http://adisastrajaya.blogspot.com/2012/04/landasan-dan-asas-asas-pendidikan-serta.

html

Landasan dan Asas-Asas Pendidikan Serta Penerapannya
Kata Pengantar Asslamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas taufik dan hidayah-Nya Tugas Makalah Pengantar Pendidikan yang berjudul ”LANDASAN DAN ASAS-ASAS PENDIDIKAN SERTA PENERAPANNYA” dapat diselesaikan. Dalam tugas yang kami buat ini tentu kiranya masih terjadi banyak kekurangan terhadap pernyataanyang kami sampaikan. Kami selaku yang menjalankan tugas memohon maaf yang sebesarnya, jika masih ada kekurangan dari apa yang kami sampaikan, karenamengingat kami masih dalam tahap pembelajaran. Dan kami harap Ibu dosen pembimbing mata kuliah “Pengantar Pendidikan” akan selalu memberikan masukan dan arahan demi kebaikan kami kedepannya. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh DAFTAR ISI KATA PENGANTAR………………………………………………………………………..1 DAFTAR ISI………………………………………………………………………………….2 BAB I PENDAHULUAN  Latar belakang masalah……………………………………………………………………3 BAB II PEMBAHASAN Landasan pendidikan……………………………………………………………………...4 Landasan Filosofis Landasan Sosiologis Landasan Kultural Landasan Psikologis Landasan Ilmiah dan Teknoligis Asas-Asas Pokok Pendidikan…………………………………………………………….13 Asas Tut Wuri Handayani Asas Belajar Sepanjang Hayat Asas Kemandirian dalam Belajar

A. a. b. c. d. e. B. a. b. c.

BAB III PENUTUP  Kesimpulan…………………………………………………………………………….…15 DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………

Bab III ini akan memusatkan paparan dalam berbagai landasan dan asas pendidikan. Sedangkan landasan iptek akan membekali tenaga kependidikan dengan pemahaman perkembangan peserta didik dan cara-cara belajarnya. belajar sepanjang hayat. Kajian berbagai landasan landasan pendidikan itu akan membentuk wawasan yang tepat tentang pendidikan. Sedangkan landasan . Landasan psikologis akan memebekali tenaga pendidikan dengan pemahaman perkembangan peserta didik dan cara-cara belajarnya. serta dengan menerapkan asa-asas pendidikan yang tepat pula. Sedangkan asas yang dikaji adalah asas Tut Wuri Handayani. serta beberapa hal yang berkaitan dengan penerapannya. Selanjutnya. dan cultural. karena pendidikan merupakan pilar utama terhadap pengembangan manusia dan masyarakat suatu bangsa tertentu. cultural. Selanjutnya landasan ilmiah dan teknologi akan mendorong pendidikan itu menjemput masa depan. dan kemandirian dalam belajar. Beberapa diantara landasan pendidikan tersebut adalah landasan filosofi. yakni landasan psikologis dan landasan iptek. psikologis. Landasan dan asas tersebut sangat penting. Dengan kata lain pendidikan diselenggarakan berlandaskan filsafata hidup serta berlandaskan sosiokultural setiap masyarakat. Oleh karena itu. baik dalam aspek konseptual maupun operasional. Landasan Pendidikan Pendidikan adalah sesuatu yang universal dan berlangsung terus tak putus dari generasi ke generasi manapun didunia ini. sermasuk di Indonesia. sosiologis. serta ilmiah dan teknologi. dan cultural) akan memebekali setiap tenaga kependidikan dengan wawasan dan pengetahuan yang tepat tentang bidang tugasnya. terdapat dua landasan lain yang selalu erat kaitannya dalam setiap upaya pendidikan. BAB II PEMBAHASAN A. utamanya pengajaran. yang sangat memegang peranan penting dalam menentukan tujuanpendidikan. Dengan wawasan dan pendidikan yang tepat . Upaya memanusiakan manusia melalui pendidikan itu diselenggarakan sesuai dengan pandangan hidup dan alam latar sosial-kebudayaan setiap masyarakat tertentu. Pengkajian tentang landasan dan asas pendidikan tersebut selalu diarahkan pula pada upaya dan permasalahan penerapannya. namun terjadi perbedaan-perbedaan tertentu sesuai dengan pandangan hidup dan latar sosiokultural tersebut. Landasan tersebut adalah filosofis. akan dapat member peluang yang lebih besar dalam merancang dan menyelenggarakan program pendidikan yang tepat wawasan itu akan memberikan perspektif yang lebih luas terhadap pendidikan. sosiologis.BAB I PENDAHULUAN  Latar Belakang Masalah Pendidikan sebagai usaha sadar yang sestematik-sistemik selalu bertolak dari sejumlah landasan serta mengindahkan sejumlah landasan serta mengindahkan sejumlah asas-asas tertentu. Kajian ketiga landasan itu (filosofis. meskipun pendidikan itu universal.

et. termasuk pendidikan. utamnya tentang konsepsi manusia dan dunianya. Keterbatasan manusia sebagai mahluk hidup yang banyak menghadapi tantangan. Kata filsafat (philosophy) bersumber dari bahasaYunani. sangat besar pengaruhnya terhadap pendidikan.iptek akan membekali tenaga kependidikan. metafisika (tentang hakikat yang “ada”. berarti berpikir bebas serta merentang pikiran sampai sejauh-jauhnya tentang sesuatu itu. Landasan Filosofis merupakan landasan yang berkaitan dengan makna atau hakikat pendidikan. c. falsafah). 1992: 126134. yakni: 1. Landasan filosofis adalah landasan yang berdasarkan atau bersifat filsafat (falsafat. Konsepsi-konsepsi silosofis tentang kehidupan manusia dan dunianya pada umumnya bersumber dari dua faktor. Filsafat sebagai kajian khusus yang formal. yang dapat dilakukan oleh setiap orang serta sangat bermanfaat dalam memberi makna kepada ilmu pengetahuannya itu. dan sophos atau sophis berarti hikmah. Filsafat sebagai kelanjutan dari berpikir ilmiah. dan estetika. yaitu: o Religi dan etika yang bertumpu pada keyakinan o Ilmu pengetahuan yang mengandalkan penalaran. a. Beberapa aliran filsafat yaitu sebagai berikut: 1. dan sebagainya. Filsafat berada dianatara keduanya: Kawasannya seluas religi. Pengkajian landasan psikologis dan landasan iptek tersebut akan membekali tenaga kependidikan suatu pegangan dalam mewujudkan keseimbangan dan keselarasan yang dinamis antara pengembangan jati diri peserta didik dan penguasaan iptek tersebut. Peranan filsafat dalam bidang pendidikan tersebut berkaitan dengan hasil kajian antara lain tentang: Keberadaan dan kedudukan manusia sebagai mahluk didunia ini. etika (tentang baik dan buruk).. animal educandum. homo sapiens. dan Perlunya landasan pemikiran dalam pekerjaan pendidikan. mengapa pendidikan itu diperlukan. Hasil-hasil kajian filsafat tersebut. 1. tentang sumber bahan ajaran. Penggunaan istilah filsafat dapat dalam dua pendekatan. namun lebih dekat dengan ilmu pengetahuan karena filsafat timbul dari keraguan dan karena mengandalkan akal manusia (Redja Mudyahardjo. metafisika dan lain-lain) akan besar pengaruhnya terhadap pendidikan. Filsafat menelaah sesuatu secara radikal. Naturalisme . phileinberarti mencintai. arif. menyeluruh dan konseptual yang menghasilkan konsepsi-kosnsepsi mengenai kehidupan dan dunia. etika.) Tinjauan filosofis tentang sesuatu. yang mencakup logika. termasuk akal itu sendiri). Landasan Filosofis. estetika (tentang indah dan jelek). apa yang seharusnya menjadi tujuannya. epistemology. Kajian-kajian yang dilakukan oleh berbagai cabang filsafat (logika. b. atau bijaksana. yang berusaha menelaah masalah-masalah pokok seperti: Apakah pendidikan itu. d. serta social dan politik (filsafat pemerintahan).al. epistemology (tentang benar dan salah). Masyarakat dan kebudayaannya. 2. utamanya filsafat pendidikan (Wayan Ardhana. dan sebagainya. 1986: Modul1/9). seperti yang disimpulkan sebagai zoon politicon. karena prinsip-prinsip dan kebenaran-kebenaran hasil kajian tersebut pada umumnya diterapkan dalam bidang pendidikan. khususnya guru.

Hipotesis. Diagnosi. 4. Guru harus menjadi peneliti dan pembimbing kegiatan belajar. Wayan Ardhana.2. Pragmatisme Naturalisme merupakan aliran filsafat yang menganggap segala kenyataan yang bisa ditangkap oleh panca indera sebagai kebenaran yang sebenarnya. 3. yakni mempertajam masalah termasuk perkiraan factor penyebabnya. Pragmatisme merupakan aliran filsafat yang mengemukakan bahwa segala sesuatu harus dinilai dari segi nilai kegunaan praktis. 2. Berbeda dengan aliran diatas. et. et. bagi paragtisme. Ide sebagai gagasan kejiwaan itulah sebagai kebenaran atau nilai sejati yang absolute dan abadi. 5. Menumbuhkan minat melalui pengalaman langsung untuk merangsang belajar. John Dewey (dari Redja Mudyahardjo. salah seorang tokoh pragmatisme. Harus ada kerja sama sekolah dan rumah. paham ini menyatakan yang berfaedah itu harus benar. yakni pelaksanaan berbagai hipotesis dan membandingkan hasilnya serta implikasinya masing-masing jika dipraktekkan. 1. c. Esensialisme. atau ukuran kebenaran didasarkan pda kemanfaatan dari sesuatu itu harus benar. yakni timbulnya situasi ketegangan didalam pengalaman yang perlu dijabarkan secara spesifik. 1950: 136). pendidikan adalah suatu proses eksperimental dan metode mengajar yang penting adalah metode pemecahan masalah. mengemukakan bahwa penerapan konsep pragmatisme secara eksperimental melalui lima tahap: Situasi tak tentu (indeterminate situation). b. d. Sekolah progresif harus merupakan suatu laboraturium untuk melakukan eksperimentasi (Wayan Ardhana. Berdasarkan eklektisisme tersebut tersebut maka esensialisme . 1992: 144-150. Oleh karena itu. yakni penemuan gagasan yang diperkiarakan dapat mengatasi masalah. Idealisme 3. Esensialisme merupakan mazhab filsafat pendidikan yang menerapkan prinsip idealisme dan realisme secara eklektis.. Evaluasi.. e. yakni mempertimbangkan hasilnya setelah hipotesis terbaik dilaksanakan. Progresivisme menentang pendidikan tradisionalis serta mengembangkan teori pendidikan dengan prinsip-prinsip antara lain: Anak harus bebas agar dapat berkembang wajar. a. Apa yang dianggap kebenaran realitas hanyalah bayangan atau refleksi dari ide sebagai kebenaran bersifat spiritual atau mental. Atau ukuran kebenaran didasarkan kepada kemanfaatan dari sesuatu itu kepada manusia (Abu Hanifah. Idealisme menegaskan bahwa hakikat kenyataan adalah ide sebagai gagasan kejiwaan. 1986 :14-18) adalah: 1. Aliran ini biasa pula diberi nama yang berbeda sesuai dengan variasi penekanan konsepsinya tentang manusia dan dunianya. Al. Al. 1992: 144). 1986: 16-17) Selanjutnya perlu dikemukakan secara ringkas empat mazhab filsafat pendidikan yang besar pengaruhnya dalam pemikiran dan penyelenggaraan pendidikan. Keempat mazhab filsafat pendidikan itu (Redja Mudyahardjo. dengan kata lain. Pengujian hipotesis. Pengaruh aliran paragtisme tersebut bahkan terwujud dalam gerakan pendidikan progresif atau progresivisme sebagai bagian dari suatu gerakan reformasi sosiopolitik pada akhir abad XIX dan awal abad XX di Amerika Serikat.

3. Pragmatisme dan Progresivisme Prakmatisme adalah aliran filsafat yang memandang segala sesuatu dari nilai kegunaan praktis. Perbedaannya ialah perenialisme menekankan keabadian teori kehikamatan. Prinsip pendidikan antaralain: Konsep pendidikan itu bersifat abadi. b. f. yaitu kemampuan berpikir. tersebut menitikberatkan penerapan prinsip idealisme atau realisme dengan tidak meleburkan prinsip-prinsipnya. 2. d. d. g. di bidang pendidikan. b. 4. h. Progresivisme atau gerakan pendidikan progresif mengembangkan teori pendidikan yang mendasarkan diri pada beberapa prinsip. Rekonstruksionisme . c. materiil dan nyata Menurut Mazhab ensesialisme. e. Manusia akan mengalami perkembangan apabila berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya berdasarkan pemikiran. Matematika yang sangat diutmakan idealisme. yaitu: Penguasaan bahasa termasuk rerorika Gramatika Kesusateraan Filsafat Ilmu kealaman Matematika Sejarah Seni keindahan (fine arts) Perenialisme Ada persama antara perenialisme dan esensialisme. c. c. d. Inti pendidikan haruslah mengembangkan kekhususan mahluk manusia yang unik. Kebenaran abadi itu diajarkan melalui pelajaran-pelajaran dasar (basic subjects) a. Progresivisme yaitu perubahan untuk maju. juga penting artinya bagi filsafat realism. b. yakni keduanya membela kurikulum tradisional yang berpusat pada mata pelajaran yang poko-pokok (subject centered). Pendidikan merupakan persiapan bagi kehidupan sebenarnya. Filsafat idealisme memberikan dasara tinjauan yang realistic. karena matematika adalah alat menghitung penjumlahan dari apa-apa yang riil. Guru harus menjadi seorang peneliti dan pembimbing kegiatan belajar. a. a. e. yaitu: Pengetahuan yang benar (truth) Keindahan (beauty) Kecintaan kepada kebaikan (goodness) Oleh karena itu dinamakan perenialisme karena kurikulumnya berisi materi yang konstan atau perennial. karena hakikat manusia tak pernah berubah. yang termasuk the liberalarts.a. b. Sekolah progresif harus merupakan sebuah laboratorium untuk melakukan reformasi pedagogis dan ekperimentasi. c. antara lain sebagai berikut: Anak harus bebas untuk dapat berkembang secara wajar Pengalaman langsung merupakan cara terbaik untuk merangsang minat belajar. aliran ini melahirkan progresivisme yang menentang pendidikan tradisional. Tujuan belajar ialah mengenal kebenaran abadi dan universal.

Hubungan pendidikan dengan aspek masyarakat lain.bahakan dua generasi dan memungkinkan generasi muda untuk mengembangkan diri.yang mempelajari:  Peranan sosial guru  Sifat kepribadian guru  Pengaruh kepribadian guru terhadap tingkah laju sisiwa  Fungsi sosial sekolah pada sosialisasi anak anak 4.sehingga melahirkan cabang cabang sosiologi antara lain sosiologi pendidikan dan ruang lingkup yang di pelajari antara lain: 1. sesuatu yang terjadi dengan yang lain sama halnya hewan. Hubungan kemanusiaan di sekolah yang meliputi:  Sifat kebudayaan dalam sekolah yang khusus dan berbeda dengan kebudayaan di luar sekolah  Pola interaksi dan struktur masyarakat sekolah 3.Rekonstruksionalisme adalah suatu kelanjutan yang logis dari cara berpikir progresif dalam pendidikan.pada wayan Ardhan hidup berkelompok pada hewan memiliki ciri:  Pembagian pada anggotanya  Ketergantungan pada anggota  Ada kerjasama anggota  Komunikasi antar anggota  Dan adanya diskrimunasi antara individu satu denan yang lain dalam kelompok 1. tapi haruslah memelopori masyarakat kearah masyarakatbaru yang diinginkan.sekolah dalam komunitas.yang mempelajari:  Fungsi pendidikan dalam kebudayaan  Hubungan sisitem pendidikan dan proses kontrol sosiala dengan sstem kekuasaan lain  Fungsi pendidikan dalam memelihara dan mendorong proses sosial dan perubahan kebudayaan  Hubungan antar kelas sosial  Fungsional pendidikan formal yang mencakup hubungan dengan ras. Individu tidak hanya belajar tentang pengalaman-pengalaman-pengalaman kemasyarakatan masa kini disekolah. Dan dalam pengertian lain.tetapi pengelompokan pada manusia lebih rumit dari pada hewan. Pengaruh sekolah pada perilaku anggotanya. Pengertian tentang landasan sosiologi Dimana suatu proses interaksi antar dua individu. Landasan Sosiologis Manusia yang hidup berkelompok. Rekonstruksionisme adalah mazhab filsafat pendidikan yang menempatkan sekolah/lembaga pendidikan sebagai pelopor perubahan masyarakat.kebudayaam dan kelompok kelompok dalam masyarakat 2. 2.mempelajari pola interaksi antara sekolah dalam komunitasnya yang meliputi:  Pelukisan komunitas sekolah sepertti tampaknya dalam prganisasi sekolah  Analisis tentang proses pendidikan seperti tampak pada kaum sosila tak terpelajar  Hubungan antara sekolah dan komunitas dalam fungsi pendidikannya  Faktor faktor demografi dan ekologi dalam organisasi sekolah .

merupakan faktor keberhasilan untuk pendididkan. dan  Fisik yakni benda hasil karya manusia 2. Dalam maksud itu. sehingga landasan psikologis merupakan salah satu landasan yang penting dalam bidang pendidikan. nilai dan sebagainya. 4.Dalam keempat nidang di atas yang di pelajari untuk memahami pendidikan dalam masyarakat menurut Wayan ardhan. Seperti di kemukakakn teori A.hukum dan norma yang berlaku  Adanya rasa identitas yang mengikat pada warganya. 1. Landasan Psikologis Pendidikan selalu melibatkan aspek kejiwaan manusia. Landasan Kultural Kebudayaan dan pendidikan mempunyai hubungan timbale balik. Oleh karena itu. sehingga kebudayaan dapat dilestarikan/dikembang dengan jalan mewariskan kebudayaan dari generasi ke generasi penerus dengan jalan pendidikan. 2. Masyarakat indonesia sebagai landasan sosiologi sistem pendidikan nasional (sisdiknas) Masyarakat sebagai kesatuan hidup memiliki ciri utama anatara lain:  Adanya interaksi antar warga warganya  Pola tingkah laku yang diatur adat istiadat. khususnya tentang proses perkembangan dan proses belajar.maslow kategori kebutuhan menjadi enam kategori meliputi: .  Kegiatan yang berpola dari manusia dalam masyarakat. yaitu pendidikan yang berakar pada kebudayaan bangsa indonesia.Psikologi menyediakan sejumlah informasi/kebutuhan tentang kehidupan pribadi manusia pada umumnya serta gejala-gejala yang berkaitan dengan aspek pribadi. Pengertian tentang Landasan Kultural Kebudayaan sebagai gagasan dan karya manusia beserta hasil budi dan karya itu akan selalu terkait dengan pendidikan. dan dalam belajar arti luas dapat berwujud:  Ideal seperti ide. dimana kehidupan masyarakat indonesia yang majemuk dan akan kaya kebudayaannya dan keberadaan semua itu semakin kukuh. 1. baik secara informal maupan formal. Kebudayaan Nasional sebagai Landasan Sisitem Pendidikan Nasional Seperti yang di kemukakakan sisdiknas. kebudayaan nasional haruslah dipandang dalam latar perkembangan yang dinamis. Pada umumnya landasan psikologis dari pendidikan tersebut terutama tertuju pada pemahaman manusia. seiring dengan semakin kukuhnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia sesuai dengan asas Bhinneka Tunggal Ika. gagasan. Pengertian Landasan Psiklogis Pemahaman peserta didik utamanya yang berkaitan dengan aspek kejiwaan. 3.

Salah satu aspek dari pengembangan manusia seutuhnya adalah yang berkaitan dengan perkembangan kepribadian.  Prinsip itu akan tampak bervariasi pada kepribadian manusia tertentu(sebab: kepribadian itu unik) Terdapat dua hal kepribadian yang penting di tinjau dari konteks perkembangan kepribadian.  Perkembangan Iptek sebagai Landasan Ilmiah Iptek merupakan salah satu hasil dari usaha manusia untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Meskipun terdapat variasi pendapat. geometri dan kegiatan survey. namun dapat dikemukakan beberapa prinsip umum kepribadian. baik pada tahap perancangan maupun pelaksanaan pendidikan.tidur.yakni:  Terintegrasinya seluruh komponen ke dalam struktur yang teroganisir secara sistematik. Pengetahuan (knowledge) adalah segala sesuatu yang diperoleh melalui berbagai cara pengindraan terhadap fakta. Bukti historis menunjukkan bahwa usaha mula bidang keilmuan yang tercatat adalah oleh bangsa Mesir purba. dengan kata lain. ilmu pengetahuan.  Pengertian tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) Terdapat beberapa istilah yang perlu dikaji agar jelas makna dan kedudukan masing-masing yakni pengetahuan. Landasan Ilmiah dan Teknologis Seperti yang kita ketahui. 5. dan wahyu. B. intuisi. istrahat dan sebagainya) Kebutuhan rasa aman: kebutuhan terus nenerus merasa aman dan bebasdari ketakutan Kebutuhan akan cinta dan pengakuan:kebutuhan rasa kasih sayang dalam kelompok Kebutuhan akan alkuturasi diri:kebutuhan akan potensi potensi yang di miliki Kebutuhan untuk mengetahui dan di pahami:kebutuhan akan berkaitan dengan penguasaan iptek 2.     Kebutuhan fisiologis: kebutuhan memmpertahankan hidup (makan. penalaran (rasio).  Terjadi tingkah laku yang konsisiten dalam menghadapi lingkungan. Salah satu dasar utama pendidikan adalah bahwa manusia itu dapat dididik dan dapat mendidik diri sendiri. pendidikan sangat berperan penting dalam pewarisan dan pengembangan iptek. sebagai perubahan maju (progresif) ataupun kadang-kadang kemunduran (regresif). Asas-Asas Pokok Pendidikan Asas-asas pendidikan merupakan suatu kebenaran menjadi dasar atau tumpukan berpikir. yang telah dimulai pada permulaan kehidupan manusia. utamanya agar dapat diwujudkan kepribadian yang mantap dan mandiri. Perkembangan peserta didik sebagai landasan psikologis Perkembangan manusia berlangsung sejak konsepsi (pertemuan ovum dan sperma) sampai saat kematian. Disebutsebagai prinsip prinsip umum karena:  Prinsip tersebut yang dikemukakan dengan variasi tertentu dalam berbagai teori kepribadian. teknologi. dimana banjir tahunan sungai Nil menyebabkan berkembangnya system almanac. iptek menjadi bagian utama dalam isi pengajaran. Khusus .

Selanjutnya. yaitu sebagai berikut: 1. BAB III PENUTUP  Kesimpulan . disamping peran-peran lain: informator. Asas Kemandirian dalam Belajar Baik asas tut wuri handayani maupun belajar sepanjang hayat secara langsung erat kaitannya dengan asas kemandirian dalam belajar. Sostrokartono dengan menambahkan dua semboyan lagi.  Tut Wuri Handayani (jika di belakang memberi dorongan/mengikuti dengan awas). 2. termasuk mandiri dalam belajar.  Ing Madya Mangun Karsa (jika ditengah-tengah memberi dukungan danmembangkitkan semangat). yaitu Ing Ngarsa Sung Sung Tulada dan Ing Madya Mangun Karsa.P.M. Sebagai fasilitator guru diharapkan menyediakan dan mengatur berbagai sumber belajar sedemikian sehingga memudahkan peserta didik berinteraksi dengan sumber-sumber tersebut. Perwujudan asas kemandirian dalam belajar akan mampu menempatkan guru dalam peran utama sebagai fasilitator dan motivator. Asas tut wuri handayani pada prinsipnya bertolak dari asumsi kemampuan siswa untuk mandiri. Kurikulum yang dapat meracang dan diimplementasikan dengan memperhatikan dua dimensi yaitu dimensi vertikal dan horisontal. Sedangkan sebagai motivator. guru mengupayakan timbulnya prakarsa peserta didik untuk memanfaatkan sumber belajar itu.untuk pendidikan di Indonesia. Asas Tut Wuri Handayani Sebagai asas pertama. Kini ketiga semboyan tersebut telah menyatu menjadi satu kesatuan asas yaitu:  Ing Ngarsa Sung Tulada ( jika di depan menjadi contoh). Dimensi horisontal dari kurikulum sekolah yaitu katerkaitan antara pengalaman belajar di sekolah dengan pengalaman di luar sekolah. R. a. Tut Wuri Handayani merupakan inti dari sitem Among perguruan. organisator dan sebagainya. karena adalah tidak mungkin seseorang belajar sepanjang hayatnya apabila selalu tergantung dari bantuan guru ataupun orang lain. b. asas belajar sepanjang hayat hanya dapat diwujudkan apa bila didasarkan pada asumsi bahwa peserta didik mau dan mampu mandiri dalam belajar. Asas yang dikumandangkan oleh Ki Hajar Dwantara ini kemudian dikembangkan oleh Drs. Dimensi vertikal dari kurikulum sekolah meliputi keterkaitan dan kesinambungan antar tingkatan persekolahan dan keterkaitan dengan kehidupan peserta didik di masa depan. Asas Belajar Sepanjang Hayat Asas belajar sepanjang hayat (life long learning) merupakan sudut pandang dari sisi lain terhadap pendidikan seumur hidup (life long education). terdapat tiga asas yang memberi arah dalam merancang dan melaksanakan pendidikan itu. 3.

Semoga apa yang kami sampaikan berguna bagi kedepannya. dan menjadi tolak ukur bagi kita untuk menuju sebuah kemajuan dalam dunia pendidikan kita. dan hasilnya tidak segera tampak. 2005. DAFTAR PUSTAKA Abu Hanifah. Conny Seniawan. 1951. Filsafat Barat Ditilik dengan Jiwa Timur. Diperlukan satu generasi untuk melihat suatu akhir dari pendidikan itu. Kenyataan ini menuntut agar pendidikan itu dirancang dan dilaksanakan secermat mungkin dengan memperhatikan sejumlah landasan dan asas pendidikan. Jakarta: Gramedia. Dr. et. al. Rintisan Filsafat. Pendekatan Keterampilan Proses. . Jakarta: Balai Pustaaka. Jakarta: PT Asdi Mahasatya. Prof. Oleh karena itu apabila terjadi suatu kekeliruan yang berakibat kegagalan. Pengantar Pendidikan.Pendidikan selalu berkaitan dengan manusia.Jilid I. Bagaimana Mengaktifkan Siswa dalam Belajar. 1950. Umar Tirtarahardja. dkk. pada umumnya sudah terlambat untuk memperbaikinya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful