Você está na página 1de 17

BAB II LANDASAN TEORI A.

Tinjauan Pustaka Untuk mendukung pembahasan mengenai analisa sistem perubahan muatan gas menjadi cair menggunakan reliquefaction plant di LPG/C Maharshi Shivatreya, maka perlu diketahui dan di jelaskan beberapa teoriteori penunjang yang penulis ambil dari beberapa sumber pustaka yang berkaitan dengan pembahasan skripsi ini sehingga dapat lebih

menyempurnakan penulisan skripsi ini. 1. Analisa Menurut wikipedia Indonesia, analisa berasal dari kata bahasa inggris yaitu anylize yang memiliki arti mengidentifikasi atau untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya. Analisa membantu mengambil keputusan untuk menemukan sala satu permasalahan yang sesuai dengan kebutuhan dan pemahaman mengenai permasalahan. Berdasarkan matematika dan psikologi, analisa dikembangkan untuk menyediakan kerangka komprehensif dan rasional untuk

menemukan struktur keputusan masalah. Dan untuk mewakili unsur kualifikasinya untuk tujuan secara keseluruhan, guna mengevaluasi dan mendapatkan solusi alternatif. Analisa berdasarkan teori yang sudah dipaparkan penulis, seperti diatas dapat didefinisikan suatu penyelidikan untuk mengidentifikasi suatu permasalahan guna mendapatkan solusi alternatif.

11

12

2.

Sistem perubahan muatan Definisi-definisi sistem perubahan muatan : a. Sistem Kata sistem menurut kamus besar bahasa indonesia berasal dari bahasa yunani (sustema). Yang memiliki definisi suatu kesatuan yang terdiri atas komponen atau elemen yang saling berinteraksi, saling terkait, atau saling bergantung membentuk keseluruhan yang kompleks. Jadi definisi sistem dalam permasalahan disini menurut penulis dapat diartikan sekumpulan objek atau benda yang memiliki hubungan antara satu dengan yang lainnya. b. Perubahan Definisi secara umum menurut kamus besar bahasa indonesia dapat didefinisikan sebagai suatu proses dimana terjadi perubahan struktur dan fungsi. Selain itu perubahan merupakan suatu proses dimana terjadinya peralihan atau perpindahan dari bentuk yang statis (tetap) menjadi dinamis, yang artinya proses dapat menyebabkan suatu perubahan. Jadi jika dikaitkan dengan sistem perubahan muatan, penulis dapat menarik suatu kesimpulan bahwa sistem perubahan sekumpulan objek atau benda. Dalam hal ini adalah muatan yang dapat mengalami suatu perubahan atau peralihan dari bentuk yang pertama menjadi bentuk yang selanjutnya dalam hal ini muatan LPG, dikarenakan suatu akibat tertentu.

13

c. Muatan Menurut Istopo (1995:5) Muatan adalah : 1) Muatan cair adalah muatan berbentuk cairan yang di muat secara curah dalam deep tank atau kapal tanker. 2) Muatan berbahaya adalah semua jenis muatan yang memerlukan perhatian khusus karena dapat menimbulkan bahaya ledakan. Muatan berbahaya di golongkan menjadi sembilan (9) golongan / kelas. i. Explosives Meliputi barang berbahaya atau bahan peledak yang mempunyai bahaya ledakan, misalnya amunisi dan dinamit. ii. Gasses Gas yang dimampatkan, apakah cair atau padat. Sesuai sifatnya, gas dapat bersifat meledak, terbakar, beracun, menimbulkan karat, bahan oksidasi, atau mempunyai dua sifat sekaligus. iii. Inflamable Liquids Cairan yang mudah terbakar. Bahaya utama dari benda ini dalam transportasi adalah dapat mengeluarkan uap (ada jenis dapat beracun). Uap ini dapat membentuk campuran yang dapat terbakar dengan udara, dan mengakibatkan ledakan, atau dapat menimbulkan kebakaran karena percikan api, misalnya bensin ( premium), minyak tanah (kerosin) dan lain-lain.

14

iv. Inflamable Solids Benda padat yang mudah terbakar. Beberapa jenis dari bahan ini dapat meledak kecuali di campur dengan air atau cairan lain. Bila cairannya habis maka akan menjadi berbahaya. v. Oxidising Agent Benda atau zat yang mengandung zat asam. Golongan ini dapat menimbulkan uap panas yang dapat terbakar dengan mudah atau mengeluarkan oksigen bila terbakar, jadi intensitasnya bisa semakin meninggi. vi. Poisonous Substances Benda padat yang beracun. Zat ini dapat mengakibatkan luka yang hebat bahkan kematian bila terhirup atau terkena kulit. Hampir setiap benda yang beracun akan mengeluarkan gas beracun bila terbakar. vii. Radioaktif Benda ini adalah benda yang dapat mengeluarkan radiasi yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Cara

penanganan yang hati-hati sangat diperlukan dalam mengangkut muatan ini, pengapalannya harus aman sesuai dengan standar internasional yang telah disetujui dan berlaku. viii. Corrosives Segala macam benda atau bahan yang dapat menimbulkan karat yang bersifat merusak, dapat berbentuk padat maupun cair dalam

15

bentuk aslinya, umumnya bahan ini dapat merusak kulit. Bahan dari jenis ini yang dapat menguap dengan cepat yang dapat merusak hidung atau pun mata. Ada yang dapat menimbulkan gas beracun bila tertempa suhu yang tinggi. Golongan ini sedikit banyak mempunyai daya rusak terhadap besi dan textile. ix. Miscellaneous Substances Ini merupakan jenis benda lain yang berbahaya yang tidak termasuk dari salah satu golongan di atas termasuk benda yang tidak dapat secara jelas di golongkan secara tepat ke dalam satu kelas di atas karena dapat menimbulkan bahaya khusus yang tidak dapat di samakan dengan golongan lain. Bahaya transportasi dari bahan ini sangat kecil. Jadi, dari uraian teori di atas penulis mengambil kesimpulan bahwa muatan adalah segala bentuk barang baik padat, cair maupun gas yang memiliki sifat-sifat dan karakteristik sendiri. Diangkut dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan moda transportasi baik darat, laut maupun udara. 3. Reliquefaction Plant Menurut instruction manual book for LPG RELIQUEFACTION PLANT yang diterbitkan oleh Biro Klarifikasi Jepang NKK (Nippon Kyaji Kokai : 1991, 86). LPG RELIQUEFACTION PLANT yaitu suatu mesin yang difungsikan untuk menjaga tekanan didalam tangki muatan. Yang mana nilai tekanan yang sesuai dengan suhu tangki yang diminta untuk

16

proses menjaga muatan LPG. Dimana sistem LPG RELIQUEFACTION PLANT yang terdapat di kapal penulis sudah menyesuaikan dengan suhu tangki muatan pada saat terjadinya perubahan muatan gas menjadi cair. Secara garis besar komponen penyusun LPG RELIQUEFACTION PLANT terdiri dari : 1. LPG Compressor 2. Knock-Out Drum 3. LPG Condensor / Receiver 4. Inter Cooler 5. Alarm and Safety Device Jadi analisa sistem perubahan muatan gas menjadi cair

menggunakan reliquefaction plant, yaitu : mengidentifikasi suatu perubahan yang terjadi, dalam hal ini perubahan struktur muatan LPG yang menyangkut bentuk nya. Perubahan yang terjadi yaitu dari bentuk gas menjadi cair, yang diakibatkan oleh sistem Reliquefaction plant. Proses pengidentifikasian perubahan muatan gas menjadi cair menggunakan Reliquefaction plant. Bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses kerja dari mesin Reliquefaction plant itu sendiri sehingga sistem perubahan tersebut dapat diketahui arah dan proses kerjanya. 4. LPG Carrier a. Menurut Undang-Undang RI No.21 Th 1992 tentang pelayaran Kapal adalah kendaraan air dengan bentuk dan jenis apapun yang di gerakkan dengan tenaga mekanis, tenaga angin, atau di tandu, termasuk

17

kendaraan yang berdaya dukung mekanis. Kendaraan di bawah permukaan air, serta alat apung dan bangunan terapung yang tidak berpindah-pindah. b. Menurut tim penyusun Badan Diklat Perhubungan (2000:60) Tanker LPG carrier dapat dikelompokkan dalam empat tipe yang berbeda menurut muatan yang diangkut serta kondisi pengangkutannya, yaitu: 1). Fully pressurized ships 2). Semi refrigerated/semi pressurized ships 3). Semi pressurized/fully refrigerated ships 4). Fully refrigerated LPG (Liquified Petroleum Gas) ships Kapal-kapal tipe (1), (2), dan (3), lebih cocok untuk mengangkut muatan LPG dan gas-gas kimia dalam jumlah kecil dalam trayek dekat. Sedangkan tipe (4) digunakan untuk pengangkutan LPG dan ammonia dalam jumlah besar pada trayek yang panjang. a) Fully pressurized ships Kapal-kapal tipe ini adalah yang paling sederhana dibanding dengan tipe lain dalam hal desain tangki muatannya dan peralatan penanganan muatannya serta dalam pengangkutan muatannya yakni pada suhu normal (ambient). Tangki muatan kapal ini adalah tipe C, kapal fully pressurized dapat dibuat dari bahan baja (carbon steel) dengan tekanan 17,5 bar atau setara dengan tekanan gas dari propane pada suhu 45C. Desain tekanan pada tangki kapal yang

18

lebih tinggi yang beroperasi saat ini biasanya sampai 18 bar, ada beberapa kapal dapat menerima tekanan sampai 20 bar. Kapal ini tidak memerlukan isolasi panas atau instalasi pencair

(reliquefaction plant). Karena desain tangki yang harus dapat menahan tekanan yang besar maka tangki menjadi sangat berat. Sehingga kapal tipe fully pressurized cenderung berukuran kecil dengan kapasitas maksimum muatan kurang lebih 4.000 m dan biasanya dipakai mengangkut LPG (Liquified Petroleum Gas) dan ammonia. Ballast dimuat di dalam dasar berganda (double bottom) dan di dalam top wing tanks. Tangki muatan tipe C ini tidak memerlukan secondary barrier dan hold space. b) Semi pressurized ships Kapal tipe ini sama dengan tipe fully pressurized dimana keduanya termasuk tangki tipe C, dalam hal ini tekanan tangki didisain pada tekanan 5 7 bar. Ukuran dari kapal ini sampai dengan 7.500 m dan diutamakan untuk pengangkutan LPG. Dibandingkan dengan tipe fully pressurized, kapal ini terdapat pengurangan pada ketebalan tangki muatan sehubungan dengan kekuatan dalam menahan tekanan, tetapi terdapat penambahan biaya karena ada tambahan instalasi pendingin dan isolasi panas pada tangki muatan. Tangki pada kapal ini dibuat dari baja yang dapat menahan efek suhu dingin sampai serendah -10C. Bentuk

19

dari tangki ini berupa silinder, bola, atau agak bulat. c) Semi refrigerated ships Dibangun dengan ukuran antara 1.500 s/d 30.000 m. Tipe tanker gas ini telah menjadi alat pengangkut berbagai jenis gas, dari LPG, VCM sampai propylene dan butadine dan banyak ditemui pada pelayaran pantai sekitar Mediterania dan Eropa Utara. Pada saat sekarang, tipe kapal ini adalah yang paling populer diantara kapal gas ukuran kecil. Seperti hal keduanya tipe kapal terdahulu, Kapal ini menggunakan tipe tangki muatan tipe B. Tangki muatan terbuat dari baja tahan suhu rendah yang dapat memuat muatan bersuhu rendah sampai -48C yang cocok untuk LPG dan muatan gas kimia. juga yang berbahan baja campuran khusus atau alumunium untuk dapat mengangkut ethylene pada suhu -104C. Sistem bongkar muat dari kapal ini yang fleksibel, di desain untuk dapat memuat dari atau membongkar ke tangki penampungan baik yang bertipe pressurized maupun yang refrigerated. d) Fully refrigerated LPG (Liquified Petroleum Gas) ships Fully refrigerated (FR) ships mengangkut muatannya pada tekanan atmosfer dan biasanya di desain untuk mengangkut LPG dan ammonia dalam jumlah yang besar. Tangki muatan yang digunakan oleh kapal-kapal fully refrigerated ada empat tipe yang berbeda yaitu :

20

i. ii.

Tangki independent dengan double hull. Tangki independent dengan single side shell tetapi dengan dasar berganda dan hopper tanks.

iii. iv.

Tangki integral. Tangki semi membrane dimana kedua tipe tangki

independent dengan single side shell. Desain tangkinya merupakan prismatik tipe A yang mempunyai tekanan kerja 0,7 bar. Tangki dibuat dari baja yang tahan suhu rendah yang sanggup memuat pada suhu -48C. Kapal-kapal FR (Fully Refrigerated) berukuran antara 10.000 sampai 100.000 m. Sebuah kapal pengangkut LPG tipe fully refrigerated dapat memiliki tangki hingga enam tangki muatan. Setiap tangki mempunyai wash pelate yang melintang dan sebuah sekat membujur pada centre line guna keperluan keseimbangan kapal. Tangki biasanya disokong diatas balok-balok kayu yang dipasang pada badan kapal guna meredam pemuaian dan kontraksi serta mencegah pergeseran tangki akibat pergerakan / goncangan muatan. Karena suhu pengangkutan yang sangat rendah, maka diperlukan isolasi panas dan instalasi pencair (reliquefaction plant). Tanker gas tipe fully refrigerated fleksibilitas operasionalnya sangat terbatas, namun sering terdapat tambahan pemanas muatan dan booster pumps guna memungkinkan pembongkaran ke tangki penampungan tipe pressurized. Jika menggunakan tangki muatan

21

tipe A, diperlukan secondary barrier yang lengkap. Hold space harus dalam keadaan lembam (inert) apabila mengangkut muatan yang mudah terbakar. Ballast dimuat dalam dasar berganda dan top side atau side ballast tanks jika ada.

22

A. Kerangka Pikir Penelitian

Sistem kerja reliquefaction plant Knock Out Drum 1st Stage LPG Compressor 2nd Stage

3rd Stage Valve positioner diatur hingga cairan pendingin untuk gas panas setelah 1 stage yang masuk ke dalam inter cooling dapat terpenuhi sehingga suhu gas turun.

Inter Cooler menggunakan cairan methanol Berhasil jika: Suhu gas yang keluar dari LPG comp. sudah turun. Tidak berhasil jika: Suhu gas yang keluar dari LPG comp. masih tetap tinggi. Cargo Condensor Berhasil : Gas yang keluat dari cargo condensor berbetuk liquid Tidak berhasil : Suhu gas yang keluar dari cargo condensor masih tinggi.

Pipa-pipa air laut di dalam condensor dibersihkan

Sistem reliquefaction plant bekerja optimal optimal

23

Penjelasan bagan kerangka pikir Berdasarkan kerangka pikir di atas maka penulis memberikan penjelasan mengenai analisa sistem perubahan muatan gas menjadi cair menggunakan reliqufaction plant dan masalah-masalah yang dihadapi di kapal LPG/C Maharshi Shivatreya. Di dalam kerangka pikir tersebut juga menerangkan proses berfikir penulis untuk mencari cara penyelesaian suatu pokok permasalahan penelitian berdasarkan pemahaman teori dari konsepkonsep. Dari kerangka pikir di atas dapat dijabarkan sebagai berikut : a. Dari dalam tangki, uap gas melewati knockout drum yang berfungsi untuk memisahkan antara embun dan kandungan-kandungan gas yang terdapat didalam uap tersebut. Ini difungsikan agar embun tersebut tidak ikut terkompresi didalam LPG compressor yang mana bisa mengakibatkan LPG compressor tersebut mengalami kerusakan. Untuk mengurangi kemungkinan-kemungkinan yang tidak diingikan gas engineer diharuskan untuk sesering mungkin mencerat knockout drum untuk membuang embun yang telah terkumpul didalam knocout drum. b. Keluar dari knockout drum kandungan gas yang telah dipisahkan tersebut dihisap oleh LPG compressor 1st stage untuk selanjutnya ditekan masuk dan didinginkan didalam intercooler. Intercooler didalam proses ini berfungsi sebagai pendingin awal yang menggunakan cairan methanol sebagai media pendinginnya. Didalam intercooler terdapat sebuah katup yang digunakan sebagai pengatur sedikit banyaknya cairan pendingin yang masuk kedalam intercooler. Katup tersebut lebih dikenal dengan valve

24

positioner, valve positioner sangat berpengaruh dalam pendinginan awal tersebut. Apabila cairan pendingin methanol yang dikeluarkan terlalu sedikit maka berpengaruh terhadap gas yang didinginkan yaitu suhu gas yang akan dihisap oleh tingkat kedua masih terlalu tinggi. Untuk itu pengaturan valve positioner harus dilakukan dengan sangat teliti agar suhu gas yang akan dihisap oleh tingkat kedua bisa turun. c. Setelah itu gas tersebut kembali dihisap oleh tingkat kedua dan tingkat ketiga selanjutnya gas didinginkan kembali di dalam cargo condensor sehingga bentuk gas berubah menjadi cairan. Apabila pipa-pipa didalam kondensor kotor sehingga sirkulasi air laut yang digunakan untuk mendinginkan gas tersebut menjadi berkurang karena terhalang oleh kotoran yang ada didalam pipa kondensor, maka gas bisa jadi tetap dalam keadaan bentuk gas setelah keluar dari kondensor. Maka pembersihan kondensor sebaiknya gas engineer melakukan pembersihan secara berkala sesuai dengan panduan dari manual book atau sesuai dengan perintah Chief Engineer. d. Kondensor telah berhasil mendinginkan muatan sehingga muatan tersebut keluar dari kondensor sudah dalam bentuk cairan, maka untuk selanjutnya muatan gas yang telah dicairkan tersebut didinginkan kembali didalam intercooler, pada proses pendinginan kedua didalam intercooler ini diseut juga sebagai sub-cooling yang artinya pendingan yang digunakan agar suhu yang diinginkan dapat tercapai dengan sempurna sebelum akhirnya dimasukkan kembali kedalam tangki.

25

C. Definisi Operasional Untuk memudahkan dalam pemahaman istilah-istilah yang terdapat dalam laporan penelitian terapan ini, maka penulis memberikan pengertianpengertian yang kiranya dapat membantu pemahaman dan mempermudah dalam pembahasan laporan penelitian terapan yang dikutip dari beberapa buku (pustaka) sebagai berikut:

1. Anak buah kapal Semua awak kapal kecuali Nakhoda secara administrasi tercantum dalam sijil anak buah kapal. 2. Reliquefaction Plant Adalah suatu permesinan yang digunakan untuk menjaga tekanan konstans didalam tangki pada suhu udara normal dan suhu air laut, yang bisa juga dikatakan sebagai sebuah alat yang mengubah muatan gas menjadi cair. 3. Knockout Drum Biasanya juga disebut dengan gas separator atau vapour separator adalah suatu alat yang masih berada didalam sistem Reliquefaction Plant yang berfungsi sebagai pemisah antara embun dan kandungan gas dari gas yang akan dirubah bentuknya.

26

4. LPG Condensor / Receiver Adalah suatu peralatan yang masih berada didalam sistem reliquefaction plant yang berfungsi untuk mendinginkan gas menggunakan sirkulasi air laut. Selanjutnya gas yang telah didinginkan tersebut berubah bentuk dari bentu gas menjadi cair dan ditampung didalam receiver yang masih menjadi satu bagian dari LPG condensor. 5. Intercooler Adalah suatu alat yang digunakan untuk mendinginkan muatan menggunakan media pendingin berupa cairan kimia methanol . Terjadi dua kali pendinginan yang dilakukan oleh intercooler didalam sistem. Pertama, pendinginan awal antara keluaran

(discharge) pada LPG compresor 1st stage dan sebelum masuk ke hisapan (suction) pada LPG compressor 2nd stage. Kedua,

pendinginan setelah muatan didinginkan oleh cargo condensor yang mana sering juga disebut sebagai sub-cooling . 6. Alarm and Safety Device Adalah peralatan yang digunakan guna menunjang sistem

reliqufaction plant agar bekerja secara maksimal dan apabila terjadi suatu permasalan didalam pengoperasian ataupun pada saat

reliquefaction plant bekerja gas enginee r segera dapat melakukan tindakan-tindakan yang perlu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 7. LPG Compressor (kompresor)

27

Adalah sebuah permesinan yang terdiri dari 3 tingkat tekan. Digunakan untuk menghisap gas dan diteruskan untuk didinginkan didalam kondensor. 8. Methanol Merupakan suatu cairan kimia yang berfungsi sebagai pendingin muatan didalam intercooler. 9. Valve Positioner Merupakan katup yang digunakan untuk mengatur jumlah methanol yang masuk kedalam intercooler selama proses pendinginan muatan

berlangsung. 10. Pipa-pipa Condensor Sejumlah pipa yang saling berhubungan yang menjadi tempat sirkulasi air laut. 11. Chief Engineer Seorang perwira yang bertugas menjadi penanggung jawab seluruh permesinan di atas kapal termasuk permesinan yang berada diatas deck. 12. Gas Engineer Seorang perwira mesin yang bertanggung jawab atas kinerja sistem reliquefaction plant, tetapi masih dibawah tanggung jawab chief engineer.