SISTEM PEMERINTAHAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Negara Indonesia salah satu negara yang berada di Asia Tenggara, dan menjadi salah satu perintis, pelopor, dan pendiri berdirinya ASEAN. Letak geografis Indonesia yang berada di antara dua samudera yaitu Samudera Pasifik dan Samudera Atlantik, serta diapit oleh dua benua, yaitu Benua Asia dan Benua Australia. Menurut Pasal 1 ayat 1, Indonesia adalah Negara Kesatuan yang berbentuk Republik. Menurut Undang-Undang Dasar 1945, kedaulatan berada di tangan rakyat, dan dilaksanakan menurut UUD. Sistem pemerintahannya yaitu negara berdasarkan hokum (rechsstaat). Dengan kata lain, penyelenggara pemerintahan tidak berdasarkan pada kekuasaan lain (machsstaat). Dengan berlandaskan pada hokum ini, maka Indonesia bukan negara yang bersifat absolutisme (kekuasaan yang tidak terbatas). Semenjak lahirnya reformasi pada akhir tahun 1997, bangsa dan negara Indonesia telah terjadi perubahan sistem pemerintahan Indonesia, yaitu dari pemerintahan yang sentralistik menjadi desentralisasi atau otonomi daerah. Setelah ditetapkannya UUD No. 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah, serta UU No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Pemerintahan Negara yang Bebas KKN, merupakan tonggak awal dari diberlakukannya sistem otonomi daerah di Indonesia. Berikut ini adalah beberapa alat penyelenggara negara yang ada di Indonesia yang menjadi penentu keberhasilan negara Indonesia dalam membangun dan menciptakan tujuan negara yang dikehendaki berdasarkan UUD 1945. Sistem pemerintahan negara Indonesia dapat diartikan dalam dua bagian, yaitu dalam arti sempit dan dalam arti luas. Dalam arti sempit pemerintahan terdiri dari lembaga eksekutif saja, yaitu : 1. Tingkat pusat. Meliputi presiden dan wakil presiden, menteri-menteri dan instansi yang berada dalam ruang lingkupnya. 2. Tingkat daerah meliputi : a. Provinsi terdiri dari gubernur dan wakil gubernur yang dibantu oleh dinas-sinas b. Kota dan kabupaten dipimpin oleh walikota dan wakil walikota atau bupati dan wakil bupati, dibantu oleh dinas-dinas, camat, lurah atau kepala desa, serta rw, rt atau kadus. Sedangkan dalam arti luas dalah meliputi semua alat kelengkapan negara, yaitu MPR, DPR, DPD, Presiden dan Wapres, BPK, MA, MK, KY, dan lembaga khusus (KPK, KPU, dan Bank Sentral) Pemerintahan NKRI tidak terlepas dari Pancasila sebagai Dasar Negara dan UUD sebagai Konstitusi. Antara Pancasila dan UUD terjalin hubungan yang berkaitan, Pancasila yang digunakan adalah Pancasila yang dicantumkan dalam Pembukaan UUD. Dalam ketatanegaraan UUD adalah penjabaran dari hakikat pokok Pancasila.

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) . Legislatif yang meliputi DPR. Terdapat beberapa perbedaan antara kedua sistem itu. 3. Baik presiden maupun wapres dapat dipilih kembali untuk masa jabat yang sama juga hanya untuk 1 periode. sedangkan DPD dipilih melalui nonparpol dan non militer dalam pemilu. Tetapi jika keduanya berhalangan atau mangkat maka terdapat 3 menteri yang harus menggantikanya secara bersamaan. Lembaga yudikatif terdiri dari MA. bukan pada Presiden atau Perdana Menteri. Dalam pemerintahan RI jika presiden mangkat atau berhalangan maka wapres yang menggantikannya. dan menhankam dalam tenggat waktu diatur oleh UU. yaitu lembaga negara yang mengelolah lembaga pemerintahan baik dalam tingkat pusat maupun tingkat daerah. DPR dan DPD dipilih melalui parpol dalam pemilu. MPR memfunyai banyak tugas dan yang terpenting adalah mengubah dan menentapkan UUD 4. MK. menlu. Sedangkan MK memiliki fungsi menguju produk hukum diatas UU dan membubarkan parpol. Tugas pokok dari lembaga ini adalah melaksanakan pemerintahan. Tugas pokok DPR adalah membuat UU bersama dengan pemerintah. Setiap lembaga-lembaga itu memiliki fungsi masing-masing sesuai UU. Yudikatif. sedangkan negara yang menganut parlementer fokus kekuasaan ada pada parlemen. 2. Pada sistem presidensiil fokus kekuasaan ada pada presiden. MA berfungsi mengadili perkara pada tingkat kasasi dan menguji produk hukum dibawah UU. sedangkan DPD mengajukan RUU kedaeraan untuk dibahas bersama DPR. 1. Sementara KY berguna untuk menentukan calon hakim agung. untuk tungkat berikutnya pemerintahan kota dipimpin oleh walikota dan wawako serta kabupaten oleh bupati dan wabub. Eksaminatif atau BPK adalah lembaga yang berwenang menaudit kondisi keuangan negara. Jadi presiden dan wapres dapat memangku jabatan yang sama untuk 2 periode. DPRD provinsi. Jika DPR dan DPD mengabungkan diri dan bersidang sesuai UU.Sistem pemerintahan didunia saat ini terdiri dari Presidensiil dan Parlementer. maka akan terbentuk MPR. Sedangkat tingkat provinsi oleh gubernur dan wagub. Masa jabat seorang presiden atau wakil presiden adalah 5 tahun atau 1 periode. Pada tingkat pusat dikepalai oleh Presiden dan wapres. dan KY. DPRD kota/kabupaten serta DPD. Eksekutif. Di Indonesia alat kelengkapan negara terdiri dari : 1. yaitu mendagri. Konstitutif. Hasil pengawasan ini akan dilaporkan kepada DRP untuk dipelajari. 5. Lembaga ini adalah penjelmaan dari penggabungan kekuatan dari lembaga legislatif.

bersidang sedikitnya sekali dalam lima tahun. Atau sidang yang dilakukan dalam kondisi khusus. . Jadi setelah dilakukan Amandemen kedaulatan murni berada ditangan rakyat yang ketentuan lebih lanjut diatur didalam Undang-undang. Akan tetapi setelah dilakukan Amandemen terhadap UUD 1945. Dalam struktur kepemimpinan dalam Majslis Permusyawaratan Rakyat. Majelis Permusyawaratan Rakyat menurut Pasal 2 UUD 1945. Keanggotaan MPR ini diresmikan dengan Keputusan Presiden (Pasal 3 UU SUSDUK MPR). MPR terdiri dari satu orang pimpinan dan tiga orang wakil ketua yang terdiri dari unsur DPR dan DPD yang dipilih dari anggota dan oleh anggota MPR dalam Sidang Paripurna MPR. Apabila ketua DPR dan DPD berhalangan maka dapat digantikan oleh wakil ketua DPR dan wakil ketua DPD. Sedangkan dalam Pasal 2 ayat (1) bahwa Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang dipilih melalui pemilihan umum dan diatur lebih lanjut dengan undang-undang. Dengan kata lain MPR adalah penyelenggara dan pemegag kedaulatan rakyat. Jenis persidangan dalam MPR adalah sebagai berikut : 1) Sidang Umum Majelis yaitu Sidang yang dilakukan pada permulaan masa jabatan keanggotaan Majelis. Dengan kata lain jika dimungkinkan atau dipandang perlu. maka pimpinan siding dipimpin oleh pemimpin sementara MPR. Persidangan-persidangan itu dapat dilakukan dalam kondisi-kondisi tertentu. Masa jabat keanggotaan MPR adalah lima tahun dan akan berakhir pada saat keanggotaan MPR yang baru mengucapkan sumpah atau janjinya.Berdasarkan naskah asli UUD 1945 dinyatakan bahwa kedaulatan ada di tanganrakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. yaitu ketua DPR. Menurut Pasal 7 UU SUSDUK MPR. ketua DPD dan satu wakil ketua sementara MPR. Peremian sebagai ketua MPR sementara ini dilakukan melalui Keputusan MPR. 3) Sidang Istimewa Majelis yaitu Sidang yang diadakan diluar Sidang Umum dan Sidang Tahunan. MPR dianggap sebagai penjelmaan rakyat yang memegang kedaulatan negara (Vertretungsorgan des Willems des Staatvolkes). maka selama lima tahun itu majelis dapat melakukan persidangan lebih dari satu kali. 2) Sidang Tahunan Majelis yaitu Sidang yang dilakukan setiap tahun. jika pimpinan MPR belum terbentuk. maka bunyi Pasal 1 ayat (2) tersebut menjadi “Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD”.

Untuk melaksanakan tugas yang diembankan rakyat kepadanya. sehingga suatu keputusan MPR tidak mengikat alat kelengkapan negara lain. Majelis juga memiliki kekuatan hukum yang berbeda dalam mengeluarkan peraturan. maka MPR memiliki beberapa tugas dan wewenang. MPR juga mengenal 7 jenis rapat majelis. Rapat-rapat yang dilakukan oleh Majelis itu adalah : 1) Rapat Paripurna Majelis 2) Rapat Gabungan Pimpinan Majelis dengan Pimpinan-pimpinan Komisi atau Panitia Ad Hoc Majelis 3) Rapat Pimpinan Majelis 4) Rapat Badan Pekerja Majelis 5) Rapat Komisi Majelis 6) Rapat Panitia Ad Hoc Majelis 7) Rapat Fraksi Majelis Selain dari penjelasan diatas. Dalam mengeluarkan peraturan majelis memiliki kekuatan yang berbeda.Selain mengenal 3 jenis persidangan diatas. yaitu ketetapan dan keputusan. Keputusan MPR hanya memiliki kekuatan hukum yang mengikat lembaga MPR saja. termasuk warga negara. 1) Mengubah dan menetapkan UUD 2) Melantik presiden dan wakil presiden berdasarkan hasil pemilu dalam sidang paripurna MPR . Dengan demikian ketetapan MPR berlaku harus ditaati oleh lembagalembaga negara beserta seluruh subjek negara Indonesia secara keseluruhan. 1) Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Ketetapan MPR adalah putusan majelis yang memiliki kekuatan hukum yang mengikat ke dalam dan keluar majelis. 2) Keputusan Majelis Permusyawaratan Rakyat Keputusan MPR adalah putusan majelis yang mempunyai kekuatan hukum mengikat ke dalam majelis.

maka dapat dilihat terdapat sejumlah perbedaan. selambat-lambatnya dalam masa 60 hari 6) Memilih presiden dan wakil presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatanya. berhenti. atau tidak dapat melakukan kewajiban dalam masa jabatannya 5) Memilih wakil presiden dari dua calon yang diajukan presiden apabila mengalami kekosongan jabatan wakil presiden dalam masa jabatannya. dari dua paket calon yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik. yaitu hanya : 2 Kewenangan  Mengubah UUD  Melantik presiden dan wakil presiden  Memberhentikan presiden atau wakil . diberhentikan.3) Memutuskan usul DPR berdasarkan putusan mahkamah konstitusi untuk memberhentikan presiden dan wakil presiden dalam masa jabatannya setelah presiden dan wakil presiden diberi kesempatan untuk menyampaikan penjelasan didalam sidang paripurna MPR 4) Melantik wakil presiden menjadi presiden apabila presiden mangkat. Untuk lebih jelasnya perhatikan data berikut ini. yang paket calon presiden dan wakil presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan sebelumnya. sampai habis masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu 30 hari 7) Menetapkan kode etik dan tata tertib MPR Jika dibandingkan UUD 1945 sebelum diamandemen. UG. No 1 Keterangan Rekruitmen Pra Amandemen  DPR dipilih rakyat melalui pemilihan umum  UD. TNI/POLRI diangkat oleh presiden Pasca Amandemen  DPR dipilih rakyat melalui Pemilu  DPD dipilih rakyat melalui Pemilu  Tidak terbatas  Terbatas.

presiden dibantu oleh seorang wakil presiden. presiden di Indonesia dipilih oleh MPR. Presiden Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD. maka keputusan dapat diambil oleh MPR melalui musyawarah dengan pengambilan suara terbanyak. Dan yang dalam pemilihan kedua ini merupakan pemilihan saringan untuk menentukan calon pasangan presiden. . Tugas.presiden atas usul DPR  DPR  DPR  Utusan Daerah 3 Keanggotan  Utusan Golongan  TNI/POLRI  Oleh DPR. Sedangkan pasca 2004 presiden Republik Indoneisa dipilih secara langsung oleh rakyat Indonesia. Sebelum tahun 2004. maka pemilihan presiden pada di lanjutkan pada putaran kedua. Apabila terjadi persamaan atau perimbangan suara. dan Wewenang MPR Sebelum dan Sesudah Amandemen UUD 1945 2. Presiden dan DPD  Dewan Perwakilan  Daerah  Oleh DPR dan Presiden 4 Legislatif Tabel 2 Kedudukan. Jika terjadi suara berimbang. Dalam melaksanakan tugasnya.

23 Tahun 2003 tentang pemilihan presiden dan wakil presiden. tanda jasa. diberikan sejumlah kekuasaan dan kewenangan kepada presiden tanpa harus mendapatkan persetujuan dari DPR. membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain [11 (1) ] 2) Mengangkat duta [13 (1)] 3) Menerima duta dari negara lain [13 (3)] 4) Memberikan amnesty dan abolisi [14 (2)] 5) Tidak dapat memberhentikan atau membekukan DPR [7c ] Menurut UU No. kekuasaan dan kewenagan presiden yang harus mendapat persetujuan DPR adalah sebagai berikut. dan lain-lain tanda kehormatan [15 ] 7) Memeberikan grasi dan rehabilitasi dengan memperhatikan pertimbangan Mahkamah Agung [14 (1)] 8) Membentuk dewan pertimbangan yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada presiden 9) Mengangkat dan memberhentikan menteri [17 ] 10) Menetapkan peraturan pemerintah penganti undang-undang (perpu). Adapun kekuasaan dan kewenangan Presiden adalah sebagai berikut. 1) Menjalankan kekuasaan pemerintahan [4 (1)] 2) Mengajukan RUU kepada DPR [5 (1)] 3) Menetapkan peraturan pemerintah untuk menjalankan suatu undang-undang [5 (2)] 4) Memegang kekuasaan tertinggi atas AD. Sementara itu. 1) Menyatakan perang. Bahwa seorang calon presiden dan wakil presiden harus memiliki syarat-syarat khusus. yaitu : 1) Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa . AL. dan AU [10 ] 5) Mengangkat konsul [13 (2)] 6) Memberi gelar.Berdasarkan hasil amandemen UUD 1945.

2) WNI sejak kelahirannya dan tidak pernah berkewarganegaraan lain atas kehendaknya sendiri 3) Tidak pernah menghianati negara 4) Mampu secara rohani dan jasmani melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai seorang presiden 5) Bertempat tinggal di wilayah NKRI 6) Telah melaporkan kekayaan kepada instansi yang berwenang meyelidiki kekayaan pejabat 7) Tidak sedang memiliki tanggungan utang secara perseorangan dan atau secara badan hukum yang menjadi tanggung jawabnya yang merugikan keuangan negara 8) Tidak sedang dinyatakan pailit yang dinyatakan oleh pengadilan 9) Tidak pernah melakukan perbuatan tercelah 10) Terdaftar sebagai pemilih 11) Memiliki nomor pokok wajib pajak. dan cita-cita Proklamasi 15) Tidak pernah dihukum penjara karena melakukan tindakan maker berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap 16) Berusia sekuarang-kurangnya 35 tahun 17) Berpendidikan serendah-rendahnya SLTA atau sederajat 18) Bukan bekas organisasi terlarang PKI. dan melksanakan wajib pajak selama 5 tahun terakhir 12) Memiliki daftar riwayat hidup 13) Belum pernah menjabat sebagai presiden dan wakil presiden selama dua kali masa jabatan dalam jabatan yang sama 14) Setia kepada Pancasila. . melainkan dipilih langsung oleh rakyat. presiden dan wakil presiden tidak lagi dipilih oleh MPR. organisasi massa atau terlibat langsung dalam G 30 S/PKI 19) Tidak pernah dijatuhi hukuman penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindakan pidana yang diancam dengan pidana penjara limaahun atau lebih Setelah amandemen UUD 1945. UUD 1945.

MPR harus menerima usulan dari DPR dengan mekanisme kerja sebagai berikut. 1) DPR menganggap atau menuduh presiden melanggar hukum . maka : a) dua calon pasangan presiden dan wakil presiden yang mendapat suara terbanyak pertama dan kedua dipilih kembali oleh rakyat b) calon pasangan presiden dan wakil presiden terpilih adalah yang mendapat suara paling banyak 5) pasangan presiden dan wakil presiden terpilih dilantik oleh MPR Selain dari ketentuan diatas. Yang secara jelas adalah sebagai berikut. presiden dan wakil presiden dapat diberhentikan oleh MPR dalam massa jabatannya apabila presiden dan wakil presiden melakukan : 1) pelanggaran hukum. yang berupa a) penghianatan terhadap negara b) korupsi c) penyuapan d) tindak pidana berat lainya 2) melakukan perbuatan tercelah 3) terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai presiden dan wakil presiden. Sedangkan untuk memberhentikan presiden dan wakil presiden dalam massa jabatannya.Prinsip-prinsip pemilihan presiden dan wakil presiden diatur dalam Pasal 6A ayai (1) sampai ayat (5). 1) Presiden dan wakil presiden sebagai suatu pasangan dipilih langung oleh rakyat 2) Pasangan presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik 3) Presiden dan wakil presiden terpilih apabila : a) mendapat suara lebih dari 50% b) dari 50% suara tersebut sedikitnya terdiri atas 20% di setiap provinsi yang tersebar lebih setengah dari jumlah provinsi 4) apabila tidak ada calon yang memenuhi poin c.

mengadili. menteri dalam negeri dan menteri pertahanan secara bersama-sama paling lama satu bulan 4) Setelah itu MPR memilih presiden dan wakil presiden dari dua calon pasangan yang diajukan partai politik 5) Dua pasangan calon tersebut berasal dari calon yang meraih suara terbanyak pertama dan kedua pada pemilihan sebelumnya Dengan mencermati sejumlah pasal-pasal dalam UUD 1945 ini. maka tugas kepresidenandijabat oleh menteri luar negeri. atau diberhentikan.2) Tuduhan DPR diajukan kepada Mahkamah Konstitusi 3) Tuduhan DPR dapat diajukan pada MK apabila didukung oleh sekurang-kurangnya dua pertiga dari anggota DPR yang hadir dan batas kuota hadir adalah dua pertiga anggota DPR 4) MK wajib memeriksa. maka dapat dikemukakan bahwa kekuasaan presiden harus dibatasi oleh sebagai peraturan atau mekanisme tertentu. 1) Digantikan oleh wakil presiden sampai habis massa jabatannya 2) Jika terjadi kekosongan wakil presiden. atau berhenti karena tidak dapat melakukan kewajibannya dalam massa jabatannya. MPR memilih wakil presiden dari dua calon untuk diangkat menjadi presiden 3) Apabila presiden dan wakil presiden secara bersamaan mangkat. maka harus dilakukan seperti ketentuan berikut ini. maka DPR mengusulkan MPR untuk menyelenggarakan sidang paripurna 6) MPR wajib menyelenggarakan sidang paripurna paling lambat selama 30 hari 7) Presiden diberikan kesempatan menyampaikan penjelasan 8) Keputusan MPR memberhentikan prresiden dan wakil presiden diambil dalam rapat paripurna dihadiri sekurang-kurangnya tiga perempat anggota MPR dan disetujui dua perempat anggota yang hadir Akan tetapi apabila presiden mangkat. Dengan demikian. . dan memutuskan tuduhan DPR paling lama 90 hari 5) Apabila MK memutuskan presiden dan wakil presiden bersalah. maka pernyataan inilah yang dimaksud dengan Negara Indonesia yang bercita-cita untuk membangun pemerintahan yang bersih dan berwibawa sebagai negara demokratis. berhenti.

Pemerintahan Daerah Indonesia adalah negara nusantara atau negara kepulauan. Urusan pemerintahan daerah dimungkinkan bertambah dan berkembang. Bahkan mungkin juga ada penghapusan sesuatu daerah dan pembentukan daerah-daerah baru. Oleh karena itu. dimana negara Indonesia terdiri dari 27 provinsi yang kemudian menjadi 26 provinsi karena provinsi Timor-Timur memisahkan diri menjadi Negara Republik Timor Leste akibat diberlakukannya Undang-undang referendum yang berujung jajak pendapat. 1) Pemerintah daerah adalah Kepala Daerah beserta perangkat daerah otonom lain sebagai badan eksekutif daerah 2) Badan legislatif daerah adalah DPRD . dan kota yang memiliki kewenagan untuk mengatur sendiri pemerintahannya. kecuali masalah pemerintahan yang sudah ditangani oleh pemerintah pusat.3. tetapi berkembang dan berubah. Hal ini terrutama disebabkan o/leh keadaan yang timbul dan berkembang didalam masyarakat itu sendiri. Struktur Organisasi Pemerintahan Daerah Pemerintah daerah menjalankan pemerintahan di daerah dengan seluar-luasnya. pemerintah daerah mempunyai kewenangan untuk merumuskan peraturan daerah yang akan berlaku didaerah masing-masing. yang mana didalamnya terdapat daerah otonom untuk menyelanggarakan kebijakan untuk masyarakat daerah itu. Pada tingkat pemerintahan daerah ini. Hal ini berbeda jauh dengan kondisi Indonesia sebelum reformasi. khususnya jika dikaitkan dengan luas wilayah dan jarak geografis yang tidak mudah dijangkau. Urusan otonomi daera tidaklah statis. Hingga akhir tahun 2005 di Indonesia telah berdiri sebanyak 32 provinsi. kabupaten. memiliki sejumlah hambatan dan masalah. Sejak 1 Januari 2001 pemerintahan daerah di Indonesia menggunakan UU No. 22 Tahun 1999 di jelaskan bahwa ada beberapa ketentuan yang terdapat di dalam pemerintahan daerah. Dalam UU No. Dengan adanya DPRD. dibentuk pula Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. 22 Tahun 1999. Indonesia dibagi menjadi beberapa provinsi. pasca reformasi pemerintah mengeluarkan peraturan tentang Otonomi Daerah.

anggaran dan pengawasan. Menurut Pasal 25 UU SUSDUK MPR. dan DPD). DPR juga memiliki hak untuk interpelasi. maka pimpinan sidang dipimpin oleh Pemimpin Sementara DPR. Pimpinan DPR terdiri atas seorang ketua dan tiga orang wakil ketua yang dilpilih dari dan oleh anggota DPR. DPRD. maka dilakukan musyawarah dalam pemilihan anggota DPR tersebut. Selain itu. Bahwa anggota DPR secara otomatis juga menjadi anggota MPR (pasal 2 ayat (1)). dilakukan di Sidang Paripurna dengan panduan ketua DPR. Jika ada anggota DPR yang berhalangan hadir untuk membaca sumpah atau janji secara bersamaan. DPR. Sebelum terbentuknya ketua DPR. Pengucapan sumpah dan janji dilakukan secara bersamaan dengan dipandu oleh Ketua MAhkamah Agung dalam Sidang Paripurna DPR. DPR dan DPD memiliki fungsi legislasi. yaitu : 1) Membentuk undang-undang yang dibahas dengan Presiden untuk mendapat persetujuan bersama. Anggota DPR adalah anggota partai politik peserta pemilu yang dipilih berdasarkan hasil pemilihan umum. 4 Tahun 1999 tentang Susunan dan Kedudukan MPR. . menurut pasal 27 SUSDUK MPR. angket dan menyatakan pendapat. bahwa anggota DPR berjumlah 550 orang dan berdomisili di Ibukota Negara. Masa jabat keanggota DPR adalah untuk lima tahun dan akan berakhir pada saat anggota DPR yang baru mengucapkan sumpah dan janji.3) Daerah otonom adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas daerah tertentu berwenang mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia 4) Kelurahan adalah wilayah kerja lurah sebagai perangkat daerah kabupaten dan/atau daerah kota di bawah kecamatan 5) Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas daerah tertentu berwenang mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dalam sistem pemerintahan nasional dan berada di Daerah Kabupaten Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Menurut UUD 1945 Pasal 19 ayat (1). Jika pemenang pemilihan itu berimbang. DPR. susunan keanggotaan ditetapkan dengan undang-undang (UU No. sedangkan fungsi DPR. Dalam melaksanakan tugasnya DPR merupakan lembaga yang berkedudukan seabagai lembaga negara dan merupakan lembaga legislatif. Berdasarkan UU SUSDUK pasal 17. Pimpinan sementara ini terdiri dari dua orang wakil partai politik yang memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan umum. dan DPD. maka pembacaan sumpah dan janji.

DPD juga mempunyai fungsi pengawasan atas pelaksanaan Undang-undang tertentu. dan Sumber Daya Ekonomi lainnya. DPD mempunyai fungis mengajukan usul. 6) Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan undang-undang anggaran pendapatan dan belanja negera serta kebijakan pemerintah. ikut dalam pembahasan dan memberikan pertimbangan yang berkaitan dengan bidang legislasi tertentu.dan sebanyak-banyaknya dua orang wakil ketua yang dipilih dari dan oleh anggota DPD. pendidikan. . 5. Mengajukan rencana undang-undang kepada DPR. maka pimpinan sidang dipilih oleh Pimpinan Sementara DPD. yang dipilih dari seorang anggota tertua dan anggota termuda. pembentukan dan pemekaran. penggabungan daerah. pendidikan dan agama. 4) Memperhatihan pertimbangan DPD atas rancangan Undang-undang APBN dan rancangan undang-undang yang berkaitan dengan pajak. Dewan Perwakikilan Daerah (DPD) DPD merupakan anggota MPR yang terdiri atas wakil-wakil daerah provinsi yang dipilih melalui pemilihan umum. hubungan pusat dan daerah.2) Membahas dan memberikan persetujuan peraturan pemerintah pengganti undang-undang. Menurut Pasal 41 UU SUSDUK MPR-DPR dan DPD. dengan dipandu oleh ketua Mahkamah Agung. yang berkaitan dengan otonomi daerah. b. Pembacaan sumpah atau janji anggota DPD dilakukan dalam sidang Paripurna DPD. serta yang bekaitan dengan perimbangan keuangan pusat dan daerah. Pimpinan DPD terdiri atas seorang ketua. pengelolaan Sumber Daya Alam. Memberikan pertimbangan kepada DPR atas rancangan Undang-undang APBN dan rancangan Undang-undang yang berkaitan dengan pajak. Seluruh anggota DPD ini. Masa jabatan anggota DPD adalah lima tahun dan berakhir bersamaan dengan saat anggota DPD yang baru membacakan sumpah atau janji. Anggota DPD dari setiap provinsi ditetapkan sebanyak empat orang. Jika ada anggota DPD yang berhalangan hadir untuk membacakan sumpah atau janji dilaksanakan dalam Sidang Paripurna DPD dengan dipandu oleh pimpinan DPD. Keanggotaan DPD. selama persidangan harus berdomisili di ibukota Negara Republik Indonesia. Sebelum terbentuk ketua DPD. Tugas dan wewenang DPD adalah : a. 3) Menerima dan membahas usulan rancangan Undang-undang yang diajukan DPD yang berkaitan dengan bidang tertentu dan mengikutsertakannya dalam pembahasan. dan agama. 5) Menetapkan APBN bersama Presiden dengan memperhatikan pertimbangan DPD. tidak lebih dari sepertiga jumlah anggota DPR.

Lembaga kehakiman yang ada di Indonesia berada pada tingkat nasional dan tingkat kabupaten atau kota. yaitu peradilan yang menangani masalah-masalah perdata di masyarakat Secara hirarki. yaitu peradilan khusus yang menangani masalah hukum para petugas selama melaksanakan tugas dilingkungan kemiliterannya. adil. Peradilan agama. dan d. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan undang-undang yang berkaitan dengan otonomi daerah. yaitu peradilan yang menangani masalah pidana masyarakat sipil Indonesia. d. Pengadilan Tinggi. Mahkamah Agung. dan Pengadilan Negeri. seperti pernikahan. kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan badan-badan lainnya. maka dapat dikategorikan sebagai inkonstitusional dan melanggar hukum. Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang bebas dan merdeka. Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN). Menurut UUD 1945. b.c. Kejaksaan Agung. Hakim agung harus memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela. tingkat pengadilan ialah sebagai berikut. sedangkan calon hakim agung diusulkan oleh Komisi Yudisial kepada DPR untuk mendapatkan persetujuan dan selanjutnya ditetapkan sebagai hakim agung oleh presiden. artinya tidak ada turut camput tangan dari badan pemerintah atau legislatif. 6. Jika memperhatikan susunan kedudukannya. jika ada pejabat yang melanggar hak asasi manusia. Mahkamah Agung. Kekuasaan kehakiman dijalankan atas dasar penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia. Memberikan pertimbangan kepada DPR dalam pemilihan anggota BPK. yaitu peradilan yang menangani masyarakat Islam. Peradilan umum. mengkaji peraturan perundangundangan di bawah undang –undang terhadap undang-undang. . berwenang mengadili pada tingkat kasasi. professional dan berpengalaman di bidang hakim. Mahkamah Agung mempunyai fungsi untuk melaksanakan kekuasaan yang Yudikatif atau kekuasaan hakim. c. maka dapat dikatakan bahwa Mahkamah Agung merupakan pemegang kekuasaan kehakiman yang tertinggi di Indonesia. Adapun badan-badan penyelenggara peradilan peradilan menurut ketentuan pokok-pokok kehakiman di Indonesia terdiri dari : a. Ketua dan wakil MA dipilih dari dan oleh hakim agung. Oleh karena itu. Kekuasaan Kehakiman Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang menyelenggarakan peradilan untuk menegakkan hokum dan keadilan. Peradilan militer.

Memutuskan sengketa kewenangan lembaga negera c. Asas Sentralisasi Negara kesatuan dengan asas sentralisasi adalah negara yang segala sesuatunya langsung diatur dan diurus oleh Pemerintah Pusat sendiri. Seorang anggota KY. termasuk segala sesuatu yang menyangkut pemerintah dan kekuasaan daerah (negara tidak melakukan pembagian tugas). harus memiliki pengalaman. b. Anggota KY diangkat dan diberhentikan oleh presiden dengan persetujuan DPR. integritas dan kepribadian yang tidak tercela. Memutuskan pendapat DPR tentang pelanggaran yang dilakukan presiden. 3 orang diajukan oleh DPR. Keanggotaan MK terdiri atas 3 orang diajukan oleh presiden. yaitu sebuah komisi yang mandiri dan memiliki kewenangan untuk mengusulkan pengangkatan Hakim Agung. Sedangkan keuntungan dari asas ini adalah. Jumlah anggota MK sebanyak 9 orang sebagai hakim konstitusi. penetapan keanggotaan sebagai anggota MK dilakukan oleh presiden. Mahkamah Konstitusi mempunyai kekuasaan dan kewengangan sebagai berikut : a. HUBUNGAN PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH Sebagai negara yang besar dan terdiri dari lautan dan daratan. menjaga dan menegakkan kehormatan. dan 3 orang diajukan oleh MA. Mengadili tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji Undangundang terhadap UUD.Sementara itu. Memutuskan perselisihan hasil pemilu e. Negara Indonesia mengunakan beberapa konsep yang menghubungkan tata kerja antara pemerintah pusat dengan pemerintahan daerah. dalam melaksanakan kebijakan pemerintahan. martabar serta perilaku hokum. Komisi Yudisial (KY). Setelah terpilih. . Memutuskan pembubaran partai politik d.

Asas Tugas Perbantuan (medebewind) . Keuntungan menggunakan asas desentralisasi adalah sebagai berikut : 1) daerah diberi wewenang membuat peraturan sendiri sesuai dengan daerahnya. terutama dalam menunjang kemajuan 2) pengurusannya jauh lebih efisien dan efektif 3) bertele-telenya birokrasi menjadi berkurang 4) daerah dapat mengembangkan peraturan dan pembangunan selama tidak bertentangan dengan undang-undang dan kebijakan pusat Asas Dekosentrasi Asas dekosentrasi adalah pelimpahan wewenang dari pemerintahan pusat kepada gubernur sebagai wakil pemerintah dan atau perangkat pusat didaerah. Dalam asas ini urusan-urusan yang dilimpahkan oleh pemerintah pusat kepada pejabat-pejabat didaerah menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. pelaksanaan maupun pembiayaannya.1) dapat menghemat biaya 2) adanya keseragaman peraturan 3) adanya kemajuan yang merata Sedangkan kelemahan dari sistem ini adalah sebagai berikut : 1) birokrasi yang bertele-tele 2) terhambatnya demokrasi 3) daerah tidak bertanggung jawab terhadap daerahnya sendiri Asas Desentralisasi Asas desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintahan oleh Pemerintah kepada Daerah Otonom dalam kerangkam Negara Kesatuan Republik Indonesia. baik tentang sarana prasarana.

Dalam hal pertanggung jawaban maka mereka harus mempertanggung jawabkan kerjanya kepada yang menugaskan.Tugas perbantuan adalah penugasan dari pemerintah pusat kepada daerah dan desa dan dari daerah ke desa. untuk melaksanakan tugas tertentu yang diserta dengan pembiayaan. Otonomi Daerah Otonomi Daerah adalah kewanagan daerah otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyrakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. . sarana dan prasarana serta sumber daya manusia. Dalam melaksanakan otonomi daerah di daerah otonom dilengkapi dengan perangkat-perangkat seperti pada bagan 3.