Você está na página 1de 16

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Ni Putu Ayu Deviana Gayatri Arya Agung Ayu Laksmhi Dewi I Putu Hendryx Narindra Ni Made Suwariningsih Ayu Saraswati I Gede Yudhi Herlambang Sandy Wangsa Ayu Vidhya Loka

(1120034) (1120037) (1120038) (1120074) (1120194) (6122056) (6123675)

Bayi tabung adalah upaya pembuahan sel telur (ovum) di luar tubuh wanita. Teknologi ini telah dirintis oleh PC Steptoe dan RG Edwards pada 1977.

Pada mulanya program pelayanan ini bertujuan untuk menolong pasangan suami istri yang tidak mungkin memiliki keturunan secara alamiah disebabkan tuba falopii istrinya mengalami kerusakan yang permanen. Namun kemudian mulai ada perkembangan dimana kemudian program ini diterapkan pula pada pasutri yang memiliki penyakit atau kelainan lainnya yang menyebabkan tidak dimungkinkan untuk memperoleh keturunan.

PROSEDUR PELAKSANAAN METODE BAYI TABUNG


1.

2.

3.

mula-mula dengan suatu alat khusus semacam alat untuk laparoskopi dilakukan pengambilan sel telur dari wanita yang baru saja mengalami ovulasi. Cairan folikel tersebut kemudian segera dibawa ke laboratorium. Seluruh sel telur yang diperoleh selanjutnya dieramkan dalam inkubator. Kemudian sel telur yang diambil tadi dibuahi dengan sperma yang sudah dipersiapkan dalam tabung yang suasananya dibuat persis seperti dalam rahim.

4.

5.

Setelah pembuahan hasil konsepsi tersebut dipelihara beberapa saat dalam tabung tadi sampai pada suatu saat tertentu akan dicangkokan ke dalam rahim wanita tersebut. Selanjutnya diharapkan embrio itu akan tumbuh sebagaimana layaknya di dalam rahim wanita.

Memiliki keturunan dengan program bayi tabung di mata agama Hindu tidak dibenarkan. Seorang laki-laki dan perempuan yang menikah diharapkan untuk memiliki keturunan dengan cara yang alami yang sesuai dengan ajaran agama. Mereka diharapkan menjadi calon ayah dan calon ibu yang baik bagi anak-anak mereka yang mereka miliki dengan cara yang alami dan penuh kasih.

Memiliki anak merupakan impian setiap


pasangan setelah menikah sehingga setiap pasangan diharapkan untuk berusaha dan berdoa dengan tekun untuk mendapatkan keturunan dan melakukan dharma terhadap orang tua dan calon anak dengan

memberikan pendidikan dan kasih sayang yang cukup kepada anak-anak mereka.

Namun yang paling disarankan oleh agama Hindu adalah memiliki keturunan dengan cara yang alami yakni dengan melakukan hubungan suami istri dan dengan penuh kasih bukan dengan melakukan program bayi tabung.

Sloka Yang Berkaitan Dengan Konsep Grihastha Ashrama (Manawa Dharmasastra (XI,239) hal 708) Apapun juga yang sukar untuk dilalui, Apapun juga yang sukar untuk dicapai, Apapun juga yang sukar untuk diperoleh, Apapun juga yang sukar untuk dilakukan, Semuanya ini dapat dicapai dengan kesucian tapa karena tapa mempunyai kekuatan untuk melintasinya.

Bagi penyembah grihastha tidak menjadi masalah apakah dia memiliki anak laki-laki atau anak perempuan atau bahkan tidak memiliki anak sama sekali. Mengapa demikian? Karena seorang penyembah mengerti bahwa keinginan Yang Maha Kuasa adalah yang utama dan seseorang harus berpuas hati dengan hal itu. Seorang penyembah menyadari bahwa dia tidak ditakdirkan untuk berada didunia materi ini setelah kematiannya. Tujuannya ialah untuk kembali pulang kedunia rohani (Tuhan).

Seorang penyembah tidak terlalu berkeinginan untuk memiliki anak laki-laki atau perempuan. Jika memperoleh anak maka dia akan berbahagia dan berusaha mendidik mereka agar sadar akan Krishna. Seorang penyembah tidak bergantung pada putra atau putrinya. Dia bergantung sepenuhnya kepada Krishna. Setiap anak yang lahir dalam keluarga penyembah adalah hadiah yang istimewa.

Grihastha ashrama berarti pengembangan. Merupakan hal yang wajar untuk memiliki seorang anak. Pasangan suami istri harus menentukan sendiri mengapa mereka tidak menginginkan keturunan. Apakah hal itu disebabkan oleh kemalasan? Membesarkan anak-anak dapat berarti kerja keras untuk mendapatkan lebih banyak uang. Sang istri mungkin tidak ingin mengalami penderitaan dalam mengasuh anak karena harus tetap terjaga dimalam hari. Jika hal ini yang menjadi penyebab untuk tidak memiliki anak maka hal ini bukanlah pelepasan ikatan pasangan tersebut harus meminta nasehat dari para senior Vaisnava dan memohon pandangan yang tepat bagi kehidupan pernikahan mereka.

Program Bayi Tabung Adalah Sebuah Dosa Bayi tabung bagi pemeluk Hindu dianggap tidak baik karena proses bayi tabung yang dianggap melakukan sebuah dosa. Kenapa? Karena proses untuk melakukan program bayi tabung ini kita penyatukan sel telur dan sperma untuk membentuk embrio. Saat embrio sudah terbentuk maka saatnya untuk memilih embrio yang paling kuat untuk disuntukan kedalam Rahim sang ibu, nah bagaimana dengan nasib embrio yang tidak terpilih?

Embrio adalah calon bayi yang sudah memiliki kehidupan. Pada saat kita telah memilih embrio yang kuat dan baik, embrioembrio yang lain otomatis kita tinggalkan. Dan hal ini tentunya akan membuat embrio-embrio dan calon bayi tersebut mati. Hal inilah yang dianggap tidak baik, karena disini baik disadari atau tidak kita telah membunuh calon bayi dan menghentikan kesempatan kepada calon bayi ini untuk hidup, oleh karena itu memiliki keturunan dengan cara yang alami paling disarankan dalam agama hindu