Você está na página 1de 17

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang Kata "seni" adalah sebuah kata yang semua orang di pastikan mengenalnya, walaupun dengan kadar pemahaman yang berbeda. Konon kabarnya kata seni berasal dari kata "SANI" yang kurang lebih artinya "Jiwa Yang Luhur / Ketulusan jiwa". Namun menurut kajian ilimu di eropa mengatakan "ART" (artivisial) yang artinya kurang lebih adalah barang atau karya dari sebuah kegiatan. Berdasarkan penelitian para ahli menyatakan seni atau karya seni sudah ada kurang lebih sejak 60.000 tahun yang lampau. Buktinya berupa lukisan yang berupa torehan-torehan pada dinding gua dengan menggunakan warna yang menggambarkan kehidupan manusia purba. Satu hal yang membedakan antara karya seni manusia Purba dengan manusia Modern adalah terletak pada tujuan penciptaannya. Kalau manusia purba membuat karya seni sebagai penanda kebudayaan pada massanya. Sedangkan manusia modern membuat karya seni digunakan untuk kepuasan pribadinya dan menggambarkan kondisi lingkungannya. Dengan kata lain manusia modern adalah figur yang ingin menemukan hal-hal yang baru dan mempunyai cakrawala berfikir yang lebih luas. Semua bentuk kesenian pada jaman dahulu selalu ditandai dengan kesadaran magis, karena memang demikian awal kebudayaan manusia. Dari kehidupan yang sederhana yang memuja alam sampai pada kesadaran terhadap keberadaan Tuhan. Pada awalnya seni diciptakan untuk kepentingan bersama. Karya- karya seni yang ditinggalkan pada masa pra-sejarah di gua-gua tidak pernah menunjukan identitas pembuatnya. Demikian pula peninggalan-peninggalan dari masa lalu seperti bangunan atau artefak di Mesir kuno, Romawi, India, atau bahkan di Indonesia sendiri. Kalaupun ada penjelasan tertentu pada artefak tersebut, hanya penjelasan yang menyatakan artefak tersebut di buat untuk siapa. Dalam sejarah seni terjadi banyak pergeseran. Sejak jaman purba, basis-basis ritual dan kultis dari karya seni mulai terancam akibat sekularisasi masyarakat. Situasi keterancaman itu mendorong seni akhirnya mulai mencari otonomi dan mulai bangkit pemujaan sekular atas keindahan itu sendiri. Dengan kata lain fungsi seni menjadi media ekspresi, dan setiap kegiatan kesenian adalah berupa kegiatan ekspresi kreatif, dan setiap

karya seni merupakan bentuk yang baru, yang unik dan orisinil. Karena sifatnya yang bebas dan orisinal akhirnya posisi karya seni menjadi individualistis. Di era Kontemporer aturan-aturan yang telah ada seolah-olah dihancurkan, yang dulunya karya seni itu harus menyenangkan, sekarang malah bisa sebaliknya. Yang dulunya karya seni itu setidaknya masih mempertimbangkan etika sosial, etika agama atau etika-etika yang lain, namun sekarang mungkin semuanya itu bisa jadi hanya sebagai aturan usang. Kondisi ini terjadi karena seniman sudah berada pada titik jenuh. Jenuh pada lingkungannya atau pada sesutau yang telah ada, jenuh pada perlakuan pasar kapitalisme yang menurutnya terlalu radikal terhadap karya seni, yang sedikit-sedikit karya seni itu dinilai dengan nominal. Padahal karya seni itu sebelum dinilai adalah "nol". Selebihnya adalah makna, ide, representasi, rekreasi, acuan etik, dokumentasi "politik" dan "sejarah", perlawanan, luka, kekecewaan, paradigma, atau sekedar main-main belaka. Atau para seniman jenuh pada kritikus yang dalam kritiknya memberikan pemaknaan yang terlalu seenaknya sehingga esensi pesan dari karyanya menjadi tidak-karuan. B. Rumusan Masalah Berdasakan latar balakang makalah, rumusan masalah pada makalah ini adalah? 1. Apasajakah jenis-jenis aliran seni rupa? 2. Sebutkan tokoh tokohn aliran seni rupa? 3. Bagaimanakan perkembangan seni rupa menurut jenis-jenis aliran seni rupa ? C. Tujuan Penulisan Adapun tujuan makalah ini adalah: 1. Untuk mengetahui jenis-jenis aliran seni rupa. 2. Untuk mengetahui tokoh tokohn aliran seni rupa. 3. Untuk mengetahui bagaimanakan perkembangan seni rupa menurut jenis-jenis aliran seni rupa.

BAB II PEMBASAHAN
1. Ekspresionisme

Ekspressionisme adalah kecenderungan seorang seniman untuk mendistorsi kenyataan dengan efek-efek emosional. Ekspresionisme bisa ditemukan di dalam karya lukisan, sastra, film, arsitetur, dan musik. Istilah emosi ini biasanya lebih menuju kepada jenis emosi kemarahan dan depresi daripada emosi bahagia. Pelukis Matthias Grnewald dan El Greco bisa disebut ekspresionis. Ekspresionisme Merupakan Aliran Yang Melukiskan Aktualitas Yang Sudah Didistorsikan Ke Arah Suasana Kesedihan, Kekerasan Ataupun Tekanan Batin. Pada tahun 1990-an, para pelukis mulai tidak puas dengan karya yang hanya menonjolkan bentuk-bentuk objek. Mereka mulai menggali hal-hal yang berhubungan dengan batin, sehingga muncullah aliran ekspresionisme. Vincent Van Gogh (1850) adalah tokoh yang menjadi tonggak kemunculan aliran ekspresionisme dan tokoh lain yang mengikuti adalah Paul Cezanne, Paul Gauguin, Emil Nolde dan di Indonesia yaitu Affandi. Ekspresionisme merupakan aliran yang melukiskan aktualitas yang sudah didistorsikan ke arah suasana kesedihan, kekerasan ataupun tekanan batin. Pelopornya Adalah Vincent Van Gogh, Paul Klee, Emile Nolde, W . Kandinsky, Dan Edvard Munch. Dari Indonesia Affandi, Rusli, Srihadi Sudarsono.

2. Surrealisme

Lukisan dengan aliran ini kebanyakan menyerupai bentuk-bentuk yang sering ditemui di dalam mimpi. Pelukis berusaha untuk mengabaikan bentuk secara keseluruhan kemudian mengolah setiap bagian tertentu dari objek untuk menghasilkan sensasi tertentu yang bisa dirasakan manusia tanpa harus mengerti bentuk aslinya. Gerakan budaya yang bermula pada pertengahan tahun 1920-an. anyak seniman dan penulis surealis yang memandang karya mereka sebagai ungkapan gerakan filosofis yang pertama dan paling maju. Karya tersebut merupakan artefak, dan Andr Breton mengatakan bahwa surealisme berada di atas segala gerakan revolusi. Dari aktivitas Dadaisme, surealisme dibentuk dengan pusat gerakan terpentingnya di Paris. Dari tahun 1920-an aliran ini menyebar ke seluruh dunia. Surealisme memengaruhi film seperti Angel's Egg dan El Topo. istilah surealisme di ciptakan tahun 1917 oleh Guillaume Apollinaire yang mengomentari tampilan balet parade, sebuah karya kolaborasi. Karena di anggap super-realisme (sur-realisme). Surealisme dinilai sebagai salah satu dari gerakan gerakan seni yang paling penting dan berpengaruh di eropa pada paruh pertama abad ke20. Aliran Surealis Banyak Di Pengaruhi Oleh Teori Analisis Psikologis. Sigmund Freud Mengenai Ketidak Sadaran Dalam Anatomisme Dan Impian. Surealisme Sering Tampil Tidak Logis Dan Penuh Fantasi, Seakan-Akan Melukis Dalam Mimpi. Tokoh Surealis Yaitu :Salvador Dali, Maxt Ernest, Jona Mirod

3. Kubisme

Adalah aliran yang cenderung melakukan usaha abstraksi terhadap objek ke dalam bentukbentuk geometri untuk mendapatkan sensasi tertentu. Aliran Kubisme Dilatar Belakangi Oleh Konsep Paul Cezanne Yang Mengatakanbahwa Bentuk Dasar Dari Segala Bentuk Adalah Silinder , Bola, Balok Dan Semua Bentuk Yang Ada Di Dalam Di Pengaruhi Oleh Perspektif, Sehingga Bidang Tertuju Pada Satu Titik Tengah. Karya Picasso Menjadi Insfirasi Kemunculan Karya- Karya Kubisme, Karena Motif Geometris Digunakan Oleh Picasso. Dalam tahap perkembangan awal pada tahun 1908-1909 kubisme segerah mengarah lebih kompleks dalam corak kemudian lebih sistematis berkisar antara tahun 1910-1912. Fase awal ini sering di beri istilah kubisme Analitis karena objek lukisan harus di pecah pecah yang terdiri atas faset fasetnya atau dalam bentuk kubus. Objek lukisan kadang kandang setengah tampak digambar dari depan persis sedangkan setengahnya lagi dilihat dari belakang atau samping. Wajah manusia atau kepala binatang yang di ekspos sedemikian rupa, sepintas terlihat dari samping dengan matanya yang seharusnya tampak dari depa Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Pablo Picasso.

4. Romantisme

Merupakan aliran tertua di dalam sejarah seni lukis modern Indonesia. Lukisan dengan aliran ini berusaha membangkitkan kenangan romantis dan keindahan di setiap objeknya. Pemandangan alam adalah objek yang sering diambil sebagai latar belakang lukisan. Romantisme dirintis oleh pelukispelukis pada zaman penjajahan Belanda dan ditularkan kepada pelukis pribumi untuk tujuan koleksi dan galeri di zaman kolonial. Aliran romantisme ini bermula pada akhir abad ke-18 hingga pertengahan abad ke-19. Nuansa ini telah mempengaruhi karakteristik budaya dan banyak karya seni dalam peradaban Barat. Dimulai dengan gerakan kesenian dan intelektual yang kemudian berimbas pada terjadinya suatu revolusi kemapanan nilai nilai sosial dan keagamaan. Akibat lain yang di bawa aliran romantisme ini meninggalkan individualisme, subjektivitas, irasionalisme imajinasi, emosi, dan emosi alami melebihi alasan dan rasa intelektual. Romantisisme muncul sebagai sebuah gerakan seni, sastra dan intelektual dariEropa Barat di abad ke-18. Gerakan ini juga muncul sebagai salah satu reaksi terhadap revolusi industri. Romantisme adalah gerakan yang ingin melepaskan diri dari norma norma kebangsawanan yang mengekang kebebasan berekspresi. Demikian juga reaksi sosial terhadap periode pencerahan dan rasionalisasi terhadap alam, dalam seni dan sastra. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Raden Saleh dari Indonesia dan Leonardo Da Vinci dari luar negeri.

Raden Saleh

Leonardo Da Vinci

5. Impresionisme

Karakteristik utama lukisan impresionisme adalah kuatnya goresan kuas, warna-warna cerah (bahkan banyak sekali pelukis impresionis yang mengharamkan warna hitam karena dianggap bukan bagian dari cahaya), komposisi terbuka, penekanan pada kualitas pencahayaan, subjek-subjek lukisan yang tidak terlalu menonjol, dan sudut pandang yang tidak biasa. Pada awalnya tidak hanya lukisan still life dan potret saja yang dibuat di dalam ruangan, tetapi juga pemandangan. Hal inilah yang kemudian mendorong seniman impresionis untuk menemukan bahwa ada kesan yang berbeda didapatkan jika lukisan dibuat di area terbuka dengan langsung mengamati objek yang dibuat. Mereka memakai goresan warna-warna pendek, pecah, dan sekaligus murni (dengan arti tidak disengajakan untuk dicampur di atas palet) untuk memberikan nyawa kepada lukisan. Penekanan lukisan kemudian bergeser kepada kesan keseluruhan daripada detail-detail objek tertentu.Perkembangan selanjutnya dari impresionisme adalah penemuan bahwa yang lebih penting daripada teknik impresionisme sendiri adalah pembedaan dalam sudut pandang. Impresionisme sebenarnya adalah seni pergerakan, pose, dan komposisi dari permainan kesan cahaya yang dituangkan dalam warna-warna cerah dan bervariasi. Pada akhir abad 19, masyarakat mulai mempercayai bahwa impresionisme adalah cara pandang yang jernih dan jujur terhadap kehidupan, meskipun secara artisitik bukanlah pendekatan yang benar dalam pembuatan karya.Puncak gerakan seni impresionisme di Perancis terjadi hampir bersamaan dengan di negara lain, antara lain di Italia dengan pelukis Macchiaioli, dan Amerika Serikat dengan pelukis Winslow Homer.Impresionisme menjadi pelopor berkembangnya aliran-aliran seni modern lain seperti Post-Impresionisme, Fauvisme, and Kubism Tokohnya : Eduard Manet, Claude Monet,Auguste Renoir, Edward Degas Dan Mary Cassat. Dari Indonesia adalah affandi dan Zaini

Zaini

Eduard Manet

6. Post-Impresionisme

Post-Impresionisme adalah suatu masa yang masih dipengaruhi sisa-sisa impresionisme. Pada awal 1880 pelukis mulai mengeksplorasi sisi lain dari penggunaan warna, pola, bentuk, dan garis yang sedikit berlawanan dari pencapaian impresionisme. Aliran Post-Impresionis adalah suatu kelanjutan dari aliran Impresionis, dimana dalam aliran ini lebih mengembangkan perenungan problem sinar dengan lebih mendalam. Kehadiran teori spectrum warna oleh Isaac Newton mengilhami konsepsi Paul Signac yang berpendapat bahwa suasana selalu dipengaruhi oleh spectrum warna yang berubah-ubah. Paul Signac membuktikan pendapatnya ini dengan cara melukis menggunakan titik-titik warna yang saling berdekatan atau disebut dengan teknik pointilisme. Dari titik-titik warna tersebut didapat aspek warna baru. Pelukis yang juga menggunakan teknik ini adalah George Seurat. Dalam aliran Post-Impresionis Vincent Van Gogh mengembangkan teknik pointilisme dengan teknik garis-garis warna pendek-pendek. Hal ini dapat kita lihat dalam karya-karyanya yang berjudul Potret Diri dan Sun Flower Pada masa yang sama, Paul Cenzanne memberi inspirasi kepada kaum muda dengan cara membuat obyek lukisan yang disederhanakan. Obyek-obyek tiga dimensi dilukis menjadi bidang-bidang yang banyak sekali memenuhi bidang. Bidang-bidang tersebut dipenuhi dengan warna. Teknik melukis yang dikedepankan Paul Cezanne inilah yang mengilhami lahirnya aliran Kubistis. Pelukis pada era ini contohnya adalah Vincent Van Gogh , Paul Gauguin , Georges Seurat dan Henri de Toulouse-Lautrec . Camille Pissarro ,

Foto Vicent Van Gogh

7. Realisme (seni rupa)

Realisme di dalam seni rupa berarti usaha menampilkan subjek dalam suatu karya sebagaimana tampil dalam kehidupan sehari-hari tanpa tambahan embel-embel atau interpretasi tertentu. Maknanya bisa pula mengacu kepada usaha dalam seni rupa untuk memperlihatkan kebenaran, bahkan tanpa menyembunyikan hal yang buruk sekalipun. Realisme Merupakan Aliran Yang Memandang Dunia Tanpa Ilusi, Mereka Menggunakan Penghayatan Untuk Menemukan Dunia. Tokoh dari luar negeri: Jean Francois, Millet Dan Honore Daumier. Sedangkan dari dalam negeri Dullah, Agus Jaya Suminta

Foto Jean Francois

Dullah

8. Naturalisme (seni rupa)

Naturalisme di dalam seni rupa adalah usaha menampilkan objek realistis dengan penekanan seting alam. Hal ini merupakan pendalaman labih lanjut dari gerakan realisme pada abad19 sebagai reaksi atas kemapanan romantisme. Aliran Naturalisme Adalah Aliran Yang Mencintai Dan Memuja Alam Dengan Segenap Isinya. Penganut Aliran Ini Berusaha Untuk Melukiskan Keadaan Alam, Khususnya Dari Aspek Yang Menarik, Sehingga Lukisan Naturalisme Selalu Bertemakan Keindahan Alam Dan Isinya. onet merupakan salah satu tokoh pelukis Naturalisme, tetapi terkadang lukisannya mendekati Realisme. Meskipun lukisan Naturalistiknya Monet yang mendekati Realisme, tetapi sangat berbeda dengan lukisan Gustave Courbert sebagai tokoh realisme. Realismenya Courbert bersifat sosialistik yang moralitasnya cukup tinggi, sedangkan realismenya Monet cenderung melukiskan yang indah-indah dan amoral, karena prinsip Monet adalah seni untuk kepentingan seni, bukan untuk apapun. Para pelukis Naturalisme sering dijuluki sebagai pelukis pemandangan. Tokoh Naturalisme yang berasal dari Inggris adalah Thomas Gainsbrough (1727-1788). Tokohnya Antara Lain John Constable, William Hogart, Frans Hall. Sedangkan dari Indonesia adalah : Abdullah Suriosubroto, Basuki Abdullah dan wakidi.

Foto Basuki Abdullah

Foto William Hogart

9. Aliran Futuris

Futurisme merupakan sebuah gerakan seni yang aslinya berasal dari Italia pada awal abad ke-20. Walaupun kemunculan Futurisme dapat terlihat pada tahun-tahun awal abad ke-20, sebuah esay pada tahun 1907 yang berjudul Entwurf einer neuen sthetik der Tonkunst (Sketch of a New Aesthetic of Music) oleh penggubah Italia, Ferrucio Busoni, disebut-sebut sebagai titik awal yang sebenarnya. Futuriame merupakan gerakan besar dari Italia dan Rusia, walaupun ia juga mempengaruhi negaranegara lain, contohnya Inggris. Pada 1914, perbedaan artistik diantara kelompok Milan diantara Matinetti, Boccioni, dan Balla, dan kelompok Florence diantara Carra, Ardengo Soffici, dan Giovanni, Papini menciptakan suatu celah dalam futurisme Italia. Pasca perang, menyembunyikan fakta bahwa futurisme Italia harus berakhir. Kelompok Florence secara formal telah mengajukan pengunduran dirinya dari pergerakan pada akhir 1914. Boccioni hanya menghasilkan satu lukisan dan terbunuh pada tahun 1916. Severini melukis beberapa lukisan perang yang signifikan pada 1915. Aliran Futuris muncul di Itali pada tahun 1909, sebagai reaksi terhadap aliran kubisme yang dianggap dinamis penuh gerak, karena itu temanya cenderung menggambarkan kesibukan-kesibukan seperti,pesta arak-arakan, perang dll. Tokoh aliran ini antara lain: Carlo CarraBuido, Severini,Umbirto Boccioni, F.T Marineti

10. Klasikisme (Classicisme)

Muncul pertama kali di negara Perancis pada abad ke-29 dan berkembang di negara sekitarnya seperti di negara Jerman dan Belanda. Disebut dengan klasik ini karena berorientasi pada kejayaan dan kemegahan gaya klasik Yunani-Romawi Kuno. Aliran ini sering lebih popular disebut ISTANA CENTRIS aliran pemikiran yang muncul di Eropa yang ditandai dengan gaya arsitektur klasik Eropa sekitar tahun 3000 SM ( jaman Yunani ) sampai abad ke 17 dan 18 ( Jaman Barok dan Rokoko ) dan aliran ini memberi pengaruh kuat kepada kebudayaan saat itu secara keseluruhan. Pengulangan gaya arsitektur yang dimulai pada abad ke 18 di Eropa membuktikan bahwa arsitektur klasik masih diminati dan dianggap sebagai karya bermutu tinggi, sehingga gaya arsitektur baru pada jaman itu seakan tenggelam karena tidak memiliki ciri kuat jika dibanding dengan gaya aliran klasikisme. Ciri-ciri seni klasikisme antara lain dibuat-buat dan berlebihan, indah dan molek,dekoratif. Aliran klasikisme mengacu pada kebudayaan Yunani Klasik dan Romawi Klasik. Ciri-ciri aliran ini adalah :Penggambaran objek dibuat-buat, Objek diperoleh dengan teknik dekoratif, Kesan keseluruhan elok, indah (elegan), manis dan sopan.Tokoh: Kartono Yudo Kusumo Amri Yahya Watten, Vigee Lebrun, Fragonard Marisot Boucher.

Foto Kartono Yudhokusumo

Foto Vigee Lebrun

11. Fauvisme

Fauvisme adalah aliran yang menghargai ekspresi dalam menangkap suasana yang hendak di lukis. Fauvisme adalah suatu aliran dalam seni lukis yang berumur cukup pendek menjelang dimulainya era seni rupa modern. Nama fauvisme berasal dari kata sindiran "fauve" (binatang liar) oleh Louis Vauxcelles saat mengomentari pameran Salon d'Automne dalam artikelnya untuk suplemen Gil Blas edisi 17 Oktober 1905, halaman 2. Kepopuleran aliran ini dimulai dari Le Havre , Paris , hingga Bordeaux . Kematangan konsepnya dicapai pada tahun 1906. Hal ini di dasarkan pada anggapan bahwa lukisan harus di kuasai oleh ungkapan spontan dan melalui warna. Penggunaan garis dalam Fauvisme disederhanakan sehingga yang melihat lukisan dapat mendeteksi keberadaan garis yang jelas dan kuat. Akibatnya bentuk benda mudah di kenali tanpa harus mempertimbangkan banyak detail. Pelukis fauvis menyerukan pemberontakan terhadap kemapanan seni lukis. Pengaruh awal lukisan ini mungkin dirintis oleh karya karya paul cezanne, gustave moreau, paul gauguin maupun Vincent van Gogh. Meskipun pelukis tersebut tidak melibatkan diri dalam gerakan fauvisme dan berbeda era dengan di mulainya aliran ini, namun karyanya menjadi acuan bagi pelukis muda yang nantinya menjadai pelukis fauvis. Meskipun aliran ini berumur pendek namun fauvisme menjadi tonggak seni rupa modern berikutnya. Tokoh-Tokohnya Antara Lain Henr Y Matisse, Andre Derain, Maurice De Vlaminc

Foto Andre Derain

12. Abstraksionisme

Aliran abstrak adalah aliran seni yang bentuk penyampaiannya tidak secara langsung, juga di katakan salah satu jenis kesenian kotemporer yang tidak menggambarkan objek dalam bentuk asli, tetapi menggunakan warna dan bentuk dalam non-representasional Aliran Abstraksionime Adalah Aliran Yg Berusaha Melepaskan Diri Dari Sensasi-Sensasi Atau Asosiasis Figuratif Suatu Obyek. Aliran Abstraksionis Di Bedakan Menjadi Dua Yaitu. Abstrak KubistisYaitu Abstrak Dalam Bentuk Geometrik Murni Seperti Lingkaran Kubus Dan Segi Tiga Pada awal abad ke-20, istilah ini lebih sering di gunakan untuk mendeskripsikan seni, seperti kubisme dan seni futuristik. Bentuk bentuk benda yang di gambarkan sering kali sulit di tangkap maknanya oleh pengamat yang awam. Pada tahun 1915, Kazimir Malevich pelukis Rusia memamerkan lukisannya yang berjudul Black square on a White Ground yang menjadi pembicaraan banyak pengamat seni lukis. Pada pameran ini, Malavich juga memamerkan lukisannya yang bergaya kubisme, futurisme, suprematis yang mewakili aliran avant garde dalam perspektif sejarah. Kadang komentator menanggapi secara berlebihan karya aneh Kazimir Malevich pelukis dan desainer Rusia serta Piet Mondrian pelukis Belanda adalah pelopor seni abstrak geometri. Malevich yang alumnus School of Art dan Academy of Fine Art Moskow pada tahun 1926 ia menerbitkan karya karyanya dalam buku The Nonobjective World Tokoh Aliraran Ini Berasal Dari Rusia Yaitu Malivich [1913] dan Wassily Kadinsky, sedangkan dari dalam negeri tokohnya yaitu : Nashar, Fajar sidiq,

Foto Wassily Kadinsky,

13. Aliran Dadaisme

Dadaisme adalah salah satu aliran seni lukis. Pada awal mulanya Dadaisme merupakan gerakan budaya pada kurun waktu 1916-1920 yang saat itu merupakan masa Perang Dunia. Gerakan ini mencakup seni visual, sastra, teater dan desain grafis. Gerakan Dadaisme merupakan aliran pembrontak yang menolak cara berfikir " seni adalah sesuatu yang tinggi, yang mahal, ekslusif". Mereka menolak keadaan frame berfikir tersebut. Dalam perkembangannya gerakan Dadaisme mengalami pasang surut. Menjelang tahun1924, aliran Dada berubah menjadi surealisme. Pada masa perang dunia II seniman Dadaisme banyak ditentang dan di bunuh di camp kematian Hitler. Aliran Dadaisme Merupakan Pemberontak Konsep Dari Konsep Aliran Sebelumnya. Aliran Ini Mepunyai Sikap Memerdekakan Diri Dari Hukum-Hukum Seni Yg Telah Berlaku. Ciri Aliran Ini Sinis, Nihil Dan Berusaha Meleyapkan Ilusi. Aliran Ini Dilatar Belakangi Oleh Perang Dunia Pertama Yg Tak Kunjung Berhenti. Perang Yg Tak Kunjung Padam Memberi Kesan Hilangnya Nilai Sosial Dari Nilai Estetika Di Muka Bumi, Sehinga Pandangan Dadaisme Tidak Ada Estetika Dalam Karya Seni. Tokoh Dadisme Adalah Paul Klee, Scwitters Tritan Tzara, Maron Janco Dll.

Paul Klee

14. Aliran Kontemporer

Lukisan kontemporer adalah karya yang secara tematik merefleksikan situasi waktu yang sedang dilalui atau ada pendapat yang mengatakan bahwa seni rupa kontemporer adalah seni yang melawan tradisi modernisme Barat. Misalnya lukisan yang tidak lagi terikat pada Rennaissance. Begitu pula dengan tarian, lebih kreatif dan modern. Kata kontemporer yang berasal dari kata co (bersama) dan tempo (waktu). Sehingga menegaskan bahwa seni kontemporer adalah karya yang secara tematik merefleksikan situasi waktu yang sedang dilalui. Atau pendapat yang mengatakan bahwa seni rupa kontemporer adalah seni yang melawan tradisi modernisme Barat. Ini sebagai pengembangan dari wacana pascamodern (postmodern art) dan pascakolonialisme yang berusaha membangkitkan wacana pemunculan indegenous art (seni pribumi). Atau khasanah seni lokal yang menjadi tempat tinggal (negara) para seniman. Tokohnya adalah s Prinka, Jim supangkat.