Você está na página 1de 17

TEORI TENTANG KEPRIBADIAN DAN PSIKOPATOLOGI ERIK ERIKSON Erik Homburger Erikson dilahirkan pada 15 Juni 1902 di Karisruhe,

Jerman. Ia meninggal pada 1994. A ahn a seorang !ro"es"an dan ibun a seorang #ahudi ber$erai sebelum ia lahir, dan ia dibesarkan oleh ibu dan a ah "irin a, seorang ahudi, %heodore Homburger, seorang dok"er anak. Erikson "idak pernah mengenal iden"i"as a ah biologisn a. Ibun a men impan rahasia ini hingga akhir ha a"n a. Erikson berimigrasi ke Amerika pada "ahun 19&&. ia beker'a di Aus"en (iggs )en"er di *"o$kbrigde, +assa$husse"s dan mengadakan peneli"ian di Ha,ard, #ale dan -ni,ersi"as )ali.ornia di /erkele . Ia "er"arik pada pengaruh buda a "erhadap perkembangan anak dan hasil dari peneli"iann a pada "ahun 19&0 dan 1940, "ermasuk s"udi an"ropologikal "erhadap *iou0 di 1ako"a -"ara daan #urok di )ali.ornia -"ara, bukun a Childhood and Society di"erbi"kan pada "ahun 1950. 1alam buku ini ia mempresen"asikan adan a "eori perkembangan psikososial ang men'elaskan "ahapan pen"ing pada hubungan an"ar personal dengan dunia sosial berdasarkan hubungan an"ara biologi dan mas araka". Erikson mengambil ban ak "eori psikologi 2reud dan menambahkan ke "eori *igmund "en"ang seksuali"as in.an"il dengan berkonsen"rasi pada perkembangan anak sebelum puber"as. Erikson men impulkan bah3a kepribadian manusia di"en"ukan "idak han a oleh pengalaman masa kanak4kanak "api 'uga pengalamann a semasa rema'a. 5ebih pen"ing, Erikson mem.ormulasikan sebuah "eori perkembangan ang men$akup seluruh siklus kehidupan dari ba i hingga lan'u" usia. !(I6*I! E!I7E6E%IK 2ormulasi Erikson berdasarkan konsep epigenesis, is"ilah ang diambil dari embriologi. !rinsip epigene"ikn a men a"akan bah3a perkembangan "er'adi dalam rangkaian a"au "ahapan dimana se"iap "ahapn a harus dilalui dengan baik sehingga perkembangan dapa" ber'alan mulus. +enuru" model epigene"ik, 'ika "er'adi kegagalan pada sua"u "ahap maka akan "erre.leksikan pada "ahapan beriku"n a dalam ben"uk kegagalan di bidang emosi, kogni"i., a"au sosial.

H-/-67A6 1E67A6 %E8(I 2(E-1IA6 Erikson menerima konsep 2reud dari perkembangan ins"ing"ual dan seksuali"as in.an"il. 1alam se"iap "ahap psikoseksual 2reud 9$on"ohn a oral, anal, phali$:, Erikson mendeskripsikan sebuah ;ona dengan perilaku ang spesi.ik. +isaln a un"uk "ahap oral dikai"kan dengan prilaku men edo" a"au prilaku mengambil 9"aking4in:, semen"ara .ase anal dikai"kan dengan prilaku memper"ahankan dan melepaskan 9holding on or le""ing go:. Erikson menekankan bah3a sebenarn a perkembangan ego lebih dari sekedar hasil keinginan in"ra.isik a"au energi .isik dalam. %api 'uga merupakan regulasi mu"ual an"ara anak ang sedang berkembang dengan buda a mas araka" dan "radisi. 1E5A!A6 %AHA! *IK5-* KEHI1-!A6 Konsep < "ahap perkembangan ego selama kehidupan merupakan kar a paling berhasil dalam hidupn a. 1an ia mengelaborasikan konsep ini dalam "ulisan4"ulisann a selan'u"n a. 1elapan "ahap ini merepresen"asikan "i"ik4"i"ik dalam kon"inuum perkembangan dimana perubahan psikis, kogni"i., ins"ing dan seksual bergabung men'adi pen$e"us krisis in"ernal ang resolusin a bisa menghasilkan regresi psikososial a"au per"umbuhan dan perkembangan "er"en"u. !ada Insight and Responsibility, Erikson mende.inisikan =,ir"ue= sebagai =kekua"an ang di3ariskan> dan dalam "ulisann a pada Identity: Youth and Crisis, ia mende.inisikan =krisis> bukan sebagai an$aman dari sebuah ben$ana melainkan lebih sebagai "i"ik balik sebuah periode pen"ing dimana "erdapa" peningka"an keren"anan dan peningka"an po"ensi diri, sehingga men'adi sumber dari kekua"an dan 'uga ke"idaksesuaian. *"adium 1? Keper$a aan ,s Ke"idakper$a aan 9dari lahir hingga 1< bulan: !ada Identity: Youth and Crisis, Erikson men a"akan bah3a ba i hidup melalui dan sanga" men$in"ai mulu"n a. *ebenarn a mulu" memben"uk dasar dari pola prilakun a ai"u ker'asama. /a i menerima dunia melalui mulu", ma"a, "elinga, dan sen"uhan. /a i bela'ar sebuah modal kul"ur ang Erikson namakan 9="o ge">: menerima ai"u menerima ang diberikan dan 9eli$i": menun'ukkan ang diinginkan. *e"elah gigi ba i "erben"uk, ia menikma"i kesenangan dari mengigi", ia lalu memasuki .ase kedua dari .ase oral ai"u mode =ker'asama ak"i.>. /a i "idak lagi pasi. "erhadap rangsangan, ia menggapai 9rea$h: sensasi dan menangkapn a seper"i mengangkap s"imulai dari

sekelilingn a. +odal sosial saa" ini berubah men'adi =mengambil dan memegang benda>. !erkembangan keper$a aan dasar ba i "erhadap dunia dimulai dari pengalaman per"aman a dengan sang ibu a"au pengasuhn a. !ada )hildhood and Society, Erikson mengemukakan bah3a keper$a aan "ergan"ung bukan dari kuan"i"as makanan a"au demons"rasi $in"a "api lebih kepada kuali"as hubungan dengan ibun a. *eorang ba i ang ibun a dapa" mengan"isipasi dan merespon kebu"uhann a se$ara konsis"en dan "epa" 3ak"u akan dapa" men"oleransi .rus"asi dan kemunduran pada .ase oraln a. +ekanisme pembelaan diri in"ro eksi dan pro eksi akan men ediakan ba i ala" un"uk mengin"ernalisasi kesenanganan dan mengeks"ernalisasi rasa saki" se$ara konsis"en, kon"inu dan pengalaman ang sama akan membua" rasa ego melun"ur. Keper$a aan akan melebihi ke"idakper$a aan dan harapan akan mengkris"al. /agi Erikson, elemen sosial pada "ahap iden"i"as ego ini adalah agama. 1alam memper"ahankan karak"er epigene"ik dari perubahan psikososialn a, Erikson menemukan ban ak ben"uk dari psikopa"ologi, sebagai $on"oh ang ia namakan aggravated development crisis ai"u perkembangan ang ka$au pada sa"u "i"ikn a ang mempengaruhi perubahan psikososial beriku"n a. *eseorang ang sebagai hasil dari gangguan bera" pada a3al hubungan diadik, gagal un"uk memben"uk sense dasar dari keper$a aan a"au kekua"an dari harapan, dapa" men'adi .ak"or predisposisi ski;o.renia dengan karak"er menarik diri dan regresi saa" de3asa. Erikson menghipo"esiskan bah3a pasien depresi ang mengalami kekosongan dan rasa "idak berguna merupakan kelan'u"an dari kerusakan perkembangan karena pesimisme oral. Adik"i. a"au ke"ergan"ungan dapa" disebabkan oleh keka$uaan pada pola ker'asama pada .ase oral. *"adium 2? Au"onomi ,s (asa malu dan rasa ragu 9usia 1< bulan hingga & "ahun: !ada perkembangan bi$ara dan kon"rol o"o" dan s.ink"er, bali"a bela'ar modal sosial ai"u memper"ahankan dan melepaskan. Erikson menga"akan, bali"a pada masa ini mengalami kekua"an ang disebu" kenginan. *anga" "ergan"ung dari 'umlah dan 'enis kon"rol ang dila"ih oleh orang de3asa ke anakn a. Kon"rol ang dilakukan se$ara kaku dan "erlalu $epa" mengalahkan keinginan bali"a un"uk memben"uk kon"roln a sendiri dan regresi a"au progresi ang salah akan mun$ul. Kon"rol orang"ua ang gagal un"uk melindungi bali"an a "erhadap konsekuensi dari kon"rol dirin a ang kurang, 'uga sama

&

burukn a "erhadap perkembangan anak "erhadap rasa kemandirian. !ada Identity: Youth and Crisis, Erikson menegaskan =pada masa ini, men'adi sanga" pen"ing un"uk men eimbangkan keinginan dan rasa ke"idaksenangan "erhadap desakan, an"ara koopera"i. dan kesenga'aan, an"ara ekspresi diri dan si.a" kompulsi. a"au perilaku ang lembu">. Jika rasion a seimbang, anak akan mengembangkan si.a" au"onomi dan mempun ai kapasi"as un"uk memiliki@ 'ika rasio "ersebu" "idak seimbang maka rasa ragu dan malu akan berada di a"as keinginann a. +enuru" Erikson, prinsip hukum dan a"uran lainn a mempun ai peranan dalam pro"eksi dan regulasi keinginan. 1alam Childhood and Society, ia men impulkan, >au"onomi ada se'ak anak4anak dan akan berubah searah dengan perkembangan, ser"a dipengaruhi oleh hukum>. *eseorang ang "er.iksasi pada "ransisi an"ara perkembangan harapan dan keinginan au"onomi diser"ai dengan residu ke"idakper$a aan dan rasa ragu, bisa berkembang adan a ke"aku"an paraniod "erhadap pen iksaan. Jika perkembangan psikososial bermasalah pada s"adium kedua, kelainan lain dapa" "ampak pada indi,idu "ersebu". !er.eksionis, "idak .leksibel, kekikiran, dan gangguan kepribadian obsesi. kompulsi. bisa mun$ul. %er'adin a perilaku obsesi. kompulsi. merupakan akiba" dari dominasi rasa ragu "erhadap au"onomi. *"adium &? Inisia"i. ,s (asa /ersalah 9usia & "ahun sampai 5 "ahun: !eningka"an kemampuan anak "erhadap penguasaan perilaku dan kemampuan berbahasa akan mengembangkan par"isipasin a "erhadap dunia luar dan mens"imulasi .an"asi un"uk lebih dieksplorasi dan di"aklukkan. !ar"isipasin a bersi.a" ak"i. dan in"rusi.. *i.a" in"rusi. di"andai dengan rasa ingin "ahu ang sanga" dan kenikma"an "erhadap geni"alia, kompe"i"i., dan agresi .isik. 8edipus kompleks berkembang di"andai dengan keinginan anak berkompe"isi dengan orang "ua ang se'enis 9sama seks: un"uk memiliki .an"asi dengan orang "ua ang beda seks. 1alam Identity: Youth and Crisis, Erikson menulis >rasa $emburu dan permusuhan men'adi klimaks un"uk memenangkan posisi dengan orang "ua ang beda seks, kegagalan akan mengakiba"kan "imbuln a rasa bersalah dan rasa $emas>. (asa bersalah "erhadap keinginan merebu" ha"i dan rasa $emas sebagai an"isipasi "erhadap hukuman di"ekan oleh anak dalam ben"uk represi keinginan "erlarang dan

perkembangan superego un"uk menga"ur inisisasi. Ka"a ha"i ini, hasil dari obser,asi diri, penga"uran diri, hukuman "erhadap diri sendiri, merupakan in"ernalisasi kuasa paren"al dan sosial. !ada a3aln a ka"a ha"i ini keras dan "idak men'an'ikan, akan "e"api hal ini memben"uk morali"as. 1engan adan a ambisi oedipus ini, anak mulai meliha" ke luar dari keluarga dimana dia bisa berkompe"isi dengan sediki" kon.lik dan rasa bersalah. *"adium ini merupakan "ahap ang krusial un"uk anak mengembangkan inisia"i. dan merupakan dasar perkembangan ambisi ang realis dan ber"u'uan. *eper"i ang di"ulis oleh Erikson pada Childhood and Society >s"adium oedipus mengese" mimpi anak ang memungkinkan un"uk di$apai pada masa de3asa>. Jika "idak ada resolusi ang "epa" "erhadap kon.lik an"ara inisia"i. dan rasa bersalah, seseorang akan memiliki kelainan berupa reaksi kon,ersi, inhibisi a"au .obia. /agi mereka ang berusaha "erlalu keras un"uk menga"asi hal ini, akan mengalami s"res ang akan mengakiba"kan "er'adin a ge'ala psikosoma"is. *"adium 4? Indus"ri ,s In.eriori"as 9usia 5 "ahun sampai 1& "ahun: *e'alan dengan dimulain a periode la"en, anak menemukan kenikma"an dalam menghasilkan sesua"u. 1ia mengembangkan indus"ri dengan mempela'ari keahlian baru dan mendapa" penghargaan a"as kar an a. Erikson menulis dalam Childhood and Society bah3a >ego anak melipu"i ala"n a dan keahliann a? prinsip ker'a menga'arkan kenikma"an ker'a diperoleh dengan perha"ian ang sungguh4sungguh dan ke"ekunan>. Inilah saa" ang "epa" ke"ika anak menerima ins"ruksi dan bela'ar dasar4dasar "eknologi sehingga dia bisa menggunakan ala"4ala" dan keahliann a. Ke"ika anak beker'a, mereka mengiden"i.ikasi dengan guru mereka dan memba angkan diri mereka dalam peker'aan ang ber,ariasi. Anak sebelumn a ang "idak siap memasuki s"adium ini, baik karena resolusi s"adium ang belum lengkap a"au karena in"er.ensi sebelumn a, bisa

mengakiba"kan mun$uln a in.eriori"as dan ke"idakmampuan. 1alam ben"uk guru dan role model lainn a, lingkungan sosial sanga" berperan dalam memban"u anak menga"asi perasaan in.eriori"as dan meningka"kan kemampuan anak agar lebih kompe"en. 1alam Identity: Youth and Crisis, Erikson men a"akan bah3a >s"adium ini merupakan s"adium ang paling pen"ing un"uk perkembangan sosial anak, karena mengharapkan anak bisa

beker'a mandiri dan dalam kelompok, kemampuan un"uk meliha" kesempa"an ang ada, berkembang pada "ahap ini>. Kelainan pa"ologis ang "ampak pada s"adium ini "idak dapa" de'elaskan seper"i pada s"adium4s"adium lainn a. *"adium 5? Iden"i"as ,s Kebingungan peran 9usia 1& "ahun sampai 21 "ahun: *eiring dengan onse" puber"as dan perubahan sosial dan psikologikal, rema'a akan dipenuhi oleh per"an aan "en"ang iden"i"as. Erikson men a"akan dalam Childhood and Society bah3a >rema'a sekarang lebih memperha"ikan apa ang orang4orang pikirkan "e"ang mereka dibandingkan dengan apa ang mereka rasakan "erhadap diri mereka sendiri, dan dengan per"an aan bagaimana mereka bisa menghubungkan peran dan keahlian mereka dengan peker'aan sekarang ini>. !eran dan .an"asi anak4anak "idak "epa" lagi digunakan, akan "e"api rema'a 'uga masih 'auh dari kede3asaan. 1alam Childhood and Society, Erikson menuliskan in"egrasi ang "er'adi dalam pemben"ukan iden"i"as ego 'auh melebihi dari iden"i.ikasi masa anak4anak. >Hal ini merupakan perkembangan pengalaman kemampuan ego un"uk mengin"egrasikan iden"i.ikasi ini dengan perubahan libido, dengan baka"Ake$erdasan ang berkembang dari anugrah, dan dengan kesempa"an ang di"a3arkan oleh lingkungan sosial>. !emben"ukan kelompok ke$il dan krisis iden"i"as "er'adi pada bagian akhir dari masa rema'a. Erikson men ebu"n a sebagai sua"u krisis norma"i. karena merupakan sua"u peris"i3a ang normal. Kegagalan un"uk menga"asi s"adium ini mengakiba"kan rema'a "idak memilki iden"i"as ang kokoh, orang menderi"a di.usi iden"i"as a"au kebingungan peran, ang di"andai dengan "idak memiliki rasa diri dan kebingungan "en"ang posisin a di dunia. Kebingungan peran dapa" bermani.es"asi dalam kelainan perilaku "er"en"u seper"i melarikan diri, kriminali"as, dan psikosis ang 'elas. +asalah iden"i"as 'enis kelamin 9gender iden"i" : dan peranan seksual mulai "ampak pada s"adium ini. (ema'a mungkin ber"ahan "erhadap kebingungan peran dengan bergabung dalam kelompok ke$il a"au pemu'aan, a"au mengiden"i.ikasi dengan pahla3an4 pahla3an rak a". In"oleransi "erhadap perbedaan indi,idu merupakan salah sa"u $ara ang dilakukan oleh anak muda un"uk melepaskan perasaan hilangn a iden"i"as. Ja"uh $in"a merupakan sua"u proses ang dilakukan oleh rema'a dalam mengklari.ikasi iden"i"as dengan mempro eksikan image diri "erhadap pasangannn a dan meliha" se$ara

ber"ahap men'adi ben"uk ang lebih n a"a, dan iden"i.ikasi berlebihan dengan .igur ang ideal merupakan $ara ang dilakukan oleh rema'a dalam men$ari de.inisi diri. 1engan pen$apaian iden"i"as ang lebih .okus dan 'elas, rema'a membenuk kekua"an kese"iaan 9.ideli" : ai"u ke akinan ang "idak han a pada "imbuln a de.inisi diri "e"api 'uga mun$uln a sebuah ideologi. *eper"i Erikson, Joan Erikson dan Helen Ki,ni$k menuliskan dalam Vital Involvement in Old Age =kese"iaan merupakan kemampuan un"uk memper"ahankan lo ali"as "erhadap 'an'i meskipun adan a sis"em mas araka" ang kon"ra ang "idak dapa" dielakkan. Ini merupakan dasar iden"i"as dan menerima inspirasi dari ideologi ang "elah disesuaikan>. Kebingungan peran "er'adi 'ika rema'a "idak mampu un"uk mem.ormulasikan perasaan iden"i"as dan kepemilikan. Erikson men a"akan pelanggaranAke'aha"an, kelainan ang berhubungan dengan gender, dan episode psiko"ik borderline dapa" diakiba"kan oleh kebingungan "ersebu". *"adium B? Kein"iman ,s Isolasi 9usia 21 "ahun sampai 40 "ahun: (epon "erkenal dari 2reud "en"ang per"an aan apa ang seharusn a dapa" dilakukan dengan baik oleh orang normal Cmen$in"ai dan beker'aD, merupakan salah sa"u hal ang diungkapkan oleh Erikson dalam diskusin a pada s"adium ini, dan ia men a"akan pen"ingn a $in"a dalam keseimbangan iden"i"as. Erikson menegaskan dalam Identity: Youth and Crisis ka"a $in"a ang digunakan oleh 2reud meru'uk kepada =kederma3anan kein"iman sama seper"i kenikama"an geni"alia@ 'ika ia menga"akan men$in"ai dan beker'a, maksudn a ialah ker'a produk"i. ang "idak akan men ebabkan seseorang dapa" kehilangan hak a"au kapasi"asn a un"uk berhubungan seksual dan men$in"ai>. Kein"iman pada de3asa muda berhubungan era" dengan kese"iaan, ini merupakan kemampuan un"uk membua" dan menghorma"i komi"men un"uk bersa"u ang membu"uhkan pengorbanan dan kompromi. *eseorang ang "idak bisa men"oleransi ke"aku"an akan kehilangan ego "imbul dari pengalaman diri 9seper"i orgasme seksual, in"ensi"as momen dalam persahaba"an, agresi, inspirasi, dan in"uisi: bisa mengakiba"kan "er'adin a isolasi ang mendalam dan absorbsi diri. 1is"an"ia"ion merupakan ka"a ang digunakan oleh Erikson un"uk men a"akan =kesiapan un"uk pen angkalan, isolasi dan 'ika perlu menghan$urkan semua kekua"an dan mereka ang "erliha" membaha akan "erhadap seseorangD merupakan hasil pa"ologis dari kon.lik

kein"iman dan "idak adan a pembedaan perasaan kein"iman, persaingan, dan per"empuran, merupakan dasar pemben"ukan ben"uk ber,ariasi prasangka, pen iksaan, dan psikopa"ologis. !emisahan Erikson "en"ang pen$apaian iden"i"as dengan kein"iman, dan penekanann a pada pen elesaian "ugas sebelumn a agar dapa" menu'u ke perkembangan beriku"n a mendapa"kan berbagai kri"ik dan perdeba"an. Kri"ik i"u memban"ah pendapa" Erikson bah3a pemisahan Erikson "ersebu" melupakan pen"ingn a un"uk 3ani"a "erus men$in"ai dan pemben"ukan iden"i"as dapa" dihasilkan dari sua"u hubungan. *"adium E? 7enera"i,i"as ,s *"agnasi 9usia 40 "ahun sampai B0 "ahun: Erikson menekankan dalam Identity: Youth and Crisis bah3a =genera"i,i"as memiliki .okus u"ama un"uk memben"uk dan membimbing generasi beriku"n a>. Ka"a genera"i,i"as "idak han a digunakan un"uk menga'arkan dan membesarkan ke"urunann a, akan "e"api 'uga men$akup produk"i,i"as dan krea"i,i"as. Adan a pen$apaian kapasi"as un"uk memben"uk hubungan in"im sebelumn a, akan memperluas energi libido dan ego un"uk men'adi anggo"a kelompok, organisasi, dan sosial. Kekua"an ang di"ekankan pada s"adium ini adalah $are 9kepedulian:. 1alam Chilhood and Society, Erikson men ebu"kan pen"ingn a ma"uri"as perasaan seseorang. =+a"uri"asAkema"angan memerlukan bimbinganAarahan dan 'uga dorongan dari apa ang "elah dihasilkan>.1engan perilaku genera"i. seseorang dapa" menggunakan penge"ahuan dan keahlian un"uk memperoleh hasil ang memuaskan ke"ika mendapa" peran dengan kekuasaan seniori"as dan "anggung 'a3ab. Ke"ika seseorang "idak dapa" mengembangkan genera"i,i"as se'a"i, mereka akan melakukan per'an'ian semu dalam peker'aann a. *eringkali orang "ersebu" memba"asi .okus perann a pada aspek "eknis, dimana mereka memiliki keahlian Kegagalan genera"i,i"as ini bisa men ebabkan s"agnasi personal ang baik, men'auhkan diri dari "anggung 'a3ab ang lebih besar un"uk organisasi a"aupun pro.esi. ang mendalam, di"u"upi oleh berbagai ben"uk pelarian seper"i alkohol dan penggunaan oba"4oba" "erlarang, seksual dan ben"uk keadaan lainn a. Krisis per"engahan kehidupan dan ke$a$a"an prema"ur 9.isik dan psikologis: bisa "er'adi. !ada kasus ini, kelainan pa"ologis "ampak "idak han a pada orang4orang per"engahan umur 9middle4aged: "api 'uga pada

<

organisasi kegagalan

ang bergan"ung kepada mereka sebagai pemimpin. 8leh karena i"u, ang berkembang pada per"engahan kehidupan bisa mengakiba"kan

"erben"ukn a organisasi ang "idak seha", lemah a"au des"ruk"i. ang merupakan "anda kegagalan genera"i,i"as "erhadap lingkungan sosial. *"adium <? In"egri"as ,ersus Kepu"usasaan 9usia B0 "ahun sampai kema"ian: 1alam Identity: Youth and Crisis, Erikson me ebu"kan in"egri"as sebagai =penerimaan seseorang "erhadap siklus kehidupan ang han a "er'adi sekali dan sa"u4 sa"un a dan "erhadap seseorang ang sanga" berperan se$ara signi.ikan "erhadapn a sama seper"i sesua"u ang harusn a "er'adi dan "anpa subs"i"usi>. 1ari "empa" ang mengun"ungkan pada s"adium perkembangan psikososial ini, seseorang melepaskan harapan bah3a orang pen"ing dalam hidupn a adalah orang ang berbeda dan mampu un"uk men$in"ai dengan $ara ang lebih berar"i, mere.leksikan penerimaan "anggung 'a3ab "erhadap kehidupan seseorang. Indi,idu berada dalam keadaan kebi'aksanaan dan in"egri"as ini men ebabkan seseorang memiliki kemampuan un"uk menghadapi kema"ian dan pen$apaian ang dinamakan oleh Erikson dalam Identity: Youth and Crisis sebagai =de"a$h e" a$"i,e $orn$ern 3i"h li.eD. Erikson menggarisba3ahi kon"eks kehidupan sosial dalan s"adium akhir psikososial. 1alam Childhood and Society, Ia menuliskan bah3a =ga a in"egri"as berkembang dari buda a mas araka" se"empa" dan men'adi 3arisan 'i3an a. 1alam konsolidasi .inal ini, kema"ian akan "idak begi"u men aki"kan>. Ke"ika usaha un"uk memper"ahankan in"egri"as gagal, indi,idu men'adi muak dengan dengan kehiduan eks"ernal dan akan menghina orang lain dan ins"i"usi. Erikson menuliskan dalam Childhood and Society, kemuakan "ersebu" men amarkan ke"aku"an akan kema"ian dan kepu"usasaan, =3ak"u men'adi semakin singka", "erlalu singka" un"uk men$oba memulai kehidupan ang baru dan men$oba un"uk merubah in"egri"asn a>. +eliha" kembali pada orang4orang ang berumur delapan puluhan, ia men a"akan adan a hubungan an"ara in"egri"as de3asa dengan keper$a aan in.an"il, =anak4anak ang seha" "idak akan "aku" "erhadap kehidupan 'ika orang "ua mereka memiliki in"egri"as ang $ukup un"uk "idak "aku" "erhadap kema"ian>.

!*IK8!A%8587I %iap s"adium siklus kehidupan mempun ai hasil psikopa"ologisn a 'ika "idak dilalui dengan baikA"idak berhasil. Keper$a aan 1asar 9/asi$ %rus": *ua"u gangguan pada keper$a aan dasar dapa" men ebabkan ke"idakper$a aan dasar. Keper$a aan sosial pada ba i di"andai dengan kemudahan memberikan makanan, kedalaman "idur, dan homeos"asis .isiologis umum. !erpisahan ang lama selama masa ba i dapa" men ebabkan hospi"alisme a"au depresi anakli"ik. 1i dalam kehidupan di kemudian hari, kehilangan keper$a aan "ersebu" dapa" bermani.es"asi dalam ben"uk gangguan dis"imik, sua"u gangguan depresi., a"au rasa "idak berda a. 8rang ang mengembangkan dan mengandalkan per"ahanan pro eksi, dimana menuru" Erikson. =ki"a memban"u orang dengan ke'aha"ann a ang sebenarn a berada dalam diri ki"a>, mengalami rasa ke"idakper$a aan sosial pada "ahun4"ahun per"ama kehidupann a dan kemungkinan mengalami gangguan paranoid a"au delusional. Ke"idakper$a aan dasar merupakan sua"u kon"ribusi u"ama "erhadap perkembangan gangguan kepribadian ski;oid dan pada kasus ang paling bera" men'adi perkembangan ski;o.renia. 7angguan ang berhubungan dengan ;a" 'uga dapa" dihubungkan dengan ke"idakper$a aan sosial@ kepribadian ke"ergan"ungan ;a" mempun ai ke"ergan"ungan kebu"uhan oral ang kua" dan menggunakan ;a" kimia un"uk memuaskan dirin a sendiri karena mereka per$a a bah3a manusia "idak dapa" diper$a a dan bahkan berbaha a. Jika "idak diasuh dengan "epa", ba i merasa kosong dan kelaparan bukan han a un"uk makanan "e"api 'uga un"uk s"imulasi sensual dan ,isual. *ebagai orang de3asa, mereka dapa" men'adi pen$ari ge"aran ang merangsang ang "idak meliba"kan kein"iman dan dapa" memban"u menghindarkan perasaan depresi. Au"onomi *"adium ini di"andai dengan usaha anak berkembang men'adi indi,idu ang au"onom ang sering disebu" dengan dua hal ang menaku"kan 9"errible "3o: ang meru'uk kepada kesenga'aan anak pada periode perkembangan ini. Jika rasa malu dan ragu melebihi au"onomi, keraguan kompulsi. dapa" "er'adi. Kekakuan kepribadian obsesi. 'uga disebabkan dari keragu4raguan ang meluap4luap. %oile" "raining ang

10

berlebihan, ang sering dilakukan dalam mas araka" sekarang, ang memerlukan "ubuh ang bersih, "epa" 3ak"u dan 3angi, dapa" men ebabkan kepribadian kompulsi. ang men aki"kan, sanga" "eli"i, dan memen"ingkan diri sendiri. 1ikenal 'uga sebagai kepribadian anal ai"u peli", "epa" 3ak"u, dan per.eksionis"ik. %erlalu ban ak perasaan malu men ebabkan anak merasa 'aha" a"au ko"or dan dapa" mengarahkan kepada perilaku kenakalan. *ebagai akiba"n a, anak berka"a, ='ika hal ini ang mereka pikirkan "en"ang sa a, maka hal i"ulah ang akan sa a lakukan>. Kepribadian paranoid merasa bah3a orang lain men$oba un"uk menguasai mereka, sua"u s"adium ang mungkin berasal dari s"adium au"onomi la3an rasa malu dan ragu4 ragu. Jika diser"ai dengan ke"idakper$a aan, akan mun$ul 3aham perseku"orik a"au pen iksan. 7angguan impulsi. dapa" di'elaskan sebagai penolakan seseorang un"uk dihalangi a"au dikendalikan. Inisia"i. Erikson men a"akan, =1i dalam pa"ologi, kon.lik inisia"i. diekspresikan dalam pen angkalan his"erikal 9h s"eri$al denial:, ang men ebabkan penekanan harapan a"au gangguan organ seper"i paralisis a"au impo"ensi@ a"au senang pamer ang "erlalu berlebihan, di mana indi,idu ang ke"aku"an, "erlalu ingin un"uk merendah daripada menon'olkan dirin a>. 1ahulu his"eria biasan a merupakan ben"uk regresi pa"ologis ang umum di dalam bidang ini, "e"api sua"u lon$a"an ke pen aki" psikosoma"is sekarang ini umum "er'adi. (asa bersalah ang berlebihan dapa" men ebabkan berbagai keadaan, seper"i gangguan ke$emasan umum dan .obia. !asien merasa bersalah karena impuls normaln a dan mereka menekan impuls "ersebu" dengan men ebabkan pemben"ukan ge'ala. Inhibisi seksual dapa" "er'adi 'ika hukuman a"au larangan ang keras "er'adi selama s"adium inisia"i ,ersus rasa bersalah. 7angguan kon,ersi a"au .obia spesi.ik dapa" "er'adi 'ika kon.lik oedipal "idak "erpe$ahkan. *aa" .an"asi seksual di"erima sebagai sesua"u ang "idak dapa" di3u'udkan, anak dapa" menghukum dirin a sendiri a"as .an"asi "ersebu" dengan melukai geni"alian a. 1i dalam pen erangan ang bru"al "erhadap superego ang sedang berkembang, mereka dapa" menekan keinginann a dan mulai un"uk men angkaln a. Jika pola ini "erus diba3a, paralisis, inhibisi, a"au impo"ensi dapa" "er'adi. Kadangkala adan a rasa "aku" "idak mampu un"uk menikma"i

11

hidup seper"i ang diharapkan orang lain, men ebabkan anak mungkin kembali ke pen aki" psikosoma"is. Indus"ri Erikson menggambarkan indus"ri sebagai sua"u =rasa mampu un"uk membua" sesua"u dan membua"n a baik dan bahkan se$ara sempurna>. Jika usaha anak dihalangi, mereka men'adi merasa bah3a "u'uan pribadi "ersebu" "idak dapa" di$apai a"au "idak berman.aa" dan rasa in.eriori"as berkembang. !ada orang de3asa, perasaan in.eriori"as "ersebu" dapa" men ebabkan hamba"an ker'a ang bera" dan sua"u s"ruk"ur karak"er ang di"andai dengan perasaan ke"idakmampuan. !ada beberapa orang, perasaan dapa" men ebabkan dorongan kompensasi un"uk men$ari uang, kekuasaan, dan mar"aba". !eker'aan dapa" men'adi "u'uan u"ama kehidupan, melebihi kein"iman. Iden"i"as /an ak gangguan pada masa rema'a dapa" dihubungkan dengan kebingungan iden"i"as 9iden"i" $on.usion:. /aha an a adalah di.usi peran. Erikson men a"akan? =Jika hal ini didasarkan pada rasa ragu4ragu ang kua" sebelumn a seper"i pada iden"i"as seksual seseorang, peris"i3a ke'aha"an dan psiko"ik seke"ika "idak 'arang "er'adi. Jika didiagnosis dan dioba"i dengan "epa", peris"i3a "ersebu" "idak akan .a"al seper"i pada usia lainn a. Hal ini "eru"ama ke"idakmampuan un"uk menen"ukan sua"u iden"i"as okupasional ang mengganggu orang muda. -n"uk men'aga diri mereka, bersama4sama mereka kadang4kadang mengiden"i.ikasi se$ara berlebihan dengan pahla3an kelompok dan mas araka", sampai pada "i"ik kehilangan iden"i"as sepenuhn a>. 7angguan lain selama s"adium iden"i"as ,ersus kebingungan peran adalah gangguan konduksi, gangguan perilaku menga$au 9disrup"i,e beha,ior disorder:, gangguan iden"i"as 'enis kelamin, gangguan ski;o.reni.orm, dan gangguan psiko"ik lainn a. Kemampuan un"uk meninggalkan rumah dan hidup se$ara mendiri adalah "ugas pen"ing selama periode ini. Ke"idakmampuan un"uk berpisah dari orang "uan a dan ke"ergan"ungan ang lama dapa" "er'adi.

12

Kein"iman Keberhasilan memben"uk perka3inan dan keluarga ang s"abil "ergan"ung pada kemampuan un"uk men'adi in"im. %ahun4"ahun masa de3asa muda merupakan masa ang pen"ing un"uk memu"uskan apakah akan menikah dan dengan siapa. Iden"i"as 'enis kelamin menen"ukan ob'ek pilihan, apakah he"eroseksual a"au homoseksual, "e"api membua" hubungan ang in"im dengan orang lain adalah "ugas ang u"ama. 8rang dengan gangguan kepribadian ski;oid "e"ap "erisolasi dari orang lain karena rasa "aku", ke$urigaan, ke"idakmampuan un"uk mengambil resiko, a"au "idak adan a kemampuan un"uk men$in"ai. 7enera"i,i"as 1alam kira4kira usia 40 sampai B5 "ahun, s"adium lainn a ai"u periode masa de3asa per"engahan, gangguan spesi.ik kurang 'elas di"e"apkan dibandingkan dengan dalam ang digambarkan oleh Erikson. 8rang se"engah "ua 9umur per"engahan: menun'ukkan insidensi depresi ang lebih "inggi dibandingkan dengan orang de3asa ang lebih muda, ang mungkin berhubungan dengan keke$e3aan dan kegagalan orang se"engah "ua saa" mereka mengenang kembali masa lalu, menginga" bagaimana kehidupan mereka "elah ber'alan, dan menghadapi masa depan. !eningka"an penggunaan alkohol dan ;a" psikoak"i. lainn a 'uga "er'adi pada saa" ini. In"egri"as 7angguan ke$emasan seringkali berkembang pada lan'u" usia. 1i dalam rumusan Erikson, perkembangan "ersebu" mungkin berhubungan dengan "in'auan balik seseorang ke masa lalun a dengan rasa panik. Fak"u "elah ber'alan dan kesempa"an "elah dipergunakan. !enurunan .ungsi .isik dapa" berperan pada pen aki" psikosoma"ik, hipokondriasis dan depresi. Angka bunuh diri ang paling "inggi "er'adi se"elah usia B5 "ahun. 8rang menghadapi kema"ian mungkin "idak dapa" men"oleransi hal "ersebu" 'ika mereka belum bersi.a" genera"i. a"au mampu membua" perleka"an ang era" di dalam kehidupann a. In"egri"as bagi Erikson di"andai dengan penerimaan kehidupan seseorang Jika penerimaan "ersebu" "idak ada, orang memasuki keadaan kepu"usasaan dan ke"idakberda aan ang dapa" men ebabkan gangguan depresi ang bera".

1&

!E678/A%A6 Falaupun "idak "erdapa" sekolah psikoanali"ik pengiku" Erikson ang berdiri sendiri, seper"i keberadaan bidang pengiku" 2reud dan Jung, Erikson membua" ban ak peranan a"au kon"ribusi pen"ing dalam proses "erapeu"ik, di an"aran a adalah ke akinan "en"ang "er$apain a keper$a aan an"ara dok"er dan pasienn a merupakan kebu"uhan dasar un"uk keberhasilan "erapi. Jika psikopa"ologi berasal dari ke"idakper$a aan 9sebagai $on"ohn a, depresi: pasien harus membangun kembali keper$a aan dengan ahli "erapi, ahli "erapi mempun ai "ugas seper"i seorang ibu ang baik, un"uk bersikap sensi"i. "erhadap kebu"uhan pasien. Ahli "erapi harus mempun ai si.a" dapa" diper$a a ang dialihkan kepada pasienn a. %eknik4%eknik /agi Erikson, seorang psikoanalis bukan merupakan sesua"u ang pasi. a"au lembaran kosong di dalam proses "erapeu"ik, seper"i ang sering di"emukan dalam prak"ek psikoanalisis pengiku" 2reud. *ebalikn a, "erapi ang e.ek"i. mengharuskan ahli "erapi se$ara ak"i. memba3akan kepada pasienn a keper$a aan ang mereka menger"i. Hal "ersebu" dilakukan "idak han a dengan mendengarkan se$ara empa"i "e"api 'uga dengan memberikan kepas"ian se$ara ,erbal, ang memungkinkan sua"u perkembangan "rans.erensial posi"i., ang dibangun a"as dasar saling memper$a ai. 1imulai sebagai ahli analisis anak4anak, Erikson men$oba un"uk memberikan mu"uali"as dan keper$a aan "ersebu" sambil ia mengobser,asi anak4anak men$ip"akan kembali dunian a dengan men usun mainan, balok4balok, kendaraan, dan perabo"an minia"ur ke dalam si"uasi drama"ik ang mengganggu mereka. *elan'u"n a Erikson menghubungkan obser,asin a dengan pern a"aan oleh anak4anak dan anggo"a keluargan a. Ia memulai pengoba"an seorang anak sesaa" se"elah makan malam dengan seluruh keluarga. %erapi biasan a dilakukan dengan ker'asama era" dari keluarga. *e"elah "iap periode regresi. dalam pengoba"an anak ski;o.renik, sebagai Erikson berdiskusi dengan "iap anggo"a keluarga apa ang "elah "er'adi pada mereka sebelum episode. Han a se"elah ia merasa $ukup puas bah3a ia "elah mengiden"i.ikasi masalah, barulah pengoba"an dimulai. Erikson kadangkala memberikan in.ormasi korek"i. kepada anak, sebagai $on"ohn a, menga"akan kepada seorang anak laki4laki ang "idak dapa"

14

melepaskan .esesn a dan men ebabkan dirin a sendiri saki" akiba" kons"ipasi, bah3a makanan adalah bukan ba i ang "idak dilahirkan. Erikson seringkali men arankan bermain, dengan an'uran spesi.ik kepada orang "ua, "erbuk"i men enangkan sebagai $ara pengoba"an. /ermain, bagi Erikson, dapa" digunakan mene"apkan diagnosis dan dengan demikian memban"u ahli "erapi ang ingin memberikan kesembuhan, "e"api 'uga kura"i. dalam dirin a sendiri. /ermain merupakan .ungsi ego dan memberikan kesempa"an kepada anak un"uk menggabungkan proses sosial dan "ubuh di dalam dirin a sendiri. Anak bermain dengan balok4balok a"au orang "ua memainkan si"uasi drama"ik ba angan dapa" memanipulasi lingkungan dan mengembangkan kon"rol ang diperlukan ego. %e"api, "erapi bermain "idaklah sama bagi anak4anak dan orang de3asa. Anak4anak membangun model dalam usaha mendapa" kon"rol ken a"aan@ mereka meliha" ke bidang baru penguasaan. 8rang de3asa menggunakan permainan un"uk mengkoreksi masa lalu dan un"uk menebus kegagalann a. +u"uali"as, ang pen"ing dalam sis"em keseha"an Erikson, 'uga pen"ing un"uk kesembuhan. Erikson menghargai 2reud un"uk pilihan moral meniadakan hipnosis, karena hipnosis memperbesar 'urang pemisah an"ara orang men embuhkan dan orang ang saki" dan memper"inggi ke"idaksamaan ang Erikson bandingkan dengan ke"idaksamaan anak dan orang de3asa. Erikson mendesak bah3a hubungan an"ara orang ang men embuhkan dan orang ang saki" adalah sama =dimana pengobser,asi ang "elah bela'ar un"uk mengobser,asi dirin a sendiri menga'arkan orang diobser,asi un"uk men'adi pengobser,asi dirin a sendiri>. +impi dan Asosiasi /ebas 91reams and 2ree Asso$ia"ion: *eper"i 2reud, Erikson beker'a pada asosiasi pasien hingga mimpi4mimpin a sebagai $ara "erbaik un"uk menger"i apa ang dimaksudkan. Ia menganalisa asosiasi per"ama hingga mimpi, ang diper$a ai olehn a sebagai sesu"au ang memiliki kekua"an dan pen"ing. !ada akhirn a Erikson mendengarkan segala seua"u ang bisa memberikan ar"i "ambahan "erhadap ma"eri ang berkai"an. Erikson per$a a bah3a in"epre"asi merupakan agen "erapeu"ik ang primer ang di$ari seba ak4ban akn a oleh pasien maupun oleh ahli "erapi. Ia men a"akan perha"ian mela ang bebas 9.ree .loa"ing a""en"ion: sebagai salah sa"u me"ode ang digunakan ang

15

un"uk

memudahkan

"er'adin a

penemuan.

Erikson

pernah

menggambarkan

perha"iann a dan men a"akan =kamu perlu se'arah dan kamu perlu "eori dan kemudian kamu harus melupakan mereka berdua dan biarkan se"iap 'amn a berdiri un"uk dirin a masing4masing>. Ini membebaskan kedua kelompok dari "ekanan un"uk mengembangkan "erapi dan membiarkan mereka un"uk men adari adan a kesen'angan ang merupakan sua"u "anda ke"idaksadaran. %u'uan4"u'uan Erikson membi$arakan empa" dimensi peker'aan ahli psikoanalisis. Keinginan pasien un"uk disembuhkan dan keinginan ahli analisis un"uk men embuhkan adalah sebagai dimensi ang per"ama. %erdapa" mu"uali"as di mana pasien dan ahli "erapi dimo"i,asi oleh kesembuhan dan "erdapa" pembagian "ugas. %u'uann a adalah selalu memban"u ego pasien un"uk men'adi lebih kua" dan men embuhkan dirin a sendiri. 1imensi kedua disebu" Erikson sebagai ob'ek"i,i"as4par"isipasi. Ahli "erapi harus membiarkan pikirann a "ebuka. =!erubahan neurosis> "ulis Erikson. 7eneralisasi baru harus dibua" dan disusun dalam kon.igurasi ang baru. 1imensi ke"iga berada dalam sumbu penge"ahuan4par"isipasi. Ahli "erapi =menerapkan 3a3asan "er"en"u dalam pendeka"an eksperimen"al ang ke"a">. 1imensi keempa" adalah "oleransi4kemarahan. Erikson men a"akan =iden"i"as ang didasarkan pada argumen %almudi$, pada semanga" mesianik, pada or"odoksi menghukum, pada sensionalisme pengiku" mode, pada ambisi pro.essional dan sosial> adalah berbaha a dan $enderung menguasai pasien. !enguasaan memperbesar kesen'angan ke"idaksamaan an"ara dok"er dan pasien dan men ebabkan per3u'udan ide ang "erus "imbul dalam pikiran Erikson bah3a mu"uali"as men'adi semakin suli". +enuru" Erikson, ahli "erapi mempun ai kesempa"an un"uk beker'a pada kon.lik masa lalu ang "idak "erpe$ahkan di dalam hubungan "erapeu"ik. Erikson mendorong ahli "erapi un"uk "idak menghindari diri dari membimbing pasien@ Erikson per$a a bah3a hal "ersebu" diperlukan bagi ahli "erapi un"uk mena3arkan pada pasienn a hal ang dilarang dan dii'inkan. Ahli "erapi "idak boleh men'adi "erlalu "erpika" pada pengalaman hidup masa lalu pasienn a sehingga kon.lik sekarang dalam hal $ara pasien berhubungan dengan dunia luar men'adi "erle3a"kan.

1B

%u'uan "erapi adalah un"uk mengenali bagaimana pasien "elah melalui berbagai s"adium siklus kehidupan dan bagaimana berbagai krisis di dalam masing4masing s"adium "elah a"au belum dia"asi. *ama pen"ingn a, s"adium dan krisis di masa menda"angkan harus diperkirakan, sehingga dapa" dia"asi dan dikuasai dengan "epa". %idak seper"i 2reud, Erikson "idak per$a a bah3a kepribadian merupakan sesua"u ang sanga" kaku sehingga "idak bisa "er'adi perubahan pada masa de3asa per"engahan dan akhir. /agi Erikson, per"umbuhan dan perkembangan psikologis "er'adi pada seluruh ren"ang 3ak"u siklus kehidupan. Aus"in (iggs )en"er di *"o$kbridge, +assa$huse""s, merupakan "empa" pen impanan hasil ker'a Erikson dan ban ak dari "eori4"eorin a "elah diprak"ekkan di sana. Is"ri Erikson, Joan, mengembangkan program di Aus"en (iggs )en"er ai"u ;ona in"erpre"asi bebas 9in"erpre"a"ion4.ree ;one: dimana pasien mampu un"uk memegang peran ker'a a"au .ungsi sebagai murid dengan ar"is a"au ahli, "anpa pembebanan peran pasien se$ara berlebihan. (uang ker'a ini melipu"i bermain dan krea"i,i"as dibu"uhkan dalam perkembangan ker'a pasien seiring dengan kema'uan "erapin a. ang

1E