Você está na página 1de 29

Antibiotika

Suatu metabolit yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang dapat menghambat atau membunuh mikroorganisme lain

Sejarah Antibiotika
2500 tahun yang lalu --> pengobatan Cina melaporkan Akibat yang menguntukngkan dari dadih kacangKacangan yang berjamur.

1877 (Pasteur dan Joubert) --> bakteri biasa dapat membunuh biakan murni basil anktraks.

Sejarah Antibiotika
1890(Jerman) ---> suatu produk bakteri dari biakan tua Pseudomonas aeruginosa digunakan untuk mengobati difteri dan infeksi lainnya = antibiotik piosinase --> 1-hidroksi-N-metilfenazin Aktivitas piosinase kurang memuaskan

1929 (inggris) --> Alexander Fleming mengamati bahwa koloni Staphylococcus albus mengalami lisis karena berdekatan dengan koloni penicillium notatum.

Sejarah Antibiotika
1938 --> Florey dan Chain menguji secara klinis penisilin pada mencit dan manusia, ternyata hasilnya sangat memuaskan 1942 --> Waksman memperkenalkan istilah antibiotik. Sebelumnya zat antimikroba yang diproduksi dari m.o = toksin, lisin, mikoin, bakteriostatik atau bakteriolitik. 1943 --> diproduksi besar-besaran di USA Disebut dengan penisilin G

Beberapa istilah
Bakterisidal Bakteriostatik Antibakteri spektrum sempit Antibakteri spektrum luas Toksisitas selektif

Golongan antibiotika
Gol beta-laktam (penisilin, sefalosporin, karbapenem) Gol Aminoglikosida (Streptomisin) Gol amfenikol (kloramfenikol) Gol makrolida (eritromisin) Gol Quinolone (siprofloksasin) Tetrasiklin Sulfonamid

Golongan Antibiotika
1. Penisilin Alexander fleming (1929) menemukan pertama kali secara tidak sengaja. penisilin berasal dari : - Penicillium notatum - Penicillium chrysogenum Beberapa turunan penisilin: Amoxisilin, ampisilin, flucloxacilin, cloxacilin, piperacilin, sulbenicilin.

Golongan Antibiotika
2. Aminoglikosida senyawa yang terdiri dari 2 atau lebih gugus gula amino yang terikat lewat ikatan glikosidik pada inti heksosa. Terutama ditujukan untuk bakteri Gram negatif aerob (kecuali streptomisin) Contoh antibiotika gol aminoglikosida:
Strpetomisin : Streptomyces griseus Neomisin : Streptomyses fradiae Kanamisin : Streptomyces kanamyceticus Tobramisin : Streptomyces tenebrarius Gentamisin : Micromomospora purpures Amikasin : Asilasi kanamisin A

Golongan Antibiotika
3. Sefalosporin Termasuk golongan antibiotika Betalaktam, aktif terhadap kuman gram positif maupun garam negatif, tetapi spektrum masingmasing derivat bervariasi. Hingga tahun 2006 golongan Sefalosporin sudah menjadi 4 generasi:

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21.

Nama Cefadroxil Cefalexin Cefaz o lin Cephalo tin Cephradin Cefaclor Cefamando l Cefmetaz ol Cefoperaz on Cefproz il Cefuroxim Cefdito ren Cefixim Cefotaxim Cefotiam Cefpodoxim Ceftaz idim Ceftiz o xim Ceftriaxon Cefepim Cefpiro m

Generasi 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 3 3 3 3 4 4

Aktivit as Antimikroba
Aktif terhadap kuman gram positif dengan keunggulan dari Penisilin aktivitas nya terhadap bakteri penghasil Penisilinase

Kurang aktif terhadap bakteri gram postif dibandingkan dengan generasi pertama, tetapi lebih aktif terhadap kuman gram negatif; misalnya H. influenza, Pr. Mirabilis, E.coli, dan Klebsiella

Golongan ini u mumnya kurang efektif dibandingkan dengan generasi pertama terhadap kuman gram positif, tetapi jauh lebih efektif terhadap Enterobacteriaceae, termasuk strain penghasil Penisilinase.

Hampir sama dengan generasi ketiga

Golongan antibiotika
4. Kloramfenikol Kloramfenikol diisolasi pertama kali pada tahun 1947 dari Streptomyces venezuelae. Kloramfenikol bekerja dengan jalan menghambat sintesis protein kuman.

Golongan antibiotika
5. Makrolida Golongan Makrolida menghambat sintesis protein kuman dengan jalan berikatan secara reversibel dengan Ribosom subunit 50S, dan bersifat bakteriostatik atau bakterisid tergantung dari jenis kuman dan kadar obat Makrolida Golongan makrolida :
Eritromisin dighasilkan oleh suatu strain Streptomyces erythreus Spiramisin adalah antibiotika golongan Makrolida yang dihasilkan oleh Streptomyces ambofaciens Roksitromisin Klaritomisin Azitromisin

Golongan antibiotika
6. Kuinolon
Asam Nalidiksat adalah prototip antibiotika golongan Kuinolon lama yang dipasarkan sekitar tahun 1960. Penggunaan obat Kuinolon lama ini terbatas sebagai antiseptik saluran kemih saja. Pada awal tahun 1980, diperkenalkan golongan Kuinolon (Fluorokuinolon). struktur baru ini dapat meningkatkan daya antibakterinya, memperlebar spektrum antibakteri, memperbaiki penyerapannya di saluran cerna, serta memperpanjang masa kerja obat. Contoh gol : Siprofloksasin, Ofloksasin, Moksifloksasin, Levofloksasin, Pefloksasin, Norfloksasin, Sparfloksasin, Lornefloksasin, Flerofloksasin dan Gatifloksasin

7. Tetrasiklin Tetrasiklin pertama kali ditemukan oleh Lloyd Conover (1955). Antibiotika golongan tetrasiklin yang pertama ditemukan adalah Klortetrasiklin yang dihasilkan oleh Streptomyces aureofaciens. Kemudian ditemukan Oksitetrasiklin dari Streptomyces rimosus. Tetrasiklin sendiri dibuat secara semisintetik dari Klortetrasiklin, tetapi juga dapat diperoleh dari spesies Streptomyces lain

8. Sulfonamid Bekerja dengan menghambat pembentukan asam folat pada bakteri. Contoh gol : sulfadimidine, sulfadiazine, sulfamethoksazol

Mekanisme kerja antibiotika

Mekanisme kerja antimikrobia


1. Menghmbat sintesis dinding sel obat berikatan dengan reseptor pada dinding sel bakteri yang disebut PBP (Penicillin binding proteins) menimbulkan hambatan pembentukan dindng sel pada proses transpeptidase. Selanjutnya terjadi aktivasi dari enzim otolitik dalam dinding sel ---> sel lisis. Contoh : Gol -Laktam (penisilin, sefalosporin dan karbapenem), Gol non- -Laktam (vankomisin, basitrasin)

2. Merusak membran sel Membran sel berfungsi sbagai barier permeabilitas selektif dan proses transport aktif. Rusaknya membran sel dapat menyebabkan metabolit penting dalam sel lolos keluar sel sehingga sel mati. Contoh : Polimiksin-B dan amfoterisin-B

3.

Menghambat sintesis protein unit ribosom 50S--> menghambat perpanjangan rantai polipeptida (kloramfenikol, linkomisisn), mencegah perjalanan ribosom disepanjang mRNA (eritromisin) unit ribosom 30S --> merubah bentuk ribosom sehingga bentuk kodon juga berubah (streptomisin), mengganggu perlekatan tRNA pada komplek mRNA ribosom (tetrasiklin)

4. Menghambat sintesis asam nukleat


Menghambat sintesis mRNA pada proses transkripsi dengan cara mengikat kuat enzim DNA-dependent RNA polymerase (rifampisin) Menghambat replikasi DNA pada proses pembelahan sel dengan cara mengganggu enzim DNA-gyrase yg berperan pada proses replikasi DNA (gol.kuinolon: siprofloksasin, ofloksasin, norfloksasin)

5. Antagonis metabolit menghambat secara kompetitif terhadap sintesis metabolit esensial.


Mengganggu enzim dihydrofolic synthetase sehingga menghambat sintesis as folat (sulfonamid) Menghambat enzim dihydrofolic acid reductase (trimetoprim dan primetamin)

Resistensi mikroba
Tmbulnya resistensi mikroba terhadap obat antimikrobia pada dasarnya merupakan usaha mikroba untuk tetap bertahan hidup

Mekanisme terjadinya resistensi


1. Mikroba memproduksi enzim yang merusak obat
Stafilokokus memproduksi enzim betalaktamase yg memecah cincin beta-laktam dari obat penisilin Bakteri Gram negatif dapat menghasilkan enzim adenilase, asetilase, fosforilase yg merusak obat aminoglikosida Bakteri Gram - menghasilkan enzim asetiltransferase yang merusak kloramfenikol

2. Mikroba mengubah permeabilitas membran selnya


Streptokokus memiliki barier permeabilitas alami terhadap gol aminoglikosida Resistensi terhadap amikasin dan aminoglikosida lain karena perubahan membran luar bakteri yg menghalangi transpor aktif obat

3. Mikroba merubah struktur target terhadap obat


Resistensi terhadap aminoglikosida dan eritromisin oleh karena terjadi perubahan pada struktur ribosoma. Diplococcus pneumoniae resisten terhadap penisilin dan sefalosporin karena perubahan/hilangya PBP.

4. Mikroba mengembangkan jalan metabolisme baru


Bakteri yang resisten terhadap sulfonamid mampu mengambil asam folat dari luar selnya.

5. Mikroba memperbesar produksi bahan metabolitnya


Bakteri yang resisten terhadap sulfonamid mampu menghasilkan PABA dalam jumlah besar.

Hal yg menginduksi terjadinya resistensi terhadap obat


Overuse atau misuse antimikrobia Penggunaan bebas ab oleh masyrakat u penggunaan common cold Penggunaan ab pada penderita imunsupresi u mencegah infeksi Kegagalan penderita untk menyelesaikan pengobatan dengan ab Penggunaan yg lama dengan dosis rendah pada pengobatan acne Penggunaan ab pada bidang peternakan Perpindahan bakteri yang resisten kedalam area yang baru.