Você está na página 1de 21

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
Kunjungan Antenatal Care (ANC)
Pengertian
ANC adalah asuhan yang diberikan untuk ibu hamil sebelum persalinan untuk
memfasillitasi hasil yang sehat dan positif bagi ibu maupun bayinya dengan cara
membina hubungan saling percaya dengan ibu, mendeteksi komplikasi-komplikasi
yang dapat mengancam jiwa, mempersiapkan kelahiran dan memberikan pendidikan
(Pusdiknakes, 2!"#
$unjungan ANC adalah kunjungan ibu hamil ke bidan atau dokter sedini mungkin
semenjak ia merasa dirinya hamil untuk mendapatkan pelayanan ANC# Pada setiap
kunjungan ANC, petugas mengumpulkan dan menganalisis data mengenai kondisi
ibu melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik untuk mendapatkan diagnosis
kehamilan serta ada tidaknya masalah atau komplikasi (%aifuddin, 22"#
$unjungan baru ibu hamil ($&" adalah kunjungan ibu hamil yang pertama kali pada
masa kehamilan# $unjungan ulang adalah kontak ibu hamil dengan tenaga kesehatan
yang kedua dan seterusnya untuk mendapatkan pelayanan antenatal sesuai dengan
standar selama satu periode kehamilan berlangsung# %edangkan $' adalah kontak ibu
hamil dengan tenaga kesehatan yang keempat atau lebih untuk mendapatkan
pelayanan antenatal sesuai dengan standar ((amidah, 2)"#
*ujuan Antenatal Care (ANC"
+enurut +ochtar , +anuaba (&))-" tujuan ANC yaitu .
/
0
*ujuan 1mum
+enyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu dan anak selama kehamilan,
persalinan dan nifas, sehingga didapatkan ibu dan anak yang sehat#
*ujuan $husus
+engenali dan menangani penyakit-penyakit yang mungkin dijumpai dalam
kehamilan, persalinan dan nifas, misal pada kehamilan adanya hiperemisis
gravidarum yaitu muntah berlebihan yang dapat membahayakan ibu hamil karena
keluarnya cairan dan berkurangnya masukan nutrisi karena mual muntah#
+engenali dan mengobati penyakit-penyakit yang mungkin diderita sedini
mungkin, misal adanya penyakit hipertensi yang menyertai kehamilan#
+enurunkan angka morbiditas dan mortalitas ibu dan anak#
+emberikan nasehat-nasehat tentang cara hidup sehari-hari berkaitan dengan
kehamilan, nifas, laktasi dan keluarga berencana#
+empersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar
dapat tumbuh kembang secara normal#
!# $euntungan Antenatal Care (ANC"
$euntungan ANC adalah untuk dapat mengetahui berbagai resiko dan komplikasi
hamil sehingga ibu hamil dapat diarahkan untuk melakukan rujukan ke rumah
sakit (+anuaba, &))-"#
'# +anfaat Antenatal Care (ANC"
+enurut Prawirohardjo (2/", bahwa manfaat pelayanan ANC untuk .
+embantu ibu dan keluarganya untuk mempersiapkan kelahiran dan kedaruratan
yang mungkin terjadi#
-
+endeteksi dan mengobati komplikasi-komplikasi yang timbul selama
kehamilan, baik yang bersifat medis, bedah atau obstetrik#
+eningkatkan dan memelihara kesehatan fisik, mental dan sosial ibu serta bayi
dengan memberikan pendidikan, supleman dan imunisasi#
+embantu mempersiapkan ibu untuk menyusui bayi, melalui masa nifas yang
normal, serta menjaga kesehatan anak secara fisik, psikologis dan2 sosial#
3# Pelaksanaan Pelayanan Antenatal Care (ANC"
Pelaksanaan pelayanan ANC menurut 4epkes 56 (&))0", terdiri atas.
*enaga medis meliputi dokter umum dan dokter spesialis obstetri dan ginekologi#
*enaga perawatan meliputi . bidan, perawat, perawat mahir bidan#
/# *empat pelaksanaan Antenatal Care (ANC"
*empat pemberian pelayanan ANC dapat bersifat statis dan aktif meliputi .
Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Pondok bersalin desa, Posyandu, 5umah %akit
7ersalin, 5umah %akit Pemerintah atau %wasta, prakti %wasta (4epkes 56#, &))0"#
0# 8adwal Antenatal Care (ANC"
+enurut %aifuddin (22", kunjungan ANC untuk pemantauan dan pengawasan
kesejahteraan ibu dan anak minimal empat kali selama kehamilan dalam waktu
sebagai berikut .
$ehamilan trimester pertama (9&' minggu" satu kali kunjungan, dan
$ehamilan trimester kedua (&'-2- minggu" satu kali kunjungan, dan
$ehamilan trimester ketiga (2--!/ minggu dan sesudah minggu ke-!/" dua kali
kunjungan#
)
8adwal kunjungan diatas dilakukan sesuai dengan kriteria kunjungan menurut
%aifuddin (22" .
$unjungan 6 (umur kehamilan -&/ minggu"
Penapisan dan pengobatan anemia
Perencanan persalinan
Pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan pengobatanya
$unjungan 66 (2'-2- minggu" dan 666 (!2 minggu"
Pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan pengobatan
Penapisan preeklamsi, gemeli, infeksi alat reproduksi dan saluran perkemihan
+engulang perencanaan persalinan
$unjungan 6: (!/ minggu sampai lahir"
%ama seperti kunjungan 66 dan 666
+engenali adanya kelainan letak dan presentasi
+emantapkan rencana persalinan
+engenali tanda-tanda persalinan
%edangkan menurut +anuaba (&))-" menyatakan bahwa ANC akan lebih baik
lagi apabila dilakukan lebih sering lagi sekitar &2-&! kali selama kehamilan,
dengan ketentuan sebagai berikut .
Pemeriksaan Pertama
6deal pemeriksaan pertama dilakukan sedini mungkin, yaitu segera setelah
diketahui terlambat haid (kurang lebih terlambat & bulan"#
Pemeriksaan 1lang
Pemeriksaan ulang & kali sebulan sampai umur kehamilan /-0 bulan#
Pemeriksaan ulang 2 kali sebulan sampai umur kehamilan - bulan sampai
persalinan#
Periksa khusus bila ada keluhan-keluhan tertentu#
&
B. Faktor Yang Mempengaruh Per!aku Ke"ehatan
Perilaku seseorang atau subyek dipengaruhi atau ditentukan oleh faktor-faktor baik
dari dalam maupun dari luar subyek# 4alam perilaku kesehatan menurut ;awrence
<reen (&)-" dalam Notoatmodjo (2!", perilaku kesehatan dipengaruhi oleh !
faktor utama yaitu .
&# =aktor predisposisi (Predisposing factors "
=aktor presdiposisi adalah faktor-faktor yang mempermudah dan mendasari untuk
terjadinya perilaku seseorang# >ang termasuk dalam kelompok ini antara lain
pengetahuan, sikap, keyakinan, kepercayaan masyarakat terhadap hal-hal yang
berkaitan dengan kesehatan, sistem nilai
yang dianut, tingkat pendidikan dan tingkat sosial ekonomi#
2# =aktor Pemungkin (Enabling Factor"
=aktor pendukung adalah faktor-faktor yang memungkinkan atau menfasilitasi
perilaku atau tindakan# Artinya faktor pemungkin adalah sarana dan prasarana atau
fasilitas untuk terjadinya perilaku kesehatan# 1ntuk berperilaku sehat masyarakat
memerlukan sarana dan prasarana pendukung# 6bu hamil yang mau periksa hamil
tidak hanya karena ia tahu dan sadar manfaat periksa hamil saja, melainkan ibu
tersebut dengan mudah harus dapat memperoleh fasilitas atau tempat periksa hamil#
=asilitas ini pada hakikatnya mendukung atau memungkinkan terwujudnya perilaku
kesehatan#
!# =aktor Penguat (Reinforcing Factor"
=aktor penguat adalah faktor-faktor yang mendorong atau memperkuat
terjadinya perilaku pada ibu hamil dalam melakukan kunjungan ANC# =aktor ini
meliputi dukungan suami dan tindakan petugas kesehatan# %ebagai contoh, ibu hamil
akan melakukan kunjungan ANC dengan rutin apabila suami menganjurkan,
memberikan dukungan maka ibu hamil mau untuk melaksanakannya# Apabila
tindakan petugas kesehatan baik dan ramah maka ibu hamil akan melakukan
kunjungan ANC dengan rutin dan sebaliknya apabila petugas kesehatan kurang ramah
ibu hamil akan enggan untuk
melakukannya dan mungkin akan berpindah ke tempat kunjungan ANC
dengan pelayanan yang lebih baik#
7erdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa perilaku berawal
dari adanya pengalaman seseorang serta faktor-faktor dari luar (lingkungan",
baik fisik maupun non fisik, kemudian pengalaman dan lingkungan diketahui,
dipersiapkan, diyakini, sehingga menimbulkan keinginan, niat untuk bertindak
yang akhirnya terjadilah perwujudan niat yang berupa perilaku#
6nternal
a#
Persepsi
?ksternal
b#
Pengetahuan
5espon
a#
Pengalaman
c#
$eyakinan
b#
=asilitas
perilaku
d#
+oti@asi
c#
%osio-budaya
e#
Niat
d#
;ingkungan
f#
%ikap
7agan 2#& %kema Perilaku
(%umber ;awrence <reen, dalam Notoatmodjo, 2!"
Yang Mempengaruh I#u $am! Me!akukan Kunjungan ANC Menurut %epke"
&I ('(()) *atu +
6bu sering kali tidak berhak memutuskan sesuatu, karena hal itu suami atau mertua,
sementara mereka tidak mengetahui perlunya memeriksakan kehamilan dan hanya
mengandalkan cara-cara tradisional#
=asilitas untuk pelayanan antenatal tidak memadai, tidak berfungsi sebagaimana
mestinya, tidak memungkinkan kerahasiaan, harus menunggu lama atau perlakuan
petugas yang kurang memuaskan#
7eberapa ibu tidak mengatahui mereka harus memeriksakan kehamilannya#
&2
*ransportasi yang sulit, baik bagi ibu untuk memeriksakan kehamilan maupun bagi
bidan untuk mendatangi mereka#
$urangnya dukungan tradisi dan keluarga yang mengiAinkan seorang wanita
meninggalkan rumah untuk memeriksakan kehamilannya#
*akhayul dan keraguan untuk memeriksakan kehamilan kepada petugas kesehatan
(terlebih pula jika petugasnya laki-laki"#
$etidakpercayaan dan ketidaksenangan pada tenaga kesehatan secara umum beberapa
anggota masyarakat tidak mempercayai semua petugas kesehatan pemerintah#
6bu dan anggota keluarganya tidak mampu membayar atau tidak mempunyai waktu
untuk memeriksaakan kehamilan#
Faktor,Faktor *ang Mempengaruh Kunjungan ANC
=aktor yang secara langsung mempengaruhi ibu hamil melakukan kunjungan ANC
antara lain sebagai berikut .
&# Pendidikan 6bu
*ingkat pendidikan sangat mempengaruhi bagaimana seseorang untuk bertindak dan
mencari penyebab serta solusi dalam hidupnya# Brang yang berpendidikan tinggi
biasanya akan bertindak lebih rasional# Bleh karena itu orang yang berpendidikan
akan lebih mudah menerima gagasan baru (Notoatmodjo,2!"#
Pendidikan yang rendah merupakan salah satu masalah yang berpengaruh
terhadap kunjungan ANC pada ibu hamil# 4emikian halnya dengan ibu yang
berpendidikan tinggi akan memeriksakan kehamilannya secara teratur demi
menjaga keadaan kesehatan dirinya dan anak dalam kandungannya#
%tatus gra@iditas
$ehamilan (gra@iditas" adalah adalah jumlah janin yang pernah dilahirkan, hidup
maupun mati (%iswosudarmo, 2-"# Penggolongan gra@iditas bagi ibu
&!
yang masih hamil atau pernah hamil berdasarkan jumlahnya menurut Perdinakes-
C(B8P(6?<B yaitu.
Primigra@ida adalah wanita hamil untuk pertama kalinya
+ultigra@ida adalah wanita yang pernah hamil beberapa kali, di mana kehamilan
tersebut tidak lebih dari 3 kali
<randemultigra@ida adalah wanita yang pernah hamil lebih dari 3 kali#
7erdasarkan pengertian tersebut maka paritas mempengaruhi
kunjungan ANC# ;ebih tinggi paritas, lebih tinggi resiko kematian maternal#
5esiko pada paritas & dapat ditangani dengan asuhan obstetric lebih baik,
sedangkan resiko pada paritas tinggi dapat dikurangi atau dicegah dengan
keluarga berencana# %ebagian kehamilan pada paritas tinggi adalah tidak
direncanakan (Ciknjosastro,23"#
8adi ibu hamil dengan jumlah anak lebih sedikit cenderung akan lebih baik dalam
memeriksakan kehamilannya daripada 6bu hamil dengan jumlah anak lebih
banyak#
Pengetahuan a# 4efinisi
+enurut 7loom dalam Notoatmodjo (2!", pengetahuan adalah hasil
penginderaan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indera
yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya"# Pengetahuan seseorang
terhadap objek mempunyai tingkat yang berbeda-beda#
*ingkat pengetahuan adalah tingkat seberapa kedalaman seseorang dapat
menghayati, mendalami, memperdalam perhatian seperti sebagaimana manusia
menyelesaikan masalah tentang konsep-konsep baru dan kemampuan dalam
belajar di kelas# Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting bagi
terbentuknya tindakan seseorang#
&'
b# *ingkat Pengetahuan
+enurut Notoatmodjo (2!", pengetahuan yang tercakup di dalam domain
kognitif ada / tingkatan, yaitu .
*ahu (Know", merupakan tingkat pengetahuan paling rendah# *ahu artinya
dapat mengingat atau mengingat kembali suatu materi yang telah dipelajari
sebelumnya# 1kuran bahwa seseorang itu tahu, adalah ia dapat menyebutkan,
menguraikan, mendefinisikan, dan menyatakan#
+emahami (Comprehension", artinya kemampuan untuk menjelaskan dan
menginterpretasikan dengan benar tentang objek yang diketahui seseorang
yang telah paham tentang sesuatu harus dapat menjelaskan, memberikan
contoh, dan menyimpulkan#
Aplikasi (Aplication", yaitu kemampuan untuk menggunakan materi yang
telah dipelajari pada situasi dan kondisi nyata atau dapat menggunakan
hukum-hukum, rumus, metode dalam situasi nyata#
Analisis (Analysis", artinya adalah kemampuan untuk menguraikan objek ke
dalam bagian-bagian lebih kecil, tetapi masih di dalam suatu struktur objek
tersebut dan masih terkait satu sama lain# 1kuran kemampuan adalah ia dapat
menggambarkan, membuat bagan, membedakan, memisahkan#
%intesis, yaitu suatu kemampuan untuk menghubungkan bagian-bagian di
dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru atau kemampuan untuk menyusun
formulasi baru dari formulasi-formulasi yang ada# ukuran kemampuan adalah
ia dapat menyusun, meringkaskan, merencanakan, dan menyesuaikan suatu
teori atau rumusan yang telah ada#
?@aluasi (Evaluation", yaitu kemampuan untuk melakukan penilaian terhadap
suatu objek# ?@aluasi dapat menggunakan kriteria yang telah ada atau disusun
sendiri#
&3
c# %umber D sumber pengetahuan
+enurut 6stiarti (2" pengetahuan seseorang biasanya diperoleh dari
pengalaman yang berasal dari berbagai macam sumber, misalnya media massa,
media elektronik, buku petunjuk, petugas kesehatan, media poster, kerabat dekat
dan sebagainya# %edangkan menurut Notoatmodjo (2!", sumber pengetahuan
dapat berupa pemimpin-pemimpin masyarakat baik formal maupun informal, ahli
agama, pemegang pemerintahan dan sebagainya#
Pengetahuan disini yang dimaksud adalah pengetahuan ibu hamil dalam
melakukan kunjungan ANC# 7ila pengetahuan ibu hamil sudah baik terhadap
ANC maka ibu hamil akan melakukan kunjungan ANC akan teratur# Apabila
pengetahuan belum sepenuhnya dimiliki maka mengikuti anjuran untuk
melakukan kunjungan ANC kurang teratur#
'# %ikap Petugas $esehatan
%ikap adalah respon tertutup seseorang terhadap stimulus atau obyek, baik yang
bersifat intern maupun ekstern, sehingga manifestasinya tidak dapat langsung dilihat,
tetapi hanya dapat langsung ditafsirkan terlebih dahulu dari perilaku yang tertutup#
+enurut Notoadmodjo (2!", sikap terbagi ! komponen yang membentuk struktur
sikap dan ketiganya saling menunjang, yaitu.
$omponen kognitif (komponen perceptual"
7erisi kepercayaan, yang berhubungan dengan hal-hal tentang bagaimana indi@idu
mempersiapkan terhadap objek sikap, dengan apa yang dilihat dan diketahui
(pengetahuan", pandangan, keyakinan, pikiran, pengalaman pribadi#
$omponen afektif (komponen emosional"
$emampuan ini menunjuk pada dimensi emosional subjektif indi@idu atau e@aluasi
terhadap objek sikap, baik yang positif maupun negatif#
$omponen konatif (komponen perilaku"
&/
>aitu komponen sikap yang berkaitan dengan predisposisi atau
kecenderungan bertindak terhadap objek sikap yang dihadapinya#
$etiga komponen ini secara bersama-sama membentuk sikap yang utuh dalam
penentuan sikap yang utuh ini, pengetahuan, pikiran dan keyakinan dan emosi
sangat memegang peranan penting# *ingkatan sikap terdiri dari berbagai tingkatan
yaitu .
+enerima (receiving"
+enerima diartikan bahwa orang (subjek" mau dan memperhatikan stimulus yang
diberikan (objek"# +isalnya petugas kesehatan menyapa pasien yang sedang
berkunjung untuk pelayanan antenatal dan memberikan rasa nyaman#
+erespon (responding"
+emberi jawaban apabila ditanya, mengerjakan dan menyelesaikan tugas yang
diberikan# +isalnya petugas kesehatan melakukan pelayanan antenatal sesuai
dengan keperluan#
+enghargai (valuing"
+engajak orang untuk mengerjakan Emendiskusikan suatu masalah# +isalnya
petugas kesehatan memberikan konselingE penyuluhan tentang ANC#
7ertanggung jawab (responsible"
7ertanggung jawab atas segala sesuatu yang dipilihnya dengan segala resiko#
+isalnya petugas kesehatan memberikan jadwal selanjutnya pada kunjungan
ANC
4ukungan %uami
4efinisi
4ukungan adalah sumber daya eksternal utama# %ifat dukungan
dan pengaruhnya pada penyelesaian masalah telah diteliti secara ekstensif
&0
dan telah terbukti sebagai moderator stres kehidupan yang efektif (%meltAer,
2&"#
4ukungan berfokus pada sifat interaksi yang berlangsung dalam berbagai
hubungan sosial sebagaimana yang die@aluasikan oleh indi@idu# 4ukungan
keluarga mengacu pada dukungan-dukungan sosial yang dipandang oleh
anggota keluarga sebagai sesuatu yang dapat diaksesEdiadakan untuk keluarga
(dukungan sosial bisa atau tidak digunakan, tapi anggota keluarga memandang
bahwa orang yang bersifat mendukung selalu siap memberikan pertolongan
dan bantuan jika di perlukan" (=riedman, &))-"#
4ukungan suami merupakan dorongan, moti@asi terhadap istri, baik secara
moral maupun material (7obak, 23"# 4ukungan sosial suami dapat
berfungsi sebagai strategi pre@entif untuk mengurangi stres dan konsekuensi
negatifnya (=riedman, &))-"#
b# %umber-%umber 4ukungan
%umber dari dukungan diperoleh dari orang-orang yang memiliki hubungan
berarti dengan indi@idu seperti suami, keluarga (ayah, ibu, mertua", saudara,
teman dekat, tetangga dan petugas kesehatan (%meltAer, 2&"#
8enis-8enis 4ukungan %uami
Ada ' wujud dari dukungan suami (=riedman, &))-" .
4ukungan informasi adalah dukungan yang diberikan apabila indi@idu tidak
mampu menyelesaikan masalah dengan memberikan informasi, nasehat,
saran, pengarahan dan petunjuk tentang cara-cara pemecahan masalah# Pada
dukungan informatif suami berfungsi sebagai kolektor dan diseminator
(penyebar" informasi# +anfaat dari dukungan ini adalah dapat menekan
munculnya suatu stressor karena informasi yang
&-
diberikan dapat menyumbangkan aksi sugesti yang khusus pada
indi@idu#
4ukungan emosional atau psikologis adalah dukungan yang dapat berupa
perhatian, empati, kepedulian, adanya kepercayaan, mendengarkan dan
didengarkan, serta membantu penguasaan terhadap emosi# +isalnya
mendampingi atau menemani istri saat melakukan kunjungan ANC#
4ukungan instrumental atau finansial adalah dukungan yang bersifat nyata
atau konkrit dalam bentuk materi, uang atau dana, peralatan, waktu, maupun
menolong#
4ukungan penghargaan atau penilaian adalah dukungan yang berupa penilaian
positif dari suami lewat ungkapan hormat (penghargaan" diantaranya
memberikan penghargaan positif dan perhatian misalnya pujian, persetujuan#
Adapun dukungan suami yang dimaksud disini adalah dukungan yang
diberikan baik dalam moral maupun materil kepada anggota keluarga yang
hamil berupa memberikan dorongan untuk melakukan kunjungan ANC sesuai
jadwal# 8ika suami mengharapkan kehamilan, mendukung bahkan
memperlihatkan dukungannya dalam berbagai hal, maka ibu hamil akan
merasa lebih percaya diri, lebih bahagia dan siap dalam menjalani kehamilan,
persalinan dan masa nifas#
&)
-. Kerangka Teor
=aktor Presdiposisi .
1mur
Pekerjaan
Pendidikan
%tatus
gra@iditas
%ikap
Persepsi
=aktor pemungkin .
$unjungan
&# $eterjangkauan fasilitas
Antenatal care
2# 8arak kefasilitas
(ANC"
kesehatan
=aktor Penguat .
%ikap petugas
4ukungan suami
4ukungan tokoh masyarakat
yang diteliti
yang tidak teliti
7agan 2#2 $erangka *eori
%umber . +odifikasi ;awrence <reen dalam Notoatmodjo (2!", 4epkes (23"
2
F. Kerangka Kon"ep
Variable ndependent !
&#
Pendidikan
2#
%tatus gra@iditas
Variable "ependent !
!#
Pengetahuan
$unjungan ANC
4ukungan suami
%ikap petugas
7agan 2#! $erangka $onsep
$pote"" Pene!tan
(
&
#& Ada hubungan antara pendidikan ibu hamil dengan kunjungan ANC# (
2
#2 Ada
hubungan antara status gra@iditas dengan kunjungan ANC#
(
!
#! Ada hubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan kunjungan ANC#
(
'
#' Ada hubungan antara dukungan suami terhadap kunjungan ANC pada ibu
hamil#
(
3
#3 Ada hubungan antara sikap petugas terhadap kunjungan ANC pada ibu hamil#