P. 1
Pajak

Pajak

|Views: 37|Likes:
Publicado porSophia Ririn Kali
Strategi Perencanaan Dan Manajemen Pajak Perusahaan
Strategi Perencanaan Dan Manajemen Pajak Perusahaan

More info:

Published by: Sophia Ririn Kali on Apr 26, 2013
Direitos Autorais:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/14/2013

pdf

text

original

Pengertian Tax Planning Perencanaan pajak adalah salah satu cara yang dapat dimanfaatkan oleh wajib pajak

dalam melakukan manjemen perpajakan usaha atau penghasilannya, namun perlu diperhatikan bahwa perencaan pajak yang dimaksud adalah perencanaan pajak tanpa melakukan pelanggaran konstitusi atau Udang-Undang Perpajakan yang berlaku. Tax Planning adalah suatu kapasitas yang dimiliki oleh wajib pajak (WP) untuk menyusun aktivitas keuangan guna menmdapat pengeluaran (beban) pajak yang minimal. secara teoritis, tax planning dikenal sebagai effective tax planning, yaitu seorang wajib pajak berusaha mendapat penghematan pajak (tax saving) melalui prosedur penghindaran pajak (tax avoidance) secara sistematis sesuai ketentuan UU Perpajakan (Hoffman, 1961). Dalam sudut pandang perencanaan pajak, tax avoidance yang dilakukan oleh wajib pajak adalah sah dan secara yuridis sehingga tidak bisa ditetapkan pengenaan pajak. pengertian dari tax avoidance adalah upaya pengurangan utang pajak secara konstitusional (international tax glossary, 2005). Menurut Gunawan, yang dikutip oleh Lumbantoruan (Lumbantoruan : 1996:485), tax planning merupakan upaya legal yang bisa dilakukan oleh wajib pajak. Tindakan itu legal karena penghematan pajak hanya dilakukan dengan memanfaatkan hal-hal yang tidak diatur (loopholes). Rencana meminimalkan pajak dapat ditempuh misalnya, mengambil ketentuan yang sebesar-besarnya dari ketentuan mengenai pengecualian dan pemotongan atau pengurangan yang diperkenankan. Pada umumnya tax planning adalah untuk meminimumkan kewajiban pajak. Rencana meminimalkan pajak dapat ditempuh dengan cara, mengambil keuntungan yang sebesar-besarnya dari ketentuan mengenai pengecualian dan potongan atau pengurangan yang diperkenankan, hal ini dapat memanfaatkan penghasilan yang dikecualikan sebagai obyek pajak sesuai dengan pasal 4 ayat 3. Ketidakpatuhan terhadap undang-undang dapat dikenakan sanksi administrasi maupun sanksi pidana. Tetapi kedua sanksi itu merupakan pemborosan sumber daya sehingga perlu dieliminasi melalui tax planning yang baik. Maka dalam rangka optimalisasi alokasi sumber dana manajemen akan dilakukan perencanaan pembayaran yang tidak lebih (dapat mengurangi optimalisasi alokasi sumber daya) dan tidak kurang (supaya tidak membayar sanksi administrasi yang merupakan pemborosan dana). Perencanaan pajak selalu dimulai dengan meyakinkan apakah suatu transaksi atau fenomena terkena pajak. Kalau terkena pajak apakah dapat diupayakan untuk dikecualikan atau dikurangin jumlah pajaknya, selanjutnya apakah pembayaran pajak yang dimaksud dapat ditunda pembayaran dan lain sebagainya. Akhir dari prosedur perpajakan adalah pembayaran pajak. Tentu lebih menguntungkan jika perusahaan membayar pajak pada saat terakhir dari pada penyetoran dilakukan jauh sebelumnya. Jenis-jenis Tax Planning Tax planning dibagi menjadi dua: 1) Tax planning domestic nasional (national tax planning) National tax planning hanya memperhatikan Undang-Undang Domestik, pemilihan atas dilaksanakan atau tidak suatu transaksi dalam national tax planning bergantung pada transaksi tersebut, artinya untuk menghindari/mengurangi pajak, wajib pajak dapat memilih jenis transaksi apa yang harus dilaksanakan sesuai dengan hokum pajak yang ada, misalnya akan terkena tarif pajak khusus final atau tidak?.

Demikian juga dengan kewajiban membayar pajak. Dalam meningkatkan efisiensi dan daya saing maka pengusaha wajib menekan biaya seoptimal mungkin. Pengaruh Pajak terhadap Perusahaan Pajak merupakan pungutan berdasarkan undang-undang oleh pemerintah. Sehingga pengusaha akan berusaha untuk meminimalkan pembayaran pajak tersebut. sedangkan beban pajak tidak langsung ditanggung oleh konsumen atau masyarakat. dapat dilakukan berbagai cara. juga harus memperhatikan undang-undang atau perjanjian pajak (tax treaty) dari negara-negara yang terlibat. Pajak langsung dikenakan atas masuknya sumber daya yaitu penghasilan.2) International tax planning International tax planning selain memperhatikan Undang-Undang Domestik. dan Efektif Untuk dapat meminimalisasi kewajiban pajak. perencanaan pajak harus memenuhi syarat-syarat berikut: (1) tidak melanggar ketentuan perpajakan. Pajak sebagai biaya akan mempengaruhi besarnya laba yang diterima maupun yang akan dikembalikan kepada pemegang saham. . Efisiensi. Dalam praktek bisnis umumnya pengusaha mengidentifikasikan pembayaran pajak sebagai beban. yaitu melakukan pengamatan dan penelitian terhadap kebijaksanaan perusahaan serta mencari kelemehan sehingga dapat ditentukan strategi perencanaan perpajakan yang tepat dilaksanakan. Secara administrative pungutan pajak dapat dikelompokkan menjadi pajak langsung dan pajak tidak langsung. baik yang masih memenuhi ketentuan perpajakan (lawful) maupun yang melanggar peraturan perpajakan (unlawful). karena merupakan biaya yang menurunkan laba sesudah pajak. Perencanaan pajak umumnya selalu dimulai dengan meyakinkan apakah suatu transaksi atau kejadian mempunyai dampak perpajakan. sedangkan pajak tidak langsung dikeluarkan terhadap keluarnya sumber daya seperti untuk konsumsi atau barang dan jasa. Manajemen Perpajakan yang Ekonomis. seperti tax avoidance dan tax evasion. apakah pembayaran pajak tersebut dapat ditunda. Jadi pada dasarnya secara ekonomis pajak merupakan unsur pengurang laba yang tersedia untuk dibagikan atau diinvestasikan kembali oleh perusahaan. (2) secara bisnis dapat diterima. Apabila kejadian tersebut mempunyai dampak pajak. apakah dampak tersebut dapat diupayakan untuk dikecualikan atau dikurangi jumlah pajaknya. Selanjutnya. Upaya dalam melakukan penghematan pajak secara legal dapat dilakukan melalui Manajemen Pajak. dan (3) bukti-bukti pendukungnya memadai. Bagi perusahaan pajak yang dikenakan terhadap penghasilan dianggap sebagai biaya/beban dalam menjalankan atau melakukan kegiatan usaha. Pada dasarnya. Beban pajak langsung umumnya ditanggung oleh orang atau badan yang memperoleh penghasilan. Penerapan Tax Planning Sebelum menerapkan tax planning pada suatu perusahaan harus dilakukan analisis keadaan perusahaan. untuk mengoptimalkan besarnya laba.

Secara umum manajemen pajak dapat didefinisikan sebagai berikut : Manajemen pajak adalah sarana untuk memenuhi kewajiban perpajakan yang benar tetapi jumlah pajak yang dibayar dapat ditekan serendah mungkin untuk memperoleh lana dan likuiditas yang diharapkan. Pada tahap ini. Selanjutnya selaras dengan pengelompokkan hukum pajak. Aspek administrasi dari kewajiban perpajakan meliputi kewajiban mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP/NPPKP. Sanksi administrative maupun pidana merupakan pembrorosan sumber daya sehingga perlu dieliminasi melalui suatu perencanaan pajak yang baik. Menyelenggarakan pembukuan dan pencatatan. Dalam sistem perpajakan selalu dipisahkan antara assessment dan payment. Aspek Formal dan Administrative Perencanaan Pajak Kewajiban perpajakan bermula dari implementasi undang-undang perpajakan. dilakukan pengumpulan dan penelitian terhadap peraturan-peraturan perpajakan. Kewajiban perpajakan berakhir pada saat pelunasan pajak oleh WP. PBB. KepPres. Tujuan manajemen pajak dapat dicapai melalui fungsi-fungsi manajemen pajak yang terdiri dari : Perencanaan pajak (tax planning) Perencanaan pajak adalah langkah awal dalam manajemen pajak. Assessment yang berlaku saat ini adalah self assessment dengan kewajiban menghitung sendiri. membayar . baik sanksi administrative maupun sanksi pidana. Menerapkan peraturan perpajakan secara benar b. Tujuan manajemen pajak adalah: a. Bea materai. aspek formal administrasi maupun aspek materiel perlu dimengerti dan dipahami untuk dapat mengeliminir sanksi administrasi maupun sanksi pidana. baik untuk dibagikan kepada pemegang saham maupun untuk diinvestasikan kembali. serta SE Ditjen Pajak. membayar pajak. Usaha efisiensi untuk mencapai laba dan likuiditas yang sebenarnya. SK. Dimana UU pajak tersebut diatur lebih lanjut dalam PP. dan Bea Peralihan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Oleh karena itu ketidakpatuhan terhadap undang-undang dapat dikenakan sanksi. dengan maksud dapat menyeleksi jenis tindakan penghematan pajak yang akan dilakukan. Tax avoidance dapat terjadi didalam bunyi ketentuan atau tertulis dalam undang-undang dan berada dalam jiwa dari undang-undang atau dapat juga terdapat dalam bunyi ketentuan undang-undang. Pungutan pajak oleh Ditjen Pajak adalah UU KUP. Maka tax planning disini sama dengan tax avoidance karena secara hakekat ekonomis kedua-duanya berusaha untuk memaksimalkan penghasilan setelah pajak. UU PPN/PPnBM. Tax avoidance adalah rekayasa yang masih tetap berada dalam bingkai ketentuan perpajakan. KMK. disamping memotong atau memungut pajak. Pada umumnya penekanan perencanaan pajak (tax planning) adalah untuk meminimumkan kewajiban pajak serendah mungkin dengan memanfaatkan peraturan-peraturan yang ada tetapi berbeda dengan tujuan dari pembuat undang-undang. Untuk dapat menyusun perencanaan pemenuhan kewajiban perpajakan yang baik diperlukan pemahaman terhadap peraturan perpajakan. karena pajak merupakan beban pengurang laba yang tersedia. menyampaikan SPT. UU PPh.

Sanksi administrasi tersebut dapat berupa bunga. Manajemen pajak tidak dimaksudkan untuk melanggar peraturan. maka manajemen akan merencanakan pajak yang tidak lebih karena dapat mengurangi optimalisasi sumber daya dan tidak kurang supaya tidak membayar sanksi administrasi yang merupakan pemborosan dana. baik jangka panjang maupun jangka pendek. Sedangkan sanksi pidana dapat berupa pidana penjara maupun denda financial. karena perencanaan pajak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perencanaan menyeluruh perusahaan. Maka perencanaan pajak yang tidak masuk akan akan memperlemah perencanaan itu sendiri. Penghindaran terhadap pemborosan tersebut merupakan optimalisasi alokasi sumber daya perusahaan kea rah yang lebih produktif dan efisien sehinggaa meminimalisasi pemborosan tersebut dan dapat memkasimalkan kinerja dengan benar. Bila suatu perencanaan pajak ingin dipaksakan dengan melanggar ketentuan perpajakan buat WP merupakan resiko yang sangat berbahaya dan mengancam keberhasilan perencanaan pajak tersebut. Pelaporan objek pajak yang benar dan lengkap harus bebas dari rekayasa negatif.sendiri. Penyediaan dana harus direncanakan dengan baik supaya pembayaran pajak dapat dilakukan sesuai dengan waktu yang ditentukan. Bukti-bukti pendukungnya yang memadai. Harus dipastikan bahwa pelaksanaan kewajiban perpajakannya telah memenuhi peraturan perpajakan yang berlaku. Pelaksanaan kewajiban perpajakan Apabila pada tahap perencanaan pajak telah diketahui faktor-faktor yang akan dimanfaatkan untuk melakukan penghematan pajak. administrasi perpajakan (fieus) dapat menganggap bahwa WP kurang patuh dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. denda. selain harus kerja dnegan keras dan cermat. Secara bisnis perencanaan pajak masuk akal. Untuk itu objek pajak harus dilaporkan secara benar dan lengkap. Walaupun perusahaan telah memenuhi kewajiban perpajakan secara formal. c. perbuatan maupun peristiwa. maka dalam rangka optimalisasi alokasi sumber dana. maka langkah selanjutnya adalah mengimplementasikannya baik secara formal maupun materiel. dan melaporkan sendiri. b. Pembayaran pajak sebagai transfer sumber daya yang sesuai dengan peraturan perundangundangan maka pembayaran pajak harus direncanakan secara baik supaya jangan sampai terjadi pemborosan. Disamping pembayaran pajak masih ada kewajiban pelaporan yang juga harus direncanakan supaya dapat selesai dan dilaporkan tepat pada waktunya. Penghindaran Sanksi Pajak Pembayaran sanksi perpajakan yang tidak seharusnya terjadi merupakan pemborosan sumber daya perusahaan. Aspek Material dalam Perencanaan Pajak Pajak dikenakan terhadap objek pajak yang dapat berupa keadaan. dan kenaikan. tetapi kalau ternyata motivasi rekayasa tidak sesuai dengan jiwa dari ketentuan perpajakan. Setidak-tidaknya terdapat tiga hal yang harus diperhatikan dalam suatu perencanaan pajak (tax planning): a. Sedangkan sistem pembayaran yang berlaku dapat dilakukan sendiri oleh WP maupun melalui pemotongan oleh pihak ketiga (withholding system). Basis perhitungan pajak adalah objek pajak. Tidak melanggar kewajiban dan ketentuan perpajakan. Dan jika dalam .

. perlu adanya perencanaan pajak yang baik agar bisa menganalisis atas transaksi apa. Untuk mencapai tujuan manajemen pajak ada dua hal yang perlu dikuasai dan dilaksanakan yaitu : a. Menyelenggarakan pembukuan yang memenuhi syarat Pembukuan merupakan sarana yang sangat penting dalam menyajikan informasi keuangan perusahaan yang disajikan dalam bentuk LK dan menjadi dasar dalam menghitung besarnya jumlah pajak (UU KUP pasal 28). Pengendalian pajak (tax control) Pengendalian pajak bertujuan untuk memastikan bahwa kewajiban pajak telah dilaksanakan sesuai dengan yang telah direncanakan dan telah memenuhi persyaratan formal maupun materil. Sedangkan PPh adalah pajak atas laba atau penghasilan yang dapat mengurangi besarnya penghasilan bersih setelah pajak. PP. Dari berbagai aspek kebijaksanaan pajak ada faktor-faktor yang mendorong dilakukannya perencanaan pajak yaitu : ü Pajak yang akan dipungut Ada berbagai tipe pajak yang harus menjadi pertimbangan utama baik berupa pajak langsung maupun pajak tidak langsung serta cukai seperti : Ø PPh Badan dan OP Ø Pajak atas Capital Gain Ø Withholding tax. Oleh sebab itu pengendalian dan pengaturan arus kas sangat penting dalam strategi penghematan pajak. Dalam pengendalian pajak yang penting adalah pengecekan pembayaran pajak. sewa. Memahami ketentuan dan peraturan perpajakan Dengan mempelajari peraturan perpajakan seperti UU. kita dapat mengetahui peluang-peluang yang dapat dimanfaatkan untuk menghemat beban pajak b. SK. dan perlu dana berapa sehingga diketahui berapa penghasilan bersih setelah pajak. bunga. Tax policy Kebijaksanaan perpajakan merupakan alternatif dari berbagai sasaran yang hendak dituju dalam sistem perpajakan. Maka agar tidak menganggu atau tidak menderaskan cashflow perusahaan. KMK. gaji. Pengendalian pajak termasuk pemeriksaan jika perusahaan telah membayar pajak lebih besar dari jumlah pajak terutang. dan SE DitJen Pajak. upah. Motivasi dilakukan Tax Planning Motivasi dilakukannya tax planning bersumber dari tiga unsur perpajakan : 1. terkena pajak apa. misalnya pembayaran pajak dilakukan saat akhir tentu lebih menguntungkan dibandingkan membayar lebih awal.pelaksanaannya menyimpang dari peraturan yang berlaku maka praktek tersebut telah menyimpang dari tujuan manajemen pajak. Keppres. dan royalty Ø Pajak atas ekspor. impor dan bea masuk Ø Pajak atas undian/hadiah Ø Bea Materai Adanya berbagai kewajiban jenis pajak yang harus dibayar dimana masing-masing jenis pajak tersebut mempunyai sifat perlakuan sendiri-sendiri misalnya Bea Masuk akan dianggap sebagai biaya yang dapat dikurangkan dari PKP atau bisa dimintakan restitusi apabila kita melakukan ekspor barang.

Adanya perbedaan perlakuan perpajakan atas pembayaran dividen kepada pemegang saham dari Badan Usaha dimana pemegang saham adalah orang pribadi atau perorangan dan pemegang saham adalah berbentuk Badan Usaha (PT). Tax Administration Indonesia merupakan negara yang begitu luas wilayahnya dan begitu banyak penduduknya dan sebagai negara yang sedang membangun masih mengalami kesulitan dalam melaksanakan administrasi perpajakannya secara memadai. maka disini menimbulkan usaha untuk perencanaan pajak dengan baik agar beban pajaknya rendah dan meringankan arus kas (cashflow) perusahaan sehingga bisa dimanfaatkan untuk tujuan lain. . agar beban pajak rendah. Saat ini sistem pemungutan (withholding) di Indonesia makin ditingkatkan penerapannya. dimana untuk memperoleh restitusinya memerlukan waktu dan biaya. Hal ini disamping mengganggu cash flow perusahaan juga bisa berakibat terjadinya kelebihan pembayaran pajak atas pemungutan pendahuluan tersebut.ü Siapa yang akan dijadikan subyek pajak Indonesia mengadakan pemisahan antara Badan Usaha dengan pribadi pemiliknya (pemegang saham). ü Apa saja yang merupakan objek pajak Adanya perlakuan perpajakan yang berbeda atas obyek pajak yang secara ekonomis hakekatnya sama akan menimbulkan usaha perencanaan pajak. 2. Jadi karena objek pajak merupakan basis perhitungan (tax bases) besarnya pajak. yang bagi perusahaan juga akan menimbulkan penundaan pajak. ü Bagaimana prosedurnya Adanya self assessment system dan payment system mengharuskan seorang perencana pajak untuk melakukan tax planning dengan baik. dan SE DJP). maka dalam pelaksanaannya selalu diikuti oleh ketentuan-ketentuan yang lain (PP. ü Berapa besarnya tarif pajak Adanya penerapan tarif yang diterapkan di Indonesia mengakibatkan seseorang perencana pajak akan berusaha sedapat mungkin dikenakan tarif yang palin rendah. Tax Law Kita menyadari bahwa kenyataannya dimanapun tidak ada undang-undang yang mengatur secara permasalahan dengan sempurna. manajemen akan merencanakan pajak yang tidak lebih dan tidak kurang. KMK. Disamping itu adanya pertimbangan untuk menunda pembayaran deviden dengan cara meningkatkan jumlah laba yang ditahan. Hal yang mendorong perusahaan untuk melaksanakan perencanaan perpajakan dengan baik agar terhindar dari sanksi administrasi maupun pidana karena adanya perbedaan penafsiran antara fiskus dengan WP. akibat dari begitu luasnya peraturan perpajakan yang berlaku dan sistem informasi yang belum efektif. Keppres. serta tidak jarang ketentuan pelaksanaan tersebut bertentangan dengan undang-undang itu sendiri karena disesuaikan dengan kepentingan pembuat kebijaksanaan dalam mencapai tujuan lain yang ingin dicapai. Keadaan ini menyebabkan munculnya celah (loophole) bagi WP untuk menganalisis dengan cermat atas kesempatan tersebut untuk digunakan perencanaan pajak yang baik. maka dalam rangka optimalisasi alokasi sumber dana. 3. yang akan menimbulkan pajak ganda.

Pada umumnya. shelter. Perencanaan pajak merupakan langkah awal dalam manajemen pajak. manajemen akan merencanakan pembayaran pajakyang tidak lebih dan tidak kurang.bilan keputusan atas suatu tindakan dalam operasi perusahaan untuk melakukan investasi dengan cara menganalisis secara cermat dan memanfaatkan peluang atau kesempatan yang ada dalam ketentuan perpajakan yang sengaja dibuat oleh pemerintah untuk memberikan perlakuan yang berbeda atas obyek pajak yang secara ekonomis hakekatnya sama. Kesimpulan Pada umumnya. Namun demikian. perencanaan pajak juga dapat diartikan sebagai perencanaan pemenuhan kewajiban perpajakan secara lengkap. ü Menyelenggarakan pembukuan atau pencatatan. Aspek-aspek dalam Tax Planning a. Pada tahap perencanaan pajak ini. Langkah selanjutnya adalah pelaksanaan kewajiban perpajakan (tax implementation) dan pengendalian pajak (tax control). dilakukan pengumpulan dan penelitian terhadap peraturan perpajakan. tetapi masih dalam bingkai peraturan perpajakan. tetapi jumlah pajak yang dibayarkan dapat ditekan seminimal mungkin untuk memperoleh laba dan likuiditas yang diharapkan. objek pajak harus dilaporkansecara benar dan lengkap. ü Memotong dan/atau memungut pajak. Dalam rangka optimalisasialokasi sumber dana. benar.Secara umum motivasi dilaksanakannya tax planning adalah untuk memaksimalkan laba setelah pajak. Mengevaluasi pelaksanaan perencanaan pajak (evaluating a tax plan) . Tujuannya adalah agar dapat dipilih jenis tindakan penghematan pajak yang akan dilakukan. ü Membayar pajak. Manajemen pajak itu sendiri merupakan sarana untuk memenuhi kewajiban perpajakan dengan benar. Karena pajak itu ikut mempengaruhi dalam penga. Untuk itu. Aspek Formal dan Administratif ü Kewajiban mendaftarkan diri untuk memperoleh Nomor Pokok WajibPajak (NPWP) dan Nomor Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (NPPKP). dan tepat waktu sehingga dapat secara optimal menghindari pemborosan sumber daya. dan haven. Tahapan Tax Planning a. ü MenyampaikanSurat Pemberitahuan. perencanaan pajak (tax planning) merujuk kepada proses merekayasa usaha dan transaksi Wajib Pajak agar utang pajak berada dalam jumlah yang minimal. Membuat satu atau lebih model kemungkinan jumlah pajak (designing one or more possible tax plans) c. Menganalisis informasi yang ada (analyzing the existing data base) b. dengan memanfaatkan : * Perbedaan tarif pajak (tax rate) * Perbedaan perlakuan atas objek pajak sebagai dasar pengenaan pajak (tax base) * Loop hole (celah). Aspek Material Basis penghitungan pajak adalah objek pajak. b. penekanan perencanaan pajak (tax planning) adalah untuk meminimimalisasi kewajiban pajak.

Masalah badan hukum Sistem hukum yang berbeda terdiri dari berbagai tipe dari pada perusahaan. Fakta yang relevan Dalam arus globalisasi serta tingkat persaingan yang semakin kompetitif maka seorang manajer perusahaan dalam melakukan perencanaan pajak untuk perusahaannya dituntut harus benar-benar menguasai situasi yang dihadapi. Faktor Pajak Dalam menganalis setiap permasalahan yang dihadapi dalam penyusunan perencanaan pajak adalah tidak terlepas dari dua hal yang berkaitan dengan faktor-faktor pajak yaitu menyangkut setiap tipe perpajakan nasional yang dianut oleh suatu negara dan sikap fiskus dalam menafsirkan peraturan perpajakan baik Undang-undang domestik maupun mancanegara. Adalah juga penting untuk memperhitungkan kemungkinan besarnya penghasilan suatu proyek dan pengeluaran-pengeluaran lain diluar pajak yang mungkin terjadi. Mencari kelemahan dan memperbaiki kembali rencana pajak (debugging the tax plans) e. Ini hanya bisa dilakukan dengan mempertimbangkan masing-masing elemen dari pajak baik secara sendiri-sendiri maupun secara total pajak yang harus dapat dirumuskan sebagai perencanaan pajak yang paling efisien. Faktor non Pajak lainnya Beberapa faktor bukan pajak yang relevan untuk diperhatikan dalam penyusunan suatu perencanaan pajak antara lain: i. Apalagi jika ada masalah devaluasi maupun revaluasi. Masalah pengendalian devisa Sistem pengendalian devisa yang dimuat suatu negara menjadi bahan pertimbangan penting . Penjelasan Tahapan dalam Tax Planning Menganalisis Informasi yang ada (Analysis of the existing data base).d. ii. Untuk itu seorang manajer perpajakan harus memperhatikan faktor-faktor baik dari segi internal maupun eksternal yaitu: a. iii. Dari dampak finansial tentunya berakibat pada posisi laba-rugi. Memutakhirkan rencana pajak (updating the tax plan). apalagi bila terdapat banyak transaksi baik ekspor atau impor maupun pinjaman dalam bentuk mata uang asing. Masalah mata uang dan nilai tukar Dalam ruang lingkup perencanaan pajak yang bersifat internasional masalah nilai tukar mata uang mempunyai dampak yang besar terhadap finansial suatu perusahaan. Tahapan pertama dari proses pembuatan tax planning adalah menganalisis komponen yang berbeda atas pajak yang terlibat dalam suatu proyek dan menghitung seakurat mungkin beban pajak yang harus ditanggung. Pemilihan bentuk badan usaha yang diusulkan sering dibuat sebagai fungsi daripada seluruh peraturannya (baik untuk pajak maupun bukan pajak) dalam rangka administrasi pembentukan dan pembubarannya. c. b. Nilai tukar mata uang yang berfluktuasi atau tidak stabil memberikan resiko usaha yang cukup tinggi. baik dari segi internal maupun eksternal dan selalu dimutakhirkan dengan perubahan-perubahan yang terjadi agar perencanaan pajak dapat dilakukan secara tepat dan menyeluruh terhadap situasi maupun transaksi-transaksi yang mempunyai dampak dalam perpajakan.

Insentif inventasi yang merangsang bisa berupa pemberian pinjaman dengan tarif bunga rendah. Model perjanjian internasional dapat melibatkan satu atau lebih tindakan berikut ini: a.terutama jika suatu negara menganut pembahasan atau larangan untuk mengadakan pertukaran atau transfer dana dari transaksi internasional ataupun adanya larangan untuk menjamin uang atau menarik uang dari luar tanpa adanya izin Bank Sentral atau Menteri Keuangan. e. tetapi juga oleh penggunaan satu atau lebih negara sebagai tambahan dari negara yang bersangkutan yang sudah ada dalam data base. tenaga kerja. b. surat berharga. Membuat satu model atau lebih rencana kemungkinan besarnya pajak (Design of one or more possible tax plans). karena perhitungan laba-rugi akhirnya selalu menjadi patokan dasar dalam mengambil keputusan. Perencanaan pajak internasional sebetulnya merupakan perluasan yang sederhana dari perencanaan pajak nasional. c. Pemilihan dari negara asing sebagai tempat melakukan investasi atau menjadi residen dari negara tersebut. Dari sudut pandang perpajakan dalam hal ini proses perencanaan tidak bisa berada di luar dari tahapan pemilihan transaksi. operasi dan hubungan yang paling menguntungkan. Metode yang harus diterapkan dalam menganalisis dan membandingkan beban pajak maupun pengeluaran lainnya dari suatu proyek adalah apabila tidak ada rencana pembatasan minimum pajak yang diterapkan dan apabila ada rencana pembatasan minimum diterapkan. kesemuanya harus dipertimbangkan dalm penyusunan tax planning terutama berkaitan dengan pemilihan lokasi investasi apakah berupa cabang. Dalam banyak kasus. perlu dilakukan evaluasi untuk melihat sejauh mana hasil pelaksanaan suatu perencanaan pajak terhadap beban pajak. d. sistem akuntansi. individu. pasar. Dalam rencana perpajakan internasional mungkin diberi perlakuan khusus dengan memilih antara dua atau lebih kemungkinan investasi di negara-negara berbeda. operasi maupun hubungan internasional. penting sekali untuk mempertimbangkan. iv. pertimbangan penghemaan pajak tidak hanya di pengaruhi oleh pemilihan yang hati-hati dari bentuk transaksi. bebas bunga ataupun adanya pemberian bantuan dari pemerintah. b) Bagaimana jika rencana tersebut dilaksanakan dan berhasil dengan baik. Dalam membuat model pengaturan yang paling tepat. atau kombinasi dari semuanya itu. Perencanaan pajak sebagai suatu perencanaan merupakan bagian kecil dari seluruh perencanaan strategik perusahaan. Masalah faktor bukan pajak lainnya Faktor bukan pajak lainnya seperti hukum dan sistem administrasi yang berlaku. . Adakah hubungan antara berbagai individu dan entitas. bahasa. Masalah Program intensif investasi Masalah program insentif yang ditawarkan negara tertentu memberikan pilihan bagi wajib pajak untuk melakukan investasi atau pemekaran usaha pada suatu lokasi negara tertentu. ada/tidaknya tenaga profesional. Oleh karena itu. Evaluasi tersebut meliputi : a) Bagaimana jika rencana tersebut dilaksanakan. berhasil atau pun gagal. v. Hampir semua perpajakan internasional paling tidak ada dua negara yang ditentukan lebih dahulu. kestabilan ekonomi dan politik. Apakah kepemilikan dari hak. fasilitas perbankan. dan lain-lain harus dikuasakan kepada satu atau lebih perusahaan. subsidiari atau untuk keperluan lainnya. iklim usaha. Pemilihan bentuk transaksi operasi atau hubungan internasional. Mengevaluasi pelaksanaan rencana pajak (Evaluating a tax plan). Penggunaan satu atau lebih negara tambahan. Berbagai macam aturan yang dibuat tentunya menjadi bahan pertimbanagan bagi pengusaha untuk menanamkan modalnya atau tidak.

Meskipun suatu rencana pajak telah dilaksanakan dan proyek juga telah berjalan. atau kenaikan. rencana tersebut harus tetap dijalankan. Sepanjang masih besar penghematan pajak yang bisa diperoleh. Karena begaimanapun juga kerugian yan ditanggung merupakan kerugian minimal. perusahaan dapatmenghindari timbulnya sanksi perpajakan berupa: ü Sanksi administrasi: denda. d. b. yang berkenaan dengan perubahan yang terjadi di luar negeri atas berbagai macam pajak maupun aktifitas informasi bisnis yang tersedia sangat terbatas. Dengan memberikan perhatian terhadap perkembangan yang akan datang maupun situasi yang terjadi saat ini. Dengan demikian keputusan yang terbaik atas suatu perencanaan pajak harus sesuai dengan bentuk transaksi dan tujuan operasi perbandingan berbagai rencana harus dibuat sebanyak mungkin sesuai bentu perencanaan pajak yang diinginan.Misalnya. ü Sanksi pidana: pidana atau kurungan. dan pada saat yang bersamaan mampu mengambil kesempatan untuk memperoleh manfaat yang potensial. perusahaanyang memiliki penghasilan kena pajak lebih dari Rp.Tax avoidance Tax avoidance merupakan upaya efisiensi beban pajak denganmenghindari pengenaan pajak melalui transaksiyang bukan merupakan objekpajak. Mencari kelemahan dan kemudian memperbaiki kembali rencana pajak (Debugging the tax plan). Pemutakhiran dari suatu rencana adalah konsekuensi yang perlu dilakukan sebagaimana dilakukan oleh masyarakat yang dinamis. seorang manajer akan mampu mengurangi akibat yang merugikan dari adanya perubahan. bunga. Hasil suatu perencanaan pajak bisa dikatakan baik atau tidak tentunya harus dievaluasi melalui berbagai rencana yang dibuat. Menghindari pelanggaran atas peraturan perpajakan Dengan menguasai peraturan pajakyang berlaku. Menunda pembayaran kewajiban pajak . Memutakhirkan rencana pajak (Updating the tax plan). 100 juta dapat melakukan perubahan pemberian natura kepada karyawanmenjadi tunjangan dalam bentuk uang. 4. perusahaanyang masih mengalami kerugian. Misalnya. Walaupun diperlukan penambahan biaya atau kemungkinan keberhasilan sangat kecil.Tax saving Tax saving merupakan upaya efisiensi beban pajak melaluipemilihan alternatif pengenaan pajak dengan tarifyang lebih rendah.perlumengubah tunjangan karyawan dalam bentuk uang menjadi pemberian naturakarena natura bukan merupakan objek pajak PPh Pasal21.c) Bagaimana jika rencana tersebut dilaksanakan tapi gagal. c. Strategi Umum Perencanaan Pajak a. Kadang suatu rencana harus diubah mengingat adanya perubahan peraturan perundang-undangan. namun juga masih perlu mempertimbangkan setiap perubahan yang terjadi baik undang-undang maupun pelaksanaannya di negara dimana aktivitas tersebut dilakukan yang mungkin mempunyai dampak terhadap komponen dari suatu perjanjian.

dan tanda pembayaran atau kuitansi telepon. e. penjual dapat menerbitkan faktur pajak pada akhirbulan berikutnya setelah bulan penyerahan barang. Dalam kredit pajak PPN (Pajak Masukan).Menunda pembayaran kewajiban pajak tanpa melanggar peraturanyang berlaku dapat dilakukan melalui penundaan pembayaran PPN. PPh Pasal 22 atas pembeliansolar dan/atau impor dan Fiskal Luar Negeri atas perjalanan dinas pegawai. khususnya untuk penjualankredit. Penundaan ini dilakukan dengan menunda penerbitan faktur pajak keluaran hingga batas waktuyang diperkenankan. Misalnya. seperti SPPB atauSurat Perintah Pengiriman Barang(delivery order) yang dikeluarkan oleh Bulog untuk penyaluran tepung terigu. Pengusaha Kena Pajak dapatmenggunakan dokumenlain yang fungsinya sama dengan faktur pajakstandar. Dalam hal ini. . FNBP(Faktur NotaBon Pen yerahan)yang dikeluarkan oleh Pertamina untukpenyerahan BBM dan/atau bukan BBM. Mengoptimalkan kredit pajak yang diperkenankan Wajib Pajak sering kurang memperoleh informasi mengenai pembayaran pajak yang dapat dikreditkan yang merupakan pajakdibayar dimuka.

You're Reading a Free Preview

Descarregar
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->