Você está na página 1de 17

Apa itu MDGs?

Lahirnya Deklarasi Milenium pada bulan September 2000 membawa suasana kegiatan pembangunan manusia menjadi lebih fokus, semarak dan terukur dalam kerangka penuntasan persoalan kemiskinan. Tetapan indikator Millennium Development Goals (MDGs) bagi Indonesia yang ikut meratifikasinya adalah suatu komitmen untuk mencapai dan meningkatkan kesejahteraan rakyat serta memberi kontribusi kepada kesejahteraan masyarakat dunia. Dokumen penting yang sudah di buat oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) dalam bentuk Peta Jalan Percepatan Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium di Indonesia merupakan sebuah upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk mengarusutamakan MDGs ke dalam kegiatan pembangunan nasional jangka menengah dan jangka panjang. Sebagai anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (United Nations), Indonesia adalah salah satu dari 192 negara yang bersepakat untuk bersamasama berusaha mencapai 8 (delapan) goal atau obyektif pada tahun 2015 yang dikenal sebagai Millennium Development Goals (MDGs). Seperti diketahui bersama, 8 (delapan) obyektif yang dimaksud masingmasing adalah: (i) menghapuskan kemiskinan yang ekstrim dan kelaparan; (ii) memenuhi kebutuhan pendidikan dasar; (iii) mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan; (iv) mengurangi angka kematian anak; (v) meningkatan kualitas kesehatan ibu; (vi) memberantas HIV/AIDS, malaria, dan beragam penyakit lainnya; (vii) menjamin keberlanjutan lingkungan hidup; dan (viii) mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. Tujuan utama dari pencapaian kedelapan obyektif tersebut adalah untuk memperbaiki kualitas ekonomi dan sosial dari masyarakat miskin yang masih sangat banyak jumlahnya tersebar di negaranegara tersebut . Seperti diketahui bersama, tiaptiap obyektif atau goal memiliki sejumlah target dan indikator pencapaiannya masingmasing, agar dapat terukur pencapaiannya.Secara total terdapat 21 target utama yang harus dicapai, dimana masing-masing target dilengkapi dengan indikator untuk mengukurnya

MDG 1: MENANGGULANGI KEMISKINAN DAN KELAPARAN

TUJUAN 1: MENANGGULANGI KEMISKINAN DAN KELAPARAN


Upaya penanggulangan kemiskinan di Indonesia menunjukkan kemajuan yang berarti dan ini sudah sesuai dengan target MDGs yang ditunjukkan dengan menuruannya proporsi penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan nasional dari 15,10% (tahun 1990) menjadi 12,49% (tahun 2011) dan Indeks Kedalaman Kemiskinan dari 2,70 menjadi 2,08 pada periode yang sama. Laju pertumbuhan PDB per tenaga kerja meningkat dari 3,52% (tahun 1990) menjadi 5,04% (tahun 2011). Di samping itu, terjadi penurunan proporsi penduduk yang menderita kelaparan dari tahun 1989 ke tahun 2010 yang ditunjukkan dengan prevalensi balita dengan berat badan rendah dari 31,00% menjadi 17,91%, serta proporsi penduduk dengan asupan kalori kurang dari 1400kkal/kapita/hari dari 17,00% (tahun 1990) menjadi 14,65% (tahun 2011)

Indikator

Acuan Dasar

Saat Ini

Target MDGs Status 2015

Sumber

TUJUAN 1. MENANGGULANGI KEMISKINAN DAN KELAPARAN Target 1A: Menurunkan hingga setengahnya proporsi penduduk dengan tingkat pendapatan kurang dari USD 1,00 (PPP) per hari dalam kurun waktu 1990-2015 Proporsi penduduk dengan 20,60% 1.1 pendapatan kurang 5,90% (2008) (1990) dari USD 1,00 (PPP) per kapita per hari Persentase penduduk yang 1.1a hidup di bawah garis kemiskinan nasional 1.2 Indeks Kedalaman Kemiskinan

10,30%

Bank Dunia dan BPS

15,10% 12,49% (2011) (1990)

7,55%

Bank Dunia dan BPS

2,70% 2,21% (2010) Berkurang (1990) 2,08% (2011)

BPS,Susenas

Target 1B: Mewujudkan kesempatan kerja penuh dan produktif dan pekerjaan yang layak untuk semua,

termasuk perempuan dan kaum muda Laju pertumbuhan 3,52% 1.4 PDB per tenaga 2,24% (2009) (1990) kerja 5,04% (2011) Rasio kesempatan kerja terhadap 1.5 penduduk usia 15 tahun ke atas

PDB Nasional dan BPS,Sakernas

65% (1990)

62% (2009) 63,85% (2011)

BPS,Sakernas

Proporsi tenaga kerja yang berusaha sendiri 71% 1.7 dan pekerja bebas 64% (2009) Menurun (1990) keluarga terhadap 44,24% (2011) total kesempatan kerja

BPS,Sakernas

Target 1C: Menurunkan hingga setengahnya proporsi penduduk yang menderita kelaparan dalam kurun waktu 1990-2015 Prevalensi balita dengan berat 31,0% 1.8 badan 18,4%(2007)** (1989)* rendah/kekurangan 17,9%(2010)** gizi 1.8a Prevalensi balita gizi buruk 7,2% 5,4%(2007)** (1989)* 4,9% (2010)** 23,8% (1989)* 13,0% (2007)** 13,0% (2010)**

15,5%

* BPS,Susenas **Kemkes,Riskesdas 2007; 2010 (data sementara)

3,6%

Prevalensi balita 1.8b gizi kurang Proporsi penduduk dengan asupan kalori di bawah tingkat konsumsi 1.9 minimum: a. 1400 Kkal/kapita/hari b. 2000 Kkal/kapita/hari Status :

11,9%

a. 14,47% (2009) 17,00% (1990) 64,21% (1990) b. 61,86% (2009) a. 14,65% (2011) b. 60,03% (2011) Akan tercapai Perlu perhatian khusus 8,50% 35,32% BPS, Susenas

Sudah tercapai

MDG 2: MENCAPAI PENDIDIKAN DASAR UNTUK SEMUA

TUJUAN 2: MENCAPAI PENDIDIKAN DASAR UNTUK SEMUA


Upaya pencapaian pendidikan dasar untuk semua telah sejalan dengan sasaran MDGs, hal ini ditunjukkan dengan sudah diterapkannya pendidikan dasar 9 tahun di Indonesia. Pada tahun 2011, angka partisipasi murni SD telah mencapai 95,55%; proporsi murid kelas I yang berhasil mencapai kelas VI adalah 96,58%; dan angka melek huruf penduduk usia 15-24 tahun perempuan sudah mencapai 98,75% dan laki-laki mencapai 98,80%

Indikator

Acuan Dasar

Saat Ini

Target MDGs 2015

Status

Sumber

TUJUAN 2: MENCAPAI PENDIDIKAN DASAR UNTUK SEMUA Target 2A: Menjamin pada 2015 semua anakanak, lakilaki maupun perempuan di manapun dapat menyelesaikan pendidikan dasar

Angka Partisipasi 2.1 Murni (APM) sekolah dasar

95,23%

88,70%(1992)** (2009)*
95,55% (2011)*

100,00%

*Kemdiknas ** BPS, Susenas

Proporsi murid kelas 1 93,50% yang berhasil 2.2 62,00% (1990)* (2008)** 100,00% menamatkan sekolah 96,58% dasar
(2011)* 99,47% (2009) Female:

*Kemdiknas ** BPS, Susenas

Angka melek huruf 2.3 penduduk usia 1524 tahun, perempuan dan

96,60% (1990)

100,00%

BPS, Susenas

lakilaki

99,40% Male: 99,55% 98,78% (2011) Female: 98,75% Male: 98,80%

Status :

Sudah tercapai

Akan tercapai

Perlu perhatian khusus

MDG 3: MENDORONG KESETARAAN GENDER DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

TUJUAN 3: MENDORONG KESETARAAN GENDER DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN


Upaya untuk mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan sebagian besar telah mencapai sasaran MDGs tahun 2015. Pada tahun 2011, rasio APM perempuan/lakilaki di tingkat SD adalah 98.80; di tingkat SMP adalah 103,45; dan di tingkat pendidikan tinggi adalah 97,82%. Rasio melek huruf perempuan terhadap laki-laki pada kelompok usia 15-24 tahun telah mencapai 99,95% pada tahun yang sama. Sementara sasaran yang sejalan dengan target MDGs adalah untuk rasio APM perempuan/laki-laki di SMA telah mencapai 101,40 pada tahun 2011. Di bidang ketenagakerjaan, terlihat adanya peningkatan kontribusi perempuan dalam pekerjaan upahan di sektor nonpertanian, yaitu 36,67% pada tahun 2011. Di samping itu, proporsi kursi yang diduduki perempuan di DPR juga mengalami peningkatan, menjadi 18,4% pada tahun 2011.

Indikator

Acuan

Saat Ini

Target MDGs Status

Sumber

Dasar

2015

TUJUAN 3: MENDORONG KESETARAAN GENDER DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN TARGET 3A: Menghilangkan ketimpangan gender di tingkat pendidikan dasar dan lanjutan pada tahun 2005 dan disemua jenjang pendidikan tidak lebih dari tahun 2015

Rasio perempuan terhadap lakilaki 3.1 di tingkat pendidikan dasar, menengah dan tinggi Rasio APM perempuan/lakilaki di SD 100,27 (1993)
99,73% (2009) 98,80% (2011) 101,99% (2009) 103,450% (2011) 96,16% (2009) 101,40% (2011) 102,95% (2009) 97,82% (2011) 99,85% (2009) 99,95% (2011) 33,45% (2009) 36,67% (2011) 17,90% (2009) 18,40% (2011) Status : Sudah tercapai Akan tercapai Perlu perhatian khusus

100,00%

BPS, Susenas

Rasio APM perempuan/lakilaki di SMP

99,86 (1993)

100,00%

Rasio APM perempuan/lakilaki di SMA Rasio APM perempuan/lakilaki di Perguruan Tinggi Rasio melek huruf perempuan 3.1a terhadap lakilaki pada kelompok usia 1524 tahun Kontribusi perempuan dalam 3.2 pekerjaan upahan di sektor nonpertanian

93,67 (1993)

100,00%

74,06 (1993)

100,00%

98,44 (1993)

100,00%

BPS, Susenas

29,24% (1990)

Meningkat

BPS, Sakernas

Proporsi kursi yang diduduki 3.3 perempuan di DPR

12,50% (1990)

Meningkat

KPU

MDG 4: MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN ANAK

TUJUAN 4: MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN ANAK


Upaya untuk menurunkan angka kematian anak sudah sejalan dengan sasaran MDGs.Hal ini ditunjukkan dengan penurunan angka kematian balita dari 97 (tahun 1991) menjadi 44 per seribu kelahiran hidup (tahun 2007); penurunan angka kemaitan bayi dari 68 menjadi 34 perseribu kelahiran; dan neonatal dari 32 menjadi 19 per seribu kelahiran. Sedangkan proporsi anak usia 1 tahun yang diimunisasi campak meningkat dari 44,50% (tahun 1991) menjadi 87,30 perseribu (tahun 2011)

Indikator

Acuan Dasar

Saat Ini

Target MDGs 2015 Status

Sumber

TUJUAN 4: MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN ANAK Target 4A: Menurunkan Angka Kematian Balita (AKBA) hingga dua per tiga dalam kurun waktu 1990-2015

4.1

Angka Kematian Balita per 1000 97 (1991) kelahiran hidup

44 (2007)

32

BPS, SDKI 1991, 2007;

Angka Kematian Bayi (AKB) per 4.2 1000 kelahiran hidup Angka Kematian Neonatal per 4.2a 1000 kelahiran hidup Persentase anak usia 1 tahun 4.3 yang diimunisasi campak

68 (1991)

34 (2007)

23

32 (1991)

19 (2007)

Menurun

67,0% (2007)

44,5% (1991)

74,5% (2010)* 87,30% (2011)*

Meningkat

* Kemkes, Riskesdas 2010 (data sementara)

Status :

Sudah tercapai

Akan tercapai

Perlu perhatian khusus

MDG 5: MENINGKATKAN KESEHATAN IBU

TUJUAN 5: MENINGKATKAN KESEHATAN IBU


Proporsi kelahiran yang ditolong tenaga kesehatan terlatih telah berhasil ditingkatkan dari 40,70% (tahun 1992) menjadi 81,25% (tahun 2011), namun di sisi lain angka kematian ibu baru dapat ditekan dari 390 (tahun 1991) menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup (tahun 2007). Sementara itu angka pemakaian kontrasepsi bagi perempuan menikah usia 15-49 tahun dengan cara modern meningkat dari 47,10% (tahun 1991) menjadi 60,42% (tahun 2011).

Indikator

Acuan Dasar

Saat Ini

Target MDGs 2015

Status

Sumber

TUJUAN 5: MENINGKATKAN KESEHATAN IBU Target 5A: Menurunkan Angka Kematian Ibu hingga tiga per empat dalam kurun waktu 1990-2015

5.1

Angka Kematian Ibu per 100,000 kelahiran hidup

390 (1991) 228 (2007)


77,34% (2009) 81,25%

102

BPS, SDKI 1993, 2007 BPS, Susenas 1992-2009

Proporsi kelahiran yang ditolong 5.2 tenaga kesehatan terlatih

40,70% (1992)

Meningkat

(2011) Target 5B: Mewujudkan akses kesehatan reproduksi bagi semua pada tahun 2015

Angka pemakaian kontrasepsi /CPR bagi 5.3 49,7% (1991) perempuan menikah usia 15-49, semua cara Angka pemakaian kontrasepsi 5.3a (CPR) pada perempuan menikah usia 15-49 47,1% (1991)

61,4% (2007) 61,34% (2011) 57,4% (2007) 60,42%

Meningkat

BPS, SDKI 1991, 2007

Meningkat

BPS, SDKI 1991, 2007

tahun saat ini, cara modern Angka kelahiran remaja (perempuan usia 15-19 5.4 tahun) per 1000 perempuan usia 15-19 tahun Cakupan pelayanan Antenatal (sedikitnya satu 5.5 kali kunjungan dan empat kali kunjungan) - 1 kunjungan: 75,0%

(2011)

67 (1991)

35% (2007)

Menurun

BPS, SDKI 1991, 2007

93,3% 92,7% (2010) 81,5% (2007) 61,4% (2010)

Meningkat

- 4 kunjungan:

56,0% (1991)

Unmet Need (kebutuhan keluarga 5.6 berencana/KB yang tidak terpenuhi)


Status : Sudah tercapai Akan tercapai

12,70% (1991)

9,10% (2007)

Menurun

BPS, SDKI 1991, 2007

Perlu perhatian khusus

MDG 6: MEMERANGI HIV/AIDS, MALARIA DAN PENYAKIT MENULAR LAINNYA

TUJUAN 6: MEMERANGI HIV DAN AIDS,

MALARIA DAN PENYAKIT MENULAR LAINNYA


Upaya mengendalikan penyebaran, menurunkan jumlah kasus baru dan mewujudkan akses terhadap pengobatan HIV dan AIDS masih memerlukan upaya keras, inovatif, dan kreatif untuk mencapainya. Prevalensi HIV dan AIDS masih cukup tinggi yaitu 0,30% pada tahun 2011, selain itu akses terhadap ARV sudah mencapai 84,10% dari penduduk terinfeksi HIV dan AIDS lanjut. Angka kejadian Malaria menurun pesat dari 4,68 (tahun 1990) menjadi 1,75 per 1000 penduduk (tahun 2011). Sementara itu, angka kejadian Tuberkulosis sudah berhasil mencapai target MDGs 2015 pada tahun 2011 yaitu dari 343 (1990) menjadi 189 kasus per 100.000 penduduk/tahun.

Indikator

Acuan Dasar

Saat Ini

Target MDGs Status 2015

Sumber

TUJUAN 6: MEMERANGI HIV/AIDS, MALARIA DAN PENYAKIT MENULAR LAINNYA Target 6A: Mengendalikan penyebaran dan mulai menurunkan jumlah kasus baru HIV/AIDS hingga tahun 2015

6.1

Prevalensi HIV/AIDS (persen) dari total populasi Penggunaan kondom pada hubungan seks berisiko tinggi terakhir 12,8% (2002/03)

0,30% (2011)

Menurun

Estimasi Kemkes 2006 BPS, SKRRI 2002/2003 & 2007

6.2

Perempuan: 10,3% 35,0% (2011)** Laki-laki: 18,4% (2007) 14,0% (2011)**

Meningkat

6.3

Proporsi jumlah penduduk usia 15-24 tahun yang memiliki pengetahuan komprehensif tentang HIV/AIDS

11,40% (2010)

Meningkat

- Menikah

Perempuan: 9,5% Laki-laki: 14,7% (2007) Perempuan: 11,9% Laki-laki: 15,4% (2010)* Perempuan: 2,6%

Meningkat

BPS, SDKI 2007; * Kemkes, Riskesdas 2010 (data sementara)

- Belum Menikah

Meningkat

BPS, SKRRI 2007; *

Laki-laki: 1,4% (2007) Perempuan: 19,8% Laki-laki: 20,3% (2010)*

Kemkes, Riskesdas 2010 (data sementara)

Target 6B: Mewujudkan akses terhadap pengobatan HIV/AIDS bagi semua yang membutuhkan sampai dengan tahun 2010

6.5

Proporsi penduduk terinfeksi HIV lanjut yang memiliki akses pada obatobatan antiretroviral

38,4% (2009) 84,10% (2011)

Meningkat

Kemkes, 2010, per 30 November 2009

Target 6C: Mengendalikan penyebaran dan mulai menurunkan jumlah kasus baru Malaria dan penyakit utama lainnya hingga tahun 2015

6.9

Angka kejadian, prevalensi dan tingkat kematian akibat Tuberkulosis Dihentikan, mulai berkurang Laporan TB Global WHO, 2009

Angka kejadian Tuberkulosis (semua 6.9a kasus/100,000 penduduk/tahun) Tingkat prevalensi 6.9b Tuberkulosis (per 100,000 penduduk) Tingkat kematian karena 6.9c Tuberkulosis (per 100,000 penduduk) Proporsi jumlah kasus Tuberkulosis yang 6.10 terdeteksi dan diobati dalam program DOTS Proporsi jumlah kasus Tuberkulosis yang 6.10a terdeteksi dalam program DOTS 6.10b Proporsi kasus Tuberkulosis yang diobati dan

343 (1990)

228 (2009) 189 (2011)

443 (1990)

244 (2009) 289 (2011)

92 (1990)

39 (2009) 27 (2011)

20,0% (2000)*

73,1% (2009)** 83,48% (2011)**

70,0%

* Laporan TB Global WHO, 2009 ** Laporan Kemkes 2009

87,0% (2000)*

91,0% (2009)** 90,30%

85,0%

sembuh dalam program DOTS


Status : Sudah tercapai Akan tercapai

(2011)** Perlu perhatian khusus

MDG 7: MEMASTIKAN KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP


TUJUAN 7: MEMASTIKAN KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP

Sebagian besar sasaran untuk memastikan kelestarian lingkungan hidup masih memerlukan upaya keras untuk mencapainya. Rasio luas kawasan tertutup pepohonan terhadap luas daratan menurun dari 59,97% pada tahun 1990 menjadi 52,52% pada tahun 2010, sedangkan jumlah emisi CO2 meningkat dari 1.377.983 Gg CO2e (2000) menjadi 1.791.372 GgCO2e (2005). Lebih lanjut, proporsi rumah tangga dengan akses berkelanjutan terhadap sumber air minum layak meningkat dari 37,73% (1993) menjadi 42,76% (2011), sedangkan untuk fasilitasi sanitasi dasar layak dari 24,81% (1993) menjadi 55,60% (2011).

Indikator

Acuan Dasar

Saat Ini

Target MDGs Status 2015

Sumber

7: MEMASTIKAN KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP TARGET 7A: Memadukan prinsip-prinsip pembangunan yang berkesinambungan dengan kebijakan dan program nasional serta mengembalikan sumberdaya lingkungan yang hilang

Rasio luas kawasan tertutup pepohonan berdasarkan hasil 7.1 pemotretan citra satelit dan survei foto udara terhadap luas daratan

59,97% (1990)

52,43% (2008) 52,52% (2010)

Meningkat

Kemenhut

Jumlah emisi karbon 7.2 dioksida (CO2)

1.416.074 Gg CO2e (2000)

1.711.626 Gg CO2e (2008)

Berkurang 26% pada 2020

Kementerian Lingkungan Hidup Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

7.2a

Jumlah konsumsi energi primer (per kapita)

2,64 BOE (1991)

4,3 BOE (2008) 4,95 BOE (2010)

Menurun

7.2b Intensitas Energi

5,28 SBM/ USD 1,000 (1990)

2,1 SBM/ USD 1,000 (2008) 4,61 SBM/ USD 1,000 (2010) 1,6 (2008) 1,6 (2010)

Menurun

7.2c Elastisitas Energi 7.2d Bauran energi untuk energi terbarukan

0,98 (1991) 3,5% (2000)

Menurun -

3,45% (2008) 5,00% (2010) 0 CFCs (2009)

0 CFCs, Halon, Jumlah konsumsi bahan 8.332,7 CTC, TCA, metil 7.3 perusak ozon (BPO) dalam metric metrik ton tons (1992) bromida 6.689,21 metrik ton HCFC (2010)

0 CFCs dengan mengurangi HCFCs

Kementerian Lingkungan Hidup

Proporsi tangkapan ikan yang berada dalam 7.4 batasan biologis yang aman

66,08% (1998)

91,83% (2008) 96,86% (2011)

tidak melebihi batas

Kementerian Kelautan & Perikanan

Rasio luas kawasan lindung untuk menjaga 26,40% 7.5 kelestarian (1990) keanekaragaman hayati terhadap total luas

26,40% (2008) 27,54% (2010)

Meningkat

Kementerian Kehutanan

kawasan hutan * Kementerian Kahutanan ** Kementerian Kelautan & Perikanan

Rasio kawasan lindung 7.6 perairan terhadap total luas perairan teritorial

0,14% (1990)*

4,35% (2009)** 4,97% (2011)**

Meningkat

TARGET 7C: Menurunkan hingga setengahnya proporsi rumah tangga tanpa akses berkelanjutan terhadap air minum layak dan sanitasi layak hingga tahun 2015

Proporsi rumah tangga dengan akses 7.8 berkelanjutan terhadap air minum layak, perkotaan dan perdesaan 7.8a Perkotaan

37,73% (1993)

47,71% (2009) 42,76% (2011)

68,87%

BPS, Susenas

50,58% (1993) 31,61% (1993)

49,82% (2009) 40,52% (2011) 45,72% (2009) 44,96% (2011)

75,29%

7.8b Perdesaan Proporsi rumah tangga dengan akses 7.9 berkelanjutan terhadap sanitasi layak, perkotaan dan perdesaan 7.9a Perkotaan

65,81%

24,81% (1993)

51, 19% (2009) 55,60% (2011)

62,41%

53,64% (1993) 11,10% (1993)

69,51% (2009) 72,54% (2011) 33,96% (2009) 38,97% (2011)

76,82%

7.9b Perdesaan

55,55%

Target 7D:Mencapai peningkatan yang signifikan dalam kehidupan penduduk miskin di permukiman kumuh (minimal 100 juta) pada tahun 2020

7.10

Proporsi rumah tangga kumuh perkotaan


Sudah tercapai

20,75% (1993)
Akan tercapai

12,12% (2009) 12,57% (2011)

6% (2020)

BPS, Susenas

Status :

Perlu perhatian khusus

MDG 8: MEMBANGUN KEMITRAAN GLOBAL UNTUK PEMBANGUNAN


TUJUAN 8: MEMBANGUN KEMITRAAN GLOBAL UNTUK PEMBANGUNAN
Sistem keuangan dan perdagangan Indonesia kini semakin terbuka, berbasis peraturan, dapat diprediksi dan tidak diskriminatif. Hal ini diukur dari indikator keterbukaan ekonomi yang ditunjukkan dengan peningkatan rasio ekspor dan impor terhadap PDB dari 41,60% tahun 1990 menjadi 45,00% tahun 2011. Sedangkan rasio pinjaman luar negeri terhadap PDB menurun dari 24,59% pada tahun 1996 menjadi 8,28% pada tahun 2011. Proporsi penduduk yang memiliki telepon seluler meningkat dari 14,79% pada tahun 2004 menjadi 103,90% pada tahun 2010. Namun pada tahun 2011 proporsi rumah tangga dengan akses internet baru mencapai 26,21% dan proporsi rumah tangga yang memiliki komputer pribadi baru mencapai 12,30% pada tahun 2011.

Indikator

Acuan Dasar

Saat Ini

Target Status MDGs 2015

Sumber

TUJUAN 8: MENGEMBANGKAN KEMITRAAN GLOBAL UNTUK PEMBANGUNAN Target 8A: Mengembangan sistem keuangan dan perdagangan yang terbuka, berbasis peraturan, dapat diprediksi dan tidak diskriminatif

Rasio Ekspor + Impor terhadap PDB 8.6a 41,60% (1990) (indikator keterbukaan ekonomi) 8.6b Rasio pinjaman

39,50% (2009) Meningkat 45,00% (2011)

BPS & Bank Dunia

45,80% (2000) 72,80% Meningkat


(2009)

Laporan Perekonomian BI 2008, 2009

terhadap simpanan di bank umum Rasio pinjaman 8.6c terhadap simpanan di BPR

78,80% (2010)

109,00%

101,30%(2003) (2009) Meningkat


107,60% (2011)

Laporan Perekonomian BI 2008, 2009

Target 8D: Menangani utang negara berkembang melalui upaya nasional maupun internasional untuk dapat mengelola utang dalam jangka panjang

Rasio 10,89% pinjaman luar 8.12 24,59% (1996) (2009) Berkurang negeri 8,28% terhadap PDB
(2011)

Kementerian Keuangan

Rasio pembayaran pokok utang dan bunga utang luar 8.12a negeri terhadap penerimaan hasil ekspor (DSR)

22,00%

51,00% (1996) (2009) Berkurang


21,10% (2011)**

Laporan Tahunan BI 2009

Target 8F: Bekerja sama dengan swasta dalam memanfaatkan teknologi baru, terutama teknologi informasi dan komunikasi

Proporsi penduduk yang memiliki jaringan PSTN 8.14 (kepadatan fasilitas telepon per jumlah penduduk)

3,65%

4,02% (2004)

(2009) Meningkat 3,60% (2010)

Kemkominfo, 2010

Proporsi 82,41% 8.15 penduduk 14,79% (2004) (2009) 100,00% yang memiliki 103,90% telepon (2010)

Kemkominfo, 2010

seluler Proporsi rumah tangga 8.16 dengan akses internet Proporsi rumah tangga 8.16a yang memiliki komputer pribadi
Status : Sudah tercapai 11,51% (2009) 26,21% (2011) 8,32% (2009) Meningkat 12,30% (2011) Akan tercapai Perlu perhatian khusus

50,00%

BPS, Susenas 2009

BPS, Susenas 2009

MDGs