Você está na página 1de 2

I. A. Aplikasi Klinis Visus 1.

Miopia

APLIKASI KLINIS

Miopia (rabun jauh) merupakan salah satu gangguan penglihatan yang sering dijumpai. Kelainan ini disebabkan oleh karena adanya gangguan akomodasi mata yaitu jatuhnya fokus cahaya di depan retina. Gangguan akomodasi ini dapat terjadi karena ukuran bola mata yang terlalu panjang atau lensa yang berakomodasi terlalu kuat sehingga menyebabkan hanya sumber cahaya dekat yang dapat difokuskan ke retina, sementara sumber cahaya yang jauh difokuskan di depan retina. Orang-orang yang menderita miopia biasanya mengeluhkan pandangan menjadi kabur (mengalami penurunan visus) apabila melihat benda-benda yang jauh dan hal ini dapat diatasi dengan pemakaian kacamata berlensa sferis negatif (konkaf) yang menyebabkan divergensi berkas-berkas cahaya sebelum mencapai mata sehingga berkas-berkas cahaya tersebut dapat difokuskan ke retina (Sherwood, 2009). 2. Hipermetropi Hipermetropi (rabun dekat) adalah cacat mata yang mengakibatkan seseorang tidak dapat melihat benda pada jarak dekat. Titik dekat penderita rabun dekat akan bertambah, tidak lagi mencapai 25 cm akan tetapi mencapai jarak tertentu yang lebih jauh. Penderita rabun dekat hanya dapat melihat benda pada jarak yang jauh. Mata penderita rabun dekat disebabkan oleh keadaan fisik lensa mata yang terlalu pipih atau tidak dapat mencembung dengan optimal. Oleh sebab itu, bayangan yang dibentuk lensa mata akan jatuh di belakang retina. Rabun dekat dapat ditolong dengan menggunakan kaca mata berlensa cembung (konveks) yang berfungsi untuk mengumpulkan sinar sebelum masuk ke mata, sehingga terbentuk bayangan yang tepat jatuh di retina (Ilyas, 2009).

Ilyas, Sidarta. 2009. Ilmu Penyakit Mata. Jakarta: Balai Penerbit FKUI Sherwood, Lauralee. 2009. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Jakarta : EGC