Você está na página 1de 11

MAKALAH EKONOMI PUBLIK

COST BENEFIT ANALYSIS
















Disusun oleh :






FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS SEBELEAS MARET SURAKARTA

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
Cost-benefit Analysis merupakan teknik praktis untuk menentukan manfaat relatif
dari proyek-proyek pemerintah alternatif dari waktu ke waktu.Penggunaan Cost-
benefit Analysis dapat berkontribusi untuk efisiensi dengan memastikan bahwa
proyek-proyek baru yang biaya sosial marjinal melebihi manfaat sosial marjinal
tidak dipertimbangkan untuk disetujui. Analisis Cost-benefit, jika dilakukan
dengan baik, memberikan informasi penting yang akan digunakan oleh
pemerintah dan warga dalam membuat pilihan antara proyek pemerintah
alternatif.
Cost-benefit Analysis bukanlah alat baru.Ini telah digunakan di Amerika Serikat
sejak tahun 1900 oleh Korps Zeni Angkatan Darat untuk mengevaluasi keinginan
proyek sumber daya air alternatif.Dalam hal akal sehat, analisis biaya-manfaat
tidak lebih dari pernyataan pro dan kontra dari suatu kegiatan tertentu selama
periode waktu. Ini adalah cara yang sangat sistematis mengumpulkan informasi.
Sejak 1981, semua peraturan baru yang diusulkan oleh pemerintah
federal harus dikenakan analisis biaya-manfaat. Praktek ini telah
dilembagakan oleh pemerintahan Reagan untuk mengontrol pertumbuhan
peraturan sosial baru pada 1980-an Cost-benefit Analysis diterapkan untuk
peraturan sosial baru yang berhubungan dengan produk, keselamatan kerja,
dan perlindungan lingkungan.

Tujuan Penulisan
Penulisan makalah ini ditujukan untuk :
1. Memahami yang dimaksud dengan Cost Benefit Analysis.
2. Memahami komponen-komponen Cost Benefit Analysis.
3. Memenuhi salah satu tugas kelompok mata kuliah Ekonomi Pu
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Cost Benefit Analisis
Pengertian Cost Benefit Analisis adalah analisis yang membandingkan antara
biaya (cost) dari suatu penyakit dengan output atau keuntungan (benefit) dari
pengobatan. Cost mencerminkan biaya dari penyakit dan pengobatannya. Sedangkan
keuntungan mencerminkan hasil dari sebuah pengobatan/terapi. Benefit yang
dimaksudkan disini dapat bersifat netral, positif atau negatif yang bergantung dari
hasil yang dicapai. Sebuah terapi yang manjur akan menghasilkan benefit yang
positif. Sedangkan terapi yang tidak manjur berarti tidak menghasilkan keuntungan
(netral) atau bahkan dapat merugikan (benefit yang negatif).
Dalam cost benefit analisis, input (biaya) dan output (hasil pengobatan)
dikuantifikasi berdasarkan nilai uang. Dengan demikian, akan mudah
membandingkan antara intervensi terapetik yang satu dengan yang lain. Sehingga,
dapat ditentukan dengan mudah apakah hasil dari sebuah pengobatan (output)
sebanding dengan investasi yang di lakukan. Dari analisis ini, dapat diketahui berapa
jumlah uang yang pantas/akan dikeluarkan oleh seseorang untuk mendapatkan suatu
keuntungan dalam hal kesehatan.Perhitungan antara cost dan benefit (dalam nilai
uang) dapat dilakukan dengan dua cara yakni:
1. Membagi perkiraan benefit dengan perkiraan cost, yang akan memberikan
rasio benefit-to-cost. Jika rasio ini lebih besar dari 1, berarti pilihan tersebut
menguntungkan.
2. Mengurangi nilai benefit dengan nilai cost. Bila hasilnya positif, maka
pilihan tersebut memberikan keuntungan.

B. MAnfaat CBA
Menurut Lawrence dan Mears (2004), tahapan dasar dalam melakukan
analisis biaya manfaat secara umum meliputi:
a. Penetapan tujuan analisis dengan tepat
b. Penetapan perspektif yang dipergunakan (identifikasi pemangku
kepentingan yang terlibat)
c. Memasukkan keuntungan dan biaya sosial
d. Sebagai dasar yang kuat guna mempengaruhi keputusan dalam hal ini
legislatif atau sumber dana dan meyakinkan mereka untuk
mengivestasikan dana dalam berbagai proyek.

C. Biaya (Cost)
Menurut Kadariah (1999), biaya dalam proyek digolongkan menjadi empat
macam, yaitu Biaya Persiapan, Biaya Investasi, Biaya Operasional, dan
Biaya Pemeliharaan dan Perbaikan.
1) Biaya Persiapan
Biaya persiapan adalah biaya yang dikeluarkan sebelum proyek yang
bersangkutan benar-benar dilaksanakan, misalnya biaya studi kelayakan
pada lahan yang akan digunakan untuk proyek termasuk di dalamnya studi
kelayakan pada daerah dan masyarakat sekitarnya dan biaya untuk
mempersiapakan lahan yang akan digunakan.
2) Biaya Investasi atau Modal
Biaya investasi biasanya didapat dari pinjaman suatu badan atau lembaga
keuangan baik dari dalam negeri atau luar negeri. Yang termasuk biaya
investasi adalah biaya tanah, biaya pembangunan termasuk instalasi, biaya
perabotan, biaya peralatan (modal kerja).
3) Biaya Operasional
Biaya operasional masih dapat dibagi lagi menjadi biaya gaji untuk
karyawan, biaya listrik, air dan telekomunikasi, biaya habis pakai, biaya
kebersihan, dan sebagainya.
4) Biaya Pembaharuan atau Penggantian
Pada awal umur proyek biaya ini belum muncul tetapi setelah memasuki
usia tertentu, biasanya pada bangunan mulai terjadi kerusakan- kerusakan
yang memerlukan perbaikan. Tentu saja terjadinya kerusakan-kerusakan
tersebut waktunya tidak menentu, sehingga jenis biaya ini sering dijadikan
satu dengan biaya operasional. Selain itu, masih ada lagi biaya yang
mencerminkan true values tetapi sulit dihitung dengan uang, seperti
pencemaran udara, air, suara, rusaknya/tidak produktifnya lagi lahan, dan
sebagainya.

D. Manfaat (Benefit)
Manfaat yang akan terjadi pada suatu proyek dapat dibagi menjadi tiga
yaitu manfaat langsung, manfaat tidak langsung dan manfaat terkait
(Kadariah, 1999).
1) Manfaat Langsung
Manfaat langsung dapat berupa peningkatan output secara kualitatif dan
kuantitatif akibat penggunaan alat-alat produksi yang lebih canggih,
keterampilan yang lebih baik dan sebagainya.
2) Manfaat Tidak Langsung
Manfaat tidak langsung adalah manfaat yang muncul di luar proyek,
namun sebagai dampak adanya proyek. Manfaat ini dapat berupa
meningkatnya pendapatan masyarakat disekitar lokasi proyek. (sulit
diukur)
3) Manfaat Terkait
Manfaat terkait yaitu keuntungan-keuntungan yang sulit dinyatakan
dengan sejumlah uang, namun benar-benar dapat dirasakan, seperti
keamanan dan kenyamanan. Dalam penelitian ini untuk penghitungan
hanya didapat dari manfaat langsung dan sifatnya terbatas, karena tingkat
kesulitan menilainya secara ekonomi.

E. Langkah CBA
Pada dasarnya, tiga langkah yang terlibat dalam analisis biaya-manfaat
adalah:
1. Menghitung semua biaya dan manfaat dari proyek yang diusulkan.
2. Mengevaluasi semua biaya dan manfaat dalam dolar.
3. Diskon keuntungan bersih masa depan (Discount Future Net Benefits).
Hal ini memungkinkan manfaat masa depan dan biaya untuk be reduced
(dikurangi) ke nilai tunainya sehingga mereka dapat dibandingkan dengan
jumlah dolar dari otoritas anggaran yang diperlukan untuk membiayai
proyek tersebut.
Meskipun langkah-langkah mungkin tampak sederhana, analisis yang
memadai menuntut banyak kecerdikan.Ini mungkin memerlukan bakat
gabungan dari ekonom, insinyur, dan ilmuwan untuk benar menghitung dan
mengevaluasi biaya dan manfaat.Manfaat harus mencakup semua efek tidak
langsung (eksternalitas) yang dihasilkan oleh proyek.Biaya harus didefinisikan
dengan benar sebagai manfaat alternatif dikorbankan jika proyek tersebut
diadopsi (opportunity cost). Tingkat diskonto yang tepat harus dipilih untuk
membandingkan hasil sekarang dan masa depan dari proyek-proyek alternatif.

F. Menghitung Manfaat dan Biaya

Pemerintah Kabupaten Madani membangun Sekolah Tinggi Cyber
Indonesia (STCI) Investasi untuk pembangunan sekolah ini Rp 10 miliar.
Setiap tahun STCI menerima 300 mahasiswa. Biaya kuliah per tahun yang
dibebankan kepada mahasiswa sebesar Rp 2.000.000 per tahun. Biaya
operasional sekolah ini Rp 1.000.000.000 per tahun. Benefit selain
pendapatan operasional kampus yang didapat dari STCI adalah :
Bibit unggul daerah setiap tahun (300 mahasiswa) dengan kemampuan
khusus di bidang teknologi informasi setelah lulus dari STCI dan
kemampuan ini dikuantifikasi sebesar Rp 20 juta per tahun per siswa.
Warga sekitar kampus STCI dapat meningkatkan pendapatan dengan
membuka warung makan, usaha fotokopi, jasa kos-kosan, jasa laundry.
Menurut proyeksi berdirinya STCI akan meningkatkan pendapatan 1.000
warga 50% dan rata-rata pendapatan sebelumnya Rp 2.000.000 per tahun.
Tingkat diskonto sosial 12% per tahun, rata-rata lama belajar
mahasiswa adalah 3 tahun,
Benefit STCI :
Biaya Pendidikan Rp 2.000.000 per tahun dari 300 siswa per angkatan
(ada 3 angkatan) = Rp 1.800.000.000 per tahun.
Manfaat bibit unggul dalam bidang teknologi informasi (mulai tahun
kelima) 300 siswa x Rp 20 juta = Rp 6.000.000.000 per tahun
Manfaat warga = Rp 1.000.000.000 per tahun
Biaya STCI :
Biaya investasi awal Rp 10.000.000.000
Biaya operasional Rp 1.000.000.000 per tahun


Tahun
Manfaat 0 1 2 3 4 5
Pendapatan
kampus

Rp 600
Rp
1.200 Rp 1.800 Rp 1.800
Rp
1.800
Bibit unggul

Rp 6.000
Rp
6.000
Manfaat warga

Rp 1.000
Rp
1.000 Rp1.000 Rp1.000 Rp1.000
Biaya

Investasi awal Rp10.000

Operasional

Rp1.000 Rp1.000 Rp1.000 Rp1.000 Rp1.000

Manfaat Nilai Sekarang (Present Value)
Pendapatan Kampus Rp4.939
Bibit Unggul Rp7.218
Manfaat Warga Rp3.605
Biaya
Investasi Awal Rp 10.000
Operasional Rp 3.605
Manfaat Bersih Rp2.157

BAB III
PENUTUP


Kesimpulan
Analisis cost benefit merupakan bagian dari berbagai analisis dalam
farmakoekonomi yang membandingkan antara cost/biaya dan keuntungan. Cost
benefit memiliki keunggulan dimana cost dan benefit dihitung dalam satuan
moneter sehingga dapat mudah dibandingkan, namun kelemahan dari analisis ini
adalah tidak semua keuntungan dapat diterjemahkan dalam nilai uang. Analisis
cost benefit dapat diterapkan secara luas, semakin tinggi rasio benefit to cost dan
net benefit, semakin menguntungkan intervensi tersebut.


DAFTAR PUSTAKA

Bonk, Robert. Pharmacoeconomics in perspective: a primer on research,
techniques and information. 1999. NY: Haworth Press Inc.
Walley T, Haycox A, Boland A. 2004. Pharmacoeconomics. Spanyol: Churchill
Livingstone.
Malone PM, Mosdel KW. 2001. Drug information: a guide for pharmacists. Edisi
kedua. USA: McGraw Hill
Nichol KL, Mallon KP, Mendelman PM. Cost benefit of influenza vaccination in
healthy, working adults: an economic analysis based on the results of a clinical
trial of trivalent live attenuated influenza virus vaccine.Vaccine, 2003 May
16;21(17-18):2207-17.