Você está na página 1de 10

ARTIKEL

PrasetyaAdi K. Aplikasi Sadar wisata dan Sapta Pesona

Aplikasi Sadar Wisata dan Sapta Pesona di Rumah Sakit Umum Daerah Ungaran Ruang Cempaka Applications Aware Tourism and seven charm in the Regional General Hospital Unggaran Cempaka Ward
Kefas Prasetya Adi Stikes Karya Husada Prodi S1 Keperawatan Email : k3f45_14@yahoo.com

ABSTRAK RSUD Ungaran merupakan salah satu Rumah Sakit di Kabupaten Semarang. Memiliki letak yang strategis RSUD Ungaran adalah pilihan utama masyarakat Kabupaten Semarang dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Ditambah dengan banyaknya lokasi wisata di Kabupaten semarang RSUD Ungaran memilki prospek yang tinggi menjadi tujuan wisatawan (travel medicine). Demi meningkatkan loyalitas maupun kenyamanan pelanggan RSUD Ungaran menggalakan program sadar wisata dan sapta pesona. Kata kunci : RSUD Ungaran, sadar wisata, sapta pesona ABSTRACT Regional General Hospital Unggaran is one of the Hospital in Semarang District. Has a strategic location, Regional General Hospital Unggaran is a main option of public in Semarang district for obtaining health services. Plus the number of tourist sites in Semarang district, Regional General Hospital Unggaran have the high prospect of a tourist destination (travel medicine). In order to enhance customer loyalty and convenience, Regional General Hospital Unggaran promoting tourism awareness program and seven charm. Keywords : Regional General Hospital Unggaran, tourism awareness, seven charm 1. PENDAHULUAN International Medical Journal mencatat, orang Indonesia yang berobat ke Singapura dan Malaysia tidak sampai 500 ribu orang. Jumlahnya sangat sedikit bila dibandingkan dengan jutaan pasien yang berobat di rumah-rumah sakit di Indonesia. Tapi dari jumlah yang sedikit itu, sudah triliunan rupiah yang menguap di negara orang. Ditaksir, ada Rp 12 triliun yang dibelanjakan orang-orang Indonesia untuk berobat ke Australia, Amerika Serikat, Cina, dan Singapura. Itu hitungan yang konservatif karena menurut Bank Dunia tujuh tahun lalu, devisa Indonesia yang keluar akibat pasien-pasien yang berobat ke luar negeri mencapai Rp 70 triliun. Sekarang, jumlah devisa yang keluar itu dipastikan mencapai Rp 100 triliun jika jumlah pasien yang berobat ke luar negeri tidak ada kecenderungan menurun. Banyak alasan, mengapa orangorang kaya Indonesia berobat ke luar negeri. Antara lain karena menganggap

1|Page

Tugas Keperawatan Pariwisata I

ARTIKEL

PrasetyaAdi K. Aplikasi Sadar wisata dan Sapta Pesona

peralatan medis yang dimiliki rumah sakit di dalam negeri tidak lengkap. Dokter yang kurang profesional. Perawat yang selalu bermuka masam. Biaya perawatan yang mahal dan sebagainya. Singkat kata, pelayanan rumah sakit di Indonesia dianggap kurang memadai. Dari segi mutu, pelayanan medis dari beberapa rumah sakit di Indonesia sebetulnya tidak buruk-buruk amat. Kualitas dokter dan pelayanannya juga tidak kalah profesional. Sebagian bahkan bisa disebut lebih baik dibandingkan dokter-dokter di Singapura atau Malaysia. Yang menjadi masalah adalah soal komunikasi, sikap dan empati kepada pasien. Untuk kepastian soal biaya perawatan, di luar negeri semua menjadi terang sejak hari pertama pasien akan dirawat. Setiap rumah sakit memasang tarif yang jelas sehingga pasien sudah mendapat kepastian soal biaya yang akan dikeluarkan. Dengan kepastian semacam itu, pihak rumah sakit juga diuntungkan karena bisa mengendalikan mutu dan biaya. Rumah sakit kemudian menjadi tempat yang menyenangkan, yang mempercepat kesembuhan pasien, dan bukan tempat yang menakutkan atau menyebalkan. Tidak heran, kalau pemerintah Malaysia dan Singapura misalnya, lantas juga berani menawarkan rumah sakit mereka sebagai tujuan wisata (travel medicine). Mereka melakukan promosi, memberikan keringanan pajak bagi rumah sakit atau untuk peralatan kesehatan yang dibeli, dan sebagainya. Suatu tawaran yang niscaya masih

sangat sulit dilakukan di Indonesia, tetapi bukanlah suatu hal yang mustahil bagi Rumah Sakit di Indonesia untuk menawarkan Rumah Sakit mereka sebagai tujuan wisata (travel medicine). RSUD Ungaran merupakan rumah sakit pemerintah yang berada di Kabupaten Semarang. Terletak di daerah wisata yang strategis menjadikan RSUD Ungaran tujuan utama bagi wisatawan di Kabupaten Semarang untuk memperoleh pelayanan kesehatan. RSUD Ungaran terdiri dari banyak instalasi, salah satunya adalah instalasi rawat inap dimana di dalamnya terdapat bangsal bedah. Bangsal bedah di RSUD Ungaran di beri nama ruang cempaka. Untuk mewujudkan RSUD Ungaran sebagai travel medicine, RSUD Ungaran pada umumnya dan ruang cempaka pada khususnya menawarkan pelayanan kesehatan dengan mengaplikasikan sadar wisata dan sapta pesona.

Gambar 1. RSUD Ungaran 2. PEMBAHASAN SADAR WISATA Sadar Wisata dapat didefinisikan sebagai sebuah konsep yang menggambarkan partisipasi dan dukungan segenap komponen masyarakat dalam mendorong terwujudnya iklim yang

2|Page

Tugas Keperawatan Pariwisata I

ARTIKEL

PrasetyaAdi K. Aplikasi Sadar wisata dan Sapta Pesona

kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan di suatu wilayah dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sadar wisata merupakan bagian akar pohon pariwisata, dalam artian bahwa sadar wisata menjadi dasar atau fondasi yang kuat sehingga pohon pariwisata tumbuh dengan kuat. Sadar wisata juga merupakan kekuatan dalam unit-unit kerja yang mendukung organisasi pariwisata. SAPTA PESONA

Gambar 2. Logo sapta pesona Sapta Pesona merupakan jabaran konsep Sadar Wisata yang terkait dengan dukungan dan peran masyarakat sebagai tuan rumah dalam upaya untuk menciptakan lingkungan dan suasana kondusif yang mampu mendorong tumbuh dan berkembangnya industri pariwisata melalui perwujudan tujuh unsur dalam Sapta Pesona tersebut. Sapta Pesona berasal dari dua patah kata, yaitu Sapta dan Pesona. Sapta Pesona ini dipahami sebagai 7 (tujuh) unsur yang terkandung dalam setiap produk pariwisata serta dipergunakan sebagai tolak ukur peningkatan kualitas produk pariwisata. Yang termasuk ke dalam tujuh unsur produk pariwisata itu adalah: Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah dan Kenangan.

APLIKASI SAPTA PESONA DI RSUD UNGARAN 2.1 Aman Aman adalah bebas dari bahaya, terlindung, atau tidak merasa khawatir. Aman di Rumah Sakit bisa diartikan bebas dari infeksi nosokomial (tertular penyakit di RS), bebas dari kecelakaan baik oleh alat medis maupun fasilitas yang tidak memenuhi standar, bebas dari tindak kejahatan, dan bebas dari perilaku yang mengganggu oleh masyarakat. Aplikasi yang dilakukan untuk menciptakan rasa aman adalah: 2.1.1 Untuk menghindari infeksi nosokomial banyak usaha yang telah dilakukan oleh RSUD Ungaran. Diantaranya dengan: a. menggunakan Alat Pelindung Diri seperti sarung tangan, masker, kaca mata, masker muka dan baju pelindung. b. Membiasakan cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan. c. Mensterilkan instrumen, membuang alat yang hanya digunakan sekali. d. Membuang instrumen sesuai pada tempatnya. e. Menempatkan kamar rawat pasien berdasarkan jenis penyakitnnya untuk mengurangi infeksi nosokomial. 2.1.2 Untuk menghindari kecelakaan di RS, yang bisa dilakukan adalah: a. Memisahkan instrumen tajam dan tidak, bila harus dibuang, buanglah instrumen tajam ke safeti box. b. Semua tempat tidur pasien memiliki teralis pelindung. c. Lantai kamar mandi terbuat dari bahan yang tidak licin.

3|Page

Tugas Keperawatan Pariwisata I

ARTIKEL

PrasetyaAdi K. Aplikasi Sadar wisata dan Sapta Pesona

d. Mengunakan teralis pengaman pada bangunan bertingkat. 2.1.3 Mewujudkan rumah sakit yang bebas kejahatan tentunya bukanlah perkara mudah. Hal itu dikarenakan banyaknya komponen masyarakat yang terlibat didalamnya. Yang paling sering di laporkan adalah kasus kehilangan harta benda pasien maupun penunggu pasien. Hal itu bisa dicegah ataupun di minimalkan dengan: a. Meningkatkan pengamanan dengan cara menambah personil keamanan dan mengoptimalkannya. b. Membatasi jam besuk dan jumlah pengunjung pasien. c. Mengunakan sisitem satu pintu, sehinnga aktifitas keluar masuk RS bisa terkontrol. d. Memasang kamera CCTV demi keamanan bersama. e. Mencegah adannya aktifitas bisnis seperti perdagangan di RS. f. Memperingatkan pasien maupun penunggu pasien untuk tidak membawa barang yang berharga, kalaupun harus di bawa harus di simpan dengan baik. 2.1.4 Rumah Sakit yang baik harus pula di tunjang oleh masyarkat sekitar yang baik pula. Banyak contoh kejadian bagaimana citra rumah sakit yang tercoreng karena perilaku masyarkat sekitarnya. Termasuk juga bagaimana perilaku juru parkir yang sering kali tidak sesuai dengan protap, sehingga menyebabkan terpuruknya citra

RS tersebut. Hal tersebut bisa di cegah dengan cara: a. Memberikan penyuluhan kepada masyarakat sekitar RS pentingnya berperilaku yang baik, tidak mengganggu, karena walau bgaimanapun bila RS memiliki banyak pasien akan berpengaruh pula terhadap ekonomi masyarakat sekitar. Karena banyak pula masyarakat sekitar yang menggantungkan hidup pada pelanggan RS. Contohnya pedagang, tukang becak, ojek, dll. b. Melakukan kerjasama dengan juru parkir yang dibawah naungan bidang terkait sehingga lebih bisa dipertanggung jawabkan.

Gambar 3. Aman 2.2 Tertib Kondisi tertib merupakan suatu yang sangat didambak oleh setiap orang, termasuk pelanggan Rumah Sakit. Kondisi tertib tercermin dari suasana yang teratur, rapi dan lancar serta menunjukkan disiplin yang tinggi dalam semua segi kehidupan masyarakat, misalnya: 2.2.1 Teratur, rapi dan lncar bisa di aplikasikan dengan cara mengatur segala sesuatu sesuai pada fungsinya, sehingga mudah diakses bila di butuhkan.

4|Page

Tugas Keperawatan Pariwisata I

ARTIKEL

PrasetyaAdi K. Aplikasi Sadar wisata dan Sapta Pesona

2.2.2 Budaya antri adalah slogan yang dicetuskan masyarakat kita namun kenyataannya dalam pengaplikasiannya kita masih kalah dengan orang luar yang notabennya punya gaya hidup yang bebas. 2.2.3 Sangat penting meningkatkan disiplin yang tinggi tidak hanya bagi pelanggan tapi juga bagi karyawan RS. Masih sering kita jumpai karyawan RS tidak memberi contoh penerapan kedisiplinan, contohnya datang tidak tepat waktu. Bagi pelanggan masalah kedisiplinan yang paling sering di jumpai adalah masalah jam besuk. Banyak masyarakat kita yang masih suka melanggar aturan jam besuk tersebut.

Gambar 4. Tertib 2.3 Bersih Bersih merupakan suatu keadaan atau kondisi lingkungan yang menampilkan suasana bebas dari kotoran, sampah, limbah, penyakit, dan pencemaran. Rumah sakit adalah tempat yang mengutamakan kebersihan, karena pelanggannya adalah orang sakit sehingga keadaan yang tidak bersih akan memperlambat bahkan memperburuk proses penyembuhan. Slogan kebersihan adalah sebagian dari iman harus benarbenar di terapkan di sini. Bersih tentu saja tidak hanya lingkungan, tetapi juga

alat-alat kesehatan, makanan juga petugas Rumah sakit. Pengaplikasian bersih pada RS antara lain: 2.3.1 Lingkungan yang bersih dapat diwujudkan dengan menyediakan tempat sampah yang cukup dan terjangkau oleh semua pelanggan dan pengunjung sehingga mereka tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu harus didukung jasa cleaning service yang cukup dan memadai sehimgga lingkungan yang bersih tetap terjaga. 2.3.2 Pembangunan gedung yang baik juga berpran penting dalam menjaga kebersihan Rumah Sakit. Salah satu contoh kesalahan pembangunan gedung adalah menempatkan lubang pembuangan udara kamar mandi ke ruangan pasien sehingga menimbulkanbau yang tidak sedap. 2.3.3 Alat-alat kesehatan harus selalu dalam kedan bersih dan tertutup sehingga bila diperlukan langsung bisa dipergunakan. Contoh alatalat kesehatan yang tidak terlalu diperhatikan kebersihannya adalah EKG, Suction, dll. 2.3.4 Makanan di RS terkenal tidak sedap, hal itu tentu saja karena RS mengutamakan makanan yang sehat dari pada makanan yang lezat. Tetapi hal itu saja tidak cukup, harus ditambah dengan menjaga kebersihan makanan. Di mulai dari bahan-bahannya harus dipilih bahan-bahan yang baik, bersih, dan tidak mengandung

5|Page

Tugas Keperawatan Pariwisata I

ARTIKEL

PrasetyaAdi K. Aplikasi Sadar wisata dan Sapta Pesona

racun. Proses pembuatannya juga harus diperhatikan, petugasnya harus menggunakan pakaian khusus untuk memasak. Yang terakhir adalah penyajian makanan, makanan harus tersaji kepada pasien dalam keadaan tertutup sehingga kebersihannya tetap terjaga sampai di konsumsi pasien. Selain makanan yang bersih, peralatan makan juga harus di jaga kebersihannya kalau perlu disterilkan. Karena pasien RS sangat bermacam-macam mulai dari penyakit tidak menular sampai penyakit menular. 2.3.5 Petugas RS juga harus tampil bersih, menggunakan seragam yang bersih, rapi dan wangi.

oleh masyarakat maupun pemerintah. 2.4.2 Berperan secara aktif untuk menganjurkan dan mempelopori agar masyarakat melaksanakan penghijauan di lingkungan RS. 2.4.3 Menghiasi ruangan pasien, ruang tunggu, ruang tindakan bahkan ruang perawat dengan tanaman penghias atau penyejuk. 2.4.4 Era modern tentu saja membuat kita tidak terlepas dari tekhnologi. Yang bisa di manfaatkan untuk menambah suasana sejuk adalah melengkapi RS dengan kipas angin dan kalau memungkinkan dengan memasang AC.

Gambar 5. Bersih 2.4 Sejuk Kabupaten semarang pada dasarnya memiliki iklim yang sejuk karena linkungannya masih asri juga karena letaknnya dibawah kaki gunung ungaran. Lingkungan yang serba hijau, segar dan ditata rapi memberikan suasana atau keadaan sejuk, nyaman dan tentram. Kesejukan yang dikehendaki tidak saja harus berada di luar ruangan atau bangunan akan tetapi juga berada di dalam ruangan, misalnya ruang tunggu, kamar pasien, kamar tindakan, ruan perawat. Untuk itu semua hendaknya: 2.4.1 Turut serta aktif memelihara kelestarian lingkungan dan hasil penghijauan yang telah dilakukan

Gambar 6. Sejuk 2.5 Indah Suatu kondisi lingkungan di Rumah Sakit yang mencerminkan keadaan yang indah dan menarik yang akan memberikan rasa kagum dan kesan yang mendalam bagi pelanggan dalam melakukan perawatan di RSUD Ungaran terutama di ruang Cempaka, sehingga mewujudkan potensi kunjungan ulang serta mendorong promosi ke masyarakat yang lebih luas. Keadaan yang indah dan menarik tersebut dapat diciptakan dengan cara: 2.5.1 Menjaga keindahan daya tarik terhadap pelanggan RSUD Ungaran dalam tatanan yang alami dan harmoni. 2.5.2 Menata ruang cempaka dan lingkungan secara teratur, tertib

6|Page

Tugas Keperawatan Pariwisata I

ARTIKEL

PrasetyaAdi K. Aplikasi Sadar wisata dan Sapta Pesona

dan serasi serta menjaga karakter kelokalan. 2.5.3 Menjaga keindahan vegetasi, tanaman hias dan peneduh sebagai elemen estetika lingkungan yang bersih natural.

Gambar 7. Indah 2.6 Ramah Ramah merupakan sikap dan prilaku seseorang yang menunjukkan keakraban, seperti: suka membantu, suka tersenyum dan menarik hati. Ramah tamah bukan berarti kita harus kehilangan kepribadian kita atau tidak tegas dalam menentukan suatu keputusan. Sikap ramah merupakan watak dan budaya bangsa Indonesia pada umumnya. Sikap selalu menghormati tamu, menjadi tuan rumah yang baik merupakan salah satu daya tarik bagi pelanggan RS. Keramahan merupakan sikap positif dari seseorang yang memiliki etika moral dan berpendidikan. Akan tetapi keramahan dapat menjadi milik kita semua sebagai warga masyarakat yang berbudaya dan memiliki adat istiadat ketimuran. Perilaku atau pribadi yang ramah memang disukai banyak orang. keramahan inilah yang harus kita memunculkan dan tingkatkan kembali dalam kehidupan sehari-hari dan dalam aspek kehidupan. Jika sudah terwujud,

marilah kita semua mempertahankan keramahan tersebut sampai betul-betul bisa dinikmati dan dicontoh oleh orang lain. Aspek keramahan inilah yang selama ini yang menjadi kebanggaan masyarakat indonesia pada umumnya Memasyarakatkan keramahan bisa dimulai pada kita sendiri, di antaranya dengan cara : 2.6.1 Bertutur kata yang sopan dengan mimik wajah yang menyenangkan; keramahan yang diwujudkan lewat perilaku tutur kata dan ekspresi wajah yang manis ini bukan berarti harus di buat-buat, akan tetapi diharapkan sudah menjadi kepribadian kita sebagai masyarakat Indonesia yang cinta damai dan persahabatan. Untuk kita semua harus mampu membangun kepribadian hakiki yang bertutur kata sopan, penuh senyum yang ramah. Hal ini dapat kita mulai dari diri masing-masing. Dimanapun berada, tunjukkanlah tutur kata yang sopan dan ramah ini, karena hal ini pasti akan melahirkan persahabatan dan membuat orang senang dan menghargai kita. 2.6.2 Pengendalian diri terhadap prilaku-prilaku yang dapat meresahkan masyarakat, apalagi meresahkan pelanggan RS. Pengendalian ini juga dapat berlaku pada prilaku yang dapat mengakibatkan kerugian bagi orang lain. Kita bisa melatih sikap pengendalian diri pada diri sendiri di manapun dan dalam kondisi apapun.

7|Page

Tugas Keperawatan Pariwisata I

ARTIKEL

PrasetyaAdi K. Aplikasi Sadar wisata dan Sapta Pesona

2.6.3 Kita sudah tidak asing lagi dengn ungkapan hormat menghormati karena semenjak di bangku sekolah dasar bahkan para orang tua dan guru telah menghormati terutama diperlukan dalam pergaulan sosial. Akan tetapi kadang kala kita sukar untuk bersikap seperti itu. Hal ini terjadi ketika kita merasa lebih baik , lebih pintar, atau lebih tahu dari orang lain. Sebagai konsekuensiny, sulit pula orang lain menghargai kita. Untuk itu marilah kita saling merendahkan hati, saling menghargai perasaan, pikiran, maupun karya orang lain sehingga kita pun menerima perlakuan yang sama dari orang lain. Sikap seperti inilah yang seharusnya diterapkan dalam menghadapi pelanggan di Rumah sakit 2.6.4 Gemar bertegur sapa dengan baik menjadikan salah satu dasar keberhasilan kita dalam pergaulan. Melalui bertegur sapa maka kita akan menebar kebaikan dan menciptakan ikatan persaudaraan, persahabatan, dan kekeluargaan di manapun kita berada. Apalagi karena pelanggan kita adlah orang sakit yang lebih membutuhkan keramahtamahan. Manfaat tegur sapa yang ramah adalah: a. Terjadinya keakraban; dengan tegur sapa suasana hangat akan tercipta dalam setiap perasaaan individu meskipun tidak saling mengenal satu dengan lainnya, dan bahkan akan

menjadi awal yang sangat baik untuk berkenalan dan lebih dekat lagi. b. Terciptanya rasa damai; keakraban yang tercipta pada akhirnya tentu akan membuat hati kita menjadi damai, tanpa was-was meski pasien kita berada di lingkungan yang asing. c. Mencegah terjadinya konflik; melalui tegur sapa bisa tercipta tali persaudaraan dan kekeluargaan. Nah marilah kita mulai membiasakan diri bertegur sapa yang ramah dalam setiap kesempatan kepada semua pelanggan dan juga rekan kerja kita

Gambar 8. Ramah 2.7 Kenangan Kenangan merupakan ingatan atau pun kesan positif yang tersimpan atau melekat dan kuat pada ingatan /pikiran seseorang yang disebabkan oleh pengalaman yang diperolehnya. Kenangan dapat berupa sesuatu yang indah dan menyenangkan dan juga tidak menyenangkan, kenangan yang ingin diwujudkan dalam ingatan dan perasaan pasien dari pengalaman berobat di RSUD Ungaran terutama di ruang cempaka adalah kenangan indah dan menyenangkan. Kenangan indah ini dapat pula diciptakan antara lain dengan: 2.7.1 Akomodasi yang nyaman, bersih dan sehat, pelayanan yang cepat, tepat dan ramah, suasana yang mencerminkan ciri khas daerah

8|Page

Tugas Keperawatan Pariwisata I

ARTIKEL

PrasetyaAdi K. Aplikasi Sadar wisata dan Sapta Pesona

2.7.2

2.7.3

2.7.4

2.7.5

2.7.6

dalam bentuk dan gaya bangunan serta dekorasinya. Memberikan pelayanan yang baik; kita semua bisa melakukannya ketika kita dihadapkan dalam kegiatan yang melibatkan orang lain, terutama yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan orang lain, seperti dalam pelayanan kesehatan di ruang cempaka. Menjaga perasaan orang lain; kita bisa melakukannya tatkala kita sedang berbincang-bincang dengan orang lain, baik orang itu sudah lama kita kenal maupun orang yang baru dikenal, baik dengan orang yang seusia, lebih tua, ataupun lebih muda daripada kita. Menjaga kualitas produk; karena produk yang ditawarkan RSUD Ungaran adalah jasa pelayanan kesehatan, sangat penting untuk menjagfa kualitasnya karena banyak sekali persaingan untuk merebut hati pelanggan. Percaya diri; melalui kampanye/penyuluhan sadar wisata dan sapta pesona ini marilah kita berbenah diri dan tunjukkan kemampuan kita sesuai dengan bidang masing-masing serta bekerja keras dengan mengedepankan rasa percaya diri agar semua yang dicita-citakan berhasil. kejujuran adalah modal kepercayaan orang lain terhadap kita. Dalam aspek kehidupan apapun, termasuk dalam

memberikan pelayanan kesehatan. kejujuran akan menumbuhkan rasa simpati. Pada akhirnya kita akan dipercaya dan disenangi, karena mampu memberikan perasaan tenang dan damai kepada mereka.

Gambar 9. Kenangan 3. SIMPULAN Sapta Pesona dan tujuan pelaksanaanya begitu luas dan tidak untuk kepentingan pariwisata semata. Memasyarakatkan dan membudidayakan Sapta Pesona dalam kehidupan sehari-hari mempunyai tujuan yang jauh lebih luas, yaitu untuk meningkatkan disiplin nasional dan jati diri bangsa yang juga akan meningkatkan citra baik bangsa dan Negara. Di ruang cempaka RSUD Ungaran mengaplikasikan sadar wisata dan sapta pesona mendatangkan manfaat besar. Yaitu menjadi langkah awal menjadikan RSUD Ungaran menjadi tujuan wisatawan (travel medicine). Sehingga bisa meningkatkan taraf hidup karyawannya pada khususnya juga masyarakat sekitarnya. DAFTAR PUSTAKA 1. Ismayanti. (2010). Pengantar Pariwisata. Jakarta: Grasindo 2. https://asnugroho.wordpress.com/20 08/09/24/mereview-paper-2/ (di akses 14 April 2013)

9|Page

Tugas Keperawatan Pariwisata I

ARTIKEL

PrasetyaAdi K. Aplikasi Sadar wisata dan Sapta Pesona

3. http://dinaspariwisatalombokbarat.bl ogspot.com/2012/03/buku-2.html (di akses 14 April 2013) 4. http://disbudpar.bantulkab.go.id/beri ta/baca/2010/06/21/105028/sadarwisata-dan-sapta-pesona (di akses 14 April 2013) 5. http://pemudaindonesiabaru.blogspo t.com/2012/09/panduan-caramenulis-artikel-ilmiah.html (di akses 14 April 2013) 6. http://www.kamusbesar.com/ (di akses 14 April 2013) 7. http://www.wisatakandi.com/2010/0 2/konsep-sadar-wisata-dan-saptapesona.html (di akses 14 April 2013)

10 | P a g e

Tugas Keperawatan Pariwisata I