Você está na página 1de 1

Difersifikasi Pangan di Tengah Budaya Pangan Indonesia yang Monoton

Sebagaimana kita ketahui bersama, Indonesia adalah sebuah Negara agraris dimana produksi utama dari pertaniannya adalah beras. Hal ini sejalan juga dengan pola konsumsi rata rata penduduk Indonesia (Terutama di Pulau Jawa) yang sangat menggemari nasi. Pada dasarnya konsumsi nasi ini baik, sama seperti sumber karbohidrat lainnya (seperti jagung, singkong, dan sagu). Pada tahun 2013 kemarin Bulog berhasil menyuplai kebutuhan domestik akan beras, sehingga tidak membuka keran impor untuk beras tersebut, tetapi karena produksi nasional terhadap padi ini masih jauh untuk mencapai kata ketahanan pangan (produksi padi di Indonesia memiliki trend yang tidak stabil, karna rata-rata masih memakai system penanaman konvensional, dan sangat tergantung pada cuaca) maka diperlukan alternatif sumber karbohidrat selain nasi/beras. Seperti disebutkan di atas, banyak sekali sumber karbohidrat selain beras yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia. Salah satu yang paling mungkin dimanfaatkan dan ketersediaanya cukup melimpah adalah Singkong dan Sagu. Kedua sumber pangan ini di Jawa belum beigtu populer, dan hanya menjadi makanan selingan saja. Tetapi kedua makanan ini sudah menjadi salah satu makanan pokok di wilayah Indonesia bagian Timur, terutama di Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Diperlukan adanya usaha untuk membiasakan masyarakat di Indonesia untuk memakan makanan selain padi, salah satu caranya adalah dengan melakukan publikasi di media baik itu cetak maupun visual terkait pemanfaatan bahan baku makanan selain padi tersebut. Hal ini terkait juga dengan sifat psikis masyarakat di Indonesia yang akan cepat terpengaruh dengan acara acara serta berita yang ditayangkan di media cetak maupun visual. Jenis acara yang dapat dibuat oleh media di Indonesia dalam rangka untuk mensosialisasikan makanan selain nasi ini antara lain : Visual Pembuatan program masak memasak ataupun menyisipkan resep terkait dengan sumber pangan selain nasi tersebut, disertai manfaat makanan tersebut Pembuatan acara talkshow terkait bahan makanan tersebut Undang langsung masyarakat di daerah yang telah memanfaatkan bahan makanan tersebut untuk diwawancara terkait bagaimana mengolah bahan pangan tersebut disertai manfaatnya Cetak Pembuatan rubric khusus mengenai resep resep terkait bahan pangan tersebut Pembuatan rubric khusus membahas kegunaan bahan pangan tersebut