P. 1
Landasan Dan Asas Pendidikan Serta Penerapannya

Landasan Dan Asas Pendidikan Serta Penerapannya

|Views: 1.638|Likes:
Publicado porRobiatul Adawiyah

More info:

Published by: Robiatul Adawiyah on Apr 05, 2013
Direitos Autorais:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/13/2014

pdf

text

original

http://adisastrajaya.blogspot.com/2012/04/landasan-dan-asas-asas-pendidikan-serta.

html

Landasan dan Asas-Asas Pendidikan Serta Penerapannya
Kata Pengantar Asslamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas taufik dan hidayah-Nya Tugas Makalah Pengantar Pendidikan yang berjudul ”LANDASAN DAN ASAS-ASAS PENDIDIKAN SERTA PENERAPANNYA” dapat diselesaikan. Dalam tugas yang kami buat ini tentu kiranya masih terjadi banyak kekurangan terhadap pernyataanyang kami sampaikan. Kami selaku yang menjalankan tugas memohon maaf yang sebesarnya, jika masih ada kekurangan dari apa yang kami sampaikan, karenamengingat kami masih dalam tahap pembelajaran. Dan kami harap Ibu dosen pembimbing mata kuliah “Pengantar Pendidikan” akan selalu memberikan masukan dan arahan demi kebaikan kami kedepannya. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh DAFTAR ISI KATA PENGANTAR………………………………………………………………………..1 DAFTAR ISI………………………………………………………………………………….2 BAB I PENDAHULUAN  Latar belakang masalah……………………………………………………………………3 BAB II PEMBAHASAN Landasan pendidikan……………………………………………………………………...4 Landasan Filosofis Landasan Sosiologis Landasan Kultural Landasan Psikologis Landasan Ilmiah dan Teknoligis Asas-Asas Pokok Pendidikan…………………………………………………………….13 Asas Tut Wuri Handayani Asas Belajar Sepanjang Hayat Asas Kemandirian dalam Belajar

A. a. b. c. d. e. B. a. b. c.

BAB III PENUTUP  Kesimpulan…………………………………………………………………………….…15 DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………

Pengkajian tentang landasan dan asas pendidikan tersebut selalu diarahkan pula pada upaya dan permasalahan penerapannya. Sedangkan asas yang dikaji adalah asas Tut Wuri Handayani. yakni landasan psikologis dan landasan iptek. psikologis. belajar sepanjang hayat. Kajian berbagai landasan landasan pendidikan itu akan membentuk wawasan yang tepat tentang pendidikan. namun terjadi perbedaan-perbedaan tertentu sesuai dengan pandangan hidup dan latar sosiokultural tersebut. serta ilmiah dan teknologi. serta beberapa hal yang berkaitan dengan penerapannya. meskipun pendidikan itu universal. sermasuk di Indonesia. Sedangkan landasan . utamanya pengajaran. dan cultural) akan memebekali setiap tenaga kependidikan dengan wawasan dan pengetahuan yang tepat tentang bidang tugasnya. Selanjutnya. Dengan wawasan dan pendidikan yang tepat . Kajian ketiga landasan itu (filosofis. Beberapa diantara landasan pendidikan tersebut adalah landasan filosofi. yang sangat memegang peranan penting dalam menentukan tujuanpendidikan. Upaya memanusiakan manusia melalui pendidikan itu diselenggarakan sesuai dengan pandangan hidup dan alam latar sosial-kebudayaan setiap masyarakat tertentu. Oleh karena itu. Bab III ini akan memusatkan paparan dalam berbagai landasan dan asas pendidikan. dan kemandirian dalam belajar. BAB II PEMBAHASAN A. sosiologis. serta dengan menerapkan asa-asas pendidikan yang tepat pula. Landasan Pendidikan Pendidikan adalah sesuatu yang universal dan berlangsung terus tak putus dari generasi ke generasi manapun didunia ini. baik dalam aspek konseptual maupun operasional.BAB I PENDAHULUAN  Latar Belakang Masalah Pendidikan sebagai usaha sadar yang sestematik-sistemik selalu bertolak dari sejumlah landasan serta mengindahkan sejumlah landasan serta mengindahkan sejumlah asas-asas tertentu. Landasan dan asas tersebut sangat penting. Landasan psikologis akan memebekali tenaga pendidikan dengan pemahaman perkembangan peserta didik dan cara-cara belajarnya. karena pendidikan merupakan pilar utama terhadap pengembangan manusia dan masyarakat suatu bangsa tertentu. cultural. Landasan tersebut adalah filosofis. Dengan kata lain pendidikan diselenggarakan berlandaskan filsafata hidup serta berlandaskan sosiokultural setiap masyarakat. sosiologis. Selanjutnya landasan ilmiah dan teknologi akan mendorong pendidikan itu menjemput masa depan. dan cultural. Sedangkan landasan iptek akan membekali tenaga kependidikan dengan pemahaman perkembangan peserta didik dan cara-cara belajarnya. terdapat dua landasan lain yang selalu erat kaitannya dalam setiap upaya pendidikan. akan dapat member peluang yang lebih besar dalam merancang dan menyelenggarakan program pendidikan yang tepat wawasan itu akan memberikan perspektif yang lebih luas terhadap pendidikan.

phileinberarti mencintai. c. et. menyeluruh dan konseptual yang menghasilkan konsepsi-kosnsepsi mengenai kehidupan dan dunia. metafisika dan lain-lain) akan besar pengaruhnya terhadap pendidikan. 1992: 126134. Kajian-kajian yang dilakukan oleh berbagai cabang filsafat (logika. Landasan Filosofis merupakan landasan yang berkaitan dengan makna atau hakikat pendidikan. 1986: Modul1/9). yakni: 1. berarti berpikir bebas serta merentang pikiran sampai sejauh-jauhnya tentang sesuatu itu. mengapa pendidikan itu diperlukan. metafisika (tentang hakikat yang “ada”. yaitu: o Religi dan etika yang bertumpu pada keyakinan o Ilmu pengetahuan yang mengandalkan penalaran. Hasil-hasil kajian filsafat tersebut. karena prinsip-prinsip dan kebenaran-kebenaran hasil kajian tersebut pada umumnya diterapkan dalam bidang pendidikan. 1. 2. b. arif. Konsepsi-konsepsi silosofis tentang kehidupan manusia dan dunianya pada umumnya bersumber dari dua faktor. Keterbatasan manusia sebagai mahluk hidup yang banyak menghadapi tantangan. khususnya guru. sangat besar pengaruhnya terhadap pendidikan. Masyarakat dan kebudayaannya. utamnya tentang konsepsi manusia dan dunianya. termasuk pendidikan.. epistemology. apa yang seharusnya menjadi tujuannya. namun lebih dekat dengan ilmu pengetahuan karena filsafat timbul dari keraguan dan karena mengandalkan akal manusia (Redja Mudyahardjo. Filsafat berada dianatara keduanya: Kawasannya seluas religi. dan sophos atau sophis berarti hikmah.) Tinjauan filosofis tentang sesuatu. utamanya filsafat pendidikan (Wayan Ardhana.iptek akan membekali tenaga kependidikan. homo sapiens. termasuk akal itu sendiri). atau bijaksana. yang mencakup logika. Naturalisme . yang dapat dilakukan oleh setiap orang serta sangat bermanfaat dalam memberi makna kepada ilmu pengetahuannya itu. seperti yang disimpulkan sebagai zoon politicon. estetika (tentang indah dan jelek). tentang sumber bahan ajaran. Filsafat menelaah sesuatu secara radikal. Kata filsafat (philosophy) bersumber dari bahasaYunani. epistemology (tentang benar dan salah). dan estetika. etika. falsafah). Landasan Filosofis. dan sebagainya. Beberapa aliran filsafat yaitu sebagai berikut: 1.al. serta social dan politik (filsafat pemerintahan). etika (tentang baik dan buruk). dan Perlunya landasan pemikiran dalam pekerjaan pendidikan. Landasan filosofis adalah landasan yang berdasarkan atau bersifat filsafat (falsafat. Penggunaan istilah filsafat dapat dalam dua pendekatan. Filsafat sebagai kajian khusus yang formal. d. yang berusaha menelaah masalah-masalah pokok seperti: Apakah pendidikan itu. Pengkajian landasan psikologis dan landasan iptek tersebut akan membekali tenaga kependidikan suatu pegangan dalam mewujudkan keseimbangan dan keselarasan yang dinamis antara pengembangan jati diri peserta didik dan penguasaan iptek tersebut. Peranan filsafat dalam bidang pendidikan tersebut berkaitan dengan hasil kajian antara lain tentang: Keberadaan dan kedudukan manusia sebagai mahluk didunia ini. a. animal educandum. dan sebagainya. Filsafat sebagai kelanjutan dari berpikir ilmiah.

4. b. dengan kata lain. bagi paragtisme. Pengujian hipotesis. Harus ada kerja sama sekolah dan rumah. et. Esensialisme merupakan mazhab filsafat pendidikan yang menerapkan prinsip idealisme dan realisme secara eklektis. Wayan Ardhana. Idealisme menegaskan bahwa hakikat kenyataan adalah ide sebagai gagasan kejiwaan. Apa yang dianggap kebenaran realitas hanyalah bayangan atau refleksi dari ide sebagai kebenaran bersifat spiritual atau mental. d. yakni penemuan gagasan yang diperkiarakan dapat mengatasi masalah. yakni timbulnya situasi ketegangan didalam pengalaman yang perlu dijabarkan secara spesifik. Pengaruh aliran paragtisme tersebut bahkan terwujud dalam gerakan pendidikan progresif atau progresivisme sebagai bagian dari suatu gerakan reformasi sosiopolitik pada akhir abad XIX dan awal abad XX di Amerika Serikat. yakni pelaksanaan berbagai hipotesis dan membandingkan hasilnya serta implikasinya masing-masing jika dipraktekkan. Al. 1986: 16-17) Selanjutnya perlu dikemukakan secara ringkas empat mazhab filsafat pendidikan yang besar pengaruhnya dalam pemikiran dan penyelenggaraan pendidikan. Al. e. Oleh karena itu. 2. 5.2. atau ukuran kebenaran didasarkan pda kemanfaatan dari sesuatu itu harus benar. paham ini menyatakan yang berfaedah itu harus benar. 1950: 136). mengemukakan bahwa penerapan konsep pragmatisme secara eksperimental melalui lima tahap: Situasi tak tentu (indeterminate situation). c. yakni mempertimbangkan hasilnya setelah hipotesis terbaik dilaksanakan.. yakni mempertajam masalah termasuk perkiraan factor penyebabnya. 1986 :14-18) adalah: 1. Guru harus menjadi peneliti dan pembimbing kegiatan belajar. Ide sebagai gagasan kejiwaan itulah sebagai kebenaran atau nilai sejati yang absolute dan abadi. 3. Keempat mazhab filsafat pendidikan itu (Redja Mudyahardjo. Progresivisme menentang pendidikan tradisionalis serta mengembangkan teori pendidikan dengan prinsip-prinsip antara lain: Anak harus bebas agar dapat berkembang wajar. a. Aliran ini biasa pula diberi nama yang berbeda sesuai dengan variasi penekanan konsepsinya tentang manusia dan dunianya. Pragmatisme merupakan aliran filsafat yang mengemukakan bahwa segala sesuatu harus dinilai dari segi nilai kegunaan praktis. Esensialisme. Hipotesis. Sekolah progresif harus merupakan suatu laboraturium untuk melakukan eksperimentasi (Wayan Ardhana. Idealisme 3. 1992: 144). 1.. John Dewey (dari Redja Mudyahardjo. Berdasarkan eklektisisme tersebut tersebut maka esensialisme . Menumbuhkan minat melalui pengalaman langsung untuk merangsang belajar. 1992: 144-150. salah seorang tokoh pragmatisme. Atau ukuran kebenaran didasarkan kepada kemanfaatan dari sesuatu itu kepada manusia (Abu Hanifah. Evaluasi. et. Berbeda dengan aliran diatas. Diagnosi. pendidikan adalah suatu proses eksperimental dan metode mengajar yang penting adalah metode pemecahan masalah. Pragmatisme Naturalisme merupakan aliran filsafat yang menganggap segala kenyataan yang bisa ditangkap oleh panca indera sebagai kebenaran yang sebenarnya.

yaitu: Pengetahuan yang benar (truth) Keindahan (beauty) Kecintaan kepada kebaikan (goodness) Oleh karena itu dinamakan perenialisme karena kurikulumnya berisi materi yang konstan atau perennial. d. b. Sekolah progresif harus merupakan sebuah laboratorium untuk melakukan reformasi pedagogis dan ekperimentasi. Tujuan belajar ialah mengenal kebenaran abadi dan universal. yakni keduanya membela kurikulum tradisional yang berpusat pada mata pelajaran yang poko-pokok (subject centered). b. karena hakikat manusia tak pernah berubah. Filsafat idealisme memberikan dasara tinjauan yang realistic. g. Guru harus menjadi seorang peneliti dan pembimbing kegiatan belajar.a. juga penting artinya bagi filsafat realism. Progresivisme atau gerakan pendidikan progresif mengembangkan teori pendidikan yang mendasarkan diri pada beberapa prinsip. c. karena matematika adalah alat menghitung penjumlahan dari apa-apa yang riil. Prinsip pendidikan antaralain: Konsep pendidikan itu bersifat abadi. a. antara lain sebagai berikut: Anak harus bebas untuk dapat berkembang secara wajar Pengalaman langsung merupakan cara terbaik untuk merangsang minat belajar. c. b. d. d. materiil dan nyata Menurut Mazhab ensesialisme. Manusia akan mengalami perkembangan apabila berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya berdasarkan pemikiran. Perbedaannya ialah perenialisme menekankan keabadian teori kehikamatan. Pragmatisme dan Progresivisme Prakmatisme adalah aliran filsafat yang memandang segala sesuatu dari nilai kegunaan praktis. aliran ini melahirkan progresivisme yang menentang pendidikan tradisional. Pendidikan merupakan persiapan bagi kehidupan sebenarnya. a. Kebenaran abadi itu diajarkan melalui pelajaran-pelajaran dasar (basic subjects) a. Inti pendidikan haruslah mengembangkan kekhususan mahluk manusia yang unik. e. Rekonstruksionisme . f. Matematika yang sangat diutmakan idealisme. c. Progresivisme yaitu perubahan untuk maju. yang termasuk the liberalarts. tersebut menitikberatkan penerapan prinsip idealisme atau realisme dengan tidak meleburkan prinsip-prinsipnya. 2. h. di bidang pendidikan. 3. yaitu kemampuan berpikir. yaitu: Penguasaan bahasa termasuk rerorika Gramatika Kesusateraan Filsafat Ilmu kealaman Matematika Sejarah Seni keindahan (fine arts) Perenialisme Ada persama antara perenialisme dan esensialisme. b. c. e. 4.

mempelajari pola interaksi antara sekolah dalam komunitasnya yang meliputi:  Pelukisan komunitas sekolah sepertti tampaknya dalam prganisasi sekolah  Analisis tentang proses pendidikan seperti tampak pada kaum sosila tak terpelajar  Hubungan antara sekolah dan komunitas dalam fungsi pendidikannya  Faktor faktor demografi dan ekologi dalam organisasi sekolah .yang mempelajari:  Fungsi pendidikan dalam kebudayaan  Hubungan sisitem pendidikan dan proses kontrol sosiala dengan sstem kekuasaan lain  Fungsi pendidikan dalam memelihara dan mendorong proses sosial dan perubahan kebudayaan  Hubungan antar kelas sosial  Fungsional pendidikan formal yang mencakup hubungan dengan ras. tapi haruslah memelopori masyarakat kearah masyarakatbaru yang diinginkan.yang mempelajari:  Peranan sosial guru  Sifat kepribadian guru  Pengaruh kepribadian guru terhadap tingkah laju sisiwa  Fungsi sosial sekolah pada sosialisasi anak anak 4. Pengertian tentang landasan sosiologi Dimana suatu proses interaksi antar dua individu.pada wayan Ardhan hidup berkelompok pada hewan memiliki ciri:  Pembagian pada anggotanya  Ketergantungan pada anggota  Ada kerjasama anggota  Komunikasi antar anggota  Dan adanya diskrimunasi antara individu satu denan yang lain dalam kelompok 1. 2.kebudayaam dan kelompok kelompok dalam masyarakat 2. Dan dalam pengertian lain.sekolah dalam komunitas.Rekonstruksionalisme adalah suatu kelanjutan yang logis dari cara berpikir progresif dalam pendidikan.tetapi pengelompokan pada manusia lebih rumit dari pada hewan. Hubungan kemanusiaan di sekolah yang meliputi:  Sifat kebudayaan dalam sekolah yang khusus dan berbeda dengan kebudayaan di luar sekolah  Pola interaksi dan struktur masyarakat sekolah 3. Individu tidak hanya belajar tentang pengalaman-pengalaman-pengalaman kemasyarakatan masa kini disekolah.sehingga melahirkan cabang cabang sosiologi antara lain sosiologi pendidikan dan ruang lingkup yang di pelajari antara lain: 1. sesuatu yang terjadi dengan yang lain sama halnya hewan. Pengaruh sekolah pada perilaku anggotanya.bahakan dua generasi dan memungkinkan generasi muda untuk mengembangkan diri. Rekonstruksionisme adalah mazhab filsafat pendidikan yang menempatkan sekolah/lembaga pendidikan sebagai pelopor perubahan masyarakat. Landasan Sosiologis Manusia yang hidup berkelompok. Hubungan pendidikan dengan aspek masyarakat lain.

dan  Fisik yakni benda hasil karya manusia 2. yaitu pendidikan yang berakar pada kebudayaan bangsa indonesia. baik secara informal maupan formal. Pengertian Landasan Psiklogis Pemahaman peserta didik utamanya yang berkaitan dengan aspek kejiwaan. 1. 4. dimana kehidupan masyarakat indonesia yang majemuk dan akan kaya kebudayaannya dan keberadaan semua itu semakin kukuh.Psikologi menyediakan sejumlah informasi/kebutuhan tentang kehidupan pribadi manusia pada umumnya serta gejala-gejala yang berkaitan dengan aspek pribadi. nilai dan sebagainya.hukum dan norma yang berlaku  Adanya rasa identitas yang mengikat pada warganya. Landasan Kultural Kebudayaan dan pendidikan mempunyai hubungan timbale balik. dan dalam belajar arti luas dapat berwujud:  Ideal seperti ide. merupakan faktor keberhasilan untuk pendididkan. 1. Pengertian tentang Landasan Kultural Kebudayaan sebagai gagasan dan karya manusia beserta hasil budi dan karya itu akan selalu terkait dengan pendidikan. 2. Kebudayaan Nasional sebagai Landasan Sisitem Pendidikan Nasional Seperti yang di kemukakakan sisdiknas. sehingga kebudayaan dapat dilestarikan/dikembang dengan jalan mewariskan kebudayaan dari generasi ke generasi penerus dengan jalan pendidikan. Seperti di kemukakakn teori A. khususnya tentang proses perkembangan dan proses belajar.  Kegiatan yang berpola dari manusia dalam masyarakat. Masyarakat indonesia sebagai landasan sosiologi sistem pendidikan nasional (sisdiknas) Masyarakat sebagai kesatuan hidup memiliki ciri utama anatara lain:  Adanya interaksi antar warga warganya  Pola tingkah laku yang diatur adat istiadat.maslow kategori kebutuhan menjadi enam kategori meliputi: . Landasan Psikologis Pendidikan selalu melibatkan aspek kejiwaan manusia. seiring dengan semakin kukuhnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia sesuai dengan asas Bhinneka Tunggal Ika. Pada umumnya landasan psikologis dari pendidikan tersebut terutama tertuju pada pemahaman manusia. Dalam maksud itu. Oleh karena itu. sehingga landasan psikologis merupakan salah satu landasan yang penting dalam bidang pendidikan. 3. kebudayaan nasional haruslah dipandang dalam latar perkembangan yang dinamis. gagasan.Dalam keempat nidang di atas yang di pelajari untuk memahami pendidikan dalam masyarakat menurut Wayan ardhan.

intuisi. Salah satu aspek dari pengembangan manusia seutuhnya adalah yang berkaitan dengan perkembangan kepribadian. Perkembangan peserta didik sebagai landasan psikologis Perkembangan manusia berlangsung sejak konsepsi (pertemuan ovum dan sperma) sampai saat kematian. Salah satu dasar utama pendidikan adalah bahwa manusia itu dapat dididik dan dapat mendidik diri sendiri. Asas-Asas Pokok Pendidikan Asas-asas pendidikan merupakan suatu kebenaran menjadi dasar atau tumpukan berpikir. istrahat dan sebagainya) Kebutuhan rasa aman: kebutuhan terus nenerus merasa aman dan bebasdari ketakutan Kebutuhan akan cinta dan pengakuan:kebutuhan rasa kasih sayang dalam kelompok Kebutuhan akan alkuturasi diri:kebutuhan akan potensi potensi yang di miliki Kebutuhan untuk mengetahui dan di pahami:kebutuhan akan berkaitan dengan penguasaan iptek 2. ilmu pengetahuan. sebagai perubahan maju (progresif) ataupun kadang-kadang kemunduran (regresif). penalaran (rasio).  Terjadi tingkah laku yang konsisiten dalam menghadapi lingkungan.  Prinsip itu akan tampak bervariasi pada kepribadian manusia tertentu(sebab: kepribadian itu unik) Terdapat dua hal kepribadian yang penting di tinjau dari konteks perkembangan kepribadian. dan wahyu. namun dapat dikemukakan beberapa prinsip umum kepribadian. dengan kata lain. pendidikan sangat berperan penting dalam pewarisan dan pengembangan iptek. Landasan Ilmiah dan Teknologis Seperti yang kita ketahui.     Kebutuhan fisiologis: kebutuhan memmpertahankan hidup (makan. Bukti historis menunjukkan bahwa usaha mula bidang keilmuan yang tercatat adalah oleh bangsa Mesir purba. B.yakni:  Terintegrasinya seluruh komponen ke dalam struktur yang teroganisir secara sistematik. utamanya agar dapat diwujudkan kepribadian yang mantap dan mandiri.  Perkembangan Iptek sebagai Landasan Ilmiah Iptek merupakan salah satu hasil dari usaha manusia untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.tidur.  Pengertian tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) Terdapat beberapa istilah yang perlu dikaji agar jelas makna dan kedudukan masing-masing yakni pengetahuan. teknologi. Khusus . Pengetahuan (knowledge) adalah segala sesuatu yang diperoleh melalui berbagai cara pengindraan terhadap fakta. Meskipun terdapat variasi pendapat. yang telah dimulai pada permulaan kehidupan manusia. iptek menjadi bagian utama dalam isi pengajaran. baik pada tahap perancangan maupun pelaksanaan pendidikan. Disebutsebagai prinsip prinsip umum karena:  Prinsip tersebut yang dikemukakan dengan variasi tertentu dalam berbagai teori kepribadian. 5. geometri dan kegiatan survey. dimana banjir tahunan sungai Nil menyebabkan berkembangnya system almanac.

terdapat tiga asas yang memberi arah dalam merancang dan melaksanakan pendidikan itu. BAB III PENUTUP  Kesimpulan .M. disamping peran-peran lain: informator. Dimensi horisontal dari kurikulum sekolah yaitu katerkaitan antara pengalaman belajar di sekolah dengan pengalaman di luar sekolah.untuk pendidikan di Indonesia. Asas Kemandirian dalam Belajar Baik asas tut wuri handayani maupun belajar sepanjang hayat secara langsung erat kaitannya dengan asas kemandirian dalam belajar. Perwujudan asas kemandirian dalam belajar akan mampu menempatkan guru dalam peran utama sebagai fasilitator dan motivator. Kini ketiga semboyan tersebut telah menyatu menjadi satu kesatuan asas yaitu:  Ing Ngarsa Sung Tulada ( jika di depan menjadi contoh). Sostrokartono dengan menambahkan dua semboyan lagi. Selanjutnya. Tut Wuri Handayani merupakan inti dari sitem Among perguruan. Asas Tut Wuri Handayani Sebagai asas pertama. organisator dan sebagainya. Asas yang dikumandangkan oleh Ki Hajar Dwantara ini kemudian dikembangkan oleh Drs. Sebagai fasilitator guru diharapkan menyediakan dan mengatur berbagai sumber belajar sedemikian sehingga memudahkan peserta didik berinteraksi dengan sumber-sumber tersebut. asas belajar sepanjang hayat hanya dapat diwujudkan apa bila didasarkan pada asumsi bahwa peserta didik mau dan mampu mandiri dalam belajar. yaitu sebagai berikut: 1.  Ing Madya Mangun Karsa (jika ditengah-tengah memberi dukungan danmembangkitkan semangat). karena adalah tidak mungkin seseorang belajar sepanjang hayatnya apabila selalu tergantung dari bantuan guru ataupun orang lain. R. a. yaitu Ing Ngarsa Sung Sung Tulada dan Ing Madya Mangun Karsa. Dimensi vertikal dari kurikulum sekolah meliputi keterkaitan dan kesinambungan antar tingkatan persekolahan dan keterkaitan dengan kehidupan peserta didik di masa depan.P. Kurikulum yang dapat meracang dan diimplementasikan dengan memperhatikan dua dimensi yaitu dimensi vertikal dan horisontal. 2. Asas Belajar Sepanjang Hayat Asas belajar sepanjang hayat (life long learning) merupakan sudut pandang dari sisi lain terhadap pendidikan seumur hidup (life long education). b. termasuk mandiri dalam belajar. Asas tut wuri handayani pada prinsipnya bertolak dari asumsi kemampuan siswa untuk mandiri. 3.  Tut Wuri Handayani (jika di belakang memberi dorongan/mengikuti dengan awas). Sedangkan sebagai motivator. guru mengupayakan timbulnya prakarsa peserta didik untuk memanfaatkan sumber belajar itu.

al. Jakarta: Gramedia. Prof. pada umumnya sudah terlambat untuk memperbaikinya. Dr. Oleh karena itu apabila terjadi suatu kekeliruan yang berakibat kegagalan. Bagaimana Mengaktifkan Siswa dalam Belajar. Pendekatan Keterampilan Proses. Pengantar Pendidikan. dan hasilnya tidak segera tampak. Rintisan Filsafat. Umar Tirtarahardja. dkk. . Jakarta: Balai Pustaaka. Kenyataan ini menuntut agar pendidikan itu dirancang dan dilaksanakan secermat mungkin dengan memperhatikan sejumlah landasan dan asas pendidikan. DAFTAR PUSTAKA Abu Hanifah. Semoga apa yang kami sampaikan berguna bagi kedepannya.Pendidikan selalu berkaitan dengan manusia. 1950. Jakarta: PT Asdi Mahasatya.Jilid I. dan menjadi tolak ukur bagi kita untuk menuju sebuah kemajuan dalam dunia pendidikan kita. Conny Seniawan. Diperlukan satu generasi untuk melihat suatu akhir dari pendidikan itu. 1951. Filsafat Barat Ditilik dengan Jiwa Timur. et. 2005.

You're Reading a Free Preview

Descarregar
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->