Você está na página 1de 15

Argementasi Yang Mendukung Adanya Kebebasan

Kesadaran langsung akan adanya kebebasan. Kesadaran secara tidak langsung akan adanya kebebasan. Keyakinan akan adanya tanggungjawab pribadi. Adanya kebebasan adalah persyaratan akan adanya pelayanan keadilan. Pembedaan antara 'dintentukan' dan 'dipengaruhi.

Kesadaran langsung akan adanya kebebasan

Dalam pengalaman 'godaan moral' kita tidak bisa memungkiri adanya suatu fakta psikologis bahwa orang yang digoda itu secara langsung menyadari akan adanya kebebasan, karena ia menyadari akan adanya kekuatan, kehendaknya untuk tidak begitu saja menuruti dorongan-dorongan yang menyelewengkan tanggungjawabnya.

Kesadaran secara tidak langsung akan adanya kebebasan.

Fakta bahwa sebelum melakukan tindakan tertentu orang membuat suatu pertimbangan pro dan kontra, bahwa dia bisa memilih yang satu dan meninggalkan yang lain, membawa ke kesadaran secara tidak langsung akan adanya kebebasan. Pertimbangan pro dan kontra dilakukan, karena sungguh tergantung dari kita (subyek pelaku) mana pilihan yang mau kita ambil.

Keyakinan akan adanya tanggungjawab pribadi


Setiap pribadi yang dewasa menerima tanggungjawab atas tindakantindakan yang dengan sengaja dan tahu mereka lakukan. Dengan bertumbuhnya pribadi seseorang bertumbuh pulalah derajat tanggungjawab orang itu akan tindakan-tindakannya

Adanya kebebasan adalah persyaratan akan adanya pelayanan keadilan

Keteraturan dan kelangsungan kehidupan dalam masyarakat kita di dasarkan atas suatu keyakinan bahwa manusia itu bisa dituntut pertanggunganjawab atas tindakan-tindakannya, karena ia bebas.

Pembedaan antara 'dintentukan' dan 'dipengaruhi'


Lingkungan sosial dan budaya seseorang dengan sendirinya mempengarui cara berpikir, cara bertindak dan tata pernilaian seseorang. Kendati begitu pengaruh lingkungan tidaklah sedemikian rupa sampai merupakan paksaan bagi orang tersebut, sehingga ia sama sekali kehilangan kemampuannya untuk menentukan diri.

Tingkat Kebebasan dan Tanggungjawab


Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pikiran. Faktor-faktor yang bisa Mempengaruhi Kehendak.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pikiran


Penyimpangan pikiran atau hilang konsentrasi. Ketidaktahuan. Ketakutan.

Faktor-faktor yang bisa Mempengaruhi Kehendak


Nafsu. Siksaan. Kebiasaan.

Penyimpangan pikiran atau hilang konsentrasi


Karena salah satu sebab kita bisa kehilangan konsentrasi. Apabila kehilangan konsentrasi ini bukan akibat kelalaian dan kesengajaan, maka faktor ini bisa mempengaruhi tingkat kebebasan seseorang dan dengan sendirinya juga tingkat tanggung-jawab moralnya. Tidak semuanya penyimpangan pikiran atau kehilangan konsentrasi mengurangi tingkat kebebasan manusia.

Ketidaktahuan

Ketidaktahuan merupakan faktor yang juga bisa mempengaruhi tingkat kebebasan kita dilihat dari faktor yang mempengaruhi pikiran. Ada dua macam ketidaktahuan; yang pertama ketidaktahuan yang tak dapat di atasi (invincibli ignorance) dan yang kedua adalah ketidaktahuan yang dapat diatasi (vincibli ignorance). Hanya ketidaktahuan yang tidak dapat diatasi merupakan faktor yang bisa membebaskan seseorang dari ikatan tanggungjawab moralnya.

Ketakutan
Ketakutan bisa berarti suatu kekhawatiran atau antisipasi akan bahaya yang mengancam bila suatu tidak dilakukan bisa pula berarti suatu perasaan yang terjadi berkat paksaan atau ancaman yang dialami pada saat itu terjadi.

Nafsu

Nafsu adalah luapan emosi dan dorongan-dorongan untuk mengejar nikmat jasmaniah dan menghindarkan diri dari segala sesuatu yang tidak enak. Orang yang tidak pernah bersabar sedikitpun dan selalu marahmarah, orang yang tak mempedulikan orang lain dan sewenangwenang, orang yang selalu mencari kenikmatan seks, makan, minum, sampai lupa diri dan sesama adalah orang-orang yang dikuasai oleh nafsu. Nafsu yang secara sengaja dirangsang dan ditimbulkan (consequent passion) tidak mempengaruhi dan tidak menghilangkan tanggungjawab orang yang membuat kesalahan sebagai akibatnya.

Siksaan

Siksaan, baik fisik maupun psikis bisa begitu keras hingga orang yang disiksa, untuk mengurangi dan menghindarkan rasa sakit yang bukan kepalang, terpaksa melakukan sutu perbuatan yang di luar kehendaknya.

Kebiasaan
Kebiasaan adalah pola tingkah laku tertentu yang senantiasa kembali karena perbuatan tertentu sudah sering dilakukan. Kebiasaan bisa buruk bisa baik. Kebiasaan yang diperoleh karena disengaja tidak mengurangi kebebasan dan tanggungjawab orang melakukan.