Você está na página 1de 10

Analisa data hujan dan

hidrologi
Kriteria hidrologi


1. Pemilihan data hujan
2. Pengecheckan data hujan
3. Melengkapi data yang kurang
4. Analisa frekuensi
5. Intensitas hujan
6. Debit banjir
Pemilihan data hujan
Data hujan yang dipergunakan untuk
analisa sedapat mungkin diambil dari
stasiun stasiun penakar hujan yang
berada di dalam dan didaerah sekitar
pengaliran setempat dengan lama
pengamatan lebih dari 10 tahun
Lanjutan.
Selain data hujan harian jika
memungkinkan juga diambil data hujan
dalam jam, data ini bisa diambil dari data
ARR.
Sebagai input analisa curah hujan
perencanaan dipilih hujan harian
maksimum tahunan (annual maximum
daily rainfall), untuk masing-masing
stasiun penakar hujan.
Pengecheckan data hujan
Sebelum data hujan dipergunakan terlebih
dahulu diperiksa kebenarannya dengan
methode double mass curve atau curve
masa ganda. Analisa ini dipergunakan
dengan perbandingan antara akumulasi
tahunan dari stasiun yang diuji terhadap
akumulasi curah hujan tahunan rata-rata
dari stasiun disekitarnya.
Melengkapi data yang kurang
Kegiatan ini dilakukan apabila terdapat
data curah hujan yang kurang dalam
tahun pengamatan caranya dengan
membuat perkiraan berdasarkan data
hujan stasiun disekitarnya.
Apabila selisih antara hujan tahunan
masing2 stasiun kurang dari 10% maka
diambil dari harga rata-rata stasiun
sekitarnya.
Lanjutan.
Kalau selisih lebih besar dari 10 % maka dapat diambil
cara rasio normal yang rumusnya

r = 1/n{R.ra/RA + R.rB/RB + R.rC/RC}
r : curah hujan yang dicari
R: curah hujan rata2 setahun ditempat pengamatan R
yang datanya akan dilengkapi.
rA,rB,rC : curah hujan ditempat tempat pengamatan
RA,RB,RC.
RA,RB,RC : curah hujan rata setahun di stasiun A,B,C
n : jumlah stasiun hujan.
Analisa frekuensi
Dipergunakan metoda log person type III
1. Mentrasformasikan data curah hujan harian
maksimum ke dalam harga logaritmanya. R1,
R2 menjadi log R1 dst.
2. Menghitung harga tengahnya (mean)
3. Menghitung harga penyimpangan standar
4. Menghitung koefisien asimetri
5. Menghitung besarnya logaritma hujan rencana
dengan waktu ulang yang dipilih.

Intensitas hujan
Perhitungan intensitas hujan ditinjau dengan
metode mononobe, van breen dan hasper der
weduwen
Metode mononobe :
It = Rt/24 x {24/t}2/3
Rt : hujan rencana untuk berbagai periode ulang
(mm)
t : waktu konsentrasi (jam)
It : intensitas hujan untuk berbagai periode ulang
(mm)
Debit banjir
Analisa debit banjir ini akan ditinjau
berdasarkan metode rasional untuk debit
banjir yang ada, dan metode modifikasi
rasional untuk debit banjit rencana.
Dasar perhitungan dari hujan rencana
metode log person type III seperti di atas.
Lanjutan . . . . . .
Metode rasional :
Qt= 0,278 CIA
metode modifikasi rasional :
Q = 0,278 C.Cs.I.A