Você está na página 1de 17

Defenisi Pembagian analgesia pada obtetri

Analgesia merupakan modulasi atau hilangnya persepsi nyeri. Hal tersebut dapat bersifat (1) lokal dan meliputi hanya sebagian kecil area tubuh, (2) regional, meliputi area tubuh yang lebih luas, atau (3) sistemik. Analgesia dicapai dengan penggunaan hipnosis (sugesti), medikasi sistemik, agenagen regional, atau agen-agen inhalasi.

Setiap tahun lebih dari 200 juta wanita hamil. Sebagian besar kehamilan berakhir dengan kelahiran bayi hidup pada ibu yang sehat walaupun demikian pada beberapa kasus kelahiran bukanlah peristiwa membahagiakan tetapi menjadi suatu masalah yang penuh dengan rasa nyeri, rasa takut, penderitaan dan bahkan kematian (WHO, 2003). Rasa nyeri pada persalinan adalah nyeri kontraksi uterus yang dapat mengakibatkan peningkatan aktivitas sistem syaraf simpatis. Nyeri yang hebat pada persalinan dapat menyebabkan perubahan-perubahan fisiologi tubuh seperti; tekanan darah menjadi naik, denyut jantung meningkat, laju pernafasan meningkat, dan apabila tidak segera diatasi maka akan meningkatkan rasa khawatir, tegang, takut dan stres. Peningkatan konsumsi glukosa tubuh pada ibu bersalin yang mengalami stres menyebabkan kelelahan dan sekresi katekolamin yang menghambat kontraksi uterus, hal tersebut menyebabkan persalinan lama yang akhirnya menyebabkan cemas pada ibu, peningkatan nyeri dan stres berkepanjangan

Cara-cara yang dilakukan harus memenuhi berbagai persyaratan antara lain aman, efektif dan mempunyai angka kepuasan yang tinggi, efek samping ibu minimal dan tidak menyebabkan gejala sisa pada ibu maupun bayi Pengendalian nyeri nonfarmakologi lebih murah, simpel, efektif, dan tanpa efek yang merugikan, metode ini juga dapat meningkatkan kepuasan selama persalinan karena ibu dapat mengontrol perasaannya dan kekuatannya.

Analgesia Analgesia Analgesia Analgesia

sistemik inhalasi epidural spinal

Opioid sistemik bisa menghilangkan nyeri persalinan. Dosis besar diperlukan untuk analgesia selama proses kehamilan aktif. Petidin adalah analgesia paling popular. Dosis yang biasa di pakai sebesar 25-50mg I.V. setiap 1-2 jam atau 50-100mg I.M. setiap 24 jam Fentalin merupakan analgesia yang mudah larut dalam lemak dan bekerja sangat cepat akan tetapi kurang efektif

Inhalasi 40-50 % N O yang merupakan analgesia inhalasi 2yang sangat jarang di pakai oleh para ahli kesehatan terutama dokter di dalam operasi dan dalam persalinan

Analgesia lumbar epidural telah di pakai secara meluas untukblok regional penghilang nyeri saat persalinan, dan menimbulkan analgesia yang memuaskan tanpa sedasi. Dengan memakai jarum epidural no 16 atau 18 G melewati ligamentum flavum ke ruang epidural, biasanya pada L2 3, L3 4, atau L4-5. melalui jarum epidural dimasukkan kateter ukuran no 18 atau 20 G ke arah sefalad dgn jarak 2-4jam ke dalam epidural.

Saat ini anestesia spinal merupakan pilihan anestetik bagi kelahiran caesar. Anestesia spinal dapat dilakukan lebih cepat daripada anestesia epidural dan menyediakan kondisi operasi yang ideal, termaduk blokade sensorik yang dalam dan blokade motorik. Onset simpatektomi lebih cepat daripada blokade epidural, sehingga perhatian diperlukan untuk memastikan pasien diberikan infus 1,5-2 L larutan saline sebelum teknik ini dilakukan. Anestesia spinal jarang dipergunakan saat ini untuk mengurangi kelahiran bayi dan persalinan kala tiga. Keunggulan anesthesia spinal adalah sang ibu tetap sadar untuk menyaksikan kelahiran, tidak perlunya penggnaan obat anestetik atau analgesik, tekniknya tidak sulit, dan relaksasi dari dasar pelvis dan jalan lahir bawah dapat dicapai. Anestesia dapat dicapai dalam 5-10 menit. Dosis anestesia spinal kecil. Komplikasi jarang terjadi dan dapat diatasi dengan mudah. Namun, nyerikepala spinal terjadi pada 1-2% pasien

Anesthesia merupakan hilangnya persepsi sensorik secara menyeluruh dan dapat meliputi hilangnya kesadaran. Keadaan tersebut dapat diinduksi oleh berbagai teknik dan agen. Pada obstetrik, anestesia regional dapat dicapai dengan teknik anestesi lokal (epidural, spinal) dan Anestesia umum dengan medikasi sistemik dan intubasi endotrakeal

Anestesi regional ( spinal dan epidural ) Anestesi umum Anestesi infiltrasi Lokal

Anestesi epidural analgesia lumbar epidural telah dipakai secara meluas untuk memblok regional penghilang nyeri saat persalinan. Jarum yg di gunakan biasanya jarum epidural no 16 atau 18 melewati ligamentum flavum ke ruang epidural, biasanya pada L2-3, L3-4, atau L4-5. melalui jarum epidural di masukkam kateter no 18 atau 20G ke rah sefalad dengan jarak 2-4cm ke dalam ruang epidural. pilihan yang tepat untuk kebanyakan pasien yg mengalami proses persalinan Anestesi spinal pilihan utama untuk kebanyakan pasien seksio sesarea berencana dan emergensi. Biasanya menggunakan bupivakain 12mg

1. Pasang line infus dengan diameter besar, antasida diberikan 15-30 menit sebelum operasi, observasi tanda vital, pasien diposisikan dengan uterus digeser / dimiringkan ke kiri. 2. Dilakukan preoksigenasi dengan O2 100% selama 3 menit, atau pasien diminta melakukan pernapasan dalam sebanyak 5 sampai 10 kali. 3. Setelah regio abdomen dibersihkan dan dipersiapkan, dan operator siap, dilakukan induksi dengan 4 mg/kgBB tiopental dan 1.5 mg/kgBB suksinilkolin. 4. Dilakukan penekanan krikoid, dilakukan intubasi, dan balon pipa endotrakeal dikembangkan. Dialirkan ventilasi dengan tekanan positif. 5. O2-N2O 50%-50% diberikan melalui inhalasi, dan suksinilkolin diinjeksikan melalui infus. Dapat juga ditambahkan inhalasi 1.0% enfluran, 0.75% isofluran, atau 0.5% halotan, sampai janin dilahirkan, untuk mencegah ibu bangun. 6. Obat inhalasi dihentikan setelah tali pusat dijepit, karena obat-obat tersebut dapat menyebabkan atonia uteri. 7. Setelah itu, untuk maintenance anestesi digunakan teknik balans (N2O/narkotik/relaksan), atau jika ada hipertensi, anestetik inhalasi yang kuat juga dapat digunakan dengan konsentrasi rendah. 8. Ekstubasi dilakukan setelah pasien sadar. 9. (catatan) Jika terjadi hipertonus uterus, sementara diperlukan relaksasi uterus yang optimal, hal ini menjadi indikasi untuk induksi cepat dan penggunaan anestetik inhalasi.

Anestesi umum endotrakeal merupakan pilihan yang baik untuk mengurangi resiko aspirasi

Anestesi ini sering digunakan pada pasien gawat darurat yang ekstrim pada pasien seksio sesarea dan bisa dilakukan bila tidak ada dokter spesialis anestesiologi