Você está na página 1de 4

Bagaimana Mempersiapkan Dan Menyampaikan Presentasi Anda

Berikut adalah delapan prinsip yang akan sangat membantu dalam mempersiapkan presentasi Anda :

I. Buat catatan-catatan singkat mengenai hal-hal menarik yang Anda ingin sebutkan

II. Jangan tulis presentasi Anda

Mengapa? Sebab bila Anda menuliskannya, Anda akan menggunakan bahasa tulisan, bukan bahasa
presentasi yang santai; dan saat Anda berdiri untuk berbicara, Anda mungkin akan menemukan diri
Anda mencoba untuk mengingat apa yang Anda tulis. Ini akan menghalangi Anda dari berbicara secara
alamiah dan dengan menarik.

III. Jangan, jangan, dan jangan menghafalkan suatu presentasi kata demi kata

Kalau Anda menghafal presentasi Anda, Anda hampir pasti akan lupa; dan hadirin kemungkinan akan
senang, karena tidak ada yang ingin mendengar presentasi kalengan. Bahkan bila Anda tidak lupa,
presentasi Anda akan kedengaran dihafal. Tatapan Anda akan menerawang jauh dan suara Anda
terdengar jauh. Anda tidak akan terdengar seperti seorang manusia yang sedang mencoba untuk
mengatakan sesuatu kepada kami.

IV. Isi presentasi Anda dengan ilustrasi dan contoh.

Yang pasti cara termudah untuk membuat suatu presentasi menjadi menarik adalah dengan mengisinya
dengan contoh-contoh. Untuk mengilustrasikan apa yang saya maksud, mari kita booklet yang sedang
Anda baca sekarang. Buku kecil ini mempunyai halaman bahan bacaan dan sekitar setengahnya
diperuntukkan bagi ilustrasi-ilustrasi. Pertama, ada ilustrasi dari presentasi Gay Kellogg mengenai
penderitaan yang dialaminya pada masa kecil. Berikutnya, ilustrasi tentang pembicara mengenai topik
"Apa, Bila Ada, yang salah dengan Agama?" Berikutnya, contoh dari wanita yang mencoba berbicara
mengenai invasi Mussolini ke Etiopia. Ilustrasi itu diikuti oleh cerita mengenai empat mahasiswa
perguruan tinggi dalam suatu kontes berbicara di radio - dan seterusnya. Persoalan terbesar saya dalam
menulis sebuah buku atau mempersiapkan suatu ceramah adalah bukan untuk mendapat idenya; tetapi
untuk mendapat ilustrasi-ilustrasi untuk membuat ide tersebut menjadi jelas, gamblang dan tak
terlupakan. Filosof Romawi kuno biasa mengatakan: "Exemplum docet" (contoh itu mengajar). Dan
betapa benarnya mereka!

Sebagai contoh, perbolehkan saya menunjukkan nilai dari sebuah ilustrasi. Bertahun-tahun yang lalu,
seorang anggota kongres berbicara dengan penuh semangat menuduh pemerintah memboroskan uang
kita dengan mencetak pamflet-pamflet yang tidak berguna. Dia mengilustrasikan apa yang
dimaksudkannya dengan mengatakan bahwa pemerintah telah mencetak suatu pamflet mengenai
"Kehidupan Cinta Katak Betung" Saya akan melupakan presentasi tersebut bertahun-tahun lalu kalau
saja bukan karena satu ilustrasi yang spesifik itu, "Kehidupan Cinta Katak Betung." Saya bisa melupakan
jutaan fakta yang lain dengan berlalunya dekade itu, tetapi saya tidak akan pernah lupa tuduhannya
bahwa pemerintah memboroskan uang kita dengan mencetak dan mengedarkan pamflet seperti
"Kehidupan Cinta Katak Betung!"

Exemplum docet. Bukan saja contoh itu mengajar, tetapi hanya contohlah yang benar-benar mengajar.
Saya pernah mendengar pidato-pidato yang hebat yang segera saya lupakan karena di dalamnya tidak
ada contoh-contoh yang membuatnya melekat dalam ingatan saya.

V. Ketahui lebih banyak mengenai topik Anda daripada yang dapat Anda gunakan.

Ida Tarbell, salah satu penulis terkemuka Amerika, menceritakan kepada saya bahwa bertahun-tahun
yang lalu, saat berada di London, dia menerima kawat dari S. S. McClure, pendiri McClure's Magazine,
yang memintanya untuk menulis artikel dua halaman mengenai Atlantic Cable. Tarbell mewawancarai
manajer Atlantic Cable di London dan mendapat semua informasi yang diperlukan untuk menulis artikel
lima-ratus-kata-nya. Tetapi dia tidak berhenti sampai di situ. Dia pergi ke perpustakaan Bristish Museum
dan membaca artikel-artikel di majalah-majalah dan buku-buku mengenai Atlantic Cable, dan biografi
Cyrus West Field, orang yang mendirikan Atlantic Cable. Dia mempelajari penampang-penampang kabel
yang dipamerkan di British Museum; dan kemudian mengunjungi sebuah pabrik di pinggiran kota
London dan menyaksikan pembuatan kabel. "Waktu akhirnya saya menulis dua halaman ketikan
mengenai Atlantic Cable," ujar Ida Tarbell, sementara dia menceritakan kepada saya kisah itu, "saya
mempunyai cukup materi untuk menulis sebuah buku kecil mengenainya. Tetapi jumlah materi yang
amat besar itu yang saya miliki dan tidak saya gunakan memungkinkan saya untuk menulis apa yang
saya tulis dengan kepercayaan diri dan kejernihan dan dengan penuh minat. Materi yang banyak itu
memberi saya tenaga cadangan."

Ida Tarbell telah belajar melalui pengalaman berthaun-tahun bahwa dia harus mendapatkan hak untuk
menulis sekalipun hnya lima ratus kata mengenai Atlantic Cable. Prinsip yang sama berlaku untuk
berbicara. Buat diri Anda menjadi semacam pakar mengenai topik tersebut. Kembangkan aset yang
tidak ternilai itu yang dikenal sebagai tenaga cadangan.

VI. Latih presentasi Anda dengan bercakap-cakap dengan teman-teman Anda

Will Rogers mempersiapkan siaran radio Minggu malamnya yang terkenal itu dengan
mempercakapkannya dengan orang-orang yang dijumpainya sepangjang minggu. Kalau, misalnya, dia
ingin berbicara mengenai standar emas, dia akan membuat lelucon mengenai topik itu dalam
percakapan sepanjang minggu. Dia kemudian menemuka lelucon mana yang diterima orang; kata-kata
mana yang menimbulkan minat orang. Ini adalah suatu cara yang jauh lebih baik untuk melatih sebuah
presentasi dibanding dengan mencobanya disertai gerakan-gerakan di depan cermin.

VII. Daripada mencemaskan gaya penyampaian Anda, sibukkan diri Anda dengan penyebab-penyebab
yang menghasilkan gaya penyampaian itu

Ada banyak sekali teori-teori yang telah ditulis tentang penyampaian suatu presentasi. Kebenarannya
adalah bahwa bila Anda menghadapi hadirin, Anda perlu melupakan semua hal mengenai suara, napas,
gerakan, postur tubuh, penekanan. Lupakan semuanya kecuali apa yang Anda ingin sampaikan. Apa
yang diinginkan pendengar, sebagaimana yang dikatakan oleh ibunda Hamlet, adalah "yang penting
isinya bukan hiasannya." Lakukan apa yang dilakukan kucng saat sedang mengejar tikus. Kucing tidak
melihat ke sekelilingnya dan berkata: "Apakah ekor saya kelihatan baik, dan apakah saya sudah berdiri
tegak, dan bagaimana ekspresi wajah saya?" Oh, tidak. Kucing itu begitu berkeinginan untuk menangkap
seekor tikus untuk makan malamnya sehingga dia tidak bisa berdiri maupun tampil salah - demikian pula
Anda jika Anda amat menaruh perhatian terhadap pemirsa Anda dan dalam apa yang Anda sedang
sampaikan sehingga Anda lupa terhadap diri Anda sendiri.

Jangan bayangkan bahwa mengekspresikan ide dan emosi Anda di hadapan sejumlah pemirsa adalah
sesuatu yang membutuhkan latihan teknis seperti kalau Anda ingin menguasai seni musik atau seni lukis.
Setiap orang dapat berkomunikasi dengan baik sekali di rumah bila sedang marah. Misalnya, kalau
seseorang menarik dan memukul Anda sehingga Anda terjatuh saat ini juga, Anda akan berdiri dan
mengkomunikasikan perasaan Anda dengan baik. Gerakan-gerakan Anda, postur Anda, ekspresi wajah
Anda akan menjadi sempurna karena yang tampak adalah ekspresi kemarahan yang sesungguhnya. Dan
ingatlah, Anda tidak perlu belajar untuk mengekspresikan emosi Anda. Anda dapat mengekspresikan
emosi Anda dengan amat baik saat Anda baru berusia enam bulan. Tanyakan saja pada ibu Anda.

Perhatikan sekelompok anak-anak yang sedang bermain. Alangkah bagusnya ekspresi mereka!
Penekanan, gerakan, postur, komunikasi yang demikian sempurna! Yesus berkata: "Terkecuali kamu
menjadi seperti saat seorang dari anak-anak ini, kamu tidak memasuki kerajaan Surga." Ya, dan
terkecuali Anda menjadi sealamiah dan spontan dan bebas seperti anak-anak yang sedang bermain,
Anda tidak dapat memasuki dunia ekspresi yang bagus.

Kalau Sikap Anda Baik - Presentasi Anda Pun Akan Baik Juga

Masalah Anda bukanlah mencoba untuk belajar bagaimana berbicara dengan penekanan, atau
bagaimana bersikap gerak atau bagaimana caranya berdiri. Hal-hal itu hanyalah akibat. Masalah Anda
adalah untuk menangani apa yang menjadi penyebab dari akibat-akibat tersebut. Penyebabnya terletak
jauh di dalam diri Anda; penyebabnya adalah sikap mental dan emosi Anda. Bila Anda menempatkan diri
Anda dalam kondisi mental dan emosi yang tepat, Anda akan berbicara dengan amat baik. Anda tidak
perlu berusaha untuk melakukan hal itu. Anda akan melakukannya sealamiah Anda bernafas.

Sebagai ilustrasi, seorang laksamana muda Angkatan Laut Amerika Serikat pernah mengikuti pelatihan
ini. Dia pernah memimpin sebuah skuadron Armada Amerika Serikat dalam Perang Dunia I. Dia tidak
takut menghadapi pertempuran laut, tetapi dia begitu takut untuk menghadapi sekelompok pendengar
sehingga dia setiap minggu pergi dari rumahnya di New Haven, Connecticut, ke New York City untuk
mengikuti pelatihan ini.

Setelah enam sesi berlalu, dia masih ketakutan. Maka salah seorang instruktur kami, Profesor Elmer
Nyberg, mendapat ide yang mungkin bias membuat laksamana itu keluar dari kungkungan dirinya. Ada
seseorang yang radikal dalam kelas tersebut. Professor Nyberg mengajaknya keluar dan berkata,
"Dapatkah Anda memberikan suatu presentasi yang mantap untuk mempertahankan filosofi Anda
tentang pemerintah? Tentu saja dengan demikian Anda akan membuat Bapak laksamana kesal. Dan itu
yang saya inginkan. Saya yakin dai akan berusaha untuk menentang pendapat Anda sehingga dia
melupakan ketakutannya. Dengan begitu, dia mungkin akan memberikan presentasi yang mantap."
Orang radikal itu berkata, "Tentu, saya senang melakukannya." Dia belum jauh menyampaikan
presentasinya ketika sang laksamana melompat berdiri dan berseru: "Stop! Stop! Itu subversive!" Lalu
dia memberikan suatu presentasi yang berapi-api mengenai betapa kita masing-masing harus berterima
kasih kepada negara kita dan kemerdekaan yang kita miliki.

Professor Nyberg beralih kepada perwira angkatan laut itu dan berkata, "Selamat, Laksamana! Sebuah
pidato yang luar biasa!" Sang laksamana membentak kembali: "Saya tidak sedang berpidato, tetapi saya
sedang mengajarkan sesuatu kepada pemuda sombong itu." Kemudian Profesor Nyberg menjelaskan
bahwa kejadian itu sudah diatur untuk membuat si laksamana keluar dari kungkungannya dan lupa pada
dirinya sendiri.

Laksamana muda ini menemukan hal yang akan Anda temukan saat Anda tergugah mengenai sesuatu
yang lebih besar dari diri Anda sendiri. Anda akan menemukan bahwa ketakutan untuk berbicara akan
lenyap dan bahwa Anda tidak perlu memikirkan cara penyampaiannya, karena bila Anda benar-benar
tergugah untuk membicarakan suatu topic maka Anda sudah siap untuk memberikan presentasi yang
baik.

Ijinkan saya mengulangi: gaya penyampaian Anda hanyalah sekedar dampak dari suatu penyebab yang
mendahuluinya dan menghasilkannya. Jadi kalau Anda tidak menyukai cara penyampaian Anda, jangan
repot-repot untuk mengubahnya. Kembalilah kepada dasar presentasi Anda dan ubahlah penyebab yang
menghasilkannya. Ubahlah sikap mental dan emosional Anda.