Você está na página 1de 7

RANGKUMAN MATERI KULIAH AKUNTANSI PERILAKU

DISUSUN OLEH:
ADEVIANI FIARDHANI BALYA NUEVE AKBAR PUNGKY PRADANA SETHO PRANANGGALIH F1313002 F1313013 F1313073 F1313093

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2014

HARUSKAH AUDIT DILAKUKAN AKUNTAN ASING Telah terjadi tren baru di Indonesia, yaitu sebagian besar audit termasuk untuk BUMN dilakukan oleh auditor asing, hal ini menjadi suatu pertanyaan tersendiri, apakah auditor dalam negeri dianggap tidak atau kurang mampu untuk mengaudit BUMN? Keputusan menggunakan akuntan luar adalah suatu keputusan yang dilakukan melalui mekanisme sosial yang terdistorsi. Keputusan penggunaan akuntan asing tidak semata-mata murni diambil karena adanya akan kebutuhan, melainkan adanya kon lik kepentingan. !kuntan asing dan akuntan domestik sebenarnya mempunyai kualitas yang sama, lahir melalui proses pendidikan yang relati sama, yang membedakan hanyalah pengalaman auditor itu sendiri. "ilihat dari segi organisasi pro esi yang mengatur para akuntan pun relati sama, karena a#uan pedoman dan standar pemeriksaan serta etika pro esi juga sama. !kuntan domestik justru mempunyai keunggulan yang melekat, yaitu paham akan situasi, kebiasaan, budaya, sistem nasionalyang berjalan, dan suasana politik. $erbedaan men#olok dari akuntan asing dan akuntan domestik ada pada independesinya. %al ini dipengaruhi oleh & aktor, yaitu kekuasaan dan uang. $enunjukan akuntan asing yang beroperasi di Indonesia bukan karena kemampuan akuntan domestik yang kurang, tetapi lebih disebabkan adanya kepentingan lain yang tidak terungkap di masyarakat.

CUKUPKAH TIM INDEPENDEN MEMERIKSA HARTA HMS?

'alah satu tujuan pembentukan tim independen dalam pemeriksaan harta %aji Mohammad 'oeharto adalah agar pemeriksa dapat melakukan pemeriksaan se#ara bebas dari berbagai kepentingan. 'yarat tim independen yang baik adalah sebagai berikut( ). Telah terbukti bah*a anggota tim se#ara organisatoris dan personal tidak ada keterkaitan dengan pihak yang akan diperiksa. &. Tim independen idealnya mempunyai struktur atau posisi yang sama dengan pemerintah. +. !nggota tim harus dari orang-orang yang diper#ayai masyarakat, mempunyai kredibilitas tinggi, terutama si at re ormisnya. ,. Mempunyai beberapa keahlian khusus, yang berhubungan dengan pelaksanaan audit. -. Komitmen yang kuat dari tim bah*a akan melaksanakan tugas demi bangsa negara dan masyarakat. .. Mekanisme kerja yang baik.

TUNTUTAN AKUNTAN

DEMOKRASI:

KEUANGAN

PARPOL

PERLU

DIPERIKSA

Banyak kasus yang dilakukan oleh parpol terkait kasus korupsi dan money politik. %al ini mendorong masyarakat untuk menekan pihak pemerintah untuk transparansi dalam masalah penerimaan dan pengeluaran kas dalam organisasi mereka. 'elain untuk kepentingan transparansi hal ini juga menggambarkan demokrasi kepengurusan partai, melambangkan partisipasi pengurus kearah perubahan na as partai tersebut. Namun demikian dalam praktiknya menghadapi beberapa kendala. $ertama sejauh mana kesiapan parpol untuk diperiksa. Kedua melalui proses sosialisasi tersebut pengurus dapat memenita pro esional akuntan untuk membantu menyiapkan sistem pen#atatan yang memadai serta kelengkapan administrasi lain agar tujuan transparansi ter#apai. Ketiga penyiapan mental pengurus. 'elain itu semua perubahan yang harus dilakukan oleh akuntan adalah bentuk laporan hasil audit. /aporan akuntan harus berbentuk dan bersi at komprehensi dan mudah dipahami oleh masyarakat mum, bukan bentuk baku seperti yag ditandaskan dalam $'!K ,-. !pabila akuntan mampu berperan dalam proses pemeriksaan parpol sedemikian sehingga dapat men#iptakan transparansi keuangan, maka akuntan akan mampu membantu men#iptakan msyarakat bersih dan jujur seperti yang diidambakan oleh para re ormis.

PROSES PEMERIKSAAN AKUNTAN FORENSIK MENGUNGKAP SKANDAL KORUPSI !kuntansi orensik adalah bentuk penerapan disiplin akuntansi yang memberikan perpaduan akuntansi, audit, dan hukum guna meme#ahkan persoalan-persoalan di sektor pemerintaha maupun s*asta. istilah akutansi orensik lebih tepat digunakan apabila telah bersinggungan dengan hukum. Mengingat akuntansi orensik selalu bersinggunga dengan hukum, dalam pengumpulan bukti audit seorang akuntan orensik harus memahami masalah hukum pembuktian. Bukti yang dikumpulkan harus dapat diterima di pengadilan. 0ara perolehan bukti pun tidak boleh melanggar hukum, karena dapat berakibat ditolaknya alat bukti tersebut. Beban pembuktian dalam kasus ke#urangan 1fraud2 haruslah melampaui keraguan yang layak atau beyond reasonable doubt. $erbedaan akuntansi orensik dengan akuntansi maupun audit kon3ensioal lebih terletak pada mindset 1kerangka pikir2. Metodologi kedua akuntansi tersebut tidak jauh berbeda, !kuntansi orensik lebih menekankan pada keanehan 1exceptions, oddities, irregularities) dan pola tindakan daripada kesalahan atau keteledoran seperti pada audit umum, prosedur utama dalam akuntansi orensik menekankan pada analyti#al re3ie* dan teknik *a*an#ara mendalam dengan tetap menggunakan teknik audit umum seperti penge#ekan isik, rekonsiliasi, kon irmasi dan lain sebagainya. erbedaan lainnya adalah akuntansi orensik lebih menekankan pada penyangkalan atau penguatan atas suatu dugaan dan menyediakan bukti untuk mendukung suatu tindakan hukum. 4adi bisa disimpulkan bah*a akuntnsi orensik bertujuan untuk membuktikan suatu dugaan. Beberapa tujuan akhir dari ssuatu proses akuntansi orensik atau audit in3estigati adalah tuntutan kriminal, ganti rugi perdata, pembersihan tuduhan, dan peningkatan pengendalian internal. !kuntansi orensik mulai digunakan di Indonesia setelah terjadi krisis keuangan pada tahun )556, hingga saat ini pendekatan akuntansi orensik banyak digunakan oleh Badan $emeriksa Keuangan, Komisi $emberantasan Korupsi, $usat $elaporan dan !nalisis Transaksi Keuangan, Badan $enga*asan Keuangan dan $embangunan, Bank "unia, dan Kantor-kantor !kuntan $ublik di Indonesia $erkembangan akuntansi orensik di Indonesia #ukup maju, namun jika dibandingkan dengan beberapa Negara lain maka Indonesia masih dibilang tertinggal. !ustralia saat ini sedang menyusun 'tandar !kuntansi 7orensik, sementara Kanada dan !merika 'erikat sudah memiliki standar yang baku, sedangkan Indonesia sama sekali belum memiliki standar yang

memadai. 'ejauh ini belum banyak kasus-kasus korupsi yang terkuak berkat kemampuan akuntan orensik, namun akuntansi orensik merupakan suatu pengembangan disiplin ilmu akuntansi yang masih tergolong muda dan memiliki prospek yang sangat bagus dalam peme#ahan tindak pidana korupsi di Indonesia. P !"# A$%#&"# F'! #()$ *"+", U-"." P ,/ !"#&"("# T)#*"$ P)*"#" K'!%-() "alam memainkan perannya dalam mengungkap dan memberantas tindak pidana korupsi, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bah*a akuntansi orensik merupakan perpaduan antara akuntansi, audit dan hukum, maka seorang akuntan orensik dituntut untuk memiliki pengetahuan dan pemahaman yang mendalam mengenai ketiga ilmu tersebut, selain itu seorang akuntan orensik juga perlu dibekali dengan kemampuan dan pemahaman mengenai perilaku manusia dan organisasi, pengetahuan tentang aspek yang mendorong dilakukannya ke#urangan (rationalization), pengeahuan mengenai alat bukti, pengetahuan mengenai kriminologi serta 3iktimologi, dan yang terpenting seorang akuntan orensik harus memiliki kemampuan untuk berpikir seperti pen#uri (think as a theft). !kuntansi orensik bisa menjadi senjata atau alat untuk memper#epat pemberantasan korupsi, namun ruang gerak akuntansi orensik begitu terbatasi dengan peralatan dan kebebasan dalam mengungkap suatu tindak korupsi.

MENAK0ILKAN MAKNA KORUPSI DAN PEMERIKSAAN PA1AK Menurut 4aksa !gung !ndi 8halib bah*a dalam menangani tindakan korupsi tidaklah mudah. Terdapat hambatan yang harus dilalui, pertama penetapan adanya unsur korupsi, dan kedua kepemilikan harta dari tindak tersebut. Kata korup menurut $oer*adarminta 1)5962 dalam kamus umum Bahasa Indonesia berarti busuk, buruk atau suka menerima uang sogok. Makna korupsi disebutkan sebagai tindakan buruk. 'edangkan /ongman di#tionary menjelaskan bah*a kata korup berarti praktik ketidakjujuran 1 dishonest2 dan tidak sesuai 1improrer2 dalam menggunakan *e*enang, jabatan atau kekuasaan, atau tindakan tidak bermoral. $ermasalahannya dalam ketidak jujuran adlah menetapkan kepemilikan atau

keberadaan harta serta upaya memeproleh penjelasan asal-usul sumber kekayaan tersebut. $endekatan ini menitik beratkan pda selisih yang dipeoleh dengan #ara membandingkan antara modal a*al pada suatu periode dengan modal pda akhir periode tertentu. !pabila terdapat selisih lebih besar, selisih tersebut menunjukkan laba atau keuntungan yang diperoleh. 4adi pendekatan ini relati mudah penerapannya dan sangat komprehensi . Tahap berikutnya yaitu pembuktian tentang kepemilikan harta. $embuktian akuntansi mempunyai pendekatan yang berbeda dari pendekatan hukum. $endekatan hukum sangat menekankan pada pembuktian ormal. 'ebaliknya pendekatan akuntansi menitikberatkan pada pembuktian se#ara evidential matter. Mengikuti pemikiran ":. Bambang 'udibyo 1)55-2 tentang pembuktian dan pemeriksaan berdasarkan pendekatan evidential matter , maka untuk memahami pengertian kepemilikan dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan seseorang sebagai ahli yang kompeten dengan intelektualitasnya, indera dan hatinya men#ari kebenaran kepemilikan.