Você está na página 1de 2

Fransiska Dyah Ayu Oktaviani 1306383691 Teknik Komputer

Datangnya Islam Kepada Manusia

Sebelum datangnya Islam, Arab didominasi oleh suku-suku kafir berbahasa Arab yang menyembah berbagai macam dewa dan menganut agama Kristen atau Yahudi. Pada saat itu, Mekkah merupakan kota suci bagi bangsa Arab karena terdapat berhala-berhala yang mereka sembah, sumur zamzam, dan Kabah. Kabah zaman dahulu merupakan pusat pemujaan batu-batu suci termasuk Batu Hitam, yang disebut-sebut jatuh dari surga, dan ditempatkan di sudut timur Kabah. Pada masa pra-Islam ini disebut zaman kebodohan (jahiliyah) dan dipandang sebagai zaman barbar, tak bermoral dan dipenuhi dengan penyembahan berhala, selain itu bangsa Arab mengubur bayi-bayi perempuan karena dianggap tidak berguna bagi mereka. Agama Islam diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad. Keluarga Rasulullah SAW termasuk dalam suku Quraisy yang dihormati karena merupakan pengawas Kaabah. Saat Nabi Muhammad SAW tumbuh menjadi pemuda, ia bekerja pada Khadijah, seorang janda kaya, mengurusi barang-barang dagangannya. Meskipun wanita itu lebih tua lima belas tahun, Muhammad menikahinya ketika berumur dua puluh lima. Agama Islam turun sekitar tahun 610 Masehi ketika Nabi Muhammad SAW sedang menyendiri di Gua Hira untuk mencari ketenangan. Nabi Muhammad didatangi oleh malaikat Jibril yang menyampaikan wahyu dari Allah SAW agar diberitakan kepada umat manusia. Pengikut awal Nabi Muhammad SAW mulanya adalah anggota keluarganya sendiri. Mereka terdiri dari istrinya Khadijah, menantu sekaligus sepupunya Ali bin Abu Talib, dan Zaid, anak angkatnya yang sebelumnya adalah budak pemberian Khadijah untuk Muhammad. Orang dewasa pertama di luar keluarganya yang mengakui Islam adalah Abu Bakar, seorang pedagang kaya, yang merupakan pengikut mula-mula yang penting. Kemudian diikuti oleh Umar bin Khatab, dan Utsman bin Affan yang disebut sebagai Khulafaur Rasyidin bersama dengan Abu Bakar dan Ali bin Abi Thalib. Namun perjalanan Nabi Muhammad SAW tidak selalu mulus karena sebagian besar penduduk Mekah menolak ajaran Islam yang dibawakan oleh Nabi Muhammad SAW. Karena menghadapi tentangan masyarakat Mekkah, Nabi Muhammad SAW memutuskan

untuk hijrah ke Madinah beserta para pengikut agama Islam. Kepindahan Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah terjadi pada tahun 622 sekaligus penetapan kalender Islam atau kalender hijriyah yang pertama kali. Pada tahun 624 Masehi, Nabi Muhammad SAW beserta pemeluk agama Islam lainnya memperoleh kemenangan melawan suku Quraisy dalam Perang Badar. Beliau meninggal pada tahun 632 di usia sekitar 62 tahun. Kemudian tonggak pemerintahan Islam diteruskan oleh Abu Bakar, Umar bin Khatab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Setelah berakhirnya kepemimpinan Khalifaur Rasyidin, kepemimpinan umat islam berganti ke tangan orang yang disebut khalifah, amirul mukminin, sultan, dll. Perbedaan dengan pemilihan pemimpin zaman dahulu adalah kepemimpinan zaman dahulu dipilih diantara orang-orang terbaik, sedangkan setelah masa pemerintahan Khalifaur Rasyidin berakhir, kedudukan pemimpin diperoleh secara turun-temurun dalam satu dinasti. Kepemimpinan setelah Khalifah Ali bin Abi Thalib adalah kepemimpinan keluarga Ummayah sehingga pusat kekuasaan Negara Islam dipindah ke Syiria (Damaskus). Setelah itu dipimpin oleh kekhalifahan Abbasiyah yang memindahkan pusat kekuasaan Negara Islam ke Bagdad. Kemudian dilanjutkan dengan kekhalifahan Cordoba yang didirikan oleh Abdur Rachman, satu-satunya keturunan kekhalifahan Ummayah yang selamat dari serangan golongan Abbasiyah, yang mendirikan pusat kepemimpinan Cardoba di Spanyol.