Você está na página 1de 12

SOAL-2 PATOFISIOLOGI DEMAM ( DEMAM 97 SOAL ) FK UNHAS (DEMAM = MC-1) Suhu nadir terjadi pada jam : A. 06.00 B. 08.

.00 C. 12.00 D. 16.00 18.00 E. 24.00 (DEMAM = MC-2) Suhu zenith terjadi pada jam : A. 06.00 B. 08.00 C. 12.00 D. 16.00 18.00 E. 24.00 (DEMAM = MC-3) Termoregulator terdapat pada : A. Hipokampus B. Hipotalamus C. Korteks serebri D. Medula oblongata E. Ganglia basalis (DEMAM = MC-4) Di klinik pengukuran suhu anak paling lazim adalah pada : A. Rektum B. Vagina C. Rongga mulut D. Axilla E. Kulit (DEMAM = MC-5) Suatu penyakit akan mengalami hal-2 sbb, KECUALI: A. Masa inkubasi B. Bakteriemia C. Prodromal D. Gambaran tipis/spesifik E. Convalescence/penyembuhan (DEMAM = MC-6) Suhu tubuh biasanya meniggi pada keadaan sbb, KECUALI: A. Sore hari B. Pada penderita DM C. Post vaccinasi D. Trimester I kehamilan E. Setelah operasi (DEMAM = MC-7) Pada suhu berikut menyebabkan individu tidak sadar : A. 24-25 0C B. < 26,7 0C C. < 35 0C D. < 36 0C E. > 41,1 0C (DEMAM = MC-8) Tipe demam Pel Ebstein mengingatkan kita pada : A. Demam berdarah B. Morbus Hodgkin C. Demam tifoid D. AIDS E. Penyakit Weil (DEMAM = MC-9) Tipe demam pada Dengue fever adalah : A. Pel Ekstein B. Remitten fever C. Biphasic fever D. Fever of unknown origin E. demam kontinyu (DEMAM = MC-10) Tipe demam pada penyakit Hodgkin adalah : A. Kontinyu B. Intermitten C. Remitten D. Siklik E. Break bone fever (DEMAM = MC-11) Demam hektik memenuhi hal-hal sbb, KECUALI : A. Demam terjadi setiap malam hari B. Variasi suhu > 2 0 C C. Disertai menggigil & keringat D. Penurunan suhu turun tidak sampai normal E. Disertai keringat (DEMAM = MC-12)

Hiperpireksia maligna pada suhu : A. Cepat naik 39-420C B. 400C C. 40,50C D. 410C E. 0 42 C (DEMAM = MC-13) Dalam keadaan berikut suhu agak naik : A. Trimester akhir kehamilan B. Waktu ovulasi C. Waktu menstruasi D. menjelang bersalin E. Sesaat setelah melahirkan (DEMAM = MC-14) Breakbone fever mengingatkan kita pada : A. Penyakit malaria B. Penyakit Hodgkin C. Demam tifoid D. Relapsing fever E. Demam dengue (DEMAM = MC-15) Suhu rectal : A. lebih tinggi dari pada suhu oral B. Lebih rendah dari pada suhu oral C. Sama dengan suhu oral D. Sama dengan suhu axilla E. Sama dengan suhu kulit (DEMAM = MC-16) Perbedaan suhu rectal dan oral : A. 0,5 0C B. 1 0C C. 1,5 0C D. 2 0C E. 2, 5oC (DEMAM = MC-17) Kehilangan panas melalui cara sbb : A. Konveksi B. Radiasi C. Evaporasi D. Konduksi + Radiasi E. Konveksi + radiasi + konduksi +evaporasi (DEMAM = MC-18) Demam tanggung berlangsung : A. 2 minggu B. 1 3 hari C. > 2 minggu D. 4 7 hari E. > 7 hari (DEMAM = MC-19) Demam Trivial berlangsung : A. 2 minggu B. 1 3 hari C. > 2 minggu D. 4 7 hari E. > 7 hari (DEMAM = MC-20) Demam serius berlangsung : A. 2 minggu B. 1 3 hari C. > 2 minggu D. 4 7 hari E. > 7 hari (DEMAM = MC-21) Yang merupakan sumber pirogen endogen adalah sbb, KECUALI: A. Alveolus B. Makrofag C. Peritoneum D. Bakteri Gram positif E. Sek Kupffer (DEMAM = MC-22) Demam terutama pada pagi hari mengingatkan kita pada : A. Penyakit malaria tertiana B. Penyakit Hodgkin C. Demam tifoid D. relapsing fever E. demam dengue (DEMAM = MC-23) Demam karena obat memenuhi hal-hal sbb, KECUALI :

A. Prevalensinya 3 5 % B. demam muncul tidak lama setelah menggunakan obat C. Umumnya karena alergis D. Tipe demam biasa : remitten, intermitten, hektik, kontinyu E. demam segera menghilang bila obat distop (DEMAM = MC-24) Ciri-ciri demam karena obat adalah sbb, KECUALI : A. Demam muncul setelah makan obat B. Demam hilang bila obat dihentikan C. tipe demam bisa berupa kontinyu D. Paling sering akibat reaksi imunologis E. Kebanyakan terjadi pada obat-obat suntikan (DEMAM = MC-25) Ciri-ciri febrile convulsion adalah sbb, KECUALI: A. Muncul pada saat suhu naik atau turun B. terjadi pada anak berumur 0,5 4 tahun C. Disebabkan otak lebih sensitive terhadap peningkatan suhu D. lamanya serangan 2 3 jam dan berulang setelah 30 menit E. Serangan kejang berupa tonus/clonus (DEMAM = MC-26) Kejang demam memenuhi hal-hal berikut, KECUALI: A. Terutama terjadi pada anak umur - 4 tahun B. Merupakan penyakit keturunan C. Terjadi bila suhu berubah tiba-tiba D. Sebagai akibat menyelinisasi yang belum sempurna E. Perlangsungan kurang dari satu jam (DEMAM = MC-27) Yang masuk SMeSS II adalah pemeriksaan sbb, KECUALI: A. Perjalanan keluar kota B. Pekerjaan penderita C. Kontak denagn hewan D. Trauma fisik/sirurgik E. Belum ada kelainan khusus (DEMAM = MC-28) Yang masuk SMeSS II adalah pemeriksaan sbb, KECUALI: A. Pemeriksaan imunologik B. Pemeriksaan sinar tembus C. Elektrokardiogram D. Angiografi E. Biopsi jaringan tubuh (DEMAM = MC-29) Yang masuk SMeSS I adalah pemeriksaan sbb, KECUALI: A. Infeksi saluran nafas bawah B. Nyeri abdomen C. Diare D. Kontak denagn penderita E. Abses (DEMAM = MC-30) Pemeriksaan yang tidak termasuk SMESS tahap empat : A. Uji terapeutik B. Endoscopi C. USG D. Angiografi E. Foto dada (DEMAM = MC-31) Yang termasuk SMeSS 4 adalah pemeriksaan sbb, KECUALI: A. Scanning B. USG C. Endoscopi D. Elektrokardiogram E. Pembedahan (DEMAM = MC-32) Yang termasuk SMeSS bertahap adaalh pemeriksaan sbb, KECUALI:

A. 9 buah focus orientasi kilat B. 9 buah pemeriksaan khusus C. 9 buah pemeriksaan penyokong D. 9 buah tindakan penentuan E. 9 buah perhatian khusus (DEMAM = MC-33) Pada demam serius pemeriksaan yang dianjurkan adalah sbb, KECUALI: A. Kimia darah B. Foto dada C. Biopsi jaringan D. Imunologi E. Ct Scan (DEMAM = MC-34) Pada demam serius pemeriksaan yang dianjurkan adalah sbb, KECUALI: A. Kimia darah B. Foto dada C. MRI D. Biopsi jaringan E. Imunologi (DEMAM = MC-35) Terapi ad juvantibus sebenarnya merupakan suatu : A. Diagnostik B. Penanggulangan C. Pencegahan D. Prognostik E. Pemeriksaan penunjang (DEMAM = MC-36) Pemeriksaan Sabin Feldman merupakan pemeriksaan untuk : A. Demam berdarah B. Toksoplasmosis C. Staphylokokus D. Fialriasis E. Ricketsia (DEMAM = MC-37) Uji serologic Weil-Felik adalah untuk : A. Filariasis B. Mycoplasma C. Mononukleosis infeksiosa D. Leptospirosis E. Riketsia (DEMAM = MC-38) ASTO mengingatkan kita pada pemeriksaan : A. Demam tifoid B. Stafilokokus hemolitikus C. Sifilis D. Leptospirosis E. Bruselosis (DEMAM = MC-39) Yang masuk pemeriksaan ENDOSKOPI adalah sbb, KECUALI: A. Sigmoidoskopi B. Kolonoskopi C. Gastrokopi D. USG E. Bronkoscopi (DEMAM = MC-40) Dugaan penyakit berikut kadang-kadang diberi terapi ada juvantibus, KECUALI: A. Demam tifoid B. Demam rematik C. Lupus eritematosus D. Leptospirosis E. Emboli paru (DEMAM = MC-41) Penyakit penyakit yang termasuk HEMARRHAGIC FEVER adalah, KECUALI: A. Ebola B. Lassa fever C. Marburg diasease D. Dengue E. Rubela (DEMAM = MC-42) Penyakit yang memberi DEMAM, MENGGIGIL, dan RUAM PADA KULIT adalah : A. Pes B. Dengue C. Pneumoni lobaris D. Demam tifoid E. Demam tifus (DEMAM = MC-43) Penyakit yang memberi demam dan splenomegali adalah sbb, KECUALI:

A. Toksoplasmosis B. Leptospirosis C. Mononukleosis infeksiosa D. Schistosomiasis akut E. Sampar (DEMAM = MC-44) Penyakit yang memberi DEMAM, SPLENOMEGALI, dan RUAM PADA KULIT adalah : A. Cytomegalovirus B. Mononukleosis infeksiosa C. Brusellosis D. Septikemia E. Chikungunya (DEMAM = MC-45) Penyakit yang memberi demam dan ruam pada kulit adalah sbb, KECUALI: A. Morbili B. Demam tifoid C. Infeksi HIV D. Toksoplasmosis E. Sampar (DEMAM = MC-46) Penyakit yang TIDAK memberi DEMAM, memberi kelainan kulit adalah sbb: A. Ankilostoma brazilliensis B. TBC C. Penyakit Lyme D. Septikemia E. Pneumotorak (DEMAM = MC-47) Penyakit-penyakit penyebab demam di daerah tropis yang sering terjadi dan distribusinya luas. A. Malaria B. TBC C. Dengue D. Demam tifoid E. Toksoplasmosis (DEMAM = MC-48) Penyakit non infeksi penyebab demam adalah sbb, KECUALI: A. Demam rematik B. Glomerulonefritis akuta C. Sickle cell anemia D. Artritis rheumatoid E. Demam faksisi (DEMAM = MC-49) Penyakit berikut tidak/jarang disertai demam: A. Spondilitis B. Faringitis C. TBC D. Shigellosis E. Malaria (DEMAM = MC-50) Penyakit-penyakit demam yang disertai menggigil adalah sbb, KECUALI: A. Malaria B. Pielonefritis C. Cholangitis D. Endokarditis E. Osteomielitis (DEMAM = MC-51) Penyakit non infeksi penyebab demam adalah sbb, KECUALI: A. Demam rematik B. Glomerulonefritis akuta C. Sickle cell anemia D. Artritis rheumatoid E. Demam faksisi (DEMAM = MC-52) Penyebab demam adalah sbb, KECUALI: A. Infeksi B. Peny. Kollagen C. Tumor ganas D. Meningitis E. DM (DEMAM = MC-53) Setelah diteliti, ternyata sebab FUO adalah sbb, KECUALI: A. 40 % oleh Infeksi B. 20 % oleh Tumor C. Penyebab lain D. 15 % oleh penyakit jaringan ikat E. 20 % tetap tidak diketahui (DEMAM = MC-54)

FUO memenuhi hal-hal berikut, KECUALI: A. Demam berlangsung 3 minggu B. Pemeriksaan laboratorium rutin telah selesai C. Diagnosis penyakit belum tegak D. Kausa utamanya infeksi E. Bila waktu pemeriksaan ditambah 3 minggu lagi, penyakit bekum diketahui tinggal sekitar 1 % (DEMAM = MC-55) Penyakit-penyakit demam yang disertai menggigil adalah sbb, KECUALI: A. Malaria B. Pielonefritis C. Cholangitis D. Endokarditis E. Osteomielitis (DEMAM = MC-56) Kejang demam memenuhi hal-hal berikut , KECUALI: A. Terutama terjadi pada anak umur -4 tahun B. Merupakan penyakit keturunan C. Terjadi bila suhu berubah tiba-tiba D. Sebagai akibat myelinisasi belum sempuna E. Perlangsungan kurang dari satu jam (DEMAM = MC-57) Yang paling kurang menyebabkan demam adalah : A. Peny. Endokrin B. Trauma fisik C. bahan-2 kimia D. Ggn balans cairan E. Psikogenik (DEMAM = MC-58) Kausa demam terbanyak disebabkan oleh : A. Infeksi B. 20% Neoplasma C. Peny. Jaringan ikat D. Tidak diketahui E. Penyakit SSP (DEMAM = MC-59) Obat-obat berikut digunakan sebagai antipiretika : A. Tetrasiklin B. Ampisillin C. Trisulfa D. Ibuprofen E. Multivitami (DEMAM = MC-60) Obat penurun panas yang dapat digunakan adalah: A. Asam salisilat B. Parasetamol C. Metamizol D. A+B E. A+B+C (DEMAM = MC-61) Terapi ad juvantibus dapat dilakukan pada penyakit berikut, KECUALI: A. Kloramfenikol untuk demam tifoid B. Influenza dengan bodrex C. Aspirin untuk demam rematik D. Antigualantia untuk emboli paru E. Kortikosteroid untuk lupus eritematosus atau rematoid (DEMAM = MC-62) Dugaan penyakit berikut kadang-kadang diberi terapi ad juvantibus, KECUALI: A. Demam tifoid B. Demam rematik C. Lupus eritematosus D. Leptospirosis E. Emboli paru (DEMAM = MC-63) Yang merupakan sumber pirogen endogen adalah sbb, KECUALI:

A. Alveolus B. Makrofag C. Reaksi Ag-Ab D. Peritoneum E. Sek Kupffer (DEMAM = MC-64) Yang terlibat dalam pengaturan suhu badab adalah sbb, KECUALI: A. Antigen B. Konveksi C. Pirogen D. Eritrosit E. Pembuluh (DEMAM = MC-65) Anjing yang kepanasan mengeluarkan panasnya dengan cara: A. Evaporasi B. Limfosit C. Konduksi D. Radiasi E. Menurut azas Black (DEMAM = MC-66) Tipe suhu badan yang variasi Zenith dan nadirnya > 20C adalah sbb, KECUALI: A. Intermitten B. Kuartanah C. Remitten D. tertiana E. Hektik (DEMAM = MC-67) Seorang penderita gasteritis yang demam, maka obat antipiretik yang dipilih adalah sbb : A. Asam salisilat B. Parasetamol C. Fenilbutazon D. Asam mefenat E. Antasida (DEMAM = MC-68) Obat berikut mempunyai efek antipiretik, antiinflamasi, urikosurik dan efek analgesic yang paling rendah adalah sbb: A. Asam salisilat B. Parasetamol C. Fenilbitazon D. Asam mefenat E. Etamizol (DEMAM = MC-69) Obat berikut yang paling rendah efek antipiretik, anti inflamasi, urikosurik san efek analgesic yang paling rendah adalah sbb: A. Asetil salisilat B. Salisilamid C. Parasetamol D. Amidopirin E. Ibuprofen (DEMAM = MC-70) Obat analgesic, antipiretik dan antiinflamasi yang masuk golongan . Adalah sbb, KECUALI: A. Amidopirin B. Metamizol (nor-amidopirin) C. Fenilbutazon D. Oksifenbutazon E. Asam mefenamat (DEMAM = MC-71) Obat antipiretik yang dapat menyebabkan ruam pada kulit adalah sbb, KECUALI: A. Parasetamol B. Fenasetin C. Metamizol D. Fenilbutazon E. Asam mefenamat (DEMAM = MC-72) Yang tidak masuk golongan asam dari antipiretik tersebut adalah: A. Asetil salisilat B. Mefenamat C. Ketoprofen D. Ibuprofen E. Oksifenilbutazon (DEMAM = MC-73) Yang masuk golongan Pirazolam adalah sbb, KECUALI: A. Amidopirin B. Metamizol C. Fenasetin D. Fenilbutazon E. Oksifenilbutazon

(DEMAM = ES-1) TOKSEMIA : .. ( (DEMAM = ES-2) BAKTERIEMIA : .. (DEMAM = ES-3) SEPTIKEMIA : . (DEMAM = ES-4) Demam yang terutama pada sore atau malam harimengingatkan kita pada penyakit infeksi .................. (DEMAM = ES-5) Yang disebut FUO : . (DEMAM = ES-6) Untuk membedakan antara demam yang sesungguhnya dengan demam faksisi dilakukan pemeriksaan : . (DEMAM = ES-7) Tipe demam yang nadir dan zenitnya kurang dari 1 0C disebut demam . (DEMAM = ES-8) Tipe demam yang nadir dan zenitnya > 2 0C namun tidak pernah sampai suhu normal disebut demam . (DEMAM = ES-9) Tipe suhu yang mirip sekali dengan demam hektik, tetapi variasi antara zenith dan nadir yang lebih rendah disebut . (DEMAM = ES-10) Dari 4 golongan obat-obat antipiretik, analgesic di atas yang paling banyak menimbulkan efek samping agranulositisis dan bersifat karsinogenik adalah golongan .. (DEMAM = ES-11) Organ tubuh yang paling banyak terpengaruh akibat overdosis analgesic antipiretik adalah (DEMAM = ES-12) Kelainan hematologist yang dapat ditimbulkan oleh Parasetamol adalah (DEMAM = ES-13) Pada pemberian overdosis fenasetin yang lama selain dapat menyebabkan anemia hemolitik dapat juga menyebabkan kelainan hemologis berupa (DEMAM = ES-14) Pemberian antipiretik diberikan terbatas selama .. hari, sebab bila lebih lama dapat menimbulkan efek smping (DEMAM = ES-15) Selain parasetamol, yang masuk kelompok aminofenol adalah .. (DEMAM = ES-16) Selain Asetil salisilat, yang masuk kelompok Salisilat adalah . (DEMAM = ES-17) Pemeriksaan laboratorium yang dianjurkan pada SMeSS tahap pertama adalah (DEMAM = ES-18) Pemeriksaan laboratorium yang dianjurkan pada SMeSS kedua adalah (DEMAM = ES-19)

Biopsi jaringan dianjukan pada SMeSS tahap .. FUO biasa ditemukan pada pemeriksaan demam SMeSS tahap . (DEMAM = ES-20) Yang masuk dalam Anti-inflammatory Response adalah IL-10, IL-4 dan ...... (DEMAM = ES-21) Yang masuk dalam pro-inflammatory Response adalah IL-1, IL-6 dan ..... (DEMAM = KUR-1) Tipe demam berikut adalah : ..

MALAM

JAM 6

12

18

24

NORMAL

(DEMAM = KUR-2) Tipe demam berikut adalah : .

MALAM

JAM 6

12

18

24

NORMAL

(DEMAM = KUR-3) Tipe demam berikut adalah : ..

> 2 0C SUHU JAM NORMAL 6 . . . . . . . . 12 . . . . . . . . 18

(DEMAM = KUR-4) Tipe demam berikut adalah : ..

2 0C SUHU JAM NORMAL 6 . . . . . . . . 12 . . . . . . . . 18

(DEMAM = KUR-5) Tipe demam berikut adalah :

1 0C SUHU JAM NORMAL 6 . . . . . . . . 12 . . . . . . . . 18

(= KUR-6) Tipe demam berikut adalah :

SUHU HARI 1 2 3

NORMAL

(DEMAM = KUR-7)

Tipe demam berikut adalah :

NORMAL SUHU HARI 1 2 3 4

(DEMAM = KUR-8) Tipe demam berikut adalah :

SUHU

NORMAL

HARI

10

SOAL- TAMBAHAN UNTUK DEMAN 2008; Kausa fuo yang belum dapat diketahui sekiar .. % 1. Setelah diteliti ternyata penyebab FUO terbanyak adalah : A. Infeksi B. Neoplasma C. Penyakit jaringan ikat D. Tetap belum diketahui E. Sebab-sebab lain 2. Kehilangan suhu badan terbanyak adalah akibat . 3. SIRS sebenarnya merupakan .................................................................. 4. Tanda-2 dan gejala sepsis adalah sb, KECUALI: A. Suhu < 35,6 0C

B. Tachycardia C. Bingung D. Hypotension E. Gangguan organ 5. Syok septik memenuhi hal-hal sbb, KECUALI: A. Hipotensi refrakter B. Gangguan fungsi penglihatan C. Kegagalan mikrosirkulasi D. perfusi jaringan E. Ggn metabolisme seluler 6. Yang masuk sitokin proinflamasi adalah sbb, KECUALI: A. IL-1 B. IL-6 C. TNF- D. IL-10 E. Il-1 dan IL- 6 7. Dalam penanggulangan sepsis dilakukan hal-hal sbb, KECUALI: A. Improve blood volume B. Optimalisi Cardiac output C. Decrease Risk on lung oedema D. Suhu tubuh segera diturunkan E. Koreksi asidosis 8. Penanggulangan dan diagnosis demam, sekalipun sudah dilakukan usaha maksimal masih ada sekitar ....... % yang belum terdiagnosis 9. Penyakit berikut tidak ada indikasi pembeian antibiotik, KECUALI: A. Malaria B. Hepatitis C. Hodgkin D. LES E. Demam obat !0. PIRO adalah sngkatan dari kata-kata: P: Predisposition I: Infection R. Response O. Organ Dysfunction