Você está na página 1de 21

1

UPAYA POKOK PUSKESMAS LIANG ANGGANG


PROMOSI KESEHATAN














Oleh
Galih Rahman I1A007051
Linda Rusliana Sari I1A006020
Afrilya Christy Sitepu I1A009096




BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNLAM BANJARBARU
Juli, 2014

2
BAB I
PENDAHULUAN


1. Latar Belakang
H.L. Blum menyatakan bahwa derajat kesehatan dipengaruhi oleh 4 faktor,
yaitu faktor lingkungan (environment), faktor perilaku (behaviour), faktor
pelayanan kesehatan (health service) dan faktor keturunan (heredity). Di negara
berkembang, faktor lingkungan merupakan faktor terbesar yang mempengaruhi
derajat kesehatan, karena erat kaitannya dengan penyakit-penyakit infeksi.
Di negara maju derajat kesehatan sangat dipengaruhi oleh faktor perilaku.
Perubahan gaya hidup, penggunaan obat-obat terlarang, konsumsi makanan yang
tidak segar seperti makanan instan, makanan dalam kaleng dan sebagainya akan
mempengaruhi kesehatan.
Gaya hidup masyarakat di kota-kota besar jauh berbeda dengan
masyarakat pedesaan, terutama yang berkaitan dengan pola konsumsi makanan,
obat-obatan, pekerjaan dan sebagainya. Oleh karena itu pola perkembangan jenis
penyakitpun berbeda antara daerah pedesaan dengan perkotaan. Hal ini terjadi
karena perubahan perilaku.
Di pedesaan masalah perilaku sangat berkaitan dengan ketidaktahuan.
Artinya perilaku yang tidak sesuai dengan konsep-konsep hidup sehat disebabkan
karena tidak adanya atau kurangnya pemahaman. Sementara di wilayah perkotaan
pada umumnya perilaku yang tidak sesuai dengan konsep-konsep hidup sehat
lebih banyak dipengaruhi oleh gaya hidup, prestise atau sejenisnya.
3
Dapat disimpulkan bahwa baik di daerah perkotaan maupun pedesaan,
faktor perilaku berpengaruh terhadap kesehatan individu dan masyarakat. Untuk
mengadakan perubahan perilaku agar masyarakat mampu mengubah gaya hidup
atau memahami konsep-konsep hidup sehat, salah satu pendekatan edukatif adalah
melalui pendidikan atau promosi kesehatan masyarakat yang bisa memberikan
penjelasan kepada masyarakat mengenai pentingnya kesehatan, baik kesehatan
diri sendiri, keluarga, maupun kesehatan lingkungan.

2. Tujuan
Tujuan program promosi kesehatan masyarakat adalah :
1) Tercapainya perubahan perilaku individu, keluarga dan masyarakat dalam
membina dan memelihara perilaku hidup sehat dan lingkungan sehat, serta
berperan aktif dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan yang optimal.
2) Terbentuknya perilaku sehat pada individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat yang sesuai dengan konsep hidup sehat baik fisik, mental dan
sosial sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian.
3) Menurut WHO tujuan promosi kesehatan adalah untuk merubah perilaku
perseorangan dan atau masyarakat dalam bidang kesehatan.





4
BAB II
PROGRAM PROMOSI KESEHATAN MASYARAKAT

1. Definisi dan Cakupan Program Promosi Kesehatan Masyarakat
Promosi kesehatan adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan dengan
cara menyebarkan pesan, menanamkan keyakinan, sehingga masyarakat tidak saja
sadar, tahu dan mengerti, tetapi juga mau dan bisa melakukan suatu anjuran yang
ada hubungannya dengan kesehatan. Promosi kesehatan adalah gabungan berbagai
kegiatan dan kesempatan yang berlandaskan prinsip-prinsip belajar untuk
mencapai suatu keadaan, dimana individu, keluarga, kelompok atau masyarakat
secara keseluruhan ingin hidup sehat, tahu bagaimana caranya dan melakukan apa
yang bisa dilakukan, secara perseorangan maupun secara kelompok dan meminta
pertolongan.
Beberapa faktor yang perlu diperhatikan agar promosi kesehatan dapat
mencapai sasaran yaitu :
Tingkat Pendidikan
Pendidikan dapat mempengaruhi cara pandang seseorang terhadap informasi
baru yang diterimanya. Maka dapat dikatakan bahwa semakin tinggi tingkat
pendidikannya, semakin mudah seseorang menerima informasi yang
didapatnya.
Tingkat Sosial Ekonomi
Semakin tinggi tingkat sosial ekonomi seseorang, semakin mudah pula dalam
menerima informasi baru.
5
Adat Istiadat
Masyarakat kita masih sangat menghargai dan menganggap adat istiadat
sebagai sesuatu yang tidak boleh diabaikan.
Kepercayaan Masyarakat
Masyarakat lebih memperhatikan informasi yang disampaikan oleh orang-
orang yang sudah mereka kenal, karena sudah ada kepercayaan masyarakat
dengan penyampain informasi.
Ketersediaan Waktu di Masyarakat
Waktu penyampaian informasi harus memperhatikan tingkat aktifitas
masyarakat untuk menjamin tingkat kehadiran masyarakat dalam promosi.
Sehingga petugas diharapkan mengetahui waktu yang tepat untuk melakukan
promosi kesehatan.
Metode yang dapat dipergunakan dalam memberikan promosi kesehatan
antara lain :
1. Metode pendidikan individual (perorangan)
Metode pendidikan yang bersifat individual ini digunakan untuk membina
perilaku baru, atau membina seseorang yang mulai tertarik kepada suatu
perubahan perilaku atau inovasi. Dasar digunakannya pendekatan individual
ini karena setiap orang mempunyai masalah atau alasan yang berbeda-beda
sehubungan dengan penerimaan atau perilaku baru tersebut. Agar petugas
kesehatan mengetahui dengan tepat serta dapat membantunya maka perlu
menggunakan metode (cara) ini. Bentuk pendekatan ini antara lain :
a. Bimbingan dan promosi
6
Dengan cara ini kontak antara klien dengan petugas lebih intensif. Setiap
masalah yang dihadapi oleh klien dapat diteliti dan dibantu
penyelesainnya. Akhirnya klien tersebut dengan sukarela, berdasarkan
kesadaran, dan penuh pengertian akan menerima perilaku tersebut
(mengubah perilaku).
b. Interview (wawancara)
Cara ini sebenarnya merupakan bagian dari bimbingan dan promosi.
Wawancara antara petugas kesehatan dengan klien untuk menggali
informasi mengapa ia tidak atau belum menerima perubahan, apakah ia
tertarik atau tidak terhadap perubahan, untuk mengetahui apakah perilaku
yang sudah atau yang akan diadopsi itu mempunyai dasar pengertian dan
kesadaran yang kuat.
2. Metode pendidikan kelompok
a. Kelompok besar
o Ceramah
o Seminar
b. Kelompok kecil
o Diskusi kelompok
o Curah pendapat
o Bola salju
Kelompok dibagi dalam pasangan-pasangan (1 pasang 2 orang)
kemudian dilontarkan suatu pertanyaan atau masalah. Setelah lebih
7
kurang 5 menit maka tiap 2 pasang bergabung menjadi satu. Mereka
tetap mendiskusikan masalah tersebut, dan mencari kesimpulan.
o Kelompok-kelompok kecil
o Memainkan peran
o Permainan simulasi
3. Metode pendidikan massa
a. Ceramah umum
b. Pidato/diskusi tentang kesehatan melalui media elektronik baik TV
maupun radio.
c. Simulasi
d. Tulisan-tulisan di majalah atau koran
e. Billboard, yang dipasang di tempat kegiatan posyandu, spanduk, poster,
dan sebagainya
Alat bantu yang dapat dipergunakan dalam memberikan promosi
kesehatan antara lain :
a. Media cetak
1. Booklet, ialah suatu media untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan
dalam bentuk buku, baik berupa tulisan maupun gambar.
2. Leaflet, ialah bentuk penyampaian informasi atau pesan-pesan kesehatan
melalui lembaran yang dilipat. Isi informasi dapat dalam bentuk kalimat
maupun gambar, atau kombinasi.
3. Flyer (selebaran), bentuknya seperti leaflet, tetapi tidak dilipat.
8
4. Rubrik atau tulisan-tulisan pada surat kabar atau majalah yang membahas
suatu masalah kesehatan.
5. Poster ialah bentuk media cetak yang berisi pesan-pesan/informasi
kesehatan, yang biasanya ditempel di tembok-tembok, di tempat-tempat
umum.
6. Foto yang mengungkapkan informasi-informasi kesehatan.
7. Flif chart (lembar balik), media penyampaian pesan atau informasi-
informasi kesehatan dalam bentuk lembar balik. Biasanya dalam bentuk
buku di mana tiap lembar (halaman) berisi gambar peragaan dan lembaran
baliknya berisi kalimat sebagai pesan atau informasi yang berkaitan
dengan gambar tersebut.
b. Media elektronik
Media elektronik sebagai sarana untuk menyampaikan pesan-pesan atau
informasi-informasi kesehatan berbeda-beda jenisnya, antara lain :
1. Televisi
2. Radio
3. Video
4. Slide
5. Film strip
c. Media papan
Papan yang dipasang di tempat-tempat umum dapat diisi dengan pesan-pesan
atau informasi-informasi kesehatan.

9
Dalam melakukan promosi kesehatan, maka penyuluh yang baik harus
melakukan promosi sesuai dengan langkah-langkah dalam promosi kesehatan
masyarakat sebagai berikut :
1. Mengkaji kebutuhan kesehatan masyarakat.
2. Menetapkan masalah kesehatan masyarakat.
3. Memprioritaskan masalah yang terlebih dahulu ditangani melalui promosi
kesehatan masyarakat.
4. Menyusun perencanaan promosi.
Menetapkan tujuan
Penentuan sasaran
Menyusun materi/isi promosi
Memilih metoda yang tepat
Menentukan jenis alat peraga yang akan digunakan
Penentuan kriteria evaluasi.
5. Pelaksanaan promosi.
6. Penilaian hasil promosi.
7. Tindak lanjut dari promosi

2. Tujuan dan Sasaran Program Promosi Kesehatan Masyarakat
Puskesmas Liang Anggang
a. Tujuan Program Promosi Kesehatan Masyarakat
Secara garis besar tujuan program promosi kesehatan masyarakat
di Puskesmas Liang Anggang adalah untuk mengubah perilaku
perseorangan dan atau masyarakat yang merugikan kesehatan ke arah
10
perilaku hidup sehat sehingga tercapai peningkatan derajat kesehatan
masyarakat untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas
menuju Indonesia Sehat.
b. Sasaran Program Promosi Kesehatan Masyarakat
Ditinjau dari segi sasaran atau tempat sasarannya, maka ruang
lingkup promosi kesehatan Puskesmas Sungai ulin dapat dilakukan di
puskesmas sendiri, posyandu, sekolah, ataupun masyarakat luas.
Sasaran program promosi kesehatan masyarakat di Puskesmas Liang
Anggang adalah sebagai berikut :
- Anak-anak sekolah dasar
- Anak-anak remaja (SLTP/SLTA)
- Wanita usia subur
- Ibu hamil, menyusui, nifas
- Ibu yang telah mempunyai anak
- Orang tua atau lansia
- Keluarga
- Masyarakat

3. Analisis Situasi
A. Keadaan Umum
Luas wilayah Puskesmas Liang Anggang adalah 70,98 ha/m
2
. Batas
Wilayah kerja Puskesmas Liang Anggang adalah sebagai berikut :
Sebelah utara : Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar
Sebelah selatan : Desa Pandahan Kecamatan Bati-Bati
11
Sebelah barat : Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar
Sebelah timur : Landasan Ulin Tengah dan Utara
Wilayah kerja puskesmas Sungai Ulin meliputi 2 kelurahan yaitu :
1. Kelurahan Landasan Ulin Barat :
Sebelah utara : Sei Tabuk
Sebelah selatan : Landasan Ulin Selatan
Sebelah timur : Landasan Ulin Tengah
Sebelah barat : Gambut
2. Kelurahan Landasan Ulin Selatan :
Sebelah utara : Landasan Ulin Barat
Sebelah selatan : Desa Pandahan Kecamatan Bati-bati
Sebelah timur : Landasan Ulin Tengah
Sebelah barat : Desa Kayu Bawang Kecamatan Gambut
B. Keadaan Khusus
Sarana Kesehatan yang ada di Puskesmas Liang Anggang meliputi
bangunan fisik yang terdiri dari :
Tabel 1. Bangunan fisik yang dimiliki Puskesmas Liang Anggang tahun 2013
No Bangunan Jumlah
1 Puskesmas induk 1
2 Puskesmas pembantu 2
3 Polindes Landasan Ulin Selatan 1
4 Poskesdes Landasan Ulin Selatan 1
5 Posyandu / Posyandu Usila 12
6 Poskeskel Landasan Ulin Barat 1
Jumlah 18
12
Sarana transportasi yang ada di Puskesmas Liang Anggang terdiri atas
kendaraan roda dua sebanyak 5 buah dan kendaraan roda empat sebanyak 1 buah.

4. Ruang Lingkup Promosi Kesehatan Masyarakat Puskesmas Liang
Anggang
1. Penyuluhan Kelompok
a. Penyuluhan kelompok potensial masyarakat
b. Penyuluhan kelompok anak sekolah
c. Penyuluhan NAPZA/narkoba
d. Penyuluhan HIV/AIDS
2. Posyandu Balita/Lansia
a. Pelatihan Kader Posyandu Balita
b. Pembinaan Kader Posyandu Balita/Lansia
3. PHBS
a. Survei PHBS tatanan Rumah Tangga
b. Survei PHBS tatanan Sekolah
4. TOGA/ BATRA
a. Pembinaan Toga
b. Pembinaan WOD
c. Pembinaan Batra.

5. Metode dan Alat Bantu Program Promosi Kesehatan Masyarakat
Puskesmas Liang Anggang
a. Metode Promosi Kesehatan Masyarakat
13
- Metode pendidikan individual (perorangan)
o Bimbingan dan promosi
o Interview (wawancara)
- Metode pendidikan kelompok
o Ceramah
- Metode pendidikan massa
o Ceramah umum
b. Alat Bantu Promosi Kesehatan Masyarakat
Media cetak
o Leaflet
o Poster
o Flif chart (lembar balik)
Media elektronik
o Alat pengeras suara
o Slide
Tabel 2. Sarana yang dimiliki program Promosi Kesehatan Puskesmas Liang
Anggang
No. Jenis Sarana Jumlah Keadaan Ket
Baik Rusak
1 Komputer 1 1 0
2 Printer 1 1 0
3 Wireless 1 1 0
4 Mega Phone 1 1 0
5 Slide Proyektor 0 0 0
6 LCD Proyektor 1 1 0
7 Rolling Screen 1 1 0
8 TV 0 0 0
9 DVD 0 0 0
10 Kamera Digital 1 0 1
11 Alat perekam 0 0 0
14
mini
12 Kaset CD 0 0 0
13 Kaset tape
recorder
0 0 0
14 Media poster 1 1 0
15 Lemari alat audio 0 0 0
16 Kendaraan roda
dua
0 0 0

6. Hasil Pencapaian Program Promosi Kesehatan
Program promosi kesehatan berkaitan dengan masalah perilaku manusia
dalam masyarat, sedangkan masalah perilaku adalah masalah yang khas dan
kompleks. Upaya perubahan, pemeliharaan ataupun peningkatan perilaku dan
sikap masyarakat bukan suatu hal yang mudah. Hasil yang telah dicapai oleh
program promosi kesehatan Liang Anggang adalah sebagai berikut :
Tabel 3. Rekapitulasi Hasil Program Promosi Kesehatan Puskesmas Liang
Anggang Selama Tahun 2013
No Nama kegiatan Indikator kinerja Satuan Target Realisa
si
%
Pencapaian
1. Frekuensi
penyuluhan
kelompok potensial
Meningkatkan
derajat kesehatan
masyarakat
% 48 48
100 %
2. Frekuensi
penyuluhan melalui
siaran keliling
Meningkatkan
derajat kesehatan
masyarakat
6 6 100 %
3. Jumlah kunjungan
petugas Puskesmas
ke posyandu
Meningkatkan
derajat kesehatan
masyarakat
144 144 100 %
4. Penyuluhan pondok
pesantren
Meningkatkan
derajat kesehatan
masyarakat
4 4 100%
5. Survey PHBS Meningkatkan
derajat kesehatan
masyarakat
420 420 100 %
6. Jumlah petugas yang
melakukan
penyuluhan
Meningkatkan
derajat kesehatan
masyarakat
45 32 71,11%
7. Jumlah pembinaaan
Dana Sehat
Meningkatkan
derajat kesehatan
0 0 -
15
masyarakat
8. Rapat koordinasi
lintas sector
Meningkatkan
derajat kesehatan
masyarakat
4 4 100%
9. Pembinaan TOGA Meningkatkan
derajat kesmas
0 0 -
Sumber : Data Program Promkes Liang Anggang Tahun 2013

I. PHBS
1. Survei PHBS tatanan rumah tangga
Sepuluh (10) PHBS di Rumah Tangga, yaitu :
a. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
b. Memberi bayi ASI eksklusif
c. Menimbang bayi dan anak balita untuk memantau pertumbuhan
dan perkembangannya
d. Mencuci tangan dengan air bersih dan memakai sabun
e. Menggunakan air bersih
f. Menggunakan jamban sehat
g. Memberantas jentik di rumah dengan 3M plus (menguras,
menutup, mengubur, plus menabur larvasida dan menggunakan
kelambu)
h. Melakukan aktivitas fisik setiap hari
i. Makan sayur dan buah setiap hari
j. Tidak merokok di rumah


16

2. Survei PHBS tatanan sekolah
Delapan (8) PHBS di sekolah yaitu :
a. Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun
b. Jajan di kantin sekolah yang sehat
c. Membuang sampah pada tempatnya
d. Mengikuti kegiatan olahraga di sekolah
e. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap hari
f. Tidak merokok di sekolah
g. Memberantas jentik nyamuk di sekolah secara rutin dengan 3M plus
(menguras, menutup, mengubur, plus menabur larvasida dan menggunakan
kelambu)
h. Buang air besar dan buang air kecil di jamban sekolah.
17
18




BAB III
PERMASALAHAN DAN UPAYA PEMECAHAN MASALAH DALAM
PROGRAM KERJA PROMOSI KESEHATAN

Analisis Data
1. Kekuatan
Jumlah posyandu yang cukup banyak, sehingga dapat melaksanakan
penyuluhan di seluruh wilayah kerja Puskesmas Liang Anggang. Hal ini
memudahkan masyarakat untuk mendapatkan info terbaru mengenai
kesehatan.

2. Kelemahan
a. Tidak ada pembuatan target sasaran peserta penyuluhan dan tidak adanya
daftar hadir dari peserta penyuluhan sehingga menyebabkan keberhasilan dari
penyampaian program tidak dapat dievaluasi.
b. Masih kurangnya sarana penunjang penyuluhan di sekolah dan posyandu
seperti slide presentasi sehingga penyampaian informasi kesehatan kurang
maksimal.

3. Solusi
a. Pihak puskesmas harus membuat jumlah target sasaran pelaksanaan
penyuluhan sehingga dapat dievaluasi keberhasilan pelaksanaan penyuluhan.
b. Mengoptimalkan kinerja petugas kesehatan dalam pendataan dan pelaporan
hasil penyuluhan kesehatan masyarakat sehingga dapat dilakukan evaluasi
program penyuluhan dan untuk selanjutnya dapat dilakukan kegiatan


penyuluhan dengan perencanaan dan persiapan yang lebih baik agar tercapai
tujuan dan sasaran yang diinginkan.
c. Bekerjasama lintas sektor dengan Dinas penerangan Kota Banjarbaru untuk
pengadaan sarana penunjang penyuluhan .
d. Petugas Puskesmas mengingatkan para kader, misal satu hari sebelum
pelaksanaan penyuluhan agar mengajak masyarakat ikut berperan aktif
sebagai peserta dalam penyuluhan.
e. Pembagian tanggung jawab penyuluhan yang jelas pada program-program
penyuluhan yang diembannya agar tidak terjadi tumpang tindih pekerjaan
sehingga semua program penyuluhan yang telah direncanakan dapat
dilaksanankan.
f. Penyuluhan kesehatan yang bertujuan mengubah perilaku hidup sehat
masyarakat itu tidak mudah dilakukan. Mengubah perilaku memerlukan
kesadaran, dan memerlukan proses panjang. Oleh karena itu, tenaga kesehatan
di lapangan tidak boleh bosan apalagi putus asa melakukan penyuluhan
kesehatan. Dampaknya akan menyadarkan masyarakat tentang hidup sehat,
sehingga mereka akan berperan-serta dalam proses pembangunan kesehatan.














DAFTAR PUSTAKA

1. Laporan Tahunan Puskesmas Liang Anggang Tahun 2013.
2. Profil Puskesmas Liang Anggang Tahun 2013.
3. Anonymous. Penyuluhan Kesehatan Bagi Masyarakat.
http://www.anneahira.com/artikel-kesehatan/penyuluhan-kesehatan.htm.
Diakses tanggal 22 Juli 2014.
4. Anonymous. Penyuluhan Kesehatan Masyarakat. 2008.
http://creasoft.wordpress.com/2008/04/15/penyuluhan-kesehatan-masyarakat/.
Diakses tanggal 22 Juli 2014.
5. Notoatmodjo S. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta,
2002.