Você está na página 1de 14

MANAJEMEN KINERJA

MATERI KULIAH JUMAT


EVALUASI KINERJA PEMERINTAH DAERAH

Idris Patarai
:
Kinerja
mengenai apa
yang dikerjakan dan
bagaimana
Mengerjakannya
(Wibowo)

Kinerja

-Hasil kerja atau prestasi kerja;
-Bagaimana proses pekerjaan berlangsung;
-Tentang melakukan pekerjaan dan
- hasil yang dicapai dari apa yang dikerjakan
Kinerja


Meningkatnya PAD,
Turunnya Angka Kemiskinan,
Turunnya Tingkat Pegangguran,
OPINI WTP,
SAKIP BAIK,
Meningkatnya Angka Kunjungan
Wisatawan,
Meningkatnya Produksi Pertanian,
Meningkatnya Tingkat Kesehatan,



Manajemen Kinerja
Proses dimana organisasi
melibatkan pegawai
sebagai individu dalam
organisasi untuk
meningkatkan efektivitas
organisasi dalam
mencapai visi dan misi
organisasi.

Merupakan gaya
manajemen dalam
mengelola sumber daya
yang berorientasi pada
kinerja, melakukan proses
komunikasi

Manajemen Kinerja
()
contd
Bagaimana mengelola
seluruh kegiatan organisasi
untuk mencapai tujuan
organisasi yang telah
ditetapkan.
Manfaatnya bagi:
Organisasi;
Manajer;
Individu.
Castello:
Bagaimana
mendukung tujuan
menyeluruh dengan
mengaitkan pekerjaan
dari setiap individu
dan manajer pada
misi/tujuan organisasi.

Langkah Manajemen Kinerja:
Pengembangan
Strategi,
Target Setting
Pengukuran Kinerja
Analisa Kinerja

Model Manajemen Kinerja
Deming:
Penyusunan rencana, melakukan tindakan
pelaksanaan, memonitor jalannya, hasilnya, dan
melakukan reviu atau peninjuan kembali
Torrington dan Hall:
Harapan terhadap kinerja atau hasil=>
dukungan yang diberikan terhadap hasil untuk
mencapai tujuan.
Dalam pelaksanaan kinerja
dilakukan pengelolaan terhadap standar kinerja.
Model MK
Costello:
persiapan perencanaan yg menghasilkan
rencana kinerja, coaching pd SDM, melakukan
reviu;
Armstrong dan Baron:
siklus sekuensial diawali corparate mission,
performance agreement (Tapkin) =>
action=>continuous monitoring and feedback.
Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan
Pemberantasan KKN dan SE MenPAN Nomor SE/3I/M.PAN/12/2004
tentang Penetapan Kinerja

Setiap instansi pemerintah diwajibkan menyusun Penetapan
Kinerja (PK) sebagai Performance Agreement. Dengan adanya
PK maka setiap instansi pemerintah memiliki Kontrak Kinerja
atas pengelolaan sumber daya yang dikuasainya.

Tahun 2006. Terbit PP No 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan
Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.

Menetapkan kewajiban menyusun Laporan Keuangan dan
Kinerja Pemerintah Pusat/Daerah dan juga mengharuskan
adanya integrasi antara Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah (SAKIP) dengan Sistem Perencanaan, Sistem
Pengang-garan, Sistem Perbendaharaan, dan Sistem
Akuntansi.;


Tahun 2007, terbit Peraturan MenPAN Nomor PER/09/M.PAN/5/2007
tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di
Lingkungan Instansi Pemerintah.
Mewajibkan setiap instansi pemerintah menetapkan Indikator Kinerja
Utama sebagai alat ukur utama kinerja instansi yang bersangkutan
Permenpan nomor: 20/M.PAN/II/2008 tentang Petunjuk Penyusunan
Indikator Kinerja Utama.

Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
LAKIP
RPJM
Rencana Strategis
Rencana Kinerja
Tahunan
Penetapan Kinerja
(Performance
Contract/Agreement)
Rencana Kerja
dan Anggaran (RKA)
Kinerja
Aktual
Laporan
pertanggungjawaban
keuangan
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja,
Aspek yang Dievaluasi:
ASPEK BOBOT KOMPONEN
1. Perencanaan
Kinerja
35 Misal: Renstra, Rencana Kinerja
Tahunan, Penetapan Kinerja
2. Pengukuran
Kinerja
20 Pemenuhan Pengukuran, Kualitas
Pengukuran, Implementasi Pengukuran
3. Pelaporan
Kinerja
15 Pemenuhan Pelaporan, Penyajian
Informasi Kinerja, Pemanfaatan
Informasi Kinerja
4. Evaluasi
Kinerja
10 Pemenuhan Evaluasi, Kualitas
Evaluasi, Pemenfaatan Hasil Evaluasi
5. Pencapaian
Kinerja
20 Kinerja yang dilaporkan (Output dan
Outcome), dan Knerja lainnya
TOTAL 100
Sekian,

Terima Kasih