Você está na página 1de 118

{b**'e

a*-.--.r*

.: g'q*&;ffiiF

USTAKAAN RSIPAN
WA

TIMUR

.48
M
3

@"nAHATLMU

Teknik Perhitungan Debit Rencana Bangunan Air


I Made Kamiana

Teknik Perhitungan Debit Rencana Bangunan Air

Oleh

ltulade Kamlana

Edisl Pertama Cetakan Pertama. 2011

Hak cipta o 2011 pada penutis, bP lP Hak Cipta ditindungi undang-undang. Dilarang me'mperbanyak atau memindahkan sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apa pun, secara elektronls maupun mekanis, terrnasuk rnernfotokopi, merekam, atau dengan teknik perekaman lainnya, tanpa izin tertulis darl penerbit.

{rtie pu-l loolurrt L / Lotz'

I{ata Qengantnr

GRAHA ILMU
RukoJambusari No.7A Yogyakarta 55283

Dalam perencanaan teknis bangunqn air, seperti bangunan irigasi, bangurnan drainase, bangunan sungai dan bangunan sejenis lainnyar, banyak variabel yang berpengaruh. Salah satunya adalah debit

Telp. Fax. E+nail

:CI274-889836;O275889398
:O274-889457 : info@grahailmu.co.id

rencana. Sebagai variabel terikat, debit rencana tidak saja bergantung pada variabel bebas tetapi juga bergantung pada metode yang digunakan dalam perhitungannya. Besaran debit rencana akan menentukan

dimensi hidrolis bangunan air. Ketidaktepatan dimensi hidrolis dapat rnenjadi salah satu faktor pendorong terjadinya kegagalan konstruksi.
Berkenaan dengan uraian di atas, perhitungan debit rencana menjadi bagian tahapan yang penting dalanr proses perencanaan tek-

Kamiana, I
Kamlana

Made

TEKNIK PERHITUNGAN DEBIT RENCANA BANGUNAN

AIR/I
2011

MAdC

nis bangunan air.

Edisi- Pertama-Yogyakarta; Graha Ilmu, xviii + 218 h1m, 1 Jil.: 23 cmlSBN: 978-97 9-"1 56-774-9

Buku ini, Teknik Perhitungan Debit Rencana Bangunan Air, dimaksudkan untuk membantu pembaca dalam mempelajari perhitungan debit rencana. Di samping itu, kehadiran buku ini juga dimaksudkan urrtuk melengkapi buku-buku sejenis yang sudah beredar selama ini.
Setelah rnelalui perjalanan yang cukup panjang akhirnya buku ini tlapat selesai dan cliterbitkan sesuai dengan waktu yang ditentukan. [Jntuk itu semua, penulis mengucapkan puji syukur kehadapan

Teknik

I - Judul

I I

vit

lr:iiari vang" ,Vlah;l [sa, dan mengucapkan terirnakasih keparla setnfii] 1rrli.ri... kilususnya rekan-rekan rJ*scn i:aria KeNornpok Bidarrg Kr.-rhli;.rr tK[:i[,r Sr-rnlber [.]ava Air .iurut:;an ]'eknik Sipil i-akuitas Tekrrik t,j,iiv{x{$itri!, Pai;.lng,ka [?aya yang telair l.rer[<enan n:emllerikan koreksi d;rtr m,r,uiran dalanr prosct penyLisuniirr l:uku ini. Keg:a,la p*:ncrbi1, .vang l*i;il'i nrel-nirt:rikair kr,:srrnpaian urrtu[.,. menerbi{li;ln buku ini, Jrenulis
r.rlirrrllri.apira r r teri rrial<;rs i ir yang t ak terh
i

gga.

lsi vang tersaji datranr lruku ini tentu masih jauh

d;ri

i4.]mprri'n*.

C)lrl-r karr.rrl;i itu, saran perbraikan akarr diterima dengarr senarrg hati.

OffiorIsi

Palangka Raya, November 20'x0

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

lMade Kamiana

DAFTAR TABET DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB

vii ix xiii xvii


1 1

PENDAHULUAN

1.1 1.2 1.3


BAB

Bangunan Air

Debit Rencana Maksud Penulisan dan lsi Buku

PENGERTIAN DAN PEMILTHAN METODE

PERHITUNGAN DEBIT RENCANA

2.1 2.2
BAB

Beberapa Pengertian Terkait dengan Debit


Rencana
7

Pemilihan Metode Perhitungan Debit

Rencana

HUIAN RENCANA DAN INTENSITASNYA 3.1 Pengertian Hujan Rencana 3.2 Analisis Frekuensi

13 13

14
16

3.3
Teknik Perhitungon Debil R?rutuut Bonqunon Air

Pengujian Seri Data

3.4 3.5 3.6 BAB

Distribusi Probabi I itas


Uj

26 36
52

i Distribusi Probabilitas

lntensitas Hujan Rencana

METODE RAS|ONAL, MELCHIOR, WEDUWEN,

DAN HASPERS 4.1 Metode Rasional 4.2 Metode Melchior 4.3 Metode Weduwen 4.4 Metode Haspers
BAB

B1 B1

90 96
100 105 105

rh&orf{a6ef

HIDROGRAF SATUAN

5.1 5.2 5.3 5.4 5.5 5.6


BAB

Pengertian Hidrograf Pengertian Hidrograf Satuan

106 109 110

Hidrograf Satuan Nyata Dekonvolusi Hidrograf Satuan


Perubahan Durasi Hidrograf Satuan

Tabel 2.1

116 124
153 153

Contoh Hubungan periode ulang dan jumlah kejadian disamai atau dilampaui dan jumlah
kejadian yang lebih kecil dari Q, Analisa kurve massa ganda untuk soal 3.1
9

Hidrograf Satuan Sintetis

PENELUSURAN DEBIT RENCANA

Tabel 3.1 Tabel 3.2

19

6.1 6.2 6.3


LAMPIRAN

Pengertian Penelusuran Debit Rencana

Analisa kurve massa ganda untuk soal 3.1 setelah koreksi data stasiun A
Perhitungan konsistensi seri data dengan Metode
RAPS untuk soal 3.2

20
21

PenelusuranHidrologis
Penelusuran Hidraulik

156 180 197 201

Tabel3.3
Tabel 3.4

DAFTAR PUSTAKA

Uji homogenitas data hujan dengan Metode Uji-t


Persyaratan parameter statistik suatu distribusi
Perh itu ngan Parameter Statistik

25

TENTANG PENULIS -oo0oo-

215

Tabel3.5 Tabel 3.6 Tabel3.7 Tabel 3.8 Tabel3.9 Tabel 3.10 Tabel 3.1 1 Tabel 3.12 Tabel 3.13

27
29
32

Perhitungan Parameter Statistik Data Soal 3.6 Perhitungan Parameter Statistik Data Soal 3.7 Pengurutan data hujan dari besar ke kecil Perhitungan nilai
262

34

37
41 41

untuk distribusi Normal

Perhitungan nilai 12 untuk distribusi Log Normal Perhitungan nilai x2 untuk distribusi Cumbel Perhitungan nilai
2g2

42 42

untuk distribusi Log Pearson

Type lll
vllt
Teknik Perhitungan Debit Rencono Bongunon Alr

Tabel 3.14 Rekapitulasi nilai 12 dan 12., Tabel 3.t5 Perhitungan uji distribusi dengan Metode Smirnov-Kolmogorof untuk soal 3.9 Tabel 3.t6 Perhitungan uji distribusi dengan Metode Smirnov-Kolmogorof untuk soal 3.10 Tabel 3.17 Perhitungan uji distribusi dengan Metode Smirnov-Kolmogorof untuk soal 3.1 1 Tabel 3.tB Perhitungan u.ii distribusi dengan Metode

42

Tabel 3.31 Tahel 3.32

Perhitungan standar deviasi rumus Talbot, Ishiguro,


clan Sherman untuk periode ulang 2

tahun

68 69 70

44
45

Persamaan garis regresi Talbot, lshiguro, dan

Sherman untuk berbagai periode

ulang
rencana '10 tahun

Tabel 3.33 Standar deviasi rumus Talbot, lshiguro, dan Sherman untuk berbagai periode ulang Tabel 3.34 Koordinat kurve intensitas hujan

47

155 mm dan hujan rencana 20 tahun

176

mm

73

Smirnov-Kolmogorof untuk soal 3.12 49 Tabel 3.19 Data hujan menitan dalam krrrun waktu 10 tahun 56 Tabel 3.20 Perhitungan intensitas hujan 57 Tabel 3.21 Perhitungan standar deviasi intensitas hujan 57 Tabel 3.22 Tabel 3.23
Perhitungan intensitas hujan rencana durasi 5 menit dengan Metode

Tabel 3.35

lntensitas hujan rencana dengan rumus Monobe

untuk soal 3.15 Tabel 3.36 Perhitungan hietograf dengan cara ABM Tabel 4.1 Angka kekasaran permukaan lahan

75 79 B4

Cumbel

Tabel4.2 Tabel4.3 Tabel4.4 Tabel4.5 Tabel4.6 Tabel4.7 Tabel 5.1 Tabel5.2 Tabel5.3 Tabel5.4 Tabel5.5 Tabel5.6
Tabel

Koefisien pengaliran (C) untuk Rumus Rasional Luas Sub DAS (A), Koef limpasan (C), panjang sungai utama (L), dan kemiringan sungai utama Perhitungan Ai Ci, tc, dan
I

85
(S)

58

Nilai K untuk berbagai T dengan jumlah data 10 buah 59

87
B7 92 92 93

Tabel 3.24 Perhitungan intensitas hujan rencana durasi 10 menit dengan Metode Cumbel 59 Tabel 3.25 Perhitungan intensitas hujan rencana durasi 15 menit
dengan Metode

Persentase F, menurut Melchior

Perkiraan lntensitas Hujan Harian Menurut Melchior Penambahan Persentase Melchior Perhitungan hidrograf satuan nyata LK Sherman Curah hujan dan limpasan langsung Curah hujan, limpasan langsung dan hidrograf satuan soal 5.2 Perhitungan total hidrograf iimpasan langsung untuk soal 5.3 Perhitungan hidrograf satuan dengan Lagging

Cumbel

60

Tabel 3.26 Perhitungan intensitas hujan rencana durasi 30 menit dengan Metode Cumbel 60 Tabel3.27 Perhitungan intensitas hujan rencana durasi 60 menit
dengan Metode

109

112
113 115 118

Gumbel

61

Tabel 3.28 Perhitungan intensitas hujan rencana durasi 120 menit dengan Metode Cumbel Tabel3.29 Rekapitutasi intensitas hujan rencana dengan berbagai periode ulang dan durasi hujan Tabel3.30 Perhitungan nilai tiap suku sebagai data masukan dalam perhitungan tetapan rumus Tatbot, lshiguro,
61

Method
62
Perhitungan hidrograf shtuan; durasi hujan efektif
t,'

:2

jam dengan S Hydrograph Method untuk soal 5.5121

5.7

dan Sherman

66

Perhitungan hidrograf satuan ; durasi hujan efektif t,' 3 jam dengan S Hydrograph Method untuk

soal
Doltar Tabel
Teknlk furhltungon Dcblt Rencom Eongumn Alr

5.5

123

Tabel 5.8 Tabel 5.9

HSS Nakayasu dan

total hidrograf limpasan langsung


128
136 138 139
14V

soal

Nilai t/To dan q/qo HSS SCS .

5.6

Tabel 5.10 Perhitungan nilai t dan q atau HSS SCS untuk soal

5.9
Tabel 5.t t Tabel 5.12 Tabel 5.t3 Tabel 5.14 Tabel 5.15 Tabel 6.1

Tabel6.2 Tabel 6.3


Tabel 6.4 Tabel 6.5 Tabel 6.6

Perhitunian hidrograf limpasan langsung atau Iimpasan total soal 5.9 Ordinat Q, untuk soal 5.10 HSS Cama 1 untuk soal 5.10 (sebelum dikoreksi) Koreksi HSS Cama 1 untuk soal 5.10 HSS Cama 1 untuk soal 5.10 setelah koreksi Perhitungan nilai X dan K untuk soal 6.1 Perhitungan outflow untuk soal 6.2 Tinggi air di atas spillway (H), luas waduk (A), tampungan (S), dan butflow (O)soal 0.:
Perhitungan penelusuran dengan metode LPR

147

Ooftor Qam\ar

148
150

162
166

Gambar 3.1
171
172

Sketsa analisa kurve masa ganda Stasiun A dan

17
19

Gambar 3.2 Gambar 3.3 Gambar 3.4

untuk mendapatkan outflow dan H pada soal 6.3 Perhitungan outflow dengan Model Linear Reservoir pada soal 6.4
Perhitungan outflow di

Analisa kurve massa ganda soal 3.'l Analisa kurve massa ganda setelah koreksi data stasiunA
Sketsa

21

Uji Smirnov-Kolmogorof Secara Crafis

177

dengan Kertas

Probabilitas

52 53 53 63

titik i:2,3, dan 4


Li

Cambar 3.5
Gambar 3.6 Gambar 3.7 Gambar 3.8 Cambar 3.9 Gambar 3.11 Gambar 5.1 Gambar 5.2 Gambar 5.3

Kedalaman hujan rencana di satu titik waktu pada

berdasarkan persamaan (6.42), Kinematic Wave Tabel 6.7


Perhitungan

near-Schenr e

Curve IDF
185

Hietograf hujan rencana


Kurve intensitas hujan rencana terukur untuk soal 3.1

outflow di titik i;2,3, dan 4


192

berdasarkan persamaan {6.44), MuskingumCunge Method -oo0oo-

3 3.'14 5

Kurve IDF Van Breen untuk soal

73

Curve IDF Mononobe untuk soal 3.1

75 76 77

Gambar 3.10 Hietograf

Seragam Hietograf Segitiga Bagian-bagian hidrograf

106

Hubungan t dengan to, serta hubungan i dengan U 108 Prinsip superposisi hidrograf t 0B

xll

Teknik Perhitungon Debit Rencano Bongunon Alr

Gambar Gambar

5.4

Limpasan langsung dan hidrograf satuan nyata

5.5 Gambar 5.6 Gambar 5.7


Cambar Gambar

akibat hujan efektif tunggal untuk soal Hidrograf satuan untuk soal 5.2

5.1 5.3

t0

114 114

Gambar 5.24 Sketsa superposisi hidrograf limpasan langsung untuk soal 5.9 Gambar 5.25 Bagian-bagian HSS Cama l

140
141

Besar dan urutan hujan efektif untuk soal

Hidrograf satuan, hidrograf akibat hujan 50 mm dan 30 mm, serta total hidrograf limpasan
langsung untuk soal

5.3

11

5.8 5.9

Hidrograf satuan dengan durasi hujan efektif yang berbeda Hidrograf satuan akibat hujan dengan durasi t, : 1 jam dan t, : 2 jam untuk soal 5.4

117

Cambar 5.26 Lebar DAS 0,751 (WU) dan O,ZiL (WL) dari outlet 142 Cambar 5.27 Luas daerah hulu (AU) dan luas total DAS (A) 143 '151 Gambar 5.28 Kedalaman hujan dan hidrograf limpasan soal 5.10 Gambar 5.29 HSS Camma 1 dan hidrograf limpasan soal 5.10 152 Gambar 6.1 Sketsa tekrrik penelusuran aliran sungai 154 Gambar 6.2 Skema penelusuran hidrologis, aliran masuk (inflow merupakan hidrograf rencana) dan aliran Gambar

1lg

Gambar 5.10 Penjumlahan hidrograf satuan secara kumulatif 120 Gambar 5.11 Penggeseran Kurve S(t) menjadi S,(t) atau Offset

6.3

ke luar (outflow) di satu titik tinjauan Skema penelusuran hidraulik, aliran masuk (inflow merupakan hidrograf rencana) dan aliran

155

S-hidrograf

12O 121

Gambar 5.12 Hidrograf satuan dengan durasi hujan efektif t,, atau U'(t)

6.4 Gambar 6.5


Gambar Gambar Gambar Cambar

ke luar (outflow) pada beberapa titik tinjauan '156 Skema perhitungan dengan Muskingum Method 160 Hubungan antara S kumulatif dan Xl + (1-X)

Cambar 5.13 Hidrograf satuan akibat hujan efektif dengan durasi t, : 1 jam dan t,' : 2 jam untuk soal 5.5 122 Gambar 5.14 Hidrograf satuan akibat hujan efektif dengan durasi t, : 1 jam dan t,' : 3 jam untuk soal 5.5 123 Gambar 5.15 HSS Nakayasu 125 Gambar 5.16 Hidrograf limpasan akibat hujan setinggi 25 mm, 50 mm, 15 mm, dan hidrograf limpasan total untuk soal 5.6 Gambar 5.17 Posisi L dan L. pada suatu DAS Gambar 5.18 Hidrograf satuan Snyder Standar (tp : 5,5 Gambar 5.19 Hidrograf satuan Snyder jika to I 5,5 t, Gambar 5.20 HSS Snyder untuk soal 5.2 Cambar 5.21 HSS SCS tak berdimensi Gambar 5.22 HSS SCS untuk soal 5.9 Gambar 5.23 Hidrograf limpasan langsung untuk soal

kumulatif

165
169 175 175 180 184
1BB

6.6 6.7 6.8 6.9

Hidrograf inflow rencana dan outflow untuk soal6.2 Hidrograf inflow rencana dan outflow waduk dengan metode LPR untuk soal 6.3 Ketinggian air (H), hasil penelusuran waduk

130
13

Gambar

dengan metode LPR untuk soal 6.3 Hidrograf inflow rencana dan outflow untuk

t,)

131

132 134
136 139

soal 6.4 Gambar 6.10 Pembaganan diferensi hingga persamaan (6.38) sld (6.a1)

Cambar 6.11 Hidrograf inflow rencana (l) dan outflow (e) di titik 2,3, dan 4 untuk soal 6.5

5.9

140
I)ulltu Gonbor

Teknik Perhitungon Debit Rencono Bongunan Air

(iarnbar 6.12 Muka air pada saat awal (0 jam), 3 jam, 6 jam, dan 9 jam di titik 1 (0 m), titik 2 (5000 m), titik (10000 m), dan titik 4 (15000 m)
Gambar 5.13 Hidrograf debit saluran di titik i: 1,2,3, dan 4 untuk soal

189
195

6.6

Aoftor Lampiran

Lampiran 3.1 Lampiran 3.2 Lampiran 3.3

Tabel Nilai Tabel Nilai

Qu,,,,,

d"n

Ru,n,, sisi

201

Tabel Nilai tc

(1u,,,,,)

untuk uji distribusi 2

202
203 203
2O4

Reduced Standart Deviation (Sn) dan

Nilai Reduced Mean (Yn) Lampiran 3.4 Tabel Nilai Reduced Variate (Y,) Lampiran 3.5 Tabel Nilai Variabel reduksi Gauss Lampiran 3.6a Tabel Faktor frekuensi K, untuk Distribusi Log Pearson Type lll (C atau Cs positiO lampiran 3.6b Tabel Faktor frekuensi K, untuk Distribusi Log Pearson Type lll (C atau Cs negatifl tampiran 3.7
Lampiran 3.8 Lampiran 3.9 Lampiran 4.1 Tabel Nilai parameter Chi-Kuadrat Kritis, 12., (uji satu sisi) Tabel Nilai AP kritis

205 206
2O7

Smirnov-Kolmogorof

208

Tabel Luas Wilayah di bawah Kurve Normal 2Og 213 Grafik koefisien perbandingan curah hujan

xvt

Teknik Perhitungon Debit Rencono Bongunon Alr

Qenf,afiuluan

1.1 BANGUNAN AIR


Sesuai dengan tujuan dan fungsinya, bangunan

sipil umumnya

dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu: kelompok bangunan air, kelompok bangunan transportasi, dan kelompok bangunan gedung.
Secara sederhana dapat dikatakan bahwa yang dimaksud de-

ngan bangunan air adalah bangunan sipil yang tujuan dan fungsinya untuk memanfaatkan, mengatur, dan mengendalikan air, baik aliran-

dalamnya. Bangunan air umumnya relatif lebih bersifat masif dibandingkan dengan bangunan gedung misalnya, dan bentuk permukaannya dibuat lengkung untuk menghindari kontraksi air. Kelompok bangunan air cukup banyak, diantaranya: bangunan sungai, bangunan irigasi, bangunan drainase, bendungan, pelimpah, bangunan tenaga airlPLTA.
Bangunan sungai adalah bangunan air yang berada di sungai dan dimaksudkan sebagai bangunan pengatur dan perbaikan sungai serta pengendalian banjir. Beberapa contoh bangunan sungai yang dimaksud yaitu: normalisasi, krib, perkuatan tebing sungai, tanggul, ambang, pintu air, saluran penyalur banjir/kanal banjir, kolam penampung banjir sementara, dan stasiun pompa.

nya maupun daya yang terkandung

di

Bangunan irigasi adalah bangunan air yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air untuk pertanian yang disalurkan dan dibagibagikan secara terencana ke persawahan atau perladangan kemudian d i buang setelah d ipergunakan sebai k-baiknya. Bangunan i rigasi terd i ri dari bangunan utama dan bangunan jaringan irigasi.
Bangunan utama irigasi dimaksudkan sebagai bangunan pengambil air kemudian untuk dialirkan ke areal persaw,ahan melalui jaringan irigasi. Bangunan utama irigasi dapat berupa bendung atau bangunan

penalxpung banjir sementara, dan pompa merupakan bangunan


penunjang. Bendungan adalah bangunan air yang dimaksudlcan untuk menampung air. Potensi air yang tertampung dalam bendungan selanjutnya dapat diergunakan untuk berbagai kepentingan, diantaranya: sumber air irigasi, pembangkit tenaga listrik perikanan, dan pariwisata.

pengambilan bebas. Jika muka air sungai lebih rendah sawahan yang akan diairi maka bangunan utama irigasi bendung. Sebaliknya jika muka air sungai lebih tinggi sawahan yang akan diairi maka bangunan utama irlgasi bangunan pengambilan bebas.

dari areai peradalah berupa dari areal peradalah berupa

Tubuh bendungan uthma, bendungan pengelak, terowongan pengelak, dan spillway adalah merupakan komponen-komponen bangunan yang biasanya terdapat dalam suatu bendungan.
Bendungan dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu: bendungan beton dan bendungan urugan. Bendungan beton adalah bendungan yang bahan konstruksi tubuh bendungan utamanya adalah beton. Bentuk bendungan beton dapat dibagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

Bangunan jaringan irigasi terdiri dari saluran pembawa, saluran pembuang, bangunan sadap, dan bangunan pembagi. Di samping itu, karena terkendala topografi dan faktoi-faktor lainnya, dalam jaringan

irigasi diperlukan juga bangunan-bangunan penunjang agar air dapat dialirkan dengan lancar, seperti: bangunan terjun, talang/jembatan air, gorong-gorong, dan si pon.
Bangunan drainase adalah bangunan air yang ditujukan untuk mengendalikan kelebihan air, baik yang berasal dari air hujan, rembesan, aliran air dari hulu dan hilir, pada suatu kawasan seperti: kawasan

bendungan gaya berat, bendungan busur, dan bendungan berpenopang. Bendungan urugan adalah bendungan yang bahan konstruksi tubuh bendungan utamanya adalah timbunan batu dan tanah.

Dalam pembangunannya, karena kondisi alam memungkinkan atau mengharuskan, maka dapat saja dalam suatu bangunan bendungan terdapat lebih dari 1 jenis bendungan. Sebagai contoh jenis

permukiman, perdagangan, perindustrian, perkantoran, bandara, Iapangan olah raga, dan kawasan pertanian. Pengendalian kelebihan air yang dimaksud dapat dilakukan melalui upaya meresapkan, menaffrpung sementara, dan mengalirkan air ke suatu tempat namun dengan tidak menimbulkan dampak negatif yang baru (dampak negatif yang baru diupayakan sekecil mungkin).
Bangunan drainase, secara umum dapat dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu: kelompok bangunan utama dan bangunan penunjang.

bandungan melengkung dapat menggabungkan kekuatan gaya berat dan busur dalam menjaga kestabilan. Bendungan yang panjang dapat dibuat dari beton pada bagian sungainya, termasuk spillway dan pintupintu air pembuangnya, sedangkan sisa panjangya merupakan sayap bendungan yang terdiri dari urugan batu dan tanah.

1.2

DEBIT RENCANA

Agar dalam tahapan pelaksanaan proyek konstruksi bangunan sipil dapat berjalan lancar dan hasilnya dapat memberikan manfaat yang seoptimal mungkin maka salah satu tahapan kegiatan yang dilakukan adalah tahapan perencanaan teknis.

Jaringan saluran drainase merupakan bangunan utama. Sedangkan bangunan terjun, talanlembatan air, gorong-gorong, sipon, kolam
Teknik Perhilungon Deltil Rt'utunu lkurgrtnrut Ait Pendohuluan

Perencanaan teknis suatu bangunan air dapat ditinjau dari beberapa aspek, diantaranya aspek sti'uktur dan aspek hidrolis. Peren-

canaan dari aspek struktur dimaksudkan agar bangunan air kokoh terhadap gaya-gaya yang beker.ia. Perencanaan dari aspek hidrolis dimaksudkan agar bangunan air mampu mengalirkan debit tertentu dengan aman tanpa menimbulkan kerusakan pada bangunan air yang
bersangkutan. Beberapa data yang diperlukan dalam perencanaan bangunan dari aspek hidrolis adalah: data karakteristik daerah pengaliran

perhitungan debit rencana. Buku ini dibagi dalam 5 bab. Masingmasing bab isinya adalah sebagai berikut:
Bab

1: Pendahuluan
Dalam bab ini dijelaskan pengertian bangunan air, jenis-jenis bangunan air dan fungsinya. Selanjutnya, dijelaskan pula bagaimana peran debit rencana dalam perencanaan suatu

air

Bab

2:

bangunan air. Pengertian dan pemilihan metode perhitungan debit rencana.

(data topografi dan data tata guna lahan), data iklim, data curah hujan,

dan data clebit. Data tersebut selanjutnya akan digunakan dalam


perhitungan debit rencana. Besar-kecilnya nilai debit rencana akan menentukan besarkecilnya dimensi hidrolis suatu bangunan air. Dimensi hidrolis suatu bangunan air yang lebih besar akan lebih aman dalam mengalirkan debit tertentu, namun dimensi yang lebih besar akan berdampak pada biaya yang lebih mahal atau melampaui batas-batas ekonomis yang dapat dipertanSSung jawabkan' sebaliknya dimensi hidrolis bangunan air yang lebih kecil akan menjadi kurang aman dalam mengalirkan debit tertentu. Oleh karena itu, perhitungan debit rencana menjadi bagian yang sangat penting dalam tahap perencanaan teknis.
Bab

Bab 2 akan menguraikan pengertian debit rencana serta pengertian-pengertian lainnya yang terkait dengan debit rencana. Di samping itu, Bab 2 akan menjelaskan faktor-faktor yang berpengaruh dalam pemilihan metode perhitungan debit rencana.

3:

Perhitungan hujan rencana dan intensitasnya.

Bab

4:

Metode perhitungan debit rencana cukup beragam sesuai dengan ketersediaan data. Namun dalam buku ini yang disajikan hanya
beberapa metode yang data masukannya berkaitan dengan data hujan dan data karaktersitik daerah pengaliran.
Bab

Salah satu data masukan dalam perhitungan debit rencana pada Bab 4 adalah hujan rencana dan intensitasnya. Oleh karena itu, Bab 3 akan menjelaskan cara analisa dan pengujian data hujan, cara penggunaan distribuSi probabilitas dalam perhitungan hujan rencana, cara pengujian hasil perhitungan hujan rencana, dan perhitungan intensitas hujan rencana. Metode Rasional, Weduwen, Melchior, dan Haspers. Bab 4 akan menjelaskan cara perhitungan debit puncak atau debit rencana berdasarkan metode Rasional, Weduwen, Melchior, dan Haspers. Bab inijugaakan menjelaskan batasanbatasan penggunaan masing-masing metode tersebut. Hidrograf Satuan. Bab 5 akan menjelaskan pengertian hidrograf, asumsi dan dalil yang mendasari penurunan hidrograf satuan, cara-cara menurunkan hidrograf satuan nyata dan hidrograf satuan sintetis serta cara-cara menggunakan masing-masing metode hidrograf satuan dalam perhitungan debit rencana.

5:

1.3

MAKSUD PENULISAN DAN ISI BUKU

Buku iniditulisdengan maksud sebagaisalah satu buku pedoman bagi pembaca dalam mempelajari hidrologi terutama dalam bagian

Teknik Perhitungon Deblt Rencono fungunon Alr

fundohuluon

Bab

6:

Penelusuran Debit Rencana. Jika hidrograf debit rencana cara sudah diketahui pada suatu titik tinjauan di sungai atau saluran maka hidrograf debit di titik tinjauan lainnya, dalam kondisi tertentu, dapat ditentukan tanpa melakukan pengukuran langsung, yakni dengan teknik penelusuran. Bab 6 akan menjelaskan teknik peneluruan tersebut mulai dari pengertiannya hingga cara-cara yang dapat

dipergunakan untuk perhitungan. Metode penulisan isi masing-masing bab adalah: uraian mengenai pengertian dan rumus-rumus yang terkait dengan topik bab atau sr,rb bab serta contoh-contoh perhitungan secara rinci. -oo0oo-

{Penge rtian

fan Qemififran

etofe Serfritunoan cDe1it func"ana


2.1 1. 2.
BEBERAPA PENGERTIAN TERKAIT DENGAN DEBIT RENCANA

Debit rencana (Qr) adalah debit dengan periode ulang tertentu (T) yang diperkirakan akan melalui suatu sungai atau bangunan air. Periode ulang adalah waktu hipotetik di mana suatu kejadian dengan nilai tertentu, debit rencana misalnya, akan disamai atau dilampaui 1 kali dalam jangka waktu hipotetik tersebut. Hal ini tidak berarti bahwa ke.iadian tersebut akan berulang secara teratur setiap periode ulang tersebut.

Contoh:

Misalnya debit rencana dengan periode ulang 5 tahun (Qr) : 10 m3/detik, tidak berarti debit sebesar 10 m3/detik akan terjadi secara periodik 1 kali setiap 5 tahun, melainkan setiap tahunnya ada kemungkinan terjadi 1/5 kali terjadi debit yang besarnya yang sama atau lebih dari 10 m3/detik. Artinya dalam 5 tahun ada kemungkinan 1 kali terjadi debit
yang besarnya sama atau lebih dari 10 m3/detik. Dalam 10 tahun ada

kemungkinan 2 kali terjadi debit yang besarnya sama atau lebih dari 10 m3/detik.

Tekntk Perhttungon Deblt Rcncono fungunon Alr

3.

Peluang terjadinya

Q > Q, setiap tahun dapat dirumuskan sebagai

L:.

Cunakan persamaan (2.2i:

berikut:

r(Q<Q,) :

(1

-1,/5) xiilu%:{]ti,i,i,
$L,'jr,:

P(Q>Qr) :

rx100%

(2.1)

atau jumlah keiadianni,a claiarn 5 tathuri *.

x5

4 kali.

dengan P : peluang('1.);T : periode ulang (tahun); Q : debit (m3/detik); Q, : debit rencana dengan periode ulang T (m3/ detik).

i-.

Da[am kurun waktu 5 tahun, 10 tahun, dan Zt] tahur: iurnialr kejadian Q * q, dan jurmlah kejarJian Q < Q, arJ,rlah:

4. 5.

PeluangQ
P(Q

< Qrsetiap
1

tahun dapatdirumuskan sebagai berikut:


(2.2)

2.I Contoh tlubungan periode ulang dan yirin/ah kerjadlan disamai atau dilarnp aui dan jumlah kejadian yang lt:blh kecif riuri Q

-label

< Q-) : tt 100% 1)x Risiko atau peluang Q > Q, paling tidak 1 kali dalam
tahun beru rutan adalah: P(Q

rentang n

> Q,)" :

1- (1

- 1 ;'*
T

too%

(2.3)

i . I lumiah keiaclian Q ( (1, r',-------'---'j---"*"x Ys*-- _l___ _ Q>Q. __ _- _ 20%x5:lkalr_ _t__ 4kalr laO?" yS __ 2}nloy.10 : 2kalr I 80"1,,x10 * Bkalr *_,- }i 20"1"x20:4kali Ia0?" x20: 16kali
fumiahkeiadian 'f I [
r
_ _ -.1

Contoh soal 't:


Jika debit (Q) dengan periode ulang 5 tahun besarnya 100 m3/detik, selanjutnya ditulis Q, 100 m3/detik, direncanakan melewati suatu

Contoh soal 2:

JikaQr:100
Peftanyaan:

m3/detik.

saluran atau digunakan sebagai data masukan dalam mendimensi profil melintang saluran.
Pertanyaan:

a. b.
(,"

Berapakah risiko atau peluang Q

'l tahun?

> Q, paling tidak t

kali dalani

Berapakalr risiko atau peluang


5 tahun?

Q > Q, paling tidak Q>

1 l<ali dalam

a. b. c. a.

Berapakah peluang Q > Q, setiap tahun? Berapa peluang Q < Q, setiap tahun? Berapa jumlah kejadian

Berapakah risiko atau peluang


'10

Qo paling tidak 1 kali dalarn

Q > Q, dan jumlah

kejadian

Q<

Q,

tahun?

dalam kurun waktu 5 tahun, 10 tahun, dan 20 tahun?


Jawaban:

jawaban:

Cunakan persamaan (2.3):

Cunakan persamaan (2.1): P(Q

> Q")::xl00o/o=20o/o "5

atau jumlah kejadiannya dalam 5

a. b. c.

P(Q P(Q P(Q

> Qu)': l- (1 - (1/5))1 x 1oo% : 20% > Qri': 1- (1 - (1/5))s x 100% : 67,23ot', > Qr)'o : 1- (t * (l/S))to x 100% "- 89,?.6'/o

tahun:2Oolox5:1kali.
Teknik Perhitungan Debit Rencotto Bongunon Air

Itangt'tltot't dtilt I]t'nttltlton Mr'ltxlt l\,tlttlrutq,ut l\,1\1. Il('n\\trtt)

2.2

1'F-MIL!HAN METODE PERHITUNIGAN DEBIT

l.;tN(lAfvA
l'r'rretap:rn masing-masing metode dalam perhitungan debit rt)ncana, secara umum bergantung pada ketersediaan data. Data yang climaksud antara lain data hujan, karateristik daerah aliran, dan data tiebit. Ditinjau dari ketersediaan data hujan, karateristik daerah aliran, dan data debit, terdapat 6 kelompok metode perhitungan debit rencana, yaitu:
i
4.

dalam selang 1 tahun di atas ambang tertentu dan hanya cocok untuk data yang didapat dari pos duga air: otomatik" Metode empiris. Metode ini dipergunakan apabila data hujan dan karateristik daerah aliran tersedia. Contoh metode yang termasuk dalam kelompok metode iniadalah:

"

Metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir. Metode ini dipergunakan apabila data debit tersedia cukup panjang () 20 tahurr), sehingga analisisnya dapat dilakukan dengan distribusi probabilitas, baik secara analitis maupun grafis. Sebagai cr:ntoh distribusi probabilitas yang dimaksud adalah:

o e r e o
5.

Metode Metode Metode Metode Metode

Rasional.

Weduwen.
Haspers.

Melchior. Hidrograf Satuan.

" o o
2"

Distribusi probabilitas Cumbel. Distribusi probabilitas Log Pearson. Distrihusi probabilitas Log Normal.

lortetode analisis regional.

Metode analisis regresiMetode ini menggunakan persaman-persamaan regresi yang dihasilkan lnstitute of Hydrology (loH) dan Pusat Penelitian dan Pengernbangan Pengairan, yaitu didapat dari data hujan dan karakteristik daerah pengaliran sungai (DPS), selanjutnya untuk banjir dengan periode ulang tertentu digunakan lengkung analisis regional.

Apabila data debit yang tersedia

20 tahun dan

>

10 tahun maka

6.

ijebit rencana dapat dihutung dengan metode analisis regional.


Data debit yang dimaksud dapat dari berbagai daerah pengaliran yang ada tetapi masih dalam satu regional.

Prinsip dari metode analisis regional adalah dalam upaya memperoleh lengkung frekuensi banjir regional. Kegunaan dari lengkung frekr-rensi banjir regional adalah untuk menentukan besarnya debit rencana pada suatu daerah pengaliran yang tidak memiliki data debit.

Model matematika. lvletode ini dipergunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panfang dari pada pengamatan data debit, selanjutnya untuk memperpanjang data aliran yang ada digunakan model matetatika kemudian besar debit banjir rencana dihitung dengan analisis frekuensi atau menggunakan distribusi probabilitas, contohnya: Cumbel, Log Pearson, dan Log Normal.
-oo0oo-

3.

Metode puncak banjir di atas ambang. Metode ini dipergunakan apabila data debit yang tersedia antara 3-10 tahun. Metode ini berdasarkan pengarnbilan puncak banjir

t0

Teknik Perhitungan Debit Rencona Bangunan

Air

Pengerllon <lon Pemlllhon *letrxle Perhitungon Deblt Rencono

1t

dan Intensitasrqta

f{ujon funcana

3.1 PENGERTIAN HUJAN RENCANA 1. Hujan rencana (X.) adalah hujan dengan periode ulang teftentu
2.
di suatu daerah pengaliran. waktu hipotetik Periode ulang adalah di mana suatu kejadian dengan nilai tertentu, hujan rencana misalnya, akan disamai atau dilampaui 1 kali dalam jangka waktu hipotetik tersebut. Hal ini tidak berarti bahwa hujan rencana akan berulang secara teratur
(T) yang diperkirakan akan terjadi

setiap periode ulang tersebut.

Contoh: Misalnya hujan rencana dengan periode ulang 5 tahun (Xs):10 mm, tidak berarti hujan sebesar 10 mm akan terjadi secara periodik 1 kali setiap 5 tahun, melainkan setiap tahunnya ada kemungkinan terjadi 1/5 kali terjadi hujan yang besarnya sama atau lebih dari 10 mm.

Artinya dalam 5 tahun ada kemungkinan 1 kali terjadi hujan yang besarnya yang sama atau lebih dari 10 mm. Dalam 10 tahun ada kemungkinan 2 kali terjadi hujan yang besarnya sama atau lebih dari
10 mm.

3.

Peluang terjadinya X

X, setiap tahun dapat dirumuskan sebagai

berikut: P(X

Berdasarkan persamaan (3.4), dapat dilihat bahwa nilai X akan makin bresar jika nilai P makin kecil. Artinya, rnisalkan X adalah hujan,

>

: X") .T (

lx 100%

(3.1)

dengan p : peluang (1");T : periode ulang (tahun); X : hujan (mm); Xr - hujan rencana dengan periode ulang T (mm).

makin besar curah hujan maka frekuensi kejadiannya makin kecil. Atau frekuensi hujan yang sangat iebat adalah lebih kecil dibandingkan dengan frekuensi hujan yang bukan lebat.
Dalam analisis frekuensi suatu kejadian (hujan atau debit) diperIukan seri data (hujan atau debit) selama beberapa tahun. pengambiran seri data untuk tujuan analisis frekuensi dapat dilakLrkan dengan 2 metode, yaitu;

4.

Peluang X

X, setiap tahun dapat dirumuskan sebagai berikut:


(1

P(x

< xr) -

1oo% *,* T

(3.2)

a.

Seri p:rrsial (partial duratic'n

-serie-s).

5.

Risiko atau peluang

> X, paling tidak


:

1 kali dalam rentang n

tahu n berurutan adalah

P(x

>

Xr)n

* roo?o - 1- (1 - l,^ T

Metode ini digunakan apabila clata yang tersedia kurang dari '10 tahun runtut waktu" Dalarn metode ini, ditetapkan dulu batas bawah suatu seri data. Kemudian semua be:;aran data yang lebih besar dari batas bawah tersebut diambil menjadi bagian serr
data.

(3.3)

6.

Besarnya hujan rencana ditentukan berdasarkan analisis Frekuensi

atau distribusi probabilitas (peluang).

3.2 ANALISIS FREKUENSI


Analisis frekuensi bertujuan untuk mencari hubungan antara besarnya suatu kejadian ekstrem (maksimum atau minimum) dan frekuensinya berdasarkan distribusi probabilitas.
Hubungan antara besarnya kejadian ekstrem dan frekuensinya atau peluang kejadiannya adalah berbanding terbalik. Dengan kata lain dapat dirumuskan:

Pengambilan batas bawah dapat dilakukan dengan sistenr pering,kat. Caranya adalah dengan mengambil semua besaran data yang cukup besar kemudian diurut dari besar ke kecil. Data yang diambil untuk kepentingan analisis adalah sesuai dengan pan.iang clata dan diambil dari besaran yang paling besar.

Akibat dari metode penganrbilan seri data seri parsial adalah


dimungkinkannya dalam satu tahun diambil data lebih dari satu, sementara pada tahun yang lain tidak ada data yang diambil karena data yang tersedia di bawah batas bawah.

b.

Data maksimum tahunan (annual maximum series).

x
X

-] P

(3.4)

Keterangan rumus:

Metode ini digunakan apabila data yang tersedia lebih dari 10 tahun runtut waktu. Dalam metode ini, hanya data maksimum yang diambil untuk setiap tahunnyq, atau hanya ada 1 data setiap tahun.

- besarnya suatu kejadian. P - frekuensi atau peluang suatu kejadian.


Teknik Perhitungan Deblt Rencono Bongunon Alr

Akibat dari metode pengam[rilan seri data maksimum tahunan adalah data terbesar ke dua dalam suatu tahun yang lebih besar
otnt dtttr lttl eutil rtsrtytt
t

14

I lrtJrut Rotx

t/.

,n

4.tll l. h-'-l.rl

rt ; it

'i irrtill

\,,

niiainya clari .lata le;[re:,ar patizr iahun ]i.llr8, ld;l) rrrerrjadi ticlak drperhrtungkan d.ti.int .rnal isis.

atau membagi data sebelum atau sesudah perubahan/patahan) dengan faktor koreksi:

3.3 PENGUJIAN

SERI DATA

g
o
Keterangan rumus:

(3.s)

Beberapa rangkaian pengujian dilakuan terhadap seri data (data hujan atau data debi0 yang terkumpul sebelum digunakan sebagai data masukan dalam analisis frekuensi, 2 diantaranya adalah uji konsistensi

dan uji homogenitas.

: o:
B

kemiringan kurve setelah patahan. kemiringan kurve sebelum patahan.


Seri data stasiun B (referensi) a

a. . r .

Uji Konsistensi Uji konsistensi data dimaksudkan untuk mengetahui kebenaran data lapangan yang dipengaruhi oleh beberapa faktor:
Spesifikasi alat penakar berubah. Tempat alat ukur dipindah. Perubahan lingkungan di sekitar alat penakar.

.'/ /a

.. /B .lz-

a-'

Jika dari hasil pengujian ternyata data adalah konsisten artinya tidak terjadi perubahan lingkungan dan cara penakaran, sebaliknya jika ternyata data tidak konsisten artinya terjadi perubahan lingkungan dan cara penakaran.

Seri data stasiun

A (yang diuii)

Cara pengujian konsistensi data hujan dapat dilakukan dengan beberapa cara, d iantaranya:

Gambar 3.1 Sketsa analisa kurve masa ganda Stasiun A dan B

a.'l Metode Curve Massa Ganda Dalam metode ini nilai.kumulatif seri data yang diuji (stasiun A rnisalnya), dibandingkan dengan nilai kumulatif seri data dari stasiun referensi (stasiun B misalnya). Stasiun referensi dapat
berupa rerata dari beberapa stasiun di dekatnya.

a.2 Resca/ed Adiusted PartialSums

(RApS)

Dalam metode ini, konsistensi data hujan ditunjukkan dengan nirai kumulatif penyimpangannya terhadap nilai rata-rata berdasarkan persamaan berikut:

Nilai kunrulatif seri data digambarkan pada grafik sistem koordinat kartesius (X-Y). Kurve yang terbentuk kemudian diperiksa untuk melihat perubahan kemiringan.
lika kurve berbentuk garis lurus artinya dataA konsisten. Sebaliknya

sr*

k, : Xf
i=1

V)

(3.6)

\z

Iv
H'l

(3.7)

iik.r '" ,,rl,rt.r A tidak konsisten dan perlu dilakukan koreksi (mengalikan

tr.riadi perubahan/patahan kemiringan bentuk kurve, artinya


rlengan

1,2,......N; pada saat k

:0makaSu.:0

Teknik Perhitungan Debit Rerxono Bongunan Air

Ih

j0n Ren( (nrt r lon lnl t,ttti

tsttyo

Jika persamaan (3.6) dibagi dengan deviasi standar (Dy) maka akan diperoleh Resca/edA diusted Partial Sums (RAPS) atau dirumuskan

Contoh soal 3.1: Diketahui pencatatan data hujan di stasiun A, B, dan C selama kurun waktu 10 tahun adalah seperti Tabel (3.1). Lakukanlah uji konsistensi data hujan stasiun A dengan Metode Kurve Massa Canda. Tabel 3.1 Analisa kurve massa ganda untuk soal 3.1

sebagai berikut:

..*
JK

su*

(3.8)

Dy

D.2: . :
l-l

igtflN

_\"

(3.e)

Tahun

Data hujan harian maksimum


Stasiun

Re.ala Stasiun

BdanC

Kumulatif stasiun
A
Referensi

A 2007
110 156

c
85 s9 94
73

60
76

72,50 67,50 96,50 114,00 87,50


r

110,00
266,O0
453.OO

72,50

Keterangan rumus (3.6) s/d (3.9):

2006 2005 2004 2003

r40,00
236,50 350,50

L : Y : N : Sn.. : Dy :

Su*

: nilai kumulatif

penyimpangannya terhadap nilai rata-rata. Y ke-i. nilai data nilai Yrata-rata. jumlah data Y. Resca/ed Adjusted PartialSums (RAPS). deviasi standar seri data Y.
R

t87
122
90 67
BB

99
155
7B

575,00

97

66s,00
732,00 820,00 897,00

438,00
557,50
673,sO
756,OO

2002
200'l 2000
900 800

95 65

144
167 79

19,50

116,00 82,50

77

86

Setelah nilai Su.' diperoleh untuk setiap k, tentukan nila Q dan terhitung dengan rumus:

2000

'd
L

a:
o o

lSu"l-aLs

atau R

c o
E

700

5k'. maks

Su.'min

e
o o
.A

600 5@ 400
300

Bandingkan, untuk jumlah data (N) dan derajat kepercayaan (o) tertentu, nilai-nilai di bawah ini: Q terhitung dengan Qu,n,, R terhitung dengan Ru,,,,,. Nilai Qu,,,,. dan Ru,no dapat dilihat dalam Tabel
{3.1).

2004

. ,.

g
E

3 2W
100

di

Lampiran

lika:

100 200 300 400 500 600 700 800


Kumulatif siasiun A

900

o r

Q terhitung ( Rterhitung {

Qu,.,., atau
Ru,n,,.

Gambar 3.2 Analisa kurve rnassa ganda soal 3.1

maka seri data yang dianalisis adalah konsisten"

i: kttk t\'r ltitrtngln Dt'l\il

Rt nt

til,tt ll,tnqrtntnt Atr

lfujan Rencano don lntensitosnyo

,9

Berdasarkan Cambar (3.2) perubahan kemiringan kurve terjadi setelah tahun 2005. Oleh karena itu, data stasiun A dari tahun sebelum atau sesudah tahun 2005 harus dikoreksi. Berdasarkan Cambar (3.2) diperoleh:
'6

1000 900

cr :

kemiringan kurve sebelum patahan

$ o i p
s
a

800

zoo
uoo soo
40O

_
B: _

236,5-72,5

110 kemiringan kurve setelah patahan.

453

0,48

E E : Y

soo 200 100

756-236,5 897 - 453

1,17

200 300 400 500 600 700 800 9oo


Kumulatif stasiun A

100c

Jadi faktor koreksi

q
tl

117
0,48

2,44

Cambar 3.3 Analisa kurve massa ganda sete/ah koreksi data stasiun A Berdasarkan Cambar (3.3), terlihat tidak terjadi perubahan kemiringan kurve secara berarti, jika dibandingkan dengan Cambar (3.2). Sehingga data stasiun A pada Tabel (3.2) menjadi konsisten.

Selanjutnya dilakukan koreksi terhadap data stasiun A dari 2005 sld 2OO7 dengan cara membagi data tersebut dengan faktor koreksi sehingga diperoleh data seperti Tabel (3.2) dan Cambar (3.3)'

Tabel 3.2 Analisa kurve rnassa ganda untuk soal 3.1 setelah koreksi data stasiun A
Data hujan harian maksimum

Contah soal 3.2: Diketahui seri data hujan tahunan seperti tercantum dalam kolom (2) Tabel (3.3). Tentukan apakah seri data tersebut konsisten atau tidak
berdasarkan Metode RAPS.

fahun A
2007 2006
2005
?00.4

Stasiun

Rerala Stasiun B dan C

Kumulatif stasiun
A
Referensi
45,1 3

c
85
59

45,13'
64,OD4

60
76

v2,io
67,50

72,50 140,00 236,50


I 50,50 438.0U

109,13 185,85 307.85


'397.85

Tabel 3.3 Perhitungan konsistensi seri data dengan Metode RAPS untuk soal 3.2
K

76,72*
122,OO

99
155
7B

94
7)
q-7

96 50 11400
B7
r

v.

Y.. Y
(3) 100 -101 7,85

su*

D2 v
(s) 86334,23 4326.16 26,54
49132 ,3
I

su*

2003

90,00 67.00

i0

2002
;

95 65

1.44

19,50 82,50

464 85 552.85 629,85

557.54
67

(1)
I 2
a
.1

(2)
1
1

(4)

(6) 1,25 1,51 1,55 "2,49


2,()2:

!1111

88,00
77.OQ

167 79

116 00

3.54 -1017,85 1245.69 1263,54 ,38 -r 649,23


-20.31

.,rl( )f)

86

756.OO

890

227,85
17,85
767 "85

,l

t00

1350 2500 205

382,'l s

12170,13 69440,68 95792,82

(t

-912,85
1t.\7

l'ro
t,ttsiltttrtytt

!.1

-)562,08 l.lri9,92

3,14
'I

.83

Teknik Perhitungon Dehit Rt'ncono llongtnon Air

lttjott

Retx otttt <httt lttl

Tabel 3.3 laniutan


K
Yr

o
Dx v
(5) (6) s** *

Kolom

(6)

Sk

So'

Y,'Y
(3) 502.1 5

sr*
(4)

%Dv

kolom (O

Berdasarkan Tabel 3.3 didapat:

(1) 8 9

(2)

Q
2620
2184 3925 1470
1

terhitung

-987.77 -921,62 88s.54 237.69 439,85

21013.21 364,69
?7

-1,21
1,1 3

lt-..1

maks

3,14.

66,15
807,1 5

l0
'I
1

)150.42
3405,51

1,09

-647,85 202,15 -439,85

.r4975,39 16122,05 665254,14

o,29 0,54 0,00

Berdasarkan Tabel pada Lampiran (3.1), jika jumlah data adalah 13 dan derajat kepercayaan 5% maka nilai:

't2
13

2320
't678

0,00

Total

27532

5,08

r
a

1,411; ?tdu Qrritis : 1,411

* f,

:1,41f

xJG

Keterangan Tabel (3.3):

Oleh karena: 2r17,8s.


b.

Nirai

v- ;[N - 223: 13
-

Qterhitung(Qu,uu.
maka seri data hujan pada Tabel (3.3) adalah konsisten.

.
. . . . .

D,,
Dv

: *+ N i-r
:

:66s2s4,14.
815,63.

(665254,1410's

Kolom (3) : kolom (2)- V Kolom (4) baris pertama : persamaan (3.6) pada saat k:1 sehingga : kolom (3) baris pertama. Kolom (4) baris ke dua : kolom (4) baris pertama + kolom (3) baris ke dua. Kolom (4) baris ke tiga - kolom (4) baris ke dua + kolom (3) baris ke tiga. Kolom (4) baris ke empat : kolom (4) baris ke tiga + kolom (3) baris ke empat. Kolom (4) baris ke lima dan seterusnya, cara perhitungannya arlalah sama. Kolom (5) persamaan (-]"8).

Uji Homogenitas Uji homogenitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah seri data yang terkumpul dari 2 stasiun pengukur yang berada di dalam suatu daerah pengaliran atau salah satu berada di luar daerah pengaliran yang bersangkutan berasal dari populasi yapt r"*.
atau bukan. Pengujian homogenitas suatu seri data dilakukan dengan Metode Uji-t, yang rumusnya sebagai berikut:

t:

E&)
11 o _+_
Nr
N2

1l)

(3.1 0)

N, S,2 + N, Sr2 N, +N, -2

(3.1 1)

kolom(3I; N adalah jumlah data : t2.


N
feknik Perhitungon Debit Raru rrrvt [knqunon Air
Hu J on Re nc

ono clon

lr

l t, rts l l

osnyo

23

I(*,, -I,F

,,,
(3.12)

Jawaban soal 3.3:

Tabel 3.4 Uii homogenitas data huian dengan Metode Uii-t


No
Stasiun A (X,,)

Kolom
(3) 11,63

Kolom
(4)
1

Stasiun
(Xr)

Kolom
(5) -0,93

Kolom

:1, ,, -*,)' 5": '


N, -1

"'
(3.13) (3.14)
1

0\
o,85 20,0r
0,53 137,52 2,98 137,52 279,78 2.94 2330,31 390,98 29,96 199,56 913,65

2 3

120,00 't49,20
1

35,33 68,34

90,80 96,20 91,00 80,00 90,00 80,00


75,OO

dk-Nr+Nz-2
Keterangan - rumus (3.10 s/d (3.14):

00,1 0

40,83 -8,267 -8,37 -13,'t7 9"t,63


r

1667,16 70,oo 173,36 8396,66


19749,61

4,47
-o,73 11,73 1,73 11.73 -16,73 1,73

4
5

100,00 95,20 200,00 248,90


1

6
7

: Xr : X2 : Nl N2 : o S,' Sr' dk t o

40,53 20,93

variabel -tterhitung. rata-rata hitung sampel ke.l. rata-rata hitung sampel ke'2. jumlah sampel set ke-1. jumlah sampel set ke.2. deviasi standar. varian sampel set ke-l. varian sampel set ke-2. derajat kebebasan.

29,30 64,20 02,30 80,40 10,10


r

438,20 19s0,70
36,81 9241 ,61
1

90,00 140.00
I 1,50

9
10
11
r

44,17
-6,O7

48,27 19,77 5,47 -14,13 -30,23


8,O7

204,50

96,'t3
-27 _97

97,20 77,60 61,50 99,80 95,30 1375,90 91,72

12 13 "t4 15

782,14 9656,34 9577,89 9519,26 71463,61

-98,27

0,50

-97,87 -97,57

65,!I
12,77 4524,59

10,80

3,57

I
x
Kolom (3)

1625,50 108,37

Berdasarkan hasil perhitungan nilai t (menggunakan persamaan 3.10 s/d 3.14), akan diperoleh 2 kemungkinan yaitu:

Keterangan Tabel (3.4):

t terhitung > t, atau t kritis; artinya kedua sampel yang diuji tidak berasal dari populasi yang sama. . t terhitung < t, atau t kritis; artinya kedua sampel yang diuji berasal dari populasi yang sama. Nilai t, dapat dilihat pada Lampiran (3.2).
Contoh soal 3.3:

: Kolom (4) : Kolom (6) : Kolom (7) :

(X,

X,l

(X,r \f (Xzi nl (X2i af


1t2

Berdasarkan Tabel (4.4) diperoleh nilai-nilai: S,, 52, o, t, dan nilai dk sebagai berikut:

Diketahui data curah hujan harian maksimum (mm) dari Stasiun A dan Stasiun B, seperti tercantum dalam kolom (2) dan kolom (5)Tabel (3.4). Hitung tingkat homogenitas data hujan tersebut dengan Metode uji-t.

sr: >(*,,

&)'

N'l
1/2

71463,6133 15-1

:71 ,4461
24 Teknik Perhitungan Deblt Renunn Bongunan Air

lltt jttn

Rt,tt< tttttt

tkut IttI tttrlI osttyo

J2

Il*,, &)""
N1
1

distribusi probabilitas kontinu yang sering digunakan, yaitu: Cumbel, Normal, Log Normal, dan Log Pearson Type lll.
Penentuan jenis distribusi probabilitas yang sesuai dengan data dilakukan dengan mencocokkan parameter data tersebut dengan syarat masing-masing jenis distribusi seperti pada Tabel (3.5).

4524,5895

'''

15

:17,9773
N, s,' + N, 5r'
112

Tahel 3.5 Persyaratan parameter statistik suatu distribusi


No
1

Distribusi
Cumbel

Persyaratan

N1+Nr,
15 x V1,44612 + 15 x 17 ,97732 il2

c.
Ck

: :

1,14 5.4

15+15
:53,9232

Normal
Log Normal Log Pearson

Ct=o
Cu=3

C:C3+3C
Cr:
C"u

F., x,) ^ ,:;H=I?'


('toa,loor
53,9232 -91,7267

+ 6C,6 + l5Ca + 16C,'?+

lll

Selain dari nilai diatas

Sumber: Bambang, T (2008)

1
15

tt2

Keterangan Tabel (3.5):

:
dk:

15 -+-

0,8451

Koefisien kepencengan (Cs)

i-1

!x,

X)'
2)(S)3

N, + N, -2

:28.
o
Koefisien kurtosis (Ck)

(n 1)(n
n'

(3.1s)

Dari Tabel Nilai t kritis untuk Distribusi-t uji dua sisi (lihat Lampiran 3.2), dapat dilihat bahwa untuk dk : 28 dan derajat kepercayaan cr, : 5"/o atau to.o, diperoleh nilai t tabel : 1 ,7O1.
Oleh karena t terhitung < t tabel maka dapat disimpulkan bahwa seri data hujan dari stasiun A dan stasiun B pada Tabel (3.4) adalah homogen atau berasal dari satu populasi.

:
(n

lX,
I

X)'
3XS)o (3.1 6)

1)(n 2)(n
n

o X:

nilai rata-rata dari X :

./Ji
i-1

(3.17)
n

9.4

DISTRIBUSI PROBABILITAS

Dalam analisis Frekuensi data hujan atau data debit guna memperoleh nilai hujan rencana atau debit rencana, dikenal beberapa
leknik Perhitungon Deltit Rencano Bongunan Air

Standar Deviasi (S)

X, x),
n'l
(3.18)
27

HuJon Rencono don lntensltosnyo

o Xi : data hujan atau debit ke-i o n: jumlahdata


tum
persyaratan seperti tercan(3.5), guna mendapatkan hasil perhitungan yang dalam Tabel

lawaban soal 3.4: 1. Hitung paramater statistik data seperti Tabel (3.6):
Tabel 3.6 Perhitung,an Parameter Statistik
No
(1)
1

Di samping dengan menggunakan

Curah hujan; Xi (mm)


(2)

(xi-x)
(3)

(xi-x),
(4)

meyakinkan, atau jika tidak ada yang memenuhi persyaratan pada Tabel (3.5) maka peng8unaan suatu distribusi probabilitas biasanya diuji dengan metode Chi-Kuadrat atau Smirnov Kolmogorov.

2 3

a.

Distribusi Probabilitas Gumbel Jika data hujan yang dipergunakan dalam perhitungan adalah berupa sampel (populasi terbatas), maka perhitungan hujan rencana berdasarkan Distribusi Probabilitas Cumbel dilakukan dengan rumus-rumus berikut.

4
5

6
7

8
9

lo
T

83,00 125,00 1 00,30 141 ,40 B0,00 101,60 131,20 80,00 96,20 't 21,00 1059,70

22,90 19,03 -5,67 35,43 25,97

4,37
25,23 25,97 -9,77 15,03

527,62 362,14 32,15 1255,29 674,44 19,10 636,55 674,44 95,45 225,90 4503,08

Xr:X+SxK
Keterangan rumus:

(3.19)

a.

Harga rata-rata (X):

\ X S : K Yt 5n Yn =

hujan rencana atau debit dengan periode ulang T. nilai rata-rata dari data hujan (X). standar deviasi dari data hujan (X). faktor Frekuensi

i-l

cumbel: K

: I= Y'
sn

1059,7 't0
(3.20)
'105,97 mm.
b.

reducedvariate:-Ln-LnT-l
T

(3.21)

Standar Deviasi

(S):

nilai Y, bisa ditentukan berdasarkan Lampiran (3.4). Reduced standard deviasi (lihat Lampiran 3.3). Reduced mean. (lihat Lampiran 3.3).

S:
4503,09'10

Contoh soal 3.4:

Diketahui data hujan harian maksimum dalam 10 tahun pengamatan seperti tercantum dalam kolom (2) Tabel (3.5). Hitunglah besarnya hujan rencana dengan periode ulang 5 tahun berdasarkan Distribusi Probabilitas Cumbel.
28 Teknik Perhitungon Debit Rencona Eongunon Air

10
22,37.

l'lttjttrt lletx otnt ilnr lttl t'ntil ttsttyrt

29

2.

Hitung

Dengan jumlah data (n)

't0 maka didapat:


3.3).

Y.

Sn : 0,9497 (lihat Lampiran 3.3).


Dengan periode ulang (T)

= 0,4952 (lihat Lampiran

lawaban soal3.5: 1. Hitung parameter statistik data (lihat Tabel 3.6), diperoleh: a. Harga rata-rata (X): +-

tahun didapat:

i=l

: -Ln -LnY :1,4gg. Y, .T


Dengan Yn, Sn, dan Y, yang sudah didapat di atas maka nilai adalah:
K

n,

1059,7
10 105,97 mm. b. Standar Deviasi
(S):

*:
3.

Yt-Yn :1,0579.

Hitung nilai hujan rencana periode ulang 5 tahun (Xr,:

Xu:f +SxK :1O5,g7 + 22,37x1,0579:


b.

129,63 mm.
2.

S:
Hitung nilai K,

i*1

X, xF
n1

4503,0810

:22,37.

Distribusi Probabilitas Normal Perhitungan hujan rencana berdasarkan Distribusi probabilitas Normal, jika data yang dipergunakan adalah berupa sampel, dilakukan dengan rumus-rumus berikut.

Nilai Krdihitung berdasarkan nilai T dari lampiran 5, didapat untukT : 5 maka nilai Kr : 0,84.
3.

Xr:f +KrS Xr : X : S : Kr :
Keterangan rumus:

(3.22)
c.

Hitung hujan rencana dengan periode ulang 5 tahun (Xr)

X,

:f +KrS :

1O5,g7

22,37 x 0,84

124,76mm.

Hujan rencana dengan periode ulang T tahun Nilai rata-rata dari data hujan (X) mm. Standar deviasi dari data hujan (X) mm. Faktor Frekuensi, nilainya bergantung dari T (lihat Tabel Variabel Reduksi Causs pada Lampiran 3.5).

Distribusi Probabilitas Log Normal Perhitungan hujan rencana berdasarkan Distribusi probabilitas Log Normal, jika data yang dipergunakan adalah berupa sampel, dilakukan dengan rumus-rumus berikut.

LogXr: LogX+K, xSLogX

(3.23)

Contoh soa/ 3.5:

Diketahui data hujan harian maksimum daram 10 tahun pengamatan seperti tercantum dalam kolom (2) Tabel (3.6). Hitunglah besarnya hujan rencana dengan periode ulang 5 tahun berdasarkan Distribusi Probabilitas Normal.
Teknik Perhitungan

Keterangan rumus: Log X, nilai logaritmis hujan rencana dengan periode ulang T.

Debil Rt'ncorro Bongunon

Air

llttlutt Rax tuttt rhttt lttl t,rttilttsttyo

31

Log X

SLogX

: :

nilai rata-rata dari log X

IJ-og
il

X,

a.
(3.24)

Berdasarkan Tabel 3.7 diperoleh

tt-ogXl

deviasi standar dari Log X


o'u

Log LogX : ,-,


n

x,
Log

Xo*
t-'l KT

x, - LosjxF
n

(3.2s)

20,1647 :10

-'l

: b.

2,O1G

Faktor Frekuensi, nilainya bergantung dari T (lihat

Berdasarkan Tabel 3.7 diperoleh S Log X:

Lampiran 3.5). Contoh soal 3.6:

n,

Xog
SLogX
2.
i-1

. X, -LogjK)'

0'5

Diketahui data hujan harian maksimum dalam 10 tahun pengamatan


seperti tercantum dalam kolom (2) Tabel (3.7). Hitunglah besarnya hujan rencana dengan periode ulang 5 tahun berdasarkan Distribusi Probabilitas Log Normal.

n-1

0,0757 10- 1

Hitung K, Nilai K, dihitung berdasarkan nilai T dari Lampiran (3.5), didapat untukT : 5 maka nilai Kr : 0,84.
Hitung hujan rencana dengan periode ulang 5 tahun (Xr)

lawaban soal3.6: 1. Tabet 3.7 Perhitungan parameter statistik data soal 3.6
No
(1)
I
2
3

3.

LogXr: L"gX+K, xSLogX :2,0165 + 0,84x0,O917

X, (mm)

Log X, (3) 1,9191

(rcsx1

-Logx/
(4)

:
d.

2,09 mm.

(2)

83,00
125,O0

0,0095 0,0065 0.0002 0,0180 0,0129


0,0001

Jadi

X,

124,03 mm.

2.fJ969
2,001 3

100.30
141 ,40

4
5

2,1504
1.9031

80,00
101,60
131 ,20

Distribusi Probabilitas Log Pearson Type lll Perhitungan hujan rencana rencana berdasarkan Distribusi Probabilitas Log Pearson Type lll, jika data yang dipergunakan
adalah berupa sampel, dilakukan dengan rumus-rumus berikut.

6
7

2,0069

2,1179
r,9031

0,0103

I I
10

80,00 96,20
121

o,o129
0,0011

|.9832
2,0828 20.'t647

LogX, : LogX+KrxSLogX
Keterangan rumus:
Log

(3.26)

,200

o,oo44 0,0757

X, : nilai logaritmis hujan rencana


ulang T.

dengan periode

32

Teknik Perhitunqon Debil Rt,rr<tutu lkurgurtotr Air

HuJon Rencono don ltlr'.ensltosnyo

J]

Log X

nilai rata-rata dari log

X:

iL-

Loe
n

X,

(3.27)

a.

Berdasarkan Tabel 3.8 eliperoleh

(LogX)

SLogX

deviasi standar dari Log X.

Log x- : '-'

iJog
n

x,
Log

SLogX:
K '-t

i-/ 2lloe
i-1

o't

X, - Log X/

-1,
n-1

_
(3.28)

20,1647
10 2,0165.

: b.

variabel standar, besarnya bergantung koefisien kepencengan (Cs atau G), lihat Tabel pada Lampiran 6.

Berdasarkan Tabel 3.8 diperoleh S Log X:

n, s,
SLogX
i-1

)Log

X, - Log X/

'

0'5

Contoh soal 3.7:

Diketahui data hujan harian maksimum dalam '10 tahun pengamatan seperti tercantum dalam kolom (2) Tabel (3.8). Hitunglah besarnya hujan rencana dengan periode ulang 5 tahun berdasarkan Distribusi Probabilitas Log Pearson Type lll.
$awahan soal3.7:
'1.

n-1

o,o757 10-1

o',s

: c.
n

o,o9'17.

Berdasarkan Tabel 3.8 diperoleh Cs atau C:

Tabel 3.8 Perhitungan parameter statistik data soal 3.7


z

ifiog x, - Los xf 10 x 0,0004 : Cs("-tX"-zXslosx)' 9x8x o,os173

0,0686.

No

X, (mm)

Log X.

Eoexi -

Losxf
--

r")

("gx,

-ffi)

2.

Hitung K,

83,00 125,00
3 4 5

1,919r

0,009s 0,0065 0,0002

-0,0009 0,0005 0,0000

2,0969
2,0013

Nilai Krdihitung berdasarkan nilai T dan nilai Cs atau C


Lampiran (3.6a) atau Lampiran (3.6b), didapat untuk T 0,0686 maka nilai Kr 0,8379.

100,30
141 .40

2,1504
1

0,0180
o,0129 0.0001 0,0103

4,0024
-0,0015 0.0000

dari

5 dan Cs

80.00
101 .60
1

.9031

2,0069
2,"t179
1

3.

Hitung hujan rencana dengan periode ulang 5 tahun

(Xu)

31

.20

0,0010
-0,0015 0,0000 0,0003 0.0004

80,00 96,20
121

,9031

o,o129
0,0011

I
10

1,9832
2,OB2B

,200

20,1647

4.0044 4,0757

LogX, : Jadi X,

LogX+Kr xSLogX:2,0165 + 0,8379xO,O917


2,093 mm. 123,98 mm.

'feknik Perhitungan Debil Renunn futryunan Air

Hu jort Rerr ot xt tltu t

I r

tt t, rttl t osrtyrt

J5

3.5

UJI DISTRIBUSI PROBABILITAS

Selanjutnya distribusi probabilitas yang dipakai untuk menentukan curah hujan rencana adalah distribusi probabilitas yang mempu-

Uji distribusi probabilitas dimaksudkan untuk mengetahui apa.kah persamaan distribusi probabilitas yang dipilih dapat mewakili
distribusi statistik sampel data yang dianalisis.
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, bahwa terdapat metode pengujian distribusi probabilitas, yaitu Metode Chi-Kuadrat (X,2) dan Metode Smi rnov-Kolmogorof.
2

nyai simpangan maksimum terkecil dan lebih kecil dari simpangan kritis, atau dirumuskan sebagai berikut:

x' I x2,,
Keterangan rumus:

(3.32)

a.

Metode Chi-Kuadrat (X2) Rumus yang digunakan dalam perhitungan dengan Metode Uji Chi-Kuadrat adalah sebagai berikut:

: X,,:
X'

parameter Chi-Kuadrat terhitung. parameter Chi-Kuadrat Kritis (lihat Tabel Lampiran 3.7).

Prosedur perhitungan dengan menggunakan dengan Metode Uji Chi-Kuadrat adalah sebagai berikut:

(of -2: "


i:l
Keterangan rumus:

Ef)2

(3.29)

bf

X2

: Er :

Parameter Chi-Kuadrat terhitung.

Frekuensi yang diharapkan sesuai dengan pembagian kelasnya.

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Urutkan data dari besar ke kecil atau sebaliknya. Menghitung jumlah kelas. Menghitung derajat kebeasan (Dk) dan 12.,. Menghitung kelas distribusi. Menghitung interval kelas. Perhitungan nilai 12. Bandingkan nilai 12 terhadap 262.,.

Or : n :

Frekuensi yang diamati pada kelas yang sama. Jumlah sub kelompok.

Contoh soal 3.8:


Berdasarkan soal (3.4), soal (3.5), soal (3.6), dan soal (3.7)tentukanlah

Derajat nyata atau derajat kepercayaan (cr) tertentu yang sering diambil adalah 5%. Derajat kebebasan (Dk) dihitung dengan rumus:

: K-(p + 1) K:1+3,3 logn


Dk
Keterangan rumus:

dengan Metode Chi Kuadrat kesesuaian masing-masing distribusi probabilitas (Cumbel, Normal, Log Normal, dan Log Pearson Type lll) terhadap distribusi statistik sampel data yang dianalisis.
Jawaban soal 3.8:

(3.30) (3.31)

1.

Data hujan diurut dari besar ke kecil.

Tabel 3.9 Pengurutan data hujan dari besar ke kecil


No
X,

: P : K : n :
Dk

Denjat kebebasan.
Banyaknya parameter, untuk uji Chi-Kuadrat adalah 2. Jumlah kelas distribusi. Banyaknya data

(mm)

Xi diurut dari besar ke kecil 14't.4


131 ,2

83,00
2
3

125.O0
r

00,30

t25
121 ,2

14"t.40

Teknlk Perhitunqon Dehit Rorxnut lkur<qttrttut Air

HuJon Rencono don lnt?nsltosnyo

37

Tabel 3.9 Lanjutan


No
5

Persentase 80 %
Xi diurut dari besar ke kecil
101,6 100.3

X,(mm)
80,00 101,60 131.20 80,00 96,20 121,200

P(r)
5.

B0%diperolehT:

Px

0,80

1,25 tahun.

6
7

96,2
B3

9 10

80
80

2.

Menghitung jumlah kelas. " Jumlah data (n) : 10. . Kelas distribusi (K) : 1

Menghitung interval kelas a. Distribusi ProbabilitasGumbel. Dengan jumlah data (n) - 10 maka didapatkan nilai: Yn : 0,4952 (Lampiran 3.3). Sn : 0,9497 (Lampiran 3.3).

:1 + 3,3 logl0 : 4,i 5 ke/as.

+ 3,3 log n

Y,:-Ln-Ln,T-1
Yt-Yn

Yt - 0,4952

Sn
Sehingga:

0,9497

3.

,1"

Menghitung derajat kebeasan (Dk) dan y2,, . Parameter (p) : 2. . DerajatKebebasan (Dk) : K-(p + 1) - 5 -(2 + 1):2. o Nilai X2., dengan jumlah data (n) : 10, cr : 5% dan Dk : 2. adalah : 5,99'10 (LihatTabel pada Lampiran 3.7). Menghitung ke/as distribusi.

.
o. o

Kelas distribusi

: ' *100% : 5

2O

olo,

interval distribusi

o T:5; Yt:1,4999 maka K:1,0579. o T :2,5; Yt : 0,6717 maka K : 0,1859. r f : "1,67; Yt : 0,0907 rnaka K: -0,4259. o T - 1,25;Yt : -0,4759 maka K: -1 ,A225. Nilai X : 1A5,97 (lihat halaman 28). Nilai S : 22,37 (lihat halaman 28).
Maka lnterval Kelas: Xr : "105,97 + 22,37 xK
Sehingga:

adalah: 2A"/": 4}"lo:60%: B0% Persentase 20 o/o

P(x): 20%diperolehr

o o

Persentase 4o

: + : ^: : Px a'2o

Xr,

X+SK

5tahun.

P(*)

:
:

4o%diperolehT

: + : +: Px O,4O

2,stahun.

t Xs: 129,6334 mm. ' Xr,- 110,1277 mm. " X,,oz: 96,4425 mm. . X.,,rr: 83,0980 mm. b.
Distribusi Probabilitas Normal. Nilai K, berdasarkan nilai T dari lampiran 5, didapat:

Persentase 60 %
P(x)

60 % diperoleh T

:I :+ Px 0,60

1,6ztahun.

. T:
o T:
llulon
Rencorto don

2,5

maka maka

Kr Kr

: :

0,84. 0,25.

38

Teknik Perhitungon Debit Rencotut llonqunon Air

lnl?nsltil\nvo

J9

. T: o I Nilai X Nilai S

1,67 maka Kr : -0,25. 1,25 maka K, : -0,84. : 105,97 (lihat halam an 29). : 22,37 (lihat halaman 30). X., :X+KrS Xr :105,97 + 22,37 x K,

a)

b)
C)

T: T:
T

d)

maka maka 2,5, 1,67, maka 1,25, maka


5,

Kr Kr
Kr Kr

: : : :

0,8379. 0,1299.
-0,1061
.

-0,2241.

lnterval Kelas:
Sehingga:

Nilai LogX SLogX


lnterval Kelas: Log X,
Sehingga:

: :

2,0165 (lihat halaman 34). 0,0917(lihat halaman 34).

. X, : 124,76 mm. . Xr,, :111,56mm. . Xr,u, : 100,38 mm. . X,,r, : 87,18 mm. c.
Distribusi Probabilitas Log Normal. Nilai K, berdasarkan nilai T dari Lampiran (3.5), didapat:

: :

LogX+KrxSLogX
2,0165 + K, xO,O917

. . . t
6"

X, Xrs X,,u, X,,r,

123.9751 mm. 106.7553 mm.

.5645 mm. 99'06421 mm'


101

maka o J : 2,5 maka r T : 1,67 maka o T : 1,25 maka


Nilai LogX
Nilai S Log
X

o T:5

K, :0,84. Kr :0,25. Kr : -0,25.


Kr

Perhitungan nilai 12.

Tabel 3.10 Perhitungan nilai


Kelas

untuk distribusiNorma/
o,
3

-0,84.

lnterval

Ef

o,-E,
1 1 1

o,

Br)2

Ef
0,5 0,5 0,5 0,0 0,s
2,O

2,0165 (lihat halaman 31). 0,O917 (lihat halaman 32).

> 124,7594
111

2 2 2 2

2
3

,562't-124,7594

I I 2
3

100,3779-111 ,5621

lnterval Kelas: Log


Sehingga:

X, - LogX+KrxSLogX 2,0165 + Krx A,A917


mffl.
rnrn.
rTlm.

87, 18A6-100,3779
5

0
1

< 87,1 806

r0
"trz

t0

y2

t Xu : . Xr,, * t X,.u, : " X,,r, :


d.

124,76 111,56
'100,38

Tabel 3.11 Perhitungan nilai


Kelas

untuk distribusi Log Normal o,


3

lnterval

E,

o,-E,

(of
Ef

Ef)2

87,18

rnm. i
2 3

Distribusi Probabilitas Log pearson Typre lll. Nilai K, dihitung berdasarl"an nilai Ls arau fi ,:, 0,0686 rjan Nilai T untuk berbagai perioda ulang {lihat l.arn;.iiran 3.6a atau Larnpiran 3.6b) adaiah;

> 124,03A6
109,4976-1 24,0306
2

0,s
I

0,s 0.0 0,s 0,5


2,O

98,5228 -149,4976 86,9786-98,5228 < 86,9786

)
')

1
1

0
I

I
l lu

10

10

lekrtik Per ltitrtngon Debil llt,t'u ttttrt l\nt'.iutNut Att

lon Ren(,no

do,

t lttt t,,t\l t ilsnyo

Tabel 3.12 Perhitungan nilai y2 untuk distribusi Cumbel


Kelas

b.

lnierval

El

o,
2 2 2

o,- t,
0 0

(of
Ef

Ef)2

Metode Smirnov-Kolmogorof (secara analitis) Pengujian distribusi probabilitas dengan Metode Smirnov-Kolmogorof dilakukan dengan langkah-langkah perhitungan sebagai berikut: Urutkan data (X,) dari besar ke kecil atau sebaliknya. Tentukan peluang empiris masing-masing data yang sudah diurut tersebut P(X,)dengan rumus tertentu, rumus Weibull misalnya.
P(x,) ' r'

>129,6334
114.1277-129 -6334 96.4425 -110,1277 83.0980-96.4425

2 2

0,0 0,0 0,0 0,5 0,5


1.0

2 3

2 2 2

I
3

I
"t2

1. 2.

<83,0980

10

lo

: n11
i

(3.33)

Tabel 3.13 Perhitungan nilai


lnterval >123,9751
106,7s53-123,9751 101,5645-106,7553 99,06421-101,s64s

untuk distribusi Log Pearson Type lll


E,

Keterangan rumus:

Kelas

or
3
1

(of
Q-E,
1 1

Ef)2

n : jumlah data;

Ef
o.5 0.5 0.5 0.5
2
4.O

i :
3.

nomor urut data (setelah diurut dari besar ke kecil atau

I
2 3

2
2

2
2
a
1

1
1

4
5

<99,06421

2
"!2

r0

r0

4"

7.

Rekapitulasi nilai 12 dany2., untuk 4 distribusi probabilitas.

sebalinya. Tentukan peluang teoritis masing-masing data yang sudah diurut tersebut P'(X,) berdasarkan persamaan distribusi probabilitas yang dipilih (Cumbel, Normal, dan sebagainya). Hitung selisih (AP,) antara peluang empiris dan teoritis untuk setiap data yang sudah diurut: (3.34) aP : P(X,)- P',(X,)

Tabel 3.14 Rekapitulasi nilai


Distribusi Probabilitas
Normal
Los Normal
12

dan y2,,
X,O

5.
Keterangan

terhitung
2.O 2,O

5.99 0 5,99 0 5.99 0


5"99 0

Diterima Diterima Diterima Diterima

6.

Tentukan apakah AP, ( AP kritis, jika "tidak" artinya Distribusi Probabilitas yang dipilih tidak dapat diterima, demikian sebaliknya. AP kritis lihat Tabel pada Lampiran (3.8).

Cumbel

1,0
4.O

los Pearson Tvoe lll

8.

Berdasarkan Tabel (3.14) semua distribusi probabilitas memiliki nilai x' X'.,, maka dapat disimpulkan bahwa semua distribusi tersebutdapatditerima, namun yang paling baik untuk menganalisis

seri data hujan pada soal 3.4 adalah Distribusi Probabilitas


Gumbel.

Contoh soal 3.9: Diketahui data hujan seperti tercantum dalam kolom 2 Tabel (3.6) soal 3.5. Tentukanlah apakah Distribusi Probabilitas Normal seperti yang diuraikan dalam soal 3.5 dapat diterima jika diuji dengan Metode Smirnov-Kolnrogorof.

42

leknik Perhitungon Debit Rencona lknryur'run Ait

I lt t j rtt

t ll..tt'

(il

tu

1 (h

il t l n l.' t t,,t l u,,nvt t

lawaban soal3.9:

Kolonr (5)

Tabel 3.15 Perhitungan uii distribusi dengan Metode SmirnovKolmogorof untuk soal 3.9 (0 xi Plxii AP I P(XD
(1)

peiuang teoritis : 1-luas di haw; li ki;rve norrriai sesuai dengarr nilai f(t), yang ciitentukan dengan Tabel pada Lampiran (3.9). Contoh: .1,58 maka luas wilayah di bawah untuk nilai f(t) : kurve normaladalah 0,9429. Sehingga nilai kolom (5) baris (1) : 1 -0,9429: 0,06. Demikian seterusnya untuk baris berikutnya cara perh itungannya adalah sama.

''

(2).:

(3)

(4)

(5)

(6)=(sx3)
-0.03 -0,05 -0,08
-0,'t2

l4-1,4
2 3

0,09
0,18

'L58
1,1 3

0,06
0.1

t31 ,2 125,O 121,2

o,27
0,36 o,45 0.55 o,64 o,73 0,82
0.91

0,85 0,68 -o,20


-o,25 -o,44

o,20 o,25 0,58 0,60

4
5

l0r ,6
r00.3
96,2 83,0

o,12 0,05 0,03 o,12 0,06


-0.03

6
7

. . r .

Kolom (6)

(APr)

kolom (5)- kolom (3).

o.67
0.85 0,88 0.88

Berdasarkan Tabel (3.15) dapat dilihat bahwa: Simpangan maksimum (AP maksimum) O,12. jumlah (derajat data 10 dan a kepercayaan)adalah 5% maka Jika dari Tabel pada Lampiran 9 didapat AP kritis 0,41.

8
9

-t,o3
1,16

80,0
80,0

r0

t.16

Keterangan Tabel (3.1 5):

" . . "

Kolom (1) Kolom (2) Kolom (3) Kolom (4)

: : :

nomor urut data. data hujan diurut dari besar ke kecil (mm).

peluang empiris (dihitung dengan


Weibull). untuk Distribusi Probabilitas Normal

persamaan

Jadi AP maksimum < AP kritis. Oleh karena itu, Distribusi Probabilitas Normal dapat diterima untuk menganalisis data hujan pada soal 3.5.

Contoh soal 3.'10:

Xr:f +KrS; sehingga X, -f. : *r^ *; atau K, ,a, ------:-, ,S 5 : (0. di mana Kr
Untuk soal 3.5:

Diketahui data hujan seperti tercantum dalam kolom 2 Tabel (3.7) soal 3.6. Tentukanlah apakah Distribusi Probabilitas Log Normal seperti yang diuraikan dalam soal 3.6 dapat diterima jika diuji dengan Metode Sm i rnov-Kol mogorof.
Jawaban soal 3.10:

Nilai X Nilai S

105,97 mm (lihat halaman 29). 22,37 (lihat halaman 30).

Tabel 3.16 Perhitungan uji distibusi dengan Metode SmirnovKolmogorof untuk soal 3.t0
Log Xi
P(XD

(0
(4) 1,46
1.11
O,BB

P(xi)
(s)

AP
(6) = (s)-(3)

Contoh untuk kolom {5) baris ('l);


r10

(1)

(2)

(3)

: 141,4-'1O5,97 :
22,37

2,1504

0,09
0,1 8

1,58.

0,07 0,13 0,r 9 0.24 0.54

-o,o2

2 3

2,1179 2,0969

-o,05 -0,08 -0.13 0.09

0,27 0,36 o,45

Demikian seterusnya untuk baris berikutnya cara perh itungannya adalah sama.
feknik
Pt,t

2,0828

o,72
-0.10

,5

2,0069

ltitttnqon Debit Rent tutrr lltttr":t ttilnt At t

Hujon Rut<uxt dun lnl?ntilosnyo

j'l

45
.'',,

Ii;r,l'.,r

,t'rtt

r-r(I

Tabel 3.16 Laniutan


I

Log Xi (2)

P(Xi) (3)

(0
(4) -o,17

P',(Xi)

AP
(6) = (s)-(3)

(1) 6 7 o 9

Demikian seterusnya untuk baris berikutnya cara perhitungannya adalah sama.

(s)

2,0013
9832 r,9191 r.9031 r.9031

0,55 0,64 0,73 0,82


0,91

o,43 0,36 0,86 0,89 0.89

-0,1|
-0,28
0.1 3

. . o r

Kolom (6)

(APJ

kolom (5)- kolom (3).

-0,36 1.06
1.24

Berdasarkan Tabel (3.16) dapat dilihat bahwa: Simparrgan maksimum (AP maksimum) 0,28. Jika jumlah data 10 dan cr (derajat kepercayaan) adalah 5% maka dari Tabel pada Lampiran 9 didapat Ap kritis 0,41.

0,o7
-0.02

l0

't,24

. o r .

Keterangan Tabel (3.1 6):

Kolom (1) Kolom (2) Kolom (3) Kolom (4)

nomor urut data. nilai log hujan diurut dari besar ke kecil (nrm).

peluang empiris (dihitung dengan

persamaan

Jadi AP maksimum < Ap kritis. oleh karena itu, Distribusi Probabilitas Log Normal dapat diterima untuk menganalisis data hujan pada soal 3.6.

Weibull). untuk Distribusi Probabilitas Log Normal Log X, : L"g X + K, x S Log X; sehingga

Contoh soal 3.11:

SLogX di mana Kr : (t).


Untuk soal 3.6:

KT:

Log

X,

- Log X

;atauK,'

LogX,

-X'

SLogX

Diketahuidata hujan sepertitercantum dalam kolom 2 Tabel (3.7)soal 3-7. Tentukanlah apakah Distribusi Probabilitas Log pearson Type lll seperti yang diuraikan dalam soal 3.7 dapat diterima jika diuji dengan Metode Sm i rnov-Kol mogorof.

lawaban soal 3.11:


Tabel 3.17 Perhitungan uii distribusi dengan Metode SmirnovKolmogorof untuk soal 3.1I
I

Nilai LogX : 2,0165 mm (lihat halaman 31). Nilai S Log X : 0,0917 (lihat halaman 32). Contoh untuk kolom (5) baris (1):
161

l-og Xi (2\

P(xi)
(3)

f(r)
(4)

P',(Xi)

AP

_ 2,1s!!19!:1,46.
o,0917

(1)
1

(5)

(6)=(sH3)
-0.o1

Demikian seterusnya untuk baris berikutnya cara


perh itungannya adalah sama.

2
3

Kolom

(5)

- Iuas di bawah kurve normal sesuai dengan nilai f(t), yang ditentr:kan dengan
peluang teoritis
1

4
5

2,1504 2,'t179 2.0969 2,0828 2,0069


2,OO13

6
7
B

0,09 0,18 o,27 0,36 o.45 0,55

1,46
1_r1

0,08 0,12 0,19 o,24 0,53 0,56 o,62 0,86 0,89 0.89

-0,06 -0,08
-o,12

0,88
o,72

o,10 4,17
-0,36 -1,06
1.24

0,08
0,01 -0,01
0,1 3

Tabel pada Lampiran (3.9). Contoh: untuk nilai f(t) : 1,46 maka luas wilayah di bawah kurve normal adalah 0,9429. Sehingga nilai kolom (5) baris (1) : 1 -0,9278 :0,A7
46

1,9832
1,9191 1,9031 1.9031

o,u
o,73 0,82 0,9r

9
10

o,07
-o,02

1,24

Teknik Perhitungon Debit Renrutttt lkurqrttnur Air

HuJon Rencotn diln

lttlrnlllt,\nw

47

Keterangan Tabel (3.1 7):

Berdasarkan Tabel (3.17') dapat dilihat bahwa:


a

r . .
o

Kolom ('l) Kolom (2) Kolom (3) Kolom (4)

nomor urut data. nilai log hujan diurut dari besar ke kecil (mm). peluang empiris P(X) (dihitung dengan persamaan Weibull). untuk Distribusi Probabilitas Log Pearson lll
Log

Simpangan maksimum (AP maksimum) 0,13. jumlah data 10 dan cr (derajat kepercayaan) adalah 5% maka Jika dari Tabel pada Lampiran 9 didapat AP kritis O,41.

X,

Log

f+ K, x S L<lg X; sehingga

Jadi aP maksimum < AP kritis. OIeh karena itu, Distribusi Probabilitas Log pearson Type lll dapat diterima untuk rnenganalisis data hujan pada soal 3.2.
Contoh soal 3.12: Diketahui data hujan seperti tercantum dalam kolom 2 Tabel (3.6) soal 3.4. Tentukanlah apakah Distribusi Probabilitas Cumbel seperti yang diuraikan dalam soal 3.4 dapat diterima. jika diuji dengan Metode Smirnov-Kolmogorof.
Jawaban soal 3.12:

SLogX di mana K, : f(0.


Untuk soal 3.7:

K_:

Log

X,

- Log X

;atau*,: '

L98Xi -X' SLogX

Cs : 0,0686. Contoh untuk kolom (4) baris (1):


fq11

Nilai Log{ : 2,0165 mm (lihat halaman 34). Nilai S Log X : 0,0917 (lihat halaman 34).

Tabel 3.18 Perhitungan uji distribusi dengan Metode SmirnovKolmogorof untuk soal 3.12
I

2,1594 -.2,O165

o,o917

1,46.

xi
(2)
141 ,4 131 ,2

Pfii)
(3)

f(o
(4)

P(Xi)
(s)

AP

Demikian seterusnya untuk baris berikutnya cara perhitungannya adalah sama.

(1)
1

(6)= (sF(3) 0,03

0,09

1,58
1,1 3

o,12 0,18 o,22 o,25


0.51

2 3

0,tB
o,27 o,36 0,45 0,55 o.64
o,73 o,a2
0.91

0,00
-0,05
-4,12

Kolom (5)

ditentukan berdasarkan nilai Cs dan Nilai K, atau f(t) pada Tabel Lampiran (3.6a atau 3.6b). Contoh angka pada kolom (5) baris (1): untuk nilai f(t) : "1,46 dan Cs : 0,0686 atau

125
121 ,2

0,85

4
5

0,68
-o,20 -o.25

101,6
r

0,06
-0,01 -0,o2

6 o 9 10

00,3

0,53 o,62 0,72 o,74 0,74

96,2 83,0 80,0 80.0

4,44
1,03 1,16

Cs

0,1 diperoleh persentase peluang teoritis

0,00 -0,08 -4.17

terlampaui P'(X) dengan cara interpolasi nilai pada tabel Lampiran 6 : 7,9"1o atau 0,08.

1,16

Keterangan Tabel (3.1 B):

Demikian seterusnya untuk baris berikutnya cara perhitungannya adalah sama.

Kolom (6)

(APr)

kolom (5)- kolom (3).

. . .

Kolom (1) Kolom (2) Kolom (3)

nornor urut data. data hujan diurut dari besar ke kecil (mm). peluang empiris (dihitung dengan persamaan Weibull).

48

Teknik Perlitungon Deblt Rcnunru llotrgurton Alr

HuJon Rencono dort

lntnnltusrryo

Kolom (4)

pel uan g teoritis berdasarkan Distri busi Probabi I itas

o c.

Gumbel

Xr:f

+SxK;

sehingga
,

Jadi AP maksimum < AP kritis. Oleh karena itu, Distribusi Probabilitas Cumbel dapat diterima untuk menganalisis data hujan pada soal 3.4. Metode Smirnov-Kotmogorof (secara grafis) Selain dengan cara analitis yang telah diuraikan di atas, pengujian Distribusi Probabilitas dengan Metode Smirnov-Kolmogorof .juga dapat dilakukan secara grafis dengan langkah-langkah berikut (lihat Cambar 3.4).
Urutkan data (Xi) dari besar ke kecil atau sebaliknya. Tentukan peluang empiris masing-masing data yang sudah diurut tersebut P(X,) dengan rumus tertentu, rumus Weibull misalnya.
P(X,) ,t

X'-f , K:X'-X:atauK- -s
t.---3-rqtqur\-

di manaK:f(0.
Untuk soal 3.4: Nilai X : 1o5,g7 mm (lihat halaman 28). Nilai S : 22,37 (lihat hataman 2B). Contoh untuk kolom (5) baris (1):

1. 2.

(0: 141,4-145,97 :
22,37

1r5B

Demikian seterusnya untuk baris berikutnya cara perhitungannya adalah sama.

n+1

(3.35)

Kolom

(5)

Keterangan rumus:

ditentukan berdasarkan nilai ':1

!n,

Sn, dan K atau

ffi:I:?JJ',;,1$t,l',,,"', f(t) : 1,58; Yn : 0,4952i5,:0,9497 nilai untuk


maka: berdasarkan persamaan (3.20) didapat nilai

t:f

n : i :
3.

.iumlah data.

nomor urut data (setelah diurut dari besar ke kecil atau


sebaliknya.

Yt : 1,999. Kemudian berdasarkan persamaan (3.21) atau interpolasi berdasarkan Kertas Probabilitas Cumbel maka untuk Yt - 1,999 dapat dihitung T : 8,29 tahun, sehingga dapat dihitung selanjutnya peluangteoritis P'(X) : 1lT - 118,29 : 0,12. Demikian seterusnya untuk baris berikutnya cara perhitungannya adalah sama.

. o o

Kolom (6)

(APr)

kolom (5)- kolom (3).

Berdasarkan Tabel (3.18) dapat dilihat bahwa: Al7. Simpangan maksimum (AP maksimum) (derajat jumlah kepercayaan) adalah 5% maka data 10 dan ct Jika

Plot masing-masing nilai P(X,) di atas Kertas Probabilitas sebagai absis dan nilai Xi sebagai ordinat yang sudah diskala sedemikian rupa sehingga menjadi titik-titik koordinat. 4. Kemudian di atas sebaran titik-titik koordinat tersebut ditarik kurve atau garis teoritis. Persamaan garis teoritis merupakan persamaan Distribusi Probabilitas yang telah dihitung. 5. Hitung nilai peluang teoritis P'(X,) untuk masing-masing data (X,). Caranya adalah dengan menarik garis horizontal dari setiap titik koordinat menuju ke garis toritis. Contoh: titik koordinat ke-3, peluang empirisnya P(Xr), dari titik ini ditarik garis jorisontak sampai bertemu garis teoritis kemudian dari titik pertemuan ditarik garis vertikal ke bawah sehingga didapat nilai P'(Xr).

dariTabel pada Lampiran 9 didapat AP kritis

0,41.
HuJon Rcncono don

Teknik Perhltungan Debtt Rencono Bangunan Air

lnt?ntltosnyo

5l

(r.

lliturrg selisih
AP,

(AP,) antara peluang

untuk setiap data (Xi) yang sudah

P(Xi)-

P',(Xi)

ernpiris P(X,) rian teoritis P'(X.) diurut:


(3.36)

lntensitas hujan rencana di satu titik waktu"

I (mm/jam)
Intensitas hujan pada
satu

Contoh: untuk titik koordinat ke-3: AP,


7.
B.

P(Xr)

- P'(X3)

Tentukan APiyang paling makslmum. Tentukan apakah AP nraksimum{ AP kritis, jika "ticiak' artinya Distribusi Probabilitas yang dipilih tidak dapat diterima, demikian sebaliknya. AP kritis lihat Tabel pada Lampiran 8.
(xr)

titik waktu

t (waktu)
Cambar 3.5 Kedalaman hujan rencana di satu titik waktu pada Curve IDF
Garis teoritis
b.

Ketinggian hujan rencana yang terdistribusi dalam hujan jamjaman (hietograf hujan rencana).

X(mm)

F'(X:)
Cambar 3.4
S,&etsa

P(Xr)

Ketinggian hujan pada

----+

P(X;) atau P'(X;)

saat t1, t2, t3 dst

Uji Smirnov-Kolmogorof Secara Crafis dengan


Kertas Probabilitas

3.6

INTENSITAS HUJAN RENCANA

Data hujan rencana yang diperlukan dalam perhitungan debit rencana dapat berupa:
Gambar 3.6 Hietograf hujan rencana
Kurve yang ditunjukkan dalam Gambar 3.5 sering disebut Curve I DF (/ntens ity-Du ration-F requency Curve). Kurve in i menggambarkan hubungan antara intensitas hujan, durasiatau lama hujan, dan frekuensi

hujan atau periode ulang.


52

Tbknik Perhitungon Debit Rc'rtcutru lkut<truron Air

ht Jon Renr ontt dtttt htl etttlI

rntyo

Nilai intensitas hujan rencana yang diperoleh dari Curve IDF <liperlukan dalam metode perhitungan debit rencana non hidrograf,
contohnya Metode Rasional. lntensitas hujan atau intensitas hujan rencana dapat dikatakan sebagai ketinggian atau kederasan hujan per satuan waktu, biasanya dalam satuan (mm/jam) atau (cm/jam).
Jika volume hujan adalah tetap, maka intensitas hujan akan ma-

Data hietograf hujan rencana diperlukan bila debit rencana dihitung dengan lvletode Hidrograf.
Jika yang tersedia adalah data hujan harian atau hujan rencana

maka hietograf hujan dapat disusun dengan Model Seragam dan Model segitiga. sedangkan jika yang tersedia adalah data intensitas hujarr maka hietograf hujan dapat disusun dengan Model Alternating Block Method (ABM).

kin tinggi seiring dengan durasi hujan yang makin singkat, sebaliknya intensitas hujan makin rendah seiring dengan durasi hujan yang makin
lama.

a.

Di samping itu, berkaitan dengan intensitas hujan rencana, tinggi intensitas hujan rencana akan makin besar seiring dengan periode ulang yang makin besar.

Curve IDF Terukur Penurunan Curve IDF terukur, seperti telah diuraikan sebelumnya, memerlukan data hujan jangka pendek. Jika data hujan tersebut sudah tersedia maka perhitungan Curve IDF dapat dilakukan dengan iangkah-langkah sebagai berikut:
1

Data yang diperlukan untuk menurunkan Curve IDF terukur adalah data hujan jangka pendek, seperti hujan 5 menit, 1O menit,30 menit, 60 menit, dan data hujan jam-jaman. Kemudian persamaan regresinya dapat didekati dengan beberapa rumus seperti rumus Talbot,

2. 3. 4.

Ubah'data hujan dengan durasi menitan atau jaman menjadi data intensitas hujan menitan atau jaman. Hitung nilai rata-rata data intensitas hujan pada setiap durasi. Hitung standar deviasi data intensitas hujan pada setiap durasi. Hitung dan rekap nilai intensitas hujan rencana pada setiap durasi ciengan berbagai periode ulang berdasarkan distribusi probabilitas, seperti: o Gumbel. . Normal. c Log Pearosn Type lll dan yang lainnya. Plot nilai intensitas hujan rencana sebagai ordinat dan durasi sebagai absis, sehingga diperoleh sebaran data koordinat. Berdasarkan sebaran data koordinat tersebut kemudian dihitung persamaan garis regresi Curve IDF dengan rumus: o Talbot. . lshiguro. . Sherman. Pilih satu diantara tiga rumus pada butir (6) sebagai rumus regresi paling sesuai berdasarkan nilai standar deviasi terkecil.

lshiguro, dan Sherman.


Jika data hujan jangka pendek tidak tersedia, dan yang tersedia adalah data hujan harian maka persamaan regresi Curve IDF dapat

diturunkan dengan Metode Mononobe.

Selain itu, metode Van Breen juga dapat digunakan untuk menurunkan Curve IDF yang didasarkan pada hujan harian. Namun dalam penentuan persamaan regresinya, metode Van Breen memerlukan Curve IDF terukur, disarankan dari daerah pengaliran terdekat,

5. 6.

sebagai pembanding bentuk curve.

Crafik yang ditunjukkan dalam Gambar (3.6) adalah ketinggian hujan yang terdistribusi sebagai fungsi waktu, misalnya dalam bentuk hujan jam-jaman atau disebut dengan hietograf hujan.

7.

54

leknlk Ferhltungon Deblt Rettcotro Bongunon Alr

lttjtttt lletx rnvt thttr lttl r.tt!.iltttttytt

55

Contoh soal 3.13:

Jika diketahui data hujan menitan seperti Tabel 3.i9, tentukanlah


Curve IDF dari data hujan tersebut. Tabel 3.19 Ddta huian menitan dalam kurun waktu l0 tahun
(1)

Tabel 3.20 Perhitungan intensitas huian


No Tahun
-)

lntensitas hufan (mm/jam) tiap menitan


10 (4) 150 132 15

30
(6)

60

120
(8)
26,O 23,O 24,O

(2)

(3)

(s) 120 100

(n
45
39

No

Tahun
5

Curah hufan (P) dengan durasi huian menitan

'|

2000
2001

252
132

70 62

lo
(4) 25 22

t5
(s) 30 25 28 24 25
23 28 32 35

30
(6) 35
31

60
(7)

120
(8) 52

2
3

2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009

264
252 324

144 120

112
95 100 92

@
56 64 56 68
72 78

42
35

(1)
1

Q\
2000
2001

(3)
21 11

4
5

20,5 23,5 22,5 24,5


25,O

45 39 42
35

't26

39 36
41

2 3

46
4B
41

6
7

2U
'r

1I4
144
168

2002
2003

22
21

24 20
2'.1

32
2B

B0

4
5

8 9
10

276 240

112 128
140 156
1

43

2004
2005

27
'17

32 28 34 36
39

39 36
41

174

47
50 417
41 .7

26,5
28,O

6
7

'r9 24 28 29

45

2006
2007 2008 2009

15

49 50
53

lumlah intensitas
lntensitas rata-rata

324 2448
244,8

216
1488

86 676 67.6

156

243,5 24.3s

23

43

I4B,B

1r 5.6

I
t0

20 27

47 50

l6

39

43

56

Keterangan Tabel (3.20):

Jawaban soal 3.13:

Contoh perhitungan intensitas hujan kolom (3) baris


berdasarkan persamaan (3.37). angka 252 mm/)am diperoleh dari 21 x 60 / 5; di mana: durasi (menitan). angka 21 P (mm) dan angka 5

(1)

1.

Data hujan pada Tabel (3.19) dirubah menjadi intensitas hujan dengan rumus:

t:P/t
Keterangan rumus: | intensitas hujan (mm/menit);

8.37)

o 2.

: jumlah intensitas/jumlah data; dalam hal jumlah ini data adalah 10 buah.
lntensitas rata-rata

durasi hujan (menit).

Agar satuan I menjadi mm/jam maka persamaan (3.36) ditulis sebagai berikut: (3.38) | : P l(t/60) atau I : P x 60/t
Keterangan rumus:

Menghitung standar deviasi intensitas hujan (S) Cara perhitungan standar deviasi intensitas hujan (S) dilakukan seperti Tabel (3.21).
Tabet 3.21 Perhitungan standar deviasi intensitas huian

| t

: :

No

Thn
5

tntensitas hujan (mm/jam) tiap menitan 10


15

intensitas hujan (mrn/jam). durasi hujan (menit).

30

.0Ol

ll

:I20

(1)
1

(2)

(3)

.
1.44 282,24 23,04 829,44 19,36 243,36
12,96

(8).,. 2,72
1,82

Hasil perhitungan intensitas hujan berdasarkan persamaan (3.37)


terhadap data Tabel (3.19) adalah:

2000 2001 2002 2003

51,84 12723,84 368,64


51

5,76 3l ,36 12,96 134,56

10,89 7,29 0,09 44,89

)
3

o,12
14,82

,84

384,16

56

Teknik Perhitungon Debit Rt,ncttno Bongunon Ait

HuJon Rencarn clon lntensltosnyo

57

Tabel 3,21 Lanjutan


No Thn
f,

Keterangarr Tabel (3.22):

lntensitas hujan (mm/jam) tiap menitan


10 (4)

l5
(5)

30
(6)

60
(7)

720
(8)

(1)
5

(2)

(3)

. . .

Angka 244,8lihat kolom (3) baris (12) Tabel (3.20). Angka 60,19 lihat kolom (3) baris (12) Tabel (3.21). Nilai K dihitung dengan rumus:

2004 2005

6272,64 1664,64
4199,O4

519,84 1211,04 23,04 368,64 635,04

243,36 556,96
12,96

6 7 8 9

12,96 't34,56 0,16 19,36

7,29 32,49 o,49 1,69


28,O9

o,72 3.42 0,o2 o,42 4.62


13,32

2006
2007 2008 2009
Jumlah

Y,=Yn (lihatpersamaan 3.2o; persamaan 3.21


sn

serta

973,44 23,04 6272,64


32601 ,6

153,76 595,36 1632,16 3854,4 20,69

108,r6
338,56 798,4 9,42

'r0

4s15,84
8409,5

68,89
202,1

42,03 2.16

Tabel pada Lampiran 3.3 dan Lampiran 3.4). Hasil perhitungan nilai K untuk jumlah data 10 dan beberapa periode ulang adalah: Tabel 3.23 Ni/ai K untuk berbagai T dengan iumlah data t 0 buah
T (tahun)
2 5

Standar deviasi

60,19

to,57

4,74

Keterangan Tabel (3.21): Angka 51 ,84 pada kolom (3) baris (1) dihitung dengan cara:

Yn

Sn

Yt

(zsz 244,8f :
Di mana:

s1,84

10

0,50 0,50 0.50


0,50

0,95

o,37

-o,'14

0,9s
0,95 0,9s 0,9s 0,95

t,50
2,2s 2,97 3,20 3.90

1,06 1,85
2,61 2,Bs

angka 252 lihat Tabel 3.20 kolom (3) baris (1). angka 244,8lihat Tabel (3.20) kolom (3) baris (12). Angka standar deviasi 60,19 pada kolom (3) baris (12) di-

20 )q 50

0,50 0,50

3,59

4.

hitung dengan cara:


adalah jumlah data.

#o'

:60,19; di mana angka

'10

Menghitung intensitas hujan rencana (mm/jam) durasi dengan Metode Cumbel.

l0

menit

3.

Menghitung intensitas hujan rencana (mm/jam) durasi 5 menit dengan Metode Cumbel.

Tabel 3.24 Perhitungan intensitas huian rencana durasi 10 menit dengan Metode Cumbel
Periode ulang T (tahun)
1

lntesnsitas hujan rata-rata


48,BO
4B,BO

Standar deviasi 30,57 30,57 30,57 30,57 30,57 30,57

lntensitas hujan rencana (mm) 144,67 lB1,'l 6 205,32 228,49 235,85 258.49

Tabel 3.22 Perhitungan intensitas hujan rencana durasi 5 menit dengan Metode Cumbel
Periode ulang T (tahun) lntesnsitas hujan rata-rata 244,80
244,8O

-o,14 1,06

lo
20
25

48,80 48,80
4B,BO 4B,BO

1,85
2,61

Standar deviasi 60.19


60,1 9 60,1 9

lntensitas hujan rencana (mm) 236,66


308,51

2.85 3.59

)
5

-o,14

50

t,06
1,85 2.61

10

244,80 244,80 244,80 244.80

356,08
401 ,7',!

20
25

60,19
60,1 9 60,1 9

2,85
3,59

416,19 460,78

50

58

Teknlk Perhltungon Deblt Rencono Bongunon Alr

llrtJon Rencono don l,tl r,,hlt

ovtp

59

Keterangan Tabel (3.24):

Keterangan Tabel (3.26):

. . . 5.

Angka 148,80 lihat kolom (4) baris (12)Tabel (3.20). Angka 30,57 lihat kolom (4) baris (12) Tabel t3.21)" Nilai K diambil dari Tabel (3.23).

. . . 7.

Angka 67,60 lihat kolom (6) baris (12) Tabel (3.20). Angka 9,42lihat kolom (6) baris (12) Tabel (3.21). Nilai K diambil dari Tabel (3"23).

Menghitung intensitas hujan rencana (mm/jam) durasi 15 menit dengan Metode Cumbel.

Menghitung intensitas hujan rencana (mm/jam) dengan durasi 60 menit dengan Metode Cumbel.

Tabel 3.25 Perhitungan intensitas huian rencana durasi 15 menit dengan Metode Cumbel
Periode ulang T (tahun) lntesnsitas hujan rata-rata
1 1 1

Tabel 3.27 Perhitung,an intensitas hujan rencana durasi 60 menit dengan Metode Cumbel
Periode ulang T (tahun)
2 5

Standar deviasi 20,69 20,69 20,69 20,69 20,69 20,69

K -o,"t4

lntensitas hujan rencana (mm)


1

lntesnsitas hujan rata-rata


41

Standar deviasi

lntensitas huian rencana (mm)


41 .06

)
5

5,60 5.60 5,60 s.60 5,60

12,80

,70 ,70 ,70

1,06 1.85
2.61

137,51

41 ,7O 41 41

10

153,86 169,55 174,53 189.86

10

20 25 50

I 5,60
1 1

20
25

2,85 3.59

41 ,74 41 ,70

50

4,74 4,74 4,74 4,74 4,74 4,74

-o,14

t.o5
t -85 2.61

46,72 50,46 54.05


55,1 9

2,85 3,59

58,70

Keterangan Tabel (3.25):

Keterangan Tabel (3.2 7):

. . o 6.

Angka 1 15,60 lihat kolom (5) baris (12) Tabel (3.20). Angka 20,69lihat kolom (5) baris (12)Tabel (3.21). Nilai K diambil dari Tabel (3.23).

. . .
B.

Angka 41 ,70 lihat kolom (7) baris (12) Tabel (3.20). Angka 4,74 lihat kolom (7) baris (12) Tabel (3.21). Nilai K diambil dari Tabel (3.23).

Menghitung intensitas hujan 'encana (mm/jam) durasi 30 menit dengan Metode Cumbel.

Menghitung intensitas hujan rencana (mm/jam) durasi 120 menit dengan Metode Cumbel.

Tabel 3.26 Perhitungan intensit;r-s hulan tncola durasi 30 menit dengan Metode Cumbel
Periode ulang T (tahun)
2 5

Tabel 3.28 Perhitungan intensitas hujan rencanadurasi 120 menit dengan Metode Cumbel
Periode ulang T (tahun)
2 5

lntesnsitas hujan rata-rata 67,60 67,60 67,60 67,60 67,60 67,60

Standar dqviasi 9,42 9.42

v
-0, !4

lntensitas hujan rencana (mm) 66,33 77.57


85.01

lntesnsitas hujan rata-rata 24,35 24,35 24,35 24,3s 24,35 24,35

Standar deviasi

lntensitas hujan rencana (mm) 24.06 26,64 28,3s 29,98 30,s0 32,10

1,06 85
2,61

2,16 2,16
2,16 2,16

4,14
1,06
1,85 2,61

10

10

,r12

20
25

9,42 9,42 9.42

92,16 94.42 101.40

20
25

2,85 3.59

50

50

2,16 2.16

2,85 3,59

60

Teknlk Perhitungon Deblt Rerrono Bongunan Air

lluJort Rux orttt rhut

ltrl

t,trJl utrtyo

Keterangan Tabel (3.28):

o o o g.

Angka 24,35lihat kolom (8) baris (12) Tabel (3.20). Angka 2,16 lihat kolom (8) baris (12) Tabel (3.21). Nilai K diambil dari Tabel (3.23).
450,00 400-00

koordinat. Jika kemudian ditarik garis diantara koodinat tersebut akan tergambar kurve intensitas untuk berbagai periode ulang seperti yang ditunjukkan dalam Cambar (3.7).
i

Rekapitulasi intensitas hujan rencana dengan berbagai periode ulang dan durasi hujan (dariTabel 3.22 sld tabel 3.28).

Tabet

3.29 Rekapitulasiintensitas huian rencana dengan berbagai


periode ulang dan durasi hulan
Periode lntensitas huian (mm{am) tiap menitan
5 (3)

(! {3 c L
E

350,00 300.00 250,00

(,,

No

ulang T
(Iahun)

.6
t20
(8)

(I,

2,0'co
rso.oo roo,oo

10
(4)

15 (5)

30
(6)

60

(1)
I 2 3

(2)
2

(n
41,06 46,72 50,46 54,05 55,19
sB.7A

O tr '-

236,66
308,51

144,67 181,16 205,32 228,49 235,85

112,80
't37,51

66,33 77,57
85,01

24,06 26,64 28,35 29,98 30,50 32,'tO

10

356,08
401 ,71

153,86
r

4
5

20
25

69-55

92,'t6
94,42 101,40

416,19 460.78

174.53 1B9,86

50

258.49

Keterangan Tabel (3.29):

o o

r
62

Angka-angka kolom (3) dari dari baris (1) s/d (6) atau dari periode ulang 2 s/d 50 tahun Tabel (3.22). Angka-angka kolom (4) dari baris (1) s/d (6) diperoleh dari Tabel (3.24). Angka-angka kolom (5) dari baris (1) s/d (6) diperoleh dari Tabel (3.25). Angka-angka kolom (6) dari baris (1) s/d (6) diperoleh dari Tabel (3.26). Angka-angka kolom (7) dari baris (1) s/d (6) diperoleh dari Tabel (3.27). Angka-angka kolom (8) dari baris (1) s/d (6) diperoleh dari Tabel (3.28). Jika angka-angka durasi hujan diplot sebagai absis dan angkaangka intensitas sebagai ordinat maka akan terbentuk sebaran
Teknik Perhitungon Deblt Rencctno Eongunon Alr

Gambar 3.7 Kurve intensitas hujan rencana terukur untuk soal 3.l

10. Persamaan Regresi Curve IDF Terukur. Persamaan regresi kurve intensitas yang ditunjukkan dalam
Cambar (3.7) dapat didekati dengan rumus: o Rumus Talbot. o Rumus lshiguro. o Rumus Sherman. Ketiga rumus di atas mengandung tetapan-tetapan yang dihitung berdasarkan sebaran data (koordinat dalam Cambar 3-7), yang akan ditentukan garis regresinya.

HuJon Rerrcotn

tfu nt I trt

t,usl tosnyo

63

Setelah diperoleh nilai tetapan-tetapan masing-masing rumus kemudian dilanjutkan dengan perhitungan nilai standar deviasi. Rumus yang memiliki standar deviasi terkecil adalah rumus yang paling sesuai sebagai persamaan regresi Curve IDF terukur.

adanb

Di bawah ini akan diuraikan rumus Talbot, lshiguro, dan

Sher-

f).--w
. _ (,*
(r

tetapan.

jumlah data.
(3.43)

(r')- (r' * f)* (r )

man serta contoh perhitungan tetapan maupun standar deviasi, khususnya untuk intensitas hujan rencana periode ulang 2 tahun pada contoh soal 3.13. Proses perhitungan tetapan dan standar deviasi untuk periode ulang yang lain adalah sama, namun dalam buku ini tidak ditampilkan, hanya hasil perhitungannya yang ditampilkan.
11. Rumus Talbot, lshiguro, dan Sherman.

"-w o
^_
)*

(" J, )N * (l' *"/i)

(3.44)

Rumus Sherman
a tn

t:
I t
Loe

(3.4s)

Rumus Talbot

l: a I t

(3'39)

t+b

: : adan n :
u

Keterangan rumus: intensitas hujan (mm/jam). durasi hujan (menit atau jam). tetapan.

Keterangan rumus: intensitas hujan (mm/jam). durasi hujan (menit atau jam).

: :

(Loe

I)x (Loet

- (Loe t x Loe

N x (t ogt

F 6rs, ).

r)x (Loet ) (Lrs, )

(3.46)

adanb
N

tetapan.

jumlah data.
xt )x (r')- (,' *t)*
(r)

,_
(3.40)

(Log

I)x (Logt )- N x (Log t x Log r)

a:

(t

Nx(12) (l)x(l)
(3.41)

b:
a

(l)x(txl)-Nx(12 xt) Nx(12) (r)x(l)


Rumus lshiguro

N x (Logt Y - @oel- )x (rogt ) 12. Perhitungan tetapan untuk periode ulang 2 tahun Tetapan (a, b, dan n) pada rumus (3.38) sld (3.46) dihitung dengan cara /east square seperti yang disajikan dalam Tabel (3.30). Berdasarkan Tabel (3.30) selanjutnya dapat dihitung tetapan-tetapan rumus sebagai berikut.

8.47)

.
(3.42)

Tetapan Rumus Talbot

l:
| t

./[+b

a:

(t *r )* (r')- (r' * t)* (r )


N x (t'?X t) x

(l)

Keterangan rumus: intensitas hujan (mm/jam). durasi hujan (menit atau jam).

: :

Berdasarkan data pada Tabel 3.30 kemudian tetapan a dan b dihitung sehingga diperoleh hasil sebagai berikut:

Teknik Perhitungon Debit Rencctrto {luttt4urun Ait

HuJon Rentarm du,t

l,tlrn\ltosnvd

65

(1162,29 x96325,41) - (982773,77 x 625,57) ( 6 x 96325 ,41) - (625,571x (625,57)

:2725,35

': "' *irflil#i,i*)


[=
(625,57 x2368,42) - (6 x 284196,27) ( 6 x 96325,41) - (625,57 x 625,57)
Degan memasukkan nilai a 269,83dan b (3.41) maan diperoleh rumus lshiguro:

(l)x(txl)-Nx(t2 xt)

Nx(t2)

(t)x(t)

- -1,19 ke persa(3.49)

b-

(625,57 x 1 1 662,29) - ( 6 x 982773,7 7) ( 6 x 96325,41) - (625,57 x 625,57)

7,49

Dengan memasukkan nilai a: 2725,35 dan persamaan (3.38) diperoleh rumus Talbot:

b:

7,49 ke

. a 'l:.=-->
",[
+

l-- 269,93
.li -t,tg
tI - (t-oe t x Log l)x (Log t) N x (tog tI - (loe t)x (t-oe t)
:
2rgg

r: ? -) l-2725'35 t+b t+7,49

Tetapan Rumus Sherman (3.48)


Log a

(Los t)x (tog

Tabel 3.30 Perhitungan nilai tiap suku sebagai data masukan dalam perhitungan tetapan rumus Talbot, lshiguro, dan Sherman
t
(1) 5 I

(11

Log a

,40 x12,54) - ("14,67 x8,21) 6 x 12,54) - (8 ,21x 8,2 1 )

!xt
(3)
r 183,31

l2

12xt
(s) 280044,30 209284,7
1
1

Log

Log
I

LoB

t
(6)

lx
Los (8)

(log
r),
(9)

tq5

Ix

to,5

12

to,s

(2)

(4) 56008,86 20928,47 12724,24 4399,20


1

(7\ 2,37 2,16


2,O5

00)

(r 1) 529,19 457,48 436,88 363,28


31

(12) 125239,62 66181,64 49280,78 24095,41


1

236,66 144.67
I I 2,80

o,70
1,00

1,66 2,16
2,41

o,49
1,00

))a
3,16 3,87 5,48 7,75
1q95 33As

a: 763,21 ' (Log l)x (Los t)- N x (Log t x Log t) n: N x (Log tf - (Log t)x (tog t) n:
('11,4Ox8,21)- (6 x 14,67)
(6 x 1 2,54) - (8,21 x

lo l5
30 60
120

1446.67
1692,O3

90863,63

1.I8
1,48 1.74
2,O8 821

r,38
2,18
3,1 6

66,33

1989,79 2463,56 2886,94

131975,97
'to1151 ,74

1,82
1,61

2,69 2,87 2,87 t4b7

41,6
24,06

685,86

8,04

3058,63

578,78

69453,42 982773,77

1,38
I

4,32
1254

263,54 2168,42

6340,20 284196,27

8,21) Degan memasukkan nilai a : 763,21 dan n

- 0,72

0,72 ke

625,s7 t"16f,229 96325,41

r/40

persamaan (3.44) diperoleh rumus Sherman:

Tetapan Rumus lshiguro

W
:269,83

(r*,'[)* (r')- (,'*.fr)*

(r

. l: a
^

-> l: -0rr-

763.21

(3.s0)

(2368,42 x 96325,41) - 2841 96,27 x 625,57 ( 6 x 96325,41) - (625,57) x (625,57)

13. Perhitungan standar deviasi untuk periode ulang 2 tahun. Langkah-langkah perhitungan standar deviasi rumus Talbot, lshiguro dan Sherman dengan intensitas hujan rencana 2 tahun (soat 3.13) adalah:

Teknik Perhitungon Deblt Rt,ttrtutu lkntgunon Air

HuJon Rcncom don l,ttensllotnyo

67

a a

Buat tabel perhitungan.

Kolom (B)

(kolom

(2)- kolom (7))'?

Masukkan data intensitas hujan terukur untuk durasi 5,10,15, 30, 60, dan 120 menit. Hitung intensitas hujan rencana berdasarkan persamaan (3.7)

Standar deviasi, rumusnya S


a a

i:1

a
a

s/d (3.9) dihitung nilai intensitas rencana periode ulang tahun untuk durasi 5,10, 15,30,60, dan 120 menit. Hitung nilai standar deviasi. Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada Tabel (3.31).

}le-lr)' N1

le : lntensitas hujan rencana empiris atau terukur (kolom 2) Ir : lntensitas hujan rencana dari rumus (kolom 3,5, dan 7).
Untuk rumus Talbot, nilai

Tabel 3.31 Perhitungan standar deviasi rumus Talbot, lshiguro, dan Sherman untuk periode ulang 2 tahun
I terukur T (1)
5 I

S:

583,53

: :

10,80.

I
Talbot
(3) (4) (s)

rumus
Sherman (5) (7) (8)

Untuk rumus lshiguro,

nilai S
S

:
:

tr!
lzoSa

12,26

lshiguro

(2t 236,66 144,67


112,8O

10
15

218,20 't55,82 121,18 72,70 40,38 21,38

340,75 124,47 70,20 40,56 0,46 7,19 583,63 10.80

259,68 137,30
r

530,05 54,29 143,23


10,79

240,40 146,17 109,26


66,43

13.96 2,26
12,55 0,01

Untuk rumus Sherman, nilai

t/ a-r

:2,43

00,83
63,O4

14. Persamaan regresi intensitas hujan rencana untuk berbagai periode


ulang. Setelah dilakukan perhitungan dengan proses yang sama dengan proses perhitungan intensitas hujan rencana dengan periode ulang 2 tahun, diperoleh hasil persamaan garis regresi sebagai berikut:

30 60 120

66,33
41 ,06

41

,20

24,06

77,65

o,o2 't2,93 751,3-l 12,26

40,39 24,56

0,44 0,25 29,48 2.43

t
Standar deviasi

Keterangan Tabel (3.3 1 ):

. .

Kolom Kolom Kolom

(1) (2)

(3) (4) (5) (6) (7)

a a

Kolom Kolom Kolom Kolom

waktu atau durasit (menit). intensitas hujan rencana terukur periode ulang 2 tahun (lihat Tabel 3.28). intensitas hujan rencana berdasarkan rumus Talbot (persamaan 3.47). (kolom (2)- kolom (3))'?. intensitas hujan rencana berdasarkan rumus (kolom

Tabel 3.32 Persamaan garis regresiTalbat, lshiguro, dan Sherman untuk berbagai periode ulang
Periode ulang (tahun) Talbot lshiguro Sherman

,
5

2725,35

269,93

t+7,49

"lt

- 1 ,19

'

l:-

763,21
to,72

,
l-

2994,31 t + 5,43

lshiguro (persamaan 3.48).

t:

. .

(2)- kolom

,1075,17 ': to'n

(5))'z.

intensitas hujan rencana berdasarkan rumus Sherman (persamaan 3.49).


Teknlk Perhitungon Debtt Renrotto Bongunon Alr
I

htjun Retrtnxt (hnt lnlt'tt,,ilu,,ttyo

69

Tabel 3.32l.anjutan
Feriode ulang (tahun)

Talbol

lshiguro

Sherman

tahun, 5, 10, 20,25, dan 50 tahun adalah rumus Sherman seperti yang tercantum dalam Tabel (3.32).

10

, ,
l-

3187,37
t + 4,55

t:

, '
l:-

1291,89
10,80

b.

Rumus Van Breen Dalam rumus Van Breen, durasi hujan harian diasumsikan 4 jam khususnya di Pulau Jawa, dan besarnya hujan harian efektif adalah
90o/o

3300,13
t + 3,65

20

,
,
354,1 4

1555,42

dari hujan harian maksimum.


Berdasarkan pengertian

':-top,

di atas, maka rumus intensitas hujan


(3.5r)

25

, ,
t-

3440,63
t + 3,76

Jt - 1,50

, r:1574,57
c,

menurut Van Breen adalah:

,I : Xro

9o%x 4

X,o

3632,94
t + 3,31

50

t:

': -

17Bg,4g cs4

Keterangan rumus: intensitas hujan (mm/jam). hujan harian maksimum (mm).

15. Masing-masing persamaan regresi intensitas hujan rencana dalam Tabel (3.32) mempunyai standar deviasi seperti yang tercantum dalam Tabel (3.33).
Tabel 3.33 Standar deviasi rumus Talbot, lshiguro, dan Sherman

Setelah diketahui besarnya intensitas hujan pada saat 4 jam, kemudian ditentukan persamaan regresi kurve intensitas. penentuan persamaan regresi tersebut dilakukan dengan mengacu pada kurve
intensitas terukur. Cara perhitungannya dapat dilihat pada contoh soal

untuk berbagai periode ulang


Periode ulang (tahun)
2 5

3.14.
Sherman 2.43 2,33 2,44 4,28 2,70 2,97

Talbol
10,80

lshiguro
't2,26
19,53

Contoh soal 3.14:

2,34
2,93 1,66

10

24,9'l
33,05 32,22 37,93

20
25

3.34
3,45

Diketahui hujan rencana dengan periode ulang l0 tahun (Xlo) : 155 mm dan hujan rencana dengan periode ulang 20 tahun (X2o) : 176 mm. Hujan terkonsentrasi selama 4 jam. Tentukanlah kurve intensitas hujan rencana dengan Metode Van Breen.
Jawaban soal 3.14:

50

16. Memilih persanraan garis regresi. Seperti yang sudah dijelaskan di depan bahwa rumus yang dipilih sebagai persamaan regresi intensitas hujan rencana adalah rumus yang mempunyai standar deviasi terkecil. Mengacu pada Tabel (3.33), dapat disimpulkan bahwa rumus yang sesuai untuk menentukan Kurve IDF dengan periode ulang 2
Teknik Perhitungon Debit Rt'tr<rttut lknryrnan Air

1.

Hitung intensitas hujan pada saat 4 jam: , 9}oloxX,o 90% x 155

,,0:----_==:

4
9Oot

:34,875mm{am

, 90% x X,, : tzo


HuJon Rencano
dor t I n t e ttsl t ost

x176

:39,60mm/jam

ryo

7t

2.

Asumsikan kurve intensitas sama dengan kurve intensitas hujan terukur yaitu kurve intensitas hujan rencana 10 tahun dari rumus Sherman pada soal 3.1, yaitu:

4.

Koordinat kurve intensitas hujan rencana trerdasarkan persamaan (3.54) dan (3.55) adalah seperti terlihat dalam Tabel (3.34) dan Cambar (3.8).

, '
3.

1291,89
to,80

(3.s2)

Persamaan (3.51) selanjutnya dimodifikasi dengan cara:

Tabel 3.34 Koordinat kurve intensitas huiait rencana t0 tahun mm dan huian rencana 20 tahun : 176 mm
IDF Van Breen 10 tahun

155

lro:K,0ffilro

IDF Van Bre+n 20 tahun

(3.s3)

Durasi (menit)

, '10
773,59

2803,40
t0,80

3165,1 3
to,e

'zo871,40 501,64 362,68 208,30

Kzo

1291,99
24Ao.w

(3.s4)

5
'10

444,3'l
321 ,23
1

15

Keterangan rumus: intensitas hujan rencana 10 tahun intensitas hujan rencana 20 tahun K,o dan Kzo koefisien yang akan dihitung. Angka 24O hujan 4 jam 4 x 60 menit

30

84,50

f,o : lro :

: :

: : :

60

105,97 60,86 34,96

119.M
68,V1

34,875 mm/jam. 39,60 mm/jam.


240 menit.

120

240

39,47

I tt I E
.E

t ooo,oo

goo,oo
800,00 zoo.oo 600,00 soo,oo 4oo,oo soo,oo 200,00 100,00 0,00

tserdasarkan persamaan (3.52) selanjutnya dapat dihitung nilai K,o dan Kroyaitu:

Ko:

34,875x24Oqw 't291,99

2,17

; K,

39,60x2400'80 1291,89

:2,45

2,17 disubstitusikan ke persamaan (3.52) dan nilai K : 2,45 disubstitusikan ke persamaan (3.53) sehingga diperoleh persamaan regresi intensitas hufan rencana dengan periode ulang 1O tahun dan 20 tahun sebagai berikut:

Nilai K

'6
.E

f,

+ll

lru:2,lrW:j?*4
ln-2,45

(3.ss)

025

75 100 125 150


Durasi (menit)

175

--r zsol

tr'3

3165,13
to,80

(3.s6)

*;t";ft""

roGr"

-l

- lntensitas 2l! tahun

:]

Gambar 3.8 Kurve tDF Van Breen untuk soal 3.14


72

Teknik Perhltungan Deblt Retxurut Buryunorr Air

lfuJon Ruruxt rhn ltilernttusnyo

73

c.

Rumus Mononobe Kurve intensitas hujan rencana, jika yang tersedia adalah hujan

Tabel 3.35 Intens itas huian rencana dengan rumus Monobe untuk soal 3.15
Durasi 0am; lntensitas hulan akibat hujan t55 mm 2B't,65 177,43 135,40
11'.t,77

harian, dapat ditentukan dengan Rumus Mononobe. Bentuk umum dari Rumus Mononobe adalah:

lntensilas huian akibat hujan 176 mm 319,81 201,47 153,75 126,92 96,86
61 ,O2

lt : Xro : t :

X'o

* 24t 'o

''t

sl60
1

G.s7)

0/60

15160 20160

Keterangan rumus: intensitas hujan rencana (mm).

30/60 60/60 120t60


240160

85,30 53,74 33,8s


21 ,32
r

38,44
24,21

tinggi hujan harian maksimum atau hujan rencana (mm). durasi hujan atau waktu konsentrasi (jam).

300/60

8.38

20,87

Contoh soal 3.15:

Diketahui hujan rencana dengan periode ulang 10 tahun (X,o) : 155 mm dan hujan rencana dengan periode ulang 20 tahun (Xro) : 176 mm. Tentukanlah kurve intensitas hujan rencana dengan Rumus Mononobe dengan durasi hujan: 5 menit, 10, 15, 20,30,60, 124,
24A,3OO menit.

Jawaban soal 3.15:

1.

Persamaan kurve intensitas hujan rencana 10 dan 20 tahun:

x.. 24 u':24"7 155 24 ''' t,o:fr*T

(3.s8)

\,:+;* T''' =
2.

176 176'tt 24t -x

(3.s9)

Berdasarkan persamaan (3.57) dan (3.58) selanjutnya dapat dihitung intensitas hujan untuk berbagai durasi hujan seperti yang ditunjukkan dalam Tabel (3.35) dan Cambar (3.9).

Gambar 3.9 Curve IDF Mononobe untuk soal 3.15

Model Hietograf Hujan Rencana Seragam Model hujan jam-jaman seperti ini adalah model hujan rencana .yang paling sederhana. Dalam model ini, tinggi hujan rencana diang-

d.

74

Teknlk Perhttungon Deblt Rencorro lltutgunott Air

HuJon Rentumt rhut lrrlat'rilosnyo

75

gap sama selama durasi hujan. Oleh karena itu, intensitas hujan rencana tiap jam dirumuskan sebagai berikut:

Waktu puncak intensitas hujan rencana dihitung dengan rumus berikut:

t:-

,x
t
intensitas hujan rencana (mm/jam). tinggi hujan rencana (mm). durasi hujan rencana (jam).
I (mm/jam)

(3.se)

tp:rXt
Keterangan rumus:

(3.62)

Keterangan rumus:

I : X t :

t, t : r : tb

waktu puncak hujan rencana (jam). durasi hujan rencana (jam). rasio antara waktu puncak durasi hujan rencana, nilanya antara 0,3 s/d 0,5. waktu turun (jam).
I (mm/jam)

t (waktu)

Gambar 3.10 Hietograf Seragam

Gambar 1.11 Hietograf Segitiga Contoh soal 3.16: Diketahui hujan rencana dengan periode ulang 2 tahun (Xr) : I 10,50 mm. Hitunglah hietograf segitiga dari hujan rencana tersebut jika r : 0,38 dan durasi hujan rencana 2 jam. Jawaban soal 3.'16:
lp

Model Hietograf Hujan Rencana Segitiga Dalam model seperti ini, distribusi tinggi hujan rencana jamjaman dianggap berbentuk segitiga, yakni diawali dan diakhiri dengan tinggi hujan sama dengan nol, dan diantaranya adalah terdapat tinggi
puncak hujan rencana.

e.

Tinggi puncak hujan rencana dihitung dengan rumus:


tp:

,2X
, pucak intensitas hujan rencana (mm/jam). tinggi hujan rencana (mm). durasi hujan rencana (jam).

(3.61)

tp
tb

Keterangan rumus:
I p

I10,5 mm/jam -2x, t2 : rxt:0,38 x2:0,76 jam :2-0,76:1,24 jam

2x11o,5:

Alternating Block Method Hietograf hujan rencana yang dihasirkan oreh model ini adalah berupa distribusi tinggi hujan rencana dalam n rangkaian interval waktu dengan durasi At selama waktu t (jadi t : n x At).
HuJon Reneontt don lntcniltosnyo

f.

76

Teknik Perhitungon Debit Rencano Bongunan Alr

Data yang digunakan untuk menyusun model ini adalah data intensitas hujan. Cara perhitungan hietograf dengan Model Alternating Block Method langsung dijelaskan dalam contoh soal berikut. Contoh soal 3.17:

5.

Buat hietograf (kolom 7 dan kolom B) dengan cara berikut:


Pada kolom (Z):

o o o o c
6.

Diketahui data hujan rencana periode ualng 10 tahun (Xr,): 155 mm. lnterval waktu (At : 1 jam). Rancanglah hietograf hujan rencana dengan interval waktu (At : 1 jam). Model distribusi hujan yang digunakan adalah Alternating Block Method jika
Jawaban soal 3.17:

Ambil nilai paling besar dari kolom (6) kemudian taruh di kolom (Z pada baris tengah dalam hal ini baris (4). Angka yang dimaksud adalah 52,28. Di bawah angka 52,28 letakkan angka dari kolom (6) yaitu 13,59. Di atas angka 52,28letakkan angka dari kolom (6) yaitu
9.53.

1. 2. 3.

Hitung intensitas hujan rencana dengan rumus Mononobe (persamaan 3.56), hasil perhitungan dicantumkan dalam kolom (3)
Tabel (3.36). Hitung kedalaman hujan X pada kolom (4) Tabel (3.36). X : I xt - kolom (1) x(kolom (3) Hitung selisih kedalaman hujan berurutan (AX) pada kolom (5) Tabel (3.36). Contoh:

DemikiaB seterusnya semua angka di kolom (6) diambil dan diletakkan di kolom (7) secara selang seling.

Kolom (8) : kolom (7) x hujan rencana. o Contoh: angka 7,76 : 5,O1olo x 155.

Baris (1) kolom (5) angka 53,74

53,74

0; karena kedalaman

4.

hujan sebelumnya tidak ada atau nol. o Baris (2) kolom (5) angka 13,97 : 67,70 - 53,74 o Dan seterusnya. Hitung persentase selisih kedalaman hujan berurutan (AX) pada kolom (6) Tabel (3.36). Contoh:

Untuk menjadi perhatian: " Jumlah angka pada kolom (5) : baris (7) kolom (4) : 102,79 mm. o Jumlah persentase pada kolom (6) dan (7)adalah 100o/o. o Jumlah hietograf pada kolom (B) - hujan rencana periode ulang 10 tahun : 155 mm. Tabel 3.36 Perhitungan hietograf dengan cara ABM

:,;'';r-'", j x+l {!:.


I Try"*
(1).
r'.,1:::(mm).".,:.
.'.,,
!. ,|.

Hietograf ,"(%)
mm
(8)

i,

i,f i:i.,:':i-ii.' . ij

tzil:l

(al 53,74 33,8s 25,83


21

.
r

Baris (1) kolom (6) anska: s2,28 Baris (2) kolom (6): angka 't3,ss

: !I+x 102,79
:
102,79

I
2 3

100%

o-1 "t -2 2-3

i:

(s).''

r(6)'i'

(n
5,01 6,41

53,74

51,74 13,97

52,28
13,59

7,76 9,93 't4,77 81,03 21.06 11,76 8,68 155,00

67.70 77,50

9.80
7,BA

9,53 7,59
6,41

::y=x'100%

6
7

3-4 4-5 5-6


6-7

9,53 52,28
13,59 7,59

,32

8s,30
91,89 97,64 102,79

18.38

6,59 5,76
5,1 5

16.27 14,68
Jumlah

5,60

5,0r
100,00

5,60

102,79

r00,00

-oo0oo-

78

Teknik Perhltungon Deblt Rcrtcono Bortr4trron Alr

HuJon Rerrot,o

dilt

lntr,t/,t/tostty0

4.1

METODE RASIONAL
Metode Rasional merupakan rumus yangtertua dan yangterkenal

Rasional dapat digunakan untuk menghitung debit puncak sungai atau saluran namun dengan daerah pengaliran yang terbatas.
Men
u

di antara rumus-rumus empiris. Metode

rut Cold man

(1

986) dalam Suri pi n (2004),Metode Rasional

dapat digunakan untuk daerah pengaliran < 300 ha. Menurut Ponce (1989) dalam Bambang T (2008), Metode Rasional dapat digunakan

untuk daerah pengaliran 1 2,5 Km2. Dalam Departemen PU, SK SNI M-18-1989-F (1989), dijelaskan bahwa Metode Rasional dapat
digunakan untuk ukuran daerah pengaliran

<

5000 Ha.

Dalam Asdak (2002), dijelaskan jika ukuran daerah pengaliran > 300 ha, maka ukuran daerah pengaliran perlu dibagi menjadi be. berapa bagian sub daerah pengaliran kemudian Rumus Rasional diaplikasikan pada masing-masing sub daerah pengaliran. Dalam Montarcih (2009) dijelaskan jika ukuran daerah pengaliran ) 5000 Ha maka koefisien pengaliran (C) bisa dipecah-pecah sesuai tata guna lahan dan luas lahan yang bersangkutan. Dalam

il
Suripin (2004) dijelaskan penggunaan Metode Rasional pada daerah pengaliran dengan beberapa sub daerah pengaliran dapat dilakukan dengan pendekatan nilai C gabungan atau C rata-rata dan intensitas hujan dihitung berdasarkan waktu konsentrasi yang terpanjang.
Rumus umum dari Metode Rasional adalah:

lr

intensitas curah hujan dengan periode ulang T tahun (mm/ jam).

Besarnya nilai diantaranya:

t. dapat dihitung dengan beberapa

rumus,

1.
(4.1)

Rumus Kirpich

Q:O,27BxCxlxA
Keterangan rumus:

r _ -

0,87 *

L'

o''ut

"

l6ob;T

(4.3)

: : A: | :
Q C

debit puncak limpasan permukaan (m3/det). angka pengaliran (tanpa dimensi). luas daerah pengaliran (Km2). intensitas curah hujan (mm/jam).

t : L:
S:

Keterangan rumus:

waktu konsentrasi (jam). panjang lintasan air dari titik terjauh sampai titik yang ditinjau (Km). kemiringan rata-rata daerah lintasan air.

Metode Rasional di atas dikembangkan berdasarkan asumsi sebagai berikut: 1. Hujan yang terjadi mempunyai intensitas seragam dan merata di seluruh daerah pengaliran selama paling sedikit sama dengan waktu konsentrasi (t.) daerah pengaliran. 2. Periode ulang debit sama dengan periode ulang hujan. 3. Koefisien pengaliran dari daerah pengaliran yang sama adalah tetap untuk berbagai periode ulang.
Jika persamaan (4.1) dipergunakan untuk menghitung debit rencana dengan berbagai periode ulang maka notasinya dalam

2.

waktu konsentrasi dapat juga dihitung dengan membedakannya menjadi 2 komponen yaitu:

t.

= to * to (menit)

(4.4) n

Dengan:

,o:

?x 3,2g x L x
(menit)

(4.s)

JS

16:-1tn : 5 : L: L, V

(4.6)

60xV

buku ini ditulis sebagai berikut:

Qr:a,27BxCxlrxA
Keterangan rumus:

(4.2)

Q,

debit puncak limpasan permukaan dengan periode ulang T tahun atau debit rencana dengan periode ulang T tahun
(m3ldet).

Keterangan rumus: angka kekasaran permukaan lahan (lihat Tabel 4.1). kemiringan lahan. panjang lintasan aliran di atas permukaan lahan (m). panjang lintasan aliran di dalam saluran/sungai (m). kecepatan aliran didalam saluran (m/detik).

C A
82

angka pengaliran (tanpa dimensi). luas daerah pengaliran (Km').

Teknik Per hitungon

Dtltlt

lil'rtr tuttt lktrr,qrttrttrt Ait

Metode Roslonol, Mt'lthlor, Wt drwen, don Hospers

83

il
r
l

Tabel 4.1 Angka kekasaran permukaan lahan


Tata Guna Lahan

Tabel 4.2 Koefisien pengaliran (C) untuk Rumus Rasiona/


Deskripsi lahan/karakter permukaan
Bisiness:

Koefisien pengaliran (C)

. . .

I Tanaman pangan / tegalan dengan sedikit I rumput pada tanah gundul yang kasar dan I lunak I . padang rumput o Tanah gundul yang kasar dengan runtuhan I I dedaunan o Hutan dan sejumlah semak belukar

air Timbunan Tanah


Kedap

o.o2

0:i,
O,ZO

o o

Perkotaan Pinggiran

o,7o 0,50 0,30 0.40 0,60

0,95 0,70 0,50 0,60 o,75

o,+o
O,OO

Perumahan: Rumah tinggal Multiunit, terpisah

o,go

o o . o o

Multiunit, tergabung
Perkampu'nBan Apartemen
Aspal dan beton Batu bata, paving

o,25 -O,40 0 50 - 0,70


o,7o o,5o 0,05 0,15 0,13 o,18 0,10 0,25 0,30

Sumber: Bambang T (2008)

Perkerasan:

Koefisien pengaliran (C), didefinisikan sebagai nisbah antara puncak aliran permukaan terhadap intensitas hujan. Perkiraan atau

o o

a,gs
o,7o

pemilihan nilai C secara tepat sulit dilakukan, karena koefisien ini antara lain bergantung dari: 1. Kehilangan air akibat infiltrasi, penguapan, tarnpungan
permukaan.

Halaman berpasir: o Datar (2%) o Curam (7olo) Halaman tanah:

- 0,10 - 0,20
O,17

2.

lntensitas dan larna hujan.

o o

Datar (2%)

Curam (7%)

0,22

Dalam perhitungan drainase permukaan, penentuan nilai C dilakukan melalui pendekatan yaitu berdasarkan karakter permukaan. Sebagai contoh, dapat dilihat pada Tabel (4.2). Kenyataan di lapangan sangat sulit menemukan daerah pengaliran yang homogen. Dalam kondisi yang demikian, maka nilai C pada persamaan (4.1) atau (a.2) dihitung dengan cara berikut:

Hutan:

o o o

Datar0-5%
Bergelombang5-10%
Berbukri 10

30%

- 0,40 - 0,50 - 0,60

Sumber: disalin sebagian dari Suripin (2004)

Cara lain yang juga dapat dilakukan adalah dengan mensubstitusikan persamaan (4.7) ke persamaan (4.2) sehingga diperoleh persamaan berikut:

iC,
C:Crata-rata:
i-1

A,
(4.7)

Q:0,278 xlrx(f, A

xC,)

(4.8)

i-l

b,
'
Tekntk Perhltungon Debtt Rencona Bongunon Alr

Keterangan rumus (4.7) dan (4.8): Ci koefisien limpasan sub daerah pengaliran ke i. Ai luas sub daerah pengaliran ke i. jumlah sub daerah pengaliran.

: :

lAetode Roslonttl , lrlt,lt ltlor, Wadrtwen, clon Hospers

B5

7
Langkah-langkah perhitungan debit rencana dengan Metode Rasional adalah:

l.

A2
A4

Jika koefisien limpasan dari suatu daerah pengaliran atau


daerah aliran sungai (DAS) adalah tidak seragam maka daerah

2. 3. 45. 6.

pengaliran atau DAS tersebut dibagi-bagi terlebih dahulu menjadi sub-DAS (Ai) sesuai dengan tata guna lahan (Ci). Ukur tiaptiap luas Ai. Hitung C rata-rata berdasarkan persamaan (a.T jika nilai Q dihitung dengan persamaan (4.2). Hitung f, A,C,jika nilai Q dihitung dengan persamaan (4.8). Hitung waktu konsentrasi (tc) berdasarkan persamaan (4.3)
atau (4.4). Hitung intensitas hujan (l).

43

AI
:--L__
Outlet sungai utama

rencana (Xr)

Hitunglah besarnya debit rencana jika besarnya curah hujan * 130,5 mm.

7.

Jika data hujan yang tersedia adalah data menitan maka I dapat dihitung dengan Metode Talbot, Sherman, dan lshiguro. Jika data hujan yang tersedia adalah data harian maka I dapat dihitung dengan Metode Mononobe. Masukkan hasil perhitungan yang diperoleh dari langkah 3 s/d langkah 6 ke persamaan (4.2) atau persamaan (4.8) untuk mendapatkan nilai Qr.

Tabel

4.3

Sub DAS (A), Koef limpasan (C), panjang sungai utama (L), dan kemiringan sungai utama (S)
Luas

Luas total

2,2i

Km2

Contoh soal 4.1


Suatu daerah pengaliran dengan luas total 2,21 Kmz. Tata guna lahan atau koefisien limpasan (C) serta luasnya (A), panjang sungai utama (L) serta kemiringannya (S) pada daerah pengaliran tersebut adalah seperti Tabel (4.3).

Jawaban soal 4.1: Data masukan untuk perhitungan debit rencana terrebih dahuru dianalisis yaitu: Ai Ci, tc, dan t seperti dalam Tabel (4.4): Tabel 4.4 Perhitungan Ai Ci, tc, dan I

Posisi sub DAS yang dimaksud dalam soal 4.1 adalah seperti
sketsa berikut:

1,16 |
Irtnr I.rh

o,to

86

Teknik Perhitungon Deblt Rencono Bangunon Air

41t:lodo ll{tsl()n(,l, Mt,L, ittor. Wrduwen,

don tlospers

B7

7
Tabel 4.4 Laniutan
s (6)

Pertanyaan:
l, (mm/iarn)
(e) 78,52 44,68 60,41 32,23

X, (mm)

r.

(iam)

1.

(n
30,50 30,50 30,s0 30,s0

l8) o,44 1.02 0.65


1,66

0,000671 0,000671 0,000671 0,000671

2.

Apabila diketahui intensitas curah hujan rencana 10 tahun adalah 30 mm/jam dan intensitas curah hujan rencana 20 tahun adalah 50 mm/jam, berapakah debit rencana untuk masing-masing periode ulang tersebut ? Berapa waktu konsentrasi pada sungai utama?

Jawaban soal 4.2, pertanyaan 1:

t. menggunakan Metode Kirpich (persamaan 4.3) dan perhitungan intensitas hujan (l) menggunakan
Pada Tabel (4.4), perhitungan

o .

Diketahui: 150 ha : 1,5 Km2. Nilai C untuk lahan hutan bergelombang : 0,50. Nilai C untuk hutan berbukit : 0,80. lntensitas hujan (l,r) : 30 mm/jam dan(lr) : 50 mm/jam. Hitung: E A.CJ : (35% x 1,5 Km2 x 0,50)+(65% x 1,5 Km2 x 0,80)
Luas daerah pengaliran sungai (A)

Rumus Mononobe.
213

Rumus Mononobe Keterangan rumus:

l:\L Z! 24 t.

@.9\

o . .

l. Xro

* tc : o o . . .

intensitas hujan (mm/ jam).

hujan harian (mm)' waktu konsentrasi (jam).

Dengan memasukkan data dari Tabel (4.4) yakni: 32,23 mm/jam (interrsitas waktu konsentrasinya paling lama).

1,31 Km2. Dengan memasukkan nilai I A, C, dan nilai l,o dan lro ke persamaan (4.8) maka diperoleh debit rencana l0 tahun (e,o) dan debit rencana 20 tahun (Qro): Q,o

Nilai

\: I

ini

dipergunakan karena

Nilai

A,C,

1,48 Km2.

: 0,279 l1o I A,C, : 0,278 x 30 x 1,31 : 10,93 m3/detik.

Qro: 0,278 l2o I

: :

AiC

0,278 x 50 x 1,31 18,21 m3/detik.

ke persamaan (4.8) akan diperoleh: Debit rencana:

Jawaban soal4.2, pertanyaan 2:

Q,

0,278x32,23 x 1,48

13,30 m3/detik'

Contoh soal4.2 Suatu daerah pengaliran sungai mempunyai luas 150 ha yang terdiri ciari 35 % hutan bergelombang dan 65 % lrutan berbukit'
irarriang sungai utama yang telali hemiringan rata-rata 0,E5 %.

Diketahui: Panjang sungai utama yang telah diukur (L) Kemiringan rata-rata (S) : 0,85 %. Hitung: Waktu konsentrasi (t.):

3,0 Km.

tiiilkur acialah 3,0 Km rJengan

* _ a,87, L'

: "- iooo*s

o''u'

o,B7

x32

o'38s

looo-opoas

0,93 jam.

t' kt' i k

[\' i ltt ( t

no rt t I [ )t' l>t

t /l{'llr

r/t

lt, I i

tt t''

| ) t tt

tt

t /\

lvl?tode Rosiorurl , lAclr lrior, Wt,dttwen, don Hospers

B9

r
4.2
METODE MELCHIOR
Metode Melchior yang berlaku untuk daerah pengaliran
wilayah Jakarta secara umum dirumuskan sebagai berikut:
cli

dengan:

Q,u*:crxlxA
Keterangan rumus:

(4'10)

F:luas elips yang mengelilingi daerah alirang sungai dengan sumbu panjang (a) tidak lebih dari 1,5 kali pendek (b). Besaran F dinyatakan dalam Km2, dan nilainya ) luas daerah
pengaluran (A).

o
3.

Nilai 0, ditentukan berdasarkan hubungan antara


hu1'an, lihat Tabel (4.5).

dan lama

Q*,, cr p : | : A . . . r 1.

debit maksimum (m3/dt). koefisien Pengaliran. koefisien reduksi.


intensitas hu.ian (m3/dt/Km2). luas daerah Pengaliran (Km2).

Menentukan I Intensitas hujan (l) ditentukan dengan rumus:

,_l0x0xRromaksimum

36xt. (Q.,J
dalam

(4.13) (4.14)
(4.1s)

Langkah-langkah perhitungan debit maksimum Metode Melchior adalah:

n _ 10xL

"-36*v
V:1,31x (q x S')o''z
Keterangan rum us-rum us:

Menentukan nilai koefisien pengaliran (ct)' Menentukan koefisien reduksi (0). Menentukan intensitas hujan (l). Menghitung Qmak untuk suatu daerah pengaliran'

Menentukan cr Melchior menetapkan koefesien pengaliran (ct) sebagai angka perbandingan antara Iimpasan dan curah hujan total, yang besarnya tergantung dari kemiringan, vegetasi, keadaan tanah, temperatur angin penguapan dan lama hujan pada umunrnya koefisien pengaliran'ini bernilai antara O,42 - O,62. Menentukan B o Koefisien reduksi (F), ditentukan dengan rumus: P : F, x F,

Rro t. : V a S : H L :

hujan harian (mm). waktu konsentrasi (jam). kecepatan rata-rata aliran (m/detik). F, Xl.ouuXF (m3/detik). kemiringan rata-rata sungai
beda tinggi antara tinggi sungai (Km).

0,9xL titik pengamatan dan titik terjauh

panjang sungai utama (Km).

2.

(4'11)

Nilai B, ditentukan berdasarkan rumus:

F:

1970

il-a,12

- 3960 + (t zzo x P,)

(4.12)

Dalam menghitung nilai I pada persamaan (4.'t3) dilakukan dengan coba-coba (1,), sebab nilai t. bergantung V, nilai V bergantung Q, dan nilai Q bergantung pula pada nilai I yang justru dicari nilainya. Untuk keperluan perhitungan coba-coba nilai I dapat digunakan Tabel (4.6).

Nilai I yang dipergunakan dalam persamaan (4.13) tersebut perlu ditambah dengan persentase tertentu, tergantung pada nilai t^. Nilai penambahan dapat dilihat pada Tabel (4.7).
lvletod? Rttshttrtl

90

Teknik Perhitungan Debit Rertontt lknr'lrtrxtrt Air

lrk'lr lthtt, W'tlttwt'n, tlott Huspers

91

r
4.

Menghitung Qmaks untuk suatu daerah pengaliran Rumus-rumus yang diuraikan di atas berlaku untuk daerah Jakarta. Oleh karena itu, untuk daerah luarJakarla yang mempunyai cuiah hujan harian maksium r (mm), maka hasilnya harus dikalikan dengan perbandingan curah hujan harian maksimum setempat dengan curah hujan harian maksirnum Jakarta (200 mm), sehingga
persamaan (4.1 0) menjadi:

Talrel 4.7 Penambahan Persentase Melchior


tc (menit)

.,,1

fc {menit)
I

tc (menit)
13

0-40
40-115

Q:

ux

xA

-r*

(berlaku untuk luar jakarta

@.16)

Tabel 4.5 Persentase p, menurut Melchior

15- l90 190 - 27r) 270 - 360 360 - 450 450 - 540 540 - 630 630 * 720
'r

720

B1A

ol 10 ,,1
12
I

6l tl Bl

.l sl
I

2l

;I

89.5

- 980

980
1155

1070 1155

14
15

r070r240330

* .t 950 1950 - 2035


1860 2035

1A

25

1240 1330

16 17 18 19

* 1420 420 - 1510


510-1595
595 684

20
21

i6B0
17VA

22
23

- 212A - 221A 2210 - 2295 2295 - 2380 23BO - 2465 2465 - 2550 2550 - 264A 2640 - 2725
2120 2725 - 281 s

26
17

28 29

l0
)/33 14

810 - 895

t770 - 1860

F S11
0 10 _ ?__

Lama hujan,

(jam)
5 u

mber : S ubarkah

(19

B0)

80
70

Contoh soal 4.3 (dikutip dengan penyesuaian dari pustaka nomor 24)
Suatu daerah pengaliran sungai mempunyai luas DPS
Km2, yang mempunyai panjang sungai utama

50 300

57 43
32

tinggi titik terjauh dengan titik pengamatan

A : 169 : L 39,2 Km sefta beda H : 1700 m.

Su

mber :

ubarkah

(19

B0)

Tabel 4.6 Perkiraan lntensitas Huian Harian Menurut Melchior


Luas Ellips
Km2
I

Di DPS tersebut terdapat 4 buah stasiun hujan yang mempunyai data curah hujan maksimum berturut-turul 146 mm, 1 65 mm, 244 mm dan 236 mm. Dari peta DPS diplot ellip melchior, menrpunyai sumbu panjang a : 28,4 Km dan sumbu pendek b : 18,9 Km. Berapakah debit maksimum?
Jawaban soal 4.3:

Luas Ellips
(Km2

I m3/detik/
Km2

Luas

fllips
720
1

Km?

I m3/detildKm'?
2,30
1
1

m3/detildKm'?

0,14 o,72 1,20 7,20


14

29,60 22,45 19,90 14,15


'I

144

4,75

216 288
360 432 504 576 648

4,00
3,60 3,30 3,05 2,85 2,65 2.45

080 00

185 155

1440
21

1. 2.

1120 1,00 o,70 o,54 0.48

1,85

2880 4320 5760

Menentukan cr : 0152. Menentukan B dan I 2.'l Tentukan Luas ellips melchior (F), kemiringan rata-rata sungai (S), dan F1:

29
72 108

9,00 6,25 5,25

F : ll4raxb
422 Km2.

7200

1l4r 28,4 x 18,9

-surnber: Subarkah ( I 980)

92

l(ku k fu't ttiltrtt'4tttl Dr'l>il llt'ttt tttht litttt'.'tttt'1tt

'1tt

lvltloth' R(t\t(,tiltl , Mtlr ltror, Wt'thtwtn, dott tlospers

93

F*

c_ J -

H
o,gL

2.7
"t700

Hitung p: Telah diketahui sebelumnya B,


Sehingga:

0,76.

0,9x39200

B
2.8
422 Km2, B1 dihitung dengan rumus:

O,7OxO,76:0,532.

0,048. Dengan nilai F

Menghitung I sebenarnya (1,

,_l0x0xRromaksimum

_ 1970 -i -, F :,'

36xt.
10 x 0,532 x 200 36 x 8,5
Catatan: Rzamaks

p1-o,'12

-3960+ (rZZO*p,)

200 mm

untuk Jakarta

422: +197o -3e60*


P1-o'12
Diperoleh:

(tzzoxB,)

3,5 m3ldet/Km2.

2.g Bandingkan
jadi
1.,

coba

3,00 dan I terhitung

3,5 m3/det/Km2;

pr

0,76.

lr.

2.2 Coba-coba (taksir) nilai l, berdasarkan Tabel (4.6) dan nilai F : 422 Km2; Dengan cara interpolasidariTabel (4.6)diperoleh nilai I : 3,00 m3/det/Km2. 2.3 Hitung Q:

2.10 Coba lagi l, dengan nilai 3,5 kemudian perhitungan dimulai dari langkah perhitungan (2.3) yaitu mulai perhitungan.nilai Q sampai diperoleh nilai l, : Ir.

F,xl,xA
0,76x 3,00 x 169

2.11 Dalam contoh soal 4.3, hasil perhitungant, | : 3,95 (m3/det/Kmr) dan tc : 460 menit.

l, setelah:

:385

m3/det.

2.4 Hitung V:

2.12 Untuk t.: 4b0 menit besarnya koreksi 8 % sehingga nilai menjadi: : '1,08 x 3,95 : 4,27 (m3/det/Km2).
3.

V :1,31x(exSr)o,,
:'1,31 x (385
2.5 Hitung t.:
xO,O4B2)1'2

1,28 m/detik.
4.

Menentukan Qmaks Jakarta: QmaskJakarta : crxlxA : 0,52 x 4,27 x 169

375,25 m3/detik.

L ' 36xV
10 x

1Ox39,2 36x1,28

Menentukan Qmaks suatu daerah pengaliran: Curah hujan rata-rata daerah pengaliran dalam soal:

*:
Km'; tc

('t46

165 + 244

+ 230)/4:

198 mm.
198

2.6 Hitung nilai

Br.

422 Berdasarkan nilai (4"5) sehingga diperoleh: F,

F:

8,5

jam;

Lihat Tabel

fadi Qmaks

: ax I x4x -l_ : 200


371,49 m3/det.

0,52x4,27 x'169x --

200

70

olo

Teknik Perhitungon Debit Rencorut Butgrtrrun

Air

lAetode Ruslonul, filt,lthior, Weduwen, don Hospers

95

Misalkan hujan rencana pacla daerah pengaliran


maka: Qmaks

250,55 rnm

c,

x;x4

v-r-

Nilai intensitas hujan maksimum dengan kala ulang Z0 tahun ditentukan dengan rumus:

.
*
221'?
200

Q.,+ x

t)+ 3oo

o,52 x 4,27 x rca

4To,og mr/rler.

(oxt)+z
Km2

(4.21)

4.3

METODE WEDUWEN

Jika luas daerah pengaliran kurang dari atau sanra dengan 100 dan lama hujan kurang dari sama dengan l2 jam rnaka nilai I dihitung dengan rumus:
7.74 | : t+l,45 @.22\ . Langkah-langkah perhitungan debit maksimum (emaks Jat'

Metode Weduwen yang digunakan untuk menghitung debit maksimum di daerah pengaliran Jakafta dirumuskan sebagai berikut:

' Qmaksjakarta:cr.XpxlxA
Keterangan rumus:

(4,.17)

c B | A

Qmax

: : :

karta) dengan Metode Weduwen adalah: Coba harga t.

debit maksimum (m3/dt). koefisien pengairan. koefisien reduksi. intensitas hujan (m3/dt/Km2). luas daerah pengaliran (Km').

1. 2. Hitung harga B berdasarkan persamaan {4.19). 3. Hitung I berdasarkan persamaan @.21). 4. Hitung harga o berdasarkan persamaan (4.18). 5. Hitung harga t berdasarkan persamaan (4.20). 6. Cek harga t hitung apakah sudah sama dengan t 7.
coba, jika tidak sama maka ulangi dari langkah 1.

. Keofisien pengaliran (cr) ditentukan dengan rumus:

CI.

I.

4,1

l+7

(4.18)

Koefisien reduksi (0)ditentukan dengan rumus:

B.
(4.1e)

rzo+

ialxn
t+9

Tentukan nilai a, B, dan I pada saat nilai t sudah tetap (sama dengan t perhitungan sebelumnya). Hitung Qmaks berdasarkan nilai o,, B, dan I pada saat nilai t pada langkah 7.

120+A
Lamanya hujan (t dalam satuan jam) ditentukan dengan rumus:

Langkah-langkah perhitungan debit maksimum dengan periode ulang i tahun (Qi) untuk daerah pengaliran di luarJakarta dengan Metode Weduwen adalah:

1.
(4"20)

r
S

Cunakan langkah-langkah perhitungan


Qmaks Jakarta.

O,476x

I
i

s./d

A3t8

(oxBxl)"'*(S)"0
adalah kemiringan dasar sungai rata-rala.

2.

Hitung curah hujan dengan periode ulang


(Ri):

tahun

Dalam perhitungan Qmaks atau debit makiimum dengan kala ulang tertentu, intensitas hujan (l) harus dibandingkan dengan intensitas hujan dengan periode ulang 70 tahun.
Teknik PerhitLtngan Debit Rt'rt-l'tunt l\ttt'lttrtrrrr Att

R,

'rnn

''

"

R^

@.23)

Mt'l(,(lt' li(t,,tt'tktl, Mt lr ltt0t, Wthtw|tt, tl?tt llospers

r
mi
koefisien perbandingan curah hujan di suatu wilayah dengan periode ulang i tahun (R, ; besarnya belum diketahui) dengan curah hujan dengan periode ulang 70 tahun (Rro), lihat grafik pada LamPiran (4.1). koefisien perbandingan curah hujan di suatu wilayah dengan periode ulang n tahun (R"; besarnya sudah diketahui) dengan curah hujan dengan periode ulang 70 tahun (Rro), lihat grafik pada Lampiran (4.1).
curah hujan di suatu wilayah dengan periode ulang n tahun; besarnya sudah diketahui.
2.

Ditanya:

eO
3.

15

.....

., ?

"

Q,o

Dicoba untuk t

.......?

4,5 jam dan hitung 0, l, cr dan

sebagai

berikut:

ffin

120+

t+1xA t+9
4'5+1
4,5

120+A

120+

+9

x24

120 + 24

Rn 3.

t:
C[:

- 4,5+1,45 = 11,37 (m3/dt/Kmr). t+1,45 ', :11- 4.1 l+7


0,476x
A3/u
4,1

67,65

67,65

Hitung Qi

Q,

Qmaks Jakarta

-5

11,37

+7

:0,777.

Rro
Ri

Qmaks Jakarta x

240

@.24)

Contoh soal4.4

0,467 x243/8

(dikutip dengan penyesuaian

dari pustaka nomor 24) Suatu daerah pengaliran sungai mempunyai luas A : 24 Km2 dengan kemiringan dasar sungai rata-rata s : 0,005.-Dari stasiun pen8amatan hujan di DPS tersebut diperoleh data hujan harian maksimuffi Rn : 205 mm dengan periode ulang 40 tahun. Hitung debit maksimum
akibat hujan periode ulang 5 tahun dan 10 tahun.

(o,lzr

x 0,9 x 1 1 37)'

x o,oo51/o

4,46 jam.
Dari perhitungan di atas: t coba (ti)

t hitung

(t)

Oleh karena itu, dicoba lagi untuk t, sehingga diperoleh: t, yaitu pada saat:

Jawaban soal 4.4:

1.

t :
| :

4,57 jam
11,24 (m3ldt/Km2)
;

Diketahui: . Periode pengamatan 40 tahun, dari grafik pada Lampiran (4.1) didapat m" : 0,915. 205 mm' ' Rn . A : 24Km2 o S : 0,005
leknik Perhitrtrtgan Debit Rrrx ttrttt lilttttlrtttnt Air

: cr :
B

0,90
0,761

3.

Hitung Qmaks Jakarta Qmaks Jakarta

x 0'e0

11'24 x 24

i;^ur;l*i*oo''61
99

lvlelod( Rotuttxtl, Mrlt lrior, Weduwen, don Hospers

rl
4.
!,
Hitung curah hujan periode ulang 5 dan 10 tahun
Keterangan rumus:

: mi xR Ro R l-n)
mn

ffiao

't

*oo

Dari grafik diperoleh m, untuk hujan periode ulang 5 tahun m, 0,60

Qmax ct : p : I A
oi,:

debit maksimum (m3/dt). koefisien pengairan. koefisien reduksi. intensitas hujan (m3/dlKm2). luas daerah pengaliran (Km2).

sehingga:

R,: It " ffiao

Roo

0'60 x2o5 : 134,43 mm.


0,915

Keofisien pengaliran (cr) ditentukan dengan rumus:


1+ 0,01

2x

Ao'7

. R,

ffi, xRnR,o
mn

ff*r*..

Koefisien reduksi (F)ditentukan dengan rumus:


--

1+ 0,075 x

A'''

:: Xl

(4.26)

Dari grafik diperoleh m, untuk hujan periode ulang 10 tahun m,o : 0'70 0'Zq *265 : 156,83 mm' sehingga: R,o : &xR+o: 0,915 ffiqo
5.

1 - 1+3,7*160,axt tT

A3t4

t'+15

(4.27)

12

Waktu konsentrasi (t ) ditentukan dengan rumus:

t -0,1 xLo'8xS'o'3 L S
Keterangan rumus: panjang sungai utama (Km).

(4.28)

Hitung debit maks dengan periode ulang 5 tahun dan 10 tahun:

Q, :

Qmaks Jakarta

- $240

: :

kemiringan dasar sungai rata-rata.

184,76"#
. Q,o:
Qmaks Jakarta x
R,o

: 103,5
240

m3/detik.

Besarnya curah hujan (r dalam satuan mm) untuk lama hujan tertentu (t dalam satuan jam) dan hujan harian maksimum (R, dalam satuan mm)dirumuskan sebagai berikut:

: t

o :
120,73 m3/detik.

Untukt < 2 jam


f:zq

txR^.
t + 1- 0,000a x (zoo - nr.)x (z -

184,76*

'5,6,'9

r o
(4.2s)

t[

(4.29)

240

Untuk 2 jam< t x R,,

t<

19 jam

4.4

METODE HASPERS

t+1
Untuk 19 jam<

(4.30) (4.31)

Metode Haspers yang digunakan untuk menghitung debit maksimum dirumuskan sebagai berikut:

t < 30 hari r:O,707xRrox(t+1)1/2

Sesarnya intensitas hujan (l dalam satuan m3/dt/Km2) ditentukan

Qmaks:c{,XBxlxA

berdasarkan hubungan antara r (mm) dan t (jam) dengan rumus:

Teknik Perhitungon Debit Rencono Btntqtrnr Air

Metorle Rrttltxrtl , Mt,ltltior, Weduwen, dan Hospers

r
3,6xt
(4.32)
Langkah-langkah perhitungan dcbit maksimrrin (Qmaks) dengan Metode Haspers adalah:

3.

Hitung cr

1+o'o12xAlt1+O,O75x A"''

o,4s.

4. Hitung tc :

tc

0,1 x

Lo,B

S-0,3

5 jam.

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Hitung nilai cr berdasarkan persamaan (4'.:{r). Hitung nilai berdasarkan persamaan t4.2$. Hitung nilai B berdasarkan persamaan \4)7).

5.
6.

Hitung
Jadi

Hitung nilai r berdasarkan persamaan t4'29) sld (4.31). Hitung nilai I berdasarkan persamaan (4.32). Hitung nilai Qmaks berdasarkan persamaan t4.25).

1: ,,1+3,7x100'0" x-A3t4 p '- Jt.15 12 p: 0,75.


:
5

1,33.

Contoh soal4.5

Hitung r o Oleh karenat (4.30).

jam, maka rdihitungberdasarkan persamaan

(dikutip dengan penyesuaian dari pustaka nomor 24) Suatu daerah pengaliran dengan luas (A) * 100 l(nr2, panjang sungai : utama (L) * 10 Km dengan kemiringan dasar sungal rata-rata (So)
0,001"

o o

Nilai rroditentukan berdasarkan Rro r,n: tXRro : 5x110 : 91 ,67 mm.

'110 mm:

t+1

5+1
R,oo

Nilai

rloo

ditentukan berdasarkan R,oo. Nilai

ditentukan

dengan cara berikut:

Jika tersedia data curah hujan harian maksimum selama 10 tahun pengamatan dan nilai curah hujan rata-ratanya * 90 mm serta nilai curah hujan rencana dengan periode ulang 20 tatrun setelah dihitung berdasarkan distribusi probabilitas cumbel * 110 mm, berapakah debit maksimum dengan periode ulang 20 tahun tlan 100 tahun.

&r:

R+ SxKro (Distribusi Probabilitas Cumbel; nilai Rdan S tetap untuk data yang sama; hanya nilai K yang

berubah-ubah sesuai periode ulang).

Untuk jumlah data curah hujan harian maksimum data, maka nilai faktor probabilitas (K):

10 buah

lawaban soal 4.5:

1.

r A r L . 5o

Diketahui: 100 Km2. 10Km.


C1,001.

o o

Dengan periode ulang 20 tahun (K2o) 1,85. Dengan periode ulang 100 tahun (K1oo) 4,32.

Nilai

s = Rro-R- 110-90=10,81. Kro 1,85

. I

gomm'
1

2.

r Rro * ero * e,on


Ditanya;

Nirai R,oo

: l; i:[X 1x4,32: 156,6e mm.


t x R'oo

10 mm.

......1 ......?

Jadi

r,oo

t+l -

5x156-'69

5+1

130,58 mm.

t02

fttkttik ['+'r:"tt1tttrc.iilt l,rl)tl l]rtt tttt,t ttttti

'l

lvletorle Roslttxtl, lArk lthn, Weduwen, don Haspers

103

fl
7.

Hitung

o '20 l^^ o -roo l.*


8.

=':o 3,6xt 3,6xt


rtoo

9'l

3,6x5 3,6x5

'67 :

5,09 m3/dt/Km2.
m3/dt/Km2.

130'58

:7,25

. Qro:Cr,XpxlroxA : 0,45 x 0,75 x 5,09 x 100 : 171,79 m3ldt. . Q,oo:cr,xBxl.,*xA :


244,69 m3/dt. -oo0oo-

Hitung Q."n,

Ififrogmf Sotuan
5.1 PENGERTIANHIDROGRAF
Sebelum mempelajari lebih lanjut mengenai hidrograf, terlebih dahulu akan disajikan beberapa pengertian yang berhubungan dengan hidrograf, sebagai berikut:
1

:0,45xO,75x7,25 x 100

Hidrograf adalah penyajian secara grafis hubungan salah satu unsur

2.

3.

aliran misalnya debit (Q) terhadap waktu (t). lstilah selanjutnya yang disebut dengan hidrograf dalam buku ini adalah hubungan antara debit dengan waktu. Komponen pembentuk hidrograf berasal dari: limpasan atau aliran permukaan/aliran langsung dan aliran dasar (dibentuk oleh aliran antara dan aliran bawah tanah). Hidrograf terdiri dari 3 (tiga) bagian yaitu: lengkung konsentrasi/ lengkung naik, bagian puncak, dan lengkung resesi. (Lihat contoh
pada Gambar 5.1).

104

Teknik Perhitungon Deblt Rencono llotrqrutrl.rt Air

5.
Lengkung naik Puncak Lengkung resesi

Hidrograf satuan dapat dipergunakan antara lain untuk: r Memperkirakan banjir rencana pada suatu DAS atau sub_
DAS.

.
<-+
Waknr Puncak

Waktudasar

Gambar 5.1 Bagian-bagian hidrograf


6.

Menurunkan hidrograf satuan DAS atau sub-DAS lain khususnya yang mempunyai kemiripan karakter. Penggunaan hidrograf satuan harus memperhatikan luas DAS atau sub-DAS. Dalam Linsley (1989) dijelaskan bahwa penggunaan hidrograf satuan tidak boleh lebih dari 5000 km2, kecuali diperkenankan pengurangan akurasi. Dalam Chow (l9BB) dijelaskan bahwa penggunaan hidrograf satuan diperbolehkan untuk luas DAS 30 s/d 30.000 Km,.

5.2 PENGERTIAN HIDROGRAF SATUAN 1. Hidrograf satuan adalah hidrograf limpasan langsung (limpasan 2. 3. 4.
permukaan) ying dihasilkan oleh hujan satuan. Hujan satuan adalah hujan efektif yang terjadi. merata di seluruh Daerah Aliran Sungai (DAS) dan dengan intensitas tetap selama
satu satuan waktu yang ditetapkan-

Terdapat 3 dalil yang harus diperhatikan dalam hidrograf satuan: Dalil I (lebar dasar sama)

Satuan waktu yang ditetapkan untuk hujan satuan adalah yang

lamanya sama atau lebih pendek dari periode lengkung naik hidrograf. Anggapan dan karaktersitik hidrograf s,atuan: o Sistem yang berlaku pada DAS adalah linear time invariant artinya keluaran berbanding lurus dengan masukan dan tidak berubah terhadaP waktu. o Tidak terdapat perubahan karakteristik DAS akibat perubahan
musim.

Hidrograf satuan (U) yang dihasilkan oleh hujan efektif (i) yang durasinya (t,) sama, akan mempunyai lebar dasar (to) yang sama. (Lihat Cambar 5.2). Dalil Il (linieritas) Besarnya limpasan langsung linier dengan tinggi hujan efektif (i), artinya makin besar nilai i maka nilai U makin besar (Lihat Cambar 5.2). Dalil lll (penjumlahan/superposisi) Limpasan langsung yang dihasilkan oleh hujan efektif yang berurutan dapat ditentukan dengan menjumlahkan limpasan langsung yang dihasilkan oleh masing-masing hujan efektif
tersebut.

7.

o o

Hujan efektif yang jatuh pada DAS bersifat merata

pada

intensitas dan waktu tertentu. Bersifat khusus untuk suatu DAS, oleh karena itu penggunaan hidrograf satuan suatu DAS pada DAS lain harus dilakukan
secara hati-hati.

u runkan h idrograf satuan (U), maka terdapat 2 kelompok hidrograf satuan, yaitu: hidrograf satuan nyata dan hidrograf satuan sintetis.

Diti njau dari data yang d ipergunakan dalam men

t06

Teknik Perhitungon Deblt Rencono |knr4nrnt Air

Hidrogal \ilrrtut

5.3

HIDROGRAF SATUAN NYATA

Hidrograf Satuan Nyata adalah hidrograf satuan yang diturunkan berdasarkan data hujan dan data debit. Contoh metode yang dapat

dipergunakan untuk menurunkan Hidrograf Satuan Nyata suatu Daerah Aliran Sungai (DAS), diantaranya: Metode LK. Sherman, dan Model Collins.
Contoh soal 5.1 (Metode LK. Sherman) Jika diketahui luas DAS (F) : 21O km2. Hujan dengan durasit, - 6 jam dan data debit yang tercatat setiap interval waktu (40 : 6 jam seperti tercantum pada kolom (2) Tabel (5.1). Aliran dasar (base flow) lO m3/ det. Tentukan Hidrograf Satuan DAS tersebut. Tabel 5"1 Perhitungan hidrograf satuan nyata LK Sherman
Tanggal

Gambar 5.2 Hubungan t dengan tu serta hubungan i dengan U


i mm/jam

L, l--l

,,

ffit
| 'I',#l
u m3/dt

waktu (At)
(2)

Debit total
in3/det

Base

flow

Limpasan

Hidrograf
Satuan (m3/det/

langsung
M3/det (m3/det) (4)

waktu
gorr,l

L t. <.---r--+-{...:}

cm)
(6) 0,1 3

'
-

(1)

(3)
'l

(s) 1,00 95,00


1

0.00 6.00
1 Juni
'r

1,00

10,00 10,00
r

105,00
1

't2,34
1

2.00

10,50

0,00

00,50

3,06

18.00 0.00 6"00


2 Juni

148,00 150,00
1

10,00 10,00

138,00
'140,00
1

17,93
t 8,19

10,50

r0,00
r

00,50

13,06
8,71

12.00 18.00 0.00 6.00

77,00 40,90 35,50 32,00

0.00

67,00 30.90 25,50 22,00


r
1

10,00

4,02
3,31

10,00 10,00

2,86
2,12 1,49

3 Juni

12.00
18.OO

26,30
21

r0,00
10.00 10,00 10,00

6,30
1,50

0.00 6.00
4 Juni

,50 10,00

0,00 0,00

0,00 0,00 0,00 0,00

10,00 10,00

12.00
r

r0,00
10,00

0,00
0,00 748,20

8.00

r0,00

Gambar 5.3 Prinsip superposisi hidrograf


t08
Teknlk Perhltungon Deblt Rencono fungunon Alr

Hldrogrol Sutuut

t09

r
I

Keterangan Tabel (5.1 ):

. . .

Kolom (1), (2), (3), (4) adalah data yang diketahui . Kolom (5) : limpasan langsung - kolom (3 )- kolom (a). Tinggi hujan rata-rata di atas DAS (h*,,) : Totalkolom (5) x At

satuan nyata dapat dilakukan dengan cara dekonvolusi hidrograf. Rumus dekonvolusi hidrograf satuan:

Q": >.
Q, : P. : U*,*r : n : M :

nsM

XUn-,*r

(s.1)

Keterangafr?rrus:
hidrograf limpasan langsung (diketahui). hujan efektif (dikerahui). hidrograf satuan (akan dihitung). jumlah ordinat hidrograf limpasan langsung. jumlah durasi hujan yang berurutan.

F u e r
Kolom (6)

74B,2Ox6x6Ox6O _ 0,077 m:7,7 cm.


210000000

hidrograf satuan

kglom(5).
hrata-rata

At
F

intervalwaktu pengamatan (dalam satuan detik).


luas DAS (dalam satuam m2).
260 240 ?20 200
180 160

Berdasarkan persamaan (5.1 ), jika:

n:1 maka:Q,:P,xU, n :2 maka: Q, : P,xU, + PrxU, n :3 maka: Q, : P, x Ur+ Prxl)r+


dan seterusnya.
a

(s.2) (s.3) P, x U, (s.4)

140 120
100

80 60 40 20 0

.-

o lam

--

'a. "a. "t. 't..

Nilai Q1, Q2, dan Q3, serta nilai Pl ,P2, dan P3 pada persamaan (5.2) sld (5.3) adalah diketahui. Oleh karena itu, berdasarkan persamaan (5.2) didapat nilai U1. Kemudian nilai U1 dimasukkan ke persamaan (5.3) didapat nilai U2. Dan nilai U'l dan U2 dimasukkan ke persamaan (5.4) didapat nilai U3
dan seterusnya.

t0

[:

l+tfidrograf satuan

--'

16 14 12 - LineI"""u^s;r"sl
I

Gambar 5.4 Limpasan langsung dan hidrograf satuan nyata akibat huian efektif tunggal untuk soal 5.1.

Contoh soal 5.2:

5.4

DEKONVOLUSI HIDROGRAF SATUAN

Hitunglah hidrograf satuan 1 jaman bila diketahui curah hujan dan limpasan langsung yang terjadi adalah seperti Tabel (5.2).

Dalam contoh soal 5.1 dijelaskan cara menurunkan hidrograf satuan nyata berdasarkan hujan efektif tunggal.
Jika hujan efektif yang terjadi adalah tidak tunggal, melainkan dengan intensitas berbeda secara berurutan, maka penurunan hidrograf

fi0

Teknlk Perhltungon Deblt Rotrcono Bonqi:irun Air

Ilidrotyol 5olrttut

r'

Tabel 5.2 Curah huian dan limpasan langsung


n

Curah hujan (P, mm)

Limpasan Langsung
1Q, m3/dt)

25 45

10,5

)
3

50,5 120,40 185,60 200,80 170,45 115,40 68,40 30,75


18,2.O

40

4
5

6
7
B

5. Q, 200,80 Us 6. Qu 170,45 U6 7. Q, 115,40 U7 8. Q, 68,40 Us :

P,xUu+PrxUo+PrxU,
25 x U, + 45 x2,02x 40 x 1,BB 1,39 m3/dt/mm.

P,xUu+PrxUr+PrxUo
25

x Uu + 45 x 1,39 x 40x2,O2

1,08 m3/dt/mm.

P,xUr+PrxUu+PrxUu
25 x U, + 45 x 1,08 x 40 x 1,39 0,45 m3/dt/mm.

P,xUu+PrxUr+PrxUu
25 x U, + 45 x O,45 x 40 x 1,08. 0,20 m3/dt/mm.

10

3; Berdasarkan Tabel (5.2) diketahui: jumlah durasi hujan (M) 10; sehingga jumlah ordinat Jumlah ordinat limpasan langsung (N)

hidrograf satuan(U)

adalah:(N-M + 1) : (10-3 + 1) : Bbuah.

Setelah U, # Uu diperoleh, maka hubungan antara curah hujan, limpasan langsung, dan hidrograf satuan dari soal 5.2 dapat disajikan seperti. Tabel (5.3) dan Cambar (5.5).

Perhitungan nileii U dilakukan sebagai berikut:

Tabel 5.3 Curah hujan, limpasan langsung dan hidrograf satuan soal 5.2
n

1. e, : p,xU, 10,50 25 x U, O,42 m3ldtlmm. Ur P,xUr+PrxU, 2. Q, 50,50 25 xU., + 45 x0,42 1,26 m3ldtJmm. U2 P,xUr+PrxUr+PrxU, 3. Q, 120,40 25 x U, + 45 x 1,26 + 40x0,42 1,88 m3/dt/mm. U3 P,xUo+PrxUr+P.xU, 4. Q. 185,60 25xUo + 45 x 1,88 x 40x1,26 2,02 m3ldtlmm. Uo
112

Curah hujan (P, mm)


25

Limpasan Langsung

Hidrograf satuan (U,


m3/dt/mm) 0,42 1,26
1,88
2,O2

(Q, m3/dt)
10,5 50,5 120,40
r

2
3

45 40

4
5 6 7
B

85,60

200,80
170,45 "t15,40 68,40 30,7s 18,20

't,39 1,08 o,45 0,20

I
10

Teknik Perhitungon Debit Rttttttrxr lltur<4nrutr Air

llidrogrol Sultll'nr

113

3'00

Jawaban soal 5.3:


I

250l
2.00 E

Tabel 5.4 Perhitungan total hidrograf limpasan langsung untuk soal 5.3
Waktu (am)
(1) 0

U (m3/dUmm)
(2)

Hidrograf langsung (m3/dt) akibat huian


50 mm
(3)

Total Hidrograf
langsung (m3/dt)
(s)

30 mm
(4)

3, d

1,50

g
f

0,00 o,42
"t,26 1,88
2,O2

0,00
21 ,OO

0,00 0,00 12,60


37,8O

't,oo

I
2 3

63,00 94,00 101,00 69,50 54,00 22,50 10,00

,00 75,60
21 r 31

0,50

4
0,00

56,40 60,60
41 ,70

,80 157,40
1

1,39 1,08

30,1 0

6
8

95,70 54,90 23,50 6,00

o,45 0,20

32.40
1

3,50

Gambar 5.5 Hidrograf satuan untuk soal 5.2 Contoh soal 5.3
Berdasarkan hidrograf satuan yang diperoleh dari soal 5.2, hitunglah

6,00

total hidrograf limpasan langsung jika terjadi hujan efektif sebesar 50 mm pada jam pertama dan 30 mm pada jam ke dua.

. o .

Keterangan Tabel 5.4:

Kolom Kolom

(2) : hidrograf satuan dari jawaban (3) :50 mm x kolom (2) (4) :30

soal 5.2.

Pengisian nilainya dimulai dari jam ke nol (karena hujan berlangsung 1 jam dari awal).

Kolom

IIujan efektif
(mm)

Kolom

(5) :

mm x kolom (2) Pengisian nilainya dimulai dari jam ke 1 (karena hujan berlangsung 1 jam dari jam ke 1). kolom (3) + kolom (4).
ts ls t{
120

Waktu (iam)
Cambar 5.6 Besar dan urutan huian efektif untuk soal

! roo ro
o
&
a0 20 0

5.i

10

Waklu (iaml

.Gambar 5.7 Hidrograf satuan, hidrograf akibat hujan 50 mm dan j0 mm, sr.rla tofa/ hidrograf limpasan langsung untLtk soal 5.3
Teknik Perhitungott Dt'bit Rt'rtt rtrxt lltttrgrnunr Air

llidroqral \nlrnnt

t15

rfr

5.5 PERUBAHAN DURASI


kaan atau limpasan langsung.

HIDROGRAF SATUAN

Hujan satuan dapat dikatakan sebagai hujan efektif setinggi 1 mm dengan durasi tertentu dalam menghasilkan limpasan permuDurasi hujan saiuan akan mempengaruhi bentuk hidrograf satuan, khususnya terhadap waktu dasar (tr,) dan besarnya debit puncak (Qo) dari suatu hidrograf satuan.
hujan Jika suatu hidrograf satuan dari suatu DAS dibentuk oleh efektif dengan durasi t, jam misalnya, maka hidrograf satuan yang

dihasilkan oleh hujan satuan dengan durasi t,' jam pada DAS tersebut dapat diturunkan dengan 2 metode, yaitu: o Lagging Method. . S HydrograPh Method.

satuan durasi g yang digeser


sebesar q (kolom 4 Tabel 5.5)

Hidrograf satuan durasi 2 atau 3 Tabel 5.5) ,

t, (kolom

a.

Lagging Method Metode ini digunakan untuk menentukan hidrograf satuan dengan durasi hu.ian efektif yang lebih lama atau kelipatan dari durasi hujan efektif sebelumnya. Contoh: hidrograf satuan dengan durasi hujan efektif t, jam meniadi 2 t, jam.

Gambar 5.8 Hidrograf satuan dengan durasi hujan efektif yang berbeda

3.

Cara perhitungan dengan Lagging Method adalah


berikut:

sebagai

1. 2.

Hidrograf satuan akibat hujan efektif setinggi 1 mm dengan durasi t, jam ditambah dengan hidrograf itu sendiri dengan titik permulaannya digeser sebesar t,lam (suPerposisi). Kalau superposisi tersebut dilakukan 1 kali berarti didapat hidrograf aliran akibat hujan efektif setinggi 2 mm dengan clurasi 2 t, jam (lihat kolom 5 Tabel 5.5). lika ordinat dari hidrograf ini dibagi 2 maka didapat hidrograf satuan dengan .l tinggi hujan efektif mm dan durasi 2 t, jam (lihat kolom 6 Tabel 5.5).

Kalau superposisi tersebut dilakukan 2 kali berarti didapat hidrograf aliran akibat hujan efektif setinggi 3 mm dengan durasi 3 t, iam. Jika ordinat dari hidrograf ini dibagi 3 maka didapat hidrograf satuan dengan tinggi hujan efektif 1 mm dan durasi 3 t, jam. Demikian seterusnya untuk superposisi 3 kali, 4 kali dan seterusnya, langkah-langkah perhitungan yang dilakukan adalah sama.

Contoh soal 5.3:


Jika diketahui hidrograf satuan suatu DAS yang diakibatkan oleh hujan satuan dengan durasi t, 1 jam adalah seperti tercantum pada kolom

2 pada Tabel (5.5).

Tentukanlah hidrograf satuan DAS tersebut jika hujan satuan berdurasi t,' : 2 jam.

Tektik Perhitrttr<lort Drbil Rt'rx ttttrt lhtttgrttuut Air

Hiclrogrol Solutut

117

r
Jawaban soal 5.4:

Tabel
Waktu

5.5 Perhitungan hidrograf


U dengan

satuan dengan Lagging Method


U dengan t.' = 2 jam (m3/dt/mm)
(6) = (5)/2

t, =

(am)
(1) 0

iam (m3/dUmm)
(2)

Hidrograf limpasan dengan keterlambatan 2 iam


(3) (4)

(s)=(3)+(4)
0,00 o,42
1,68

0.00 0,42
1,26

0,00 0,42 1,26


1,BB

0,00
o,21

0,00 o,42
1,26 1,88 2,02

2
1

0,84 1.57 1,95


"l

1,88
2,O2

3,14 3,90 3,4'l 2,47


1,53

01231567!et0lt12
ftktu0rm|

4
5

2,02
1,39 1,08

1,39 1,08

,71

Hid. satuan

durasl t

lam

-+-

Hid. 3atuan

dur$l 2lam

6
7 B

|,39
'I

1,24

0,45 o,20
0,1 5

0,45 0,20 0,15

,08

0,77 0,33 0,18 0,08

o,45 0,20 0.15

0,6s 0,35 0,15

Gambar 5.9 Hidrograf satuan akibat hujan dengan durasi dan t,: 2 iam untuk soal 5.4

t,: I iam

10

b.

S Hydrograph

Keterangan Tabel (5.5):

. . o

Kolom (2) atau (3) Kolom (4) Kolom (5)

hidrograf satuan dengan tinggi hujan efektif 1 mm durasi t, : 1 jam. hidrograf satuan dengan durasi t, : 1 jam yang digeser sebesar 1 jam. adalah hidrograf satuan dengan tinggi hujan efektif 2mm durasi t,' : 2 iam; hidrograf satuan ini merupakan hasil penjumlahan 2 hidrograf satuan dengan tinggi hujan efektif 1 mm durasi t, : 1 jam. hidrograf satuan dengan tinggi hujan efektif 1 mm durasi t,' : 2 jam. kolom (5)
2

Method Langkah-langkah perhitungan dalam S Hydrograph Method untuk mengubah hidrograf satuan dengan durasi hujan efektif t, menjadi hidrograf satuan dengan durasi hujan efektif t.' adalah sebagai berikut:
1

Jumlahkan secara kumulatif suatu seri hidrograf satuan dengan durasi t, atau U(t) hingga diperoleh hasil yang tetap menyeru-

pai kurve S (t).


S

(t)

t, x [U(t)

U(t- t,)

U(t-2

tJ + ......]

(s.s)

Keterangan rumus:

Kolom (6)

s (t)

kurve S pada saat t jam, merupakan hasil penjumlahan hidrograf satuan secara kumulatif
(m3/mm).

t:
r

u(t)

durasi hujan efektif semula (jam). hidrograf satuan (m3/dt/mm) yang titik awalnya dimulai dari titik nol. Ordinat hidrograf satuan dihitung setiap t jam.

118

Teknik Perliturtgott Dt'ltlt Rtttt tltttt llttrttltnnnt Air

Hldrogrol Satuun

fi9

u(t-2 t,)

awalnya hidrograf satuan (m3/dt/mm) yang titik dlmuLi setelah t,. Ordinat hidrograf satuan dihitung setiaP t iam. awalnya hidrograf satuan (m3/dt/mm) yang titik satuan dimulai setelah 2 t,' Ordinat hidrograf

Hujan (mm) dengan durasi

t.'

dihitung setiap t iam.


t (am) t (iam)

Gambar 5.12 Hidrograf satuan dengan durasi huian efektif t,' atau

u'(t)
Contoh soal 5.5:
t (iam)

Soal sama dengan soal 5.3. Tentukanlah hidrograf satuan DAS tersebut 3 jam dengan metode zjam dan jika hujan satuan berdurasi

l: :

ti :

secara kumulatif Gambar 5.10 Penlu mlahan hidrograf satuan digeser ke belakang 2. Kurve S (t) yang diperoleh kemudian r;;; d"ne* air"ri vang diinginkan (t,') sehingga diperoleh kurve yang baru Yaitu Kurve S'(t) (s.6) s'(t) s (t-t,')

kurve

S.

Jawaban soal 5.5:

Tabel 5.6 Perhitungan hidrograf satuan; durasi huian efektif iam dengan S Hydrograph Method untuk soal 5'5
s(r)

t: -

s(t-t')

t"

Hujan kontinu (mm) mulai setelah

t"

Waktu (iam)

U dengan q =
1 iam mYdt/mm (2)

s(r) mVmm
(3)

s(r-r,,)

dengan t.'
2 jam m3/dt/

mlmm
(s) = (3)-(4) 0,00
o,42 1,68
3,14

mVmm
(4)

mm

(r)
0
1

0,00 o,42 1,26 1,88 2,02


1,39

o,o0
o,42 1,68 3,56 5,58

(6) = (s)/2 0,00


o,21

2
3

0,oo
o,42 1,68 3,56 5,58 6,97 8,05

0,84
1,57 1.95
1

4 5

3,90
3,41

6,97 8,05 8,50 8,70 8,85 8,85 8,85

.71

t (iam)

6
7

1,08 o,45 0,20 0,15

2,47
1,53

t,24
o,77 0,32
0.18

S'(t) atau Offset 5Gambar 5.11 Penggeseran Kurve 5(t) meniadi

8 9 10

0,65 0,35

8,50
8,70 8,85

hidrograf

0,r5
0,00

0,08 o,o0

1t

3.
120

U'(t): Hitung hidrograf satuan dengan durasi t,'atau

u'(t)

ts(t)

s'(t)l

/t,'
Teknik Per |ritungon

(s.7)
t21

Doltlt

Rt'trt tttut lktrtrlrttttttr Air

Hldrogral Satwur

Keterangan Tabel (5.6):

. .

Kolom Kolom

(2) : (3) :

hidrograf satuan dengan tinggi hujan efektif 1 mm durasi t, : 1 jam; satuannYa m3/dt/mm. kurve S(t) iang diperoleh dengan menjumlahkan secara kumulatif nilai kolom (2) dikalikan dengan 1 (karena t, : 1 jam; lihat persamaan 5.5).
dengan waktu t,.

Tabel 5"7 Perhitungan hidrograf satuan ; durasi hujan efektif t., iam dengan S Hydrograph Method untuk soal 5.5
Waktu
0am)
(1) 0
1

'

dengan

t, 1 iam (m3/dt/ mm)


(2)

s(r)
(rn3/mm) (3)

s(t-t,)
(m3/mm) (4)

s(t)

s(r- t,')

U dengan

(m3/mm)

t,'=

3iam

(m3/dt/mm)

(s)=(3Ha)
0,00 o,42
1,68

(6) = (s)/3

0.00
(),42 1.26

0,00 o,42 1,68 3,56 5.58 6,97 8,05

0,00 o,14 0,56 1.19 't,72 1,76 1,50 o,97 0,58

Contoh: O,42: 1 x (O + O,42) satuannya m3/mm karena dikalikan

2 3

1,88
2,O2

0,00
o,42 1.68 3,56 5,58 6,97 8,05

3,56 5,16 5,29 4,49 2,92


1,73

1,68:tx(0+A,42+1,26) 3,56: 1 x(0 + O,42 + 1,26 +


dan seterusnYa.

+ 2,O2) 5,58: 1 x (0 + O,42 + 1,26 + 6,97 :1 x (0 + O,42 + 1,26 + 1,88 + 2,O2 +

1,88) 1,BB

.)

1.39 1,08

6
7

o,45 4,20 0.15

8,50
B,7A
B,B5

1,39)

0,8 0,35 0,15

r o o

Kolom

(4) :

Kolom (5) Kolom (6)

nilai kolom (3) digeser sebesar l: : 2jam; sehingga nilai S(t) diisi mulai darijam ke 2. (lihat persamaan s.6). kolom (4) - kolom (3). 2 jam; lihat kolom (5) dibagi 2 (karena ti
persamaan 5.7). Satuannya m3/dt/mm.

't0
11

0,27
0,12 0,05

B,B5

8,8s
8.85

8,50 8,70
8,85

0.00

0.00

2,00

1,50

I
E
:l
r,oo
0,50

0.00

0t234567E9tolt
truEtdu oaml

-*01234567t9101112
Waktu {hm)

Hid.

:atuan durasi I

,am

Hid. durasl 3

EL-]

j ...l__

H6,3s1g6n dura3i I

jam

- Hld. sat an durasi 2 iam

Gambar 5.14 Hidrograf satuan akibat hujan efektif dengan durasi t, : 1 iam dan t,' : j jam untuk soal 5.5

Cambar 5.13 Hidrograf satuan akibat huian efektif dengan durasi t, : 1 iam dan t: : 2 iam untuk soal 5.5
Hiclrogrol Solrxut t23

122

Teknlk Perhltungon Deblt Rerrono tkutgunon Air

5.6

HIDROGRAF SATUAN SINTETIS

4.
5.

peJika tidak cukup tersedia data hujan dan data debit maka nurunan hidrograf satuan suatu DAS dilakukan dengan cara sintetis.

Waktu puncak to ts + 0,8 Tr berikut:

(s.12)

Debit puncak hidrograf satuan sintetis dirumuskan sebagai


u '*AxR^x (o,3xt, 3,6

Hasilnya disebut dengan Hidrograf Satuan Sintetis (HSS).


HSS adalah hidrograf satuan yang diturunkan berdasarkan data

Q,

sungai pada DAS yang sama atau DAS terdekat tetapi memiliki karak-

+to,r)

(s.13)

teristik yang sama. Terdapat beberapa model HSS, diantaranya: HSS Snyder, HSS Nakayasu, HSS SCS, dan HSS Cama.
Masing-masing model HSS, pada dasarnya hanya berlaku di DAS tertentu, yakni di DAS di mana HSS tersebut secara empirik diteliti atau dirumuskan.

Keterangan rumus (5.8) s/d (5.13): t, n aktu kelambatan (jam).


L

to.,

panjang sungai (Km). raraktu saat debit sama dengan puncak (jam).
to,3

0,3 kali debit

1,5
ct,

waktu saat debit sama dengan 0,32 kali debit


puncak (jam). koefesian, nilainya antara '1,5 - 3,0. waktu puncak (jam). debit puncak(m3/det). luas DPS (Km'). durasi hujan (jam) : (0,5 x tr) s/d (1 x t ). satuan kedalaman hujan (mm).

Oleh karena itu, penurunan HSS suatu DAS dengan menggunakan model-model HSS yang sudah ada atau yang disebutkan di atas,

tp
Qo

harus dilakukan melalui lankah-langkah kalibrasi dan verifikasi yang semestinya sehingga model HSS yang diperoleh sedapat mungkin dapat menggambarkan kondisi yang sebenarnya.

A T
Ro

a.

HSS Nakayasu

Nakayasu (1950) telah menyelidiki hidrograf satuan di Jepang dan memberikan seperangkat persamaan untuk membentuk suatu hidrograf satuan sebagai berikut:
1.

Q (m3lot) dan r (mm)

to {

Waktu kelambatan (time lag, t, ), rumusnya:

04+0,058x1; rintukL>15km untuk L < 15 km o,21 xLo,7

(s.B)

(s.e)

2.

Waktu puncak dan debit puncak hidrograf

satuarr sintetis (s.1 0)

to : t**0,BTr
3.

dirumuskan sebagai berikut:

Waktu saat debit sama dengari 0,3 kali debit puncak:

to,,

cr x

t,

(5.1 1)

h,s

1,5 to,r

Gambar 5.15 H55 Nakayasu


leknlk Perhltrtngon D.:blt Rtrnotttt thtttgttnon Alr tllclrogrol Sotuutt
,25

Bagian lengkung naik (0

<t<

tp) (5.14)

a
dengan:

^t Q,

2,4

0,75 x 3,O1 2,26 jam.

Itp

to

tu+0,8xTr
3,01 + 0,8x2,26 4,82 jam.

a t :
7.

debit sebelum mencapai debit puncak (m3/det). waktu (jam).

to,r: axt,
2 x 3,01 6,02 jam.

e
o

Bagian lengkung turun

Jika tp<

t < to,3
t-t,

Hitung Qo
(5.15)
t0,3.

Q:

Q, x 0,3

,0,,
1,5
t-tr+0,5xto,r

Qo:

Jika to.r(
Q

t<

+-AxRox
1

(o,3xtr+to,r)

: Qo x 0,3 l'5xto'r o Jika t > 1,5 to,3


t-to +1,5xt0,:

(5'16)

3,6

x1500x1x

(O,3x4,82+ 6,021

:
(s.17)

55,81 m3/det.

e:
Contoh soal 5.6:

eo

0,3 :

2xto,3

Suatu daerah aliran sungai mempunyai luas sebesar 1500 km2 dengan panjang sungai utama L 45 km. Tentukanlah hidrograf satuan DAS ini

Hitung debit bagian lengkung naik: 0 < t< tp atau pada bagian 0 < t < 4,82jam atau dibulatkan jam

0<t<

dengan model HSS Nakayasu. Kemuclian tentukan pula total hidrograf limpasan langsung jika pada DAS ini terjadi hujan jam-jaman berturut-

o:o,;

2,4

55,81

x 4,U

2,4

(s.18)

turut: 25 mm, 50 mm, dan 15 mm.


Jawaban soal 5.6:

Hitung tr, T, tr, dan to,, Untuk L : 45 km > 15 km maka perhitungannya:

Hitung debit bagian lengkung turun tp< t < to,3atau pada bagian 4,82 jam < t <(4,82 + 6,O2)jam atau 4,82< t <10,84 atau dibulatkan 5 < t < 11 jam atau t: 5 s/d 11 jam.

t, Tr:

O4+0,058x1 04+0,058x45
3,01 jam.

to, : Q:Qrxo,3

t-to

55,91 x.O,3

t-4,82 u,o,

(5.19)

Persamaan debitpada bagianturun: to,,

( t < 1,5 to,, atau

0,B4jam

0,75xt,
Teknlk Perhitungon Deblt Rotrcottr ilo,ryurr;tt Alr

< t < (10,84 + 9,03) atau 1O,84 < t < 'tg,B7 atau dibulatkan: 11 < t ( 20 atau t:'12 sld 20 jam.
llidroqrol Sulunt
127

r
Tabel 5.8 Laniutan
No

t-tp+0,5xto,3

e:

eo x 0,3

1'5xto'3 :

55,81 x

0,3

LI/4:9iJf[2
1'5x6'o2

t (am)

Hidrograf
satuan (m3/det /mm) 25 mm
(4)

: 55,81 x 0,3 e'03 o


Persamaan debit pada bagian turun: atau dibulatkan

I - 1,81

Hidrograf (m3/det) Akibat Hujan


5O mm

Total hidro
tangsung (m3/de0

(5.20)

'15 mm (5)

t>

1,5 to,, atau a


4,82 +

t>

(1)

(2)
7

(3)

(s) 2203,89 1804,40 1477,33 1209,54 990,29 810,79 717,19 627,67 549,32 480,75 420,74 368,22 322,26
282,O3

(n
391 3,65

19,87

t>

36,09 29,55 24,19


19,81 16,22 14,34 12,5s

902,20 738,66 604,77 495,15

807,55 661,17 541,32 443,20 362,86 297,09 243,24 215,16


r

20, misalnya 23 iam:


1,5 x 6,02

10
'I
1

3204,24 2623,42 2'147,88 1758,55 1466,47

t-tp+1,5xto,j

Q:Qo x0,3

2xto,:

9 10

: 55,81 x Q,l

2x6'o2
12 t+4,21
13

I1
12
13

405,39
358,59
31

:55,81 x 0,3 '2'*

(5.21)

14 15

Dengan memasukkan nilai t dalam satuan jam dari (0 s/d > 1,5 to,r; misalnya 23 jam) ke persamaan (5-17\ sld (5.20) di atas akan diperoleh hidrograf satuan seperti tercantum dalam kolom (2) dan (3) pada Tabel (5.8). Sedangkan total hidrograf langsung akibat hujan 25 mm, 50 mm, dan 15 mm terdapat dalam kolom (7) Tabel (5.8). Tabel 5.8 HSS Nakayasu dan total hidrograf limpasan langsung soal 5.6

3,83

't274,26
1117,48

-t6
17
1B

14
15

10,99 9,62
8,41

274,66
240,38 210,37
184,1
1

88,30

977,99
855,92 749,48

l6
17

1u,80
144,23

19

7,36 6,45 5,64 4,94 4,49 4,06 3,67

20
2'l 22 23

l8
r9
20 2'l 22 23 24
25

161,13
141 ,O2

126,22 110,47 96,68


84,61
74,O5

655,58
573,74 502,13 443,60 399,84
362,O8

123,41

112,16
'101,48

246,83 224,31 202,97


1

No

t (am)

Hidrograf
satuan (m3/det /mm) 25 mm
(4)

Hidrograf (m3/det) Akibat Hujan


5O mrn

24

Total hidro
langsung
(m3/det) (7)

25

91,83

67,29 60,89
55,1 0

15 mm
(6)

83,65

244,54

(1)
1

(2)

(3)

(s)

55,10

0,00
1,28

0,00
32,01

0,00

Keterangan Tabel (5.8):

2
3

I
2
3

0,00
64,O3

32,O'l

. . o

6,76
17,89 35,67
55,81

168,97 447,13 891,83 1395,25 1345,92

0,00
19,21

233,OO

Pada saat (s.18).


Pada saat

sld

4 jam, pada kolom (3) menggunakan

persamaan

4
5

337,94 894,25 1783,66 2790,50


2691 ,83

804,28 1887,47 3447,19


4671,51

4 4,82
5

101,38 268,28
535,1 0

5
7

53,84 44,08

4,82 jam, kolom (3) merupakan nilai debit puncak (Qp) dari hidrograf satuan. Mulai dari 5 s/d 11 jam, perhitungan hidrograf pada kolom (3)
menggunakan persamaan (5.1 9).

t:

110t,95

837,15

4630,93

128

Tekntk Perhltungon Deblt Rencona Borryunan Alr

Hldrogrol Sotuon

i I
|

fltrl:,r, llrr
,l

n{rr,rK
1

,r.l:rklitr

I
I I

t29

,,r,

l, r ,r r 1j;1q4

Mulai dari 1 2 sld 2O jam, perhitungan hidrograf pada kolom


menggunakan persamaan (5.20).

(3) (3)

Karakteristik DAS yang dimaksud adalah:

Mulai dari 21 sld 23 jam, perhitungan hidrograf pada kolom


a o a a

menggunakan persamaan (5.2 1 ). Kolom (4) : 25 mm x kolom (3). Kolom (5) : 50 mm x kolom (3), kemudian diturunkan 1 baris. Kolom (6) : 15 mm x kolom (3), kemudian diturunkan 2 baris. Kolom (7\ : kolom (4) + kolom (5) + kolom (6).
5100.00 4500,00

o . o

Luas DAS (A, km2).

Panjang aliran utama (1, km).

Jarak antara titik berat DAS dengan outlet yang diukur di sepanjang aliran utama (1., km).

4rop0
l.sq,tro

='3.oo,oo 2.soolo

o,

2.00010

rJo0I0 trm,00
500p0
0,00

O12

I 1 5 6,
Hitrttri

lotl
l

12131,1

151617181920212223212526n

-+-HH.lim9.mtot
...r-.'
50

-.-.

Hklikbai2smm
Huakbat15mm

Gambar 5.16 Hidrograf limpasan akibat huian setinggi 25 mm, 50 mm, l5 mm, dan hidrograf limpasan total untuk soal 5.6
b.
HSS Snyder

Gambar 5.17 Posisi L dan L . pada suatu DAS


Q (m3/d0 dan r (cm)

Snyder (1938) mendapatkan dan mengembangkan hidrograf satuan DAS di Amerika Serikat yang berukuran 30 sampai 30.000 km2 dengan menghubungkan unsur-unsur hidrograf satuan dengan karakteristik DAS akibat hujan 1 cm.

Unsur-unsur hidrograf satuan yang dimaksud adalah:

. . o
130

Debit puncak (Qo, m3/d0. Waktu dasar (To, iam). Durasi hujan (t,,lam). Gambar 5.18 Hidrograf satuan Snyder Standar (to
Teknik Perhitungon Deblt Rerrtttrrtt llorrqnrnr Alr

5,5

t)
t3l

Hldrqrol

Sotuutt

t '

QrR

.Tr
t t

QoR

(o xt)/tR p'p grRxA


5,56 / qoR '1,22 x QoR''.* 2,14 x QrR-t,*

(m3/detik/km2 cm) (m3/detik/ cm) (jam) (jam) (jam)

Wru* : Wron :

(s.34) (s.3s) (s.36) (s.37) (s.38)

Contoh soal 5.7:


Suatu DAS mempunyai luas 45 Km2. Panjang sungai utama (t): 10Km. Jarak antara outlet ke titik pada sungai yang terdekat dengan titik pusat

Gambar 5.19 Hidrograf satuan Snyder iika

t, f

5'5 t,

adalah sebagai Rumus-rumus dalam Hidrograf Satuan Snyder berikut: 1. Iika to : 5,5 t,(iam) atau hidrograf satuan standar: \5.22) . to : O,75 C, ( L x L.)o'3 (iam) (s.23) (iam) (s.24) . To : 0,5 t, + tp 0uT) (s.2s) (m3/detik/km2 cm) 2,75 x (cfe) . q; (s.26) (m3/detik/cm) . Ci, : qpxA (s.27) (jam) . To 72 + 3 xto (s.28) . Wrrn : 1,22 x QrR-''ot (iam) (s.2e) Wro* : 2'14 x QoR-''* (jam)

(1.) : B Km. Hitung hidrograf satuan jika durasi hujan tR nilai C, : 2,5 dan Co : 0,4.

4 jam;

Jawaban soal 5.7:

. to t t, : .
tpR

. 4 :rJ|,s

0,75 Ct( L x L.)o'3 O,75 x 2,5 x (10 x 810'r

6,98 jam.

tr/5,5 6,98I 5,5

'l,27jam * tR:4jam.
)14

t, * (tR - t)/4 6,98 + (4 - 1,27 7,66 jam.

. TpR : ' 9o

Harga L dan L. diukur dari Peta DAS' DAS' C, dan C, koefisien yang bergantung dari karakteristik

0,5 tR + teR (0,5 x 4)+ (7,66) 9,66 jam. 2,75 x (Cfp) 2,75 x O,4 / 6,98 0,16 m3/detik/km2 cm.
(Q, x to)/toR

Cp C, A 2.

0,9 s/d 1,4. O,75 sld 3luas DAS (kmr).

5,51, (jam) maka hidrograf satuan yang diperlukan Jika t, rumus-rumusnya: (s.30) ot p 0,75 C,( L x L.)o'3 0am) (s.31) te + (tR -r")14 fiam) o tR p (s.32) (jam) o TR 0,5 tR + p (s.33) (m3/detik/km2 cm) tQo 2,75

. QoR : . QoR

(0,16 x 6,98) 19,66 0,14 m3/detik/km2 cm. QoRxA

teR x(Cfe)

0,14 x 45
6,459 m3/detik/cm.
Hldrogrol Sutruut

112

Alt Tekntk Perhitungan Deblt Rentotttt Bturtpttrrur

;r

:P'

Wrrn

1,22 x QoR-''ou 1,22 x 0,14 -t'oa

C,:

tp

9,93 jam.

0,75x(L * L. )o''
15

Wuon 2,14 x QrR-''ou : 2]2 x 0,14


17,41 iam.

-1'oB

0,75x(t oo x :of''

1,81

Tb

5,56 / qoR

5,561 O,14 38,74 iam.


Berdasarkan hasil perhitungan di atas, selanjutnya dapat dibuat gambar sebagai berikut:

Perhitungan nilai Co dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: . Hitung QrR berdasarkan persamaan (5.35):

QoR

QrRxA
o_R -P

q-R 'pA .
.Wr*-9,93

50

2OO

0,25 m3/detilc/km2 cm.

Hitung t, berdasarkan persamaan (5.23):

jm

t, .
t(iam)

- tJ5,5:1515,5
2,73 jam.

Tr=38,74jam

toR : to*(tR-tJ/4

Hitung toR berdasarkan persamaan (5.31):

Gambar 5.20 HSS Snyder untuk soal 5-7 Suatu DAS memiliki paniang sungai utama (L) : 100 km; Jarak dari titik berat DAS ke outlet (1.) : 30 km; Luas DAS (A) : 200 km2. Hidrograf satuan DAS tersebut memiliki data sebagai berikut:(QeR):50
m3/dt/cm;

15 + (3 -2,73)14 '14,93 jam.


Hitung e, berdasarkan persamaan (5.34): 9rR (9, x t//trR

Contoh soal5.8:

q^ qp : CP

qrR x toR

t, :

15 jam; tR

te

0,25x14,93
15

o,25.

3 jam.

Hitung Co berdasarkan persamaan (5.33):

Hitunglah C, dan C,
Jawaban soal 5.8:

2,75x(Cfo)
qe x

Perhitungan nilai C, dilakukan dengan menggunakan persamaan (5.22) atau (5.30): to: O,75C,(LxL.)o'3

2,75

te _ 0,25 x 15 :

2,75

1.36. -'- -'

134

Teknik Perhitungon Deblt Rencono Batqruxnt Alr

Hldrogrol Satuun

135

r
c.
HSS Soil Coservation Services (SCS)

HSS SCS adalah hidrograf satuan tak berdimensi,

di mana debit

Rumus-rumus yang dipergunakan dalam perhitungan HSS SCS adalah sebagai berikut:

dinyatakan sebagai nisbah debit (q) terhadap debit puncak (qo) dan waktu sebagai nisbah waktu (t) terhadap waktu puncak (To). Lihat Tabel (5.9) dan Cambar (5.21).
Tabel 5.9 Ni/ai tlTodan qiqo H55 SCS

1. t, 2. To 3. q,o

0,6 x T. (jam) 0,5 x t, + to 0am)


--

(s.39) (s.40) (s.41)

CxA

(m3/dt/cm)

To

fr,
0,1 0,1

q/q, 0,000
0,01 5

tfip
1

dqo
0,980

fi

q/e,
0,098

Keterangan rumus:
t, Tc
qe

2,8
3,0 3,5
4,O

o,920
0,840

0,075
0,036 0,018 0,009 0,004 0,000

o,2 0,3

o,o75 o,160
o.280

,3 ,4 ,5 ,6 ,8

o,750
0,660 0,560

o.4
o.5

4,5 5,0

A
C

durasi hujan efektif (jam). waktu konsentrasi (jam). debit puncak hidrograf satuan. luas DAS (km').

0,6
o,7

0,8 0,9

t.0

0,430 0,600 o,770 0,890 0,970 r,000

2,09.

o.420
0,320

2,0
2,2

Contoh soal5.9:

0,240
0,1 B0

2,4 2,6

0,130

Sumber: Bambang T (2008)


I
l

Diketahui DAS dengan luas DAS (A) : 3 km2. Hitung HSS DAS tersebut dengan SCS jika hujan efektif 1 cm dengan durasi (tJ : 0,15 jam dan waktu konsentrasi (T.) : 1,30 jam. Hitung pula hidrograf limpasan langsung DAS tersebut jika terjadi hujan sebagai berikut:
Hujan

,l

i
I I

0,9 0.8 0,7 0,6 0,5 0,4 0.3

efektif
(mm)

I I
I I

tA lr
I

l"
I
1

.3f *3
lawahan soal 5.9:

Waktu (iam)

02
0.1

. to
Gambar 5.21 H55 SCS tak berdimensi

0,6xt
0,6 x 1,30 0,78 jam.

Teknik Perhitungon Deblt

Rt'trurtt lknqrnnrt

Alr

Itirlrogrul Sultunt

137

rl

0,5xt,+to 0,5x0,15+0,78
0,86 jam.

CxA
Tp

2,08 x 3

0,86

7,26 m3ldtJcm.

Berdasarkan nilai To dan Q, di atas, maka ordinat HSS SCS DAS dihitung seperti Tabel(5. 1 0).

t (iam)

Cambar 5.22 HSS 5C5 unruk soal 5.9

Tabel 5.10 Perhitungan nilai t dan q atau H55 SCS untuk soal 5.9
r/T
(1)

t (am)
(2)

q/e,
(3)

q (m3/dUcm) (4)

0,00

0,00 0,86
1,72 2,58 3,44

0,00 1,00 0,32 0,08


0,01

0,00 7,26 2,32 0,54


0, 10

r,00
2,00 3,00 4,00 5,00

Agar dapat mempermudah perhitungan hidrograf limpasan langsung akibat hujan yang disebutkan dalam soal 5.2, maka nilai t dan q pada Tabel (5.10) diinterpolasi terlebih dahulu, hasil interpolasi tersebut dapat dilihat di kolom (1) dan (2) pada Tabel (5.11). Hasil perhitungan hidrograf limpasan langsung dicantumkan di kolom (3), (4), dan kolom (5). Lihat juga Cambar (5.23)dan Cambar (5.24).

4,30

0,00

0,03

Keterangan Tabel (5. 1 0):

. . . .

Tabel 5.11 Perhitungan hidrograf limpasan langsung atau rimpasan total soal 5.9
t
0am) (1) (m3/dUcm)

Kolom (1) dan (3) didapat dari Tabel 5.9 atau Gambar 5.21 Kolom (2) : kolom (1) x To Kolom (4) : kolom (3) x qp

q akibat (m3/dt)

q total
(m3/dt)

l=25mm
(2)

i=15mm
(4)= 1,s x (2)

Berdasarkan data pada Tabel 5.10 dapat dibuat grafik HSS scs DAS untuk soal 5.7 sebagai berikut:

(3)=2,5 x (2)
0.00 181 ,50
161 .75

(s)=(3)+(4)
181

0,00 0,86
1,00 1,86

0,00
7.26

0,00 .50

6.47
2.O3

50,75
4',1

2,40 3,00
4.O0

t.66
0.31

,50

0,00 08,90 97,05


30,45

161 .75

77\
1.00 0,00

5,00

0.o4 0.00

24,90
4,65

0,60 0,00

159.65 138.55 38.20 25.90 4.65 0.60 0.00

138

Teknlk Perhitungon Deblt Rt:tt<otrtr lknryturon Alr

llidto<4ol \ttlrnut

d.
200,0
'180,0

HSS Gama

HSS Cama

'l diteliti dan dikembangkan

berdasarkan perilaku 30

[-';
j

HiA"kib"tr5ffil
I

160,0 140,0

+ - lud.akibat r5 mm l --._!igt"!gr ___l


-

DAS

di

Pulau Jawa oleh Sri Harto.

Bagian-bagian dari HSS Cama 1 adalah bagian naik, puncak, dan bagian turun.

120,0 100,0

\F tar'\

E ao,o
60,0 40,0 20,0 0,0

Unsur-unsur HSS Cama 1 meliputi: waktu puncak (T,), debit puncak (Qo), dan Waktu dasar (To).

o,o 0,5 1,0 1,5 2p 2,5 3,0 3,5 4,0 4'5 5'0
t0am)

5'5

q, =q, x

e(-,tr)

Gambar 5.23 Hidrograf limpasan langsung untuk soal 5'9


Huian

efektif
(mm)
T5

Gambar 5.25 Bagian-bagian HSS Cama


<-..}
0,l5

Parameter DAS yang diperlukan dalam perhitungan Hidrograf Satuan Sintetis Cama 1 adalah sebagai berikut:

1. Luas DAS (A). 2. Panjang alur sungai utama (L). 3. Jarak antara titik berat DAS dengan outlet yang diukur di 4. 5.
sepanjang aliran utama (1.). Kemiringan memanjang dasar sungai (S). Kerapatan jaringan drainase (D), yaitu perbandingan antara

t 0,86
Gambar 5.24

r f

t (iam)

6. untuk

1,86

panjang total aliran sungai (jumlah panjang sungai semua tingkat) dengan luas DAS. Faktor sumber (SF), yaitu perbandingan antara jumlah panjang sungai tingkat 1 dengan jumlah panjang sungai semua
tingkat.

Sketsa r superposisi hidrograf limpasan langsung soal 5.9

140

Teknik Perhitunqon Debtt Rttt<tttttt lktrttltnrtur Air

Ilittro<qrol \rtltuut

Menurut cara Stahler, tingkat sungai dikategorikan dengan cara berikut: 'l' a. Sungai paling hulu disebut sungai tingkat b. Jika dua sungai yang sama tingkatannya bertemu' maka terbentuk sungai satu tingkat lebih tinggi' c. Jika sungai dengan suatu tingkat tertentu bertemu dengan sungai yang tingkatannya lebih rendah, maka tingkatan
sungai mula-mula tidak berubah'
7.

dengan titik di sungai yang terdekat dengan titik berat DAS. A Jadi RUA
luas total DAS.

: AU
A

$.42)

B.

pangsa Frekuensi sumber (SN), yaitu perbandingan iumlah tingkat' sungai tingkat 1 dengan jumlah pangsa sungai semua DAS yang Faktor lebar (WF), yaitu perbandingan antara lebar kontrol diukur di titik sungai yang beriarak 0,751 dari titik (WU) dan lebar DAS yang diukur di. titik sungai yang berjarak

0,251dari titik kontrol atau outlet (WL)'

/.-'-'-.-._..
I

\ \
\.. \

/ o'"1

Gambar 5.27 Luas daerah hulu (AU) dan luas total DAS (A)

10. Faktor simetri (SlM) SIM : WF x RUA

(5.43)

Outlet

dari outlet Gambar 5.26 Lebar DAS 0,751(WU) dan 0,251(WL)

SIM > 50, artinya DAS melebar di hulu dan menyempit di hilir. . SIM < 50, artinya DAS menyempit di hulu dan melebar di hilir. Rumus-rumus yang dipergunakan dalam menurunkan HSS Cama 1 adalah sebagai berikut:

9.

RUA, adalah perbandingan antara AU dan A'

AUluasDASdisebelahhulugarisyangditariktegaklurusterhadapgarishubungantaratitikkontrol(outlet)
Ait Teknik Perhiturtgttn Debit Rt'rtt ttrttt llttr''1r rrttttt

T,
llitht>qrul \ulrttrtr

0,43

r3

,*

+ 1,0665x SIM + 1,2775

(s.44)

"
t43

142

2. Tb : 3. Qo : 4. K 5. Q, :

27,4132 x 0,1836 x

Tro'14s7

S-0'0e86

SN0'7344

x RUA0'2s74 (5'45)
(5'46)
(5'47) (s.48)

o RUA: o SIM oSNPI oDLN 3. 4. 5. 6. 7.


Hitung T,

AU

Jl\o'z:8r 0,561 x Ao'17e3 x 54'1446 x SF-1'08e7 x D0'04s2


Ao's885

T-o'4oos x

A
WF x RUA
PN

Qo x

et-t/rt

Keterangan tambahan rumus (5.44) s/d (5'a8):

. T, . To . Qp o K . JN

waktu puncak (jam) waktu dasar (jam) debit puncak hidrograf (m3/detik) tampungan (iam) jumlah Pertemuan sungai

A
.3

T, :
Hitung

O,43* _^-L
To

^= 100xSF

+1,0665xS|M+1,2775

: ?7 4132xTro,1457 x S-0,0e86x SN0,7344 x RUA0,2574 T 'b


Hitung Qo Qo : 0,1836 x Ao's886 x T-o'4008 x J51o'z:ar Hitung K K : 0,561 X Ao'17e3 x 5-0'1446 x SF-r'ose7 x'Do'0452 Hitung Q,
Qoxe(-tlK)

Langkah-langkah perhitungan HSS Cama 1 adalah:

1.

/nput data DAS: o Luas DAS (A). o Luas DAS hulu (AU). o Panjang aliran utama (L). . Lebar DAS di titik 0,25 L dari outlet (WL)' e Lebar DAS di titik 0,75 L dari outlet (WU)' o Kemiringan memanjang dasar sungai (S)' o Panjang sungai semua tingkat (LN). o Panjang sungai semua tingkat 1 (11)' o Jumlah pertemuan sungai (JN). . Pangsa sungai tingkat 1 (P1). o Pangsa sungai semua tingkat (PN)' Hitung
SF,

Q, :

Contoh soal 5.10: Diketahui data suatu DAS sebagai berikut:

2.

WF, RUA, SN, D, SIM


L1

o5F

LN

WU WL

1. Luas DAS (A) 2. Luas DAS hulu (AU) 3. Panjang aliran utama (L) 4. Lebar DAS di titik O,25 L dari outlet (WL) 5. Lebar DAS di titik O,75 L dari outlet (WU) : 6. Kemiringan memanjang dasar sungai (S) 7. Panjang sungai semua tingkat (LN) B. Panjang sungai semua tingkat 1 (L'l) 9. Jumlah pertemuan sungai (JN)
tingkat 1 (P1) 11 . Pangsa sungai semua tingkat (PN)
Pangsa sungai
Air

300 km2. 40 km2. 38 km. 9,55 km.

7,56km. 0,046.
195,5 km. 166,4 km
30.

10.

19. 28.

Teknik Perlitungon

Dcltil Rattttrrtt

lktttqtillraa

Hitilogral Satutur

Tentukan HSS DAS tersebut dengan model Cama 1 dan hitung pula hidrograf limpasan langsung akibat hujan berikut:

11. Debit

di bagian turun hidrograf: Q, dihitung seperti tabel berikut:

Q, * eG'&

Qox2,7"l$xt

Tabel 5.12 OrdinatQ, untuk soal


t@m) I
2 3 10,05
7_OA

5.t0

4;Y)
3,52 2,48
t _7s

Waktu (iam)

4
5

Jawaban soal 5.10:

'1. sF

L1
LN

l,2t
0,87
0,61 0,43 0,30 o,21 0,15

0,85.

I
9

2. wF - wu WL 3. RUA AU
A

: :

l0

0,79.
0,13.
0,10.

lt
t2
13 14

o,1r 0,08
0,05

l5
16

4. SIM : WF x RUA : Pt : 5. sN
PN

0,68.

12. HSS Cama 1 untuk DAS pada soal 5.10 adalah:


Tabel 5.13 HSS Gama 1 untuk soal 5.10 (sebelum dikoreksi)
t (am), 0 0,00 14,26' 10,05 7,08

6. D 7. T, : :
B. Tb :

LN
A

:0,65.
-3

0,43-

r*lr,
P'1a57

+1,o665xSlM +1,2775

0,63*

I
2
3

0,63 jam. 27,4132 xf 15,47 jam. x


S-o'oes6

4,99
3,52 2,48
1,75 1,23

SN0'7344

RUA0'2574

: :

6 7

9. Qo :
10. K

0,1836 x Ao'5ss6 x 14,26m3ldetik'

T-0'4008

x J\o'z:at

8 9 10

0,87
0,61

0,561 X A0'r7e3 X 5-0'1446 X SF-1'08e7 x 2,85.

o,43

D0'04s2

il
12 13

0,30
o,21
0,1 5

Tektlik Porhilttttgctn Deltit Rt'ttt ttrtrt lkttttytrxrrr Art

Hldrogrol Sotwn

147

Tabel 5.13 Laniutan


1

Tabel 5.14 Laniutan


t (am)
Q, (m3/dt)

(am)
14 15

q(m3/dt)
0,1

'

Volume (mr) Awal


(3)

Q, (m3/dt) Terkoreksi
(4)

Volume
(m3)

l
(1) Luas DAS

Awal
Q)
(m'?)

Terkoreksi (s) 300.000.000,00

0,08 0,05

r6

300.000.000

*) waktu puncak (T) dan debit puncak

(Qp)

Jumlah volume dibagi luas DAS

0,00044 m
mm

* O,44
2.78

0,00100m

l,00mm

13.

HSS Cama

t harus memenuhi
-

syarat:

Faktor koreksi

1 10.44

r/1,00:1,00

volume hidrograf
Luas DAS

',,,

atau faktor koreksi

1.

Keterangan Tabel 5.14:

oleh karena itu, HSS cama 1 pada Tabel (5.13) harus dikoreksi
seperti tabel 5.14:

. o

Kolom (2) Kolom (3)

: :

Q untuk HSS Camal awal. volume HSS Gamal awal : kolom (2) x intervalwaktu : kolom (2) x (kolom (1).

Tabel 5.14 Koreksi H55 Cama 1 untuk soal 5.10


fgam)
Qfm3/dO Awal
(1) 0 (2) 0

Volume (m3)

Volume Q,(m3/dt) Terkoreksi


(4)
.

(m3)

'

Awal
(3)

Terkoreksi (s). 0,00 73.713,63 30.510,94 58.092,63


40.943,81 28.882,21

Contoh: o Kolom (3) baris (2) angka 32.341,68 60 x 60. o Kolom (3) baris (3) angka 1 3.386,60

: :

14,26 x (0,63-0) x

I0,05 x (t

0.00
32.341 ,68

0,00 32,50
22,91

o o

0,63
1

14,26
10,05
7,O8

13.386,60 25.488,00
17.964,OO 12.672,0O

2
3

16,14 11,37 8,02 5,65 3,99 2,80 1.98 1,39 0,98 0,68 0.48 o,34 o,25 0,18
0,11

4,99 3,52 2,48 1,75


1,23

4
5

8.928,00 6.300,00 4.428,O0 3.132,00 2.196,00 1.548,00 1.080,00 756,00 540,00 396,00 288,00
180,00

20.348,83 14.359,05
r

6
7

0.092,36
7.1

8 9 10
'I 1

0,87
0,61

38,50

Kolom (3) bar.is (4) angka 25.488,00 : 7,OB x (2 - 1) x 60 x 60. dan seterusnya. Jumlah volume 131624,28.m3; Luas DAS dalam soal : 300 km2 : 300.000.000 mr; Jumlah volume dibagi dengan luas DAS : 131624,281300.000.000 : O,OOO44 m : 0,44 mm; Sehingga faktor koreksi : I I O,44 : 2,78.

x60x60.

- 0,63)

5.005,16 3.528,22 2.461,55 1.723,09 1.230,78 902,57


656,41

. .

Kolom (4) Kolom (5)


Contoh:

: :

0,43 0,3
o.21

12

Q untuk HSS Camal terkoreksi : kolom (3) x faktor koreksi : kolom (3) x2,78. volume HSS Camal terkoreksi : kolom (4) x
interval waktu

r3
14 15

0,15
0,11

kolom (4) x (kolom (1).

0,08 0,0s

't5

410,26 300.000.00

o
llitlrogrol

lumlah volume

131.624,28

Kolom (5) baris (2) angka 73.7'13,63 60 x 60.

32,50 x (0,63-0)x

Sotrnur

148

Tekntk Perhltungon Debll

Rr,rrr tttro

funqrnlrart Alr

Kolom (5) baris (3) angka 30.510,94

22,91 x(1 -0,63)


t 0am)
Q, (m3/d0

Tabel 5.15 Laniutan


Qt akibat hujan
25 mm
(1)

Kolom (5) baris (4) angka 58.092,63 : 16,14x(2-1)x 60 x 60. dan seterusnya. Jumlah volume 300.000,00 mr; Luas DAS dalam soal : 300 km2 : 300.000.000 m2; Jumlah volume dibagi dengan luas DAS : 300.000,00/300.000.000 : 0,00'100 m : 1,00 mm; Sehingga faktor koreksi : 111,00 : 1,00. Hal ini sudah memenuhi syarat.

x60x60.

Qt total
(m3/dr)

15 mm

(2\ 0,1
1

(3)=(2) x 2s
2,85

(4)= (2) x
3,76 2,74
1,71

ls

(s)=131

,n,

l5
r6
17

6,61

2,74
1,7"1

14. Jadi HSS Gama 1 dan Hidrograf limpasan langsung akibat hujan efektif untuk soal 5.10 dapat dilihat pada Tabel (5.1 5) dan Cambar (5.28) atau Cambar (5.29). Tabel 5.15 H55 Cama 1 untuk soal 5.10 setelah koreksi
t (am)

t (jam)
Hidrograf akibat
25 mm

(mr/dt)

Qt akibat huian
25 mm 15 mm

Qt total
(m3/dt)

ri
(s)=(3) + (a)
0,00 812,54

(1)

(2)

(3)=(2) x 2s
0,00 812,54 572,65 403,42 284,33 200,57
141 ,31

(4)= (2) x ls

0 0,63

0,00 32,50
22,91

.f
i\

il

(\

ir

Hidrograf akibat l5 mm

0,00 487,52 343,59


242,O5

572,65 890,95 627,92 442,62


311,91

1,61 2
3

16,14

'tl,37
B,O2

4
5

5,6s 3,99 2,80 1,98 1,39 0,98 0,68 0,48 o,34 o,2s 0,18

170,60 120,34 84,79


59,83 42,05

0,67

1tz
r,67

t (fam)

99,72 70,o9
49,57

220,06 154,87 109,40


76,81 54,25

6
7

cambar 5-28 Kedalaman hujan dan hidrograf fimpasan

soal

5.r0

I
9

34,76 24,50
17,O9

29,74
20,85 14,70 1o,26

10

37,95 26,67
1B,BO

ll
12 13

11,97 8,55 6,27 4,56

7,18
5,1 3

13,45

14

9,69

150

Teknik Perhitungon Deblt Rencano Banqunon Alr

Hidrogrol Solrtttrr

151

000 900 800 700 600 500 400


300

200
100
0

a
1-

a-l-

otz34

Qenefusuran cDefiit funcana


6.1
PENGERTIAN PENELUSURAN DEBIT RENCANA

5 6 7 8 910111213

Gambar 5.29 H55 Camma 1 dan hidrograf limpasan soal 5.10

-oo0oo-

Dalam perencanaan teknis bangunan sungai, tanggul banjir misalnya, diperlukan data muka air atau debit sungai tidak hanya di satu titik tinjauan melainkan di beberapa titik di sepanjang ruas sungai yang ditinjau. Pengumpulan data ini akan memerlukan biaya yang besar dan waktu yang lama bila dilakukan dengan cara pengukuran langsung di lapangan.
Kendala yang disebutkan di atas, dalam kondisi sungai tertentu,

dapat diselesaikan dengan suatu pendekatan yang disebut dengan teknik penelusuran aliran.
Dalam suatu literatur dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan penelusuran aliran adalah suatu cara atau teknik matematika yang digunakan untuk melacak aliran melalui sistem hidrologi. Dalam literatur lainnya, dijelaskan bahwa penelusuran aliran adalah cara atau prosedur yang digunakan untuk memperkirakan perubahan unsurunsur aliran sebagai fungsi waktu di satu atau di beberapa titik tinjauan di sepanjang ruas sungai.

152

Teknik Perhitungon Deblt Rencono Banqunon Alr

secara umum dalam prosedur penelusuran aliran pada suatu ruas sungai diperlukan data aliran di satu titik tinjauan untuk memperkirakan data aliran di titik tinjauan lainnya. Oleh karena itu, jika suatu hidrograf aliran sungai di bagian hulu diketahui misalnya maka (lihat hidrograf aliran sungai di bagian hilir akan dapat diperkirakan Gambar 6.1).

Persamaan pengatur yang dipergunakan dalam penelusuran hidrologis adalah: Persamaan Kontinuitas dan Tampungan.
b.

ik (di stributed routi ng) Dalam teknik penelusuran hidraulik, aliran atau debit atau debit rencana dinyatakan sebagai fungsi ruang dan waktu serentak untuk banyak titik sepanjang sungai (lihat Cambar 6.3).
Penel usu ran
h id

rau

Debit atau debit rencana adalah bagian dari unsur aliran' Oleh karena itu, berdasarkan pengertian penelusuran aliran di atas, maka dapat dikatakan bahwa teknik penelusuran aliran dapat diterapkan dalam teknik penelusuran debit atau debit rencana di suatu tinjauan
ruas sungai.

Persamaan pengatur yang dipergunakan dalam penetusuran hidraulik adalah: Persamaan Kontinuitas dan Momentum.
24 22 20

ol

o2
Err

18 16

Russ sungai Yang ditinjau

o10

B,,
o 6 4

penelusuran

2 0

t
flidrograf aliran mssuk di titik
1

Hidrograf aliran ke luar di

*au inllow (diketahui berdasarkan teknik penurunan hidrograf satuan nyata atau HSS)

titik

2 atau outtlow diPer-

kirakan melalui teknik


penelusuran)

Gambar 6.1 Sketsa teknik penelusuran aliran sungai

Gambar 6.2 Skema penelusuran hidrologis, aliran masuk (inflow merupakan hidrograf rencana) dan aliran ke luar (outflow ) di satu titik tiniauan

Ditinjau dari titik tinjauan dan persamaan pengaturnya, teknik penelusuran aliran atau debit atau debit rencana dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu:

a.

Penelusuran hidrologis (lumped routing) Dalam teknik penelusuran hidrologis, aliran atau debit atau debit rencana dinyatakan sebagai fungsi waktu untuk satu titik sepanjang sungai (lihat Gambar 6.2).
leknik Perhitungan Debit Renruut
Btut"4rtrrttn

Air

Prnolusuron Dtltll llt,ut rutrt

a
24

Persamaan konti

nu

itas.

22 20
18 16

4,, ?,, o10


8 6

r /i,'1"' '\

,/h.,. i /,'t!,'\
10
12

f-

--r"fl& --l

Persamaan tampungan, storage (S).

Besaran S

: f (O), dengan S sebagai fungsi non linier dari

i, "'. | --:::eee'eittir

l-:fril:ilri3
o r
''.1:22

outflow

(O).

Model Linear Reservoar juga disebut Penelusuran Waduk.


Persamaan pengatur yang dipergunakan adalah:

\ "','
14

Persamaankontinuitas.
Persamaan tampungan, storage (S).

4 2
o

,,,/,,,t/ "\",=,,, \\':'-:._ t/,f i' --- \


t (jam)

Besaran

S : f (O), dengan S sebagai fungsi linier

dari

outflow

(O).

a.

,l

Muskingum Method (Penelusuran Sungai) Asumsi yang digunakan dalam model penelusuran Muskingum Method adalah:

Gambar 6.3 Skema penelusuran hidraulik, aliran masuk (inflow merupakan hidrograf rencana) dan aliran ke luar (outflow ) pada beberapa titik tiniauan

1. 2.

Tidak ada aliran ke luar dan masuk sungai sepanjang sungai yang ditinjau, artinya penambahan atau kehilangan air di sepanjang sungai tinjauan diabaikan. Sungai hampir Iurus.
Persamaan pengatur yang digunakan dalam model penelusuran

6.2

PENELUSURAN HIDROLOGIS

Dalam penelusuran hidrologis dikenal beberapa model penelusuran, diantaranya: Muskingum Method, Level Pool Reservoir, dan
Linear Reservoar.

Muskingum Method adalah Persamaan Kontinuitas dan Persamaan Momentum.


Persamaan Kontinuitas yang dimaksud adalah:

Model Muskingum Method merupakan model


sungai. Persamaan pengatur yang dipergunakan adalah:

penelusuran

o *: dt 'Keterangan rumus:

(6.r)

o o

Persamaankontinuitas. Persamaan tampungan, storage (S). Besaran s : f (1, o), dengan s sebagai fungsi linier dari inflow (l)dan outflow (O).

Model Level PoolReservoir, juga disebut sebagai Model Kolam


Datar. Persamaan pengatur yang dipergunakan adalah:

S : | : O t :

tampungan, storage (m3).

inflow atau aliran masuk ke titik tinjauan (m3/d0. outflow atau aliran ke luar titik tinjauan (m3/dt). waktu (jam).

Teknlk Perhitungon Deblt Rencono Bonqunon

Air

Penelusurort Deltll

Rnratn

157

Jika interval penelusuran diubah dari dt menjadi At maka:


t, + lpr , t:-

Persamaan Tampungan yang digqnakan dalam Muskingum Method adalah persamaan tampungan sungai, bentuknya:

$.2)
(6.3) (6.4)

S :
atau

f (l,O)

i6.7i
(6.8)

g:

oi +o,*,
2
_

SS : K : X :

xIx(t)+(r-x)xol

ds _ si*r

sr
jika
persamaan (6.2)

Keterangan rumus:

dt

at

selan.iutnya

s/d (6.4) dimasukkan

ke

persamaan (6.1) akan didapat persamaan:


Sr*,

-Sr

Ar22
atau:

li

+li*,

Oi *Oi*,

(6.s)

O, +O,-, I -t +1, . q, _q - _2 't+t yAt '-' XAt ' oi+l _ri_ 2


Keterangan rumus (6.6):

tampungan sungai (m3). koefisien tampungan, yaitu perkiraan waktu perjalanan aliran dari titik tinjauan 1 ke titik tinjauan berikutnya (rnisalnya titik tiniauan 2). Satuannya adalah jam atau hari. Harga K dianggap konstan selama pengaliran. faktorpembobott0ydO,5)tidakberdirnensi. HaryaXdianggap konstan selama pengaliran.

(6.6)

fika peride penelusuran dt diubah menjadi At maka dari


persamaan (6.8) diperoleh:

s,*, 5, li : 1,.r oi O,.,

tarnpungan pada langkah penelusuran ke j+1; nilainya belurn diketahui. tampungan pada langkah penelusuran ke j; nilainya diketahui. inflow pada langkah penelusuran ke j, nilainya diketahui. inflow pada langkah penelusuran ke i+1, nilainya
diketahui. outflow pada langkah penelusuran ke j, nilainya diketahui. outflow pada langkah penelusuran ke j+1, nilainya belum diketahui.

S,*, s,-,-s,

Kfx0/+(1 -xlxoJ K[X(1,*,]+(1 -x)xQ*,1


Klx(l;*,) + (1 -x)xg*,1-Ktx(t,) + (1

(6.e) (6.10)

Bedasa*an persamaan (6.9 dan (6.10) diperoleh:

-x)xo/

(6.11)

Oleh karena suku sebelah kiri sama dengan dari persamaan (6.6) dan persamaan (6.t l) adalah sama maka berdasarkan kedua persamaan tersebut diperoleh per$maan:

Jadi terdapat 2 variabel yang nilainya belum diketahui dari


persamaan (6"6) Yaitu: S,*,

dan O.i*,.

xAtK[(X (1., - l,)] + (1 -x) * (o,*, -q

l,+li*r

22

*61_

Oi+Or,

))l

(6.121

yang nilainya belum Jika dalarn 1 persamaan terdapat 2 variabel diketahui rnaka dalam penyelesaiannya memerlukan 1 persamaan

lagi, dalam hal ini adalah Persamaan Tampungan.

Dengan menyusun ulang suku-suku dari persamaan (6.12), dan suku O;*r dinyatakan secara eksplisit maka akan diperoleh persamaan:

158

Teknlk Perhltungon Debll Rencmru lJ(ttl<lttrun AtI

krplusuron Dtbl t Rcrcono

159

ft 'I

o,*,
Dengan:

C, *

li*, + Crx l, + CrxO,

(6.13)

Nilai

K dan X pada persamaan (6.8) ditentukan dengan kalibrasi

terhadap hidrograf inflow dan hidrograf oufflow yang nilainya sudah diketahui dari ruas sungai yang ditinjau.
(6.14)

C,: At-2xKxX

2xKx(t-X)+at At+2xKxX Cz: 2xKx(r-x)+at

Kalibrasi nilai K dan berikut:

X dilakukan dengan tahapan


outflow

sebagai

(6.1s)

xKx(1-x)-lt 2xKx(t-x)+at
Syarat:

(6.16)

1. 2. 3. 4.

Masukkan nilai rnflow dan

pada tabel perhitungan. Hitung nilaitanrpungan (S) dengan persamaan (6"6)

5.
(6.1n

Hitung S kumulatif. Masukkan nilai coba dari X ke persarnaan: {X x (1,*r - l,)) + (x -x} * (O,*, }} Hitung nilai kumulatif darihasil pefiitungan pada langkah ke-4 di

-q

C,+Cr+Cr:1
Persamaan (6.13) dapat dilukiskan sebagai berikut:

atas.

6.
7.

C2x I; (diketahui) C1x I;+r (diketahui)

8.

Cambar hubungan anara S kumuatif dan (X ([., - l,D + ((1 - X) x (0;*r - o, )) kumulatif. Oleh karena nilai S kumuatif dan (X (1,*, - lf)+(tl-X) x (Q*, - O, )) kumulatif mempunyai bentuk yang linier maka nilai yang dipilih adalah nilai X yang mernberikan kurve tersempit atau hampir membentuk 2 garis yang berimpit. Setelah ditemukan kurve yang rnernbenturk 2 garis yang hampir berimpit, hitung nilai K dengan cara:

K e nilai makimum S kumulatif dibagi nilai makimum


(x (l,., - l)) Contoh soal 6.1:

((1

- x) x (oi*, -q

)) kumulatif.

+-+
At

j+l

Diketahui debit inflow dan outflow dari suatu ruas sungai seperti tercantum dalam kolom (3) dan ( ) Tabel (5.I). Tentukanlah nilai X dan K.

Gambar 6.4 Skema perhitungan dengan Muskingum Method

1fr

Tekntk Perhltungan Deblt Ren<otto tktrrgurnn Air

fornlustron Doblt Rgxuru

t6,

lawaban soal 6.1: Tabel 6.1 Perhitungan nilai X dan K untuk soal 6'1
t
I

Contoh: Kolom (5) baris (1)

padasaatt
X kum. (1o)
44,O

o
(4)

s
(5)

s
Kum.
(5)

Coba

tampungan S, :
(e)
44,O

0ataupadasaat

ji:

1, nilai

At:0sehingga nitai

X=0,1

X kum.
(B) 44,O

X= 0,25

(1)

(2) 0
1

(3)

(n
44,O

I
2
3

44 46
70

44 45
55 52 6B

0,0

o,0
0,5 8,5

0,s
8.0 52,5
114,O

l-1
11,4 4,5 20,8 19,6
19,4

45,1 56,5

1,3

45,3
5B,B

QOm3. Kolom (5) baris (2): pada saat t : 1 atau pada saat nilaitampungan: Kolom (5) baris (3):

2, nilai At

1 jarn sehingga

13,5 15,8 28.0 19,0


15,5
,

Sr-5, - [(44 + 46lt2lx 1l-fi(44 + 45)t2lx I] :

0,5 m3.

4
5 6 7
B

,
4
6
7
B

142 206
222

61,0
175,O 311.O 432.O

61.0 81,8 101,4 120,8

74,5 102,s
121,5 137,4
149,O

88
110

136,0
121,O

Sr*Sr:
sama.

214
200
172

[((q0 + 7O)l2lx1]-fi(as + Sill2)x tl: B,Om3. Kolom (5) baris (4) dan baris seterusnya cara perhitungan adalah
Kolom (6)

132
150 164 170
168 160
-146

88,0

520,0 565,0
,$56yr}q1 528,O 465,O 387,O

18,0 13,4

138,8
152,2 6,{,8

12,4 6,s
1,5

I
10

142
118

45,0 0,0
-37,0 -63,0
-78,O -82,O
-77,O

155,5

o
3rO
1

nirqlti
157,0
149,5 139,5 125,5 110,0

6.

kumulatif (m3) sampai dengan langkah ke j

I1
12

r0
11

Contoh: Kolom (6) baris {2) : Q0 + 0,5 Kolom (6) baris (3) - Q0 + 0,5 Kolom (6) baris (41 :0,0 + O5 Demikian seretusnya.

94
78 64

-4,2
-B,B

160,6 151,8 137,8 120,8


r

-7,5 -10,0
-14,O
-1

13

2 13
"14

14
15

305,0
228,O
r

-14,O
-"t7,O

56 44 42 40
38
3B

128 108 8B 75 55 50

5,5

+ B,O : 8,5 m3.. + 8,O + 52,5 : 61,0m3.

0,5

rn3.

16 18
19

-68,0 -55,0

60,0

-19,2 -18.2
1

01,6
83,4 71,5 53,3 48,8

-18,0
-.15,5

92,0
76,5 66,3

6
7

ro5,0

40,5
-26,O -14,5 -"t2,o

u,5
3B,s
24,O

1,9

-10,3
-1 5,5

7.

Kolom (7)

20
21

8 9

-18,2

50,8
47,O

Xcoba
Contoh:

4,5
-2.O

-3,8
-2.O

nilai dari (Xx (li*r -1,)) + ({t 0,1.

-X)x

(O,*,

-e))

untuk

))

20

36

48

12.0

46,8

45,0

Keterangan Tabel (6.1 ):

Kolom (7) baris (1) Kolom (7) baris (3) Kolom (7) baris

: -

:M.

(0,1 x

(44{D + ((t-O,l) x (a+O}}

1. 2. 3. 4. 5.

Kolom Kolom Kolom Kolom Kolom

(1) : (2) : (3) : (4) : (5) :

indeks Penelusuran. intervalwaktu pengamatan (iam)' debit inflow (m3/dt). debit outflow (m3/dt)tampungan, S (m3) : persamaan (6'6)

(0,1 x (46{.4'tir

s. "j "i+1-s.

li

+li*,
2

xat '- -

o; +oi*,
2

8.
nat

11,4. Demikian seterusnya. Kolom (8) : nilai kumulatif sampai dengan langkah ke perhitungan kolom (2. Contoh:

(4) : :

'l,l

+ ((t-0,1) x(45441't

(O,1

x (7o460 + ((1-0,1) x (5545))

dari

Kolom (8) baris


Pene I usu ron Oobl

(1)

44.
,63

162

leknlk Perhltunqon Deblt Rencorto Bonqurntt Alt

cnc om

Kolom (B) baris Kolom (8) baris

(2) (3)

44 + 1,1 - 45,1 44 + 1,1 + .11,4


((1

56,5'
lt

'1",1

Demikian seterusnYa.

g.

Kolom(9): nilai dari (Xx(t;*,-1,)) +


X coba

-X)x(O;*r-O,))untuk
.r/,,

O,25.

Contoh: Kolom (9) baris (1) Kolom (9) baris (3) Kolom (9) baris (0,25 x (44-O)) + ((1-0,25) x (aa{)) 44. (0,25 x (4M4)l + ((1-0,25) x(a5a4ll 1,3. (0,25 x (7G46)) + ((1-0,25) x (55-a5))
13,5.

,i,

,ir'

:V
100,0

'1/

t= r*;ed
150,0

I . K*,eoil

(4)

xl+(t-x)o

10. Kolom (10)

nilai kumulatif sampai dengan langkah ke idari perhitungan kolom (8). Contoh: Kolom (9) baris ('l) : 44. Kolom (9) baris (2) : 44 + 1,3 : 45,3Kolom (9) baris (3) : 44 + 1,3 + 13,5 : 58,8'
Demikian seterusnya.

Gambar 6.5 Hubungan antara S kumulatif dan Xl + (l-X)O kumulatif Contoh soal 6.2:
Dengan menggunakan nilai X O,2S dan K 3,56jam; Hitunglah hidrograf outflow dengan Muskingum Method jikahidrograf inflow rencana diketahui seperti tercantum dalam kolom (3) Tabel (6.2). lnterval penelusuran (At): 1 jam. Outflow awal penelusUr?D 31 m3/dt.

'1. Berdasarkan Tabel (6.1), nilai kolom (6)digunakan sebagai ordinat, nilai kolom (B) dan kolom (10)digunakan sebagai absis, sehingga selanjutnya didapat kurve seperti tersaji dalam Gambar (6'5)'

Jawaban soal 6.2:

1.

Hitung nilai C,, C, dan C, dan kontrol jumlahnya.

12. Berdasarkan Gambar (6.4), terlihat kurve hampir berimpit pada saat X coba : 0,25. Oleh karena itu, nilai K dapat dihitung pada
saat X coba ini.

"l-2x3,56x0,25 C,: At-2xKxX 2xKx(1-X)+At 2x3,56x0 0,25)+'t ""''

Nilai

K:

kolom (6) baris (10)/kolom (10) baris (10) 565,0 I 158,5 : 3156 jam.

'l+2x3,56x0,25 - At+2xKxX -: ,- !-: :oaa 2xKx(1-X)+At 2x3,56x( -g,2ffi - v'41' a, _ zxr x_(t-x)-lt _ 2x3,56x( -o,25)-1 :
c2

"'-2xKrt-r;Ai - 2-3J6*( 0,25)+1


:
1.

0,68.

Kontrol jumlah: C, + C, + C,

lu

Tekntk Perhitungon Deblt Rmcmn Aotrgttrrun Alr

Penelusuron Dehl t Retrono

165

2.

Hitung hidr%rdoudrm/ berdasar*an pe$amaan (6.13): oi*r- c, x li*, + qx [ + c, x Q O, sudah dikebhui 31 m3/dt. Oleh karena itu, perhitungan mulaidari Or:

Pada saat perhitungan koloni (4) baris (3) data yang dipertukan adalah nilai C, dan I baris (3) atau lr. Demikian seterusnya. Contoh:

Or:Crxlr+Crxlr+CrxO, O, - Crxl, + qxlr+ CrxO,

Kolom (4) baris (2)

: : :

C,Xlj*,
-A,"12

-O,12xlz
-8,O2.

x kolom (3) baris (2)

demikian seterusnya, pefiitungan ditabelkan (tabel 6.2).

-0,12x65:
Kolom (4) baris (3)

Iabel6.2 Mlitungan outflow untuk


I

soal 6.2

flI
I
a
3

wdltii";i d*n! ,(2t


o
1

i:r.ltrd)' '.:
3r,00 65.(n r24.U)

rll;i:9x!1.,''

'1i,,(i*/&i

.gji9,.:
.(mYdO:,i
,

C, Xlj*, : -0,12 x lE -0,12 x kolom (3) baris (3) -O,12x124: -15,30.

*i: (4)':
4,O2

(5).
21.23 18.36

(7),
31,00 26,80 31,55 54.37 98.s3 1r2,41 105,89 89,50 75,13 61.52

13,59'
28,49 54,16
76.71

2
3

-r5,30
-21,59 -15.42

C, xli*, : -0,12x1, -O,12x kolom (3) baris (4) -0,12x175: -21,59. Demikian seterusnya, cara perhitungan sama. Kolom (4) baris (4)

4 5

r75.m
r25,OO

2I.61
37,24 67,48 76,99 72.52

4
5

5.

6
7

6
7

80,fl) 50,m
/$,{X}

I I
l0

4.87 4.17 4,94

54,80 35.07 21.92


17.53

8 9

30,m 2s.m

$,74
-3,m

r3,r5

6r.30 5r.46

Kolom (5) : Cz x li Di atas telah dijelaskan bahwa penelusuran dimulai dari indeks (j+1) : 2. Oleh karena itu, perhitungan dimulai dari kolom (5) baris (2).
Pada saat perhitungan kolom (5) baris (2), data yang dipertLrkan adalah C, dan l. Karena (j+1) 2 artinya indeks 1 sehingga data I yang diperlukan adalah I baris (1) atau 1,.

Keterangan Tabel (6.2):

1. 2. 3. 4.

Kolom Kolom Kolom Kolom

(1) (2)

: : (31 : (4) :

j:

indeks penelusuran. walaupenelusuran (iam).

Pada saat awal penelusuran atau pada saat indeks j:1, nilai outflaw sudah diketahui - 31 m3/dt. Sehingga perhitungan ou{low dimulai dari indeks (i + 1} - 2 atau baris ke'2 atau mulai dariwaktu jam ke-l.
Pada saat perhitungan kolom (4) baris (2) data yang diperlukan adalah nilai C, dan I baris (2) atau lr.

inflow, | (m3/dt), nilainya diketahui. C, x [*,

Pada saat perhitungan kolom (5) baris (3) data yang diperlukan adalah C, dan I baris (2) atau Ir. Pada saat perhitungan kolom (5) baris (4) data yang diperlukan adalah C, dan I baris (3) atau lr. Contoh:

Kolom (5) baris

(2)

: :

:0,44x31 :13,59.

C, x l. : O,44xlt O,44 x kolom (3) baris (1)

t6

Teknlk

krhltungon Debtt

Rcncano

Mngumn

Alr

perrclusuron Deblt Remotut

t67

Korom (5) baris

(3)

: Kolom (5) baris (4) :

:3:i^';;,?#[lL,i,
O,44 x

65

rzl

200
180 160

28,49.

C, X l,

0,44 x t,
o .E
j

140

-Z;T,X
6.

[iL': ?ilJ:'

120 100

Demikian seterusnya, cara perhitungan sama. Kolom (6) C, x O, Sama dengan kolom (4) dan {5}, perhitungan mulaidari baris 2. Contoh: Kolom (6) baris

oBo
60

40 20 0

--_*_--r'

4 .5

10

- Cr, Ot - 0,68 x kolom (7) baris (1) : 0,68 X O, * 0,68 x 31 : 21,23. Kolom (6) baris (3) - C, x O, = 0,68 x kolom (7) baris (2) : 0,68 x 0, * 0,58 x 26,80 : 18,36. Kolom (6) baris (4) : C, x O,
(2) =

Waktufitm)

Gambar 6.G Hidrogral inflow rencana dan

outflow untuk soal 6-2

Level Pool Routing, LpR (penetusuran kolam datar) Dalam penelusuran kolam datar (l_pR), persamaan kontinuitas (persamaan 6.6) dapat ditulis sebagai berikut:

b.

:
7.
8.

0,68 x kotonr {D baris (3) 0,68 x O. - 0,68 x 31,55

25,,, , \ S. O;*r - [, *1,.,)+ r*-O, ;l.

(6.18)

27,61.

Dari persamaan (6.18) dapat dilihat:

Demikian seterusnya, cara perhitunSan sama. Kolom (7)

1. suku di sebelah kiri sama dengan nirainya tidak diketahui. 2. Suku di sebelah kanan sama dengan nilainya diketahui.
Penyelesaian suku yang belum diketahui nilainya fungsi yang menggambarkan hubungan antara:

oufflaw kolom (4) +

{$ + (6)

itu memerlukan

Berdasarkan nilai kolom t2), (3) dan {7) pada Tabel 6.2 selanjutnya

1. 2. '

diperoleh Cambar 6.6.

Ketinggian air dan tampungan (H dan S). Hubungan antara ketinggian dan tampungan dapat ditentukan dengan mengalikan antara kedalaman air dan tuas tampungan. Ketinggian air dan outflow (H O) Hubungan antara ketinggian air dan outfrow bergantung dari type

bangunan outflow, seperti bendung atau spiilwa% terowongan waduk, dan sebagainya.

t8

lcknlk krhltungan 0oblt Rerrcom Aongumn Alr

Prnelusuron Dehll k,nt

ua

Rumus

O E CdxLxHu
Keterangan rumus:

outflow melalui bendung tetap:

(6.19) 3.

R S :

jari-jari hidraulik basah terowongan

f trl.

kemiringan memanjang dasar terowongan.


2S

O E outllow Cd - koefisien debit. L E paniang bendung/sPillwaY . H E ketinggian air diatas bendung/spillway ' Rumus outflow melalui terowongan iika H ) 1,5 D:

Outflow dan tampungan (O dan

At Contoh soal 6.3:


Panjang

+O

Diketahui sebuah waduk dengan spillway sebagai bangunan outflow. spillway 35 m dan nilai koefisien debit Cd : 1,8.

Misalkan hubungan antara tinggi air di atas spillway , luas waduk, tampungan, dan outflow adalah seperti kolom (1), (2), (3) dan kolom (4) pada Tabel (6.3). Hitunglah hidrograf outflow (O) dan tinggi air di atas spillway (H) dengan metode LPR jika hidrograf inflow rencana adalah seperti kolom (3) Tabel (6.4) dan interval penelusuran (A0 : 1 jam.

O -

Ax

(6.20)

Jawaban soal 6.3:

rabe, 6'3 rinssi


H (m)
(11

Keterangan rumus:

'" |;,,T:,":!;,il'R;:::;::duk
s (m')
(3) 0
2
1

(A)' tampunsan
(2s/at) + O
(m3/dt) (s) 0,00
I 16,90

O - outflow (rn3/dt). luas Penampang terowongan (m2)' A H - ketinggian air (m). g E percepatan gravitasi (9,81 m2/dt)' Ef E total kehilangan energi (m).
Rumus

A
(m2)

o
(mldt)
(4)

(2)
1

0,0
0,2

040000 050000 060000 070000 080000 090000


1

0,00 0,23 1,84 6,22 14,75 28,80 49,77


79,O3

0000

0,4 0,6 0,8

424000 542000 864000


r
I
1

237,40 362,89 494,75 634,36 783,10 942,36 113,52 297.96 497,O7 712,22 944,80 2196,19 2467,77 276A,93

outflow melalui terowongan iika H


1

1,5 D: (6'21)

,0

090000 320000 554000

)
,4 ,6
8
2,O

00000 20000 30000 40000

O E ixAxRaxSt2 n O : n A s P 170

I I 0000
r
1

1792000 2034000 2280000 2530000 2784000 3042000 3304000 3570000

117,96 167,96 230,40 306,66


398,1 3 506,1 9

Keterangan rumus:

outflow

(m3/d0.

2,2 2,4

'150000
r

koefisien kekasaran Manning' (m2)' luas penampang basah terowongan penampang basah terowongan (m).
Teknlk furhttungan Deblt Rercona fungumn Alr

60000 70000 80000 90000

2,6
2,8 3,0

632,22 v77,60

Penelusur on Drltl

llrt x tturt

Keterangan Tabel (6.3):

Keterangan Tabel (6.4):

1. 2. 3. 4.

Kolom (1) Kolom (2) Kolom (3) Kolom (4)

: : : :

tinggi air di atas spillway (m). luas tampungan (m2). tampungan (m3). outflow (m3/dt) : dihitung dari persamaan (6"19)'

1. 2. 3. 4.

. 5.

Contoh kolom (4) baris (2): pada saat H : 0,2 m; : cd x L x H3/2 : 1,8 x32x0,23t2 : O,23 m3ldt.
25 :a +O ; Contoh kolom (5) baris (2) : (2 x 210000/ 3600) + 0,23 : 116,90 m3/dt'

Kolom (1) : indeks penelusuran. Kolom (2) : waktu penelusuran (jam). Kolom (3) : inflow rencana (m3/dt). Kolom (4) : (inflow ke j) + (inflow ke j+ 1) Contoh kolom (4) baris (2): : kolom (3) baris (1) + kolom (3) baris (2) : 10 + 12 : 22 m3/dt).

Kolom (5)

5.

Tabel 6.4 Perhitungan penelusuran dengan metode LPR untuk mendapatkan outflow dan H pada soal 6'j
Waktu I (jam)
(1) (m3/dt) (3) 10 l.
I

Kolom (5) . Kolom (5) baris (1) : 0 karena pada awal penelusuran atau pada saat tinggi air di atas spillway : 0 maka tampungan waduk di atas spillway : 0. . Kol.(5) baris (2) : kol.(6) baris (2) - (2xkol.(7) baris (2))

l.+ ,
l,*'
(mt/dt)
(4)

(2s/ao

(si + 1/dt)

oi

H,

. 6.

Kol.(5) baris (3) :

21,91

22,00-(2xO,O4)
kol.(6) baris

(3)-

-o,
(m!/dt)
(s)

+ Oj+1
(m3/dr) (6) (m3/d0 (7) (m) (8)

60,95 :61,91 -(2xO,4B)


Demikian seterusnya0,00 0,00 0,04

(2x kol.(7) baris (3))

QI
0
,l

0,00
22 21,91 22,O0

't2

0,04

l
4
5

2A

40
83

60,95
-t

61,9'l
143,95 287,77 500,57 849,9'l 1275,83
1601,91

0,48 0,59 3,60


1

0,1 0

55 4

42,77

o,25 0,48 0,8'l


1,28 1,78

: 22,00 r Kolom (6) baris (3) : 61,91


Demikian seterusnya.

Kolom (6), contoh: . Kolom (6) baris (2)

kol.(a) baris (2)

kol.(S) baris (1)


(2)

22 + O,0O kol.( ) baris (3) + kol.(5) baris


4O

21,91

90

"t45

280,57
469,91

6
7

r30
6
7

220
380 550 550
775

5,33

250
300

725,83
95 r,91

62,O4
161 ,96

7.

o 9 10

8 9
'10 11

350 425 320

1066,79 1126,55

267,56 357,62

2,09
2,31

1841,79 1871,55
1712,91
1 1

t1
12 13 14

745 580 450 310 200 125 67 42

t't32,91
r

,69,32
306,94 248,82 187,85 137,53
1

2,34 2,20
2,O5 '1,86

260
190

099,03 985,69 910,63


835,1 3

12
13

'1051,39

549,03
36',I

Kolom (7)dihitung berdasarkan interpolasi antarbaris pada kolom (4) dan (5)Tabel (6.3). Contoh: o Kolom (7) baris (1) : 0 karena pada awal penelusuran atau pada saat tinggi air (H) di atas spillway : 0. o Kolom (7) baris (2) : O,O4 merupakan interpolasidari:
(2Sl40 + O (m3idt) 0,00* *
22.OO*
'I

120 80
45 22 20

,39

t5

14 15

1 1

85,69

1,69 1,51
I

o(m3/dt)
0,00* *

l6
17 18

035,63

00,25 71,64 s3,03

l6
17

758,8s 694.79

902,\3
800,8s

,35

1.22

o,o4*
0.23+

16.90*

172

Teknik Perhitungon Debit Rencano Bangunon Air

Penelusttr ort Drhl

Rru< tttto

173

*) .

lihat kolom (6) dan (7) baris 2 Tabel (6.4), ini **) interPolasi dari angka

hasil

9.

Berdasarkan kolom (2), (7), dan (8) Tabel (6.4) sslxnlutnya dapat dibuat grafik seperti tersaji pada Cambar (6.7) dan Cambar (6.8).

*x1 lihat kolom (a) dan (5) baris (2) dan (3)Tabel (6.3).

Kolom (7) baris (3)


(2S/Ar)

[;
]0, t o

480
44 440

0,48 merupakan interPolasi dari:


O (m3/dt)
0,00+ *

400

i+lniw(mstn)

+o

(m3/dt)

360 i3 1." 320


280

./1-,
I

i-:l

-orIy.-11rydtil

0,00* *
61 ,91
11

0,48*

E 240
200
160

6,90* *

o.23**

o hasil

*) g.

lihat kolom (6) dan (7) baris 3 Tabel (6.4), ini **) interpolasi dari angka
(2) dan (3)Tabel (6'3)'

120
80

40 0

-t

**; lihat kolom (4) dan (5) baris

7 I

I '10 11

12

Waktu [am)

Kolom (8)dihitung berdasarkan interpolasi antar baris pada kolom (1) dan (5) Tabel (6.3). Contoh: o Kolom (B) baris (1) : 0 karena pada awal penelusuran tinggi air (H) di atas sPillwaY : 0. . Kolom (B) baris (2) : O,O4 merupakan interpolasi dari:
(2SlA0

Gambar 6.7 Hidrograf inflow rencana dan outflow waduk dengan metode LPR untuk soal 6.3

+O
+

(m3/dt)

H
(m)

0,00*

0.0* *

i-.lgi3g-"rllel
'2,00

22,OO*

o,o4*
o,2*

l 16,90*

*)

lihat kolom (6) dan (B) baris 2 Tabel (6'4), ini **) interpolasi dari angka
kolom (1) dan (5) baris (2) dan (3)Tabel (6'3)'

-! I

1,50

hasil

1,00

*'x1 lihat

0,50

Kolom (B) baris (3)


(2SlAt)

0,10 merupakan interpolasi dari:


H (m)

7 I

10

11

12

13

't4

17

Waktu (am)

+o

(m3/dt)

0,00*
22,O0+
1 1

6,90f *

0,0* 0,10* o,2*

Gambar 6.8 Ketinggian air (H), hasil penelusuran waduk dengan metode LPR untuk soal 6.3
hasil

*)

lihat kolom (6) dan (8) baris 3 Tabel (6'4), ini **) interpolasi dari angka
(5) baris (2) dan (3)Tabel (6'3)'

c.

Model Linear Reservoir (Penetusuran Waduk) Dalam penelusuran Model Linear Reservoir (penelusuran

**) lihat kolom (1) dan


174

Waduk), persamaan kontinuitas (persamaan 6.6):


Pt'ttt'
I r

Teknik Perhitungon Debit Rencono Bongtnon Air

t:,ttt ott I)t'lti

I llrt

tt rtt t
u

175

S;*,-S;

:i l' +l'*, xAt -

oi +oi*,
2

xAt

c^

_ ' _ 2+ (at/K) z+frlZ,s)


:
1.

2-AtlK-

2-112,5.: 0.6667.

dalam penyelesaiannya memerlukan persamaan tampungan (S) yang dirumuskan sebagai berikut: (6.22) : KxO. S. It

Kontrol: C, + C, + C,

2.

S -: KxOJ+r. -,+r

6.23)

: Cr*lj*, + C,xl + CrxO, O, sudah diketahui : 31 m3/dt. Oleh karena itu, perhitungan
O;*,
mulai dari Or:

Hitung hidrograf outflow berdasarkan persamaan (6.24):

Substitusikan persamaan (6.22) dan (6.23) ke persamaan (6.6) akan diperoleh persamaan:

O;*.,:
dengan:
t

Co

Xlj*, + C, x i, + C, x O, At/K

6.24)

02 03

Coxlr+C,xl,+CrxO,
Crx l, + C, x lr+ CrxO,

demikian seterusnya, perhitungan ditabelkan (Tabel 6.5).

--o-2+(at/r)

(6.25)
(6.26) (6.27)

Tabel 6.5 Perhitungan outflow dengan Model Linear Reservoir pada soal 6.4
Waktu
t

c,:co
I

"'-

--

2- Lt lK 2+ (lt l r)

(iam)
(2) 0
1

| (m3/dt)
G) ,00 6s,00
124,O0
17 5,OO

Co*1,*, (m3/dt) (4)

CrxO,

C,xl, (m3/dt)
(m3/dt) (s) (6)

O (m'/dt)
(7')

(1)
I 2

Syarat: Co

31

31,00 10.83 20,67 29,17 20,83


13,33

5,-t7
10,83

20,67 24,44 37,30 58,09 72,06


70,82

36,67
55,94

+ C, + C2:1

(6.28)

2 3

20,67 29,17 20,83


13,33

87,13 108,09 106,22 92,48 76,66 62,77


51.01

Contoh soal 6.4:

4
5

125,00 80,00 50,00 40,00 30,00


25.OO

Diketahui hidrograf inflow rencana dalam waduk seperti tercantum dalam kolom (3)Tabel (6.5).
Hitunglah hidrograf outflow dengan Model Linear Reservoir. Konstanta penelusuran (K) : 2,5 jam.lnterval waktu penelusuran (At) : 1 jam.
Jawaban soal 6.4:

6
o

6
7

8,33 6,67 5,00 4,17

8,33 6,67 5,00

9 10

I I

,66 51,10
61

4"t,85

Keterangan Tabel (6.5):

1.

Hitung nilai Co, C,, dan C, dan kontrol jumlah nilai C

At/K Lo:zlllt/K)
C,

112,5 : :0..1667. u'ruu/'

.: Co :0,1667.

1. 2. 3. 4.

Kolom Kolom Kolom Kolom

(1) (2) (3) (4)

: : : :

indeks penelusuran. waktu penelusuran (jam). inflow, t (m3/dt), nilainya diketahui. Co x li*,

176

Teknik Perhitungon Debit Rencono Bangunon

Alr
I

Penelusuron

Delill Rt'ttcotrt

177

nilai outf/ow sudah diketahui : 31 m3/dt. sehingga perhitungan outflow dimulai dari indeks (j + 1) : 2 atau baris ke-2 atau mulai dari wakPada saat awal penelusuran atau pada saat indeks

j:1,

Pada saat perhitungan kolom (5) baris (4) data yang diperlukan adalah C, dan I baris (3) atau lr. Contoh:

tu jam ke-1. pada saat perhitungan kolom (4) baris (2) data yang diperlukan adalah nilai Co dan I baris (2) atau lr. pada saat perhitungan kolom (4) baris (3) data yang diperlukan adalah nilai Co dan I baris (3) atau lr. Demikian seterusnya' Contoh: Korom (4) baris

Kolom (5) baris

(2) (3) (4)

C, x l, : O,1667 xl, O,1667 x kolom (3) baris (1) C, x l, : 0,1667 xl, O,1667 x kolom (3) baris (2) 0,1667 x65:10,83. C, x l, : O,'t667 xl, 0,1667 x kolom (3) baris (3) O,1667 x124,O0 :20,67.

0,1667x31 :5,17.

Kolom (5) baris

(2)

Kolom (5) baris

: 3:lir';i,i,i%i*,,,,r,
0,1667

x65:10,83.

Kolom (4) baris

(3) (4)

Co

o,'1667 x l, O,1667 x kolom (3) baris (3) 0,1667 x124 20,67.

* li*,

Demikian seterusnya, cara perhitungan sama.


6.

Kolom (6) : C, x O, Sama dengan kolom (4) dan (5), perhitungan mulai dari baris 2.
Contoh:

Kolom (4) baris

Co

Xl;*r -- 0,1667 xlo x175 :29,17.

0,1667 x kolom (3) baris (4)


O,1667

Kolom (6) baris

(2) (3) (4)

Demikian seterusnya, cara perhitungan sama.


5.

Kolom (5) : C, x l, Di atas telah dijelaskan bahwa penelusuran dimulai dari indeks (j+1) : 2. Oleh karena itu, perhitungan dimulai dari kolom (5)
baris (2).
Pada saat perhitungan kolom (5) baris (2), data yang diperlukan j : 1 sehingga adalah C, dan 1,. Karena (j+1) : 2 artinya indeks data I yang diperlukan adalah I baris (1) atau l,'

Kolom (6) baris

Kolom (6) baris

C, x O, 0,6667 0,6667 C, x O, 0,6667 0,6667 C, x O, O,6667 0'6667

x kolom (7) baris (1) xO, - 0,6667 x31 :20,67. x kolom (7) baris (2) x O, : 0,6667 x36,67 x kolom (7) baris (3) * o' : 0'6667 x 55'94

: :

24,44.

37

Demikian
7.

,"t"rrrnyul

'3o'

pada saat perhitungan kolom (5) baris (3) data yang diperlukan adalah C, dan I baris (2) atau lr.

B.

outflow kolom (a) + (5) + (6) Berdasarkan nilai kolom (2), (3) dan (7) Tabel 6.5 selanjutnya
diperoleh Cambar 6.9.

Kolom

(7)

178

Teknik Perhitungon Debit Rencono Bort<lunon Air

Puteluytrott Dt'ltll

Rt,rx tnnt

T
I

- ,.ra I too,oo l
roo,oo
I

Teknik penelusuran yang dimaksud adalah penelusuran secara hidraulik. Persamaan pengatur yang digunakan dalam penelusuran secara hidraulik adalah Persamaan SaintVenant, yang terdiri dari:

roo,oo I

! ol

120,00 100.00

l
I

to,oo

/
a

-+\*-G-

1. 2.

Persamaan Kontinuitas:

oO
-ir-:1 oA

oA

oo,oo 'l +o,oo

ot

(6.29)

zo,oo
o,oo

I l---'
-l

Persamaan Momentum

I
0

**.** *
Keterangan rumus:

.s#-s6o-s,):q

(6.30)

Gambar 6"9 Hidrograf inflow rencana dan outflow

untuk soal 6.4

6.3

PENELUSURAN HIDRAULIK

Nilai unsur-unsur aliran di saluran atau sungai, seperti kedalaman, kecepatan, dan debit umumnya bersifat tidak tetap atau selalu berubah ditinjau dari segi waktu dan tempat (unsteady and non uniform flow, aliran tidak steady dan tidak seragam). Beberapa faktor yang menyebabkan kondisi aliran seperti itu, antara lain:

: : : : : So : Sr : a A q t x y I 1. 2. 3. 4. 5.

debit (m3/d0. luas penampang basah saluran atau sungai (m2). aliran samping (m3/dt). waktu (detik). tempat (m). kedalaman air (m). percepatan gravitasi (m7d0. kemiringan dasar memanjang saluran atau sungai. kemiringan garis energi.

1. 2. 3.

perubahan kemiringan memanjang dasar, perubahan penampang melintang, perubahan trase, dan pertemuan atau percabangan
sungai.

Persamaan Saint Venant diturunkan dengan asumsi sebagai berikut:

Adanya konstruksi bangunan, seperti: pilar jembatan, bendung; bendungan, krib, sudetan. Adanya aliran samping (baik pengurangan maupun penambahan aliran), dan pengaruh pasang surut.

Aliran adalah 1 dimensi, oleh karena itu perubahan unsur-unsur aliran yang diperhitungkan adalah yang searah dengan arah
memanjang saluran atau sungai. Perubahan aliran adalah berubah secara lambat laun, sehingga

Teknik peneluruan yang diperlukan dalam peneluruan aliran yang selalu berubah terhadap waktu dan tempat adalah teknik penelusuran yang persamaan pengaturnya dapat meniangkau perubahan aliran secara serentak di beberapa tempat (terdistribusi) sepanjang
saluran atau sungai dalam waktu yang bersamaan'
180

tekanan hidrostatis masih berlaku dan percepatan arah vertikal diabaikan. Trase saluran atau sungai adalah lurus. Kemiringan dasar memanjang saluran adalah kecil dan stabil. Oleh karena itu, gerusan dan deposit diabaikan. Zat cair adalah tak termampatkan dan kerapatan zat cair adalah konstan.
Rtn unr
181

Teknik Perhitungon Debit Rencono BonEtnon Air

Pettelusurott Debll

Dalam praktiknya, tidak semua model penelusuran secara hidraulik menggunakan persamaan (6.30) secara utuh, tergantung asumsi aliran. Berikut disajikan beberapa model penelusuran hidraulik sesuai dengan persamaan pengaturnya.

a.

Linear-Scheme Kinematic Wave

Dalam menyelesaikan Model Kinematic Wave, persamaan (6.31) dan (6.32) dikombinasikan menjadi persamaan baru yang hanya mengandung 1 variabel terikat, yakni Q. Bentuk persamaan baru yang dimaksud adalah:

1.

Model Kinematic Wave

o .

oQ*'peo,9-a:q
GX
(6.31) dengan
cx,

PersamaanKontinuitas:

Ot
dan B adalah parameter saluran atau sungai.

6.37)

oO oA oA ot
Persaman Momentum:

-B(So-Si

(6.32)

Tujuan dari penyelesaian persamaan (6.37) adalah untuk mendapatkan nilai Q dalam setiap waktu dan setiap tempat atau e(x,t) di sepanjang saluran atau sungai yang ditinjau. Penyelesaian secara numerik dari persamaan (6.37) dapat dilakukan dengan scheme (pembaganan) linier dan non linier. Dalam buku ini hanya dijelaskan pembaganan linier.

2.

Model Diffusion Wave r PersamaanKontinuitas:

oO -+ oA oA ot o 3.
Persaman Momentum:

(6.33)

goY -8(So-S):

ox

(6.34)

Dalam pembaganan linier, suku-suku dari persamaan (6.33) diubah menjadi suku-suku diskrit dengan metode diferensi hingga langkah ke belakang (backward-finite difference method) sebagai
berikut:

Model Dynamic Wave

oQ_Qli; -Ql.'

PersamaanKontinuitas:

ox
(6.3s)

(6.38) (6.3e)

Ax

oO oA ..----:; r oA ot
Persamaan Momentum

oQ_alil

-a1.,
At

ot
(6.36)

ov -s(s, -s,):q 1 oQ *1-1- q- *s -ox A ot Aox A

:QL,+Ql-'
2

(6.40)

Selanjutnya dalam buku ini model yang akan disajikan cara penyelesaiannya hanya Model Kinematic Waue. Cara penyelesaian yang akan disajikan adalah cara yang didasarkan pada pendekatan numerik, yaitu: linear-Scheme Kinematic Wave, dan MuskingumCunge Method.

qL, + qlil
2

6.41)

Penelusuron Debl

Renc

ono

t82

Tekntk Perhltungan Deblt Rencono fungurun Alr

183

Persamaan (6.38) sld (6.a1) dapat diilustrasikan sebagai berikut:

Jawaban soal 6.5:

oQ/ox

ai.'r--r-__l
I^,

Tabel 6.6 Perhitungan outflow dititik i: 2, 3, dan 4 berdasarkan persamaan (6.42), Linear-Scheme Kinematic Wave

atii
oQ

I .,u',",o*l I diketahui
I \.-__
aitetatrui

Waktu

lnflow
(m3/dt )

(am)
(2) 0
I

Outflow di titik (m3/dt)


2 3 4

|-.r-Nil-ij b"t"rl
I

i=1
(1)
1

I
ai
i+l

6t
Qi*,

(3)

(4)
1r ,00

(s)
31

(6)
31

2 3
I

,00 65,00
31

,00

,00

s5,26
r

48,O7
r

42,87
80,49
1

lNilai awal
lp"n.t,r.otun

2 3

124,00
175,OO

0B,0

93.39 147,70
r r

4
5

16't,74 132,24
91

33,33

4
5

125,00 80,00 50,00 40,00 30,00 25,00

35,31

134,91

6
7

Gambar 6.1O Pembaganan diferensi hingga persamaan (6.i8) sld (6.41) Jika persamaan (6.38) s/d (6.41) disubstitusikan ke persamaan (6.37) maka akan diperoleh persamaan Linear-Scheme Kinematic
Wave:

6
7

,46 60,45 45,77 34,87 28,27

00,85 52,35

108,05
79,O2

70,20 40,03 32,02

o 9 10

59,24 45,48 36.15

8
9

Keterangan Tabel 6.6:

1. *or'+'BQL, 6.5:

Baris (1)

afl

%t+u *atC+
Ql.'

(6.42)

*l..,,
Contoh soal

lQl.'

'

2. 3. 3.
4-

nilai awal penelusuran disepanjang ruas sungai yang ditinjau, (i: 1 ,2,3, dan 4) : 31 m3/dt.
indeks penelusuran. waktu penelusuran (jam). inflow,l (m3/d0, nilainya diketahui dan sekaligus sebagai syarat batas hulu. nilai outflow (Q) di titik (2); cara mendapatkan nilainya adalah dengan menggunakan persamaan (6.42).

Kolom (1) Kolom (2) Kolom (3) Kolom

(4)

Diketahui hidrograf inflow rencana suatu sungai seperti tercantum dalam kolom (3) Tabel (6.6). Hitunglah outflow di 3 titik tinjauan di hilir inflow berdasarkan persamaan (6.42) bila cr : 3; F : 0,55; interval penelusuran (At) : 1 jam; jarak antar titik tinjauan (Ax) : 5000 m; Nilai awal : 31 m3/dt; q : 0.

Contoh:

Kolom (4) baris (2), atau nilai Q pada saat j+1:2 dan i+1:2 atau dilambangkan a||l:ai 55,26 m3/dt diperoleh dari perhitungan berdasarkan persamaan (6.3S) tetapi nilai q : 0
seh i ngga persamaan nya menjad
i

1U

Teknik Perhitungan Debit Rencono Bongunon

Air

Perrcltnuntt De,ltll f*,m unt

185

alil

*or'

+ oPQl.,

Ql., *
2

Ql.'

"
6.43)

Kolom (5) baris (2), atau nilai Q pada saat j+1:2 dan atau dilambangkan ali; : 48,07 m3/dt diperoleh dari perhitungan berdasarkan persamaan (6.39):

i+l:3

al

At*oP ^QL,+Ql.'ol 2 n*
##oi.rxo,55*q1
s000 3600

3600 '

al tqi '''
o'u
'

a1:

5000

55,26

+3 x 0.55 *

,',
2

31+ 55'26
2
o'ss

o'ss

'

3600

ai

5000

+3x

0,55

31+55,26

'

3600+3x0,55 Ql*Q?
2

48,O7 m3/dt.

ai

5000

x65+3x0,55*r,
31 +

31+65
2

o'uu'

Kolom (5) baris (3) atau nilai Q pada saat atau Ql:
3600

j+l:3

dan
0'5
1

i+l:3

3600
:55,26

65

o'tt

'

-+3xU.55
m3/dt.

s000

al

5000

x 108.01+ 3 x 0.55

48.07

48'07 + 1 0B'01
2

3600

-.r: 93,39 m3/dt.


o'u
I

s000

3 x 0,55

48,07 +108,01

o'5

'

Dengan cara yang sama yaitu dengan menggunakan persamaan (6.39) nilai kolom (4) baris (3), didapat:

Untuk kolom (5) baris (4), baris (5) dan baris selanjutnya, cara
perhitungan adalah sama.
6.

3600

ai:
:

s000

x124+ 3 x 0,55 x55,26

55,26+124
o'5
1

3600+3x0,55 55,26+124
s000 108,01 m3/dt.
2

Kolom (6) : nilai outflow di titik (4); cara mendapatkan nilainya adalah dengan menggunakan persamaan (6.39). Contoh:

Untuk kolom (4) baris (4), baris (5) dan baris selanjutnya, cara
perhitungan adalah sama.
5.

Kolom (6) baris (2), atau nilai Q pada saat j+1:2 dan i+1:4 atau dilambangkan ali;:ai 42,87 m3/dt diperoleh dari perhitungan berdasarkan persamaan (6.39):
3600

Kolom (5) : nilai outflow di titik (3); cara mendapatkan nilainya adalah dengan menggunakan persamaan (6.39). Contoh:

ai

s000 :

48.07+ 3 x 0.55

*r',
2

31+ 4B'o7
2
o'ss

o'"

'

3600

5000
42,87 m3/dt.

+3x

0.55

3'l+ 48,07

'

186

Teknik Perhitungon Debit Rencono Bongunan Ait

Penelusuron Deblt Rerr arm

187

r
Kolom (6) baris (3) atau nilai Q pada saat j+
1

:3

dan i+ o's

:4

atau
I

Ql,
3600

200
'180

I 1

a1:

x s000

g3,3g+ 3 x 0,55

42,87
42,87

42'87

+93'39
2

160

?999 5000

.3

x 0,55

+93,39
2

o'5

iE iv
IL

140 120
100

'

l'o (E
v l3

80 60
4A

lE

80,49 m3/dt.

Untuk kolom (6) baris (4), baris (5) dan baris selanjutnya, cara
perhitungan adalah sama.
7.

20 0

5ooo
jarak

loooo (m)
@

,uooo

Berdasarkan nilai kolom (2) sld (6) Tabel (6.6) kemudian dapat dibuat grafik seperti yang tersaji dalam Gambar (6.10).
200,00
180,00 160,00 140,00

--..-mukaairojam

+mukaairsjam

rl

i
I

'

Gambar 6.12 Muka air pada saat awal (0 iam), 3 iam, 6 jam, dan 9 jam di titik 1 (0 m), titik 2 (5000 m), titik 3 (10000 m), dan titik 4 (15000 m)

tzo,oo
100,00 80,00

60,00 40,00 20,00


0,00

456
Waktu (iam)

10

Muskingum-CungeMethod Model Kinematic Wave juga dapat diselesaikan dengan Muskingum-Cunge Method. Metode inidiusulkan oleh Cunge. Metode ini merupakan modifikasi dari persamaan penelusuran hidrologis (Muskingum Method, persamaan 6.13) menjadi persamaan penelusuran hidraulik (persamaan Muskingum-Cunge Method):
2,

b.

Gambar 6.11 Hidrograf inflow rencana (l) dan outflow j, dan 4 untuk soal 6.5

(q diiltik

alil : (c, * el.')* (c, * ej)+ (c, * el.,)


dengan:

(6.44)

B.

Berdasarkan kolom (2) s/d (6) Tabel (6.6) juga dapat dibuat profil memanjang muka air setiap waktu di beberapa titik tinjauan seperti yang tersaji dalam Cambar (6.11).

C,: Lt-2xKxX

2xKx(t-x)+lt

(6.4s) (6.46)

Cz: At+2xKxX 2xKx(r-x)+lt


_

c3: 2xKx(t-x)-at

,-df-{"^t
llttnttrt

'{:.47)

188

Teknik Perhitungon Debll Rrncono Bongunon

Air

Pt'nelrtsttur Dt'ltlt

il

C,+Cr+Cr:1
Ax
CK

(6.48)

Jarak antartitik tinjauan (Ax)

di semua titik tinjauan


(6.4s)
Jawaban soal 6.6:

10000 ft. Harga debit awal penelusuran

5000 cfs.

ck

dQ dA
1

1oq
Bdv

(6.s0)

1.

Hitung kedalaman air awal di saluran (y):

1-

a
BxckxS, xAx

a:#rSo,,, xAxR2/3
(6.s r )

-1'49 *so"'x@xY)xY"'

Keterangan rumus:

n'

AI
K

Ax ck

: : :

a
I

B so

interval waktu penelusuran. koefisien tampungan, yaitu perkiraan waktu perjalanan aliran dari titik tinjauan yang 1 ke titik tinjauan berikutnya. Satuannya adalah satuan waktu. faktor pembobot (0 s/d 0,5)tidak berdimensi. jarak antartitik tin.iauan (satuan panjang). kinematic wave celerity (satuan panjang/satuan waktu). debit outflow (satuan volumdsatuan waktu). debit inflow (satuan volume/satuan waktu) lebar sungai atau saluran (satuan panjang). kemiringan memanjang dasar sungai atau saluran. luas penampang basah sungai atau saluran (satuan panjang kuadrat). kedalaman atau ketinggian air di sungai atau saluran (satuan panjang).

v:
1

nxQ
,49 xSo'/2 x B

3/5

0,035 x 5000 1 ,49 x 0,001x 200

5,77 ft.

2.

Hitung ck

lafol = 1 d 1,49xso'/2 xAxR2/l .k:l!g= Bdy Bdy'-'-Bdy n


_ 1d 'l,49xSo'/' Bdy n
x@xy)xyrl,
'l 5 ,,. = ,49xSott2 *J*'"-

=d dy
-'|,49
3.

1,49xSott2

xyr,,

x 5,77r/, = 7,22 ft/s., 0,035 x! 3

x o,oo11t2

Contoh soal 6.6:

Hitung

Suatu saluran dengan penampang melintang berbentuk persegi panjang. Lebar saluran (B) : 200 ft. Kemiringan memanjang dasar saluran (So) : 0,001. Kekasaran Manning : 0,035.
Jika hidrograf debit di

t, Ax ck
4.

l oooo

7))

Hitung X

titik 1 diketahui seperti tercantum dalam kolom (3) Tabel (6.7), hitunglah hidrograf debit di titik 2, 3, dan 4 dengan Muskingum-Cunge Method.lnterval waktu penelusuran (At): harga K.

x:lr2

BxckxSo xAx

190

Teknik Perhitungon Dehit Rautono Bongunon Air

Pt'tte'lusttt tttt Dcltlt lk.ttt

rtnt

:11
2

5000 2O0 x7 ,22 x 0,001 x 10000

Tabel 6.7 Lanjutan


0,33.
Waktu
(s)

lnflow
(cfs )

Outflow di
2
3

titik

(cfs)

5.

Hitung nilai C,,

cr: 2xKx(t-X)+lt
1

C, dan C, dan kontrol jumlahnya' At-2xKxX


385,1 7 - 2x1 385,1 7 xO,33

i=1
(1)
5

4
(5)

QI
4085
5885
7
r

(3)

(4)

(s) 8732,98 12152,66 10159,80 8076,52 6400,89 5625.60

0000,00

13279,97
10188,91
BO27,BB

6319,65 8881,51 11375,73


1

6
7

4985 7
7

8000,00 6000,00

0,15.

6785 7685, 7 8585, 7

s500,00
5200,00 4500.00

6225,50 5562,80 5150,23

003 1 ,78 8117,79

10

6539,86

Cz: At+2xKxX

Keterangan Tabel (6.7):

2xKx(r-X)+lt
1 385,1 7 + 2x1 385,1 7 xO,33 2 x 1 385,1 7 x( -0,33) + 1385,17

1.
:0,70.

Baris

(1) : : : : :

2xKx(r-x)-lt '':zxrlT-x)llt

2. 3. 3. 4.

nilai awal penelusuran di sepanjang ruas sungai yang ditinjau, (i: 1 ,2,3, dan 4) : 31 m3/dt.
indeks penelusuran. waktu penelusuran (jam). inflow, I (m3/dt), nilainya diketahui dan sekaligus sebagai syarat batas hulu. nilai outflow dititik (2);caramendapatkan nilainya adalah dengan menggunakan persamaan (6.44).

Kolom (1) Kolom (2) Kolom (3) Kolom (4)

_ 2x'1385,17x(
2x
1

-0,33)-1385,17
-0,33) + 1385,17
1.

385,1 7

xl

0,15.

Kontrol jumlah: C,

+ C, + C, :

Contoh: Kolom (4) baris (2), atau nilaiQ pada saat j +1 :2 dan i+ 1 :2 yang dilambangkan dengan aji; : a; : so73,Bo m3/dt diperoleh dari perhitungan:

6.

Hitung hidrograf debit di titik 2, 3, dan 4 berdasarkan persamaan (6.44).Perhitungan disajikan dalam Tabel (6.7). Dalam perhitungan hidrograf debit ini, harga K, X, dan At dianggap konstan selama pengaliran. Dengan demikian harga C1, C2, dan C, juga konstan'

Tabel 6.7 Perhitungan persam aan (6. 4 4), M u ski ngum-Cu nge M ethod
Waktu
(s)

outflow di titik i: 2, 3, dan 4 berdasarkan


Outflow di titik (cfs)
2 (4)
3

a; : (c, x ef )+ (c, el)* (c, * ql) "

(0,15x5500)

+ (0,70x5000) + (0,15x5000)

5073,80.

lnflow
(cfs )

Dengan cara yang sama, nilai kolom (4) baris (3) atau
4
(6)

Q]:

i=1
(1)
1

(2)

(3)

(5)

0,00
1

2
3

385,1 7

2285,17 1185,17

s000,00 5500,00 7s00,00


l 5000,00

s000,00
5073.80 5732,28 8346,04

5000,00 5010,89
5161 ,70

5000,00 5001,61
503
1 ,78 5271,24

al : (c, x ef )+ (c, * qi)* (c, * q;) : (0,15 x 7500) + (O,70 x 5500) + (0,15 x 5073,80) : 5732,28.
Penelururon Debll Rt,ttr otttt
193

6033,84

192

Teknik Perhitungon Dehil Rt'ncono Bongunon Atr

rI

Untuk kolom (4) baris (4), baris (5) dan baris selan.iutnya, cara
perhitungan adalah sama.
5.

Drngan cara y.rng sarn;r, nilai knlorrr (6) l-raris l3) atau

Kolom (5)

nilai outflow di titik (3); cara mendapatkan nilainya adalah dengan menggunakan persamaan (6.39).

Contoh:

(lj : f C. ,. x Q;lr (C, x Q; j : (0,15x5161 ,'V0) + (fJ,70x50 t0,89) + (0,1 5x500'I,6't) : 5031,78.
.r

.,\ / (Jil,r.iC,

,\ r

ej

Kolom (5) baris (2), atau nilai Q padasaatj+ 1 :2 dan i+1 :3 yang 5010,89 m3/dt diperoleh dilambangkan dengan alil :a3 dari perhitungan:

Untuk kolom (6) baris (4), baris (5) dan baris selanjutnya, cara
perhitungan adalah sama.
7.

a3

:(c, xel)+(c, *el)+(c, *ql)


: :
(0,15 x 5073,80) 5010,89.

Berdasarkan kolom (2) sld (6) Tabel (6.7) kenrudian dapat dibuat grafik seperti yang tersaji dalam Cambar (6.121.

+ (0,70 x 5000) + (0,15 x 5000)


1250C

Dengan cara yang sama, nilai kolom (5) baris (3) atau

q3'

al :(c, xQl)+(c, *q1)*(c,

*q3)

^ t) o

10000 7500 5000

: :

(0,15x5732,28) + (O,70x5073,80) + (0,15x5010,89)


5161,70.
0

0 -"-+

1300 2600 3900 s200 6500


Waktu (s) Hidebil
di

7800

Untuk kolom (5) baris (4), baris (5) dan baris selanjutnya, cara
perhitungan adalah sama.

rlik

1 3

(ctsi
gcb)

- gio.

Oeon Oi

ilil

(cg)

+Hid.debit

dititjk

dititik 4(cts)

6.

Kolom (6)

:nilai

outflow di titik (4);caramendapatkan nilainya

-Hid.debil

adalah dengan menggunakan persamaan (6.39).

Contoh: Kolom (6) baris (2), atau nilai Q padasaatj+ 1 :2 dan i+ 1 :4yang dilambangkan dengan af,:l : ai : 5001,61 m3/dt diperoleh dari perhitungan:

Cambar 6.13 Hidrograf debit saluran di titik i: soal 6.6


-oo0oo-

l,

2, 3, dan 4 untuk

ai : (c, x el)+ (c, * ql)+ (c, * ql) : (0,15 x 5010,89) + (0,70 x 5000) + (0,15 x 5000) : 500',I,61
.

Teknik Perhitungon Debit Rcncono BonEtnon Air

Pt'ttclt

tst tt

orr I)t,ltl

llt,r x t urt t

195

OoftorQustaLd

Asdak, Chay. 2002. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Fakultas Pertanian Lembaga Ekologi Universitas Padjajaran.

Cajah Mada University Press. Yogyakarta.


Bambang, T. 2008. HidrologiTerapan. Beta Offset. Yogyakarta.

Chow ,V.T. 1988. Applied Hydrology. Singapore: McCraw-Hill Book


Co,.

Departemen Kimpraswil. 2002. Kriteria Bangunan Pengendali Banjir. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air.
Bandung.

Departemen Pekerjaan Umum. '1989. SK SNI M-18-1989-F: Metode Perhitungan Debit Baniir. Bandung. Yayasan LPMB.

Direktorat Perguruan Tinggi Swasta. 1997.lrigasi dan Bangunan Air.


Cunadarma. Jakarta.

Hindarko, S. 2000. Drainase Perkotaan. Yogyakarta: ES-HA. Linsley, RK., Franzini JB. 1989. Ieknik Sumber Daya Air. Erlangga. Terjemahan Sasongko Dj. Jakarta.

Linsley, RK., Kohler MA., Paulus JLH. 1989. Hidrologi Untuk lnsinyur.
Erlangga. Terjemahan Hermawan Y. Jakarta.

Loebis,

1992. Baniir Rencana lJntuk Bangunan Air. Bandung: Direktorat Penyelidikan Masalah Air, Direktorat Jenderal

).

suyitno. 2000. Dasar perhitungan Hidrologi dan Hidrolika lJntuk Manajemen Air. yogyakarta. Kursus singkat sistem sumber ' Daya Air Dalam otonomi Daerah. Laboratorium Hidraurika Jurusan Teknik sipir Fakurtas Teknik Universitas cajah Mada.
Wesli. 2008. Drainase perkotaan. Craha llmu. yogyakarta. -oo0oo-

Pengairan Departemen Pekerjaan Umum.

Montarcih, L. 2009. HidrologiTSA-1. Malang. CV. Asrori.

Montarcih, L. 2009. HidrologiTSA-2. Malang. CV. Asrori.


Prastumi, Aniek Masrevaniah. 2008. Bangunan Air. Malang. Srikandi. Soemarto, C. D. 1 987. Hidrologi Teknik Usaha Nasional. Surabaya. Soetopo,

W., Montarcih, L. 2OOg. Statistika Hidrologi. Malang. CV.

Asrori.

Soewarno. 1993. Aplikasi Metode Statitistik tJntuk Analisa Data Hidrologi lilid l. Nova. Bandung. Soewarno. 1993. Aplikasi Metode Statitistik LJntuk Analisa Data Hidrologi lilid ll. Nova. Bandung.
Sosrodarsono, S., Masateru Tominaga, Yusuf Cayo. 1985. Perbaikan dan Pengaturan Sungai. PT. Pradnya Paramita. Jakana.

Sri Harto, Br. 1993. Hidrologi: Teori, Masalah, Penyelesaian. Nafiri


Offset. Yogyakarta

Sri Harto, Br., Sudjawardi. 1988. Model Hidrologi. Yogyakarta: PAU llmu Teknik Universitas Cadjah Mada.
Subarkah, 1.1979. Bangunan Air. ldea Dharma. Bandung. Subarkah,

l. 1980. Hidrologi Untuk

Perencanan Bangunan Air. ldea

Dharma. Bandung. Suripin. 2OO4.Sistem Drainase Perkotaan Yang Berkelanjutan. Andi. Yogyakarta.
I

198

Teknik Perhitungon Debit Rencono Bangunon Air

Doltot Ptnloko

Lampiran

Lampiran 3.1 TabelNi/ai Qr,,,, dan

Ro,o,,

a
;6= 9O
ol"

Jn
99"/" 1,24
"l

95"/"
1

90 1"
1,21

95"/"

991o 1,38
"l

10

1,05
'l

.14

1,28 1,43 1,50 1,53 1,55 1,62


"l

20 30 40
50

,10

1,22 1,24

,42

1,34
'l

,60

"t,12 1,"t3
1,"14

1,46 1,50 1,52 1,55 1,63

,40

1,70 1,74 1,78 1,86

1,26 1,27
1,29
"l

1,42 1,44

r00

1,17 1,22

.l,50
1,62

,36

,75

2,00

Sumber: Sri Harto, Br (199j)

Lampiran 3.2 Tabel Ni/ai tc (tu,,,,) untuk uii distribusi 2 sisi


DK

Deraiat Kepercayaan t
0,10 0,05 0,025 12.706 4.303

Lampiran 3.3 TabelNi/ai Reduced Standart Deviation (Sn) dan Ni/ai Reduced Mean (yn)
n
10 15
Sn

cr

0,01
3 1 .821

0,005 63.657

Yn

Sn

Yn 0,5521

3.078
1.886 1.638 1.533 1.476

2
3

6.314 2.920
2.353

6.965
4.541 3.747
3.365

9.925
5.841

0,9497 1,0210 1,0630 1,0910 1,1120 1,1280


1

o,4952
0,5'l 28 60
70
'l

,1750

3.182
2.776 2.571 2.447

4
5

2.132 2.015
't.943
1.895

4.604 4.032
3.707

20
25 30 35

o,5236 o,5390 o,5362


0,5403

1,1850

0,5548 o,5567 0,5586 0,5600 o,5672 o,5724 o,5745

80 90
100

1,1940 1,2010 1,2060 1,2360 1,2590 1.2690

6
7
B

1.440
1

3.143

.415

2.365 2.306
2.262

1.397 1.383 1.372 1.363 1.356 1.350 1.345 1.341

1.860
1.833

2.998 2.896
2.821 2.764

3.499
3.355 3.2s0

40 45
50

,141O

o,5436 o,5463
0,5485

20

r0
1'l 12 13 14 15 16

1.812
1.796
1.782 1.771
1.761

2.228
2.20-l

3.169
3.106 3.055
3.0"t2

1,'152O

s00
1000

2.718
2.681

1,1610

2.'t79

Sumber: Soemarto (l 987)

1.753
1.746

2.160 2.145 2.13'l


2.-t20

2.650
2.624 2.602 2.s83 2.567

2.977 2.947 2.921

1.337
1.333 1.330

Lampiran 3.4 TabelNi/ai Reduced Variate (y)


Periode Ulang T Oahun)
2
5

17
1B

't.740
1.734
1.729 1.725
1.721

2.110
2.101
2.O39

2.552
2.539

2.898 2.878
2.861 2.845 2.831 2.819 2.807 2.797 2.787 2.779
2.771

YI

19

1.328
1.325

0,3065 1,4999

20
21

2.086
2.080
2.O74

2.528
2.518 2.508 2.500

1.323
1.321 1.319 1.318 1.316 1.315
1

'r0

22
23

1.717 1.714 -t.711

2,2504 2,9702 3,1255 3,9019


4,6001
(1

2.069 2.064 2.060 2.056


2.O52

20
25 50 100

24
25

2.492 2,485
2.479 2.473 2.467

1.708 1.706 1.703 1.701

26
27
2B

.314

1.313
1.31
1

2.O48
2.O45

2.763

Sumber: Soemarto

987)

29

r.699
1.645

lnf

1.282

1.960

2.462 2.326

2.756
2.576

Sumber: Soewarno (1 993)

202

Teknik Perhitungon Debit Rencono Bongunan Alr

Lampiran

203

Lampiran 3.5 Tabel NilaiVariabel reduksi Causs


No
1

Lampiran 3.6a Tabe/ Faktor frekuensi K, untuk Distribusi Log Pearson Type lll (C atau Cs positiD
Return period in years

Periode ulang, T (tahun)


't,001 1,005

Kr

-3,05 -2,58 -2,33


-1,64 1,28 -o,84 -0,67 -o,52 -0,25
3,0 2,9 2,8 )7 2,6 2,5 2,4 2,3

2
3

GorCs

lo
0.1

25

50

100

200

Excendence probabilitas

't,010 1,050 1,110 1,250 1,330

0.5 -0,396 -0,390 -0,384 -o,376 -0,368 -0.360


-0,3 51

o.2

0.o4 2,278 2,277 2,275 1 )7) 2,267 2,262


2,25{)

0.02

0.01 4,O51

0.005

4 5

o,420 o,440 o,460


o,479

,180

3,152 3,134 3,114


3,097
3,O71

4,970 4,909
4,847

,195 ,210
,224

4,013 3,973 3,932


3,889 3,845 3,800

6
7

4,783 4,718 3,652 4,584 4,515 4,451


4,372

8 9
10
11

1,430
-l

0,499
0,518 0,537 0,555 0,574

,238 ,250
,262 ,274

3,048
3,O23

,670

2,000 2,500 3,330

o 0,25 0,52 o,67

))
1,9 1,8 1,7 1,6

-0,341

2,248 2,240 2,230


2,219 2,207

2,997

3,753 3,705 3,656


3,605 3,553

-0,330
-0,31 9

,284 ,294 ,302


,310
,31 8

2,970 2,942 2,912


2,881

12
13

2,1

0,s92
0,609 o,627

4,000
5,000 10,000 20,000 50,000 100,000 200,000 500,000
1

2,0

-0,307 -0,294 -0,282 -o,268 -0,254 -0,240 -0,22s -0,210 -0,19s -0,180 -o,165 -o,148 -o,132 -0,116 -0,099 -0,083 -0,066 -0,050 -0,033
-o,o17

4,298
4,223 4,"t47

14 15 16

0,84
1,28
'l

o,643
0,660

2,193 2,179 2,163 2,146 2,128 2,108


2,087

2,848 2,815 2,780


2,743

3,499
3,444 3,388 3,330
3,271

,324 ,329 ,333


,337

4,069
3,990 3,910

,64

0,675
0,690

't,5
1,4

17 'r8
19

2,O5

o,705 o,719
o,732 o,745

2,706 2,666
2,626

3,828
3,745 3,661 3,57s

2,33 2,58 2,88 3,09

1,3

,339 ,340
,341

3,211
3,"149

't,2
1,1

20
21

2,066 2,043 2,018


1,993 1,967 1,939 1,910
1,BBO

2,s85 2,542 2,498 2,453


2,407 2,359 2,311 2,261 2,211 2,159 2,107
2,O54

3,087
3,O22

000,000

1,0 0,9
O,B

o,758
o,769

,340 ,339 ,336


)aa

3,489
3,401

2,957 2,891

Sumber: Suripin (2004)

o,780 0,790
0,800 0,808 0,816

3,312
3,223

o,7 o,6 0,s o,4 0,3 o,2


O,I

2,824 2,755 2,686 2,615 2,544


2,472

,328 ,323 ,317 ,309


,301

3,132
3,041

2,949 2,856
2,763

o,824
0,830 0,836

't,849
1,818 1,785 1,751

,292

2,400 2,326

2,670
2,576

0,0

0,000

o,842

,282

5rrrrrlrcr: \tx,trt,trkt ( 1987)


204

Teknik Perhitung,on Debit Rencona Bongtnon Ait

Lontplrort

205

Larnpiran 3.6h Tabe/ Faktor frekuensi K, untuk Di-stritsusi Log Pearson f ype lll (C atau Cs negatlf

Lampiran 3.7 Tabel Nilai parameter Chi-Kuadrat Kritis, y2,, (uji satu sisi)
c[

OR CS

dk 0,995 0,99
0,0001 57 0,020'r

derajat kepercayaan

o,975
0,000982 0,0506

0,95 0,00393
0,1 03

0,0s 3,841 5,991 7,815

o,025 s,o24 7,378 9,348


'11,'t43

0,01 6,635

0,005 7,879 10,597


"t2,B3B

.--9:1,0
-0,1

_0.01

._

0 o,417 0,033 0,050 0,066 0,083 0,099

o,842
0,846 0,850 0,853 0,855 0,856 o,857 0,857 0,856 0,854 0,852
O,B4B

1,282 1,270 1,258 1,245 1,231 1,216


1,24O 1,183

1,751 1,716 1,680 -t,643

2,O54

2,326
2,252

2,576

2 3

2,000 1,945 1,890 1,834 1,777 1,720 1,663

2,482 2,388
2,294 2,241

4
5

0,0000393 0,0100 0,0717 0,207

-0,2

2,178 2,104
2,O29

0,4't2
o,676 0,989 1,344 1,735

0,115 0,297 0,554

o,2't6 0,484
0,831

o,352
0,711
1

9,210 't1,345
13,277 15,086

9,488
11,O70

14,860

,145

12,832 't4,449
16,01 3

't6,750
1 8,548 20,278

-0,3
-0,4

1,606
1,567 1,528 1,488

0,872
1;239 1,646 2,088

-0,5 -0,6
-0,7 -0,B

1,995

2,108
2,O16

1,237 1,690

2,180
2,7OO

1,63s 2,167 2,733

r,880 r,806
1,733

0,116 o,132
0,1

1,926
1,837 1,749 1,664
1,581 1,501

9 10
1'l 12 13

2,'t56 2,603
3,074 3,s65
4,O75

2,558
3,053 3,571 4,107

3,247 3,816

3,32s 3,940 4,575


s,226

12,592 14,067 15,507 16,919 18,307 't9,675


21

16812
'18,475

17,535 19,023 20,483


21

20,o90 21,666 23,209


24,725 26,217

21,955 23,589
25,1 88

1,166 1,147 1,128 1,107 1,086 1,064


1,O41

't,448
1,407

1,606
1,549

,920

-0,9 -1,0
-1,1

48

1,660 1,588 1,518 1,449


1,383

4,404
5,009

0,164
0,180
0,1 95

1,366
1,324

1,492
1,435
"1,379

5,892
6,571 7,26'l

,026 22,362
23,685

23,337

26,757 28,300

24,736
26,119

27,388
29,141

29,819
31 ,31 9

14
15

4,660
5,229

5,629
6,262 6,908

4,601

24,996 26,296
27,s87 28,869
31

27,448
28,845
30,1 9
r

30,578
32,000 33,409 34,805 36,191

32.801

-1,2 -1,3 -1,4 -1,5 -1,6 -1,7

o,844
O,B3B

1,282
1,240 1,'t98 't,157

o,210
o,225

0,832 0,825
0,817
O,BOB

1,324 "t,270 1,217

1,424
'1,351

1,318 1,256 1,197

16 17
1B

5,142
5,697

5,812 6,408
7,O15

7,962
8,672 9,390 10,117
10,851
1

34,267

7,564
8,231

o,240 o,254 o,268 o,282


o,294

1,018

1,282
1216 1,155 1,097 1,044 0,99s

o,994 0,970 o,945 o,920


0,895 0,869

't,116
-t,075 1,035

19

6,625 6,844
7,434

7,633

1,166 1,116
1,059 1,023 0,980 0,939 0,900

20
21

8,260
8,897

8,907 9,s91 10,283 10,982


r 1,689 't2,401

30,114 ,4't0

31,526 32,8s2 34,170


35,479 36,781 38,076 39,364 40,646
41

35,718 37,156
38,582 39,997
41

37,566 38,932
40,289
41

1,'t40
1,O87

-1,8
-1,9

o,799
O,7BB

22
23

o,996
0,959

1,037 0,990

8,034 8,643 9,260


9,886 10,520
1 1

1,591

9,542
10,196 10,856
11

12,338
13,091

-2,0
-2,1

o,307
0,31 9

0,777

24
25

o,765
0,752

4,923
O,BBB

0,346
0,90s 0,867

o,949
o,907 0,869 0,833 0,800

,524

13,120 13,844
"t4,573 5,308 16,047 16,791
1

13,848 14,611 15,379 1 6,r 51 16,928 17,708 18,493

32,671 33,924 36,172 36,415 37,652 38,885 40,113 41 ,337 42,557 43,733

,401

,638

42,98O

44,314
45,642 46,963 48,278 49,588 50,892

42,796 44,181 45,558 46,928 48,290 49,645


50,993

-')

0,330 o,341 0,3s1 0,360 0,368

0,844
0,819

-2,3 -2,4 -2,5 -2,6 -2,7 -2,8 -2,9 -3,0

o,739
0,752 o,711

0,85s o,823 o,793


o,764

o,864 o,826 o,798 o,768 0,740


o,714 0,689

26 27
28 29 30

1,1

60

l,BOB

o,795
0,77'l 0,747 0,724 o,702
0,681

0,832 0,799 0,769 o,740 0,7't4


0,690 0,667

12,461 13,121
"t3,787

12,198 12,879 1 3,565 14,256 14,953

,923

43,194 44,461 45,722 46,979

52,336
53,672

0,696
0,681

0,769
o,74'l o,714

o,376
0,384 0,390 0,396
(1

o,738
o,712 0,683

Sumber: Soewarno (1 99 5)

o,666
0,65
r

0,690
o,667

0,636

0,666

0,666

o,666

Sumber: Soemarto

987)
l.rttttltit ott

206

Teknik Perhitungort Dcltll Rrrr< ottu Banqulrun Ait

h9

s
Oo

orD

z
lJtA.N'q)(rtJNjJJ
(r!

Ot:rOur-G5u,Ou

z
p

{ tu
o

o o

\!

\o \o

zl= .r
;l
urclr\Co\OJtr\t\J{Jt

999999999-? :r=-:--N,t!N)(r.tr.
N o

A)

(,

{ $'

zl.olNJ
;r *
F

9s9999-9.999
--at\JN.)NJNJ(!(},ut \Co!oONTAO'O.-r-

-lNJ

c o

z
o
o.

I
c
(a

!)

o o 9t

x.
(^)

\
o E o p I

r a
o

o
o,

zl:' .ol(,
-l

9999999999 .1 NNNJN)NJNJ{JJ5(JI
\oor(rrS\ros-o,

D)

\ f x
oa

o
6 6

o
!o

zl.olo\
*l(,

9999999s99 t!Nt!l!N)u)eSSbl
(r,.E'L'r\\ot!o,o\b<,

o o

o o d

o
!

r
t
o
0,0003
-3,4

Lampiran 3.9 Tabel Luas Wilayah di bawah Kurve Norma/


0,01 0,0003 0,0005 0,0007 0,0007

op2
0,0003 0,0005 0,0006

0,03 0,0003 0,0004

O,O4

0,05 0,0003 0,0004 0,0003 0,0004

0,06 0,0003 0,0004

O,O7

0,08 0,0003 0,0004 0,0003 0,0004

0,09 0,0002 0,0003

-3,3
.?
?

0,000s 0,0010
0,0013

0,0006
0,0009 0,0013 0,0009 0,0013 0,0009 o,oo12

0,0006 0,0008

0,0006 0,0008

0,0006 0,0008

0,0005 0,0008

0,0005 0,0007

0,0005 0,0007

-3,1

-3,0
-2,9 -2,9
_)'7

0,0012
0,00.1 g

0,0011

0,0011

0,001

'l

0,0010 0,0018 o,0026 0,0036


-2,6

0,0010 0,0017 0,002s 0,0034

o,oo17 0,0024
0,0033

0,0016

0,0016

0,0015

0,0015

0,0014

0,0014

o,0023
0,0032

o,0022 0,0030 o,oo47


-2,s
-2,4 -2,3

o,oo22 0,0030 0,0045 0,0062 0,0082 o,0107 0,0060 0,0080 0,0104

0,0021

0,oo21 0,0029 0,0028

0,0020 o,oo27 o,oo44


0,0059 0,0043 0,0040

0,0019 o,0026

0,0040 0,0057 o,oo7s


0,0099

0,0039

0,0038

o,0037 0,00ss 0,0054


o,oo71 0,0094 0,0052 0,0069
0,0091

0,0036
0,00s'r 0,0058 0,0089 0,0049 0,0048

o,0078 o,0102

o,o073 0,0096

0,0066 0,0087

0,0064 0,0084

-))
-2,1

0,0139
-2,0

0,0136

o,o132 o,o179 0,0228


1,9

o,o129 0,0174 0,0222 0,0287


-1,8
1,7

0,0125

o,o122 o,o170 o,0217


0,0281

0,01 19

0,01 16

0,01 13

0,0110 o,o166 o,o212


o,0274 0,0359

0,o162
0,0207

0,0158

o,o154 0,0202 o,0268 0,03s2 0,0446 0,0436 0,0344 o,0427 0,0336


0,0481 0,0197

0,0150 0,o192 0,0262 o,0929 o,0409 o,,0256 o,0322


0,0401 0,0250 0,0314

o,0146 0,0188 0,0244


0,0307

0,0143 0,0183

o,0239
0,0301

0,0233

0,0392

0,0384

0,0375

o,0294 o,0367

o
t
0 0,01
O,O2

Lampiran 3.9 Lanjutan


0,03
0,05 16

0,04 0,0505 0,0618 0,0606 0,0594 o,0722 0,0869


0,1

0,05 0,0495 0,0582 0,0708 0,0853


0,1

0,06 0,0485 0,0571 0,0559


0,0681

0,07

0,08 0,0465 0,0455

0,09

-1,6 1,5

0,0548 0,0668 0,0808 0,0968


0,1151
0,1 1 31
0,1 335

0,0537 0,0655

o,0526 0,0643 o,0778


0,0934 0,0918
0,0901
0,1

0,o475

0,0630

-1,4
1,3 1,2
1.1

0,0793
0,0951

0,0764
0,0885
0,1

0,0749
0,0838 0,1003
0,1 190
0,1 401

0,0735
056 038 020

0,0694

0,0823 0,098s

0,1112
0,'1093

075 o,1251

o,1357 o,1587
0,1841
0,1 81

0,1314
0,1 539

o,1292
0,1271 0,1515 0,1762 0,2033 0,2327 0.2005 0,1977 o,2266 0,2236 0,2546 0,2877

-l r0
< .!, F

0,1562
4
0,1 788

o,1492 0,1736
0,17'11
0,1

0,1469
68s
0,1

o,1230 0,1446
660

0,1210 0,1423

0,1170 0,1379
0,163s o,1611

-0,9 -0,8 -0,7

= !
6

0,2119 0,2420
0,2743 0,3085 0,30s0 0,3015 o,2981 0,3336 0,3707 0,4090 0,3300

0,2090

0,2061

0,1949

0,1922 0,2206 0,2514 0,2843 0,3192

0,1894
o,2177

o,1867

0,2389 0,2709 0,2946 o,3264 0,3632


0,4013 0,2676

0,2358 0,2643
0,2611

0,2296 0,2578 0,2912

0,2148 o,2483 0,2810


0,31 56

ro

-0,6
-0,5

0,2451 0,2776 o,3121

t
o
o -0,2 -0,1

-o,4 -0,3 0,3821

0,3446 0,3783
0,4168

0,3409 0,3745 0,4483


0,4880

0,3372 0,3669 0,4052 0,4443


0,4840

0,3228 0,3594
0,3974

0,3557

0,3520
o,3897

0,3483
0,3859

o,4207

o,4602
0,5000

0,4404
0,4801

0,4364
0,4761

0,3936 0,4325
0,4721

0,7286
0,4681

0,4247 0,4641

0,0

0,4562 0,4960

o,4129 0.4522 0,4920

Lampiran 3.9 Lanjutan

_t
0,0
0,1

0,01

0,02 0,5040

0,03

O,O4

0,05

0,06

0,o7 0,s080 0,5438 0,5832 0,5478


0,5871 0,6217

0,08

0,09

0,5000 0,5398

0,5120
o,5517 0,5910

0,51 60

0,5199

0,5239 0,55s7
0,5948 0,5596 0,5987

o,5279

0,531 9

0,5359

o)
0,3

o,5636 0,5793 0,6179


0,6554

o,5675 o,6064 o,6255


0,659'.1

0,5714
0,6103

0,5753
0,6"t41

0,6293 0,6628
0,6915

0,6331

0,6368

0,6026 o,6406 o,6664 0,69s0


0,6985

o,6443 0,6700 o,7o19 0,7054


o,6736 0,7089 o,6772 0,6808

0,6490 o,6844

0,4 0,s o,6 0,7 0,8 o,9


1,0
1.1

o,6517

o,6879 0,7123
o,7257 0,7580 0,7881 o,7291 o,7611 0,791O o,7324 o,7642 o,7157

0,7190 0,7357
o,7673

o,7224

o,7389
0,7704

o,7422 0,7734

o,7454 0,7764

0,7486
0,7794

o,7517 o,7939 0,81s9


0,8186 0,8438 0,8665
1,2 1,3
"1,4

0,7549 o,7852
0,7967

0,7995 0,8212
0,8461 0,8696 0,8849 0,8869 0,8889 0,8238 0,8485

0,8023

0,8051

0,8078

o,7823 0,9106 0,8264 0,8s08 0,8708


o,8907

0,8r 33

0,8299 0,8413 o,8643


0,8531

0,8315 0,8554

0,8340 o,8577

0,8365 0,8599

0,8389 4,8621

o,8729 o,8925 0,9032 o,9192


1,5

0,8749 0,8944 o,9049


0,9207

o,8770 0,8962 0,9066


0,9222 0,9082 0,9099
0,91 15

o,8790
0,8980 0,9131 0,9147

0,8810
o,ggg7

0,8830 0,9015

o,9162 0,9236 o,9332


1,6
N

o,9177
0,9251

o,9625 o,9345 o,9452


1,7

0,9278 o,9357 0,9463 o,9554 o,9564


o,9474

o,9292 o,9370 0,9484 o,9573 0,9582 0,9392 0,9495


0,9591

0,9306

0,931 g

0,9394
0,9505 0,9599

0,9406
0,951 5

0,9418 0,9525
0,9608

0,9429
0,9535

o,9441

o,9545 0,9616 o,9625


0,9633

N N

Lampiran 3.9 Lanjutan


t
0 0,01
0,O2

0,03

0,04 o,9671

0,05

0,06

0,o7
0,08 0,09

1,8 1,9 2,0

0,9641

0,9649
0,9656 o,9726 o,9732

0,9664 0,9738
0,9761

0,9686 o,9750
0,9803 0,9808 0,9850
O,9BB4

0,9693 o,9756 o,9812


0,9854 0,9767 o,9817 0,9857 0,9890

o,9713
o,9772
0,9821 0,9861

0,9719 o,9778 0,9826


0,9830 0,9868
0,9881 0,9901

0,9678 0,9744 o,9798 o.9842 0,9878


0,9906 0,9909
0,9911 0,9931

0,9699

0,9706

0,9783
0,9834 0,9871 0,9904 0,9927 0,9839

o,9788 0,9846

0,9793

2,1

')
')

0,9864
0,9896

0,9875 o,9929 o,9946 0,9960


0,9961 0,9971

0,9887
0,9913

2,3 2,4
,!-l

0,9893 0,9918 0,9938 0,9953 0,996s 0,9955 0,9956 0,9957 0,9968 0,9977 0,9983 0,9988 o,9991 0,9988 0,9989 0,9977 0,9967 0,9959 0,9940 0,9941

o,9916 o,9934
0,9951

o,9920 o,9943 o,9969 0,9978 0,9984 o,9984 o,9970 o,9945 0,9948 o,9949 0,9962 o,9972 0,9979
0,9985 0,9985

0,9696 o,9922 o;992s 0,9932

0,9936

2,5
F

0,9952 0,9963 0,9973


0,9990 0,9986 0,9990

t o
2,6 2,7 2,8 2,9
0,9981

o,9964 0,9974
0,9981

=
14

o,9966 0,9975 0,9982


o,9987 o,9991 0,9993 o,9991 o,9987

o,9974 0,9982

0,9976

0,9979

o l

o 6
o
3,0
3,1

0,9986 0,9990

D o

o,9987 0,9990 0,9993

0,9992 o,9994 0,9996


o,9997

0,9989 o,9992 0,9994


0,9996 o,9997

0,9993
0,9995

3,2
CD

0,9994 0,9996
0,9997

0,9992 0,9994 0,9996


o,9997

0,9989 0,9992 0,9995 o,9996


0,9997

o,9993 0,9995 0,9996


0,9997 0,9997 0,9998

lo

3,3 3,4
Su mbe r :
( 1 99

0,9995
0,9997 0,9997
3)

0,9995
0,9997

0,9994 0,999s

Soewarno

r b

o (^

o*

,"g
3
tu

0J
J

E'

^.

It

A,

arr
ON v,.
0l

1
N

|'
I
I

o
!,
3

t
o
4
I

\j

g
At

g o p

F F o (u :h o
c f,
0,

c
o p
1

s
o-

x
1,

r
!,
,+

aa
OJ

tl
o

o
tu

AJ

tentang Qenufis
lr. I Made Kamiana, MT lahir tahuh 1962 di Bali Pendidikan
akade-

miknya, dari SD hingga Sarjana Teknik (Teknik Sipil dengan keahlian Teknik Hidro), juga dituntaskan di Bali.
Setelah meraih gelar sarjana diJurusan Teknik ipil Fakultas Teknik Universitas Udayanatahun 1989, mengabdi sebagaidosen pengampu mata

kuliah hidrologi di Fakultas Non celar Teknologi Universitas palangka Raya (UNPAR). Dengan bantuan beasiswa TMPD, pada tahun 1995, menamatkan pendidikan S-2 dengan bidang keahlian Teknik Sumber Daya Air di Jurusan Teknik Sipil lnstitut Teknologi Bandung (lTB). Sekembalinya dari tugas belajar S-2 hingga sekarang, aktif mengajar beberapa mata kuliah yang berhubungan dengan teknik sumber daya air pada jenjang S 1 di J urusan Tekn ik Sipil Faku ltas Tekn i k U N pAR, seperti mata kuliah Hidrologi, Hidraulika dan Drainase perkotaan. Selain itu, dari tahun 2003 s/d 2005, juga sebagai dosen tidak tetap pada Program S-2 Teknik Sipil, yang merupakan kerjasama antara Universitas Brawijaya (UNIBRAW) Malang dan UNpAR, dengan mengampu mata kuliah Hidrologi, Hidraulika, dan pegembangan Sumber
Daya Air.
t

Dalam masa kerja yang relatif muda, pernah ditetapkan sebagai Dosen Teladan Jurusan Teknik Sipil UNPAR, tepatnya pada tahun 1997.
Beberapa kegiatan/jabatan tambahan yang pernah dipangkunya, rli samping aktif sebagai dosen dan sebagai peserta maupun penyaji rnakalah dalam berbagai forum ilmiah, diantaranya:

. . . . . r

Tahun 1997 sld 1998 diberikan tugas sebagai Staf Ahli Bappeda
Provinsi Kalimantan Tengah (KALTENC).

Tahun 1998 diberikan tugas sebagai Kepala


H id

Laboratorium

rologi/H id rau I i ka. Tahun 1 999 diberikan tugas yang cukup berat yakni sebagai Ketua Pengelola Fakultas Teknik (Persiapan). Tahun 2001, setelah berdirinya Fakultas Teknik UNPAR pada tahun 2000, diberikan kepercayaan sebagai Pembantu Dekan
Bidang Akademik.

Tahun 2009 hingga sekarang mendapat tugas sebagai tenaga ahli DPRD Provinsi KALTENG. Tahun 2010 kembali diberikan kepercayaan untuk mengemban tugas sebagai Pembantu Dekan Bidang Akademik.

sela-sela kesibukannya yang cukup padat, menuangkan inspirasi seninya melalui tulisan puisi dan cerita pendek, hobinya dari masa sekolah SMP, masih dilakukannya. Kalaupun kegiatan itu sekarang frekuensinya berkurang, barangkali karena sebagian waktunya tergantikan untuk menulis artikel ilmiah di jurnal maupun

Di

artikel populer di koran harian. -oo0oo-

1, I (
:1

\
i
l i

216

Teknlk Perhitungon Dehlt Rt'txurrt []tununon Air