Você está na página 1de 55

1

SPIROCHAETA
2
SPIROCHAETACEAE SPIROCHAETA

1. TREPONEMA
2. BORRELIA
3. LEPTOSPIRA
Spirochateceae
Bentuk : spiral
Aerob/anaerob fakultatif
Sifat :parasit/komensal
3
4
4. TREPENAMA ORAL
a. T macrodentium b. T denticola c.T orale
1.Trepoma pallidum 2. Treponema pertinue
3. Treponema carateum
TREPONEMA
5
6
Spiral halus
Bergerak aktif
Sukar diwarnai
Mikroaerofilik (1-4 % C02)
Penyakit : sifilis/lues/raja
singa.
T
r
e
p
o
n
e
m
a


p
a
l
l
i
d
u
m

7
A
n
t
i
g
e
n

3 Antigen(Ag)

1. Ag protein (tdk tahan panas)
2. Polisakarida (tahan panas)
3. Ag lipoid =bahan yang ter-
dapat di kardiolipin


8
DAYA TAHAN KUMAN
Sensitif terhadap :
Oksigen,
Hg,
Antibiotik,
Desinfektans (Saponin dll)
Dalam kulkas 3-4 hari
Dalam darah 24 jam
9
PATOGENITAS
PENULARAN : Kontak seksual
Pria
Lesi pd penis
Wanita
Perineum,labium,dinding
vagina/servic
Lain-lain
Infeksi extra genital (dalam mulut dan
sekitarnya)
10
Klasiffikasi PENYAKIT SIFILIS
I.Cara penularan III .Klinik
1. Sifilis akuisita 1. std primer
2. Sifilis kongenita 2. std sekunder
II. Epidemi 3. std laten
1. Sifilis early 4. std tersier
2. Sifilis late
11
Ulcus durum/ulcus keras
Sembuh tanpa peng obat- an.
Setelah 2-10 mg
Stadium
primer.
Bercak merah seluruh tubuh
Mucus patches (bercak putih pd
mulut)
Codydilomata lata
(mulut,anus,ketiak,vagina)
Stadium
sekunder
12
13
Tanda-tanda ulcus durum
* Tidak nyeri
* Dasarnya keras
* Lesi tunggal
* Permukaan bersih
* Tepi meninggi
* Warna merah

Ulcus durum
14
15
STADIUM SEKUNDER
INFEKSI LAIN
MENINGITIS
KHORIORETINITIS
HEPATITIS
NEFRITIS
PERIOSTITIS
ARTRITIS/ARTRALGIA
16
STADIUM LATEN
LESI SEKUNDER PD STD LATEN DPT
MENGHILANG SPONTAN

STADIUM LATEN
1. ERLY LATEN (4 THN PERTAMA)
2. LATE LATEN (STLH 4 TAHUN)
SIFILIS AKTIF TDK TAMPAK
SEROLOGI POSITIF
17
STADIUM TERSIER
TIGA-10 TH SETELAH STD SEKUNDER TER-
DAPAT :

GUMMA (LESI LOKAL NON PROGRESIF PD
KULIT & JARINGAN PENUNJANG)
KUMAN JARANG/TIDAKDITEMUKAN
STADIUM TERSIER (SIFILIS TERSIER BENIGNA)


18
1. SIFILIS SYARAF
SELAMA STADIUM ERALY 1/3
MENJADI SIFILIS SARAF JILA TDK
MENDAPAT PENGOBATAN MENJADI
LATE NEUROSYPHILIS
PENYAKIT DAPAT TERJADI TANPA
GEJALA GEJALA DPT TIMBUL BERUPA
DEMENTIA PARALYTICA,TABES
DORSALIS/PENYAKIT SYARAP LAIN
SIFILIS
LAINNYA
19
2. SIFILIS KARDIOVASCULER
SELAMA STADIUM ERALY 1/3
MENJADI SIFILIS SARAF JILA TDK
MENDAPAT PENGOBATAN MENJADI
LATE NEUROSYPHILIS
PENYAKIT DAPAT TERJADI TANPA
GEJALA GEJALA DPT TIMBUL BERUPA
DEMENTIA PARALYTICA,TABES
DORSALIS/PENYAKIT SYARAP LAIN
SIFILIS
LAINNYA
20
SIFILIS CONGENITA
-TIMBUL PD
* BAYI BARU LAHIR
* BEBERAPA WAKTU/TAHUN SESUDAH
NYA
PENULARAN:
TRANDPLASENTAL
21
S
I
F
I
L
I
S


C
O
N
G
E
N
I
T
A


1.C0NGENITA PRAEKOKS
* GEJALA TAMPAK 1-3 BLN
Bullae pd telapak tangan
Condymata lata
Osteochodritis
Snuffle nose (penyumbatan
hidung).
Penonjolan tulang dahi
Berat badab statis


22
S
I
F
I
L
I
S


C
O
N
G
E
N
I
T
A


2.C0NGENITA TARDA
* GEJALA TAMPAK> 1TH-6/7 THN
TRIAS HUTCHINSON
* TULI
* DERMOFITAS GIGI SERI ATAS
TENGAH
* KERATITIS INTERSTITIALIS





23
S
I
F
I
L
I
S


D

E
M
B
L
E
E




PENULARAN LEWAT TUSUKAN
JARUM
MIS ;TRANSFUSI
STADIUM LANGSUNG
STADIUM SEKUNDER







24
BAHAN PEMERIKSAAN
CAIRAN JARINGAN
PEWARNAAN
1. FONTANA
2. LEVADITI
3. NEGATIF
4. GIEMSA




25
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
1. MIKROSKOPIS
* MEDAN GELAP
GERAK BAKTERI
* IMMUNOFLUORESEN
SEDIAAN SETELAH
DIFIKSASI DIWARNAI
DG ANTI SERUM
TREPONEMA
LIHAT DG MIKROSKOP
FLUORESENSI
2. TES SEROLOGIS (STS)
A. AG NON
TREPONEMA/REAGIN
* DLM SERUM SEBELUM
PENGOBATAN 2-3 MG
* DLM LCS 4-8 MG
B. AG TREPONEMA/TES
AB TREPONEMA
* FTA )FLUORESCENCET
TREPONEMAL ANTIBODY
ABSORBTION TES
TPI(TREPONEMA PALLIMI
IMOBILISASI
RPCF (REITER PROTEIN COMPLEMENT
FIXAXTION TES
TPHA (TREPONEMA PALLIDUM
HEMAAGLUTINASI




26
27
28
29
30
31
A.TES REAGIN
Ig M & Ig A
Hasil kuantitaif
Positif palsu
Bila ada infeksi (malaria,lepra morbili,
mononukleosis infeksiosa)
Vaksinasi & penyakit systemic lupus erythromatous
polyartritis nodosa
32
A.1. TES AG NON TREPONEMAL
A. TES FLOKULASI
AG LIPID (SERUM)+ REAGIN=FLOKULASI
EX : * VDRL(VENERAL DESEASE RESEARCH
* RAPID PLASMA REAGIN

33
B. TES PEGIKATAN
KOMPLEMEN
SERUM (REAGIN +KARDIOLOPIN)+
KOPLEMEN
HASIL POSITIF BILA TIDAK TERJADI
HEMOLISIS
34

B. TES ANTIBODI TREPONEMA
Antigen berasal dari Treponema
utuh hidup/mati/salah satu fraksi
bakteri treponema.

Hasil tes lebih spesifik

35
B.1. FTA(Fluoresensi Antibodi Treponema)
1. Serum + Ag
2. (Serum+Ag) + Treponema yg telah
dimatikan + gamma glabulin
3. Dilihat dg Mikroskop fluorescen
36
B.2. TPI ( Tes imobilisasi
Treponema pallidum)

1. Ag(Treponema pallidum yg masih bergerak
aktif)
2. Ag+komplement inkubasi 18 jam
3. Ab imobilisasi timbul pd mg ke 3 setelah
infeksi

37
B.3. Tes pengikatan komplement
Treponema pallidum

Antigen berasal dari fraksi protein
(Treponema pallidum strain Reiter)
Ex. Reiter protein complement fixation test
(RPCF)
Hasil positif palsu dapat terjadi bila fraksi
protein kurang murni

38
B.4. TPHA (Tes hemaglutinasi pasif
Treponema pallidum)

Serum penderita + Ag+ darah domba
Hasil positif : Jika terjadi aggutinasi
Hasil sangat spesific


39
40
III. Biakan

Tidak dapat dibiakan pada media artificial
.
Biakan dapat dilakukan di testis kelinci.
Generation time 30 jam
Sifilis pd kelinci disebabkan oleh :
Treponama cuniculi

41
BIOLOGI FALSE POSITIF (BEF)

Tidak ada bukti infeksi Sifilis .
Bukan karena kesalahan teknik.
Reagin dpt bereaksi dg Ag diluar
Treponema

Secara kilinik dpt dibedakan
BEP akut dan BEP kronik
42
PERBEDAAN BEP AKUT DAN BEP KRONIK
BEP AKUT
Akan hilang dalam waktu 6 bulan
Titer antibodi < 1/8
FTA-abs negatif
Ditemukan pd penyakit
akut(Pneumonia,Hepatitis,sehabis vaksin/pd penyakit
vius dg jejala eksantem


Secara kilinik dpt dibedakan
BEP akut dan BEP kronik
43
Treponema pertinue

44
45
Treponema pertinue

Penyakit: Framboesia/Patek
Distribusi di daerah tropik
Mengenai anak-anak < 12 th
Penularan kontak langsung extra genital
Masa inkubasi 3-4 minggu
Lokasi tungkai bawah
46
Treponema pertinue

Tanda-tanda penyakit
Lesi primer (3 -4 mg setelah kontak)
Frambos (Papel merah tdk sakit)
Kemudian terjadi ulcerasi,permukaan tertutup krusta
Sembuh
Lesi sekunder
Muncul setelah 3 mg 4 bln
Lesi sama dg lsi primer,dikaki ada lesi hiperkerotik yg sakit
Gumma merusak hidung dan muka
Dpt menyebabkan depormitas permanen

Treponema pertinue

47
48
Treponema pertinue
Pemeriksaan lab
Pemeriksaan mikroskopis
Pemeriksaan serologi :
Sama dengan pemeriksaan
sifilis
49
Treponema pertinue
Pemeriksaan lab
Pemeriksaan mikroskopis
Pemeriksaan serologi :
Sama dengan pemeriksaan
sifilis
50
Treponema pertinue
Pemeriksaan lab
Pemeriksaan mikroskopis
Pemeriksaan serologi :
Sama dengan pemeriksaan
sifilis
51
Treponema carateum

52
Treponema carrateum/T herrejoni
Penyakit : Pinta/carate
Distribusi : Daerah tropik,semua
golongan umur pada kulit bewarna
Penularan kontak langsung non venerik
atau melalui vektor lalat hippelates

53
Treponema carrateum/T herrejoni
Tanda-tanda penyakit
Stadium primer
7-10 hari Perubahan pigmentasi pd lesi kulit
2- 3 bulan bercak eritroskuamosa di tungkai & badan .
STS (-)
Stadium sekunder
>5 bulan- 1 tahun lesi sukar dibedakan dg
kurap,sifilis,lepra . STS 60 % positis
Dyschromia late (dewasa0 lesi berwarna biru/merah
STS 100 5 (+)



Treponema carrateum/T herrejoni

54
55
Treponema macrodentum,T denticola , T,orale

Terdapat dimulut
Non patogen
Bekerja sama dg Bacillus fusiformis dapat
menyebabkan :
Stomatitis (Angina vincent)
Infeksi sufuratif,