingin dengan udara yang sangat kering. Panas yang dibutuhkan bersumber dari penyebaran alirandarah yang cepat dari jaringan sub epithelial pada conchae dan septum nasi. pada waktu yangsingkat ini kelembaban relatif dari udara setibanya di nasopharynx kurang lebih75% . temperatur.Temperatur pada conchae inferior kurang lebih 320C. dan terjadi reaksi. sehingga kelembaban sesuai dengan kebutuhan tubuh. Tentusaja jumlah udara yang diuapkan berbanding terbalik dengan kelembaban udara diluar.80% dikatakan bahwa jumlah air yang diuapkan dalam cavum nasi kuranglebih 1. arahnya terbalik dengan aliran udara dan mengalir dalam cavum nasi.kemudian keluar melalui vestibulum.FISIOLOGI HIDUNG Boies membagi fungsi hidung dalam fungsi Primer dan fungsi Sekunder FungsiPrimer Fungsi primer adalah air conditioning dan penciuman. Perjalanan udara dalam cavum nasi hanya 1 sekond. ini berarti sekitar 1/25 ccc per satu kali respirasi. agar pertukaran O2 dan CO2 dapat berlangsung dengan aman didalam alveoli paru-paru.

yang membentuk satu lapisan yang menyeluruh pada setiap ruangan hidung. kemudian terjadi reaksi kimia waktu tiba pada permukaan epithel olfaktorius. b. yang mengatakan bahwa ada satu gelombang energi yangmenyerupai cahaya merangsang ujung syaraf olfaktorius.000000005 ml udaramasih tercium oleh manusia. Pada pokoknya semua benda-benda asing akan diubah dalammucous blanket. v i r u s . Axon dari “senso colls” dikumpulkan menjadi satu dalam bentuk seratsyaraf yang melalui lamina cribrosa ke dalam bulbus olfaktorius. menyebabkan adsobsi dari kumankuman dan benda asing lainnya. Bila sesuatu benda terlalu merangsang. karena ketajaman p e n c i u m a n d i p a k a i u n t u k m e m p e r t a h a n k a n d i r i d a n u n t u k m e n c a r i m a k a n a n . Juga dapatd i s e b a b k a n a d a n ya t u m o r y a n g d a p a t m e n e k a n b u l b u s o l f a k t o r i u s a t a u t r a k t u s olfaktorius sehingga transmisi ke otak terhalang. harus bebas dari segala kotoran yang tertimbun p a d a p e r m u k a a n m u k o s a h i d u n g . Sel penciuman adalah sel syaraf bipolar yang termasuk dalam susunan syaraf pusat yang sampai pada permukaan tubuh.pada permukaan dari mukosa hidung.b a h a n patologik lainnya. pharynx dan seluruh cabang-cabang bronchus. cilia dan enzym lysozym. Pada pokoknya udara inspirasi harus dipersiapkan dulu secara amans e b e l u m m a s u k d a l a m p a r u p a r u . Pavlov mengadakan percobaan pada binatang. Jadi kalau ada gangguan dalam fungsi penciuman yang disebut hyposmia atau anosmia hal ini dapat disebabkanadanya proses degeneratif pada ujung-ujung syaraf atau karena gangguan transmisidari partikel-partikel bau-bauan terhalang tak sampai pada area olfaktorius. sehingga partikel-partikel dengan sentuhan yang ringan saja dapat melekat dengan baik. Indera Penciuman Dalam bidang klinik fungsi ini relatif kurang penting bila dibandingkan denganfungsi pertama. maka akan dilemparkankeluar melalui reflex bersin. yang mengatakan bahwa partikel-partikel disebar dengan jalan difusi melalui udara. 2) Theory Undulasi. untuk mempersiapkan udarasebelum masuk ke dalam paru-paru. dan berkesimpulan bahwaindera penciuman diperlengkapi dengan stimulus untuk reflex sekresi cairan lambung. Mucous blanket ini terus bergerak didorong oleh cilia dan amat l e n g k e t . Fungsi Sekunder Fungsi ini terutama memberikan perlindungan. Axon dari sel-sel inimembentuk traktus olfaktorius yang menuju ke otak. yang terdapat di daerah olfaktorius yangt e r b e n t a n g d i atas dari conchae media sampai ke atap dan daerah septum y a n g berhadapan.v i r u s d a n b a h a n . sampaisekarang belum jelas. Proses bagaimana sesuatu bau dapat dicium. Pada binatang fungsi penciuman ini amat penting. Walaupun demikian menurut McKenzie vanili dalam jumlah 0. Mucous blanket adalah suatu zat yang terdapat pada permukaan m u k o s a hidung. b a k t e r i . Ada dua teori yang dikemukakan mengenai hal ini: 1) Chemical Theory. . tuba auditivae.b a k t e r i . Y a n g m e m e g a n g p e r a n a n d a l a m m e k a n i s m e pembersihan ini adalah selimut lendir (mucous blanket).sinus paranasalis.

Gustatorius Fungsi pengecapan juga dipengaruhi oleh hidung. Mucous blanket dalam hidung dan sinus paranasalis didorong ke nasopharynxoleh cilia. Faktor-faktor yang dapat meruak pergerakan cilia: a . Panas yang berlebihan atau dingin yang berlebihan. bahwa acetylcholine mungkin berperanan mengontrol pergerakan cilia. artinya tak bergantung dari impuls syaraf. Seperti kita ketahui intialtonesdihasilkan oleh getaran pita suara atau chorda vokalis. b. walaupun peranannya hanya sedikit bila dibandingkan denganmukosa cavum nasi. dapat menyebabkan pengeringan setempat sehingga terjadistase dari cilia. K e a s a m a n Di samping fungsi primer dan sekunder kita kenal juga fungsi lain dari hidung yangmencakup phonasi dan Gustatorius.H a l i n i p e n t i n g . f. m i s a l n y a c o c a i n s u a t u a n a s t h e t i k u m d a n v a s o k o n s t r i k t o r ya n g baik. Di dalam mucous blanket ini juga terdapat lysozym sejenis enzym y a n g pertama kali ditemukan oleh Flemming.o b a t a n . P h o n a s i Fungsi ini penting dalam mengeluarkan suara. dan diperbaharui oleh kelenjar-kelenjar sekurang-kurangnya 2 sampai 3 kalisetiap jam. dan dijaga selalu konstant.pH dari mucous blanket kurang lebih (7) atau netral. sehingga dapat dikatakan bahagian belakang dari hidung. sehingga mekanisme pembersihan diri dari hidung tetap berjalan sempurna. penemu penicillin. e . C a i r a n h yp o t o n i k a t a u h y p e r t o n i k . hal ini kita dapat saksikan bilaada obstruksi nasi. bahwa nilai konstant dari pH penting untuk dijagaagar pergerakan cilia terjamin. a t a u g a n g g u a n t u r b u l e n s i u d a r a setempat dalam hidung. artinya dapat membunuh bakteri dan menghancurkannya. atau pada choanae praktis steril. c. . k a r e n a c i l i a t a k d a p a t b e r f u n g s i b a i k d a l a m p H t e r l a l u b a n ya k menyimpang dari 7. Aktivitas ini begitu menakjubkan. Di atas telah disinggung. O b a t . maka aroma dari makanan akan hilang. P e n yi m p a n g a n s e t e m p a t d a r i a l i r a n u d a r a . a .Air conditioning. ada beberapa teori yang dikemukakanantara lain: a. d. yang mempunyai sifat bakterialitis. Adrenalin jugamempunyai efek yang sama. tetapi kalau dipakai lama dapat mengganggu pergerakan cilia. Pergerakan cilia adalah fungsi primitif. sedangkan over tonesdihasilkan oleh hidung dan sinus paranasalis. E x p o s e d t e r h a d a p u d a r a y a n g k e r i n g . Misalnya kalau ada penyumbatanhidung dan sinus paranasalis suara akan berubah jadi sengau. pergerakan ini adalah pergerakanotomatis. Beberapa peneliti mengemukakan. Fungsi Sinus Paranasalis Fungi sinus paranasalis belum jelas. m i s a l n ya p a d a c e n t r a l h e a t i n g y a n g berlebihan. b. Sinus paranasalis memperluas permukaan untuk f u n g s i primer dari hidung.

Berperanan untuk mengatur resonansi suara. . sekarang dianggap peranan inikurang penting.b.

You're Reading a Free Preview

Descarregar
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->