Você está na página 1de 12

TUGAS ANALISIS FISIKOKIMIA 2

RESUME PERSENTASI TENTANG BUAH IMPOR MENGGUNAKAN BAHAN PENGAWET BERBAHAYA

Disusun oleh : Kelompok 4 1. Yeni Muflihah 2. Septiana Dwi Nurlita 3. Elisa Cynthia Ardaricka 4. Anisa Nur Fazzri 5. Arindhita Putri M 6. Winda Dwi A 7. Wildan Yusuf M 8. Alikha Putri Indriana 9. Rini Han Riani 10. Farida Fakhrunnisa 11. Lailiana Garna 12. Erlita Rohana (11613025) (11613026) (11613027) (11613028) (11613029) (11613031) (11613032) (11613033) (11613036) (11613037) (11613043) ( 11613044 )

Program Studi Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia Yogyakarta 2013

RESUME PERSENTASI AFK

KELOMPOK 1 Pandangan islam tentang makanan yang halal dan thoyib, dalil-dalil dan kaidah ushul fiqih yang terkait dengan dhoror dan fasad . Halal adalah sesuatu yang tidak menyalahi menurut hukum syari`at Islam untuk dikonsumsi dan tidak memudharatkan serta baik untuk kesehatan. Allah swt telah memerintahkan agar kita memakan makanan dan minuman yang halal dan baik (thoyyib), itu merupakan dua kesatuan yang tak dapat dipisahkan . Dalam artian Halal dalam segi syariah dan baik dalam segi kesehatan,gizi, estetika dan lainnya. Islam pada dasarnya membolehkan mengkonsumsi semua makanan yang ada di muka bumi, sebab semua yang diciptakan Allah diperuntukkan bagi manusia asalkan tidak bertentangan dengan aturan manusia, asalkan tidak bertentangan dengan aturan Allah atau yang telah diharamkan secara jelas dalam al-Qur`an dan sunnah nabi serta tidak al-Qur an dan sunnah nabi serta tidak membahayakan bagi kesehatan. Seperti firman Allah SWT dalam Q.S Al-maidah ayat 88 : Dan makanlah makanan yang halal lagi baik (thoyib) dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya Berdasarkan Firman Allah dan Hadist Nabi SAW, dapat disimpulkan bahwa jenisjenis makanan yang halal ialah : Semua makanan yang baik, tidak kotor dan menjijikan Semua makanan yang tidak diharamkan oleh Allah dan rosul-Nya Semua makanan yang tidak mengandung mudharat, tidak membahayakan kesehatan jasmani, dan tidak merusak akal, moral, dan aqidah Binatang yang hidup di dalam air, baik air laut atau air tawar

Diketahui haram merupakan lawan dari halal, yakni sesuatu yang dilarang atau sesuatu yang jika dikerjakan mendapat dosa dan di tinggalkan mendapat pahala. Jadi makanan yang haram adalah makanan yang dilarang oleh syara untuk dimakan. Dalam Islam makanan yang haram berarti tidak sah dalam hukum (unlawful). Allah mengharamkan suatu makanan bagi hambanya bukan untuk mengekang nafsu hambanya semata, ,akan tetapi ada tujuan serta hikmah pengharaman dalam suatu makanan. Selain itu memakan makanan yang haram (baik ia haram dari segi fisiknya seperti babi atau haram dari cara memperoleh harta seperti hasil korupsi) dapat membutakan hati akibatnya membuat enggan serta malas melaksanakan ibadah dan halhal yang di perintahkan Allah. Seperti pada firman allah QS. Al Baqarah ayat 168:

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. Pertanyaan 1 : Barang haram jadi halal jika dalam keadaan darurat. Bagaiamana jika barang atau makanan tersebut membahayakan bagi tubuh kita ? Jawab : Jika darurat diperbolehkan tetapi dalam batasan tertentu. Yang artinya misal

pada kondisi tertentu/ kondisi darurat yang mengharuskan kita untuk memilih barang atau memakan makanan yang haram karena tidak ada pilihan yang lain. Jika kita tidak memilih barang haram atau memakan makanan haram tersebut kondisi kita akan memburuk atau bahkan tidak dapat terselamatkan lagi, tetapi dengan syarat hanya untuk menghilangkan rasa lapar, atau untuk menyembuhkan tidak boleh sampai kekenyangan (melampaui batas). Dan juga tergantung dari parameter daruratnya seperti apa. Tetapi jika barang atau makanan tersebut malah membahayakan bagi tubuh kita maka makanan tersebut menjadi haram dan tidak boleh di konsumsi. Sebagaimana firman Allah Barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, Maka tidak ada dosa baginya (albaqorah : 173)

WALAISA WAJIBUN BILAA IQTIDARIN WALAA MUHAROMUN MA'AADH DHOROR.

ARTINYA: tidak menjadi kewajiban jika tidak mampu mengerjakan dan tidak ada keharaman dalam keadaan darurat ( bahaya)

Pertanyaan 2 : Bagaimana sesuatu barang atau makanan itu dikatakan halal atau haram ? Jawab : Sesuatu dikatakan halal tidak hanya dilihat dari bahan bakunya tetapi dari

alat yang dipakai serta cara pembuatannya. Sesuatu dapat dikatakan najis/ haram apabila alat/ bahan yang digunakan tidak bersih dari sesuatu yang haram. Halal dan tayyib itu diwajibkan apabila hanya halal saja perlu dipertanyakan nanti jadi dhoror. Pertanyaan 3 : Bagaimana jika kita akan memakan sesuatu tetapi kita ragu-ragu atau tidak yakin bahwa makanan tersebut halal atau haram ? Jawab : Apabila kita ragu-ragu atau tidak yakin dengan makanan yang akan kita

makan maka akan menjadikannya haram. Maka dari itu kita harus yakin dengan makan makanan yang akan kita makan dengan membaca basmallah terlebih dahulu. Tetapi dengan syarat bukan makan makanan yang jelas- jelas hukumnya haram.

KELOMPOK 2 PENGARUH NEGATIF PEMANIS PEWARNA DAN PENGAWET MAKANAN PADA BUAH - BUAHAN Dalam video yang telah di putar sebelumnya, diketahui diantaranya beberapa jenis zat yang seharusnya tidak di tambahkan, diantaranya : A. Pemanis (Sodium Siklamat) Siklamat merupakan salah satu zat pemanis non nutritif hasil sintesis dari reaksi kimia. Siklamat terdapat dalam dua macam yaitu asam dan garamnya. Natrium siklamat adalah bentuk garam yang sering digunakan sebagai pemanis sintetik. Kontroversi penggunaan siklamat baru muncul pada tahun 1969. FDA menemukan bukti bahwa campuran siklamat dan sakarin dapat menyebabkan kanker kandung kemih, mutasi, cacat lahir, dan gangguan saluran testis (Testicularis demage) pada hewan. Akhirnya FDA pada tahun itu juga melarang penggunaan siklamat. Siklamat berbahaya karena hasil metabolismenya yaitu sikloheksilamin bersifat karsinogenik, sehingga ekskresi lewat urine dapat merangsang pertumbuhan tumor pada kandung kemih tikus. Tumor tersebut ditemukan terdapat pada saluran kandung kemih tikus yang diberi dosis sikloheksilamin (125 mg/kg per hari ) melalui makanan selama 78 minggu. B. Pewarna Tekstil Zat pewarna tekstil tersebut mempunyai bahaya, bahaya jangka pendek diantaranya adalah mual, muntah, sakit perut, tekanan darah rendah, sedangkan bahaya jangka panjangnya adalah kanker. C. Pengawet (Formalin) Formalin biasanya diperdagangkan di pasaran dengan nama berbeda-beda antara lain yaitu, Formol, Morbicid, Methanal, Formic aldehyde, Methyl oxide, Oxymethylene, Methylene aldehyde, Oxomethane, Formoform, Formalith, Karsan, Methyleneglycol, Paraforin, Polyoxymethylene glycols, Superlysoform, Tetraoxymethylene, dan Trioxane.

Formalin digunakan pada : Bidang kesehatan : desinfektan dan pengawet mayat Industri perkayuan dan plywood : sebagai perekat Industri plastik : bahan campuran produksi Industri tekstil, resin, karet dan fotografi : mempercepat pewarnaan.

Dampak formalin pada kesehatan manusia, dapat bersifat akut dan kronik. a. Akut (efek pada kesehatan manusia terlihat langsung). 1) Bila terhirup akan terjadi iritasi pada hidung dan tenggorokan, gangguan pernafasan, rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan serta batuk-batuk. Kerusakan jaringan dan luka pada saluran pernafasan seperti radang paru dan pembengkakan paru. Tanda-tanda lainnya meliputi bersin, radang tekak, radang tenggorokan, sakit dada, yang berlebihan, lelah, jantung berdebar, sakit kepala, mual dan muntah. Pada konsentrasi yang sangat tinggi dapat menyebabkan kematian. 2) Bila terkena kulit akan menimbulkan perubahan warna, yakni kulit menjadi merah, mengeras, mati rasa dan ada rasa terbakar. 3) Bila terkena mata akan menimbulkan iritasi mata sehingga mata memerah, rasanya sakit, gata-gatal, penglihatan kabur dan mengeluarkan air mata. Bila merupakan bahan berkonsentrasi tinggi maka formalin dapat menyebabkan pengeluaran air mata yang hebat dan terjadi kerusakan pada lensa mata. 4) Apabila tertelan maka mulut, tenggorokan dan perut terasa terbakar, sakit menelan, mual, muntah dan diare, kemungkinan terjadi pendarahan, sakit perut yang hebat, sakit kepala, hipotensi (tekanan darah rendah), kejang, tidak sadar hingga koma. Selain itu juga dapat terjadi kerusakan hati, jantung, otak, limpa, pankreas, sistem susunan syaraf pusat dan ginjal.

b. Kronik (setelah terkena dalam jangka waktu yang lama dan berulang). 1) Apabila terhirup dalam jangka waktu lama maka akan menimbulkan sakit kepala, gangguan sakit kepala, gangguan pernafasan, batuk-batuk, radang selaput lendir hidung, mual, mengantuk, luka pada ginjal dan sensitasi pada

paru.

Efek

neuropsikologis

meliputi

gangguan

tidur,

cepat

marah,

keseimbangan terganggu, kehilangan konsentrasi dan daya ingat berkurang. Gangguan haid dan kemandulan pada perempuan. Kanker pada hidung, rongga hidung, mulut, tenggorokan, paru dan otak. 2) Apabila terkena kulit, kulit terasa panas, mati rasa, gatal-gatal serta memerah, kerusakan pada jari tangan, pengerasan kulit dan kepekaan pada kulit, dan terjadi radang kulit yang menimbulkan gelembung. 3) Jika terkena mata, yang paling berbahaya adalah terjadinya radang selaput mata. 4) Jika tertelan akan menimbulkan iritasi pada saluran pernafasan, muntahmuntah dan kepala pusing, rasa terbakar pada tenggorokan, penurunan suhu badan dan rasa gatal di dada. Formalin sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, karena dapat menyebabkan kanker, mutagen yang menyebabkan perubahan sel dan jaringan tubuh, korosif dan iritatif. Berdasarkan penelitian WHO, kandungan formalin yang membahayakan sebesar 6 gram.

KELOMPOK 3 Bagaimana isolasi zat tersebut dalam buah Teknik isolasi dilakukan dengan menotolkan sampel larutan formalin pada plat KLT sepanjang 20 cm dengan jarak 0,5 cm hingga larutan sampel tersebut habis. Metode Kromatografi Lapis Tipis Preparatif digunakan dalam isolasi senyawa pada percobaan ini karena jangkauan analisisnya luas, dapat dilaksanakan dengan cepat dan biaya relatif murah serta hanya memerlukan jumlah cuplikan yang sedikit. Selanjutnya plat KLT tersebut dimasukkan ke dalam chamber yang telah diisi oleh eluen heksana, kloroform, dan methanol sebanyak 20 mL dengan perbandingan 7:2:1. Eluen yang digunakan adalah heksana, kloroform, dan methanol karena eluen tersebut dapat membawa sampel terpisah (mengisolasi) ketika dimasukkan ke dalam chamber. Elusi dibiarkan berjalan hingga eluen mencapai batas garis atas plat KLT yang ada di dalam chamber ditunggu sampai eluen terangkat hingga mencapai batas atas plat KLT. Plat yang telah dilewati eluen tersebut, kemudian dikeluarkan dan dibiarkan mengering, untuk kemudian disinari dengan lampu UV agar noda yang tercetak pada plat terlihat dengan jelas. Panjang gelombang UV yang digunakan adalah 254 nm. Panjang gelombang 254 nm merupakan panjang gelombang yang paling cocok karena dengan panjang gelombang ini noda pada plat dapat terlihat jelas. Pita noda yang terbentuk ditandai dengan pensil agar lebih jelas dalam memisahkan noda. Pita noda tersebut merupakan senyawa yang berhasil dipisahkan dan selanjutnya akan dimurnikan serta diidentifikasi. Setelah didapat pita noda, noda tersebut dikeruk dan diletakkan pada corong yang sudah diberi kertas saring. Dan kemudian dibasahi dengan 2 ml methanol + 1 ml heksana. Selanjutya dilakukan rekristalisasi untuk mendapatkan kristal senyawa tersebut kembali dengan alat hot plate magnetic stirrer. 2 ml metanol berfungsi untuk melarutkan senyawa yang ada pada pita noda, sedangkan 1 ml heksana berfungsi agar proses rekristalisasi

berlangsung lebih cepat. Larutan tersebut ditaruh diatas hot plate dan diputar-putar agar Kristal terbentuk kembali. Proses rekristalisasi ini bertujuan ntuk mendapatkan senyawa dengan kemurnian tinggi.

KELOMPOK 4 MENENTUKAN FASE DIAM DAN FASE GERAK KLT KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS PADA BUAH IMPORT Prinsip Kromatografi merupakan suatu analit bergerak naik atau melintasi lapisan fase diam(silica gel),di bawah pengaruh fase gerak(pelarut organic). Fase diam : silica gel dan serbuk selulosa Fase gerak: etanol Identifikasi formaldehid dengan metode KLT Formaldehid merupakan senyawa yang bersifat mudah terbakar,berbau tajam,tidak berwarna,dan mudah di polimerisasi oleh suhu ruangan. Kelarutan formaldehid,larut dalam air,alcohol, dan pelarut polar lainnya. Tetapi memiliki kelarutan yang rendah pada pelarut non polar. Fase diam : silica gel Fase gerak: MeOH 9:1 Etilasetat ,asam formiat ,asam asetat,air (10:3,6:3,6:14)

KELOMPOK 5

Zat manakah yang memiliki nilai Rf paling besar jika dalam buah import terdapat zat berupa Formalin dan pemanis Sodium Siklamat? Penentuan nilai Rf dapat dilihat dari kepolaran senyawa uji dan afinitasnya terhadap fase gerak. Beberapa parameter penetuan dari kepolaran suatu zat, yaitu gugus fungsional, moment dipole, bentuk geometri dari molekulnya, jenis ikatan dan hibridisasi. Struktur sodium siklamat dan formaldehyde (formalin) :

Sodium Siklamat

Formaldehyd (Formalin)

Zat formalin dan pemanis sodium siklamat dalam buah, jika dilihat dari kepolarannya maka dapat diidentifikasi dengan parameter gugus fungsional dan jenis ikatan. Dilihat dari gugus fungsional sodium siklamat bersifat polar karena memiliki gugus amina, sama hal nya dengan formaldehid karena memiliki gugus aldehid. Jika dilihat dari jenis ikatan, maka dapat ditentukan bahwa sodium siklamat lebih polar diandingkan dengan formaldehyde karena sodium siklamat memiliki gugus Na+ yang berarti termasuk dalam ikatan ionic, sedangkan frmaldehyd termasuk dalam ikatan kovalen polar. Digunakan pula fase gerak methanol yang bersifat polar, sehingga akan terjadi prinsip like dissolve like yang artinya adalah solven polar akan melarutkan senyawa yang polar juga. Karena sodium siklamat bersifat lebih polar dibandingkan dengan formaldehyde maka sodium siklamat memiliki daya elusi yang lebih tinggi sehingga dihasilkan pula nilai Rf yang lebih tinggi.

KELOMPOK 6 Berapa kadarnya apabila diketahui hasil penimbangan sampel 2 gram dan diekstraksi dengan mengencerkan dengan pelarut yang sesuai dengan volume 100 ml menghasilkan AUC 567. Hitunglah kadar Rivanol dalam sampel tersebut! Sampel (x) 1 2 4 8 16 AUC (y) 102 207 423 888 1567

Jawab: AUC = 567; kadar =...? a = 28,04 b = 98,28 Regresi linear, y = bx + a 567 X = 98,28 x + 28,04 = 5,484

Kadar = 5,484 ppm Sampel = 2 gram dalam 100 ml = 2000 mg/ 100 ml 5,484 ppm =5,484 mg/ 1000 ml = 0,5484 mg/ 100 ml Kadar Rivanol = = 0,02742 %

Jadi kadar rivanol adalah 0,02742% dalam 2 gram sampel. Kadar sakarin yang diperbolehkan untuk digunakan adalah 100mg/kg BB (Permenkes RI No. 722/Menkes/Per/IX/1988)