Você está na página 1de 108

1

HIDROKARBON
Senyawa Hidrokarbon = Senyawa karbon yang terdiri atas
unsur karbon dan hidrogen.
Senyawa karbon yang paling sederhana adalah metana dan
yang sangat kompleks diantaranya molekul DNA yang terdiri
atas jutaan atom, senyawa protein, polisakarida dan lain-lain.
Kekhasan atom karbon:
1. Atom C memiliki 4 elektronvalensi (Gol IV A) sehingga
dapat membentuk 4 ikatan kovalen.
2. Atom C dapat membentuk rantai karbon lurus
maupun bercabang.
3. Atom C dapat membentuk rantai C terbuka (alifatik)
maupun rantai tertutup (siklik).
4. Atom C dapat membentuk ikatan tunggal (ikatan
jenuh), rangkap 2 (gol alkena) dan rangkap 3 (gol
alkuna).
The difference between organic and inorganic compounds
Organic compound Inorganic compound
1. The reaction happens among
the molecules by easy-stages.
2. The boiling point and the
melting point are low.
3. If heated, it can be
decomposed easily.
4. Its molecules can make
isomeric structure.
5. Its solvent is commonly organic
compound.
1. The reaction happens
among the ions swiftly.
2. The boiling point and the
melting point are high.
3. It is stable when heated.
4. Its molecules cant make
isomeric structure.
5. Its solvent is commonly
water.
6
7
Alkana : senyawa organik yang miskin gugus fungsi
How to make alkana more useful in organic synthesis?
Functionalization
Alkana umumnya non polar dan tak reaktif
8
Review
Jenis pemutusan ikatan:
- homolitik (terjadi pada pelarut non polar dan fasa gas)



- heterolitik (terjadi pada pelarut polar dan terbatas pada situasi
di mana keelektronegatifan A dan B dan gugus-gugus
yang terikat pada mereka saling menstabilkan muatan
(+) dan (-))




Kestabilan radikal menentukan kekuatan ikatan C-H
Energi ikatan kekuatan berkurang : CH
4
> 1
o
C > 2
o
C > 3
o
C

Kestabilan radikal ditentukan oleh delokalisasi elektron di mana orbital p pada
pusat radikal overlapping dengan ikatan C-H di sebelahnya
hiperkonyugasi
>>>struktur hampir planar, dengan posisi elektron tunggal pada orbital p pada
posisi tegak lurus terhadap bidang molekul




A B A B +
A B A B +
9
Resonansi dan hiperkonyugasi:
- pada keduanya terjadi interaksi elektron pada orbital p yang memberikan
delokalisasi elektron stabil
- terdapat perbedaan pada tipe orbital:
pada resonansi tipe p overlap dengan orbital p
pada hiperkonyugasi overlap orbital-orbital ikatan tipe s





Kestabilan radikal
-pengaruh terjejalnya halangan antara substituen-substituen pada radikal
alkil sekunder dan alkil tersier (steric crowding) yang semakin leluasa
karena pengaruh perubahan geometri tetrahedral planar (dalam radikal)

(pada radikal tersier, substituen-substituen semakin berjauhan halangan
sterik makin berkurang, jadi makin stabil)
10
Rumus umum: C
n
H
2n + 2

CH
4
metana (natural gas, gas rawa (swamp)


CH
3
CH
3
(C
2
H
6
) ethana


CH
3
CH
2
CH
3
(C
3
H
8
) propana (LPG)


CH
3
CH
2
CH
2
CH
3
(C
4
H
10
) butana
75-85% CH
4

5-10% C
2
H
6

1-5% C
3
H
8

11
Isomers: normal and bercabang
n-butana
straight chain
Rantai bercabang
isobutana
CH
3
CH
2
CH
2
CH
3
CH
3
CH CH
3
CH
3
H
C
C
C
C
H
H H
H H
H H
H H
isomer
konstitutional
C
4
H
10

Pemantik butane :
5% n-butana
95% isobutana
Chem3D
12
C
5
H
12
n-pentana
isopentana
neopentana
CH
3
CH
2
CH CH
3
CH
3
CH
3
C
CH
3
CH
3
CH
3
CH
3
CH
2
CH
2
CH
2
CH
3
C
6
H
14
5 isomer
C
10
H
22
75 isomer
C
20
H
42
366,319 isomer
obviously need system of nomenclature
13
Contoh soal:
Gambarkan isomer konstitusional berikut.



C
6
H
14
(5)



C
7
H
16
(9)
Check Answer
14
Jawaban:


C
6
H
14
(5)




C
7
H
16
(9)
15
Jenis-jenis karbon dalam senyawa:
CH
3
CH
CH
3
CH
2
CH
3
methyl carbons
methylene carbon
methine carbon
16
Senyawa hidrokarbon hanya mengandung karbon dan hidrogen
Hidrokarbon jenuh : ikatan tunggal (ikatan s) . Alkana C
n
H
2n+2

Hidrokarbon tak jenuh : mengandung ikatan ganda (ikatan p) C
n
H
2n

Hidrokarbon alifatik : rantai terbuka (lurus atau bercabang)
Hidrokarbon siklik : C
n
H
2n
Cincin atau ikatan rangkap mengurangi 2 H pada ikatan rangkap atau tiap cincin
Contoh:
CH
3
CH
2
CH
2
CH
3
CH
3
CH
2
CH=CH
2
C
4
H
10
C
4
H
8
C
4
H
8
C
n
H
2n


mengandung 1 double bond equivalen (DBE) atau 1 ikatan rangkap
atau1 cincin
C
n
H
2n-2
mengandung 2 double bond equivalen (DBE) atau 1 ikatan rangkap,
1 cincin, 2 ikatan rangkap, atau 2 cincin

17
Tatanama IUPAC
Rantai induk: normal alkana
Rantai induk:
CH
4
metana n-C
11
H
24
undekana
CH
3
CH
3
etana n-C
12
H
26
dodekana
CH
3
CH
2
CH
3
propana n-C
13
H
28
tridekana
CH
3
(CH
2
)
2
CH
3
butana n-C
14
H
30
tetradekana
CH
3
(CH
2
)
3
CH
3
pentana
CH
3
(CH
2
)
4
CH
3
heksana n-C
20
H
42
ikosana
n-C
7
H
16
heptana n-C
30
H
62
triakontana
n-C
8
H
18
oktana n-C
40
H
82
tetrakontana
n-C
9
H
20
nonana
n-C
10
H
22
dekana etc.
Nama sistematik: {rantai samping}rantai induk{suffix}
know
to here
(teens)
Tatanama IUPAC (tatanama sistematik
Trivial
18
Substituent: gugus alkil
CH
3
CH
3
CH
2
CH
2
CH
3
CH
2
CH
2
CH
2
CH
3
CH CH
2
CH
3
CH
3
CH
2
CH
3
CH CH
3
CH
3
CH
2
CHCH
3
CH
3
C CH
3
CH
3
methyl group
ethyl group
propyl
isopropyl
butyl sec-butyl
isobutyl
tert-butyl
19
Aturan IUPAC
1. Tentukan rantai terpanjang yang kontinu (straight) =rantai
induk
2. Beri nomor rantai induk, dengan no rendah ada pada karbon
yang tersubstitusi




3. Dua atau lebih gugus yang identik diberi nama di, tri, tetra dll
CH
3
CH
2
CH
2
CH
2
CH
CH
2
CH
3
CH
3
Rantai terpanjang 7 (not 6).
3-metilheptana. .
2,3,6-trimetilheptana (not 2,5,6-trimetil
heptana)
2,2,6,6,7-pentametiloktana (not
2,3,3,7,7-pentametiloktane)
20
4. Gugus yang berbeda diurut secara alfabetis (di, tri, tetra,
etc. dont count; n, sec, tert dont count; iso does).






5. Jika penomoran sama untuk arah yang berbeda, pilih
penomoran yang mengikuti alfabetis
6-etil-5-isopropil-2,2-dimetiloktana
5-etil-6-metildekana
21
6. Jika dua atau lebih rantai sama panjangnya, pilih rantai yang
memiliki jumlah substituen terbesar





7. Rantai samping kompleks (biasanya > 4 carbon) diberi nama
sistematis
a. mulai penomoran pada karbon yang terikat pada rantai induk
b. nama ditulis dalam tanda kurung
c. Huruf pertama diurut alfabetis, (regardless of what it is)
2,4,6-trimetil-5-propiloktana
4-(1,2-dimethylpropyl)-3-(1-methylethyl)-
decane
1
2
3
1
2
JENIS ATOM C DALAM SENYAWA HIDROKARBON
Terdapat 4 jenis atom C ( karbon ) dalam senyawa
hidrokarbon.
1. Atom C primer ialah atom C yang mengikat 1
atom C lain.
Contoh :
2. Atom C sekunder ialah atom C yang mengikat 2
atom C lain.
Contoh :
3. Atom C tersier ialah atom C yang mengikat 3 atom C lain.
Contoh :
4. Atom C kuarterner ialah atom C yang mengikat 4
atom C lain. Contoh :

24
Soal. Beri nama senyawa berikut:
Check Answer
25
Jawaban
6-etil-2,2,5,7-tetrametilnonana (not
6,7-dietil-2,2,5-trimetiloktana. :)
8-sec-butil-7-tert-butil-4-isopropildodecana
(hyphenated words arent alphabetized).
OR
7-(2,2-dimetiletiyl)-4-(1-metiyletil)-
8-(2-metilpropiyl)dodecana
26
SIKLOALKANA
CH
2
CH
2
H
2
C
=
siklopropana
RUMUS UMUM
C
n
H
2n

etilsiklobutana
1-isopropil-3-metilsiklopentana
27
Soal : Berilah nama senyawa-senyawa di bawah ini
Check Answer
28
1,1,2-trimetilkloheksana
4-sikopentil-2,3-dimetilheksana
1,2-disiklopropiletana
29
Hubungan struktur dan sifat senyawa:
Antaraksi intermolekular : Gaya London (or van der Waals) (lemah)
Gaya London = antaraksi dipol-dipol yang lemah antar molekul non polar
Gaya Van der Waals = antaraksi berbagai dipol-dipol secara kolektif
b.p.
CH
4
-160C
C
2
H
6
-89
C
3
H
8
-42
n-C
4
H
10
-0.4
n-C
5
H
10
36
Percabangan titik didih rendah
-0.4C -10.2C
36C 28C 9C
vs
greater surface area
for attraction
Chem3D
Senyawa non polar, larut dalam pelarut non polar (dietil eter, benzena)
30
Sifat kimia dari alkana (reaksi alkana)
Alkana kurang reaktif = parafin (parum afin = afinitas kecil)
A. Pembakaran (Combustion)
C
8
H
18
+
Heats (enthalpies) of combustion: H
comb

More branched isomers have lower DH
comb
, are more stable.
1307.5 kcal 1306.3 kcal 1304.6 kcal 1303.0 kcal
~ ~ ~ ~
~
~ ~ ~
CO
2
+ H
2
O
31
B. Reaksi halogenasi

250
o
C 400
o
C
sinar
CH
4
+ X
2
CH
3
X + HX

Reaktivitas X
2
: Cl
2
> Br
2
(iodinasi tak terjadi)
H : 3
o
> 2
o
> 1
o

250
o
C 400
o
C
sinar
CH
4
+ Cl
2
CH
3
Cl + HCl

32
B. Reaksi oksidasi dan reduksi dalam senyawa organik
H
3
C CH
3
H
2
C CH
2
HC CH
oxidation
fewer C-H bonds

reduction
more C-H bonds
H
2
C=CH
2
+ H
2
O
2
HOCH
2
CH
2
OH

H
2
C=CH
2
+ H
2
O CH
3
CH
2
OH

H
2
C=CH
2
+ H
2
CH
3
CH
3

33
Penentuan bilangan oksidasi ]
1. Untuk setiap atom dalam ikatan, atom elektropositif
bilangan oksidasinya +1, dan atom yang elektronegatif
bilangan oksidasi -1
(If the atoms are the same, each atom gets a 0.)






2. Jumlah atom total
.
C O
Cl
-1
+1
-1
+1
H
-1
-1
+1
+1
C O
Cl
-1
+1
-1
+1
H
-1
-1
+1
+1
Oxidation number of carbon is
+1 +1 +1 -1 = +2
34
Soal : tentukan bilangan oksidasi untuk karbon dalam tiap
molekul






Check Answer
H C N
C
H
H
Br
C
O
O H
1 2
C
H
H
OH
Cl
35
Jawaban:







H C N
C
H
H
Br
C
O
O H
1 2
C
H
H
OH
Cl
C = +2
C
1
= +3; C
2
= -1
C = 0
36
Tentukanlah apakah reaksi berikut oksidasi, reduksi
atau bukan keduanya.
Check Answer
H
2
C CH
2 +
Br
2
H
2
C CH
2
Br Br
H
2
C CH
2 + H
2
O
C
H
H
H
C
H
H
OH
37
Jawaban:
Check Answer
H
2
C CH
2 +
Br
2
H
2
C CH
2
Br Br
H
2
C CH
2 + H
2
O
C
H
H
H
C
H
H
OH
Oxidation: Each carbon
changes from a -2 to a -1.
Neither. One carbon changes from a -2 to a -3 (gets
reduced), but the other carbon goes from a -2 to a -1
(gets oxidized.) No net change.
38
B. Reaksi halogenasi
250
o
C 400
o
C
sinar
CH
4
+ X
2
CH
3
X + HX

C H H
H
H
C H H
OH
H
C
O
H H
C
O
H OH
C
O
O
oxidation
more C-O bonds, fewer C-H bonds

reduction
fewer C-O bonds, more C-H bonds
ALKENA
Rumus Umum : Cn H2n
Alkena merupakan senyawa hidrokarbon tak jenuh dengan
ikatan rangkap dua.
Contoh :
C
2
H
4
: Etena
C
3
H
6
: Propena
C
4
H
8
: Butena
C
5
H
10
: Pentena
Tata Nama Alkena:

1. Rantai utama harus terpanjang dan mengandung ikatan rangkap.
2. Penomoran pada rantai C induk dimulai dari ujung yang terdekat
dengan ikatan rangkap.
3. Rantai utama diberi nama dengan akhiran ena.
4. Jika pada alkena terdapat dua atau tiga ikatan rangkap, maka pada
nama diberi akhiran diena atau triena.

Contoh: C
4
H
8
memiliki 3 isomer struktur
H
2
C = CH CH
2
CH
3
1-butena
H
3
C - CH = CH CH
3
2-butena
H
2
C = C CH
3
2-metilpropena
I
CH
3


Jika dalam satu molekul terdapat lebih dari satu gugus fungsi,
maka dalam penamaannya perlu memperhatikan deret prioritas
gugus fungsi. Gugus fungsi yang prioritasnya lebih tinggi
digunakan sebagai induk, sementara yang lainnya dianggap
sebagai cabang (substituen). Berikut ini urutan prioritas gugus
fungsi senyawa organik.
COOH>COOC>COX>CONR2>CN>COH>COOH>>SH>NR2
> C=C > CC
B. Beri nama senyawa Hidrokarbon tak jenuh berikut :
=> Perbedaan pada posisi ikatan rangkap,
posisi cabang atau karena perbedaan
kerangka atom C
Contoh : Senyawa dengan rumus C
4
H
8

1-butena
Isomer Pada Alkena
Isomer struktur
Isomer
struktur

Isomer geometri
CH
2
CH CH
2
CH
3
CH
3
CH CH CH
3
CH
2
C CH
3
CH
3
2-butena
2-metil-1-propena
Isomer Pada Alkena
Isomer struktur

Isomer geometri
C
4
H
8

3 isomer
C
5
H
10

5 isomer
C
6
H
12

13 isomer
45
II. Hubungan struktur-sifat
Similar to alkanes, haloalkanes.
Cl
C
H
C
H
Cl
Cl
C
H
C
Cl
H
m = 1.7 D
b.p. = 60c
m = 0 D
b.p. = 48c
A. Polaritas
46
B. Stabilitas
1. Lebih tersubstitusi = lebih stabil derajat substitusi
R
C
R
C
R
R
R
C
R
C
H
R
H
2
C CH
2
> > > > RCH CHR
R
2
C CH
2
,
RCH CH
2
2. trans lebih stabil daripada cis (stereokimia)
steric repulsion
Chem3D
C C
H
H H
H
H
H
H
H
C C
H H
H H
H H
H H
2. Alkena terkonyugasi lebih stabil daripada alkena terisolasi
47
Struktur
Terdiri dari dua atom C terhibridisasi sp2 yang terikat satu sama lain via
Ikatan p dan s

Geometri molekul ~ planar



Kereaktifan
Ikatan p merupakan daerah dengan kerapatan elektron tinggi = nukleofil
Alkena mengalami reaksi adisi, di mana ikatan p jadi dua ikatan s baru
48
I. Hidrogenasi pada alkena = reduksi dari ikatan p
C C + Y Z
C C
Y Z
Reaksi adisi
C C +
C C
H H
H
2
Pt, Pd,
or Ni
catalyst
OH
O
OH
O
H
2
, Ni
Asam oleat
(tak jenuh)
Asam stearat
(jenuh)
REAKSI PADA ALKENA
49
C C +
C C
H H
H
2
Pt
DH ~ -30 kcal/mol
DH
-30.1 kcal
-28.1
-27.2
-27.8
-26.7
Lebih tersubstitusi lebih stabil.
50
27.2
28.1
30.1
26.7
27.8
0
0
less stable
more stable
51
B. Stereokimia dari hidrogenasi
C C
Y
Z
C C
C C
Y Z
YZ YZ
anti addition syn addition
Catalytic hydrogenation proceeds by syn addition:
CH
3
CH
3
H
H
H
2
Pt
52
Soal
Tuliskan produk untuk reaksi berikut.
H
2
Pt
H
H
53
II. Adisi elektrofilik
Loose p electrons adalah nukleofil (Lewis bases),
bereaksi dengan elektrofil (Lewis acids).
C C
Y Z
C C
Y
C C
Y Z
Z

-
nucleophile
electrophile
Ikatan p yang lemah berubah menjadi 2 ikatan s baru yang lebih kuat

Kenali atom elektrofilik yang akan terikat, karena akan masuk/
mengadisi pada posisi yang sedikit tersubstitusi, sehingga akan
mengontrol regioselektivitas reaksi
54
C C
H X
H X + C C
A. Adisi dengan hidrogen halida
(X = Cl, Br, I)
Reactivitas: HI > HBr > HCl >> HF (asam lebih kuat = electrofil lebih baik

+
X
C C
H X
C C
H
H X
C C
RLS
fast
Br
HBr
I
HI
55
1. Aturan Markovnikov
Pada adisi HX ke alkena, H pergi ke karbon yang lebih banyak H nya

CH
3
CH CH
2
CH
3
CH
Br
CH
3
CH
3
CH
2
CH
2
Br
but not
HBr
HI
HCl
HBr
HI
Soal : gambarkan produk dari tiap reaksi berikut ini
I
Cl
Br
I
I
and
56
2. Mekanisme
Interpretasi dari aturan Markovnikov :
Reaksi menghasilkan produk yang mempunyai karbokation
intermediat yang lebih stabil
CH
3
CH CH
2
CH
3
CH CH
3
CH
3
CH
2
CH
2
H
Br
Br
Br
Br
Br
2 carbocation
more stable
1 carbocation
less stable
57
2. Mekanisme
+ HBr
Br
Br
Rendah E
a

Laju
pembentukan
cepat
Br
Br
58
3. Penataan ulang karbokation
Br
Br
+
HBr
HBr
H
1,2-H shift
Br
Br
Br
Br
59
3. Penataan ulang karbokation
Cl
Cl
+
HCl
Soal
Tuliskan produk utama reaksi berikut:
HBr
HCl
HCl
Br
Cl
Cl
Membentuk karbokation tersier
-tak ada penataan ulang.
Membentuk karbokation sekunder,
Penataan ulang ke karbokation tersier melalui
pergeseran hidrida
Membentuk karbokation sekunder,
Penataan ulang ke karbokation tersier melalui
pergeseran metida
60
4. Adisi Radikal bebas- HBr
+ HBr
Br
Br
no
peroxides
peroxides
Orientasi Markovnikov
Orientasi antiMarkovnikov
(peroxide effect)
61
4. Adisi Radikal bebas- HBr
Mekanisme rantai radikal:
D
R O O R 2 RO
RO Br + HBr ROH +
C
Br
C + HBr C
Br
C
H
+ Br
C C Br +
C
Br
C
net: C C + HBr
C
Br
C
H
Inisiasi
Propagasi
62
Br
Br
Br
3
1
Br
HBr
Reaction proceeds through
more stable radical intermediate.
63
Bandingkan: adisi HBr tanpa dan dengan peroksida

Br
Br
Br
HBr
(H
+
)
HBr
perox
(Br )
Br
HBr
More stable intermediate
in both cases.
Markovnikov
orientation
antiMarkovnikov
orientation
Regiochemical control
64
Soal : Berikan produk utama dari reaksi berikut
.
HBr
HBr
peroxides
HBr
HBr
peroxides
Br
Br
Br
Br
goes Markovnikov via
electrophilic reaction

goes anti-Markovnikov
via radical reaction

rearranges to more
stable carbocation

goes anti-Mark via free
radical, no rearrangement
65
B. Adisi dengan asam sulfat (industrial)
C C
+ H
2
SO
4
C
H
C
OSO
3
H
C
H
C
OH
H
2
O
D
alkil hidrogen
sulfat
overall:
hidrasi
H
2
SO
4
H
2
O
D
OSO
3
H OH
Markovnikov
orientation
66
C C
+ H
2
O
H
+
C
H
C
OH
reverse of dehydration
(Le Chtelier)
OH
H
2
O
H
2
SO
4
Markovnikov
OH
2
OH
H
+
H
2
O
-H
+
-H
+
-H
2
O H
+
Principle of microscopic reversibility
67
D. Adisi dengan halogen
C C
C
X
C
X
+ X
2
(X = Cl or Br)
a vicinal dihalide
Stereoselective anti addition:
Br
Br
Br
2
CCl
4
trans only
68
D. Adisi dengan halogen
Mekanisme : halonium ions
C C
C C
Br
C
Br
C
Br
Br
Br
Br
cyclic bromonium ion
Br
Br
Br
Br Br
Br
anti addition
trans product
69
E. Pembentukan halohidrin
C C
C
X
C
OH
X
2
H
2
O
+ HX
vicinal halohydrin
Br
Br
C
Br
C
OH
2
C C
Br
C C
H
2
O
-H
+
C
Br
C
OH
anti addition
Br
OH
Br
2
H
2
O
70
II. Adisi Elektrofilik
E. Pembentukan halohidrin
Regioselektif:
Cl
OH
OH
Cl
but not
Cl
2
H
2
O
Cl Cl Cl
major
contributor
larger
contributor
than 1 cation
Cl
Cl
71
Cl

+
Cl
OH
2
OH
2
Hibridisasi resonansi :
C yang lebih tersubstitusi,
mengandung muatan + yang lebih besar
sehingga lebih kuat tarikannya terhadap
nukleofil
72
CH
3
Br
OCH
3
CH
3
Br
O
CH
3
H
Br
Br
2
CH
3
OH
CH
3
OH
Br
Br
-H
+
Nukleofil lain :
73
Soal. Tuliskan produk, tunjukkan stereokimianya bila ada

Br
2
CCl
4
Br
2
H
2
O
Br
2
CH
3
CH
2
OH
CCl
4
BrCl
Br
Br
OH
Br
OCH
2
CH
3
Br
Br
Cl
Br
-
adalah nukleofil



H
2
O adalah nukleofil


Etanol adalah nukleofil


Yang menarik!
Br
+
adalah elektrofil,
Karena kurang elektronegatif;
Cl
-
adalah nukleofil
74
III. Reaksi lain dari Alkena
A. Hidroborasi-oksidasi
C C
C
H
C
BR
2
C
H
C
OH
R
2
BH
H
2
O
2
OH
-
Boron
hidrida
Organoboran
Orientasi antiMarkovnikov
stereoselectif syn addition
Tak ada penataan ulang
B OH
+ B
2
H
6
H
2
O
2
OH
-
6 2 6
+ 2 B(OH)
3
)
3

CH
3
OH
H
1) B
2
H
6
2) H
2
O
2
, OH
-
anti-Markovnikov
syn addition
75
Mekanisme :
CH
3
CH CH
2
B
2
H
6
2 BH
3
H BH
2

-
diborane borane
more
electropositive
than H
H BH
2
CH
3
CH CH
2
BH
2
H

+
CH
3
CH CH
2
H BH
2

+
OH
more substituted C
bears larger
+
syn addition
antiMarkovnikov
Reaksi ini berlangsung serentak C-B dan C-H seiring dengan putusnya
C=C dan B-H
76
p
H
BH
2
p
H
BH
2
p
H
BR
2
HOO H
B
R
R
O O H
H B
R
R
O
HO
H
O
O H H
H
OH
Mekanisme :
77
Kontrol Regiokimia dalam sintesis:
OH
OH
H
2
O
H
2
SO
4
1) B
2
H
6
2) H
2
O
2
, OH
-
Markovnikov
antiMarkovnikov
78
Soal. Tuliskan produk untuk reaksi-reaksi berikut.
1. B
2
H
6
2. NaOH, H
2
O
2
H
2
SO
4
H
2
O
OH
OH
anti-Markovnikov



Markovnikov
79
B. Epoksidasi
C C + R C
O
O OH C C
O
+ R C
O
OH
peroxy acid
epoxide
CH
3
C
O
O OH
peroxyacetic acid
m-chloroperoxybenzoic acid
(mCPBA)
O
O
OH
Cl
O
O
O
epoksietana (etilen oksida)

1,2-epoksipropana (propilen oksida)

1,2-epoksisikloheksana (sikloheksana oksida )
80
Stereospecific syn adisi:
CH
3
CO
3
H
"
O
H
3
C CH
3
H H
O
H
3
C H
CH
3
H
cis-2,3-epoksibutana
trans-2,3-epoksibutana
81
C. Ozonolisis
C C C O C O +
1) O
3
2) H
2
O, Zn
R
C
R
C
R
H
R
C
R
O
R
C O
H
+
R
C
R
C
H
H
R
C O
R
H
C O
H
+
"
"
ketone aldehyde
ketone formaldehyde
Pemutusan
Oksidatif
82
Sintesis :
Analysis:
1) O
3
2) H
2
O, Zn
H
O
O
1) O
3
2) H
2
O, Zn
unknown
alkene
O
H
O
H
O
H
O
+ +
Question 6-10. What is the structure of the alkene
if ozonolysis produced the following:
Check Answer
83
III. Other Reactions of Alkenes
C. Ozonolysis
1) O
3
2) H
2
O, Zn
unknown
alkene
O
H
O
H
O
H
O
+ +
Answer 6-10. What is the structure of the unknown alkene if ozonolysis
produced the following:
The fragments are colored to make it easier to see how they go together. The
fragment with two carbonyls must contain two double bonds. The alkene is
2,7-dimethyl-2,4-octadiene. It is impossible to determine whether the
diene is E or Z.
C
O
H C
O
H
O
C
CH
3
CH
3
C
O
H
CH
2
CH
CH
3
CH
3
C
C
C
CH
3
CH
3
C
CH
2
CH CH
3
CH
3
H
H
H
+
+
84
D. Polimerisasi
H
2
C CH
Y
radical
initiator
CH
2
CH
Y
n
monomer polymer
n = 1000s 10,000s
radical initiators: O
2

O O
O
O
O
O
di-t-butyl peroxide
benzoyl peroxide
85
monomer polimer
H
2
C CH
2
CH
2
CH
2
n
n
CH
2
CH
CH
3
H
2
C CHCH
3
H
2
C CHCl CH
2
CH
Cl
n
n
CH
2
CH H
2
C CHPh
polietilen

polipropilen (poly)


poli(vinil klorida) (PVC, vinil)


polistiren
86
monomer polimer
n
CH
2
C
Cl
Cl
H
2
C CCl
2
H
2
C CHCN CH
2
CH
CN
n
n
CF
2
CF
2
F
2
C CF
2
Saran


Orlon


polytetrafluoroethylene
(PTFE, Teflon)
87
Free-radical chain polymerization:
ROOR
D
2 RO
RO + CH
2
CH
R
RO CH
2
CH
R
Markovnikov
RO CH
2
CH
R
CH
2
CH
R
+ RO CH
2
CH
R
CH
2
CH
R
RO CH
2
CH
R
CH
2
CH
R
+ CH
2
CH
R
etc.
Initiation
Propagation
head to tail polymerization
88
Summary: Reaksi pada alkena
H
2
Pt
HBr
HBr
peroxides
H
2
O
H
2
SO
4
Br
2
CCl
4
Br
2
H
2
O
1) B
2
H
6
2) H
2
O
2
, OH
-
mCPBA
Tuliskan produk dari reaksi berikut, termasuk stereokimianya bila ada
CH
3
CH
3
OH
Br
OH
O
CH
3
CH
3
OH
Br
Br
Br
Br
89
Br
Br
H
O O
OH
OH
Br
HO
Summary: Reaksi pada alkena
Tuliskan pereaksi pada reaksi berikut
H
2
O
H
2
SO
4
HBr
HBr
peroxides
1. B
2
H
6
2. H
2
O
2
, OH
-
1. O
3
2. H
2
O, Zn
Br
2
H
2
O
ALKUNA
Rumus Umum : C
n
H
2n-2
Alkuna merupakan senyawa hidrokarbon tak
jenuh dengan ikatan rangkap tiga.
Contoh :
C
2
H
2
: Etuna
C
3
H
4
: Propuna
C
4
H
6
: Butuna
C
5
H
8
: Pentuna
Tata Nama Alkuna:

1. Rantai utama harus terpanjang dan mengandung
ikatan rangkap 3.
2. Penomoran pada rantai C utama dimulai dari
ujung yang terdekat dengan ikatan rangkap 3.
3. Rantai utama diberi nama sesuai nama alkana
tetapi berakhiran una.



Isomer struktur => Perbedaan pada posisi ikatan rangkap, posisi
cabang atau karena perbedaan kerangka atom C
Contoh : Senyawa dengan rumus C
4
H
6

1-butuna
Isomer Alkuna
Isomer struktur

2-butuna
CH C CH
2
CH
3
CH
3
C C CH
3
C
4
H
6

2
isomer
C
5
H
8

3
isomer
Tatanama Alkena dan Alkuna
Mengacu sistem IUPAC, alkena diberi nama dg mengganti akiran ana dari
alkana dg ena (jika memp 2 ikatan rangkap maka disebut diena, sementara
hidrokarbon dg 3 ikatan rangkap 2 disebut triena. Alkuna diberi akhiran
una
Rantai terpanjang: rantai utama yg mengandung ikatan rangkap 2 atau 3
Pemberian nomor dimulai dari C ujung yg paling dekat dg ikatan rangkap
H
3
CH
2
CHC
CCH
3
CH
3
2-metil-2-pentena
H
2
C
CCH CH
2
CH
3
2-metil-1,3-butadiena
H
3
CC CCH
3
2-Butuna
H
3
CC CCH
2
CH
3
C CH
C C
H
3
C
H CH
3
H
trans-2-butena
Sifat Fisika Alkena dan Alkuna
Alkena dan alkuna relatif lebih reaktif daripada alkana,
namun tidak luar biasa polar
Dg demikian sifat fisiknya hampir sama dg alkana
Kepolaran alkuna > alkena > alkana
Baik alkana, alkena, dan alkuna tidak larut dlm air
Sintesis Alkena
Alkena dpt disintesis dari alkilhalida dan basa kuat melalui
reaksi eliminasi bimolekuler(E2)

HO
H
H
2
C CHCH
3
Br
+
Kalor
HOH
+
H
2
C CHCH
3
+ Br
-
(CH
3
)
2
CHOH
H
2
SO
4
100
o
C
H
3
CHC CH
2
+ H
2
O
Mekanisme Reaksi Sintesis Alkena
CH
OH
H
3
C CH
3
Tahap 1. protonasi
H
CH
OH
2
H
3
C CH
3
-H
2
O
H
C
H
3
C CH
3
Tahap 2. Lepasnya H
+
H
C
H
2
C CH
3
H
H
C
H
2
C CH
3
H
-H
+
H
C
H
2
C
CH
3
Sintesis Alkuna
RHC CHR
Br Br
OR dalam etanol
-HBr
RHC
CR
Br
RHC
CR
Br
NaNH
2
, KOH pekat + Kalor
-HBr
RC CR
Alkuna dpt disintesis dari alkilhalida dan basa kuat melalui 2
reaksi eliminasi bimolekuler(E2)

Adisi Halogen Halida pada Alkena dan
Alkuna
H
2
C CH
2
+ HX
CH
3
CH
2
X
etil halida
HC CH
HX
H
2
C CHX
HX
CH
3
CHX
2
H
2
C CH
2
H Cl
H
2
C CH
2
H
+ Cl
H
2
C CH
2
H
+ Cl
H
2
C CH
2
H
Cl
Reaksi adisi kebalikan dari reaksi eliminasi
Mekanisme reaksi adisinya (substitusi elektrofilik)
Refresh
H
3
CHC CH
2
HCl
(adisi)
Aturan Markonikov
H
3
CHC CH
2
HCl
H
3
CHC CH
2
Cl
H
bukan
H
3
CHC CH
2
H
Cl
2-kloro propana
(H
3
C)
2
C CHCH
3
HBr
(H
3
C)
2
C CHCH
3
Br
H
Dalam reaksi adisi HX kepada alkena tak-simetris, H
+
dari HX
menuju ke karbon berikatan rangkap yg telah lebih banyak
memiliki hidrogen
Contoh

Penalaran Aturan Markonikov
H
3
CHC CH
2
H
+
H
3
CHC
CH
2
H
Keadaan transisi
H
3
CH
2
C CH
2
Karbokation (C
+
) primer tdk stabil
H
3
CHC CH
2
H
+
H
3
CHC
CH
2
Keadaan transisi
H
H
3
C
C
H
CH
3
C
+
sekunder lebih stabil
Penalaran aturan Markonikov dilakukan dg mempelajari
mekanisme reaksi adisi HX pada alkena, dg didasarkan pada
kestabilan karbokation
Tingkat kestabilan karbokation tersier > sekunder > primer
H
3
CHC CH
2
H
+
H
3
C C
H
CH
3
Cl
H
3
CHC CH
2
Cl
H
2-kloro propana
(H
3
C)
2
C CHCH
3
(H
3
C)
2
C CHCH
3
Br
H
H
+
(H
3
C)
2
C CH
2
CH
3
Jadi
Adisi Halogen (Br
2
dan Cl
2
) pada
Alkena dan Alkuna
Jika Br
2
dan ikatan pi mulai bergabung, elektron pi dapat
menyebabkan Br
2
terpolarisasi sehingga ujung molekul
bromida sebagian positif dan ujung lainya (parsial) negatif

Langkah 1.
C C
R
R
R
R
Br Br
C C
R
R
R
R
Br
ion bromonium
+ Br
Langkah 2. masuknya Br
C C
R
R
R
R
Br
Br
C C
R
R
R
R
Br
Br
dibromo alkana
Adisi Halogen dan Air
Jika alkena + Br
2
ato Cl
2
+ air Camp. Adisi 1,2-
halohidrin
contoh

H
3
CHC CH
2
+ Br
2
+ H
2
O
H
3
CHC CH
2
Br OH
1-Bromo-2-propanol
+ HBr
(1,2-bromohidrin)
Mekanismenya:
H
3
CHC CH
2
Br Br
-Br
H
3
CHC CH
2
Br
OH
H
3
CHC CH
2
Br
OH
H
-H
+
H
3
CHC CH
2
Br
OH
Contoh soal
Selesaikan reaksi berikut dg menunjukkan intermediet
bermuatan positif!
H
3
CHC
CCH
3
CH
3
+ Br
2
CCl
4
a.
b. H
3
CHC
CCH
3
CH
3
+ Br
2
+ H
2
O
Adisi H
2
SO
4
dan H
2
O pada alkena dan
alkuna

H
2
SO
4
berfungsi sebagai katalisator yg merupakan seny
asam pengadisi ikatan rangkap
Mekanisme reaksinya:

H OSO
3
H H
+
+ OSO
3
H
H
3
CHC CH
2
CH
3
CHCH
3
OH
CH
3
CHCH
3
OH
H
-H
+
CH
3
CHCH
3
OH
2-propanol
Contoh Soal
Selesaikan reaksi berikut dan apa produk utamanya!





Tuliskan persamaan reaksi yg memperlihatkan bagaimana
membuat senyawa berikut:
H
3
CH
2
CHC CH
2 + H
2
O
H
+
a.
b.
CH
2
CH
3
+ H
2
O
H
+
CH
OH
CH
2
CH
2
CH
2
CH
3
H
3
C
MANFAAT ALKANA-ALKENA-ALKUNA
DALAM FARMASI
Bahan baku (reagensia)
pembuatan senyawa
farmasi
Bahan baku pembuat
adjuvant sediaan farmasi
seperti pelarut,
pensuspensi, dll



108