MAKALAH LICHENES (LUMUT KERAK) BAB I PENDAHULUAN

1.

Latar Belakang

Lichen sebagai tumbuhan pioneer memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan. Jenis ini menjadi tumbuhan perintis pada daerah-daerah yang keras dan kering sehingga pada akhirnya dapat mendukung pertumbuhan organisme lainnya. Saat ini Lichen telah banyak dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat, beberapa jenis Asolichen telah dimanfaatkan dan dapat pula dikonsumsi, oleh karena itu perlu dijelaskan mengenai Lichen tersebut khusunya pada pemanfaatan Lichen bagi kehidupan. Simbiosis mutualisme adalah hubungan antar organisme yang saling menguntungkan. Jamur pada lumut kerak berfungsi sebagai pelindung dan penyerap air serta mineral. Ganggang yang hidup di antara miselium jamur berfungsi menyediakan makan melalui fotosintesis. Lumut kerak adalah organisme hasil simbiosis mutualisme. Jamur pada lumut kerak tidak dapat hidup sendiri di alam. Lumut kerak mampu hidup subur pada suhu dan kelembaban yang ekstrim seperti gurun dan kutub. Populasinya tersebar luas di seluruh dunia dan tumbuh di Indonesia lebih dari 1000 species yang diketahui dari – 2500 species yang ada. Lumut adalah organisme komposit terdiri dari simbiosis asosiasi dari jamur (mycobiont itu) dengan fotosintesis mitra (yang photobiont atau phycobiont), biasanya baik ganggang hijau (umumnya Trebouxia sp) atau cyanobacterium (umumnya Nostoc). Lumut terjadi di beberapa lingkungan yang paling ekstrim di Bumi- tundra Arktik, padang pasir panas, pantai berbatu dan tumpukan terak beracun. Namun, mereka juga berlimpah sebagai epifit pada daun dan cabang di hutan hujan dan hutan subtropis, pada batu telanjang, termasuk dinding, batu nisan dan pada permukaan tanah yang terbuka (misalnya Collema ) dinyatakan habitat mesic. Lumut yang luas dan dapat berumur panjang. Namun, banyak spesies juga rentan terhadap gangguan lingkungan, dan mungkin berguna untuk ilmuwan dalam menilai efek dari polusi udara, penipisan ozon, dan kontaminasi logam. Lumut juga telah digunakan dalam pembuatan pewarna dan parfum, serta obat-obatan tradisional. Tubuh (talus) dari lumut yang paling cukup berbeda dengan baik jamur atau alga tumbuh secara terpisah, dan menyolok mungkin menyerupai tanaman sederhana Lichenes merupakan organisme yang sangat kuat untuk bertahan hidup, namun organisme ini sangat sensitif terhadap polutan udara sulfur oksida (Jenifer et al, 1996). 1. Rumusan Masalah

Dari penjelasan diatas, maka dapat dirumuskan sebagai berikut 1. Bagaimana morfologi/ciri-ciri dan bagian-bagian dari Lichenes?

Bagaimanakah klasifikasi dari Lichenes? Bagaimana perkembangbiakan Lichenes? Apakah manfaat/peranan Lichenes? 1. kuning. Tumbuhan ini tergolong tumbuhan perintis yang ikut berperan dalam pembentukan tanah. Mengetahui dan memahami tentang Ciri dan peranan Lichenes sebagai indikator pencemaran udara. 3. Tumbuhan ini memiliki warna yang bervariasi seperti putih. Lichenes yang hidup pada batuan dapat menjadi kering karena teriknya matahari. merah dan hitam. Lumut ini hidup secara epifit pada pohon-pohonan. Senyawa tersebut berguna untuk mengontrol sinar terik matahari. dan jika turun hujan bisa hidup kembali. Dalam hidupnya lichenes tidak memerlukan syarat hidup yang tinggi dan tahan terhadap kekurangan air dalam jangka waktu yang lama. Pengertian Lichenes (lumut kerak) merupakan gabungan antara fungi dan alga sehingga secara morfologi dan fisiologi merupakan satu kesatuan. di atas batu cadas. dll. Untuk menyelesaikan tugas dalam matakuliah Botani Tingkat Rendah yang ditugaskan oleh dosen pembimbing 3. Diantaranya berbagai jenis pigmen dan antibiotik yang juga membuat lichenes ini sangat berguna bagi manusia pada masyarakat tradisional. oranye.2. Lichenes menghasilkan lebih dari 500 senyawa biokimia yang unik untuk dapat beradaptasi pada habitat yang ekstrim. Tujuan Adapun tujuan disusunnya makalah ini ialah sebagai berikut: 2. di tepi pantai atau gunung-gunung yang tinggi. membunuh mikroba dan mengurangi kompetisi dengan tumbuhan. 4. mengusir/menolak (repellen) herbivora. di atas tanah terutama di daerah sekitar kutub utara. coklat. tetapi tumbuhan ini tidak mati. BAB II PEMBAHASAN 1. Tumbuhan ini bersifat endolitik karena dapat masuk pada bagian pinggir batu. hijau keabu-abuan. .

Masing-masing organisme itu sendiri disebut simbion. kadang-kadang juga ganggang hijau 9chlorophyceae) misalnya Cystococcus dan Trentepohlia. Dalam kultur murni cendawan itu memperlihatkan susunan morfologi menurut jenisnya. masing-masing dapat dipiara dengan mudah pada medium buatan. tetapi bentuk thalus seperti Lichenes baru terjadi. Para ahli mengemukakan berbagai pendapat mengenai pengelompokan atau klasifikasi lichenes dalam dunia tumbuhan. Lain ganggang akan menghasilkan lain Lichenes. Algae yang ikut menyusun tubuh Lichenes disebut gonidium. Jadi daya untuk hidup sendiri telah hilang. Dalam pembicaraan sehari-hari simbiosis itui sering diartikan sebagai hidup bersama dengan keuntungan bagi kedua simbion. Pada umumnya Lichenes pada medium buatan tidak memperlihatkan pertumbuhan yang kuat. Hidup bersama antara dua organisme yang berlainan jenis umumnya disebut simbiosis. dalam satu tahun jarang lebih dari 1 cm. Jadi bentuk lichenes bergantung pada macam cara hidup bersama antara kedua macam organisme yang menyusunnya. Untuk memelihara Lichenes pada medium buatan dijimpai bamnyak kesukaran. Ada yang berpendapat bahwa lichenes dimasukkan ke dalam kelompok yang tidak terpisah dari jamur. Alasan dari pendapat yang kedua ini adalah karena jamur yang membangun tubuh lichenes tidak akan membentuk tubuh lichenes tanpa alga. Tumbuhan ini tergolong dalam tumbuhan perintis yang ikut berperan dalam pembentukan tanah. yang dapat berupa alga hijau (biasanya Trebouxia) atau sianobakteri (biasanyaNostoc). yang seharusnya dinamakan mutualisme. dapat bersel tunggal atau berkoloni. Pertumbuhan thalusnya sangat lambat. Kerja sama ini demikian eratnya sehingga morfologinya pun berbeda dari komponen simbiotiknya. tubuh buah baru terbentuk setelah mengadakan pertumbuhan vegetatif bertahun-tahun. Ganggang memberikan hasil-hasil fotosintesis terutama yang berupa karbohidrat kepada cendawan. hanya kadang-kadang Pyrenomycetales. Organisme ini sebenarnya kumpulan antara Fungi dan Algae. tapi kebanyakan ahli berpedapat bahwa lichenes perlu dipisahkan dari fungi atau menjadi golongan tersendiri. tetapi sedemikian rupa.Alga dan jamur bersimbiosis membentuk lichenes baru jika bertemu jenis yang tepat. Kebanyakan cendawan yang ikut menyusun Lichenes tergolong ke dalam Ascomycetes terutama Discomycetales. Tetapi jika cendawan dan ganggangnya dipisahkan. Hal lain didukung oleh karena adanya zat-zat hasil metabolisme yang tidak ditemui pada alga dan jamur yang hidup terpisah. sehingga cendawan itu dalam jarang sekali ditemukan dalam keadaan hidup bebas. Pada lichenes simbiosis antara fungi dan algae diberikan tafsiran yang berbeda-beda. hingga dari segi morfologi dan fisiologi merupakan suatu kesatuan. Dapat juga hubungan antara . Ada yang menafsirkan sebagai mutualisme. jika bertemu dengan jenis ganggang yang tepat. Kebanyakan gonidium adalah ganggang biru (Cyanophyceae) antara lain Chroococcus dab Nostoc. Lumut kerak (atau Lichenes dalam istilah ilmiah) adalah suatu organisme majemuk yang merupakan suatu bentuk simbiosis erat dari fungus(sebagai mycobiont) dengan mitra fotosintetik (photobiont). Kebanyakan cendawan-cendawan tertentu bersimbiosis dengan ganggang tertentru pula. karena dipandang kedua-duanya dapat memperoleh keuntungan dari hidup bersama itu. Pada beberapa kasus bahkan masing-masing komponen akan mengalami kesulitan hidup apabila ditumbuhkan terpisah. Dengan demikian. oleh karenanya disebut bersifat endolitik. dan sebaliknya cendawan memberikan air dan garam-garam kepada ganggang. Beberapa jenis dapat masuk pada bagian pinggir batu-batu. Mungkin juga Basidiomycetes mengambil bagian dalam pembentukan Lichenes.

hubungan mana menyerupai hunbungan seorang majikan dengan budaknya (heloot).pembiakan berlangsung dengan perantaraan soredium. Ciri-ciri umum Lichenes memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut: .ganggang dan jamur itu dianggap sebagai suatu helotisme. Keuntungan yang timbal balik itu hanya sementara. Adapula yang miselium cendawan hanya msuk kedalam selaput lender sel-sel ganggang. Dalam lapisan ini dekat dengan permukaan sel-sel ganggang. Pembagian ini sama sekali tidak menunjukkan hubungan filogenetik antara anggota-anggota yang tergolong di dalamnya. cendawan akhirnya dapat membentuk tubuh buah yang menurut jenis cendawan dapat berupa apotesium atau peritesium. Lichenes dengan talus berbentuk lembaran-lembaran Lichenes dengan talus berbentuk semak-semak Pada tipe Lichen dengan talus lembaran. Dengan robeknya dinding talus soredium tersebar seperti debu yang ditiup angin. yaitu pada permulaan saja. di tempat yang baru jika menjumpai jenis ganggang yang tepat. sedang yang kedua mempunyai ujung talus yang bebas dalam udara. Kebanyakan Lichexnes berkembang biak vegetatif. Kulit luarnya terdiri atas mislelium cendawan lagi yang teranyam sebagai plektenkim dengan rapat. Benda-benda tersebut pada tempat lain dapat tumbuh menjadi Lichenes baru. Dalam hal ini hidup bersama antara cendawan dan ganggang pada Lichenes dinamakan helotisme. a). bergerombol yang merupakan lapisan yang dinamakan lapisan gonidium. Seringkali soredium itu tetjadi dalam talus pada tempat-tempat yang mempunyai batas yang jelas yang dinamakan soralum. Menurut habitusnya kita membedakan Lichenes yang talusnya menyerupai lembaran-lembaran. Ganggang tetap hidup. tetapi tidak dapat membiak dengan sel-sel lembaganya sendiri. tetapi akhirnya ganggan diperalat oleh cendawan. Pada bebarapa jenis Lichenes. Lichen dibagi menjadi dua yaitu : 1. yaitu kelompok kecil sel-sel ganggang yang sedang membelah dan diselubungi benang-benang miselium menjadi suatu badan yang dapat terlepas dari indukknya. Dalam hal tersebut bentuk ganggang menentukan bentuk Lichenes. Spora yang dilepaskan . bahkan ada yang memasukkan haustorium ke dalam sel-sel ganggang. 2. Mengenai hal tersebut memang masih belum tercapai persesuaian paham. talus seluruhnya melekat dengan sisi bawahnya pada alas sedangkan tipe Lichen dengan talus berbentuk semak-semak.Menurut habitusnya. Pada talus Lichenes. Pada penampang melintang talus lichenes tampak hifa cendawan sering kali membalut selsel ganggang. Yang pertama biasanya melekat dengan benang-benang menyerupai rizoid pada substratnya dengan seluruh sisi bawah talus. . Karakteristik Lichenes 1. karena bila sebagian talus terpisah lalu tumbuh menjadi individu baru. dan seperti semak. yang sama dengan jenis ganggang pada talus indukknya. hanya pangkal talus saja yang melekat pada alas dan ujungnya tetap bebas dan bercabang-cabang seperti batang Cormophyta. Pada umumnya miselium cendawan jauh lebih banyak bagian dalam takus terdiri atas anyaman hiva yang renggang dan merupakan lapisan teras(lapisan empulur).

seperti batu gundul. sehingga bentuk algae menentukan bentuk Lichenesnya. disebut endolitik. menghasilkan bahan kimia yang larut ke dalam tanah dan menghambat perkecambahan benih tanaman dan pertumbuhan tanaman muda. dan berbagai struktur buatan seperti dinding. tanah atau pasir steril. Algae tetap hidup tetapi tidak dapat membiak dengan sel-sel lembaganya sendiri.1. Komponen cendawannya sering dapat membentuk spora dan hanya membentuk lichenes jika jatuh dekat algae yang merupakan simbionnya. kelihatan hifa cendawan membalut sel-sel algae. Syarat hidupnya tidak sulit dan taha terhadap kekurangan air dalam waktu yang lama. mereka tidak mengkonsumsi bagian dari tanaman atau racun itu. bahkan ada yang memasukkan haustorium ke dalam sel-sel algae. Stabilitas dari mereka substrat merupakan faktor utama dari habitat lumut. dan jika kemudian turun hujan. lumut tidak parasit . Banyak lumut juga tumbuh sebagai epifit (epi – pada permukaan. terutama pada batang dan cabang-cabang pohon. lumut seringkali merupakan bagian penting dari stabilisasi tanah. Sedangkan ujung semak menyerupai ujung talus yang bebas dalam udara. 8. tetapi banyak orang lain tumbuh di tanah dan pasir (gambar 2). seperti anggota subgenus Cladina (lumut rusa). Dalam kasus ini yang terakhir. Pertumbuhaan talus sangat lambat. Lichenes dibagi menjadi 2 kelas. Bagian dalam talus terdiri dari anyaman hifa yang renggang dan merupakan lapisan teras / empulus. biasanya melekatF dengan benang-benang yang menyerupai rizoid. 6. dalam beberapa ekosistem gurun. . vaskuler (lebih tinggi) tanaman benih tidak bisa menjadi didirikan kecuali di tempat-tempat di mana kerak lumut menstabilkan pasir dan membantu mempertahankan air. memang. phyte – tanaman) pada tanaman lain. 3. Pada Penampang melintang talus Lichenes. Tubuh buah baru terbentuk setelah mengadakan pertumbuhan vegetative bertahun-tahun. Lichenes dapat hidup kembali 7. Ada pula yang miselium cendawannya hanya masuk ke dalam selaput landersel-sel algae. Kebanyakan lumut tumbuh di permukaan batu stabil atau kulit pohon tua. yaitu Ascomychenes dan Basidiolichenes. Lichenes hidup sebagai epifit pada pohon-pohonan. 9. digolongkan sebagai tumbuhan perintis yang ikut berperan dalam pembentukan tanah. terutama di daerah tundra. Kulit luarnya terdiri atas miselium cendawan yang teranyam sebagai plektenkim yang rapat. sehingga mereka dapat tumbuh di lokasi yang mustahil bagi kebanyakan tanaman. bagaimanapun. Dalam lapisan ini sel-sel algae bergerombol membentuk lapisan gonidium. tetapi dapat juga di atas tanah. atap dan monumen. 4.Dapat menjadi kering akibat terik matahari tetapi tidak mati. Menurut cendawan penyusunnya. Beberapa jenis dapat masuk pada pinggir batuan. Bagi lichenes yang talusnya menyerupai lembaran. Ketika tumbuh pada tanaman lain. Lumut tidak memiliki akar dan tidak perlu air setiap saat seperti tumbuhan tinggi besar. 2. Kebanykan Lichenes bereproduksi dengan perantaan soredium. 5. Beberapa yang tinggal di tanah lumut.

Jika segera mendapat air maka tubuh tumbuhan yang telah kering tersebut mulai menunjukkan aktivitasnya kembali. Bagian ini tebal dan berguna . Beberapa lumut memiliki aspek daun (lumut foliose). Squamulose lumut pada Cladonia carneola 2. dan ada lumut gelatin seperti genus Collema. Sel ini saling mengisi dengan material yang berupa gelatin. Foliose (bentuk daun) Thallusnya berbentuk lembaran dan mudah dipisahkan dari substratnya. Membentuk bercak pada batu. Jenis ini tumbuh dengan garis tengah mencapai 15-40 cm Crustose. yang terdapat disela-sela jalinan hifa. dinding dan kulit kayu pohon tropika. badan buah yang baru akan tumbuh setelah Lichen mengadakan pertumbuhan vegetatif selama bertahun-tahun. kemudian diamati di bawah mikroskop. Berupa jalinan yang padat disebut pseudoparenchyma dari hifa jamurnya. Jenis-jenis Lichen yang hidup pada bebatuan pada musim kering berkerut sampai terlepas alasnya tetapi organisme tersebut tidak mati dan hanya berada dalam hidup laten dormancy. Apabila kita sayat tipis tubuh lumut kerak. Lapisan Luar (korteks) Lapisan ini tersusun atas sel-sel jamur yang rapat dan kuat. Fruticose Thallus tegak mirip perdu. menjaga agar lumut kerak tetap dapat tumbuh. 1.Hutan Dengan Tanah Lichen-Cover Habitat Lichenes tersebut memulai pembentukan tanah dengan melapukkan pohon dan batu-batuan serta dalam proses terjadinya tanah. Tumbuh menempel pada substrat oleh satu atau lebih akar. Pertumbuhan talusnya sangat lambat. Tumbuh pada kulit kayu pohon dan perdu. yang dikenal sebagai: 1. yang lain menutupi substrat seperti kerak (lichen crustose). berbentuk seperti coret-coret kecil dan pada batang kayu yang sudah mati. Bentuknya datar seperti kerak. Lumut Kerak Berfilamen Lumut ini tampak seperti kapas wol. Anatomi lumut kerak Struktur morfologi dalam (anatomi) diwakili oleh jenis foliose. Pertumbuhan lumut kerak memperlihatkan beberapa macam bentuk morfologi yang berbeda. berwarna jingga kekuningan atau hijau cerah. Ukuran tubbuhnya dalam satu tahun tidak mencapai 1 cm. 3. lobus ini disebut squamulus yang biasanya berukuran kecil dan saling bertindih dansering memiliki struktur tubuh buah yang disebut podetia. karena jenis ini mempunyai empat bagian tubuh yang dapat diamati secara jelas yaitu: 1. Beberapa jenis dari lumut ini mempunyai kandungan antibiotik dan anti kanker. Lichenes sangat tahan terhadap kekeringan. Permukaan bawah melekat pada substrat dan permukaan atas merupakan tempat fotosintesis. Squamulose Lichen ini memiliki lobus-lobus seperti sisik. maka akan terlihat adanya jalinan hifa/misellium jamur yang teratur dan dilapisan permukaan terdapat kelompok alga bersel satu. yang lain seperti genus Ramalina mengadopsi bentuk semak (lumut fruticose). Tumbuh pada batu.

Pada kelompok lumut kerak berdaun (foliose) dan perdu (fruticose) memiliki korteks bawah yang susunannya sama dengan korteks atas.5 – 3 m ìkulit luar. 2. Struktur tubuh lichenes secara vegetatif terdiri dari: 5.03 m. Lapisan Empulur Tersusun atas sel-sel jamur yang tidak rapat. terlihat lapisan hijau sel-sel alga dan rhizines coklat bercabang pada bagian bawah.Rivularia dan Chrorella. bercabang seperti jari tangan dan terdapat pada dan tingginya antara 0. Dari potongan melintang Physcia sp. Lapisan thallus untuk tempat fotosintesa disebut lapisan gonidial sebagai organ reproduksi. Bagian ini terdiri dari jalinan hifa yang longgar.untuk perlindungan. Dengan demikian lapisan tadi membentuk suatu untaian hubungan antara dua pembuluh. berfungsi untuk menyimpan persediaan air dan tempat terjadinya perkembangbiakan. tetapi dianggap sebagai faktor genetika. Terdiri dari lapisan hifa yang berjalinan membentuk suatu bagian tengah yang luas dan longgar. merupakan lapisan biru atau biru hijau yang terletak di bawah korteks atas.01 – 0. Soredia Soredia terdapat pada bagian medulla yang keluar melalui celah kulit sehingga soredia dapat dilihat dengan mudah. tetapi menghasilkan sel-sel tertentu untuk menempel pada substirat atau dikenal sebagai rizoid. Lapisan Gonidium Merupakan lapisan yang mengandung ganggang yang menghasilkan makanan dengan berfotosintesis. Diantara hifa-hifa itu terdapat sel-sel hijau. Hifa jamur pada bagian ini tersebar ke segala arah dan biasanya mempunyai dinding yang tebal. Diamaternya 0. Pembiakan berlangsung dengan perantaraan soredia yag diterbangkan angin dan akan tumbuh pada kondisi yang sesuai menjadi tumbuhan licenes yang baru. Nostoc. Bagian tengah yang berwarna putih terdiri dari sel-sel jaringan jamur yang disebut medulla. Struktur pipih pada bagian atas dan kanan disebut apothecia dan lapisan coklat di atasnya disusun oleh asci. Hifa pada bagian yang lebih dalam lagi tersebar di sepanjang sumbu yang tebal pada bagian atas dan tipis pada bagian ujungnya. Dan bagian ini digantikan oleh lembaran tipis yang terdiri dari hypothallus yang fungsinya sebagai proteksi. 4. Soredia ini terdapat di dalam soralum. Soredia itu sendiri merupakan kelompok kecil sel-sel gangang yang sedang membelah dan diselubungi benang-benang miselium menjadi satu badan yang dapat terlepas dari induknya. maka dalam media perkembangbiakan. Korteks bawah ini sering berupa sebuah akar (rhizines) . 1. . 3. Daerah alga. Berdasarkan kemampuannya bergabung dengan thallus. Sebanyak 25 – 30 % dari spesies foliose dan fructicose mempunyai isidia. Proses pembentukan isidia belum diketahui. Isidia Isdia berbentuk silinder. isidia akan menambah luas permukaan luarnya. Korteks bawah Lapisan ini terdiri dari struktur hifa yang sangat padat dan membentang secara vertikal terhadap permukaan thallus atau sejajar dengan kulit bagian luar. yaitu bagian dari ascomycete yang megandung spora jamur. yaitu Gleocapsa.Ada beberapa jenis lichenes tidak mempunyai korteks bawah.

Cyphellae dan Pseudocyphellae Cypellae berbentuk rongga bulat yang agak besar serta terdapat pada korteks bawah dan hanya dijumpai pada genus Sticta. Struktur sel Di dalam sel lichenes terdapat sel-sel alga yang berperan dalam pembentukan makanan karena dapat melakukan fotosintesis. vegetative. Cephalodia merupakan pertumbuhan lanjutan dari thallus yang terdiri dari alga-alga yangg berbeda dari inangnya. menyerupai untaian karbon dari hifa yang muncul di sepanjang sisi kulit. Reproduksi secara aseksula umunya dilakukan oleh tipe Fructiose Lichen. Cetralia. Sebagian talus memisahkan diri yang kemudian akan berkembang menjadi individu baru. Cilia berhubungan dengan rhizines dan hanya berbeda pada cara tumbuh saja. Tubuh talus Lichen sangat berbeda dari Fungi dan Alga lainnya. Parmelia dan Pasudocyphellaria. Jenis ini mampu menyediakan nitrogen thallus seperti Peltigera. Sebagian besar fragmentasi tersebut dilakukan saat musim kering atau saat talus pada Lichen mengalami kekeringan dan memulai pertumbuhannya ketika mulai terdapat embun. Untuk bagian-bagian lainnya sama seperti pada jamur karena lichenes merupakan penyusun utama tubuh lichenes. 1. 5. Pada jenis peltigera aphthosa. Cephalodia. Rongga ini berfungsi sebagai alat pernafasan atau pertukaran udara. Parmelia dan Peltigera. Fructiose Lichen dapat dengan mudah melakukan fragmentasi. Reproduksinya dapat melalui aseksual. Jenis ini merupakan tumbuhan dengan bentuk dan pertumbuhan yang sederhana. 3. Neproma.Stereocaulon. Cilia Cilia berbentuk seperti rambut. Biasanya muncul pada lapisan bawah seperti pada Collemataceae. Lobula Lobula merupakan pertumbuhan lanjutan dari tahlus lichenes yang sering dihasilkan di sepanjang batas sisi kulit luar. cephalodia mulai muncul ketika Nostoc jatuh pada permukaan thallus dan terjaring oleh hifa cephalodia yang berisikan Nostoc biru kehijauan. Ada dua jenis rhizines yaitu bercabang seperti pada Ctraria. Tomentum Tomentum memiliki kepadatan yang kurang dari rhizines dan merupakan lembaran serat dari rangkaian akar atau untaian yang renggang. Lobula ini dapat berkembang dengan baik pada jenis foliose. Peltigeraceae dan Stictaceae. Lichen yang berkembang biak dengan cara vegetatif yaitu sebagai berikut : 1. Pseudocyphellae dan mempunyai ukuran yang lebih kecil dari cyphellae yaitu sekittar 1 m terdapat pada korteks bawah spesies Cetraria. Lecanora. Lobula sangat sukar dibedakan dengan isidia. Rhizines Rhizines merupakan untaian yang menyatu dari hifa yang berwarna kehitam-hitaman yang muncul dari kulit bagian bawah (korteks bawah) dan mengikat thallus ke bagian dalam.1. 2. Lecidea dan beberapa jenis crustose lain. 4. Physcia dan Parmelia dan yang tidak bercanag terdapat pada Anaptycis dan beberapa Parmelia. dan seksual. Genus Anaptycia. .

Sel-sel alga tidak dapat melakukan perkembangbiakan dengan meninggalkan induknya. (Eichorn. maka propagul soredia harus berisi baik photobiont dan mycobiont tersebut. Perkembangbiakan melalui soredia. Perkembangbiakan dengan spora Fungi yang hanya menghasilkan Lichenes baru jika Fungi tersebut dapat menemukan partner alga yang cocok. Struktur ini juga terdiri dari hifa jamur melilit cyanobacteria. Soredia ini sering terbentuk dalam bagian khusus dari talus yang mempunyai batas-batas yang jelas yaitu sorala. yaitu vegetatif dan generatif. Reproduksi generative Soredium adalah Sekelompok jalinan hifa yang menyelubungi sel-sel alga. Reproduksi Genetatif Reproduksi Generatif spora yang dihasilkan oleh askokarp atau basidiokarp. Perkembangbiakan secara seksual umunya terjadi pada Basidiolichen. 3. lumut memiliki isidia. Soredia adalah kelompok sel-sel ganggang yang sedang membelah diselubungi oleh hifa-hifa Fungi. Perkembangbiakan lumut kerak dapat dilakukan dengan dua cara. 1. . Perkembangbiakan ini melalui spora yang dihasilkan oleh hifa-hifa Fungi yang kemudian bertemu dengan partner alga yang cocok maka akan terjadi sexual fusion dan pembelahan meiosis. Jika Soredium terlepas. Reproduksi Vegetatif Dilakukan dengan cara fragmentasi soredium. 2005) Sedangkan struktur reproduksi semua terdiri dari komponen yang sama (Mycobiont dan Photobiont) mereka masing-masing unik dengan cara lain. Isidia adalah pertumbuhan yang kecil di bagian luar lumut tersebut. soredia. Perkembangbiakan melalui soredia. Soredia adalah propagul tepung yang dilepaskan dari atas talus. Dalam rangka untuk membentuk lumut. dan Raven. Lichenes yang berkembang biak dengan cara vegetatif yaitu sebagai berikut : 1. 3. Untuk reproduksi. 4. Perkembangbiakan ini melalui spora yang dihasilkan oleh hifa-hifa Fungi yang kemudian bertemu dengan partner alga yang cocok maka akan terjadi sexual fusion dan pembelahan meiosis. Soredia ini sering terbentuk dalam bagian khusus dari talus yang mempunyai batas-batas yang jelas yaitu sorala. Perkembangbiakan dengan spora Fungi yang hanya menghasilkan Lichenes baru jika Fungi tersebut dapat menemukan partner alga yang cocok. Fragmentasi adalah terlepasnya bagian tubuh untuk menjadi organisme baru. Spora dapat tumbuh menjadi lumut kerak baru jika bertemu dengan jenis alga yang sesuai. Soredia adalah kelompok sel-sel ganggang yang sedang membelah diselubungi oleh hifa-hifa Fungi. 2. kemudian terbawa angin atau air dan tumbuh di tempat lain. melainkan hanya dapat berbiak dengan membelah diri dalam tubuh lumut kerak. dan mengalami fragmentasi sederhana. Sebagian talus memisahkan diri yang kemudian akan berkembang menjadi individu baru. Evert. sesuai dengan jenis jamurnya.2. 4. Perkembangbiakan secara seksual umumnya terjadi pada Basidiolichen.

Parmelia dll. 3. Bagian permukaan atas dan bawah berbeda. Contoh : Graphis scipta. coklat atau merah dengan habitat yang bervariasi. Contoh : Xantoria. banyak lekukan seperti daun yang mengkerut berputar. disebut leprose. Peltigera. ranting dengan rhizines. Thallus ini berwarna abu-abu atau abu-abu kehijauan. Foliose Lichen foliose memiliki struktur seperti daun yang tersusun oleh lobus-lobus. Lichenes ini melekat pada batu. Lichen ini relatif lebih longgar melekat pada substratnya. Lichen yang longgar dan bertepung yang tidak memiliki struktur berlapis. datar. dan yang tumbuh terbenam pada jaringan tumbuhan disebut endoploidik atau endoploidal. Tidak terdapat perbedaan antara permukaan atas dan bawah. Bagian tubuh yang memanjang secara selluler dinamakan hifa. kulit pohon atau di tanah. Crustose Lichenes yang memiliki thallus yang berukuran kecil. lebar. tipis dan selalu melekat ke permukaan batu. Haematomma puniceum. oranye. Hifa merupakan organ vegetatif dari thallus atau miselium yang biasanya tidak dikenal pada jamur yang bukan lichenes. Acarospora atau Pleopsidium Lichen Crustose yang tumbuh terbenam di dalam batu hanya bagian tubuh buahnya yang berada di permukaan disebut endolitik. Jenis ini susah untuk mencabutnya tanpa merusak substratnya. Alga selalu berada pada bagian permukaan dari thallus. . Fruticose Thallusnya berupa semak dan memiliki banyak cabang dengan bentuk seperti pita. Thallusnya datar. MORFOLOGI THALLUS 1) Morfologi Luar Tubuh lichenes dinamakan thallus yang secara vegetatif mempunyai kemiripan dengan alga dan jamur. daun-daunan atau cabang pohon. Thallus tumbuh tegak atau menggantung pada batu. Physcia. Beberapa spesies ada yang berwarna kuning.B. 2. Rhizines ini juga berfungsi sebagai alat untuk mengabsorbsi makanan. Berdasarkan bentuknya lichenes dibedakan atas empat bentuk : 1.

Nostoc. lobus ini disebut squamulus yang biasanya berukuran kecil dan saling bertindih dan sering memiliki struktur tubuh buah yang disebut podetia.Bagian ini tebal dan berguna untuk perlindungan. karena jenis ini mempunyai empat bagian tubuh yang dapat diamati secara jelas yaitu. Ramalina dan Cladonia 4. Sel ini saling mengisi dengan material yang berupa gelatin. 3. Struktur Vegetatif Struktur tubuh lichenes secara vegetatif terdiri dari Soredia . Lapisan thallus untuk tempat fotosintesa disebut lapisan gonidial sebagai organ reproduksi. – Korteks atas. Hifa pada bagian yang lebih dalam lagi tersebar di sepanjang sumbu yang tebal pada bagian atas dan tipis pada bagian ujungnya. merupakan lapisan biru atau biru hijau yang terletak di bawah korteks atas. Ada beberapa jenis lichenes tidak mempunyai korteks bawah. Bagian ini terdiri dari jalinan hifa yang longgar. Morfologi dalam (Anatomi) Struktur morfologi dalam diwakili oleh jenis foliose. yaitu bagian dari ascomycete yang mengandung spora jamur. lapisan ini terdiri dari struktur hifa yang sangat padat dan membentang secara vertikal terhadap permukaan thallus atau sejajar dengan kulit bagian luar. Daerah alga. terlihat lapisan hijau sel-sel alga dan rhizines coklat bercabang pada bagian bawah. Korteks bawah ini sering berupa sebuah akar (rhizines). 2. 1. 2). berupa jalinan yang padat disebut pseudoparenchyma dari hifa jamurnya. Struktur pipih pada bagian atas dan kanan disebut apothecia dan lapisan coklat di atasnya disusun oleh asci. Korteks bawah.Contoh : Usnea. Dengan demikian lapisan tadi membentuk suatu untaian hubungan antara dua pembuluh. Rivularia dan Chrorella. Bagian tengah yang berwarna putih terdiri dari sel-sel jaringan jamur yang disebut medulla. 3). Dari potongan melintang Physcia sp. yaitu Gleocapsa. Dan bagian ini digantikan oleh lembaran tipis yang terdiri dari hypothallus yang fungsinya sebagai proteksi. Medulla. Diantara hifa-hifa itu terdapat sel-sel hijau. Squamulose Lichen ini memiliki lobus-lobus seperti sisik. terdiri dari lapisan hifa yang berjalinan membentuk suatu bagian tengah yang luas dan longgar. Hifa jamur pada bagian ini tersebar ke segala arah dan biasanya mempunyai dinding yang tebal.

Physcia dan Parmelia dan yang tidak bercanag terdapat pada Anaptycis dan beberapa Parmelia. Sebanyak 30 % dari spesies foliose dan fructicose mempunyai isidia.01 ? 0. Biasanya muncul pada lapisan bawah seperti pada Collemataceae. Peltigeraceae dan Stictaceae. 6.5 ? 3 m?. Ada dua jenis rhizines yaitu bercabang seperti pada Ctraria. Proses pembentukan isidia belum diketahui. Berdasarkan kemampuannya bergabung dengan thallus. Tomentum Tomentum memiliki kepadatan yang kurang dari rhizines dan merupakan lembaran serat dari rangkaian akar atau untaian yang renggang. . Lobula sangat sukar dibedakan dengan isidia. 3. Genus Anaptycia. Isidia Isidia berbentuk silinder. Rhizines Rhizines merupakan untaian yang menyatu dari hifa yang berwarna kehitam-hitaman yang muncul dari kulit bagian bawah (korteks bawah) dang mengikat thallus ke bagian dalam. menyerupai untaian karbon dari hifa yang muncul di sepanjang sisi kulit. isidia akan menambah luas permukaan luarnya. Pseudocyphellae mempunyai ukuran yang lebih kecil dari cyphellae dan terdapat pada korteks bawah spesies Cetraria. Cetralia. tetatpi dianggap sebagai faktor genetika. Rongga ini berfungsi sebagai alat pernafasan atau pertukaran udara. Parmelia dan Pasudocyphellaria. Cilia berbentuk seperti rambut. Lobula ini dapat berkembang dengan baik pada jenis foliose. 5. maka dalam media perkembangbiakan.Soredia merupakan kelompok kecil sel-sel gangang yang sedang membelah dan diselubungi benang-benang miselium menjadi satu badan yang dapat terlepas dari induknya. Cyphellae dan Pseudocyphellae Cypellae berbentuk rongga bulat yang agak besar serta terdapat pada korteks bawah dan hanya dijumpai pada genus Sticta. Soredia ini terdapat di dalam soralum. 4. 2. Lobula Lobula merupakan pertumbuhan lanjutan dari tahllus lichenes yang sering dihasilkan di sepanjang batas sisi kulit luar. Cilia berhubungan dengan rhizines dan hanya berbeda pada cara tumbuh saja. bercabang seperti jari tangan dan terdapat pada kulit luar. Neproma. Diamaternya 0.03 m? dan tingginya antara 0. 7. Parmelia dan Peltigera.

Lichenes membentuk tubuh buah berupa apothecium yang berumur panjang. maka tubuh buah yang dihasilkan berupa peritesium.8. Trentopohlia. Basidiomycetes yaitu dari famili : Thelephoraceae. Bessey meletakkannya dalam ordo Leocanorales dari Ascomycetes. Cephalodia merupakan pertumbuhan lanjutan dari thallus yang terdiri darialga-alga yangg berbedadari inangnya. Lepraria. Lichen Imperfect Deutromycetes fungi. ii. KLASIFIKASI LICHENES Lichenes sangat sulit untuk diklasifikasikan karena merupakan gabungan dari alga dan fungi serta sejarah perkembangan yang berbeda. Smith (1955) menganjurkan agar lichenes dikelompokkan dalam kelompok yang terpisah yang berbeda dari alga dan fungi. Corella dan Dyctionema. Cephalodia. steril.  Cendawan penyusunnya tergolong Pyrenomycetales. Contoh : Usnea dan Parmelia. dll. Genus dari Mycophyceae adalah Scytonema. dengan tiga genus Cora. Dari Cholophyceae adalah Protococcus. Jenis ini mampu menyediakan nitrogen thallus seperti Peltigera.  Cendawan penyusunnya tergolong Discomycetes. Gleocapsa dan lain-lain. Dalam Klas Ascolichens ini dibangun juga oleh komponen alga dari famili: Mycophyceae dan Chlorophyceae yang bentuknya berupa gelatin. Lecidea dan beberapa jenis crustose lain. Normandia. C. i. cephalodia mulai muncul ketika Nostoc jatuh pada permukaan thallus dan terjaring oleh hifa cephalodia yang berisikan Nostoc biru kehijauan. berpendapat bahwa lichenes dikelompokkan dan diklasifikasikan ke dalam kelompok jamur sebenarnya. Contoh : Cystocoleus. Leprocanlon. 2. Cladophora dll. Berdasarkan alga yang menyusun thalus . Para ahli seperti Bessey (1950). Lichenes memiliki klasifikasi yang bervariasi dan dasar dasar klasifikasinya secara umum adalah sebagai beriktu : 1. Martin (1950) dan Alexopoulus (1956). Basidiolichenes Berasal dari jamur Basidiomycetes dan alga Mycophyceae. Rivularia. Pada jenis peltigera aphthosa. Stereocaulon. Mycophyceae berupa filamen yaitu : Scytonema dan tidak berbentuk filamen yaitu Chrococcus. Contoh : Dermatocarpon dan Verrucaria. Lecanora. Nostoc. Berdasarkan komponen cendawan yang menyusunnya Ascolichens.

Theloshistaceae. Crustose atau Crustaceous. Cladonia adalah tipe antara kedua bentuk itu. silindris atau seperti janggut atau benang yang menggantung atau berdiri tegak. seperti silinder rata atau seperti pita dengan beberapa bagian menempel pada bagian dasar atau permukaan. Usneaceae. Perltigeraceae. Mereka terlihat sedikit berbeda antara bagian permukaan atas dan bawah. Lecidaeceae. Bentuk yang seperti telinga tipis yaitu Ramalina. rata. Thallus bervariasi. Cladoniaceae. Verrucariaceae : Caliciales . Yang panjang menggantung seperti Usnea dan Alectoria. Coccocarpiaceae. termasuk dalam Mycophyceae. Umbilicariaceae.i. Lecanoraceae. alga tidak berupa gelatin Chlorophyceae. Parmeliaceae. ii. Strigulaceae. Contoh : Parmelia 3. Physciaceae. Komponen alga mendominasi dengan bentuk seperti gelatin. ada yang pendek dan panjang. Heppiaceae. Heteromerous Sel alga terbentuk terbatas pada bagian atas thallus dan komponen jamur menyebabkan terbentuknya thallus. Asterothyriaceae. Collemataceae. Stereocaulaceae. Contoh : Ephebe. Thelotremataceae. Pannariaceae. Fruticose atau filamentous Lichen semak. Merupakan lapisan kerak atau kulit yang tipis di atas batu. Homoimerus Sel alga dan hifa jamur tersebar merat pada thallus. Collema ii. Graphidaceae. Seperti Rhizocarpon pada batu. Stictaceae. Secara umum Taksonomi lichenes menurut Misra dan Agrawal (1978) adalah sebagai berikut : Klas Ordo Famili : Ascolichens : Lecanorales :Lichinaceae. Gyalectaceae. Lecanora dan Graphis pada kulit kayu. Ordo Famili Ordo : Sphariales : Pyrenulaceae. Berdasarkan type thallus dan kejadiannya i. tanah atau kulit pohon.

Sphaephoraceae : Myrangiales : Arthoniaceae. Bagian-bagian tubuh yang dipisahkan tersebut dinamakan fragmen. Isidia Kadang-kadang isidia lepas dari thallus induknya yang masing-masing mempunyai simbion. Rocellaceae : Basidiolichens :Herpothallaceae.Famili Ordo Famili Ordo Famili Ordo Famili Klas Famili Klas Genus : Caliciaceae. bagian tubuh yang lepas tadi. ii. Secara Vegetatif Fragmentasi Fragmentasi adalah perkembangbiakan dengan memisahkan bagian tubuh yang telah tua dari induknya dan kemudian berkembang menjadi individu baru. Pada beberapa fruticose lichenes. Lepraria. Thelolomataceae. Coraceae. Reproduksi vegetatif dengan cara ini merupakan cara yang paling produktif untuk peningkatan jumlah individu. : Lichens Imperfect : Cystocoleus. Myrangiaceae : Pleosporales : Arthopyreniaceae : Hysteriales : Lecanactidaceae. Isidium akan tumbuh menjadi individu baru jika kondisinya sesuai. Opegraphaceae. PERKEMBANGBIAKAN LICHENES Perkembangbiakan lichenes melalui tiga cara. . Lichenothrix. Dictyonamataceae. i. Racodium. Cypheliaceae. dibawa oleh angin ke batang kayu dan berkembang tumbuhan lichenes yang baru. D. yaitu : 1.

3. Di Jepang disebut Iwatake. yang diproduksi dalam jumlah yang besar disebut pygnidia. Lichenes sebagai bahan makanan Thallus dari lichenes belum digunakan sebagai sumber makanan secara luas. rusa dan lain-lain. yang paling banyak dimakan adalah Cladina stellaris. spora yang tidak motil. Jika bertemu dengan alga yang sesuai terjadi perkembangan menjadi lichenes yang baru. Lichenes yang baru memiliki karakteristik yang sama dengan induknya. walaupun tidak sama dengan makanan dari biji-bijian. Pycnidiospores itu ukurannya kecil. Rusa karibu menjadikan sejumlah jenis lichenes sebagai sumber makanan pada musim dingin. Lichenes juga dimakan oleh hewan rendah maupun tingkat tinggi seperti siput. Dinding dari pycnidium terdiri dari hifa yang subur dimana jamur pygnidiospore berada pada ujungnya. PERANAN EKONOMI LICHENES Lichenes memiliki bermacam-macam kegunaan dan bahaya. Lichenes sebagai obat-obatan .Tanaman ini mempunyai nilai. Jadi yang mengalami perkembangan secara seksual adalah kelompok jamur yang membangun tubuh lichenes. Dengan robeknya dinding thallus. Soredia Soredia adalah kelompok kecil sel-sel ganggang yang sedang membelah dan diselubungi benag-benang miselium menjadi suatu badan yang dapat terlepas dari induknya. Kambing gunung di Tenggara Alaska memakan lichenes dari jenis Lobaria linita. Pygnidia ditemukan pada permukaan atas dari thallus yang mempunyai suatu celah kecil yang terbuka yang disebut Ostiole. khususnya asam fumarprotocetraric.iii. karena lichenes memiliki suatu asam yang rasanya pahit dan dapat menimbulkan gatal-gatal. Secara Seksual Perkembangan seksual pada lichenes hanya terbatas pada pembiakan jamurnya saja. soredium tersebar seperti abu yang tertiup angin dan akan tumbuh lichenes baru. Tiap pycnidiospore menghasilkan satu hifa jamur. 2. dimana Umbilicaria dari jenis foliose lichenes digoreng atau dimakan mentah. antara lain : 1. E. 2. serangga. orang-orang menggunakan lichenes sebagai sumber karbohidrat dengan mencampurnya dengan tepung. Secara Aseksual Metode reproduksi aseksual terjadi dengan pembentukan spora yang sepenuhnya bergantung kepada pasangan jamurnya. Spora yang aseksual disebut pycnidiospores. Asam ini harus dibuang terlebh dahulu dengan merebusnya dalam soda. Pada saat makanan sulit didapat.

Senyawa asam usnat (yang terdapat dalam ekstrak spesis Usnea) saat ini telah digunakan pada salep antibiotik. Bahan pewarna di ekstrak dengan cara merebus lichenes dalam air.Pada abad pertengahan lichenes banyak digunakan oleh ahli pengobatan. Parmelia. Bangsa Achomawi menggunakannya (kadangkadangdicampur dengan bisa ular) untuk membuat panah beracun. 4. yang terbukti ampuh melawan kanker tomat. Lobaria pulmonaria digunakan untuk menyembuhkan penyakit paru-paru karena Lobaria dapat membentuk lapisan tipis pada paru-paru. Abu soredia yang melekat pada kulit akan menimbulkan rasa gatal. Lichenes sebagai antibiotik Substrat dari lichenes yaitu pigmen kuning asam usnat digunakan sebagai antibiotik yang ampu menghalangi pertumbuhan mycobacterium. khususnya Parmelia audina yang mengandung asam lecanoric. Usnea filipendula yang dihaluskan digunakan sebagai obat luka dan terbukti bersifat antibakteri. Beberapa diantaranya digunakan untuk sabun mandi dan parfum. Selain itu lichenes juga digunakan sebagai ekspektoran dan obat liver. Ekstrak lichenes dapat juga dibuat sebagai bahan pewarna untuk mencelup bahan tekstil. Dahulu di Timur Jauh. 3. psoromic dan asam usnat. dan sebagian jenis lain diekstrak dengan cara fermentasi lichenes dalam amonia. Virus tembakau dapat dibendung dan dicegah oleh ekstrak lichenes yaitu : lecanoric. Parmelia sulcata digunakan untuk pewarna wol di Amerika Utara. Cara ini telah digunakan secara komersil. . Sampai sekarang penggunaan lichenes sebagai obat-obatan masih ada. Spesies Usnea juga digunakan dalam pengobatan Cina. 1. Salah satu sumber dari asam usnat ini adalah Cladonia dan antibiotik ini terbukti ampuh dari penisilin. Lichen serigala atau Letharia vulpina adalah lichen beracun. Banyak jenis lichenes telah digunakan sebagai obat-obatan. Selain asam usnat terdapat juga zat lain seperti sodium usnat. Lichenes yang berbahaya Pigmen kuning yang berasal dari jenis Usnea dan Everia dapat menyebabkan alergi pada kulit dan menyebabkan gatal-gatal. Selandia Baru dan lain benua selain Australia. Walaupun demikian. dan Ramalina diperoleh minyak. suku Blackfoot dan Okanagan-Colville memakai Letharia sebagai teh obat. diperkirakan sekitar 50% dari semua spesies lichenes memiliki sifat antibiotik. obat tradisional di kepulauan Pasifik. Dari namanya menggambarkan kegunaannya secara tradisional di bagian utara Eropah sebagai racun untuk serigala. Di Mesir digunakan sebagai bahan pembungkus mummi dan campuran buat pipa cangklong untuk merokok. Penelitian bahan obat-obatan dari lichenes terus berkembang terutama di Jepang. pengobatan homeopathic. deodoran dan herbal tincture. Kegunaan lain dari lichen Dari hasil ekstraksi Everina.

Selain keunikan struktur. Sebagai tumbuhan perintis. Spesies ini di diproduksi secara komersial di Eropa dan dikirim ke Prancis untuk industri parfum. lichenes ikut berperan dalam pembentukan tanah dan tidak memerlukan syarat hidup yang tinggi. 2. lichenes juga memiliki kegunaan ekonomi yang tidak kalah pentingnya. 1. dan memiliki morfologi. 4. Tumbuhan ini juga menghasilkan senyawa-senyawa metabolit yang tidak dihasilkan oleh alga dan jamur yang hidup terpisah.Evernia prunastri yang tumbuh di ranting pohon oak di Utara California. BAB III PENUTUP 1. DAFTAR PUSTAKA . Tumbuhan ini merupakan simbiosis antara alga dan jamur tertentu. lichenes adalah sejenis tumbuhan yang unik. Tumbuhan lichenes tidak akan terbentuk tanpa adanya simbiosis antara alga dan jamur yang sesuai. Saran Harapan makalah ini dapat dijadikan sebagai dasar untuk memahami botani tingkat rendah lebih dalam lagi terutama mengenai Lichenes (lumut kerak). 2. Kesimpulan Dari pembahasan mengenai lichenes ini dapat disimpulkan bahwa : 1. 4. 1. reproduksi dan klsifikasi yang dapat dikelompokkan ke dalam kelompok tersendiri. Sampai sekarang para ahli masih terus meneliti tumbuhan ini dan ada yang mengusulkan agar lichenes dimasukkan ke dalam golongan tersendiri dan terpisah dari jamur dan alga. 3. Tubuhnya berupa thallus yang terdiri dari benang-benang hifa. fisiologi maupun reproduksinya. 3.

.C.J. Lichen Biology And The Environment The Special Biology Of Lichens.lichen. BombayCalcuta-Madras. Fifth edition.com. C. 1978. D.com _________________. Lichens And Wildlife. http://www. . Sharnoff. H. Morphology of Plants and Fungi. Duta. 1987.P. Misra.com Tjitrosoepomo. http:/ www. S. New York-Bombay-Calcuta. Lichens And People. A. Botany for Degree Stuudens. New York.Bold. Oxford and IBH Publishing Co.C.R. T. 2002. For a Bibliographical Database of the Human Uses of Lichens. 1989. Lichens (A Preliminary Text). Alexopoulus. . Agrawal. Oxford University Press.lichen. Delevoryas. Yogyakarta. _________________.lichen. Gadjah Mada University Press. http://www. 1968. A. Taksonomi Tumbuhan. G. Harper and Row Publishers.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful