Você está na página 1de 61

Pemicu 4 - Penginderaan

Amanda Johanna
405090224
FISIOLOGI PENDENGARAN
Gelombang Suara
Nada, Intensitas & Timbre
Intensitas
Suara yg Biasa
di Dengar
Manusia
Transduksi Suara 1
2
3
4
5 5A
5B
6
7
8
9
10
Diskriminasi Nada
Suara gelombang frekuensi yg
berbeda terdeteksi oleh sel-sel
rambut di lokasi tertentu
sepanjang organ spiral.
Organ Corti organ reseptor yg membangkitkan impuls saraf sebagai respons terhadap
getaran membran basilar
Reseptor sensorik dalam organ corti
sel rambut interna (baris tunggal : 3500, D: 12mikrometer)
sel rambut eksterna (3- 4 baris : 12.000, D: 8mikrometer)
Organ Corti
Spiral ganglion
Eksitasi Sel Rambut
Pergerakkan ke atas dari membran basilar pergerakkan
lamina retikularis ke atas dan ke dalam (ke arah modiolus)
Pergerakkan ke bawah dari membran basilar
pergerakkan lamina retikularis ke bawah dan ke luar
Gerakkan ke dalam dan ke luar rambut-rambut bergerak
ke depan dan ke belakang terhadap membran tektorial

Perubahan Potensial di Sel Reseptor
Peran Sel Rambut Dalam
Organ untuk mendengar mampu mengubah
kekuatan mekanik suara (vibrasi cairan koklea)
impuls listrik dari pendengaran (potensial aksi
menyebarkan pesan ke korteks serebral)
DEPOLARISASI : Tip Link (CAMs) : menghubungkan
stereocilia ketika m. basilaris bergerak ke atas
menuju bag. yg lebih tinggi terjadi peregangan
channel kation terbuka K masuk Ca masuk utk
menginduksi eksitosis neurotransmiter rilis
serabut afferent saraf koklear otak

Peran Sel Rambut Luar
Sel rambut luar aktif dan cepat dalam
mengatur panjang respon dari perubahan
potensial membran (electromotility)
Mempersingkat depolarisasi dan
memperpanjang hiperpolarisasi
memperkuat gerakan membran basilar
Meningkatkan respon dari sel rambut dalam
sehingga lebih sensitif terhadap intensitas dan
variasi warna suara
Mekanisme
Pendengaran Sentral
serabut saraf dari ganglion spiralis corti
nukleus koklearis dorsalis & ventralis yg
ada di bagian atas medula berjalan
kontralateral dari batang otak nukleus
olivarius superior

sebagian serabut lainnya berjalan ipsilateral
ke nukleus olivarius superior pd sisi yg
sama ke lemnikus lateral berakhir di
nukleus lemnikus lateral kolikulus
inferior nukleus genikulata medial
melalui radiasio auditorius ke korteks
auditoris yg terletak di girus superior lobus
temporalis
Bagian Korteks
Serebri Auditorius
Korteks auditorius primer :
dirangsang oleh penonjolan korpus
genikulatum medial
Korteks auditorius asosiasi/
sekunder : dirangsang scr sekunder
oleh impuls yg berasal dari korteks
auditorius primer dan penonjolan dari
daerah asosiasi talamus yg berdekatan
dgn korpus genikulatum medial
Fungsi Korteks Serebri Auditorius
Persepsi frekuensi suara
Diskriminasi pola suara
Mendeteksi arah suara
FISIOLOGI KESEIMBANGAN
Canalis Semisircularis
Canalis Semisircularis
Potensial Aksi Canalis Semisircularis
Organ Otolit
Basal ends of type I hair cells are
rounded and enclosed within a nerve
calyx on the afferent fiber.
Type II hair cells are columnar and
associated with typical button
synaptic connections to their
afferents. Both types are also
associated with efferent fibers.
Mekanisme Kerja Organ Otolit
Vestibular Nuclei
BENIGN PAROXYSMAL POSITIONAL
VERTIGO
Benign Paroxysmal Positional Vertigo
BPPV : the spinning sensation lasts only a few minutes and often
stops by itself.
There may be recurrent episodes without any specific reason or
cause.
It is related to the labyrinth system (responsible for maintaining
balance in the body) inside the inner ear
Pathophysiology:
Small crystals (cupuloliths) sit on top of nerve stalks and should they
fall off (it may be due to minor head injury or because of repetitive
head movement), they can cause irritation to the fluid contained
within the canals and this can lead to vertigo (Epley maneuvers can
help)
Some free-floating particles in the labyrinth system exert a force to
additionally cause vertigo symptoms
SYMPTOMS
Vertigo is a sensation of spinning / dizziness.
Loss of balance and falling
Nausea or vomiting
Nystagmus (involuntary eye movements)

DIAGNOSIS
History and physical examination so no further tests
are needed
Neurologic exam (physical tests of the person's
balance)
If there is concern that another less benign cause of
vertigo may be present, other tests may be required.
Blood tests may look for infection or electrolyte
abnormalities
Imaging tests of the head and neck may include CT or MRI
scans
Audiology tests may assess hearing

TREATMENT
Several medications, including common motion sickness remedies,
may relieve symptoms of BPPV and may be used for less severe
episodes of vertigo
meclizine (Antivert, Bonine, Dramamine II, D-Vert)
diazepam IV (Valium) decreasing inflammation in the labyrinths
dimenhydrinate (Dramamine)
promethazine (Phenergan)
scopolamine (Isopto, Scopace)
If the cause of vertigo is thought to be due to a viral infection,
antiviral medications like Acyclovir (Zovirax) may be prescribed.
Prednisone may be useful if nerve inflammation is a potential
reason for vertigo.

Self-Care at Home
Prevention begins by maintaining good hydration and
avoiding rapid movements of the head.
Should symptoms of vertigo begins, the following
suggestions may be helpful:
Lie down with the head elevated slightly. Take precautions to
prevent falls.
Drink plenty of fluids.
In the midst of a vertigo attack, do not drive, work at heights, or
operate dangerous machinery since loss of balance may cause
significant injury.
Avoid sudden head movements and body position changes.

MENIERE DISEASE
MENIERE DISEASE
Recurrent attacks of vertigo associated with
fluctuating tinnitus and deafness
Affects both sexes equally in 5th decade
CM : vertigo, tinnitus, hearing loss / Cochlear
Meniere Syndrome (usually precedes the
attack), nausea and vomitting, fullness in ear
and diminution in hearing, horizontal
nystagmus during acute attacks, eye rotary to
affected ear, otolithic catastrophe of Turmakin
in a few people
Adams and Victors Principle of Neurology 9th Ed
MENIERE DISEASE
Main pathologic changes : increase in
endolymph and distension in endolymphatic
system
Pathogenesis
Ruptures of membarnous labyrinth and dumping
of potassium-containing endolymph to perilymph
causing paralyzed vestibular nerve leads to
degeneration of delicate cochlear hair cells

Adams and Victors Principle of Neurology 9th Ed
TREATMENT
Bed rest
Antihistaminic
Cyclizine
Meclizine
Transdermal Scopolamine
Other drugs :
Promethazine
Trimethobenzamide
Low salt diet +
ammonium chloride or
potassium and diuretics

Oral glycerol and CCB
Mild sedative anxious
Surgical
Destruction of labyrinth
Eighth nerve vestibular
portion sectio
Endolymphatic-
subarachnoid shunt
Adams and Victors Principle of Neurology 9th Ed
OTOTOKSISITAS
OTOTOXICITY
Chemical injury to the labyrinth occurring as a
side effect of pharmacology
May be reversible (loop diuretics, salicylates)
or irreversible (aminoglycosides & cipslatin)

Scott-Brown's Otorhinolaryngology: Head and Neck Surgery 7th Ed
OTOTOXICITY
Scott-Brown's Otorhinolaryngology: Head and Neck Surgery 7th Ed
OTOTOKSISITAS AMINOGLIKOSIDA
Paling sering menyerang neuroepitelium
sensoris telinga dalam
Hilangnya rambut koklea dapat menyebabkan
degenerasi sekunder pada nervus auditorius
Kerusakan terjadi karena aminoglikosida dapat
berikatan dengan zat besi dan membentuk
hidroksil radikal
Dapat diperparah krn administrasi diuretik
loop
Scott-Brown's Otorhinolaryngology: Head and Neck Surgery 7th Ed
OTOTOKSISITAS AMINOGLIKOSIDA
Streptomisin, kanamisin koklea dan
vestibuler.
Gentamisin sangat toksik thd vestibuler
namun tdk terlalu toksik thd koklea
Netilmisin < toksik
Jarang disebabkan obat dlm bntuk ear drops

Scott-Brown's Otorhinolaryngology: Head and Neck Surgery 7th Ed
OTOTOKSISITAS AMINOGLIKOSIDA
Kerusakan biasanya terjadi gradual, progresif,
simetris bilateral dan permanen.
Dapat terjadi setelah obat dihentikan krn
waktu paruh tinggi di jaringan koklea
Dimulai dg tuli thd suara frekuensi tinggi, lalu
bertahap ke frekuensi lebih rendah
Gejala vestibuler : gangguan keseimbangan scr
umum
Scott-Brown's Otorhinolaryngology: Head and Neck Surgery 7th Ed
OTOTOKSISITAS AMINOGLIKOSIDA
Faktor resiko : dosis kumulatif obat, durasi
pengobatan, bakteremia, gagal ginjal dan atau
liver, riwayat keluarga, predisposisi genetik,
sakit parah, malnutrisi, fetus pd ibu konsumsi
obat pd usia kehamilan 18-20mgg, ko-
administrasi furosemid
Lebih baik jika diberi dalam dosis sekali sehari
Scott-Brown's Otorhinolaryngology: Head and Neck Surgery 7th Ed
OTOTOKSISITAS CIPSLATIN
Obat kemoterapeutik thd tumor karsinoma
Gejala toksik : bilateral, simetris, progresif, tuli
nada tinggi hilangnya rambut dalam koklea.
Gejala vestibuler lebih jarang dibandingkan
ototoksisitas aminoglikosida
Gejala tersering : tinitus dan tuli
Vestibulopati terjadi pd pemberian obat
dalam dosis >>
Scott-Brown's Otorhinolaryngology: Head and Neck Surgery 7th Ed
OTOTOKSISITAS CIPSLATIN
Faktor resiko : dosis kumulatif obat, noise
exposure, gangguan telinga lain yg sudah ada,
disfungsi renal dan atau liver


Scott-Brown's Otorhinolaryngology: Head and Neck Surgery 7th Ed
OBAT LAIN YG SERING
MENYEBABKAN OTOTOKSISITAS
Diuretik loop
Reversibel, tuli sensorineural, ataxia edema
stria vestibularis hilangnya endocochlear
potential
Salicylates (obat RA)
Tinitus reversibel, tuli sensorineural,mual,
muntah. Pd penelitian, salisilat memiliki efek
protektif pd koklea dari gentamisin (klinis (-))

Scott-Brown's Otorhinolaryngology: Head and Neck Surgery 7th Ed
OBAT LAIN YG SERING
MENYEBABKAN OTOTOKSISITAS
Quinine (antimalarial)
Tuli sensorineural reversibel, tinitus, mual muntah
gangguan motilitas rambut dalam koklea. Jika
terapi jangka panjang gangguan permanen
Eritromisin
Terjadi pada dosis tinggi sistemik
Lain lain
Chlorexidine, chloramphenicol, bromides, etc
Scott-Brown's Otorhinolaryngology: Head and Neck Surgery 7th Ed
MANIFESTASI KLINIS
Aminoglikosida & cipslatin tinitus,
pendengaran
Vestibulopati : imbalance, kesulitan
melakukan fiksasi visual, gait ataxia, oscilopsia
aminoglikosida, jarang pd cipslatin



Scott-Brown's Otorhinolaryngology: Head and Neck Surgery 7th Ed
TATA LAKSANA
Pencegahan
Modifikasi dosis terapi
Proteksi : aminoglikosida dan cipslatin dengan
antioksidan atau kelasi-zat besi
Pemantauan gejala auditorik
Harus dilakukan thd semua pasien yg
mengkonsumsi obat tsb
Menggunakan audiometri
Scott-Brown's Otorhinolaryngology: Head and Neck Surgery 7th Ed
TATA LAKSANA
Jika ada gangguan pendengaran sesuaikan
dosis obat
Semakin cepat diagnosis ototoksisitas ditegakkan,
prognosis pemulihan semakin baik (cipslatin)
Pemulihan sempurna jarang terjadi pada
ototoksisitas aminoglikosida
Pemantauan gejala vestibuler
Belum ada konsensus
Bisa dg electronystagmography atau kursi rotasi
Scott-Brown's Otorhinolaryngology: Head and Neck Surgery 7th Ed
TATA LAKSANA
Gangguan pendengaran permanen alat
bantu pendengaran
Vestibulotoksisitas rehabilitasi
Konseling genetika (aminoglikosida)
Pemantauan berkala jika terpajan semasa
kehamilan
Scott-Brown's Otorhinolaryngology: Head and Neck Surgery 7th Ed
VERTIGO
VERTIGO SYNDROMES
Peripheral Syndromes
Vestibular Neuritis
VESTIBULAR NEURITIS / LABYRINTHITIS
Hilangnya input aferen vestibular dari salah
satu labirin scr mendadak, spontan, terisolasi,
dan dapat total ataupun parsial
Disebabkan krn infeksi virus, kebanyakn hanya
menyerang divisi superior nervus vestibularis
Manifestasi klinis : vertigo spontan, mual
muntah, postural imbalance. Vertigo
dirangsang o/ gerakan kepala,
VESTIBULAR NEURITIS / LABYRINTHITIS
Imbalance, bisa jatuh ke sisi yg sakit
Banyak terjadi gejala sisa setelah penyakit
Pada fase akut, ditemukan spontaneous
horizontal nystagmus, dg fase cepat ke arah yg
sakit
Dapat ditemukan partial/complete ocular tilt
reaction toward the affeced side
Pemeriksaan : head impulse test
THE HEAD IMPLUSE TEST
VESTIBULAR NEURITIS / LABYRINTHITIS
Diagnosis : Subjective visual horizontal (SVH)
test, electronystagmography, Caloric testing,
MRI jika dicurigai gangguan sentral
DD : Cerebellar infarction, Labyrinthine
infarction, Autoimmune ear disease, serangan
pertama Meniere disease
Terapi : kortikosteroid dan antiviral,
Rehabilitasi vestibular
VESTIBULAR NEURITIS / LABYRINTHITIS
Komplikasi : Lateral SCC function, symptoms of
CVI, Serangan subsekuen fase akut
vestibulopati perifer, posterior SCC-Type BPPV