Você está na página 1de 13

BAB I PRESENTASI KASUS 1.

1 IDENTITAS

Nama Umur Jenis kelamin Alamat Agama Pekerjaan Tanggal masuk No.RM Ruangan

: Ny .S : 57 tahun : Perempuan : Jln. Ikan belanak RT 04 RW 6 , Probolinggo Jawa timur. : Islam : Ibu rumah tangga : 1-03-2014 : 190194 : BOUGENVILE KELAS III

1.2 ANAMNESIS

A. Keluhan Utama

Nyeri pada pergelangan tangan kiri post KLL

B. Riwayat penyakit sekarang (RPS)

Pasien datang ke UGD RS.M.Saleh Probolinggo, pada tanggal 1-03-2014, dengan keluhan nyeri pada tangan kiri akibat kecelakaan lalu lintas. Saat itu pasien sedang berboncengan dengan suaminya, ternyata rok yang digunakan pasien terlilit di roda motor, sehingga motor yang dikendarai suaminya terjatuh. Pasien mengaku tidak sempat pingsan, pasien ingat semua kejadian yang dialami, tidak ada mual muntah, tidak , hanya mengeluh nyeri pada pergelangan tangan kiri dan sakit jika digerakkan.

C. Riwayat penyakit dahulu (RPD)

Riwayat Hipertensi (+) Riwayat Batuk Lama (-) Riwayat Diabetes Melitus (-) Riwayat penyakit asma (-) Riwayat fraktur sebelumnya (-)

D. Riwayat penyakit keluarga

Tidak ada riwayat hipertensi, kencing manis atau asma pada keluarga.

E. Riwayat alergi

Alergi terhadap obat maupun makanan tidak ada

1.3 PEMERIKSAAN FISIK

A. Keadaan umum B. Kesadaran C. Status gizi D. Vital sign Tekanan darah Nadi Respirasi Suhu

: Baik : Composmentis : Normal : : 140/70 mmHg : 96x/menit : 20x/menit : 37C

E. Status Generalis

Kepala : Bentuk simetris, deformitas (-)


2

Mata: o Palpebra : Oedema -/o Konjungtiva: Anemis -/o Sklera : ikterus -/-

Telinga: Dalam batas normal Hidung: Dalam batas normal Mulut : Dalam batas normal Gigi : Dalam batas normal

Leher: Pembesaran KGB (-), Peningkatan JVP (-) Thoraks o Paru Inspeksi: Simetris, tidak ada retraksi, tidak ada ketinggalan gerak Palpasi: Fokal fremitus paru kanan sama dengaan paru kiri Perkusi: Sonor di seluruh lapang paru Auskultasi: Suara nafas vesikuler, rhonki -/-,wheezing -/o Jantung Inspeksi: Iktus kordis tidak tampak Palpasi: iktus kordis teraba di ICS IV MCL Perkusi: tidak ada pembesaran jantung Auskultasi: Suara jantung S1-S2 tunggal,regular.Murmur (-), Gallop (-)

Abdomen o Inspeksi: Distensi (-), tidak ada tanda trauma, simetris o Palpasi: Nyeri tekan (-), defans muscular (-), hepar dan lien tidak teraba o Perkusi: Timpani o Auskultasi: Bising usus normal

Ekstremitas o Atas Akral: hangat Sianosis: tidak sianosis


3

Perfusi: baik o Bawah Akral: hangat Sianosis: tidak sianosis Perfusi: baik Genetalia o Dalam batas normal

F. Status Lokalis Tangan kiri o L : lengan bawah terbungkus tensocrape, pendarahan aktif (-) o F : Nyeri tekan (+), AVN distal, CRT <2detik. o M: ROM terbatas (+)

1.4 PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan Laboratorium

GDA Haemoglobin Leukosit DIFF. COUNT 50/2% PCV Hematokrit Trombosit

139 14,0 14.890 -/-/19/70/9/2

N: < 140 L:13-18, P:12-16 g/dl 4000-11.000 /cmm 0-2/0-1/1-3/45-70/35-

44 305000

L: 40-54, P:35-47% 150000-400000 /cmm

Pemeriksaan x-ray

Foto antebrachii sinistra AP-lateral: o Tulang ulnaris o Tulang Radius o Wrist Joint : Tidak tampak fraktur : ditemukan fraktur pada 1/3 distal tulang radius : tidak terdapat dislokasi

1.5 DIAGNOSA o Close Fraktur Colles

1.6 DIAGNOSA BANDING o Fraktur smith o Fraktur Galeazzi

1.7 PLANNING Perbaiki KU Infus RL 20 tpm Injeksi ceftriaxone 3x1 Injeksi ketorolac 3x10 mg Pro Debridement+ operasi ORIF (Open Reduction and Internal Fixation) Imobilisasi dengan terbaring di atas bed Rehabilitasi

1.8 TINDAKAN OPERASI Diagnosa Pre-Operatif Diagnosa Post Operatif Tindakan Tindakan Anastesi : Close fracture Colles Sinistra : Close fracture Colles Sinistra : ORIF : General Anetesi dengan Intubasi

1.9 POST OPERASI Operasi berlangsung kurang lebih 35 menit. Setelah operasi selesai, pasien dibawa ke ruangan bougenville pada pukul 13.00. Keadaan umum baik, GCS 4-5-6, Tensi 150/90mmHg, Nadi 69x/menit, RR 20x/menit, suhu 360C.
Waktu 3/2/2014 SOA Post operasi Planning o o o o 4/2/2014 S Nyeri luka operasi masih terasa, pusing (-), makan dan minum (+), tidak bisa tidur nyenyak, mual (-), mengeluh nyeri pada dada dan dahak berisi darah berwarna merah segar. Infus RL 20 tpm Injeksi Ceftriaxon 3x1 Injeksi Ketorolac 3x30mg Observasi vital sign

o Infus RL 20 tpm o Injeksi Ceftriaxon 3x1 o Injeksi Ketorolac 3x30mg o Konsul dokter spesialis

O:

Airway: Clear Breathing: RR : 22x/menit C: TD: 140/70 N: 75x/menit D: GCS 4-5-6 E: T: 36,60C Status generalis: KU cukup Status lokalis : regio antebrachii sinistra Look:luka tertutup tensocrap, bleeding aktif (-) Feel: nyeri tekan (+), AVN distal Move: ROM terbatas (+)

paru Foto thorax

A:

Post Operasi ORIF hari ke-1

5/2/2014

S O

Nyeri luka operasi masih terasa sedikit, Nyeri pusing (-), makan dan minum (+), tidak bisa tidur nyenyak, mual (-),nyeri pada dada (-) dan dahak masih berisi darah Airway: Clear Breathing: RR : 22x/menit C: TD: 130/90 N: 85x/menit D: GCS 4-5-6 E: T: 36,5 C Status generalis: KU cukup Status lokalis : regioa antebrachii sinistra Look: luka tertutup tensocrap, bleeding aktif () Feel: nyeri tekan (+), AVN distal Move: ROM terbatas (+)
0

o infus RL 20 tpm o Injeksi Ceftriaxon 3x1 o InjeksiKetorolac 3x30mg o Injeksi Ranitidin 2x1 o Hasil foto Thorax paru dalam batas normal o Hasil konsul dokter spesialis paru injeksi asam traneksamat 3x1

Post Operasi ORIF hari ke-2 7

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Anatomi dan Fisiologi Bagian antebrakhii distal sering disebut pergelangan tangan, batas atasnya kira-kira 1,52 inchi distal radius. Pada tempat ini ditemukan bagian distal tulang radius yang relatif lemah karena tempat persambungan antara tulang kortikal dan tulang spongiosa dekat sendi. Radius adalah tulang lateral lengan bawah, ujung atasnya bersendi dengan humerus pada articulation cubiti dan pada ulan pada articulatio radioulnaris proximal. Ujung distal bersendi dengan os scaphoideum dan lunatum pada artikulatio radiocarpalis dan dengan ulna pada articulation radioulna. 1

Gambar 1. Anatomi os radius dan os ulna

2.2. Definisi Fraktur Colles adalah fraktur radius bagian distal (sampai 1 inchi dari ujung distal) dengan angulasi ke posterior, dislokasi ke posterior, dan deviasi fragmen distal ke radial; dapat bersifat kominutiva dan dapat disertai fraktur prosesus stiloid ulna. Dislokasi ini menyebabkan bentuk lengan bawah dan tangan bila dilihat dari samping menyerupai bentuk garpu( dinner-fork deformity). 3 Abraham Colles adalah orang yang pertama kali mendeskripsikan fraktur radius distalis pada tahun 1814 dan sekarang dikenal dengan nama fraktur Colles . Biasanya penderita jatuh terpeleset sedang tangan berusaha menahan badan dalam posisi terbuka dan pronasi. Gaya akan diteruskan ke daerah metafisis radius distal yang akan menyebabkan patah radius 1/3 distal di mana garis patah berjarak 2 cm dari permukaan persendian pergelangan tangan. 3

Gambar 2. Fraktur Colles

2.3.Epidemiologi Fraktur distal radius terutama fraktur Colles lebih sering ditemukan pada wanita, dan jarang ditemui sebelum umur 50 tahun .Secara umum insidennya kira-kira 8 15% dari seluruh fraktur dan diterapi di ruang gawat darurat 4

2.4. Patofisiologi Umumnya fraktur distal radius terutama fraktur Colles dapat timbul setelah penderita terjatuh dengan tangan posisi terkedang dan meyangga badan .Pada saat terjatuh sebahagian energi yang timbul diserap oleh jaringan lunak dan persendian tangan, kemudian baru

diteruskan ke distal radius, hingga dapat menimbulkan patah tulang pada daerah yang lemah yaitu antara batas tulang kortikal dan tulang spongiosa. Pada saat jatuh terpeleset, posisi tangan berusaha untuk menahan badan dalam
9

posisi terbuka dan pronasi. Lalu dengan

terjadinya benturan yang kuat, gaya akan diteruskan ke daerah metafisis radius distal dan mungkin akan menyebabkan patah radius 1/3 distal di mana garis patah berjarak 2 cm dari permukaan persendian pergelangan tangan 4

2.5. Klasifikasi fraktur colles Ada banyak sistem klasifikasi yang digunakan pada fraktur ekstensi dari radius distal. Namun yang paling sering digunakan adalah sistem klasifikasi oleh Frykman. Berdasarkan sistem ini maka fraktur Colles dibedakan menjadi: 6

Gambar 3. Klasifikasi fraktur colles

2.6.Diagnosa Anamnesa Biasanya penderita mengeluh deformitas pada pergelangan tangan dengan adanya riwayat trauma sebelumnya.3 Pemeriksaan Fisik Pada penemuan klinis untuk fraktur distal radius terutama fraktur Colles akan

memberikan gambaran klinis yang klasik berupa dinner fork deformity atau silver fork deformity, yaitu bagian distal fragmen fraktur beranjak ke arah dorsal dan radial, bagian
10

distal ulna menonjol ke arah volar, sementara tangan biasanya dalam posisi pronasi, dan gerakan aktif pada pergelangan tangan tidak dapat dilakukan. Selain itu juga didapatkan kekakuan, gerakan yang bebas terbatas, dan pembengkakan di daerah yang terkena, nyeri bila pergelangan tangan digerakkan 3,6 Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan sinar X : foto antebrachii AP lateral. Pemeriksaan MRI MRI digunakan jika ingin melihat lebih jelas jaringan lunak khusunya adanya cedera ligamen dan triangular fibrocartilage complex ( TFCC) atau dapat juga digunakan jika curiga terdapat fraktur yang tidak dapat diperlihatkan pada radiografi konvensional Pemeriksaan CT Scan Ct-scan bersifat lebih sensitif daripada radiografi konvensional untuk mendeteksi kerusakan tulang karena dapat menampilkan potongan aksial, koronal dan sagital dari objek. Evalusi diagnostik : EKG, urinalisis dan pemeriksaan darah.

2.7. Diagnosa Banding Fracture smith: fraktur dislokasi kea rah anterior, biasa terjadi pada orang muda. Facture galeazzi: fraktur radius distal disertai dislokasi radioulna distal.

2.8. Penatalaksanaan Terapi konservatif Fraktur tak bergeser (atau hanya sedikit sekali bergeser), fraktur dibebat dalam slab gips yang dibalutkan sekitar dorsum lengan bawah dan pergelangan tangan dan dibalut kuat dalam posisinya. Fraktur yang bergeser harus direduksi di bawah anestesi. Tangan dipegang dengan erat dan traksi diterapkan di sepanjang tulang itu (kadang-kadang pergelangan tangan untuk melepaskan fragmen; fragmen tempatnya dengan menekan kuat-kuat pada dengan ekstensi

distal kemudian didorong ke

dorsum sambil memanipulasi pergelangan

tangan ke dalam fleksi, deviasi ulnar dan pronasi. Posisi kemudian diperiksa dengan sinar X. Kalau posisi memuaskan, dipasang slab gips dorsal, membentang dari tepat di bawah siku
11

sampai leher metakarpal dan 2/3 keliling dari pergelangan tangan itu. Slab ini dipertahankan pada posisinya dengan pembalut kain krep. Posisi deviasi ulnar yang ekstrim harus dihindari; cukup 20 derajat saja pada tiap arah. Lengan tetap ditinggikan selama satu atau dua hari lagi; latihan bahu dan jari segera dimulai setelah pasien sadar. Kalau jari-jari membengkak, mengalami sianosis atau nyeri, harus tidak ada keragu-raguan untuk membuka pembalut. 3,5 Setelah 7-10 hari dilakukan pengambilan sinar X yang baru; pergeseran ulang sering terjadi dan biasanya diterapi dengan reduksi ulang; sayangnya, berhasil, pergeseran ulang sering terjadi lagi. diganti dengan pembalut kain krep sementara. 3,5 Terapi operatif Salah satu operasi yang dilakukan adalah tindakan ORIF(Open Reduction Internal Fixation) atau fiksasi internal dengan pembedahan terbuka akan mengimmobilisasi fraktur dengan melakukan pembedahan dengan memasukan paku, sekrup atau pin ke dalam tempat fraktur untuk memfiksasi bagian-bagian tulang yang fraktur secara bersamaan. Indikasi ORIF: 5 o Fraktur yang tak bisa sembuh o o o Fraktur yang tidak bisa direposisi tertutup Fraktur yang dapat direposisi tapi sulit dipertahankan Fraktur yang memberikan hasil baik dengan operasi sekalipun manipulasi

Fraktur menyatu dalam 6 minggu dan,

sekalipun tak ada bukti penyatuan secara radiologi, slab dapat dilepas dengan aman dan

Komplikasi pada tindakan ORIF: o Infeksi o Kehilangan dan kekakuuan jangkauan gerak o Kerusakan otot o Kerusakan saraf dan kelumpuhan o Deformitas

12

Daftar Pustaka

1. Snell RS. Anatomi Klinik Untuk Mahasiswa Kedokteran. Edisi ke-6. Jakarta: EGC; 2004. 2. Rasjad, Chairuddin. 2007. Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi. Jakarta: PT Yarsif Watampone. 3. Mansjoer A,Wardhani WI, Setiowulan W. Kapita selekta kedokteran. Ed.3 jilid 2. Jakarta: Media Aesculapius FKUI; 2000.p.351 4. Fraktur colles di unduh dari http://bedahunmuh.wordpress.com/2010/05/20/fraktur-colles/ tanggal 5 maret 2014 5. Penatalaksanaan fraktur colles diunduh dari http://www.infokedokteran.com/bedah/penatalaksanaan-padafraktur-colles.html tanggal 5 maret 2014 6. Colles fracture http://morphopedics.wikidot.com/colles-fracture diunduh tanggal 5 maret 2014

13