Você está na página 1de 33

ANALGETIK ANTIPIRETIK

Lalu Moh Haitami

Pengertian
Analgetik atau obat penghalang nyeri adalah zat-zat yang mengurangi atau menghalau rasa nyeri tanpa meghalangi kesadaran. Antipiretik adalah zat-zat yang dapat mengurangi suhu tubuh. Anti-inflamasi adalah obat atau zat-zat yang dapat mengobati peradangan atau pembengkakan.

Obat analgesik antipiretik serta Obat Anti Inflamasi non Steroid (AINS) merupakan suatu kelompok obat yang heterogen, bahkan beberapa obat sangat berbeda secara kimia. karena ada Obat AINS dari subgolongan yang sama memiliki sifat yang berbeda. Sebaliknya ada Obat AINS yang berbeda subgolongan tapi memiliki sifat yang serupa.

Walaupun demikian, obat-obat ini ternyata memiliki banyak persamaan dalam efek terapi maupun efek samping. berdasarkan atas penghambatan biosintesis prostaglandin (PG).

Nyeri adalah perasaan sensoris dan emosional yang tidak menyengkan yang berhubungan dengan adanya (aktual) atau potensi kerusakan jaringan. Keadaan psikis sangat mempengaruhi nyeri, misalnya emosi dapat menimbulkan sakit kepala atau memperhebatnya, tetapi dapat pula menghindarkan sensasi rangsangan nyeri.

Nyeri merupakan suatu perasaan pribadi dan ambang toleransi nyeri berbeda-beda bagi setiap orang. Prostaglandin adalah suatu senyawa dalam tubuh yg merupakan mediator nyeri dan radang/inflamasi, ia terbentuk dr asam arakidonat pada sel-sel tubuh dengan bantuan COX (cyclooxygenase)

Tahap awalyang mengawali timbulnya nyeri adalah adanya perangsanganpada ujung saraf bebas yang dikenal dengan NOSISEPTOR Reseptor ini dapat ditemukan di seluruh struktur viseral ataupun somatik yang teraktivasi oleh rangsangan mekanis,termal dan kimiawi Pelepasan bradikinin,prostaglandin,histamin,leukotrin dan serotonin aktivasi nosiseptor

Dari sini rangsangan disalurkan ke otak melalui jaringan yang hebat dari serabutserabut neuron dengan sinaps yang amat banyak melalui sum-sum tulang belakang, sum-sum tulang lanjutan dan otak tengah. Dari thalamus impuls diteruskan ke pusat nyeri di otak besar, dimana impuls dirasakan sebagai nyeri

MEKANISME NYERI
Nyeri dirasakan karena adanya rangsang nyeri yang sampai di otak melalui reseptor.

Rangsang nyeri dapat berupa kimiawi (asam, basa, dll), mekanis (pukulan, peradangan) atau kalor.
adanya kerusakan dinding sel, maka sel membentuk mediator nyeri antara lain : histamin, bradikinin, prostaglandin. Zat ini akan merangsang ujung saraf, diteruskan ke sunsum lanjutan. Isyarat di teruskan oleh neurohormon, kemudian akan dirasakan nyeri Selain itu PG juga meningkatkan kepekaan ujung syaraf bagi nyeri, artinya ambang nyeri direndahkan, hingga nyeri lebih cepat dirasakan

Feb-14

Farmakologin kebidanan

Jenis Nyeri
Lokasinya jelas, sakitnya berkuran bila diberikan analgesik Nyeri somatik (sumber nyeriu dr kulit, tulang, sendi,otot, atau jaringan penghubung) Nyeri viseral (organ dalam seperti usus besar dan pangkreas)

Nyeri nosiseptif

Nyeri Neuropatik

Lokasinya tidak jelas, tidak berkurang menggunakan analgesik yang biasa


farmakologi 10

Feb-14

Penyebab
Rasa nyeri disebabkan oleh rangsangan pada ujung syaraf karena kerusakan jaringan tubuh yang disebabkan antara lain : trauma, misalnya karena benda tajam, benda tumpul, bahan kimia, dan lain-lain. Dapat pula nyeri dirasakan karena ada proses infeksi atau peradangan.

Feb-14

farmakolgi

11

PENILAIAN NYERI
Skala Numerik Nyeri Skala Analog Visual Skala Wajah

Kemungkinan obat mempengaruhi nyeri


Mencegah sensibilitas reseptor nyeri dengan penghambatan sintesis PG dengan analgetik perifer Mencegah pembentukan rangsang dalam reseptor nyeri dg anestetik permukaan atau anestetik infiltrasi Menghambat penerusan rangsang dalam selaput saraf sensorik dengan anestetik konduksi Meringankan nyeri atau meniadakan nyeri analgetik yang bekerja pada pusat atau analgetik narkotik Feb-14 farmakologi 13 Mempengaruhi pengalaman nyeri dg

Kenapa obat ains menyebabkan nyeri lambung?


COX ada dua jenis COX 1 : membentuk prostaglandin yg di butuhkan oleh proses normal tubuh. COX 2 : enzim yg terbentuk karna adanaya peradangan atau cedera yg menghasilkan prostaglandin yg menjadi mediator nyeri.

Atas kerja farmakologisnya, analgesic dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu: Analgetik non opioid Terdiri dari obat-obat yang tidak bersifat narkotik dan tidak bekerja sentral. b. Analgetik Narkotik Khusus digunakan untuk menghalau rasa nyeri hebat, seperti fraktur dan kanker.

Adapun jenis nyeri beserta terapinya, yaitu: a. Nyeri ringan Contohnya: sakit gigi, sakit kepala, sakit otot karena infeksi virus, nyeri haid, keseleo.Pada nyeri dapat digunakan analgetik perifer seperti parasetamol, asetosal dan glafenin.

b. Rasa nyeri menahun Contohnya: rheumatic dan arthritis. Pada nyeri ini dapat digunakan analgetik anti-inflamasi, seperti: asetosal, ibuprofen dan indometasin.

C. Nyeri hebat Contoh: nyeri organ dalam, lambung, usus, batu ginjal, batu empedu. Pada nyeri ini dapat digunakan analgetik sentral berupa atropine, butilskopolamin (bustopan), camylofen ( ascavan).

4. Nyeri hebat menahun Contoh: kanker, rheumatic, neuralgia berat. Pada nyeri ini digunakan analgetik narkotik, seperti fentanil, dekstromoramida, bezitramida.

Cara Kerja Analgesik:


Central (Thalamus) dengan jalan meningkatkan nilai ambang rasa nyeri Perifer: merubah interpretasi rasa nyeri Antipiretik: melalui termostat di hipotalamus mempengaruhi pengeluaran panas dengan cara: vasodilatasi perifer dan meningkatkan pengeluaran keringat Anti inflamasi: menghambat sintesa prostaglandin Prostaglandin menimbulkan eritema, vasodilatasi dan peningkatan aliran darah lokal

ANALGETIK ANTIPIRETIK NON NARKOTIK


Pengertian Analgesik: anti nyeri Antipiretik: anti demam Obat non narcotik analgetik antipiretik: obat yang dapat menghilangkan/ mengurangi rasa nyeri dan dapat menurunkan suhu tubuh dalam keadaan demam, tanpa mengganggu kesadaran

Klasifikasi nonopioid yang mendapat izin dari FDA


Salisilat Para aminofenol Asam pianokarboksilat Asam asetat Asam propinoat Asam pirozolin karboksilat Penghambat siklooksigenase 2

Obat analgesik anti inflamasi non steroid (AINS)


Obat AINS Asam karboksilat Asam enolat

As,asetat Derivat as.Salisilat Derivat As.Propionat Derivat As.Fenamat

Derivat Pirazolon

Derivat Oksikam

ASAM ASETAT: Derivat asam fenilasetat diklofenak fenklofenak Derivat asam Asetat-Inden/Indol Indometasin Sulindak Tolmetin

DERIVAT ASAM SALICYLAT Aspirin Bernorilat Diflunisal Salsalat DERIVAT ASAM PROPIONAT As. Tiaprofenat Fenbufen Fenoprofen Flurbiprofen Ibruprofen Ketoprofen Naproksen

DERIVAT ASAM FENAMAT Asam mefenamat Meklofenamat DERIVAT PIRAZOLON Azapropazon Fenilbutazon Oksifenbutazon DERIVAT OKSIKAM Piroksikam Tenoksikam

ANALGETIKA NARKOTIKA
Titik kerjanya di SSP Timbul adanya : * Toleransi * Kebiasaan ( Habituasi ) * Ketergantungan fifik dan psikis ( ketagihan, adiksi ) Secara kimiawi dibedakan atas Alkaloid candu, dan pengganti-pengganti morfin

Alkaloid Candu Alamiah dan sintetis Morfin kodein Heroin Hidromorfon Hidrokodon Dionin

Pengganti-pengganti Morfin Petidin dan turunannya exp. Fentanil, Metadon Dekstromoramida Fenantren & turunannya exp.Levorfanol

Efek samping umum dari Morfin dan analgetika sentral lainnya pada dosis biasa adalah : gangguan lambung-usus ( mual, muntah, obstipasi ), kegelisahan, sedasi, rasa kantuk dan perubahan suasana jiwa dengan euforia ( rasa nyaman )

MORFIN
Candu diperoleh dari getah yang dikeringkan dari tumbuhan Papaver somniferum Kerja sentral sebagai : analgetika kuat, menghambat pernafasan, menghilangkan refleks batuk dan menimbulkan euforia, menurunkan rasa kesadaran Kontra indikasi : tidak boleh diberikan pada bayi pasien asma dan lambung Dosis : 3 X kali sehari 10-30 mg 10-20 mg S.K

KODEIN
Khasiat : analgetika dan menekan batuk dan nyeri Dosis: oral atau S>K pada batuk 3-5 kali sehari 20-40 mg Analgetikum mak. 3 kali sehari 30-60 mg diare 4 kali sehari 20-40 mg

Silahkan membaca literatur yang lain sebagai tambahan pengetahuan saudara!