Você está na página 1de 2

http://sakriahakka.blogspot.com/2012/07/analisis-pekerjaan.

html
Analisis Pekerjaan
Analisis pekerjaan adalah proses pengumpulan dan pemeriksaan atas aktivitas kerja pokok di dalam
sebuah posisi serta kualifikasi yang diperlukan untuk melaksanakan aktivitas tersebut. Analisis pekerjaan
haruslah dilaksanakan sebagai langkah awal dalam proses perekrutan. Analisis pekerjanaan mencakup
tiga komponen, yaitu : 1. Deskripsi pekerjaan Deskripsi pekerjaan menjelaskan dalam bentuk tertulis
mengenai nama pekerjaan, apa yang akan dilakukan, di mana akan melakukannya, dan bagaimana
melakukannya. Walaupun format deskripsi pekerjaan sangat variatif, sebagian besar deskripsi pekerjaan
berisi seksi-seksi mencakup hal-hal berikut : nama pekerjaan, ringkasan deskripsi pekerjaan, daftar tugas
dan tanggung jawab, dan penjelasan hubungan organisasional yang terkait dengan pekerjaan. 2.
Spesifikasi pekerjaan Spesifikasi pekerjaan menetapkan kualifikasi minimal yang dapat diterima yang
harus dimiliki oleh pemangku jabatan untuk melaksanakan pekerjaan secara berhasil. Spesifikasi
pekerjaan mengidentifikasi pengetahuan, keahlian, pendidikan, pengalaman, sertifikasi, dan
kemampuan yang dibutuhkan untuk menunaikan pekerjaan secara efektif. 3. Standar kinerja pekerjaan
Analisis pekerjaan menyediakan suatu ringkasan kewajiban dan tanggung jawab pekerjaan,
hubungannya dengan pekerjaan yang lain, pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan, dan kondisi
kerja di bawahnya pekerjaan tersebut dilaksanakan. Hasil analisis pekerjaan merupakan masukan
terhadap banyak aktivitas sumber daya manusia. Analisis pekerjaan yang disusun, dirancang, dan
diimplementasikan dengan baik berpotensi menyediakan basisi informasi yang berfungsi tidak hanya
satu tujuan, tetapi beberapa tujuan. Manfaat analisis pekerjaan adalah untuk : desain organisasi, telaah
dan perencanaan kinerja pegawai, suksesi manajemen, pelatihan dan pengembangan, jalur karir, kriteria
seleksi, dan evaluasi pekerjaan. Analisis pekerjaan bertujuan untuk menyediakan bagi manajemen suatu
pemahaman yang mendalam tentang isi dan persyaratan sebuah posisi atau pekerjaan. Tahap analisis
pekerjaan terdiri dari : 1. Mempelajari organisasi 2. Menentukan pekerjaan yang akan dianalisis 3.
Membuat kuesioner analisis pekerjaan 4. Mengumpulkan informasi analisis pekerjaan. Karena analisis
pekerjaan merupakan batu penjuru untuk semua fungsi sumber daya manusia, kebutuhan akurasi dan
aktualisasi setiap posisi di dalam organisasi adalah penting. Aspek pekerjaan yang dapat dianalisis
meliputi : keluaran pekerjaan, aktivitas tugas yang dilakukan, kompetensi, struktur balas jasa. Teknik
pengumpulan informasi analisis pekerjaan yang dapat digunakan meliputi : observasi, wawancara,
kuesioner, dan catatan harian karywan. Tidak satupun dari teknik tersebut yang terbaik pada semua
situasi, masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan. Teknik yang tepat pada setiap situasi akan
tergantung pada sejumlah faktor, seperti bentuk pekerjaan yang sedang dianalisis, sumber daya yang
tersedia untuk pelaksanaan analisis pekerjaan, dan ukuran organisasi. Kriteria teknik analisis pekerjaan
meliputi : 1. Keandalan 2. Validitas 3. Kemamputerimaan 4. Daya guna Secara umum terdapat dua
pendekatan untuk meneliti jabatan manajerial, yaitu : pendekatan isi perilaku dan pendekatan aktivitas
pekerjaan. Pendekatan isi perilaku mencari jawaban terhadap pertanyaan : perilaku biasa apa yang
manajer terlibat ketika mereka melaksanakan tanggung jawabnya?. Sedangkan pendekatan aktivitas
pekerjaan mempertanyakan : Aktivitas atau proses apa yang biasa ditemukan di antara pekerjaan-
pekerjaan manajerial? Deskripsi pekerjaan merupakan produk yang pertama dan langsung dari analisis
pekerjaan. Deskripsi pekerjaan adalah dokumen yang menyediakan informasi mengenai kewajiban,
tugas dan tanggung jawab dari pekerjaan. Tujuan deskripsi pekerjaan adalah menyediakan informasi
oraganisasional dan struktural disamping informasi fungsional. Spesifikasi pekerjaan menentukan
persyaratan minimal yang dapat diterima yang dibutuhkan dari karyawan agar dapat melaksanakan
pekerjaannya dengan baik. Spesifikasi pekerjaan haruslah hanya mencakup kualifikasi yang jelas-jelas
berhubungan dengan kinerja pekerjaan. Tujuan spesifikasi pekerjaan adalah untuk menentukan
karakteristik personalia yang sahih untuk penyeringan seleksi, dan penempatan. Standar kinerja
pekerjaan menentukan tingkat kinerja pekerjaan yang diharapkan dari pemegang pekerjaan tersebut
dan kinerja terhadapnya pelaksanaan pekerjaan diukur. Standar kinerja pekerjaan berfungsi : menjadi
tujuan dan sasaran usaha karyawan dan merupakan kriteria ukuran kesuksesan suatu pekerjaan. Desain
pekerjaan adalah proses penentuan tugas yang akan dilaksanakan, metode yang akan digunakan untuk
melaksanakan tugas tersebut, dan bagaimana pekerjaan tersebut berkaitan dengan pekerjaan lain
didalam organisasi. Desain pekerjaan memadukan isi pekerjaan, balas jasa, dan kualifikasi yang
disyaratkan untuk setiap pekerjaan dengan cara yang memenuhi kebutuhan karyawan maupun
organisasi. Teknik desain pekerjaan meliputi : 1. Simplikasi pekerjaan 2. Rotasi pekerjaan 3. Pemekaran
pekerjaan 4. Pemerkayaan pekerjaan.