Você está na página 1de 4

Penatalaksanaa Sindroma Nefrotik Menggunakan koortikosteroid .

Abstrak Sindroma nefrotik adalah sekumpulan gejala yang terdiri dari proteinuria massif ( 40 mg/m2 P!/jam atau rasio protein/kreatinin pada urine se"aktu # 2mg/ml atau 2$%&hipoal'uminemia (( 2&)gr/dl%&edema dan disertai dengan hiperkolesterolnermia (2)0mg/u %. Selain gejala diatas juga dapat dijumpai pula hipertensi& hematuria atau 'ahkan a*otemia. +ngka kematian sindroma nefrotik diperkirakan mele'ihi ,- persen aki'at komplikasi yang terjadi seperti peritonitis& sepsis dan gagal ginjal kronik. +ngka .ematian menurun sampai /)0 setelah era penatalaksanaan menggunakan kortikosteroid. .ata .un1i Isi Pasien datang ke 3umah sakit dengan keluhan 'engkak diseluruh tu'uh. !engkak mun1ul a"al hanya disekitar kelopak mata saat 'angun tidur 2minggu yang lalu. !engkak hilang saat siang hari setelah 'eraktifitas. 4'u pasien mengeluh 'engkak 'ertam'ah di seluruh tu'uh yaitu di perut dan di kaki. 4'u pasien juga mengeluh anaknya tidak mau makan dan menjadi re"el& Pasien sempat di'a"a kedokter tetapi keluhan tidak kunjung hilang. Selain keluhan 'engkak seluruh tu'uh pasien juga sering mengeluh nyeri disekitar perut dan 'uang air ke1il sedikit 'er"arna keruh. 5ilakukan pemeriksaan didapatkan 65 770/-0 N 7708 P 298 S /91el1ius. Pemeriksaan fisik didapatkan edema dikelopak mata& asites dan edema di ekstermitas 'a"ah. :asil pemeriksaan penunjang didapatkan + 22&098 70//mm/ & +; ,&04 8 70,/mm/ & :<! 7)&4 gr/dl. Protein total 4&0gr/dl& +l'umin 7&,g/dl&glo'ulin 2&4g/dl ureum // mg/dl& kreatinin 0&/9 mg/dl& kolesterol total 477 mg/dl. Pemeriksaan urine rutin didapatkan Proteinuria $$$. Diagnosis Sindroma Nefrotik. Terapi inf 5)0 7) tpm 4nj +mo8an /8)00 mg 4nf +l'umin 2 8 )0 11 P= 2 lasi8 287/2 ta' +spar . 287/2 prednisone 2mg/kg!!/hr 5iet 2 3endah garam 2 Sindroma Nefrotik&.ortikosteroid.

Diskusi

Pada kasus ini anak di'a"a dengan keluhan 'engkak ( edema% seluruh tu'uh. !engkak dia"ali dari kelopak mata kemudian 'e'erapa minggu kemudian 'engkak 'ertam'ah menjadi keseluruh tu'uh. .eluhan utama terse'ut mengarahkan diagnosis kearah ke lainan ginjal yaitu sindroma nefrotik. Sindroma nefrotik memiliki 1riteria diagnosis 'erupa 2 7. ;dema 2. Proteinuria massif >rin 2 !+N< atau 54PS64? $ / atau $ 4 (kualitatif%

Protein # 40 mg/m//jam& atau # 2 g/hr (kuantitatif% 3asio protein 2 .reatinin # 2&) (Penilaian fungsi ginjal 'isa normal atau menurun. .eratin 1learan1e ini 'isa turun karenaterjadi penurunan perfusi ginjal aki'at penyusutan @olume intra@askuler dan akan kem'ali ke normal 'ila @olume intra@as1ular mem'aik% Sediment urin 'iasanya normal !ila terjadi hematuria mikroskopik (#20 eritrosit/ P!% di1urigai adanya lesi glomerular (misalnya 2 s1lerosis glomerulus fokal% /. :ipoal'uminemia +l'umin darah A 2 g/dl (20 g/ % 4. 5engan atau tanpa hiperlipidemia/hiperkolesterolemia ). 4gM dapat meningkat sedangkan 4g< turun ,. .omplimen serum normal dan tidak ada krioglo'ulin -. .adar kalsium serum total menurun (karena penurunan fraksi terikat al'umin% 9. .adar B/ normal. Prinsip manajemen terapi dari sindroma nefrotik yaitu penatalaksanaan menggunakan kortikosteroid yang 'ertujuan untuk menekan proses inflamasi& proses alergi dan respon imun yang terjadi pada mem'rane glomerulus sehingga menurunkan dan memper'aiki permea'elitas mem'rane 'asalis menjadi normal. Pengo'atan menggunakan prednisolon dapat dimulai setelah penegakan diagnosis sindroma nefrotik. !erdasarkan 4S.5B (international Study of .idney 5isease in Bhildren%& terapi prednisone / prednisolon di'erikan pada dua tahap. Pada tahap

pertama prednisone / prednisolon di'erikan dalam dosis ,0mg/m2 permukaan tu'uh/ 24 jam atau 2 mg/kg!! dalam /C4 dosis& diteruskan selama 4 minggu (29 hari% dengan maksimal 90 mg/24 jam. Pada tahap kedua& prednisone / prednisolon di'erikan dengan dosis 40 mg/m2 permukaan tu'uh / 24 jam atau 7&) mg/kg!!/24 jam dengan 1ara alternate (selalang sehari% dosis tunggal setelah makan pagi& diteruskan selama 4 minggu (29 hari%. Daktu yang di'utuhkan untuk 'erespons terhadap prednison rataCrata sekitar 2 minggu& responsnya ditetapkan pada saat urin menjadi 'e'as protein. !ila relaps prednisone / prednisolo dapat di'erikan dengan dosis ,0mg/m2/24 jam (2mg/kg!!/24 jam% di'agi dalam /C4 dosis sampai / hari 'erturutCturut dan selanjutnya menggunaka tahap kedua yang dise'utkan se'elum ini. Eika anak 'erlanjut menderita proteinuria (2$ atau le'ih% setelah satu 'ulan mendapatkan prednisone dosisCter'agi yang terus menerus setiap hari& nefrosis demikian dise'ut resisten steroid atau terjadinya relaps yang sering& maka 'iopsy ginjal terindikasi untuk menetukan penye'a' penyakitnya yang tepat. !ila ada kekam'uhan 'erulang dan terutama jika anak menderita toksisitas kortikosteroid 'erat (tampak 1ushingoid& hipertensi& gagal tum'uh dan peru'ahan sikap%& kemudian harus dipikirkan terapi siklofosfamid. Kesimpulan Penyakit sindroma nefrotik yang merupakan penyakit ginjal yang ter'anyak. >mumnya menegakkan diagnosis diperlukan pemeriksaan klinis dan pemeriksaan la'oratorium terhadap sindroma nefrotik terse'ut. Prinsip penatalaksanaan sindroma nefrotik menggunakan kortikosteroid yang 'ertujuan untuk menekan proses inflamasi& proses alergi dan respon imun yang terjadi pada mem'rane glomerulus sehingga menurunkan dan memper'aiki permea'elitas mem'rane 'asalis menjadi normal.Pada umumnya kelainan minimal pada ginjal serta diagnosis yang tepat dan segera mem'erikan respon hasil yang 'aik pada terapi dengan kortikosteroid.

Referensi 7. Purna"an Eunadi& +tiek. S. Soemasto& <usna +mel*. .apita Selekta .edokteran& ;disi .edua& Pener'it Media +es1ullapius& F.>4& 7G92. 2. Prof. 53. 5r. +. :alim Mu'in& SpP5& MS1& .P64& Ilmu Penyakit Dalam, Diagnosis dan Terapi. p 2 7G C 2/ /. M.D. :a*nam& Terapi Standard Bagian Ilmu Penyakit Dalam& F.>P H 3S:S

4.<arna :& Natapra"ira :M5& 3ahayuningsih S;. Pedoman diagnosis dan terapi ilmu kesehatan anak. ;disi keC/. !andung 2 !agian 4lmu .esehatan +nak F. >NP+5& 3S 5r. :assan SadikinI 200) h )/9C)47 ).S1h"art* MD& dkk. Blini1 hand'ook of pediatri1s. >S+ 2 Dilliams J DilkinsI 2004 h /04C /7/

Penulis 4ndra"an Di1aksono& !agian 4lmu .esehatan +nak& 3S>5 6idar Magelang& Ea"a 6engah