Você está na página 1de 6

Slide 1-2 Wal-Mart adalah perusahaan retail terbesar di dunia yang melayani bukan saja pasar lokal tetapi

telah terjun dalam pasar global, hal ini terbukti bahwa Wal-Mart telah memiliki lebih dari 3.700 toko di Amerika Serikat dan telah beroperasi di 144 negara. Salah satu keberhasilan Wal-Mart menjadi perusahaan global adalah dengan penerapan sistem supply chain yang efektif dan efisien yang didukung oleh infrastruktur dan teknologi informasi yang canggih, sehingga penerapan strategi dalam menjual produk bermerek dengan harga rendah dapat tercapai. Penjualan wallmart dalam 1 (satu) hari melebihi PDB (pendapatan
domestik bruto) dari 36 negara. Wall mart menjual apa saja, dari makanan, bahan makanan, dvd, tv, eletronik, komputer, gadget, dari peralatan rumah tangga HINGGA SENJATA API.

Di balik tampilannya yang seperti itu, walmart merupakan inovator dalam teknologi, Sistem komputer walmart adalah yang KEDUA terbesar di Amerika Setelah Pentagon (bayangin aja sistem komputer mereka). Saat ini WalMart mengoperasikan sekitar 6400 Toko secara global dan pada tahun 2007 penjualan global Walmart adalah 384 Miliar Dollar. Atau Dengan kurs Rp.10 Ribu per dollar sama dengan 3.840 Triliun. Slide 3 Sejarah bisnis Wal-Mart Inc tidak lepas dari kejeniusan Sam Walton. Sebab, di tangan alumnus Universitas Missouri, Columbia, inilah gurita ritel global betul-betul meraksasa.Didirikan pertama kali oeh Sam Walton dan toko pertamanya berada di Roger, Arkansas tahun 1962. 7 Tahun kemudian pendapatan dari penjualan mencapai $ 1 billion. Di akhir bulan Januari 2002, Toko Wal-Mart menjadi toko retail terbesar dengan penjualan $218 billion ( Achtmeyer, 2002 : 1) Bermula dari pengalamannya bekerja bertahun-tahun pada perusahaan ritel Sears Robuck dan JC Penney, Walton memulai langkah bisnisnya. Dia membeli sebuah waralaba dan penyewaan di kawasan Pelabuhan Ben Franklin, Arkansas, yakni jaringan penjualan dari peritel lokal Butler Brother pada 1945. Hanya butuh tiga tahun, Walton mampu meningkatkan penjualan tahunan dari USD80.000 menjadi USD225.000. Naluri bisnis yang jenius telah memotivasi Walton untuk semakin mengembangkan jaringan bisnisnya. Hal itu dilakukannya saat membeli pusat perbelanjaan milik peritel Luther E Harrison di kawasan Bentonville, Arkansas, lima tahun kemudian (1950). Sejak itulah, Walton mulai menamai jaringan pusat perbelanjaannya dengan sebutan Waltons 5&10. Sebagai pebisnis berbakat, Walton betul-betul mampu membuktikan kapasitasnya dalam mengambil putusan bisnis yang menentukan. Dengan begitu, Walton dapat meningkatkan daya ekspansi roda bisnisnya. Hal ini dibuktikan Walton ketika tepat pada 1962, mampu mendirikan 11 jejaring bisnis

ritelnya dengan pembukaan toko diskon Walmart pertama di Rogers, Arkansas. Pengakuan atas dominasinya terus mengalir dari berbagai institusi, bahkan para kompetitornya sendiri. Pada tahun 2005 misalnya, majalah pemeringkat Fortune menempatkan Wal-Mart dalam posisi kelima dari seluruh perusahaan terkemuka global. Bahkan pada 2003-2004, berturutturut Wal-Mart menempati posisi teratas dari seluruh perusahaan di AS yang ratarata memiliki pasar luas di seluruh dunia. Wallmart adalah saah satu perusahaan terbesar di dunia dan jelas peritel terbesar di dunia. Pada tahun 2007, mereka tercatat memiliki 1,9 juta Tenaga Pegawai di Seluruh Dunia, menjadikannya sebagai salah satu perusahaan terbesar di dunia. Slide 4 1. Apa Strategi yang dilakukan oleh Wal-Mart? Apa basis yang dibagun oleh Wal-Mar pada keunggulan kompetitifnya? 2. Bagaimana sistem pengendalian Wal-Mart membantu pelaksanaan strategi perusahaan? Slide 5-11 Wal-Mart merupakan perusahaan Amerika terbesar di dunia yang didirikan di Bentoville, Arkansas, Amerika Serikat oleh Sam Walton pada tahun 1962. Pada tahun 1969 Wal-Mart telah membuka 18 toko dan melaporkan penjualan tahunannya sebesar $44 juta. Hal ini tidak mungkin dapat tercapai jika tanpa adanya strategi yang jitu yang dilakukan oleh Wal-Mart. Wal-Mart juga telah merajai berbagai pelosok dunia sebagai perusahaan global dengan toko sebanyak 3.700 dan sekitar 2 juta karyawannya. a. Strategi dalam Bidang Teknologi Informasi (IT) Strategi kepemimpianan biaya. Wal-Mart membangun jaringan satelit yang canggih yang menghubungkan point of sale di semua tokonya. Jaringan tersebut ditujukan untuk para manajer dan bagian penjualan mengenai informasi status penjualan dan persediaan terbaru. Wal-Mart juga mengefisiensikan operasional sistem informasi tersebut untuk menawarkan produk dan layanan berbiaya lebih rendah dan berkualitas lebih baik, hal tersebut dilakukan untuk diferensiasi Wal-mart dari para pesaingnya. Wal-Mart juga menggunakan sistem cross clocking yang merupakan sistem pendistribusian barang dari supplier dikirim ke gudang Wal-Mart untuk proses seleksi, pengepakan ulang dan kemudian di salurkan langsung ke toko-toko Wal-Mart tanpa disimpan terlalu lama, sehingga biaya penyimpanan akan rendah.

Strategi Inovasi dan Saturation. Wal-Mart melakukan proses bisnis dengan IT dan mendukung para pemasoknya untuk menggunakan IT pula. Hal ini akan memangkas biaya, meningkatkan kualitas, efisiensi, layanan pelanggan dan memangkas waktu ke pasar atau ke tempat pemasok. Wal-Mart memiliki pusat distribusi dan jaraknya sekitar satu hari perjalanan (paling jauh) dari toko-toko yang mereka layani, dan WalMart akan mengawasi setiap barang yang dikirim dari gudang. Wal-Mart menyimpan lebih dari 80.000 barang di toko-toko dan gudang secara langsung melengkapinya dengan 85% dari inventori, dibandingkan dengan pesaing mereka yang hanya 50%-65%. Hasilnya, Wal-Mart hanya membutuhkan waktu dua hari dari waktu pemesanan lewat komputer sampai ke tangan pengelola toko dibandingkan dengan para pesaingnya yang membutuhkan waktu 5-6 hari. Hal ini akan menghemat waktu dan fleksibelitas sistem sehingga menghemat biaya yang merupakan investasi tersendiri bagi Wal-Mart. Sistem IT Wal-Mart juga berguna untuk mengubah data mentah menjadi data berguna. Wal-Mart dapat mengkonsolidasi rincian penjualan dari 3.700 toko dan memprediksi penjualan untuk setiap produk di masing-masing toko dengan keakuratan yang tinggi. Hal ini akan menghasilkan penghematan dalam persediaaan. Wal-Mart juga mengembangkan sistem RFID (Radio Frequency Identify) pada tahun 2005 yang dapat memberikan informasi kepada retailer maupun supplier. Strategi Pertumbuhan. Strategi pertumbuan yang digunakan WalMart adalah menggunakan IT untuk mengelola perluasan bisnis secara regional dan global. Dengan IT, Wal-Mart bisa mendapatkan informasi secara cepat dan setiap waktu. Strategi Persekutuan. Perusahaan seperti Wal-mart memperluas jaringan mereka ke para pelanggan dan pemasok agar sistem pengisian persediaan berlanjut dan akan mengamankan bisnis Wal-mart. Dengan itu, akan muncul e-business untuk membagi informasi antar perusahaan dengan pelanggan dan peamsok. Strategi Barriers to Entry. Wal-Mart telah menginvestasikan cukup banyak pada bidang IT nya. Karena IT inilah yang banyak membantu para manajer Wal-Mart dalam melaukan pekerjaannya, dan hal inilah yang menjadi penghalang bagi para kompetitor yang ingin masuk ke industri ini, karena harus bersaing dengna Wal-Mart. b. Stategi untuk Pelanggan Memahami Pelanggan. Wal-Mart berusaha untuk menyediakan barang untuk para pelanggannya dengan harga yang murah sesuai dengan taglinenya yaitu Save Money Live Better yang berarti denga menghemat pengeluaran, keluarga dapat hidup lebih baik. Studi yang dilakukan oleh Goldman Sachs yang dikutip dalam majalah Fortune, WalMart menjadi price leader di berbagai kategori produk. Wal-Mart memang dikenal dengan harga yang murah dan diskonnya. Merchandising Focus. Wal-mart lebih fokus untuk menjual produk dengan harga murah dan melakukan seleksi produk. Wal-Mart juga

berfokus pada barang-barang bermerk namun dengan harga yang murah yang pasti diminati oleh konsumen/pelanggannya. Segmentasi Pasar. Wal-Mart membagi segemen pasarnya menjadi 5, yaitu: 1. Wal-Mart discount stores yang dibuka pertama kali pada tahun 1962. Sampai dengan sekarang, sudah terdapat lebih dari 803 toko yang menawarkan kepuasan serta kenyamanan pelanggannya di seluruh Amerika 2. Wal-Mart supercenter yang dikembangkan pada tahun 1988 untuk meningkatkan kenyamanan dan onestop family shopping yang sangat menggambarkan tagline Wal-Mart Every Day Low Price 3. Wal-Mart neighborhood market merupakan pasar cepat dan nyaman 4. Marketside merupakan segmen Wal-Mart yang menyediakan makanan segar dalam beberapa menit. Marketside ini ditujukan bagi para pelangannya yang sibuk 5. Walmart.com adalah kenyamanan belanja bagi pelanggan melalui internet dengan harga yang rendah dan dapat dikirim ke tempat pelanggan. Keramahan Pelayanan. Wal-Mart memberikan keterampilan para karyawannya untuk melayani pelanggan. Sam Walton selalu mengingatkan bahwa penghasilan mereka berasal dari konsumen. Para karyawannya juga selalu menyambut pelanggan dengan senyuman di pintu masuk. c. Strategi Supply Chain Wal-Mart selalu menekan biaya pembelian dan menawarkan harga terbaik untuk para pelanggannya. Maka dari itu, barang/persediaan diperoleh langsung dari produsen tanpa perantara. Wal-Mart benar-benar menyeleksi harga-harga dari pemasoknya dan melakukan transaksi jika sepenuhnya yakin bahwa produk dari pemasok tidak tersedia di tempat lain dengan harga yang lebih rendah. Dengan sistem supply chain yang efisien ini dapat mengantarkan Wal-Mart pada status kepemimpinan tertinggi pada tahun 2002. Slide 12 Keunggulan Kompetitif Wal-Mart Wal-Mart sangat unggul dan menonjol mengenai harga yang rendah dan pilihan barang yang banyak dan merupakan merek dari perusahaan terkenal. Dengan seringnya diskon yang diadakan Wal-Mart dan kemampuan menyeleksi produk dengan harga terendah yang dapat ditawarkan pemasok, membuat Wal-Mart tetap bertahan walau dalam krisis global yang menimpa Amerika kemarin. Wal-Mart juga sangat ramah dalam pelayanan kepada konsumen yang merupakan nilai plus sehingga pelanggan akan merasa puas dan nyaman untuk kembali berbelanja di Wal-Mart.

Wal-Mart juga unggul dalam kerjasama dengan perusahaan lain. Seperti kerjasama dengan P&G dalam hal RFID. McDonalds, Mary Kate and Ashley Olsen yang menjual baju-baju dengan merek mereka, Con Agra yang membuat produk-produk untuk Wal-Mart dan ini dapat memangkas biaya operasional Wal-Mart. Dengan sistem yang terkomuterisasi dan melalui satelit, Wal-Mart dapat mengontrol pergudangan dan persediaan mereka. Sehingga WalMart akan dengan cepat tanggap untuk memesan persediaan melalui internet kepada pemasok. Maka dari itu, Wal-Mart tidak akan pernah kehabisan stok namun juga tidak ada stok yang menumpuk. Hal ini merupakan keunggulan bagi Wal-Mart dibandingkan dengan para pesaingnya. Slide 13 Sistem Pengendalian Pemesanan dan Distribusi. Wal-Mart sangat selektif terhadap harga dari pemasoknya. Wal-Mart juga tidak memakai perantara dalam pemesanan barang dan distribusinya. Hal ini untuk mengurangi biaya operasional perusahaan. Wal-Mart memesan barang pada pemasoknya melalui internet dan akan tiba dalam waktu dua hari dari pemesanan. Sistem distribusi Wal-Mart dapat kita lihat seperti pada gambar . Manajemen Wal-Mart menggunakan point of sale dalam mengendalikan persediaannya. Wal-Mart menghubungkan data antara perusahaan pusat/manajemen dengan toko-toko retailnya dan supplier. Setiap toko retail kehabisan barang, manajemen akan langsung memesan kepada pemasok sesuai dengan data point of sales. Kemudian, Wal-Mart akan mengirimkan barang ke pusat distribusi untuk dilakukan kemas ulang (untuk barang impor) ataupun dilakukan cek barang. Ada 40 pusat distribusi dan masing-masing pusat distribusi akan dibagikan barang yang berbeda-beda sesuai dengan jumlah barang yang diterima dan dikelola. Tiap barang yang ada di pusat distribusi Wal-Mart dipasangi kode komputer, dan sebuah komputer melacak lokasi dan pergerakan tiap kotak barang saat barang tersebut disimpan dan dikirimkan ke toko-toko retailnya. Semua barang ini bergerak keluar masuk gudang di atas conveyor belt sepanjang 8,5 mil yang dituntun oleh sinar laser yang dapat membaca kode di tiap kotak dan mengirimkan ke truk yang benar. Setelah barang tiba di toko, seca kompeterisasi pula barang yang masuk dan keluar (terjual) terekam dan terhubung pada manajemen WalMart. Pembayaran kepada pemasok juga dilakukan dengan online. Hal tersebut di atas untuk mencegah kekosongan persediaan, kelebihan persediaan, kecurangan pad apusat distribusi dan toko retail (pencurian, pengurangan barang/persediaan), dan keakuratan data dari toko retail dan supplier. Pemilikan Perusahaan oleh Karyawan. Wal-Mart juga menawarkan bagi hasil kepada para karyawannya sebagai imbalan atas

loyalitas dan pengadian mereka. Dengan menggunakan rumaus dari pertumbuhan laba, Wal-Mart memberikan kontribusi persentase dari upah setiap karyawan yang berhak atas bagi hasil, yang dapat diambil karyawan, saat mereka meninggalkan perusahaan, baik berupa uang ataupun saham Wal-Mart. Dengan begitu, karyawan akan merasa memiliki Wal-Mart dan hal ini akan mencegah pencurian di toko. Seleksi Barang. Wal-Mart sangat ketat mengenai harga yana ditawarkan pemasoknya seperti yang sudah dijelaskan di atas. Wal-Mart hanya akan melakukan transaksi apabila telah pasti bahwa barang tersebut tidak ada di pasaran dengan harga yang lebih rendah. Hal ini untuk menjaga keunggulan Wal-Mart untuk barang dengan harga jual rendah. Bahkan harga jual barang di Wal-Mart bisa 15% lebih rendah dari para pesaingnya. Transportasi Sebagai Alat Bantu Sistem Pengendalian. WalMart mempunyai 20 pesawat yang digunakan manajemennya untuk berpergian ke toko-toko di lokasi-lokasi yang luas sekali. Selain itu, pusat distribusi melayani dalam waktu 24 jam untuk mengirimkan permintaan barang oleh toko retail, dengan truk trailer. KESIMPULAN Dengan strategi distribusi yang terarah untuk mencapai tujuan dan sistem pengendalian yang terperinci dan baik dalam penerapannya, membuat Wal-Mart menjadi perusahaan retail besar di dunia. Walaupun pada tahun 2009 Wal-Mart menduduki peringkat kedua sebagai perusahaan terbesar di dunia IT yang dimiliki Wal-Mart juga membantu dalam kinerja dan operasional perusahaan. Wal-Mart benar-benar mengembangkan teknologi informasinya tidak hanya pada perusahaannya tetapi juga mengajak perusahaan supplier untuk menggunakan IT agar mudah dalam transaksi. Strategi harga rendah dengan menekan biaya operasional dan selektif barang membuat pendapatan dan laba Wal-Mart meningkat meskipun di saat perekonomian Amerika melemah akibat krisis.