Você está na página 1de 108

HIDROKARBON

Senyawa Hidrokarbon = Senyawa karbon yang terdiri atas unsur karbon dan hidrogen. Senyawa karbon yang paling sederhana adalah metana dan yang sangat kompleks diantaranya molekul DNA yang terdiri atas jutaan atom, senyawa protein, polisakarida dan lain-lain. Kekhasan atom karbon: 1. Atom C memiliki 4 elektronvalensi (Gol IV A) sehingga dapat membentuk 4 ikatan kovalen. 2. Atom C dapat membentuk rantai karbon lurus maupun bercabang. 3. Atom C dapat membentuk rantai C terbuka (alifatik) maupun rantai tertutup (siklik). 4. Atom C dapat membentuk ikatan tunggal (ikatan jenuh), rangkap 2 (gol alkena) dan rangkap 3 (gol alkuna).

The difference between organic and inorganic compounds


Organic compound 1. The reaction happens among the molecules by easy-stages. 2. The boiling point and the melting point are low. 3. If heated, it can be decomposed easily. 4. Its molecules can make isomeric structure. 5. Its solvent is commonly organic compound. Inorganic compound 1. The reaction happens among the ions swiftly. 2. The boiling point and the melting point are high. 3. It is stable when heated. 4. Its molecules cant make isomeric structure. 5. Its solvent is commonly water.

Alkana : senyawa organik yang miskin gugus fungsi

Alkana umumnya non polar dan tak reaktif

How to make alkana more useful in organic synthesis?

Functionalization

Review Jenis pemutusan ikatan: - homolitik (terjadi pada pelarut non polar dan fasa gas)

- heterolitik (terjadi pada pelarut polar dan terbatas pada situasi di mana keelektronegatifan A dan B dan gugus-gugus yang terikat pada mereka saling menstabilkan muatan (+) dan (-))

Kestabilan radikal menentukan kekuatan ikatan C-H Energi ikatan kekuatan berkurang : CH4> 1oC > 2oC > 3oC Kestabilan radikal ditentukan oleh delokalisasi elektron di mana orbital p pada pusat radikal overlapping dengan ikatan C-H di sebelahnya hiperkonyugasi >>>struktur hampir planar, dengan posisi elektron tunggal pada orbital p pada posisi tegak lurus terhadap bidang molekul 8

Resonansi dan hiperkonyugasi: - pada keduanya terjadi interaksi elektron pada orbital p yang memberikan delokalisasi elektron stabil - terdapat perbedaan pada tipe orbital: pada resonansi tipe p overlap dengan orbital p pada hiperkonyugasi overlap orbital-orbital ikatan tipe s

Kestabilan radikal -pengaruh terjejalnya halangan antara substituen-substituen pada radikal alkil sekunder dan alkil tersier (steric crowding) yang semakin leluasa karena pengaruh perubahan geometri tetrahedral planar (dalam radikal) (pada radikal tersier, substituen-substituen semakin berjauhan halangan sterik makin berkurang, jadi makin stabil)
9

Rumus umum: CnH2n + 2

CH4 CH3CH3 (C2H6)

metana (natural gas, gas rawa (swamp) ethana

75-85% CH4 5-10% C2H6 1-5% C3H8

CH3CH2CH3

(C3H8)

propana (LPG)
butana

CH3CH2CH2CH3 (C4H10)

10

Isomers: normal and bercabang


Pemantik butane : 5% n-butana 95% isobutana

C4H10

CH3 CH2 CH2 CH3

n-butana
H H H H H C C C C H H H H H

straight chain

Chem3D
CH3 CH CH3 CH3

isomer konstitutional

isobutana Rantai bercabang


11

C5H12 CH3

CH2

CH2

CH2

CH3

n-pentana

CH3

CH2

CH CH3 CH3
CH3

isopentana

CH3

CH3

neopentana

CH3

C6H14 5 isomer C10H22 75 isomer C20H42 366,319 isomer

obviously need system of nomenclature

12

Contoh soal:
Gambarkan isomer konstitusional berikut.

C6H14 (5)

C7H16 (9)

Check Answer

13

Jawaban: C6H14 (5)

C7H16 (9)

14

Jenis-jenis karbon dalam senyawa:

CH3 CH3 CH CH2

methyl carbons CH3 methylene carbon methine carbon

15

Senyawa hidrokarbon hanya mengandung karbon dan hidrogen


Hidrokarbon jenuh

: ikatan tunggal (ikatan s) . Alkana CnH2n+2

Hidrokarbon tak jenuh : mengandung ikatan ganda (ikatan p) CnH2n Hidrokarbon alifatik Hidrokarbon siklik : rantai terbuka (lurus atau bercabang) : CnH2n

Cincin atau ikatan rangkap mengurangi 2 H pada ikatan rangkap atau tiap cincin Contoh: CH3CH2CH2CH3 C4H10 CnH2n CH3CH2CH=CH2 C4H8 C4H8

mengandung 1 double bond equivalen (DBE) atau 1 ikatan rangkap atau1 cincin

CnH2n-2 mengandung 2 double bond equivalen (DBE) atau 1 ikatan rangkap, 1 cincin, 2 ikatan rangkap, atau 2 cincin
16

Tatanama
Tatanama IUPAC

IUPAC (tatanama sistematik Trivial

Rantai induk: normal alkana Nama sistematik: {rantai samping}rantai induk{suffix} Rantai induk: CH4 CH3CH3 CH3CH2CH3 CH3(CH2)2CH3 CH3(CH2)3CH3 CH3(CH2)4CH3 n-C7H16 n-C8H18 n-C9H20 n-C10H22 metana etana propana butana pentana heksana heptana oktana nonana dekana n-C11H24 n-C12H26 n-C13H28 n-C14H30 n-C20H42 n-C30H62 n-C40H82 etc. undekana dodekana tridekana tetradekana ikosana triakontana tetrakontana know to here (teens)

17

Substituent: gugus alkil

CH3

methyl group

CH3 CH2

ethyl group

CH3 CH2 CH2 CH3CH2CH2CH2

propyl

CH3 CH CH3 isopropyl CH3CH2CHCH3 sec-butyl

butyl

CH3

CH CH2 CH3

isobutyl

CH3

C CH3 CH3

tert-butyl

18

Aturan IUPAC
1. Tentukan rantai terpanjang yang kontinu (straight) =rantai induk 2. Beri nomor rantai induk, dengan no rendah ada pada karbon yang tersubstitusi
CH2 CH3 CH2 CH2 CH2 CH3
Rantai terpanjang 7 (not 6). . 3-metilheptana.

CH CH3

3. Dua atau lebih gugus yang identik diberi nama di, tri, tetra dll
2,3,6-trimetilheptana (not 2,5,6-trimetil heptana)

2,2,6,6,7-pentametiloktana (not 2,3,3,7,7-pentametiloktane)


19

4. Gugus yang berbeda diurut secara alfabetis (di, tri, tetra, etc. dont count; n, sec, tert dont count; iso does). 6-etil-5-isopropil-2,2-dimetiloktana

5. Jika penomoran sama untuk arah yang berbeda, pilih penomoran yang mengikuti alfabetis

5-etil-6-metildekana

20

6. Jika dua atau lebih rantai sama panjangnya, pilih rantai yang memiliki jumlah substituen terbesar

2,4,6-trimetil-5-propiloktana 7. Rantai samping kompleks (biasanya > 4 carbon) diberi nama sistematis
a. mulai penomoran pada karbon yang terikat pada rantai induk b. nama ditulis dalam tanda kurung c. Huruf pertama diurut alfabetis, (regardless of what it is)
2 1

4-(1,2-dimethylpropyl)-3-(1-methylethyl)decane
1 2 3

21

JENIS ATOM C DALAM SENYAWA HIDROKARBON Terdapat 4 jenis atom C ( karbon ) dalam senyawa hidrokarbon.
1. Atom C primer ialah atom C yang mengikat 1 atom C lain. Contoh :

2. Atom C sekunder ialah atom C yang mengikat 2 atom C lain.

Contoh :

3. Atom C tersier ialah atom C yang mengikat 3 atom C lain. Contoh :

4. Atom C kuarterner ialah atom C yang mengikat 4 atom C lain. Contoh :

Soal. Beri nama senyawa berikut:

Check Answer

24

Jawaban

6-etil-2,2,5,7-tetrametilnonana (not 6,7-dietil-2,2,5-trimetiloktana. :)

8-sec-butil-7-tert-butil-4-isopropildodecana (hyphenated words arent alphabetized).

OR 7-(2,2-dimetiletiyl)-4-(1-metiyletil)8-(2-metilpropiyl)dodecana
25

SIKLOALKANA

RUMUS UMUM CnH2n

CH2 = H2C CH2

siklopropana

etilsiklobutana

1-isopropil-3-metilsiklopentana

26

Soal : Berilah nama senyawa-senyawa di bawah ini

Check Answer

27

1,1,2-trimetilkloheksana

4-sikopentil-2,3-dimetilheksana

1,2-disiklopropiletana

28

Hubungan struktur dan sifat senyawa:


Antaraksi intermolekular : Gaya London (or van der Waals) (lemah) Gaya London = antaraksi dipol-dipol yang lemah antar molekul non polar Gaya Van der Waals = antaraksi berbagai dipol-dipol secara kolektif b.p. CH4 -160C C2H6 -89 C3H8 -42 n-C4H10 -0.4 vs n-C5H10 36 Percabangan titik didih rendah

-0.4C

-10.2C

greater surface area for attraction


9C

36C

28C

Chem3D Senyawa non polar, larut dalam pelarut non polar (dietil eter, benzena)
29

Sifat kimia dari alkana (reaksi alkana)


Alkana

kurang reaktif = parafin (parum afin = afinitas kecil)

A. Pembakaran (Combustion) C8H18 +


Heats (enthalpies) of combustion: Hcomb

~ 1307.5 kcal ~

~ 1306.3 kcal ~

~ 1304.6 kcal ~

~ 1303.0 kcal ~

CO2 + H2O

More branched isomers have lower DHcomb, are more stable.

30

B. Reaksi halogenasi
250oC 400oC sinar

CH4 + X2

CH3X + HX

Reaktivitas X2 : Cl2> Br2 (iodinasi tak terjadi) H : 3 o > 2 o > 1o


250oC 400oC sinar

CH4 + Cl2

CH3Cl + HCl

31

B. Reaksi oksidasi dan reduksi dalam senyawa organik


H3C CH3 H2C CH2 HC CH

oxidation fewer C-H bonds reduction

more C-H bonds

H2C=CH2 + H2O2 HOCH2CH2OH H2C=CH2 + H2O CH3CH2OH H2C=CH2 + H2 CH3CH3


32

Penentuan bilangan oksidasi ] 1. Untuk setiap atom dalam ikatan, atom elektropositif bilangan oksidasinya +1, dan atom yang elektronegatif bilangan oksidasi -1 (If the atoms are the same, each atom gets a 0.)

Cl
+1

-1 +1 +1 -1 C +1 -1

O
-1

H
.
2. Jumlah atom -1 total

Cl

+1

+1 +1 -1 C +1

-1

O
-1

Oxidation number of carbon is +1 +1 +1 -1 = +2


33

Soal : tentukan bilangan oksidasi untuk karbon dalam tiap molekul

H C N
H O 2 H C Br 1 C O H

H H C Cl OH
Check Answer

34

Jawaban:

H C N
H O 2 H C Br 1 C O H

C = +2

C1 = +3; C2 = -1

H H C Cl OH

C=0

35

Tentukanlah apakah reaksi berikut oksidasi, reduksi atau bukan keduanya.

Br Br H2C CH2 + Br2 H2C CH2

H H H2C CH2 + H2O H C C H H OH

Check Answer

36

Jawaban:

Br Br H2C CH2 + Br2 H2C CH2

Oxidation: Each carbon changes from a -2 to a -1.

H H H2C CH2 + H2O H C C H H OH

Neither. One carbon changes from a -2 to a -3 (gets reduced), but the other carbon goes from a -2 to a -1 (gets oxidized.) No net change.

Check Answer

37

B. Reaksi halogenasi 250oC 400oC sinar CH4 + X2

CH3X + HX

H H C H H

OH H C H H H

O C H H

O C OH

O C O

oxidation more C-O bonds, fewer C-H bonds

reduction
fewer C-O bonds, more C-H bonds
38

ALKENA Rumus Umum : Cn H2n Alkena merupakan senyawa hidrokarbon tak jenuh dengan ikatan rangkap dua. Contoh : C2H4 : Etena C3H6 : Propena C4H8 : Butena C5H10 : Pentena

Tata Nama Alkena:


1. Rantai utama harus terpanjang dan mengandung ikatan rangkap. 2. Penomoran pada rantai C induk dimulai dari ujung yang terdekat dengan ikatan rangkap. 3. Rantai utama diberi nama dengan akhiran ena. 4. Jika pada alkena terdapat dua atau tiga ikatan rangkap, maka pada nama diberi akhiran diena atau triena. Contoh: C4H8 memiliki 3 isomer struktur H2C = CH CH2 CH3 1-butena H3C - CH = CH CH3 2-butena H2C = C CH3 2-metilpropena I CH3

Jika dalam satu molekul terdapat lebih dari satu gugus fungsi, maka dalam penamaannya perlu memperhatikan deret prioritas gugus fungsi. Gugus fungsi yang prioritasnya lebih tinggi digunakan sebagai induk, sementara yang lainnya dianggap sebagai cabang (substituen). Berikut ini urutan prioritas gugus fungsi senyawa organik. COOH>COOC>COX>CONR2>CN>COH>COOH>>SH>NR2 > C=C > CC

B. Beri nama senyawa Hidrokarbon tak jenuh berikut :

Isomer Pada Alkena

Isomer struktur Isomer geometri

Isomer struktur Contoh :

=> Perbedaan pada posisi ikatan rangkap, posisi cabang atau karena perbedaan kerangka atom C Senyawa dengan rumus C4H8

CH2

CH
CH2

CH2
1-butena

CH3 CH 3
CH3

CH
2-butena

CH

CH3

C CH3

2-metil-1-propena

Isomer Pada Alkena

Isomer struktur Isomer geometri

C4H8
C5H10

3 isomer 5 isomer 13 isomer

C6H12

II. Hubungan struktur-sifat


A. Polaritas
Similar to alkanes, haloalkanes.

Cl Cl C C H H
m = 1.7 D b.p. = 60c

Cl C H C

H Cl

m=0D b.p. = 48c

45

B. Stabilitas
1. Lebih tersubstitusi = lebih stabil
R C C R R R > R R C C R H > RCH CHR , R2C CH2 > RCH CH2 > H2C CH2

derajat substitusi

2. trans lebih stabil daripada cis


H H H C C H H H H H H H

(stereokimia)
H C C H

Chem3D

H HH H

steric repulsion 2. Alkena terkonyugasi lebih stabil daripada alkena terisolasi


46

Struktur
Terdiri dari dua atom C terhibridisasi sp2 yang terikat satu sama lain via Ikatan p dan s
Geometri molekul ~ planar

Kereaktifan

Ikatan p merupakan daerah dengan kerapatan elektron tinggi = nukleofil Alkena mengalami reaksi adisi, di mana ikatan p jadi dua ikatan s baru

47

REAKSI PADA ALKENA


Y C C + Y Z Z C C
Reaksi adisi

I. Hidrogenasi pada alkena = reduksi dari ikatan p


C C + H2 Pt, Pd, or Ni catalyst H H C C
O OH H2, Ni O OH

Asam oleat (tak jenuh)

Asam stearat (jenuh)


48

C C

+ H2

Pt

H H C C
DH ~ -30 kcal/mol

DH -30.1 kcal -28.1 -27.2 -27.8 -26.7 Lebih tersubstitusi lebih stabil.

49

30.1 28.1 27.2 26.7

less stable
27.8

more stable

50

B. Stereokimia dari hidrogenasi

Y C C Z
anti addition

YZ

C C

YZ

C C
syn addition

Catalytic hydrogenation proceeds by syn addition:

H2 Pt

CH3 H H CH3
51

Soal Tuliskan produk untuk reaksi berikut.

H2 Pt

52

II. Adisi elektrofilik


Loose p electrons adalah nukleofil (Lewis bases), bereaksi dengan elektrofil (Lewis acids).

electrophile + Y Z Y C C nucleophile
Ikatan p yang lemah berubah menjadi 2 ikatan s baru yang lebih kuat Kenali atom elektrofilik yang akan terikat, karena akan masuk/ mengadisi pada posisi yang sedikit tersubstitusi, sehingga akan 53 mengontrol regioselektivitas reaksi

Z Y Z C C C C

A. Adisi dengan hidrogen halida


H X C C + H X C C

(X = Cl, Br, I)

Reactivitas: HI > HBr > HCl >> HF (asam lebih kuat = electrofil lebih baik
+ H X H C C RLS

X fast

H X C C

C C

HBr Br HI I
54

1. Aturan Markovnikov
Pada adisi HX ke alkena, H pergi ke karbon yang lebih banyak H nya Br HBr CH3 CH CH2 but not CH3 CH2 CH2 Br CH3 CH CH3 Soal : gambarkan produk dari tiap reaksi berikut ini
HI
I

HCl

Cl

HBr
Br

HI

I and I

55

2. Mekanisme
Br Br

H Br CH3 CH CH2

CH3 CH CH3 2 carbocation more stable

CH3 CH2 CH2 1 carbocation less stable

Br

Br

Interpretasi dari aturan Markovnikov : Reaksi menghasilkan produk yang mempunyai karbokation intermediat yang lebih stabil
56

2. Mekanisme

Rendah Ea Laju pembentukan cepat

Br

Br
Br

+ HBr

Br

57

3. Penataan ulang karbokation


HBr HBr Br

+ Br

Br H Br 1,2-H shift Br Br
58

3. Penataan ulang karbokation


HCl Cl + Cl

Soal Tuliskan produk utama reaksi berikut:


HBr Br

Membentuk karbokation tersier -tak ada penataan ulang. Membentuk karbokation sekunder, Penataan ulang ke karbokation tersier melalui pergeseran hidrida Membentuk karbokation sekunder, Penataan ulang ke karbokation tersier melalui 59 pergeseran metida

Cl HCl

HCl Cl

4. Adisi Radikal bebas- HBr

no + HBr peroxides peroxides

Br

Orientasi Markovnikov

Orientasi antiMarkovnikov Br (peroxide effect)

60

4. Adisi Radikal bebas- HBr Mekanisme rantai radikal: D R O O R 2 RO


RO + HBr ROH + Br Br C Br C C + HBr C + Br C C Br H C C + Br

Inisiasi

Propagasi

Br H net: C C + HBr C C
61

Br Br 3

HBr

Br

Br 1

Reaction proceeds through more stable radical intermediate.

62

Bandingkan: adisi HBr tanpa dan dengan peroksida

Br HBr (H+) Br

Markovnikov orientation

More stable intermediate in both cases.

HBr perox (Br )

Br

HBr

Br

antiMarkovnikov orientation

Regiochemical control

63

Soal : Berikan produk utama dari reaksi berikut .

HBr

Br

goes Markovnikov via electrophilic reaction


Br

HBr peroxides HBr


Br

goes anti-Markovnikov via radical reaction rearranges to more stable carbocation

HBr peroxides

Br

goes anti-Mark via free radical, no rearrangemen


64

B. Adisi dengan asam sulfat (industrial)


H OSO3H C C + H2SO4 C C H OH C C

H2O D

alkil hidrogen sulfat


OSO3H

overall: hidrasi
OH

H2SO4

H2O D

Markovnikov orientation

65

C C

+ H2O

H+

H OH C C

reverse of dehydration (Le Chtelier)

OH H2O H2SO4

Markovnikov

H+ -H+

H2O -H2O

OH2

-H+ H+

OH

Principle of microscopic reversibility

66

D. Adisi dengan halogen

X X C C + X2 C C
a vicinal dihalide (X = Cl or Br)

Stereoselective anti addition:


Br Br2 CCl4 Br

trans only

67

D. Adisi dengan halogen


Mekanisme : halonium ions

Br C C

Br Br C C Br
cyclic bromonium ion
Br Br Br Br Br

Br C C Br

Br

trans product

anti addition

68

E. Pembentukan halohidrin

C C

X2 H2O

X OH C C + HX

vicinal halohydrin
Br C C Br Br C C H2O anti addition Br C C OH2 -H+ Br C C OH

Br2 H2O

Br
69

OH

II. Adisi Elektrofilik


E. Pembentukan halohidrin
Regioselektif:
Cl2 H2O Cl but not OH Cl OH

Cl

Cl Cl Cl Cl

larger contributor than 1 cation

major contributor

70

Cl
Hibridisasi resonansi :

Cl
+

OH2

OH2
C yang lebih tersubstitusi, mengandung muatan + yang lebih besar sehingga lebih kuat tarikannya terhadap nukleofil

71

Nukleofil lain :
CH3 Br2 CH3OH OCH3 Br -H+ Br Br CH3 Br O Br CH3OH
72

CH3 H

Soal. Tuliskan produk, tunjukkan stereokimianya bila ada


Br2 CCl4
Br Br

Br- adalah nukleofil

Br2 H 2O
OH Br

H2O adalah nukleofil Etanol adalah nukleofil Yang menarik! Br+ adalah elektrofil, Karena kurang elektronegatif; Cl- adalah nukleofil

Br2
OCH2CH3

CH3CH2OH

Br

BrCl
Br

CCl4

Cl

73

III. Reaksi lain dari Alkena


A. Hidroborasi-oksidasi
C C R2BH
Boron hidrida

H BR2 C C
Organoboran

H2O2 OH-

H OH C C

Orientasi antiMarkovnikov stereoselectif syn addition Tak ada penataan ulang


H2O2 OH6 OH + 2 B(OH)3

+ B2H6

) 3B

CH3 1) B2H6 2) H2O2, OHH OH


74

anti-Markovnikov syn addition

Mekanisme :
B2H6 diborane 2 BH3 borane - + H BH2 more electropositive than H

- + H BH2 CH3 CH CH2 CH3

H BH2 CH CH2 + more substituted C bears larger +

BH2

CH3 CH CH2 syn addition OH

antiMarkovnikov Reaksi ini berlangsung serentak C-B dan C-H seiring dengan putusnya C=C dan B-H
75

Mekanisme :

H
p

H BH2 H R B R O O H H O H O H
p

BH2
p

H BR2 HOO

R H B R O H OH HO

76

Kontrol Regiokimia dalam sintesis:


OH H2O H2SO4

Markovnikov

1) B2H6 2) H2O2, OH-

OH

antiMarkovnikov

77

Soal. Tuliskan produk untuk reaksi-reaksi berikut.

1. B2H6 2. NaOH, H2O2

OH

anti-Markovnikov

H2O H2SO4

OH

Markovnikov

78

B. Epoksidasi
O C C
O CH3 C O OH peroxyacetic acid

O C C
O

O + R C OH

+ R C O OH peroxy acid

epoxide

O OH m-chloroperoxybenzoic acid (mCPBA) Cl

O O

epoksietana (etilen oksida) 1,2-epoksipropana (propilen oksida)


O

1,2-epoksisikloheksana (sikloheksana oksida )


79

Stereospecific syn adisi:

CH3CO3H

O H H3C O H H3C H CH3 CH3 H

cis-2,3-epoksibutana

"

trans-2,3-epoksibutana

80

C. Ozonolisis

C C

1) O3 2) H2O, Zn

C O + O C

Pemutusan Oksidatif

R C C R R C C R

R " H H " H

R C O + O C R ketone R C O + O C R ketone

R H aldehyde H H formaldehyde
81

Sintesis :
O 1) O3 2) H2O, Zn O H

Analysis: Question 6-10. What is the structure of the alkene if ozonolysis produced the following: O O O 1) O unknown 3 H + + H alkene 2) H2O, Zn H O
Check Answer

82

III. Other Reactions of Alkenes


C. Ozonolysis
Answer 6-10. What is the structure of the unknown alkene if ozonolysis O produced the following:
unknown 1) O3 alkene 2) H2O, Zn O + H O H + H O

The fragments are colored to make it easier to see how they go together. The fragment with two carbonyls must contain two double bonds. The alkene is 2,7-dimethyl-2,4-octadiene. It is impossible to determine whether the diene is E or Z. CH3 CH3
C O O H C C O O H

CH3 C

CH3

+
CH3

C C H H CH3 C H CH2 CH CH3

H C CH CH CH3 2

83

D. Polimerisasi
H2C CH Y monomer radical initiator CH2 CH

Y polymer

n = 1000s 10,000s

radical initiators: O2
O O O O O O

di-t-butyl peroxide

benzoyl peroxide

84

monomer
H2C CH2 H2C CHCH3

polimer
CH2 CH2 CH2 CH CH3 n n

polietilen polipropilen (poly)

H2C CHCl

CH2

CH Cl

poli(vinil klorida) (PVC, vinil)


n

H2C CHPh

CH2

CH

polistiren
n

85

monomer

polimer
Cl

H2C CCl2

CH2

C Cl

Saran
n

H2C CHCN

CH2

CH CN

Orlon
n

F2C CF2

CF2

CF2

polytetrafluoroethylene (PTFE, Teflon)

86

Free-radical chain polymerization:


ROOR D RO + CH2

2 RO CH R

Initiation
RO CH2 CH

R Markovnikov CH R CH + CH2 R CH R RO CH2 CH CH2 R etc. CH R

RO CH2

CH + CH2 R

Propagation

RO CH2

CH CH2 R

head to tail polymerization


87

Summary: Reaksi pada alkena


Tuliskan produk dari reaksi berikut, termasuk stereokimianya bila ada
CH3 CH3
CH3

H2 Pt

mCPBA

O CH3

1) B2H6 2) H2O2, OH-

OH

Br2 H2O

OH Br

HBr

Br

HBr peroxides
Br

H2O H2SO4

OH

Br2 CCl4

Br
88

Br

Summary: Reaksi pada alkena


Tuliskan pereaksi pada reaksi berikut

H 2O H2SO4

OH

HBr
Br

HBr peroxides

Br

1. B2H6 2. H2O2, OHOH

O
1. O3 2. H2O, Zn

O H

Br2 H2O

HO Br

89

ALKUNA Rumus Umum : Cn H2n-2 Alkuna merupakan senyawa hidrokarbon tak jenuh dengan ikatan rangkap tiga. Contoh : C2H2 : Etuna C3H4 : Propuna C4H6 : Butuna C5H8 : Pentuna

Tata Nama Alkuna:

1.Rantai utama harus terpanjang dan mengandung ikatan rangkap 3. 2.Penomoran pada rantai C utama dimulai dari ujung yang terdekat dengan ikatan rangkap 3. 3.Rantai utama diberi nama sesuai nama alkana tetapi berakhiran una.

Isomer Alkuna

Isomer struktur

Isomer struktur => Perbedaan pada posisi ikatan rangkap, posisi cabang atau karena perbedaan kerangka atom C

Contoh : Senyawa dengan rumus C4H6

CH

C
1-butuna

CH2

CH3

CH3

CH3

2-butuna

C4H6 C5H8

2 isomer 3 isomer

Tatanama Alkena dan Alkuna


Mengacu sistem IUPAC, alkena diberi nama dg mengganti akiran ana dari alkana dg ena (jika memp 2 ikatan rangkap maka disebut diena, sementara hidrokarbon dg 3 ikatan rangkap 2 disebut triena. Alkuna diberi akhiran una Rantai terpanjang: rantai utama yg mengandung ikatan rangkap 2 atau 3 Pemberian nomor dimulai dari C ujung yg paling dekat dg ikatan rangkap

CH3 H3CH2CHC CCH3


H2C

CH3 CCH CH2

2-metil-2-pentena
H3CC CCH3
H3C

2-metil-1,3-butadiena
H C H C CH3
C CH

2-Butuna

H3CC

CCH2CH3

trans-2-butena

Sifat Fisika Alkena dan Alkuna


Alkena dan alkuna relatif lebih reaktif daripada alkana, namun tidak luar biasa polar Dg demikian sifat fisiknya hampir sama dg alkana Kepolaran alkuna > alkena > alkana Baik alkana, alkena, dan alkuna tidak larut dlm air

Sintesis Alkena
Alkena dpt disintesis dari alkilhalida dan basa kuat melalui reaksi eliminasi bimolekuler(E2)
+ H
H2 C

Kalor
CHCH3 Br

HO

HOH

H2C

CHCH3

+ Br-

(CH3)2CHOH

H2SO4 100 C
o

H3CHC

CH2

+ H2O

Mekanisme Reaksi Sintesis Alkena


Tahap 1. protonasi
OH OH2

H
H3C CH CH3 H3C CH CH3

-H2O

H3C

H C

CH3

Tahap 2. Lepasnya H+
H H2C H C CH3 H H2C H C CH3 H C H2C CH3

-H+

Sintesis Alkuna
Alkuna dpt disintesis dari alkilhalida dan basa kuat melalui 2

reaksi eliminasi bimolekuler(E2)


Br RHC Br CHR Br

OR dalam etanol -HBr


RHC CR

Br RHC

NaNH2, KOH pekat + Kalor


CR

RC

CR

-HBr

Adisi Halogen Halida pada Alkena dan Alkuna


Reaksi adisi kebalikan dari reaksi eliminasi
H2C CH2

+ HX
HX
H2C CHX

CH3CH2X etil halida


HX CH3CHX2

HC

CH

Mekanisme reaksi adisinya (substitusi elektrofilik)


H H2C CH2 H Cl H2C CH2

+ Cl

H H2C CH2

+ Cl

H2C

CH2 Cl

Refresh

H3CHC

CH2

HCl (adisi)

Aturan Markonikov
Dalam reaksi adisi HX kepada alkena tak-simetris, H+ dari HX

menuju ke karbon berikatan rangkap yg telah lebih banyak memiliki hidrogen Contoh
Cl H CH2 H H3CHC CH2

HCl
H3CHC

bukan H CHC 3

CH2 Cl

2-kloro propana
Br (H3C)2C CHCH3

HBr
(H3C)2C CHCH3 H

Penalaran Aturan Markonikov


Penalaran aturan Markonikov dilakukan dg mempelajari

mekanisme reaksi adisi HX pada alkena, dg didasarkan pada kestabilan karbokation Tingkat kestabilan karbokation tersier > sekunder > primer
H+
H3CHC CH2 H H3CHC CH2 H3CH2C CH2

Keadaan transisi

Karbokation (C+) primer tdk stabil


H

H
H3CHC CH2

H3CHC

CH2

H3C

Keadaan transisi

C+ sekunder lebih stabil

C H

CH3

Jadi
H
H3CHC CH2
+

Cl

Cl
H3C C H CH3

H3CHC

CH2 H

2-kloro propana

H
(H3C)2C CHCH3

Br (H3C)2C CH2CH3 (H3C)2C CHCH3 H

Adisi Halogen (Br2 dan Cl2) pada Alkena dan Alkuna


Jika Br2 dan ikatan pi mulai bergabung, elektron pi dapat menyebabkan Br2 terpolarisasi sehingga ujung molekul bromida sebagian positif dan ujung lainya (parsial) negatif
Langkah 1.
R C R C R R R Br Br R C Br R C R

Br

Langkah 2. masuknya Br
Br R C R C R R

ion bromonium

Br R C Br C R R

Br

dibromo alkana

Adisi Halogen dan Air


Jika alkena + Br2 ato Cl2 + air halohidrin contoh H CHC CH
3 2

Camp. Adisi 1,2OH H3CHC Br CH2

Br2

+ H2O

HBr

Mekanismenya:
Br Br Br

1-Bromo-2-propanol (1,2-bromohidrin)
Br

OH
H3CHC CH2

-Br

H3CHC

CH2

H3CHC OH H

CH2

-H+
Br H3CHC OH CH2

Contoh soal
Selesaikan reaksi berikut dg menunjukkan intermediet bermuatan positif!
CH3

a.

H3CHC

CCH3

+ Br2

CCl4

CH3

b.

H3CHC

CCH3

+ Br2

+ H2O

Adisi H2SO4 dan H2O pada alkena dan alkuna


H2SO4 berfungsi sebagai katalisator yg merupakan seny asam pengadisi ikatan rangkap Mekanisme reaksinya:
H OSO3H

H+

+ OSO3H CH3CHCH3

H3CHC

CH2

OH

CH3CHCH3
OH H

-H

CH3CHCH3
OH

2-propanol

Contoh Soal
Selesaikan reaksi berikut dan apa produk utamanya!
a.
H3CH2CHC CH2

+ H2O

H+

b.

CH2CH3

H+ + H2O

Tuliskan persamaan reaksi yg memperlihatkan bagaimana membuat senyawa berikut:


OH CH

H3C

CH2CH2CH2CH3

MANFAAT ALKANA-ALKENA-ALKUNA DALAM FARMASI


Bahan baku (reagensia) pembuatan senyawa farmasi Bahan baku pembuat adjuvant sediaan farmasi seperti pelarut, pensuspensi, dll

108