Você está na página 1de 19

Mumps ialah penyakit akut pada

kelenjar parotis
Self-limited diseases,
Infeksius,
Disebabkan oleh virus genus Rubulavirus
famili Paramyxoviridae
Karena dahulu dikira hanya kelenjar
parotis saja yang terkena maka sampai
sekarang nama parotitis epidemika
masih tetap dipakai.
Organ lain yang sering terserang ialah
testis, sistem syaraf pusat dan pankreas.
Organ yang lebih jarang terlibat
meliputi; thyroid, ovarium, jantung, ginjal,
hati, dan persendian.

Pada era pravaksinasi, mumps terdapat
di seluruh dunia, terutama menyerang
anak usia 5-9 tahun dan menimbulkan
epidemi setiap 4 tahun sekali.
vaksin mumpspada tahun 1977
insidensi mumps menurun secara drastis.


Terjadi melalui droplet infection.
Periode sangat menular penderita ialah
mulai dari 1-2 hari sebelum parotis
bengkak sampai dengan 5 hari setelah
parotis bengkak.


Setelah infeksi, replikasi awal
berlangsung pada epitel traktus
respiratorius atas.
Infeksi ke kelenjar limfe melalui
drainage limfatik terjadi viremia yang
menyebarkan virus ke jaringan yang
menjadi target (parotis, testis, ssp).
Virus mumps menyebabkan nekrosis sel
yang dimasukinya dan diikuti oleh
infiltrasi inflamasi limfosit.


Saluran kelenjar ludah dilapisi oleh epitel
yang nekrotik dan interstitium diinfiltrasi
oleh limfosit.
Pembengkakan jaringan di dalam testis
dapat menimbulkan infark iskemik yang
fokal.
Cairan cerebrospinal seringkali
mengandung pleocytosis mononuclear,
bahkan juga pada individu tanpa gejala
meningitis.
Masa inkubasi mumps berkisar antara 12
- 25 hari, tapi biasanya 16 - 18 hari.
Infeksi virus mumps gambaran klinis
bervariasi dari asimtomatik, gejala non
spesifik, sampai gambaran klinis yang
klasik.
Gambaran klinis klasik biasanya berupa
parotitis dengan/tanpa gejala dari
kerusakan organ lain.

Parotitis mula-mula unilateral, kemudian
menjadi bilateral.
Kelenjar parotis terasa nyeri dan parotitis
bisa didahului atau disertai dengan nyeri
telinga pada sisi ipsilateral.
Pada saat pembengkakan bertambah,
sudut dari rahang menjadi tidak jelas, dan
daun telinga bisa naik serta bengkak
keluar.
Pembengkakan parotis mencapai
puncaknya dalam 3 hari dan mereda
spontan pada sekitar 7 hari.
Apabila di suatu daerah dimana mumps
sangat banyak, diagnosis dapat
ditegakkan atas dasar: riwayat kontak (+),
masa inkubasi hampir pas, dan penemuan
klinis.
Diagnosis pasti dapat ditegakkan atas
dasar:
1. Hasil isolasi virus dalam kultur sel ( saat
akut, virus dapat diisolasi dari sekret traktus
respiratorius, cairan serebrospinalis yang
diperoleh dengan pungsi lumbal atau
urine.


2. Pemeriksaan serologik yang sekarang
banyak digunakan ialah:
Pemeriksaan IgM antibodi dengan EIA
(Enzyme Immuno Assay); biasanya
dilaksanakan pada hari-hari awal sakit
dan titer tertingggi pada akhir minggu I
setelah timbulnya penyakit
Pemeriksaan IgG pada fase akut dan
fase konvalesen; peningkatan 4x lipat
mempunyai nilai diagnostik.

1. Parotitis supurativa
2. Recurrent parotitis
3. Calculus
4. Infeksi virus parainfluenza
5. Hemangioma

orchitis,
meningoencephalitis,
pancreatitis ,
thyroiditis,
mastitis,
dacryoadenitis,
oophoritis,
bartholinitis
Mumps merupakan penyakit self limited
disease; perjalanan penyakitnya tidak
dapat dipengaruhi oleh anti mikroba
apapun.
Pengobatannya hanya simtomatik dan
suportif.


Ad bonam.

Kecualia jika terdapat komplikasi tapi
pada umumnya semua kasus mumps
sembuh sempurna.

Vaksin untuk virus mumps yang diproses
dari kultur sel embrio ayam mulai
dipasarkan di Amerika Serikat tahun
1967.
Ada 3 macam yaitu: monovalen (hanya
mumps), kombinasi MR (mumps &
rubella), dan MMR (mumps, measles,
dan rubella).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa
efikasi vaksin 95% dan meskipun dengan
kadar yang lebih rendah dari kekebalan
alamiah, kekebalan karena vaksinasi
memberi protektif untuk jangka lama.
Vaksinasi MMR diberikan pada usia 12-15
bulan, 4-6 tahun (bila tidak diberikan
pada usia ini, berikan pada usia 11-12
tahun).