Você está na página 1de 3

ANALISIS Tingkat resiko yang lebih besar dalam manajemen sumber daya manusia internasional adalah konsekuensi kegagalan

manusia dan financial seringkali lebih besar di area internasional dari pada bisnis domestic misalnya kegagalan ekpatriat (kepulangan ekspatriat dari penugasan internasional sebelum waktunya) adalah problem yang berbiaya tinggi bagi perusahaan perusahaan internasional .(schuler dan jackson 1999) peran dari expatriate adalah merupakan transper dari ilmu pengetahuan juga praktek dalam pengalaman tugas ke luar negeri . tapi argumen ini juga punya implikasi di staffing dan team marger sehingga sebaiknya menciptakan team yang kuat termasuk campuran kekuatan dari anggota lokal yang terdiri dari manajemen tingkat atas ,dengan expatriate sehingga dapat membuat ekpatriat lebih merasa nyaman bertugas di luar negeri dan dengan demikian mereka dapat menguasai kebudayaan setempat lebih baik. pada pembelajaran manajerial lebih ditekankan adalah kemampuan bahasa lokal agar lebih mengerti perbedaan budaya untuk mencapai kesuksesan bersama (negara yang mempunyai ekpatriat) Dengan artikel atau junal dengan judul ekpatriat dan industri lintas Negara yang saya telah analis yang membahas tentang karakteristik demografi dan shock culture yang dialami oleh para ekspatriat yang ditugaskan di Malang dan Surabaya. Penelitian ini telah menganalisis 30 responden. Berdasarkan hasil analisis deskriptif dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi diperoleh gambaran bahwa mayoritas responden berkedudukan sebagai representatif, berusia antara 3040 tahun, berkebangsaan Jepang, berpendidikan sarjana SI, berjenis kelamin laki-laki, telah menikah, memiliki anak dan anak-anak mereka ikut ke Indonesia, merupakan tugas pertama mereka keluar negeri, dan mereka tinggal di Indonesia untuk jangka waktu 12 tahun. Hasil analisis reskriptif juga memberikan gambaran bahwa mereka mampu beradaptasi dengan budaya lokal Indonesia. Disini dijelaskan bahwa Indonesia mampu dijadikan sebagai salah satu tempat di dunia untuk dijadikan sebagai lokasi bisnis internasional karena mempunyai banyak ekpatriat yang berada di dalamnya ,yang berarti semua perusahaan asing baik berskla kecil mau pun besar dapat menggunakan Indonesia sebagai lahan bisnis mereka dan tidak perlu takut dengan manajemen lintas budaya ( cross cultural management) karena dengan adanya artikel ini bisa 3

menjelaskan bahwa sebagian besar para expatriate mampu beradaptasi dengan baik dengan budaya lokal diindonesia dengan bukti Gambaran Kejutan Budaya Ekspatriat Gambaran kejutan budaya yang dialami oleh para ekspatriat dapat dilihat pada Tabel berikut ini. Item Pertanyaan Skor rata-rata Interpretasi Saya menderita sulit tidur yang mana jarang saya rasakan ketika di negara saya sendiri Saya tidak percaya orang Indonesia karena saya takut dicurangi Saya merasa sulit berkonsentrasi ketika bekerja di Indonesia 1.80 rendah

2,30

rendah

1.47

rendah sekali

Saya merasa ada tambahan strees 2.13 ketika sedang berinteraksi dengan orang Indonesia Saya merasa alergi dengan Berbagai suasana daripada yang saya rasakan sebelumnya. Saya marah atau menggunakan kata-kata kasar ketika memerintah orang Indonesia Saya merasa ragu dengan air minum, makanan dan lingkungan orang Indonesia Saya merasa tidak terbantu dan tidak sabar ketika berinteraksi dengan orang Indonesia Rata-rata skor secara keseluruhan 1.97

rendah

rendah

1.80

rendah

2.17

rendah

1.67

rendah sekali

1.879

rendah

untuk menigkatkan peluang keberhasilan perusahaan multinasional dalam menggunakan ekpatriat,perusahaan multinasional perlu menekankan pentingnya pelatihan interbudaya bagi para manajer yang akan ditugaskan keluar negeri. pelatihan merupakan salah satu alasan yang dinyatakan mendukung rendahnya tingkat kegagalan ekpatriat.(hunger dan wheelan 2001) namun semua ini tidak perlu dilakukan di Indonesia khusus nya daerah Surabaya dan malang karena bisa dilahat dengan table ini. bisa dijadikan pertimbangan untuk mendirikan

perusahaan dan menugaskan para expatriate ke Indonesia karena artikel ini mengungkapkan bahwa para ekspatriat tersebut tidak mengalami kesulitan dalam melakukan adaptasi dengan budaya lokal Indonesia. Informasi ini memberikan optimisme bahwa investasi langsung dari manca negara akan tertarik masuk ke Indonesia, karena dari sudut pandang sumberdaya manusia mereka tidak mengalami kesulitan mencari ekspatriat. Temuan ini penting karena berbagai hasil penelitian sebelumnya melaporkan bahwa tingkat kegagalan ekspatriat industri lintas negara cukup tinggi disebabkan kegagalan mereka dalam beradaptasi lintas budaya.