SISTEM PEMERINTAHAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Negara Indonesia salah satu negara yang berada di Asia Tenggara, dan menjadi salah satu perintis, pelopor, dan pendiri berdirinya ASEAN. Letak geografis Indonesia yang berada di antara dua samudera yaitu Samudera Pasifik dan Samudera Atlantik, serta diapit oleh dua benua, yaitu Benua Asia dan Benua Australia. Menurut Pasal 1 ayat 1, Indonesia adalah Negara Kesatuan yang berbentuk Republik. Menurut Undang-Undang Dasar 1945, kedaulatan berada di tangan rakyat, dan dilaksanakan menurut UUD. Sistem pemerintahannya yaitu negara berdasarkan hokum (rechsstaat). Dengan kata lain, penyelenggara pemerintahan tidak berdasarkan pada kekuasaan lain (machsstaat). Dengan berlandaskan pada hokum ini, maka Indonesia bukan negara yang bersifat absolutisme (kekuasaan yang tidak terbatas). Semenjak lahirnya reformasi pada akhir tahun 1997, bangsa dan negara Indonesia telah terjadi perubahan sistem pemerintahan Indonesia, yaitu dari pemerintahan yang sentralistik menjadi desentralisasi atau otonomi daerah. Setelah ditetapkannya UUD No. 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah, serta UU No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Pemerintahan Negara yang Bebas KKN, merupakan tonggak awal dari diberlakukannya sistem otonomi daerah di Indonesia. Berikut ini adalah beberapa alat penyelenggara negara yang ada di Indonesia yang menjadi penentu keberhasilan negara Indonesia dalam membangun dan menciptakan tujuan negara yang dikehendaki berdasarkan UUD 1945. Sistem pemerintahan negara Indonesia dapat diartikan dalam dua bagian, yaitu dalam arti sempit dan dalam arti luas. Dalam arti sempit pemerintahan terdiri dari lembaga eksekutif saja, yaitu : 1. Tingkat pusat. Meliputi presiden dan wakil presiden, menteri-menteri dan instansi yang berada dalam ruang lingkupnya. 2. Tingkat daerah meliputi : a. Provinsi terdiri dari gubernur dan wakil gubernur yang dibantu oleh dinas-sinas b. Kota dan kabupaten dipimpin oleh walikota dan wakil walikota atau bupati dan wakil bupati, dibantu oleh dinas-dinas, camat, lurah atau kepala desa, serta rw, rt atau kadus. Sedangkan dalam arti luas dalah meliputi semua alat kelengkapan negara, yaitu MPR, DPR, DPD, Presiden dan Wapres, BPK, MA, MK, KY, dan lembaga khusus (KPK, KPU, dan Bank Sentral) Pemerintahan NKRI tidak terlepas dari Pancasila sebagai Dasar Negara dan UUD sebagai Konstitusi. Antara Pancasila dan UUD terjalin hubungan yang berkaitan, Pancasila yang digunakan adalah Pancasila yang dicantumkan dalam Pembukaan UUD. Dalam ketatanegaraan UUD adalah penjabaran dari hakikat pokok Pancasila.

Jika DPR dan DPD mengabungkan diri dan bersidang sesuai UU. Tetapi jika keduanya berhalangan atau mangkat maka terdapat 3 menteri yang harus menggantikanya secara bersamaan. Tugas pokok DPR adalah membuat UU bersama dengan pemerintah. DPRD kota/kabupaten serta DPD. untuk tungkat berikutnya pemerintahan kota dipimpin oleh walikota dan wawako serta kabupaten oleh bupati dan wabub. Setiap lembaga-lembaga itu memiliki fungsi masing-masing sesuai UU.Sistem pemerintahan didunia saat ini terdiri dari Presidensiil dan Parlementer. sedangkan negara yang menganut parlementer fokus kekuasaan ada pada parlemen. Jadi presiden dan wapres dapat memangku jabatan yang sama untuk 2 periode. Sedangkan MK memiliki fungsi menguju produk hukum diatas UU dan membubarkan parpol. Sedangkat tingkat provinsi oleh gubernur dan wagub. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) . DPRD provinsi. MK. Tugas pokok dari lembaga ini adalah melaksanakan pemerintahan. Pada sistem presidensiil fokus kekuasaan ada pada presiden. dan menhankam dalam tenggat waktu diatur oleh UU. sedangkan DPD mengajukan RUU kedaeraan untuk dibahas bersama DPR. DPR dan DPD dipilih melalui parpol dalam pemilu. Legislatif yang meliputi DPR. sedangkan DPD dipilih melalui nonparpol dan non militer dalam pemilu. MPR memfunyai banyak tugas dan yang terpenting adalah mengubah dan menentapkan UUD 4. Di Indonesia alat kelengkapan negara terdiri dari : 1. Dalam pemerintahan RI jika presiden mangkat atau berhalangan maka wapres yang menggantikannya. Sementara KY berguna untuk menentukan calon hakim agung. Eksaminatif atau BPK adalah lembaga yang berwenang menaudit kondisi keuangan negara. Hasil pengawasan ini akan dilaporkan kepada DRP untuk dipelajari. Terdapat beberapa perbedaan antara kedua sistem itu. Pada tingkat pusat dikepalai oleh Presiden dan wapres. yaitu mendagri. Lembaga yudikatif terdiri dari MA. 3. menlu. yaitu lembaga negara yang mengelolah lembaga pemerintahan baik dalam tingkat pusat maupun tingkat daerah. Lembaga ini adalah penjelmaan dari penggabungan kekuatan dari lembaga legislatif. MA berfungsi mengadili perkara pada tingkat kasasi dan menguji produk hukum dibawah UU. Eksekutif. Baik presiden maupun wapres dapat dipilih kembali untuk masa jabat yang sama juga hanya untuk 1 periode. Masa jabat seorang presiden atau wakil presiden adalah 5 tahun atau 1 periode. maka akan terbentuk MPR. Yudikatif. 5. 1. dan KY. bukan pada Presiden atau Perdana Menteri. 2. Konstitutif.

. Akan tetapi setelah dilakukan Amandemen terhadap UUD 1945. Majelis Permusyawaratan Rakyat menurut Pasal 2 UUD 1945. ketua DPD dan satu wakil ketua sementara MPR. 2) Sidang Tahunan Majelis yaitu Sidang yang dilakukan setiap tahun. bersidang sedikitnya sekali dalam lima tahun. Sedangkan dalam Pasal 2 ayat (1) bahwa Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang dipilih melalui pemilihan umum dan diatur lebih lanjut dengan undang-undang. 3) Sidang Istimewa Majelis yaitu Sidang yang diadakan diluar Sidang Umum dan Sidang Tahunan. Dengan kata lain MPR adalah penyelenggara dan pemegag kedaulatan rakyat. Jadi setelah dilakukan Amandemen kedaulatan murni berada ditangan rakyat yang ketentuan lebih lanjut diatur didalam Undang-undang. jika pimpinan MPR belum terbentuk. Menurut Pasal 7 UU SUSDUK MPR. Persidangan-persidangan itu dapat dilakukan dalam kondisi-kondisi tertentu. Masa jabat keanggotaan MPR adalah lima tahun dan akan berakhir pada saat keanggotaan MPR yang baru mengucapkan sumpah atau janjinya.Berdasarkan naskah asli UUD 1945 dinyatakan bahwa kedaulatan ada di tanganrakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. maka selama lima tahun itu majelis dapat melakukan persidangan lebih dari satu kali. MPR terdiri dari satu orang pimpinan dan tiga orang wakil ketua yang terdiri dari unsur DPR dan DPD yang dipilih dari anggota dan oleh anggota MPR dalam Sidang Paripurna MPR. maka bunyi Pasal 1 ayat (2) tersebut menjadi “Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD”. MPR dianggap sebagai penjelmaan rakyat yang memegang kedaulatan negara (Vertretungsorgan des Willems des Staatvolkes). Atau sidang yang dilakukan dalam kondisi khusus. Apabila ketua DPR dan DPD berhalangan maka dapat digantikan oleh wakil ketua DPR dan wakil ketua DPD. Peremian sebagai ketua MPR sementara ini dilakukan melalui Keputusan MPR. Dengan kata lain jika dimungkinkan atau dipandang perlu. Dalam struktur kepemimpinan dalam Majslis Permusyawaratan Rakyat. yaitu ketua DPR. maka pimpinan siding dipimpin oleh pemimpin sementara MPR. Keanggotaan MPR ini diresmikan dengan Keputusan Presiden (Pasal 3 UU SUSDUK MPR). Jenis persidangan dalam MPR adalah sebagai berikut : 1) Sidang Umum Majelis yaitu Sidang yang dilakukan pada permulaan masa jabatan keanggotaan Majelis.

Selain mengenal 3 jenis persidangan diatas. 2) Keputusan Majelis Permusyawaratan Rakyat Keputusan MPR adalah putusan majelis yang mempunyai kekuatan hukum mengikat ke dalam majelis. maka MPR memiliki beberapa tugas dan wewenang. Keputusan MPR hanya memiliki kekuatan hukum yang mengikat lembaga MPR saja. Dalam mengeluarkan peraturan majelis memiliki kekuatan yang berbeda. sehingga suatu keputusan MPR tidak mengikat alat kelengkapan negara lain. termasuk warga negara. MPR juga mengenal 7 jenis rapat majelis. yaitu ketetapan dan keputusan. Dengan demikian ketetapan MPR berlaku harus ditaati oleh lembagalembaga negara beserta seluruh subjek negara Indonesia secara keseluruhan. Rapat-rapat yang dilakukan oleh Majelis itu adalah : 1) Rapat Paripurna Majelis 2) Rapat Gabungan Pimpinan Majelis dengan Pimpinan-pimpinan Komisi atau Panitia Ad Hoc Majelis 3) Rapat Pimpinan Majelis 4) Rapat Badan Pekerja Majelis 5) Rapat Komisi Majelis 6) Rapat Panitia Ad Hoc Majelis 7) Rapat Fraksi Majelis Selain dari penjelasan diatas. Majelis juga memiliki kekuatan hukum yang berbeda dalam mengeluarkan peraturan. 1) Mengubah dan menetapkan UUD 2) Melantik presiden dan wakil presiden berdasarkan hasil pemilu dalam sidang paripurna MPR . 1) Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Ketetapan MPR adalah putusan majelis yang memiliki kekuatan hukum yang mengikat ke dalam dan keluar majelis. Untuk melaksanakan tugas yang diembankan rakyat kepadanya.

maka dapat dilihat terdapat sejumlah perbedaan. Untuk lebih jelasnya perhatikan data berikut ini. TNI/POLRI diangkat oleh presiden Pasca Amandemen  DPR dipilih rakyat melalui Pemilu  DPD dipilih rakyat melalui Pemilu  Tidak terbatas  Terbatas. berhenti. selambat-lambatnya dalam masa 60 hari 6) Memilih presiden dan wakil presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatanya. atau tidak dapat melakukan kewajiban dalam masa jabatannya 5) Memilih wakil presiden dari dua calon yang diajukan presiden apabila mengalami kekosongan jabatan wakil presiden dalam masa jabatannya. dari dua paket calon yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik. yaitu hanya : 2 Kewenangan  Mengubah UUD  Melantik presiden dan wakil presiden  Memberhentikan presiden atau wakil . sampai habis masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu 30 hari 7) Menetapkan kode etik dan tata tertib MPR Jika dibandingkan UUD 1945 sebelum diamandemen.3) Memutuskan usul DPR berdasarkan putusan mahkamah konstitusi untuk memberhentikan presiden dan wakil presiden dalam masa jabatannya setelah presiden dan wakil presiden diberi kesempatan untuk menyampaikan penjelasan didalam sidang paripurna MPR 4) Melantik wakil presiden menjadi presiden apabila presiden mangkat. No 1 Keterangan Rekruitmen Pra Amandemen  DPR dipilih rakyat melalui pemilihan umum  UD. UG. yang paket calon presiden dan wakil presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan sebelumnya. diberhentikan.

Presiden Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD. maka pemilihan presiden pada di lanjutkan pada putaran kedua. Dalam melaksanakan tugasnya. Dan yang dalam pemilihan kedua ini merupakan pemilihan saringan untuk menentukan calon pasangan presiden. Tugas.presiden atas usul DPR  DPR  DPR  Utusan Daerah 3 Keanggotan  Utusan Golongan  TNI/POLRI  Oleh DPR. Apabila terjadi persamaan atau perimbangan suara. Presiden dan DPD  Dewan Perwakilan  Daerah  Oleh DPR dan Presiden 4 Legislatif Tabel 2 Kedudukan. presiden di Indonesia dipilih oleh MPR. Jika terjadi suara berimbang. dan Wewenang MPR Sebelum dan Sesudah Amandemen UUD 1945 2. Sebelum tahun 2004. maka keputusan dapat diambil oleh MPR melalui musyawarah dengan pengambilan suara terbanyak. Sedangkan pasca 2004 presiden Republik Indoneisa dipilih secara langsung oleh rakyat Indonesia. presiden dibantu oleh seorang wakil presiden. .

dan AU [10 ] 5) Mengangkat konsul [13 (2)] 6) Memberi gelar. yaitu : 1) Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa . AL. kekuasaan dan kewenagan presiden yang harus mendapat persetujuan DPR adalah sebagai berikut. Adapun kekuasaan dan kewenangan Presiden adalah sebagai berikut. Sementara itu.Berdasarkan hasil amandemen UUD 1945. Bahwa seorang calon presiden dan wakil presiden harus memiliki syarat-syarat khusus. tanda jasa. membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain [11 (1) ] 2) Mengangkat duta [13 (1)] 3) Menerima duta dari negara lain [13 (3)] 4) Memberikan amnesty dan abolisi [14 (2)] 5) Tidak dapat memberhentikan atau membekukan DPR [7c ] Menurut UU No. dan lain-lain tanda kehormatan [15 ] 7) Memeberikan grasi dan rehabilitasi dengan memperhatikan pertimbangan Mahkamah Agung [14 (1)] 8) Membentuk dewan pertimbangan yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada presiden 9) Mengangkat dan memberhentikan menteri [17 ] 10) Menetapkan peraturan pemerintah penganti undang-undang (perpu). 1) Menjalankan kekuasaan pemerintahan [4 (1)] 2) Mengajukan RUU kepada DPR [5 (1)] 3) Menetapkan peraturan pemerintah untuk menjalankan suatu undang-undang [5 (2)] 4) Memegang kekuasaan tertinggi atas AD. 1) Menyatakan perang. diberikan sejumlah kekuasaan dan kewenangan kepada presiden tanpa harus mendapatkan persetujuan dari DPR. 23 Tahun 2003 tentang pemilihan presiden dan wakil presiden.

melainkan dipilih langsung oleh rakyat. UUD 1945. organisasi massa atau terlibat langsung dalam G 30 S/PKI 19) Tidak pernah dijatuhi hukuman penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindakan pidana yang diancam dengan pidana penjara limaahun atau lebih Setelah amandemen UUD 1945. presiden dan wakil presiden tidak lagi dipilih oleh MPR. . dan cita-cita Proklamasi 15) Tidak pernah dihukum penjara karena melakukan tindakan maker berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap 16) Berusia sekuarang-kurangnya 35 tahun 17) Berpendidikan serendah-rendahnya SLTA atau sederajat 18) Bukan bekas organisasi terlarang PKI. dan melksanakan wajib pajak selama 5 tahun terakhir 12) Memiliki daftar riwayat hidup 13) Belum pernah menjabat sebagai presiden dan wakil presiden selama dua kali masa jabatan dalam jabatan yang sama 14) Setia kepada Pancasila.2) WNI sejak kelahirannya dan tidak pernah berkewarganegaraan lain atas kehendaknya sendiri 3) Tidak pernah menghianati negara 4) Mampu secara rohani dan jasmani melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai seorang presiden 5) Bertempat tinggal di wilayah NKRI 6) Telah melaporkan kekayaan kepada instansi yang berwenang meyelidiki kekayaan pejabat 7) Tidak sedang memiliki tanggungan utang secara perseorangan dan atau secara badan hukum yang menjadi tanggung jawabnya yang merugikan keuangan negara 8) Tidak sedang dinyatakan pailit yang dinyatakan oleh pengadilan 9) Tidak pernah melakukan perbuatan tercelah 10) Terdaftar sebagai pemilih 11) Memiliki nomor pokok wajib pajak.

Prinsip-prinsip pemilihan presiden dan wakil presiden diatur dalam Pasal 6A ayai (1) sampai ayat (5). yang berupa a) penghianatan terhadap negara b) korupsi c) penyuapan d) tindak pidana berat lainya 2) melakukan perbuatan tercelah 3) terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai presiden dan wakil presiden. presiden dan wakil presiden dapat diberhentikan oleh MPR dalam massa jabatannya apabila presiden dan wakil presiden melakukan : 1) pelanggaran hukum. Sedangkan untuk memberhentikan presiden dan wakil presiden dalam massa jabatannya. 1) DPR menganggap atau menuduh presiden melanggar hukum . Yang secara jelas adalah sebagai berikut. MPR harus menerima usulan dari DPR dengan mekanisme kerja sebagai berikut. maka : a) dua calon pasangan presiden dan wakil presiden yang mendapat suara terbanyak pertama dan kedua dipilih kembali oleh rakyat b) calon pasangan presiden dan wakil presiden terpilih adalah yang mendapat suara paling banyak 5) pasangan presiden dan wakil presiden terpilih dilantik oleh MPR Selain dari ketentuan diatas. 1) Presiden dan wakil presiden sebagai suatu pasangan dipilih langung oleh rakyat 2) Pasangan presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik 3) Presiden dan wakil presiden terpilih apabila : a) mendapat suara lebih dari 50% b) dari 50% suara tersebut sedikitnya terdiri atas 20% di setiap provinsi yang tersebar lebih setengah dari jumlah provinsi 4) apabila tidak ada calon yang memenuhi poin c.

1) Digantikan oleh wakil presiden sampai habis massa jabatannya 2) Jika terjadi kekosongan wakil presiden. menteri dalam negeri dan menteri pertahanan secara bersama-sama paling lama satu bulan 4) Setelah itu MPR memilih presiden dan wakil presiden dari dua calon pasangan yang diajukan partai politik 5) Dua pasangan calon tersebut berasal dari calon yang meraih suara terbanyak pertama dan kedua pada pemilihan sebelumnya Dengan mencermati sejumlah pasal-pasal dalam UUD 1945 ini. mengadili. maka dapat dikemukakan bahwa kekuasaan presiden harus dibatasi oleh sebagai peraturan atau mekanisme tertentu.2) Tuduhan DPR diajukan kepada Mahkamah Konstitusi 3) Tuduhan DPR dapat diajukan pada MK apabila didukung oleh sekurang-kurangnya dua pertiga dari anggota DPR yang hadir dan batas kuota hadir adalah dua pertiga anggota DPR 4) MK wajib memeriksa. atau berhenti karena tidak dapat melakukan kewajibannya dalam massa jabatannya. maka pernyataan inilah yang dimaksud dengan Negara Indonesia yang bercita-cita untuk membangun pemerintahan yang bersih dan berwibawa sebagai negara demokratis. maka tugas kepresidenandijabat oleh menteri luar negeri. dan memutuskan tuduhan DPR paling lama 90 hari 5) Apabila MK memutuskan presiden dan wakil presiden bersalah. Dengan demikian. maka DPR mengusulkan MPR untuk menyelenggarakan sidang paripurna 6) MPR wajib menyelenggarakan sidang paripurna paling lambat selama 30 hari 7) Presiden diberikan kesempatan menyampaikan penjelasan 8) Keputusan MPR memberhentikan prresiden dan wakil presiden diambil dalam rapat paripurna dihadiri sekurang-kurangnya tiga perempat anggota MPR dan disetujui dua perempat anggota yang hadir Akan tetapi apabila presiden mangkat. . atau diberhentikan. MPR memilih wakil presiden dari dua calon untuk diangkat menjadi presiden 3) Apabila presiden dan wakil presiden secara bersamaan mangkat. berhenti. maka harus dilakukan seperti ketentuan berikut ini.

Pemerintahan Daerah Indonesia adalah negara nusantara atau negara kepulauan. memiliki sejumlah hambatan dan masalah. Struktur Organisasi Pemerintahan Daerah Pemerintah daerah menjalankan pemerintahan di daerah dengan seluar-luasnya. 1) Pemerintah daerah adalah Kepala Daerah beserta perangkat daerah otonom lain sebagai badan eksekutif daerah 2) Badan legislatif daerah adalah DPRD . Oleh karena itu. dan kota yang memiliki kewenagan untuk mengatur sendiri pemerintahannya.3. Hal ini berbeda jauh dengan kondisi Indonesia sebelum reformasi. 22 Tahun 1999. Urusan otonomi daera tidaklah statis. kabupaten. dimana negara Indonesia terdiri dari 27 provinsi yang kemudian menjadi 26 provinsi karena provinsi Timor-Timur memisahkan diri menjadi Negara Republik Timor Leste akibat diberlakukannya Undang-undang referendum yang berujung jajak pendapat. Pada tingkat pemerintahan daerah ini. yang mana didalamnya terdapat daerah otonom untuk menyelanggarakan kebijakan untuk masyarakat daerah itu. 22 Tahun 1999 di jelaskan bahwa ada beberapa ketentuan yang terdapat di dalam pemerintahan daerah. Dalam UU No. Hal ini terrutama disebabkan o/leh keadaan yang timbul dan berkembang didalam masyarakat itu sendiri. pasca reformasi pemerintah mengeluarkan peraturan tentang Otonomi Daerah. pemerintah daerah mempunyai kewenangan untuk merumuskan peraturan daerah yang akan berlaku didaerah masing-masing. Bahkan mungkin juga ada penghapusan sesuatu daerah dan pembentukan daerah-daerah baru. Indonesia dibagi menjadi beberapa provinsi. Dengan adanya DPRD. kecuali masalah pemerintahan yang sudah ditangani oleh pemerintah pusat. tetapi berkembang dan berubah. dibentuk pula Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Hingga akhir tahun 2005 di Indonesia telah berdiri sebanyak 32 provinsi. Urusan pemerintahan daerah dimungkinkan bertambah dan berkembang. Sejak 1 Januari 2001 pemerintahan daerah di Indonesia menggunakan UU No. khususnya jika dikaitkan dengan luas wilayah dan jarak geografis yang tidak mudah dijangkau.

Sebelum terbentuknya ketua DPR. Bahwa anggota DPR secara otomatis juga menjadi anggota MPR (pasal 2 ayat (1)). menurut pasal 27 SUSDUK MPR.3) Daerah otonom adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas daerah tertentu berwenang mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia 4) Kelurahan adalah wilayah kerja lurah sebagai perangkat daerah kabupaten dan/atau daerah kota di bawah kecamatan 5) Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas daerah tertentu berwenang mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dalam sistem pemerintahan nasional dan berada di Daerah Kabupaten Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Menurut UUD 1945 Pasal 19 ayat (1). dan DPD. Menurut Pasal 25 UU SUSDUK MPR. dilakukan di Sidang Paripurna dengan panduan ketua DPR. Berdasarkan UU SUSDUK pasal 17. DPR. yaitu : 1) Membentuk undang-undang yang dibahas dengan Presiden untuk mendapat persetujuan bersama. susunan keanggotaan ditetapkan dengan undang-undang (UU No. DPR juga memiliki hak untuk interpelasi. dan DPD). bahwa anggota DPR berjumlah 550 orang dan berdomisili di Ibukota Negara. sedangkan fungsi DPR. Masa jabat keanggota DPR adalah untuk lima tahun dan akan berakhir pada saat anggota DPR yang baru mengucapkan sumpah dan janji. Pimpinan sementara ini terdiri dari dua orang wakil partai politik yang memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan umum. Dalam melaksanakan tugasnya DPR merupakan lembaga yang berkedudukan seabagai lembaga negara dan merupakan lembaga legislatif. maka pembacaan sumpah dan janji. Pimpinan DPR terdiri atas seorang ketua dan tiga orang wakil ketua yang dilpilih dari dan oleh anggota DPR. Anggota DPR adalah anggota partai politik peserta pemilu yang dipilih berdasarkan hasil pemilihan umum. DPR dan DPD memiliki fungsi legislasi. 4 Tahun 1999 tentang Susunan dan Kedudukan MPR. maka dilakukan musyawarah dalam pemilihan anggota DPR tersebut. Selain itu. angket dan menyatakan pendapat. Jika pemenang pemilihan itu berimbang. anggaran dan pengawasan. Jika ada anggota DPR yang berhalangan hadir untuk membaca sumpah atau janji secara bersamaan. DPRD. Pengucapan sumpah dan janji dilakukan secara bersamaan dengan dipandu oleh Ketua MAhkamah Agung dalam Sidang Paripurna DPR. DPR. maka pimpinan sidang dipimpin oleh Pemimpin Sementara DPR. .

Anggota DPD dari setiap provinsi ditetapkan sebanyak empat orang. Tugas dan wewenang DPD adalah : a. 3) Menerima dan membahas usulan rancangan Undang-undang yang diajukan DPD yang berkaitan dengan bidang tertentu dan mengikutsertakannya dalam pembahasan. Menurut Pasal 41 UU SUSDUK MPR-DPR dan DPD. pendidikan dan agama. yang berkaitan dengan otonomi daerah. serta yang bekaitan dengan perimbangan keuangan pusat dan daerah. maka pimpinan sidang dipilih oleh Pimpinan Sementara DPD. Masa jabatan anggota DPD adalah lima tahun dan berakhir bersamaan dengan saat anggota DPD yang baru membacakan sumpah atau janji. ikut dalam pembahasan dan memberikan pertimbangan yang berkaitan dengan bidang legislasi tertentu. 5) Menetapkan APBN bersama Presiden dengan memperhatikan pertimbangan DPD. DPD juga mempunyai fungsi pengawasan atas pelaksanaan Undang-undang tertentu. penggabungan daerah. Pimpinan DPD terdiri atas seorang ketua. 6) Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan undang-undang anggaran pendapatan dan belanja negera serta kebijakan pemerintah. 5. 4) Memperhatihan pertimbangan DPD atas rancangan Undang-undang APBN dan rancangan undang-undang yang berkaitan dengan pajak. Memberikan pertimbangan kepada DPR atas rancangan Undang-undang APBN dan rancangan Undang-undang yang berkaitan dengan pajak. Sebelum terbentuk ketua DPD. dan agama. DPD mempunyai fungis mengajukan usul.dan sebanyak-banyaknya dua orang wakil ketua yang dipilih dari dan oleh anggota DPD. pendidikan. pembentukan dan pemekaran. selama persidangan harus berdomisili di ibukota Negara Republik Indonesia.2) Membahas dan memberikan persetujuan peraturan pemerintah pengganti undang-undang. pengelolaan Sumber Daya Alam. Dewan Perwakikilan Daerah (DPD) DPD merupakan anggota MPR yang terdiri atas wakil-wakil daerah provinsi yang dipilih melalui pemilihan umum. dan Sumber Daya Ekonomi lainnya. dengan dipandu oleh ketua Mahkamah Agung. Keanggotaan DPD. tidak lebih dari sepertiga jumlah anggota DPR. hubungan pusat dan daerah. Mengajukan rencana undang-undang kepada DPR. Seluruh anggota DPD ini. Jika ada anggota DPD yang berhalangan hadir untuk membacakan sumpah atau janji dilaksanakan dalam Sidang Paripurna DPD dengan dipandu oleh pimpinan DPD. yang dipilih dari seorang anggota tertua dan anggota termuda. Pembacaan sumpah atau janji anggota DPD dilakukan dalam sidang Paripurna DPD. . b.

b. Pengadilan Tinggi. Oleh karena itu. jika ada pejabat yang melanggar hak asasi manusia. yaitu peradilan yang menangani masalah pidana masyarakat sipil Indonesia. Hakim agung harus memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela. mengkaji peraturan perundangundangan di bawah undang –undang terhadap undang-undang. Kejaksaan Agung. Ketua dan wakil MA dipilih dari dan oleh hakim agung. berwenang mengadili pada tingkat kasasi. Kekuasaan Kehakiman Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang menyelenggarakan peradilan untuk menegakkan hokum dan keadilan. Lembaga kehakiman yang ada di Indonesia berada pada tingkat nasional dan tingkat kabupaten atau kota. c. dan Pengadilan Negeri. Memberikan pertimbangan kepada DPR dalam pemilihan anggota BPK. tingkat pengadilan ialah sebagai berikut. Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang bebas dan merdeka. maka dapat dikategorikan sebagai inkonstitusional dan melanggar hukum. 6. Menurut UUD 1945. dan d. Peradilan militer. yaitu peradilan yang menangani masyarakat Islam. d. Peradilan umum.c. Mahkamah Agung mempunyai fungsi untuk melaksanakan kekuasaan yang Yudikatif atau kekuasaan hakim. maka dapat dikatakan bahwa Mahkamah Agung merupakan pemegang kekuasaan kehakiman yang tertinggi di Indonesia. sedangkan calon hakim agung diusulkan oleh Komisi Yudisial kepada DPR untuk mendapatkan persetujuan dan selanjutnya ditetapkan sebagai hakim agung oleh presiden. Kekuasaan kehakiman dijalankan atas dasar penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia. yaitu peradilan yang menangani masalah-masalah perdata di masyarakat Secara hirarki. . kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan badan-badan lainnya. seperti pernikahan. Mahkamah Agung. professional dan berpengalaman di bidang hakim. Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN). Peradilan agama. artinya tidak ada turut camput tangan dari badan pemerintah atau legislatif. adil. Jika memperhatikan susunan kedudukannya. Mahkamah Agung. yaitu peradilan khusus yang menangani masalah hukum para petugas selama melaksanakan tugas dilingkungan kemiliterannya. Adapun badan-badan penyelenggara peradilan peradilan menurut ketentuan pokok-pokok kehakiman di Indonesia terdiri dari : a. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan undang-undang yang berkaitan dengan otonomi daerah.

HUBUNGAN PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH Sebagai negara yang besar dan terdiri dari lautan dan daratan. Jumlah anggota MK sebanyak 9 orang sebagai hakim konstitusi. b. integritas dan kepribadian yang tidak tercela. dan 3 orang diajukan oleh MA. martabar serta perilaku hokum. dalam melaksanakan kebijakan pemerintahan. Memutuskan pendapat DPR tentang pelanggaran yang dilakukan presiden.Sementara itu. Setelah terpilih. Mahkamah Konstitusi mempunyai kekuasaan dan kewengangan sebagai berikut : a. . harus memiliki pengalaman. Seorang anggota KY. menjaga dan menegakkan kehormatan. 3 orang diajukan oleh DPR. Anggota KY diangkat dan diberhentikan oleh presiden dengan persetujuan DPR. Memutuskan perselisihan hasil pemilu e. Mengadili tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji Undangundang terhadap UUD. Keanggotaan MK terdiri atas 3 orang diajukan oleh presiden. penetapan keanggotaan sebagai anggota MK dilakukan oleh presiden. yaitu sebuah komisi yang mandiri dan memiliki kewenangan untuk mengusulkan pengangkatan Hakim Agung. Negara Indonesia mengunakan beberapa konsep yang menghubungkan tata kerja antara pemerintah pusat dengan pemerintahan daerah. Komisi Yudisial (KY). Asas Sentralisasi Negara kesatuan dengan asas sentralisasi adalah negara yang segala sesuatunya langsung diatur dan diurus oleh Pemerintah Pusat sendiri. termasuk segala sesuatu yang menyangkut pemerintah dan kekuasaan daerah (negara tidak melakukan pembagian tugas). Memutuskan pembubaran partai politik d. Memutuskan sengketa kewenangan lembaga negera c. Sedangkan keuntungan dari asas ini adalah.

1) dapat menghemat biaya 2) adanya keseragaman peraturan 3) adanya kemajuan yang merata Sedangkan kelemahan dari sistem ini adalah sebagai berikut : 1) birokrasi yang bertele-tele 2) terhambatnya demokrasi 3) daerah tidak bertanggung jawab terhadap daerahnya sendiri Asas Desentralisasi Asas desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintahan oleh Pemerintah kepada Daerah Otonom dalam kerangkam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Asas Tugas Perbantuan (medebewind) . terutama dalam menunjang kemajuan 2) pengurusannya jauh lebih efisien dan efektif 3) bertele-telenya birokrasi menjadi berkurang 4) daerah dapat mengembangkan peraturan dan pembangunan selama tidak bertentangan dengan undang-undang dan kebijakan pusat Asas Dekosentrasi Asas dekosentrasi adalah pelimpahan wewenang dari pemerintahan pusat kepada gubernur sebagai wakil pemerintah dan atau perangkat pusat didaerah. pelaksanaan maupun pembiayaannya. Keuntungan menggunakan asas desentralisasi adalah sebagai berikut : 1) daerah diberi wewenang membuat peraturan sendiri sesuai dengan daerahnya. baik tentang sarana prasarana. Dalam asas ini urusan-urusan yang dilimpahkan oleh pemerintah pusat kepada pejabat-pejabat didaerah menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

Tugas perbantuan adalah penugasan dari pemerintah pusat kepada daerah dan desa dan dari daerah ke desa. untuk melaksanakan tugas tertentu yang diserta dengan pembiayaan. Dalam hal pertanggung jawaban maka mereka harus mempertanggung jawabkan kerjanya kepada yang menugaskan. Dalam melaksanakan otonomi daerah di daerah otonom dilengkapi dengan perangkat-perangkat seperti pada bagan 3. . sarana dan prasarana serta sumber daya manusia. Otonomi Daerah Otonomi Daerah adalah kewanagan daerah otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyrakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful