P. 1
Kak Perencanaan Rtbl Malioboro

Kak Perencanaan Rtbl Malioboro

|Views: 67|Likes:
Publicado porPetrus Janu
Kak Perencanaan Rtbl Malioboro
Kak Perencanaan Rtbl Malioboro

More info:

Published by: Petrus Janu on Sep 11, 2013
Direitos Autorais:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2013

pdf

text

original

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PENYUSUNAN RENCANA TATA BANGUNAN & LINGKUNGAN (RTBL) KAWASAN MALIOBORO PA/KPA : DINAS PERMUKIMAN

DAN PRASARANA WILAYAH PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA

LATAR BELAKANG

Perkembangan suatu kota besar yang sekaligus berfungsi sebagai Ibukota Propinsi dan masyarakat penghuninya merupakan simbiosis yang saling terkait dan saling mempengaruhi. Perubahan, perkembangan, dan pertumbuhan kota menuntut penyediaan ruang, sarana dan prasarana baru sehingga sebagai implikasinya terjadi perubahan dan pertumbuhan bangunan serta sarana dan prasarananya. Perkembangan tersebut harus diupayakan diarahkan untuk dapat melayani kebutuhan maupun aktifitas dari masyarakat kota. Pedoman sebagai landasan arah perkembangan suatu kawasan kota menjadi penting karena pertumbuhan dan perkembangan kota mempunyai dimensi yang sangat luas, kompleks, menyeluruh dan merupakan proses yang berkesinambungan. Oleh karena itu, perencanaan tata bangunan dan lingkungan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan di dalam sistem manajemen pembangunan perkotaan. Untuk pemanfaatan ruang kota yang terkendali, rencana tata ruang harus diikuti dengan tata bangunan karena ruang kota tidak dapat hanya berpedoman pada panduan yang sifatnya dua dimensional tetapi memerlukan pula panduan wujud bangunan dan lingkungan yang bersifat tiga dimensional. Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) akan memberikan arahan arsitektural pada rencana teknis bangunan yang dibangun pada kawasan tertentu. Dengan arahan tersebut, konsultan perencana/arsitek akan mempunyai gambaran kebijaksanaan pembangunan fisik yang menyangkut kepentingan umum sekaligus jatidiri kawasan yang ingin dicapai, sehingga bangunan dan lingkungan yang dirancang akan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kawasan yang lebih luas. Salah satu sistem ruang kota di Yogyakarta yang perlu mendapat perhatian dan penataan yang serius adalah kawasan Malioboro di jantung kota Yogyakarta. Kawasan ini merupakan salah satu tempat wisata utama di Yogyakarta yang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara dan merupakan kawasan perdagangan utama yang paling sibuk. Kawasan Malioboro sudah ditetapkan oleh Gubernur DIY sebagai Kawasan Cagar Budaya, kondisi lingkungan disekitar kawasan pada saat ini cenderung tumbuh secara tidak teratur dan sporadis seiring dengan perkembangan pembangunan fisik di dalam kawasan yang pesat. Perlu adanya antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya penurunan kualitas lingkungan. Apabila hal ini tidak diantisipasi dengan segera melalui pengendalian yang intensif, maka dikhawatirkan akan terjadi ketidakteraturan pada fungsi dan peran ruang kawasan dikemudian hari.

Bertitik tolak dari permasalahan tersebut dan sebagai langkah awal dari proses pengendalian pengembangan dan pemanfaatan ruang di sekitar kawasan maka perlu dilakukan penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) di Kawasan Malioboro Yogyakarta.225.000. 2. Maksud Sebagai panduan umum yang menyeluruh dan memiliki kepastian hukum tentang perencanaan tata bangunan dan lingkungan dari suatu kawasan Malioboro. Ruang lingkup Wilayah studi untuk pekerjaan Penyusunan RTBL Kawasan Malioboro berada di Jalan Malioboro sampai dengan Jalan A Yani (titik 0 kilometer) dan sekitarnya. Sebelah Timur : Jalan Suryotomo – Jalan Mataram 4. Sebelah Barat : Jalan Bhayangkara – Jalan Gandekan Lor . LOKASI PEKERJAAN Memberikan arahan dan panduan penataan bangunan di kawasan Malioboro Memberikan pedoman penataan dan pelestarian bangunan cagar budaya di kawasan Malioboro Melengkapi Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Yogyakarta Melengkapi Peraturan Daerah tentang Bangunan Gedung Mengendalikan pertumbuhan fisik kawasan Malioboro PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA DINAS PERMUKIMAN DAN PRASARANA WILAYAH PPK KEGIATAN PENYUSUNAN RENCANA LINGKUNGAN SITE AREA (RTBL) A. 4. Lokasi pekerjaan : Kawasan Malioboro Batas Area Perencanaan 1. NAMA ORGANISASI PENGADAAN BARANG/JASA SUMBER DANA DAN PERKIRAAN BIAYA RUANG LINGKUP. Sebelah Selatan : Jalan Senopati – Jalan KHA Dahlan 3.- A. B. Sebagai arahan bagi pengendali pembangunan dalam penyelenggaraan penataan bangunan dan lingkungan untuk kawasan Malioboro yang dapat memenuhi kriteria perencanaan tata bangunan dan lingkungan yang berkelanjutan. Sebagai pedoman bagi masyarakat dalam melaksanakan pembangunan di kawasan Malioboro Yogyakarta TARGET/ SASARAN 1. Sebelah Utara : Jalan Pasar Kembang – Jalan Abubakar Ali 2. 3.B. Total perkiraan biaya yang diperlukan Rp. MAKSUD DAN TUJUAN A. 5.000.000. 2.225. Sumber dana yang diperlukan untuk membiayai pengadaan jasa konsultansi Rp. Tujuan 1.000.

1 orang. pengalaman min 3 tahun 8. 1 orang. Ekonomi. kualifikasi S1 Geodesi/Geografi. D3. min 3 tahun 10. pengalaman min 3 tahun 5. 1 orang. kualifikasi S1 Teknik Lingkungan. 1 orang. min 3 tahun 9. Sosial Budaya. pengalaman min 3 tahun 6. Geodesi/Geografi. Tenaga Ahli Perencanaan Kota/Urban Design (Team Leader). Teknik Lingkungan.JANGKA WAKTU PELAKSANAAN TENAGA AHLI YANG DIBUTUHKAN 4 (empat) bulan 1. Operator computer. 1 orang. SMA/ SMK. 4 orang. pengalaman min 5 tahun 3. kualifikasi S1 Ekonomi. D3. 1 orang. pengalaman min 5 tahun 2. kualifikasi S2 Urban Design. pengalaman min 5 tahun 4. kualifikasi S1 Arsitektur (konservasi). Sipil. min 3 tahun 11. Arsitektur. 2 orang. Surveyor. Administrasi & Keuangan. kualifikasi S1 Teknik Sipil. 1 orang. kualifikasi S1 Sosial. 2 orang. D3. Drafter/ Operator autocad. pengalaman min 3 tahun 7. pengalaman min 2 tahun Dalam proses penyusunan RTBL Kawasan Malioboro digunakan pendekatan & metodologi yang disusun menurut tahapan-tahapan proses yang terdiri dari : PENDEKATAN DAN . 1 orang.

Pengumpulan Data Analisis Data Identifikasi Potensi.METODOLOGI 1. masyarakat diberikan kesempatan aktif beraspirasi dan berkontribusi untuk merumuskan program-program bangunan dan lingkungan yang sesuai dengan tingkat kebutuhannya. Permasalahan dan Perkiraan kebutuhan Formulasi Strategi Penanganan Perumusan Rencana SPESIFIKASI TEKNIS OUTPUT YANG DIHARAPKAN Pekerjaan Penyusunan RTBL Kawasan Malioboro diharapkan dapat memberikan hasil keluaran berupa : 1. baik secara langsung maupun tidak langsung. Analisis Pengembangan Pembangunan Berbasis Peran Masyarakat Pembangunan berbasis peran masyarakat (community-based development) adalah pembangunan dengan orientasi yang optimal pada pendayagunaan masyarakat. Analisis Kawasan dan Wilayah Perencanaan Merupakan proses untuk mengidentifikasi. menganalisis. 4. 3. Rancangan Naskah Akademis sebagai bahan/materi Penyusunan Peraturan Walikota LINGKUP PEKERJAAN DAN RINCIAN TUGAS Lingkup pekerjaan dan rincian tugas dari pekerjaan Penyusunan RTBL Kawasan Malioboro mencakup : 1. Program Bangunan dan Lingkungan. 5. 2. Komponen analisis meliputi :  sosial kependudukan  prospek pertumbuhan ekonomi  daya dukung fisik & lingkungan  aspek legal konsolidasi lahan  daya dukung prasarana & fasilitas  kajian aspek historis kawasan b. disusun melalui : a. Dokumen RTBL Kawasan Malioboro 2. Proses penyusunan Dokumen RTBL harus melibatkan peran aktif masyarakat dalam setiap tahap kegiatan dengan menggunankan prinsip :  kesepakatan & hasil kerjasama  sesuai aspirasi publik  kejelasan tanggung jawab  kesempatan yang sama Berdasarkan data Analisis kawasan & wilayah perencanaan dengan Analisis pengembangan pembangunan berbasis peran masyarakat akan menghasilkan Visi Pembangunan yang akan menjadi Konsep Dasar Perancangan Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) yang memuat Komponen Dasar Perancangan. memetakan dan mengapresiasi konteks lingkungan dan nilai lokal dari kawasan perencanaan dan wilayah sekitarnya. yang berisi :  Visi pembangunan  Konsep perancangan struktur tata bangunan & lingkungan .

Rencana ini merupakan rujukan bagi para pemangku kepentingan untuk . rencana aksesibilitas lingkungan  Ruang terbuka hijau  Rencana wujud visual/arsitektur bangunan gedung  Rencana prasarana dan sarana lingkungan Sedangkan untuk Komponen Rancangan didalamnya mencakup antara lain :  Struktur peruntukan lahan  Intensitas pemanfaatan lahan  Tata bangunan  Sistem sirkulasi & jalur penghubung  Sistem ruang terbuka & tata hijau  Tata kualitas lingkungan  Sistem prasarana & utilitas lingkungan b. termasuk panduan ketentuan detail visual kualitas minimal tata bangunan dan lingkungan. Rencana Umum Merupakan ketentuan-ketentuan rancangan tata bangunan dan lingkungan yang bersifat umum dalam mewujudkan lingkungan/kawasan perencanaan yang layak huni. Panduan Rancangan Panduan Rancangan merupakan penjelasan lebih rinci atas Rencana Umum yang telah ditetapkan sebelumnya dalam bentuk penjabaran materi utama melalui pengembangan komponen rancangan kawasan pada bangunan. yang terdiri dari : a. Rencana investasi disusun berdasarkan dokumen RTBL yang memperhitungkan kebutuhan nyata para pemangku kepentingan dalam proses pengendalian investasi dan pembiayaan dalam penataan lingkungan/kawasan. Rencana Investasi a. Konsep komponen perancangan kawasan Blok-blok pengembangan kawasan & program penanganan Rencana Umum dan Panduan Rancangan. kelompok bangunan. kavling dan blok. dan berkelanjutan. elemen prasarana kawasan. produktif. berjati diri.  2. b. Panduan Rancangan memuat antara lain :  Ketentuan dasar implementasi rancangan  Prinsip-prinsip pengembangan rancangan kawasan. yang berisi panduan rancangan tiap blok pengembangan dan simulasi rancangan tiga dimensional 3. Isi dari Rencana Umum antara lain :  Peruntukan lahan makro dan mikro  Rencana perpetakan  Rencana tapak  Rencana sistem pergerakan.

3) Penyiapan pelibatan dan pemasaran paket pembangunan untuk setiap pemangku kepentingan.  Arahan yang bersifat mengantisipasi terjadinya perubahan pada tahap pelaksanaan. BOOT. Ketentuan Pengendalian Rencana. Skenario strategi rencana investasi b. d. c. sehingga dapat tercapai kerjasama untuk mengurangi berbagai konflik kepentingan dalam investasi/pembiayaan. yang mencantumkan organisasi pelaksana. Strategi pengendalian rencana. . Rencana investasi mencakup antara lain : a. yang berisi : a. b. masih sejalan dengan rencana dan program penataan kota.  Untuk pengelolaan pelaksanaan RTBL dapat disiapkan suatu organisasi pelaksana tersendiri. serta proses lainnya. dengan menggambarkan pola koordinasi. sosial. Strategi Pengendalian :  Strategi pengendalian rencana diatur dengan Rencana Kelembagaan. BOO) 4. yang disebabkan oleh berbagai hal. tetapi masih dapat memenuhi persyaratan daya dukung dan daya tampung lahan. alur dan pola pertanggungjawaban. kapasitas prasarana lingkungan binaan.menghitung kelayakan investasi dan pembiayaan suatu penataan atau pun menghitung tolok ukur keberhasilan investasi. Arahan pengendalian rencana 1) Penetapan rencana dan indikasi program pelaksanaan dan pengendalian pelaksanaan. termasuk kesepakatan wewenang dan kelembagaan. dan ekonomi terhadap kepentingan dan tanggung jawab para pemangku kepentingan. Rencana ini menjadi alat mobilisasi dana investasi masing-masing pemangku kepentingan dalam pengendalian pelaksanaan sesuai dengan kapasitas dan perannya dalam suatu sistem wilayah yang disepakati bersama. 4) Identifikasi dan penyesuaian aspek fisik. SDM yang terlibat dan aturan tata laksana kelembagaannya. memuat : 1). 2) Penetapan paket kegiatan pelaksanaan dan pengendalian jangka menengah. serta masih dapat menampung aspirasi masyarakat. 2). Pola kerjasama operasional investasi (BOT. Aspek-aspek Pengendalian :  Ketentuan administratif untuk mengendalikan pelaksanaan seluruh rencana dan program serta kelembagaan yang diperlukan pemerintah daerah dalam rangka mendorong pelaksanaan materi RTBL agar terlaksana secara efektif termasuk melalui mekanisme perizinan (terutama IMB = Izin Mendirikan Bangunan). sehingga tercapai kesinambungan pentahapan pelaksanaan pembangunan. Rencana investasi juga mengatur upaya percepatan penyediaan dan peningkatan kualitas pelayanan prasarana/sarana lingkungan/kawasan.

 Mempertimbangkan keragaman pemangku kepentingan yang dapat memiliki kepentingan berbeda. Tujuan Pengelolaan Kawasan Untuk dapat melaksanakan kegiatan estate management dengan efektif dan terencana. masyarakat. suatu lingkungan perlu membuat suatu piranti atau alat berupa dokumen tertulis yang melindungi dan memelihara berbagai aset dari lingkungan yang bersangkutan sebagai penjabaran dari berbagai kepentingan pemakai. rehabilitasi/pembaharuan. baik pemerintah daerah. 3). pemanfaatan. seperti masyarakat setempat beserta kegiatan sosial-budayanya. Aspek-aspek Pengendalian  Penetapan alat-alat dan prosedur pengendalian pelaksanaan. sosial dan ekonomi).  Pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaan materi teknis dokumen RTBL. bangunan fisik. dunia usaha. Kriteria dan Pertimbangan Pengendalian:  Memperhatikan kepentingan publik. dan penerapan insentif/disinsentif. mencakup : 1). 5. seperti dalam mekanisme perizinan IMB. kegiatan penjaminan. Lingkup Pengelolaan Pengelolaan kawasan mencakup kegiatan pemeliharaan atas investasi fisik yang telah terbangun beserta segala aspek nonfisik yang diwadahinya. yang bersifat menerus dan berkelanjutan. hak. aset pelestarian . maupun Pemerintah.  Mempertimbangkan pendayagunaan SDM dan sumber daya alam (ekonomi. serta pelayanan dari aset properti lingkungan/kawasan. hak sewa atau hak pakai di lingkungan tersebut.  Evaluasi pelaksanaan peran para pemangku kepentingan sesuai kesepakatan dalam penataan bangunan dan lingkungan. review tim ahli bangunan gedung (TABG).  Penerapan mekanisme sanksi dalam penyelenggaraan pembangunan sesuai dengan peraturan perundangan-undangan 2).  Pengawasan teknis atas pelaksanaan sistem perizinan dan pelaksanaan kegiatan pembangunan di lokasi penataan. Aset Properti yang Dikelola Jenis aset properti yang dikelola dapat berupa sumber daya alam. perencanaan pelaksanaan dan pengendalian di lapangan. pemilik. atau pun pihak-pihak lain yang mempunyai hak milik. wewenang. pengelolaan operasional. yang berisi : a.5) Penetapan persyaratan teknis masing-masing aspek (fisik. sosial budaya dan lingkungan) lokal. Pengendalian pelaksanaan. 2). Pedoman Pengelolaan Kawasan merupakan piranti pengelolaan yang berisi kewajiban. lahan. b. lansekap dan tata hijau. mencakup : 1). kelembagaan serta mekanisme dari pengendalian dan pengelolaan terhadap berbagai keinginan pemangku kepentingan. Arahan pengelolaan kawasan. Pedoman Pengendalian Pelaksanaan.

 Kepentingan pemberlakuan peraturan bagi seluruh persil yang ditujukan untuk meningkatkan dan melindungi nilai. pengguna pewarisnya. termasuk pengguna/pemakai/penyewa dari luar kawasan. pihak pengelola diizinkan untuk mendelegasikan atau mengontrakkannya secara profesional kepada suatu lembaga/pihak lain secara kompetitif sesuai peraturan perundang-undangan.  Kepentingan perencanaan aset eksisting yang harus mendukung kebutuhan pelayanan lingkungan setempat.  Kepentingan agar semua persil yang berada dalam lingkungan binaan yang ditata tersebut dapat digunakan. BOO. dan sebagainya.  Pada kasus pengelolaan dengan kompleksitas tinggi. atau yang diberi kuasa. termasuk juga mengikat dan menguntungkan lembaga penerusnya. Pelaku Pengelolaan  Wewenang atas pelaksanaan pengelolaan kawasan dilakukan oleh Pihak Pengelola Kawasan yang anggota dan programnya disusun sesuai kesepakatan antara masyarakat (pemilik lahan/bangunan). 5). baik yang merupakan aset bersama dengan kepemilikan publik setempat. 4). dikelola dan dipelihara sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang dimuat pada pedoman pengelolaan kawasan.  Pertimbangan lain seperti umur bangunan atau aset properti dan risiko investasi yang harus dipertimbangkan sejak tahap perancangan kawasan.  Pihak pengelola merumuskan program pengelolaan yang dirangkum dari berbagai kepentingan beragam pelaku.budaya dan sejarah serta infrastruktur kawasan. Aspek-aspek Pengelolaan  Kepentingan pengelolaan yang mengikat semua pihak dengan suatu peraturan yang saling menguntungkan. swasta (pengembang/investor/penyewa). . pemerintah daerah dan pelaku pembangunan lain. atau pun aset properti pribadi yang harus dikontrol pemanfaatan dan perkembangannya sesuai dengan RTBL yang disepakati. daya tarik. seperti pola BOT.  Kepentingan pengendalian yang dikaitkan dengan pola kerjasama yang berlaku. dan daya guna pakai dari seluruh fungsi yang ada untuk kepentingan bersama.  Pihak pengelola kawasan berfungsi sebagai lembaga perantara/ penghubung dan lembaga perwakilan di antara berbagai pelaku yang berkepentingan dalam pengelolaan aset properti.

dan fasilitas umum/fasilitas sosial • Pembangunan tanpa izin (pembangunan liar) • Pemeliharaan ruang terbuka dan fasilitas umum lingkungan • Pembiayaan pemeliharaan dan perbaikan • Penegakan hukum (law enforcement) pengelolaan • Koordinasi persetujuan dan persyaratan penggunaan • Manajemen gangguan • Manajemen aksesibilitas umum • Kebersihan dan pembuangan sampah/limbah • Pengelolaan utilitas dan fasilitas PERATURAN KHUSUS PENGGUNAAN DAN PEMANFAATAN: Peraturan Penggunaan dan Pemanfaatan Kaveling dan Ruang Publik PERATURAN KHUSUS PENGELOLAAN DAN PERAWATAN: Peraturan Pengelolaan dan Perawatan Kaveling dan Ruang Publik PERATURAN KHUSUS PELAYANAN LINGKUNGAN: Peraturan Pelayanan Lingkungan • Pengelolaan. air. transportasi. suara.6). dan hama) • Manajemen teguran/sanksi/denda dan bonus/insentif/disinsentif/imbalan • Koordinasi layanan kegiatan yang diwadahi • Pengelolaan dan layanan kaki lima • Manajemen gangguan (polusi udara. Sistematika Pedoman Pengelolaan Sistematika Pedoman Pengelolaan antara lain sebagai berikut : PERATURAN UMUM: Peraturan Operasional Penggunaan. penggunaan dan perawatan kaveling dan ruang publik • Koordinasi kegiatan yang diwadahi • Pengelolaan kaki lima • Pengelolaan sirkulasi pejalan kaki. air. Pemanfaatan dan Penjaminan • Penjaminan atas hak tanah dan hak pakai • Hak dan kewajiban berbagai pelaku • Penggunaan yang diizinkan dan yang terlarang • Pemeliharaan kondisi properti • Pengelolaan dan penataan lansekap. suara. dan hama) • Pengelolaan layanan kebersihan dan pembuangan • Koordinasi layanan keamanan dan keselamatan • Manajemen pelaksanaanperaturan layanan fasilitas umum . dan sistem parkir • Manajemen gangguan (polusi udara. ruang terbuka.

Executive Summary dan CD data dibuat sebanyak 12 (Dua belas) eksemplar. dengan kertas HVS ukuran folio (F4). dengan kertas HVS ukuran Folio (F4) 2. NIP. MA.. 3. 19710904 199703 2 006 .• PERATURAN KHUSUS PEMBAHARUAN/ PERBAIKAN: Peraturan Pembaharuan Aset • • • • • Manajemen teguran/sanksi/denda dan bonus/insentif/disinsentif/imbalan Koordinasi pembaharuan/ perbaikan Manajemen risiko dan nilai aset terhadap kebutuhan Manajemen pembaharuan Perubahan/penambahan dan renovasi/perbaikan Manajemen insentif/disinsentif/imbalan dalam pembaharuan/perbaikan aset LAPORAN KEMAJUAN PEKERJAAN 1. Rekomendasi. dengan kertas HVS ukuran Folio (F4). MT. serta Draft Buku Panduan Rancangan Kawasan (Urban Design Guideline) dibuat sebanyak 12 (Dua belas) eksemplar. April 2013 PPK Wahyu Setyowati.. dan gambaran umum mengenai daerah kajian dan pekerjaan yang akan dilakukan dibuat sebanyak 12 (Dua belas) eksemplar. personil pelaksana. Laporan Akhir Berisi Panduan Rancangan Kawasan (Urban Design Guideline). ST. peralatan yang digunakan. Laporan Antara Berisi Data dan Analisis. Laporan Pendahuluan Berisi rencana kegiatan yang dilengkapi dengan jadwal pelaksanaan (time schedule). Yogyakarta.

You're Reading a Free Preview

Descarregar
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->