Você está na página 1de 1

Apakah Sindrom Sjogren? Sindrom Sjogren adalah penyakit autoimun yang mempengaruhi kelenjar eksokrin tubuh.

Kelenjar eksokrin adalah kelenjar yang menghasilkan sekresi non hormonal melalui saluran pada tubuh. Contoh kelenjar eksokrin diantaranya adalah kelenjar ludah, kelenjar lakrimal (kelenjar air mata), dll. Sindrom Sjogren menyebabkan kelenjar tersebut tidak berfungsi normal sehingga memicu penurunan produksi air mata, air liur, dan sekresi lainnya.

Gejala Berikut adalah tanda dan gejala sindrom Sjogren.

1. Mulut Kering Meskipun terdapat berbagai penyebab, mulut kering pada sindrom Sjogren adalah salah satu yang paling sulit ditangani. Antibodi yang menyerang dan menghancurkan sel-sel kelenjar eksokrin menyebabkan kehancuran sel-sel kelenjar ludah. Karena itu, penderita akan mengalami penurunan produksi air liur. Kondisi ini menyebabkan mulut kering, sulit menelan, serta sulit mengunyah dan berbicara.

2. Karies Gigi Air liur memiliki banyak fungsi penting. Salah satu fungsi utama, selain lubrikasi, adalah air liur membantu memerangi kerusakan gigi. Air liur mengandung banyak senyawa antibakteri seperti tiosianat, hidrogen peroksida, dan imunoglobulin A. Semua senyawa ini membantu memerangi dan mencegah karies gigi.

3. Pembengkakan Kelenjar Ludah Gejala lain sindrom Sjogren adalah pembengkakan kelenjar ludah. Pembengkakan sering terlihat dekat sudut mulut akibat pembengkakan kelenjar parotis