Você está na página 1de 2

Nama Jur/ Fak/ Angk Asal Komsat CP FB/ Twitter

: Rianda HSA : Pend Fisika/ FPMIPA/ 2009 : KAMMI IKIP PGRI SMG : 085727212513 :-

Mahasiswa, Ramadhan dan Perbaikan Bangsa Indonesia


Dewasa ini, banyak permasalahan yang sedang mendera bangsa dan negara Indonesia. Diantaranya permasalahan ekonomi, pendidikan, kepemimpinan dan lain-lain. Akar permasalahan tersebut karena merajalelanya budaya korupsi, perilaku-perilaku amoral (seperti: seks bebas, narkoba, tawuran dan lain-lain), dan tabiat para pemimpinnya yang masih mementingkan kepentingan individu maupun golongan. Sehingga, mengakibatkan Indonesia jauh tertinggal dari negara-negara asia lainnya. Kondisi seperti ini perlu segera diperbaiki, penyakit harus segera diobati. Maka sepatutnya ada upaya untuk mereformasi semua tatanan kehidupan bangsa dan negara, baik dari segi pengelolaan pemerintahan, hubungan sosial masyarakat maupun pembentukan pribadi-pribadi yang religius. Adapun upaya itu, perlu adanya perencanaan yang jelas dan sistematis agar menjadi sebuah jawaban untuk memecahkan permasalahan yang ada. Mahasiswa adalah kaum pembaharu dan intelek yang berkeinginan membentuk suatu keadaan yang ideal baik pada dirinya maupun lingkungan sekitar. Namun, seringkali keinginan tersebut tidak diimbangi dengan upaya meningkatkan kapasitasnya. Bahkan sangkin idealisnya, ada yang sampai melebihi batas kapasitasnya, yang akhirnya komitmennya menjadi melemah seiring berjalannya waktu yang tak membuahkan hasil. Hal seperti ini, menjadi perhatian khusus bagi mahasiswa agar keadaan ideal dapat terwujud dan bukan sebatas keinginan belaka. Apabila mahasiswa mampu mengelola peran dan sikap idealisnya, bukan menjadi hal mustahil jika perbaikan bangsa dan negara Indonesia melalui tangan mahasiswa. Dalam momentum bulan ramadhan ini, yang mana Alloh melipatgandakan pahala dari amalan-amalan yang kita lakukan, senantiasa berusaha memanfaatkan kesempatan berjumpa dengan bulan ini untuk suatu perubahan. Perubahan ke arah yang lebih baik, untuk diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara. Bulan ramadhan adalah bulan yang mulia, karena Alloh telah menurunkan firmanNya pada bulan ini. Bulan ramadhan juga bulan maghfiroh (ampunan), sehingga banyak orang yang berusaha mendekatkan dirinya pada sang pencipta dengan harapan Alloh mengampuni segala dosa-dosa yang pernah dilakukannya. Taubat musiman oleh sebagian kalangan menyebutnya.

Apapun niatan setiap orang dalam memperbaiki atau meningkatkan ruhiyahnya di bulan ramadhan, yang terpenting adalah adakah usaha untuk mengambil sisi kemuliaan dan keistimewaan bulan ini, setidaknya untuk mengurangi beban masalah yang mendera bangsa Indonesia. Dengan menjadikan bulan ramadhan sebagai bulan perbaikan bangsa Indonesia. Disaat orang-orang sibuk memperbaiki dirinya di bulan ramadhan, adalah suatu kesempatan untuk mereformasi tatanan kehidupan bangsa dan negara. Permasalahan yang mendera bangsa Indonesia diakibatkan oleh perilaku individu masyarakatnya. Perilaku yang cenderung negatif membawa dampak terhadap tatanan kehidupan bangsa Indonesia ke arah yang negatif juga. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa yang seharusnya diperbaiki adalah individunya. Ketika individunya baik, pastinya budaya korupsi, perilaku-perilaku amoral (seperti: seks bebas, narkoba, tawuran dan lain-lain), dan tabiat para pemimpinnya yang masih mementingkan kepentingan individu maupun golongan terminimalisasi. Itu artinya permasalahan bangsa dapat teratasi. Momentum ramadhan adalah saat yang baik dan tepat. Mahasiswa harus mengambil peran dalam momentum ini, agar perbaikan bangsa Indonesia benar-benar melalui tangan mahasiswa. Peran yang bisa dilakukan mahasiswa dengan setrategi dan caranya sendiri, semisal: rekayasa sosial. Dengan rekayasa sosial, masyarakat secara tidak langsung tanpa menyadarinya sedang diarahkan menuju suatu keadaan yang diinginkan mahasiswa. Keaadaan yang diinginkan akan lebih mudah tercapai karena bertepatan dengan momentum ramadhan, momentum perbaikan diri. Rekayasa sosial yang bisa dilakukan (salah satunya): menyelipi konten-konten permasalahan bangsa dan memberikan gambaran solusinya dalam kajian-kajian ramadhan. Selanjutnya, masyarakat diajak untuk menerapkan mulai dari diri masing-masing mengupayakan perbaikan. Apabila telah terkondisikan seperti keadaan yang diinginkan, maka yang terakhir adalah agar perbaikan itu bersama-sama dilakukan oleh semua lapisan masyarakat dengan tujuan yang terencana, yaitu menuju tatanan kehidupan yang baru. Kehidupan bangsa dan negara yang ideal, yang itu adalah sebuah keinginan luhur mahasiswa. Karena perbaikan bangsa Indonesia adalah keniscayaan yang mesti ada action, maka disinilah mahasiswa berperan dan bulan ramadhan adalah momentumnya. Wallahu alam bi showab