Você está na página 1de 21

ANATOMI FISIOLOGI dan TEST DIAGNOSTIK SISTEM PERSARAFAN

diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Keperawatan Dewasa II

oleh : Anastasia Pradina (30120109002)

PROGRAM STUDI S-1 KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SANTO BORROMEUS BANDUNG 2011

ANATOMI FISIOLOGI SISTEM PERSARAFAN Sel-sel saraf Ada dua tipe sel pada system persarafan yaitu sel neuroglia dan neuron Sel neuroglia memberikan makanan, perlindungan, dan dukungan struktur dari neuron-neuron. Ada empat tipe sel neuroglia yaitu : 1. Astrosites Sel ini berfungsi memberikan makanan, menyimpan informasi, mempertahankan electric potential neural dan membantu melindungi blood brain barrier yang mengelilingi system saraf pusat. 2. Oligodendroglia Sel ini berbentuk selubung myelin yang melingkari akson dalam SSP 3. Microglia Berfungsi mengangkat mikroba dan sel-sel debris dari system saraf pusat. Proses ini disebut dengan pagositosis . 4. Sel epidermal Sel-sel ini membatasi system ventrikel fleksus koroid dan kanalis sentralis dari medulla spinalis Neuron Bagian-bagian Neuron Secara struktur anatomis, neuron terdiri atas badan sel/soma/perikaryon. Neron memiliki nukleus yang besar dengan nukleolus yang menonjol. Nukleus berperan dalam metabolisme, pertumbuhan dan perbaikan neuron. terdapat organel lain dalam neuron seperti subtansi chromatophilik (badan nissl), Retikulum endoplasma, Metokondria, Neurofilamen,/mikrofilamen, Neurotubulus dan aparatus golgi. Subtansi Cromatofilik akan membentuk RE dan ribosom. Subtansi chromatofilik mengandung RNA dan memproduksi protein. Protein diproduksi pada Retikulum Endoplasma yang beribosom dan protein yang telah terbentuk akan masuk kesaluran yang ada dodalam Retikulum Endoplasma dan diteruskan kebadan golgi dan disalurkan kelisosom, vesikel yang mengandung precursor neurotransmiter dan vesikel lain yang mengandung protein untuk mengganti kerusakan membran. Neurotubulus berperan dalam transpor protein dan subtansi lain intraseluler dari badan sel sampai keujung bagian syaraf. Neurofilamen/mikrofilamen: merupakan tubulus dengan subtansi semirigit sehingga memberikan skeletal framework) pada akson. Dendrit dapat dieksitasi oleh eksitatory sinap dan dapat dihambat oleh inhibitory sinaps, menghantarkan sinaps kebadan sel. Sitoplasma dari akson disebut dengan akson hillock dan dilanjutkan dengan bagian tipis setelah akson hillock disebut dengan intial segment.

Akson ada yang memiliki cabang dan percbangannya disebut dengan cabang collateral. bagian tipis pada ujung akson disebut dengan telodendria. Percabangan dari telodendria yang membentuk gembungan tipis disebut dengan end bulbs atau synaptic boutons. Akson ada yang ditutupi atau dilapisi dengan myelin dan akson seperti ini disebut dengan myelined fiber (serabut bermyelin). Pda sel syaraf perifer myelin dibentuk oleh sel schwan /neurolomocyt. Bagian terluar dari sel ini disebut dengan neurolimma atau schwan shet. Myelin pada akson di SPP dibentuk oleh oligodendroglia. Akson yang bermielin memiliki lapisan myelin yang terkotak-kotak dandibatasi dengan lekukan yang disebut dengn Neurofibril nodes dan jarak atar nodus ini disebut dengan internodus. Myelin pada setiap internodus dibentuk oleh satu neurolemmocyt. Myelin memberikan kecepatan hantaran impuls yang lebih tinggi dari pada neuron yang tidak bermyelin. Serabut syarap yang idak memiliki myelin disebut dengan unmyelinated fiber atau serabut tak bermyelin. Pada syaraf perifer sekirar 5-20 neuron yang tak bermyelin dtutupi oleh neurolomocyt yang melekuk kedalam, Serabut tak bermyelin selalu dilindung dan diperkaya dengan nutrisi oleh jaringan organ tempatnya berada. Kumpulan badan sel dari neuron SSPrfr disebut dengn ganglio. Berdasarkan fungsinya, neuron dapat dibedakan menjadi: 1. Afferen/sensory neuron: menghantarkan impuls dari reseptor ke SSP 2. Efferen/motor neuron membawa sinyal dari SSP ke efektor (otot dan kelenjar) 3. Interneuron/associationneurons/connector/internuncial neuron: menghantarkan impuls dari sensori neuron kemotor neuron dan memproses informasi yang masuk. Interneuron dengan akson yang panjang disebut dengan relay neuron untuk menghantarkan sinyal dalam jarak yang cukup jauh. Interneuron dengan akson yang pendek biasanya bercabang disebut dengan circuit neurons yang menghantarkan sinyal secara local pada jarak yang pendek. Banyak berperan dalam proses belajar, emosi, dan bahasa. Fungsi yang kompleks seperti belajar dan mengingat sangat tergantung pada ribuan local circuit neuron. kegiatan yang simple atau releks hanya sedikit melibatkan interneuron atau bahkan tidak sama sekali, tetapi langsung antara neuron sensori dengan akson motorik. Secara Umum neuron dapat diklasifikkasikan kedalam: 1. General somatic afferent: Membawa sinyal dari kulit, otot volunteer, sendi, jaringan ikat, kesusunan syaraf pusat (SPP). 2. General somantic efferent : Membawa sinyal dari SPP ke otot2 volunter /otot skeletal, membawa sinyal keotot2 yang dari perjalanan embrioniknya terbentuk dari massa sel yang disebut dengan myotoma. 3. General visceral efferent: Membawa sinyal dari SPP ke jantung, otot polos, dan kelenjar, merupakan serabut dari system syaraf otonom. 4. Special visceral efferent: Membawa impuls dari SSP ke otot-otot volunteer yg dari perjalanan embrionik tersusun atas sel bukan myotoma. Otot ini ditemukan pada otot2 wajah untuk ekspresi, otot rahang faring dan laring. 5. Spesial afferent: Membawa sinyal dari reseptor penciuman, pendengaran, penglihatan, keseimbangan dan pengecapan ke SSP Berdasarkan Strukturnya neuron dapat dibedakan menjadi: 1. Neron Multipolar 2. Neuron bipolar

3. Neuron unipolar Neuron yang tidak memilii akson disebut Unaxonal neurons. Segmen fungsional pada neurons: 1. Segmen Reseptif: menerima impuls dari sinaps /ujung syaraf dan diproses untuk disampaiakan keinisial segmen yang merupakan persambungan antara badan sel dengan akson /axon hillock 2. Segmen Inisial: memproses informasi dari segmen reseptif diubah menjadi impuls syaraf 3. Segmen Konduksi: Menghantarkan impuls sepanjang sel syaraf/akson keujung syaraf 4. Segmen Transmisif: Merubah potensial aksi untuk melepaskan neurotransmitter di sinaps, Neurotransmitter tsb akan mempengaruhi sel effektor. FISIOLOGI NEURON Potensial Membran Istirahat Potensial membrane saraf sewaktu istirahat adalah -90 mVolt, artinya potensial didalam sel -90 mVolt lebuh negative dari pada potensial didalam cairan ekstraseluler. Potensial Aksi 1. Tahap Istirahat : Membran diaktakan menjadi terpolarisasi selama setiap ini karena adanya potensial membrane negative yang besar 2. Tahap depolarisasi: Pada tahap ini membrane tiba-tiba permeable terhadap ion natrium sehingga banyak sekali ion natrium bermuatan positif mengalir kedalam akson sehingga muatan didalam sel menjadi kurang negative bahkan sampai dengan mendekati nol sehingga terjadi depolarisasi. 3. Tahap Repolarisasi: Dalam waktu sepeberapa puluh ribu detik sesudah membrane menjadi sangat permeable thd ion Na, saluran Na mulai tertutup dan saluran kalium terbuka dan kalium mengalir keluar sehingga muatan dalam sel menjadi lebih negative kembali kearah potensial membrane istirahat Hukum Semua / tidak sama sekali (all-or-None) Setiap syaraf memiliki ambang minimal untuk dpt terangsang. Peningkatan rangsang melebihi ambang tidak menybabkan syaraf terangsang lebih kuat. Konduksi Saltatori Hantaran berloncat-loncat pada syaraf yg bermyelin. Hantaran listrik meloncat dari satu nodus kenodus berikutnya shg lebih cepat dibandingkan dengan serat yg tak bermyelin SINAPS Sinaps adalah persambungan antar neurons. Terdapat macam2 jenis sinaps, diantaranya adalah sinaps listrik dan sinaps kimia. Secara anatomis dapat dibedakan menjadi: 1. Aksodendritik: Akson dengan dendrite 2. Aksosomatik: Akson dengan badan sel 3. Aksoaksonik : akson dengan akson 4. Dendrodendritik: Dendrit dengan dendrite Sinaps Listrik Persambungan antara sinaps melalui saluran tipis intraseluler yg disebut dengan conecxons, terjadi di sel2 jantung, otot polos disaluran pencernaan dan di beberapa neurons diretina mata. Lebih sedikit dibandingkan dengan sinaps kimia Sinaps kimia

Kounikasi antar sel dengan menggunakan media kimia yang disebut dengan neurotransmitter. Neurotransmitter dilepaskan oleh segmen tranmissif pada neuron pre sinaps. Neurotransmitter memiliki kemampuan merubah potensial membrane istirahat pada sel post sinaps. Impuls sampai ke ujung sel presinaps depolarisasi membrane sel plasma membuka saluran kalsium yang sensitive Vesikel mengeluarkan neurotransmitter melalui aksositosis masuk keruang sinaps NEUROTRANMITTER Neurotransmitter merupakn zat kimia yang disintesa oleh sel syaraf, disimpan dalam vesikel sekretorik dan dilepaskan ketika ion kalsium membanjiri vesikel. Efek neurotransmitter thd sel syaraf post sinaps bisa eksitasi atau inhibisi. contoh transmitter diantaranya adalah Asetil kolin, GABA (Gammaaminobutyric acid), Glutamat, aspartat, Glycin, Dopamin, Histamin, NE, Seratonin, Somatostatin, Endoprin, Enkephalin, Subtansi P.

PEMBAGIAN SISTEM SARAF Sistem saraf terdiri dari saistem saraf pusat yang meliputi otak dan medulla spinalis dan system saraf perifer yang meliputi saraf cranial, saraf spinal, dan system saraf otonom.

Ada 9 tulang yang membentuk tengkorak atau cranium yang melindngi otak yaitu tulang frontal, oksipital, dua tulang sphenoid, etmoid, dua tulang temporal, dan dua tulang parietal. Persendian antara tulang tengkorak berbentuk garis disebut sutura. Ada 33 tulang yang melindungi medulla spinalis,yaitu 7 vertebra servikal, 12 vertebra thorakal, 5 vertebra lumbal, 5 vertebra sacral bergabung menjadi satu dan 5 vertebra cocsygeus,. Yang memisahkan vertebra disebut fibrokartilago diskus intervertebralis.

OTAK DAN SYARAF KRANIAL STRUKTUR UMUM OTAK Secara garis besar otak dapat dibagi kedalam 4 bagian besar yaitu batang otak, serebelum, serebrum, dan diecephalon. Batang otak terdiri atas medulla Oblongata, Pons dan otak tengah. Diecephalon terdiri atas Talamus, Hipotalamus, Epitalamus, dam Subtalamus atau yg disebut juga ventral thalamus. Meningen Meningen /lapisan pembungkus otal merupakan bagian terluar dari otak. Meningen memiliki beberapa lapisan yaitu Durameter, Aracnoid dan Piameter. Durameter merupakan bagian terluar. Durameter merupakan lapisan periostem tulang tenggorok, merupakan lapisan yang kuat, lapisan fibrosa yang mengandung pembuluh darah, yang memberikan nutrisi pd tulang. Lapisan luar dan dalam menempel dengan tengkorak shg tidak ada lapisanepidural antar tulang dg membrane seperti pd spinal. Antara durameter bagian dalam dan aracnoid terdapat rongga subdural dan tidak mengandung Cerebro Spinal Spuid (cairan serebro spinal). Pada beberapa tempat kedua lapisan dalam dan luar membentuk saluran ynag mengandung Pembuluh darah yang disebut dengan Dural sinus dan terdapat darah vena dari pembuluh darah di otak. Aracnoid merupakan Lapisan tengan dari meningen. Lapisan ini merupakan jaringan ikat, Antara aracnoid dan piameter terdapat seperti jaring2 trabekula dan rongga subaracnoid yg mengandung CSF. Lapisan aracnoid idak mengandung pembuluh darah, tapi pembuluh darah terdapat pada ronga subaracnoid. Piameter merupakan lapisan yang bersentuhan langsung dengan otak. Sebagian besar suplai darah pada otak disuplai oleh pembuluh2 darah kecil yang banyak pada piameter.

VENTRIKEL Ventrikel otak dilapisi oleh epitelkuboid yg disebut epedima. Terdapat kapiler2 yg disebut dg pleksus koroides. Terdapat 4 ventrikel yag diberi nomor dari atas kebawah dari otak yaitu: ventrikel kiri dan kanan pada hemister sebri, ventrikel ketiga pada diecephalon dan ventrikel keempat pada pons dan medulla. Ventrikel lateral dihubungkan dg ventrikel ketiga oleh interventrikular foramen sedangkan ventrikel ketiga nyambung dg ventrikel keempat melewati oleh celah sempit yg disebut serebral aqua duktus di midbral/otak tengah. CAIRAN SEREBROSPINAL Cairan serebrospinal / CSF berperan dalam melindungi otak, menjaga keseimbangan bahan2 kimia susunan syaraf pusat. CSF dientuk dalam pleksus koroides pada ventrikel lateral. Tiga dan empat dg kombinasi proses diffusi dan transport aktif. Pleksus koroid menseleksi komponen darah yang dapat melewati membrannya keventrikel (tidak untuk sel darah merah, protein dg molekul besar). Yang dapat lewat: protein berukuran kecil, O2, CO2, Na, K, Ca, Mg, Cl, gukosa dan seluruh jumlah kecil sel darah

putih. Perjalanan CSF CSF dibentuk di ventrikel lateral, lalu melalu interventrikuler foramen masuk ke ventrikel III dan melalui Agua Duktus CSF mengalir ke ventrikel IV. Diventrikel IV terdapat 3 buah subaracnoid spaces (sisterna magna) disebelah medulla, aliran berlanjut kespinal lalu kelumbal sisterna. Sebagian besar naik lagi ke otak melalui subaraknoid spaces masuk kevili arachnoid dari sinus sagital superior. Cerebro Spinal Fluid (CSF) Vili arachnoid memiliki katup yang sensitive dengan tekanan dg sisitem satu arah. CSF selalui dipengaruhi sekitar dalam sehari. BATANG OTAK Berbatasan dg medulla spinalis dibagian bawah dan diensepalon dibagian atas. Sedikit menyempit saat keluar dari tengkorak melalui foramen magnum untuk bersatu dengan medulla spinalis. Batang otak memiliki fungsi yang sangat penting termasuk traktus yang panjang dari jalur aseden da desenden. Jaringan dari badan sel dan serabutnya dari formation retikularis terdapat disini, yang sangat berperan penting dalam mempertahankan hidup. Seluruh syaraf cranial kecuali olfaktorius dan optikus keluar dari batang otak. Formatio Retikularis Terbagi kedalam jalur aseden, jalur desenden dan nervus kranialis. Formatio retikularis terbentang sepanjang batang otak, dengan akson terbentang menuju diencepalon dan medulla spinalis. Memiliki sekitar 30.000 sinaps. Lesi pada formation Retiklaris dikelompokkan sesuai dengan fungsi masingmasing. Medulla Oblongata Medulla oblongata merupakan bagian yang vital dalam pengaturan jantung, vasomotor/kontriksi dan dilatasi pembuluh darah dan pusat pernafasan. Medulla oblongata memonitor kadar CO2 yang berperan dalam pengaturan pernafasan, mengatur muntah, bersin, batuk dan menelan. Dibagian ventral terdapat pyramid menyilang (pyramid decussation) sehingga dibawah medulla keadaan motorik tubuh dikontrol oleh bagian yang berlawanan dalam hemisfer serebri. PONS Terletak diatas medulla, pada bagian dorsal terdapat Formtorio Retikularis dan nuclei syaraf cranial jalur aseden dan desende. Dalam Formatio retikularis terdapat pusat apneu dan pneumotorix yang membantu dalam pengaturan pernafasan Midbrain/mesensepalon Midbrain terdapat diatas pons. Terdapat pusat refleks yang membantu koordinasi pergerakan bila matadan kepala, membantu pengaturan mekanisme focus pada mata, mengatur responpupil terhadap stimulus cahaya. Terdapat substansi nigra yang berperan dalam pengturan aktivitas motoric somatic.

SEREBELUM Serebelum berperan dalam fungsi keseimbangan. Secara terus menerus menerima input dari otot, tendon, sendi, dan organ vestibular (keseimbangan) dalam bentuk proprioceptive input (kepekaan terhadap posisi tubuh yang satu dari yang lain). Mengitegrasikan kontraksi otot satu dengan yg lain, mengatur tonus otot. SEREBRUM Serebrum merupakan struktur terbesar dan paling rumit dalam system syaraf. Terdapat dua hemisfer yang terdiri dari korteks yang merupakan subtansi abu-abu (gray matter), subtansi putih dan ganglia basalis. Korteks terbagi kedalam 6 lobus: frontalis, pariental, temporal, oksipital, limbic dan insula/lobus sentralis. Korteks serebri merupakan lapisan terluar dari serebrum, terdiri dari subtansi abu-abu. Banyak berperan dalam pengaturan aktivitan kehidupan yang disadari.

Lobus Frontalis Lobus frontalis merupakan area control motorik terhadap pergerakan yang disadari termasuk yang berkaitan dengan bicara. Aktivitas motorik: Area Broadman 4 (primary motor cortex), area 6 (supplementary and premotor motor cortex), area 8 (pergerakan mata) area 44 (area Brocca untuk bicara). Selain control motorik lobus frontalis juga berperan dalam control ekspresi emosi dan prilaku, moral. Lobus Parientalis Lobus parientalis berperan dalam sensasi umum, selera, are 1,2,3 (integrasi sensasi secara umum) 5,6,7,40 (apresiasi terhadap tekstur, berat, mengenali bentuk benda yang dipegang). Area 40 memiliki peran penting dalam body image/gambaran diri. Area 43 (selera dalam hal pengecapan). Lobus temporalis Lobus temporalis merupaan pusat pendengaran, keseimbangan, emosi, dan memori. Terdapat area 41,42 yang berperan dalam pegturan keseimbangan, area 39 yang berperan dalam pemahaman terhadap bicara/kata-kata. Bagian anterior lobus ini berperan dalam emosi, halusinasi, memori jangka pendek dari beberapa menit s.d beberapa minggu atau bulan. Lobus oksipital Lobus oksipital merupakan pusat penglihatan, pengaturan ekspresi. Terhadap area 17 (area penglihatan utama), area 18,19 mamaknai hasil penglihatan, area 39 memahami bahasa tulisan, area 22 memahami bahasa lisan dan area wernicks (39,22,40). Insula Insula berperan dalam pengaturan aktivitas gastrointestinal, dan organ visceral lainnya.

Limbik Berperan dalam pengaturan emosi, perilaku, memori jangka pendek dan penciuman.

Beberapa prinsip sebagai bentuk kecerdasan emosi yang diperankan sistem limbik antara lain:

Mempengaruhi sistem belajar manusia. Sistem limbik ini mengontrol kemampuan daya ingat, kemampuan merespon segala informasi yang diterima pancaindera. Mengontrol setiap informasi yang masuk. Sistem limbik ini mengontrol setiap informasi yang masuk dan memilih informasi yang berharga untuk disimpan dan yang tidak berharga akan dilupakan. Oleh karena itu sistem limbik menentukan terbentuknya daya ingat jangka panjang yang berguna dalam pelayanan pendidikan anak. Otak tidak akan memberikan perhatian jika informasi yang masuk mengabaikan sistem limbik . Suasana belajar yang membosankan membuat sistem limbik mengkerut dan kehilangan daya kerjanya. Oleh karena itu suasana belajar yang menyenangkan akan memberi pengaruh positif pada kerja sistem limbik.

DIENCEPALON Talamus Talamus merupakan pust prosesing dan relay semua input sensori kecuali penciuman. Talamus merupakan memiliki 4 area utama yaitu system sensori, system motorik, aktivitas neurofisiologius dan ekspresi emosi, perilaku manusia unik. Talamus berkaitan dengan proses berfikir, kreativitas, interpretasi dan pemahaman bahasa lisan dan tilisan dan mengenali objek dengan cara menyentuh. Hipotalamus Hipotalamus terletak dibawah thalamus, berdekatan dengan dengan hipofisis. Hipotalamus mengatur banyak fungsi untuk keseimbangan. Merupakan pusat pengaturan dan koordinasi dari system syaraf otonom, pengaturan suhu, pengaturan keseimbangan cairan dan elektrolit. Pengaturan pola tidur dan terjaga, berperan dalam pengaturan lapar dan keinginan untuk makan yang dibantu dengan kadar glukosa, lemak dan protein dalam tubuh, respon prilaku berkaitan dengan emosi, Kontrol endokrin juga berperan dalam respon seksual seperti organisme dan respon terhadap stimulus

organ seksual. Epithalamus Epithalamus terdiri dari 3 bagian : Trigonum habenulae, badan pineal, dan komisura posterior. Trigonum habenulae mengandung serabut syaraf yang berhubungan dengan midbrain, berperan sebagai pusat relay. Badan pineal (epiphysis) berperan seperti kelenjar endokrin (neuroendokrin). Komisura posterior berhubungan dengan midbrain.

SARAF PERIFER SYARAF KRANIAL Saraf kranial (Latin: nervii craniales) adalah 12 pasang saraf pada manusia yang mencuat dari otak, berbeda dari saraf spinal yang mencuat dari sumsum tulang belakang. Saraf kranial merupakan bagian dari sistem saraf sadar. Dari 12 pasang saraf, 3 pasang memiliki jenis sensori (saraf I, II, VIII); 5 pasang jenis motorik (saraf III, IV, VI, XI, XII) dan 4 pasang jenis gabungan (saraf V, VII, IX, X). Pasangan saraf-saraf ini diberi nomor sesuai urutan dari depan hingga belakang, lazimnya menggunakan angka romawi Saraf-saraf ini terhubung utamanya dengan struktur yang ada di kepala dan leher manusia seperti mata, hidung, telinga, mulut dan lidah. Pasangan I dan II mencuat dari otak besar, sementara yang lainnya mencuat dari batang otak.

MEDULA SPINALIS DAN SYARAF SPINAL DASAR ANATOMI MEDULA SPINALIS Medulla Spinalis merupakan bagian dari susunan syaraf pusat. Terbentang dari foramen magnum sampai dengan L1, di L1 melonjong dan agak melebar yang disebut conus terminalis atau conus medullaris. Terbentang dibawah conu terminalis serabut-serabut bukan syaraf yang disebut disebut filum terpinali yang merupakan jaringan ikat.

MENINGEN SPINAL Meningen Spinal terdiri atas tiga lapis yaitu: Dura mater, arachonid dan piameter. Duramater yang merupakan lapisan yang kuat, membrane fibrosa, bersatu dengan filum terminalie. Piameter berupa lapisan tipis, kaya pembuluh darah, nyambung dengan medulla spinalis. Rongga antara periosteum dengan durameter disebut dengan epi dural yang merupakan area yang mengandung banyak pembuluh darah dan lemak. Rongga antara duramater dengan rachnoid disebut dengan subdural. Subdural tidak mengandung CSF. Rongga antara arachnoid dan piamater disebut dengan subarachnoid. Pada rongga ini terdapat Cerebro Spinal Fluid, Pembuluh Darah dan akar-akar syaraf.

CAIRAN SEREBRO SPINAL Cairan serebro spinal merupakan cairan bening hasil ultrafiltrasi dari pembuluh darah dikapiler otak. Cairan ini selalu dipertahankan dalam keadaan seimbangan antara produksi dan reabsorpsi oleh pembuluh darah CSF mengandung air, protein dalamjumlah kecil, oksigen dan karbondioksida, Na, K,Ca, Mg, Cl, glukosa, sel darah putih dalm jumlah kecil, dan material organic lainnya. Struktur Interal Terdapat subtanis abu-abu dan substansi putih. Substansi abu-abu membentuk seperti kupukupu dikelilingi bagian luarnya oleh substansi putih. terbagi menjadi bagian kiri dan kanan anterior median fissure san median septum yang disebut dengan posterior median septum. Keluar dari medulla spinalis merupakan akar ventaral dan dorsal dari syaraf spinal. Substansi abu-abu mengandung badan sel dan dendrit dan neuron efferent, akson tak bermyelin, syaraf sensoris dan motoris dan akson terminal dari neuron. Subtansi abu-abu membentuk seperti huruf H dan terdiri dari tiga bagian yaiti : anterior sebagai autput/efferent, comisura abu-abu untu refleks silang dan subtansi putih merupakan kumpulan serat saraf bermyelin. PERAN MEDULA SPINALIS 1. Pusat prosessing data 2. Jalur sensoris 3. Sistem pyramidal dan akstrapiramidal REFLEKS SPINAL Reflek merupakan respon bawah sadar terhadap adanya suatu stimulus internal ataupun eksternal untuk mempertahankan keadaan seimbang dari tubuh. Refleks yang melibatkan otot polos, otot jantung atau kelenjar disebut refleks otonom /visceral . Terjadi gerakan reflek saat terjati stimulus/tusukan Stimulus diterima reseptor kemudian impuls dibawa medulla spinalis oleh syaraf efferent melalui bagian belakang (dorsal) kemudian dihantarkan impul neuron, stimulus dibagi 2: 1.dihantarkan saraf efferen dibawa ke efektor sehingga terjadi kontraksi otot2 untuk menghindari stimulus, 2. dihantarkan keotak u/dipersepsikan. SISTEM SYARAF OTONOM Sistem syaraf otonom merupakan bagian system syaraf yang mengatur fungsi visceral tubuh. system ini mengatur tekanan arteri, motilitas dan sekresi gastrointestinal, pengosongan kandung kemih, berkeringat, suhu tubuh dan aktivitas lain.

Pleksus Beberapa syaraf otonom post ganglionik terdistribusi seperti kabel yang bercabang-cabang berjalan sepanjang pembuluh darah di thorak, abdomen dan ronggga pelvis disebut dengan pleksus otonom. Pleksus Otonom: - Pleksus kardiak - Pleksus hipogastrik - Pleksus Pulmonal - Pleksus enteric - Pleksus celiac/solar/abdomen

SYARAF SIMPATIS (TORAKOLUMBAL, ADRENERJIK) Syaraf bermyelin yang keluar dari syaraf spinal torakal 1 sampai dengan lumbal 2 atau 3 Setiap saraf simpatis dari medulla, jaringan yang terangsang terdiri dari atas dua neuron yakni neuron preganglionik dan neuron postganglionic SYARAF PARASIMPATIS (KRANIOSAKRAL, KOLINERJIK) Serat-serat syarat parasimpatis meninggalkan system syaraf pusat melalui syaraf cranial III,VII,IX,X, syaraf sacral spinal ke 2 dan 3 dan kadangkala syaraf sacral 1 dan 4. sejumlah 75% dari seluruh serat saraf parasimpatis terdapat dalam nervus cranial X.

SIFAT-SIFAT DASAR FUNGSI SIMPATIS DAN PARASIMPATIS Serat simpatis dan parasimpatis mensekresi salah satu dari neurontransmitter asetilkolin atau norepineprin. Serat yang menskresi asetilkolin disebut serat kolinerjik, serat yang mesekresik norepineprin disebut serat adrenerjik (dari adrnalin=epineprin). Sememua neuron hampir preganglionik simpatis dan parasimpatis bersifat kolinerjik. Hampir semua neuron post ganglionik parasimpatis bersifat kolinerjik dan hampir semua neuron post ganglionik simpatis bersifat adrenerjik. karena itu asetilkolin disebut transmitter parasimpatis dan norepineprin disebut transmitter simpatis.

ORGAN JANTUNG ARTERI ORGAN TD MEDULA ADRENAL OTOT BRONKUS SALLURAN CERNA KANDUNG KEMIH KULIT

SIMPATIS HR dan CO meningkat vasokonstriksi meningkat Sekresi adrenal dan noradrenal meningkat dilatasi Peristaltik menurun,sfingter menutup Sfingter kontraksi Merangsang kelenjar keringat, rambut tegak menurun

PARASIMPATIS HR dan CO menurun

Kontriksi Peristaltik meningkat, relaksasi sfingter Sfingter relaksasi

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK SISTEM PERSARAFAN

1. Radiografi Pemeriksaan radiografi yang dilakukan pada pasien dengan gangguan neurologo antara lain : a. Rontgen tengkorak kepala Tujuan untuk mendiagnosa : Fraktur tulang kepala Space occupying lesion Kalsium yang menutupi tumor otak Ketidaknormalan vaskularisasi Pengikisan tulang tengkorak atau sella tursika yang disebabkan tekanan SOL b. Rontgen spinal Tujuan : Rontgen spinal diambil pada klien yang memperlihatkan adanya trauma vertebra, keluhan nyeri pinggang belakang atau adanya deficit motorik dan sensorik pada ekstremitas

2. Scan a. Computer Axial Tomography Scanning CAT adalah pemeriksaan yang memiliki resiko rendah, dimana gambaran memperlihatkan potongan menyilang dari bagian otak dan tengkorak kepala yang dibuat dari berbagai sudut. Densitas yang bervariasi dari jaringan yang difoto, dicatat, dan direkam oleh computer. Ada beberapa pembatasan untuk klien yang dilakukan pemeriksaan CAT scanner yaitu : berat badan tidak boleh lebih dari 290 pound klien dengan sakit kepala hebat, TIK, perubahan tingkat kesadaran, dan bayi atau anak kecil memerlukan analgetik sebelum pemeriksaan. Klien yang alergi pada iodium Klien yang mengalami gangguan fungsi ginjal

Tujuan : CAT Scanning dapat memberikan informasi secara akurat mengenai :

b. Brain Scan Pemeriksaan brain scan dilakukan pada klien yang diduga mengalami Space Occupying Lession (SOL) atau disfungsi cerebrovaskuler. Ada tanda-tanda lateralisasi sakit kepala yang menetap atau perubahan fungsi mental. Scan perlu injeksi isotop radioaktif , kemudian ditunggu 15 menit sampai 2 jam. Konsentrasi pada otak menunjukkan ukuran dan lokasi lesi serebral.

Space occupying lesion : tumor, hematoma, abses Perubahan vaskuler : malformasi, peningkatan atau penurunan vaskularisasi dan infark Kontusio otak Atropi otak Hidrosefalus Peradangan atau infeksi

c. Nuclear Magnetik Resonance Adalah suatu alat diagnostic baru yang digunakan untuk menetapkan lokasi dan ukuran neoplasma otak dan ketidaknormala. Antisipasi yang dilakukan NMR menggunakan gambaran suara, dimana akan menggantikan CAT scan dalam beberapa tahun mendatang. Keuntungan utama dari NMR adalah non invasive dan tidak memerlukan persiapan klien selain penjelasan mengenai pemeriksaan. Alat ini dapat digunakan untuk mendiagnosa : 1. Hidrosefalus 2. Ketidaknormalan letak,seperti aneurisme, tumor dan hematoma 3. Lesi 4. Kista 5. Perdarahan

3. Angiography Tujuan : Untuk melihat system ventrikel di otak dan medulla spinalis, dengan menggunakan zat kontas radio-paque-iodine yang disuntikkan langsung menuju arteri karotis atau arteri vertebra atau secara tidak langsung melalui arteri brachial, subklavia , atau femoral. Fluoroscope dan pemotretan radiografi di ambil setelah diinjeksi zat kontras. Pemeriksaan ini digunakan untuk mendiagnosa : Malformasi vaskuler serebral/vertenra, seperti anomal congenital atau akibat dari pembentukkan tumor

Pergeseran pembuluh darah akibat hernisiasi atau edema pada parenkim system saraf atau SOL, seperti abses, tumor, atau hematoma Sumbatan, stenosis, atau aneurisma pembuluh darah system saraf pusat

4. Digital Subtraction Angioraphy Adalah pemeriksaan radiologi dengan menggunakan computer. Pemeriksaan ini memerlukan injeksi zat kontras intravena melalui kateterisasi arteri terhadap sirkulasi arteri yang akan diperiksa dengan menggunakkan teknologi computer. DSA memberikan alternative pilihan yang lain dari pemeriksaan angiography untuk klien yang memiliki resiko tinggi. Tujuan : Mengkaji penyakit arteri serebral Mendeteksi klien yang memiliki resiko aneurisma, emboli, dan stenosis Menetapkan efektifitas tindakan bedah saraf

5. Pungsi lumbal Pungsi lumbal adalah memasukkan jarum lumbal secara aseptic menuju ke ruang subarachnoid antara lumbal III dan lumbal IV atau lubal V atau VI Tujuan : Pungsi lumbal dapat dilakukkan untuk mendiagnostik atau tujuan terapi. Secara diagnostic pungsi lumbal dapat dilakukan untuk : Mengukur cairan serebrospinal Mengumpulkan cairan serebrospinal untuk diperiksa dalam rangka menegakkan diagnosis : Infeksi/ peradangan, seperti meningitis, sifilis,rupture, abses, dan multipleskerosis Perdarahan, misalnya pada perdarahan subarachnoid atau intraserebral Neoplasma Menetapkan adanya bendungan aliran CSF Memasukkan zat kontras untuk pemeriksaan radiography . secara terapi pungsi lumbal dapat digunakan untuk pemberian injeksi intratekal obat-obatan antibiotic/anti peradangan dan anastesi spinal Kontra indikasi, klien dengan TIK yang sangat tinggi sangat beresiko megalami herniasi batang otak selama pungsi lumbal. Kontra indikasi yang lain adalah jika ada infeksi pada kulit atau sekitar lumbal karena penusukkan tersebut akan dapat memasukkan kuman menuju ruang subarachnoid.

6. Myelografi Tujuan Dilakukan untuk mendeteksi ketidaknormalan medulla spinalis atau untuk mendapatkan gambaran lokasi obstruksi aliran serebrospinal pada ruangan subarachnoid vertebra. Pada umunya penyebab obstruksi adalah herniasi diskus intervertebralis . penyebab obstruksi lain adalah rupture atau degenerasi dari diskus, neoplasma, atau abses.

7. Pneumoencefalography Adalah pemeriksaan dimana dilakukan injeksi udara menuju ke ruang subarachnoid. Pemeriksaan ini sudah lama dilakukan dan saat ini diganti dengan pemeriksaan diagnostic lain yang lebih efektif. Untuk dewasa diganti dengan pemeriksaan scanning, sedangkan untuk anakanak langsung dilakukan pemeriksaan ventri-culography. Pemeriksaan ini tidak akan bisa dilakukan dengan klien dengan peningkatan TIK. Tujuan : Mendiagnosa hydrocephalus Mendiagnosa ventrikel dan neoplasma Mendiagnosa anomaly congenital Mendiagnosa tumor pituitary dan fossa posterior 8. Electroencephalography EEG adalah rekaman grafik aktifitas listrik (gelombang otak) di daerah bilateral kortikal dari otak. Partisipasi klien sangat diperlukan karena untuk menghasilkan hasil yang akurat. Tujuan EEG untuk mendiagnosa : Epilepsy Membedakan oragan yang fungsional dan disfungsional Mengidentifikasi lokasi infark vaskuler atau SOL Retradasi mental atau over dosis Menetapkan kematian otak

9. Elektromiography Tujuan : Digunakan untuk merekam aktifitas saraf perifer. Otot diperiksa pada keadaan istirahat dan kontarksi minimal dan maksimal otot lurik. Aktifitas listrik direkam dengan menggunakan

oscilloscop bentuk grafik. Saraf dan otot diperiksa tergantung pada tanda-tanda dan gejala ilmiah. EMG digunakan untuk mendiagnosa : Dystrophy otot atau miopathy degenerasi yang lain Denervasi otot sebagai akibat patologi saraf spesifik Reinnervation dan potensial untuk rehabilitasi

DAFTAR PUSTAKA

WIDAGDO, Wahyu . 2008.Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Gangguan Sistem Persarafan. Jakarta.Trans Info Media http://www.msif.org/in/ms_the_disease/diagnostic_tests.html http://hennykartika.wordpress.com/2008/02/23/pemeriksaan-n-kranialis/ http://lukmanrohimin.blogspot.com/2008/10/anatomi-fisiologi-persarafan.html http://djibrilnursemind.blogspot.com/2008/12/anatomi-fisiologi-sistem-persyarafan.html http://nuansachalidawaluddin.wordpress.com/ http://wong168.wordpress.com/2011/04/12/sistem-saraf-manusia/