Você está na página 1de 15

ASAL-USUL

TATASURYA

TEORI PEMBENTUKAN TATASURYA PERLU
MENJELASKAN HAL-HAL BERIKUT



a. Semua planet berotasi pada arah yang sama, kecuali Uranus
dan Venus
b. Planet-planet berevolusi mengintari Matahari dlm arah yg
sama dalam orbit elips, dan terletak pada bidang yang hampir
sama
NEBULA
Teori kabut atau Nebula


Nebula berotasi dengan lambat.
Karena sangat lambat, nebula menyusut. Kemudian
terbentuklah cakram datar di tengah-tengahnya.

Penyusutan berlanjut dan terbentuklah matahari di pusat
cakram.

Cakram berputar lebih cepat, akibatnya bagian tepi cakram
terlepas dan membentuk gelang-gelang bahan, kemudian
memadat menjadi planet .
Kelebihan Teori Kabut
Dapat menjelaskan
1. Orbit elips planet mengintari Matahari hampir datar
2. Planet-planet berevolusi dalam arah yang sama
3. Planet-planet berotasi dalam arah yang sama
(kecuali Uranus dan Venus)
Kelemahan Teori Kabut
Massa bahan yang membentuk gelang tidak cukup
untuk menghasilkan gravitasi, sehingga memadat
menjadi planet. (Sanggahan JC Maxwell &Sir James
Jeans)
Melanggar syarat 4 yaitu yang mempunyai
momentum sudut paling besar adalah planet-planet
bukan matahari. Dengan teori Nebula, matahari
mempunyai massa paling besar, sehingga
mempunyai momentum sudut paling besar pula.
(Sanggahan F.R Moulton)
Teori Planetesimal
Sebuah bintang berpapasan dengan matahari
karena tarikan gravitasi maka sebagian dari matahari
tertarik ke arah bintang itu.

Ketika bintang menjauh, lidah raksasa itu sebagian
jatuh ke matahari sebagian lagi terhambur menjadi
gumpalan kecil atau planetesimal.

Planetesilmal melayang di angkasa sebagai benda
dingin dalam orbit mengintari Matahari.
Ada sebagian materi dari matahari yang tertarik
bintang yang melintas dekat dengan Matahari
Kelemahan teori Planetesimal
Bahan yang terhambur dari Matahari bersuhu sangat
tinggi. (sampai 1.000.000
o
C).
Maka gas-gas yang terhambur dari Matahari akan
terpencar ke seluruh angkasa dengan ledakan hebat,
bukan memadat menjadi planet-planet sebagaimana yang
dinyatakan dalam teori planetesimal.
Teori Bintang Kembar
Teori ini hampir sama dengan teori planete-simal.
Dulu Matahari mungkin merupakan bintang kembar.
Kemudian bintang yang satu meledak menjadi kepingan-
kepingan.
Karena pengaruh gravitasi bintang yang satunya lagi, maka
kepingan-kepingan ini bergerak mengintari bintang itu dan
menjadi planet-planet, sedangkan bintang yang tidak
meledak menjadi matahari.
Teori Bintang Kembar
Bintang Kembar
Salah satu bintang
meledak
Teori Proto Planet
Proto (Yunani berarti primitif)
Dikimukakan oleh Carl Van Weizsaeker pada tahun
1940
Disempurnakan oleh Gerard P. Kuiper pada tahun
1950
Tata surya terbentuk dari gumpalan awan gas dan debu

Gumpalan awan memampat , dan partikel debu tertariok
kedalam menuju pusat awan, membentuk gumpalan bola,
dan mulai berotasi.
Rotasi semakin cepat, maka gumpalan mulai memipih
(menyerupai cakram).
Teori Proto Planet
Bagian tengah yang berpijar ini adalah protosun yang
ahrirnya menjadi Matahari.

Bagian tepi cakram berputar sangat cepat sehingga
terpecah-pecah menjadi banyak gumpalan gas dan debu.

Gumpalan kecil ini (proto planet) juga berotasi, akhirnya
membeku menjadi planet-planet dan satelitnya.
Teori Proto Planet