Você está na página 1de 1

Mahasiswi aborsi, tarik janin kepala putus

tertinggal di rahim
Reporter : Chandra | Jumat, 4 April 2014 14:28

Merdeka.com - Kisah cinta pasangan kekasih yang masih tercatat sebagai mahasiswa
Akademi Maritim Cilacap, MK (19) dan RH (20), berakhir di balik jeruji besi. Sebab mereka
harus mempertanggungjawabkan perbuatan aborsi mengerikan itu.

Mereka berdua nekat melakukan aborsi janin berusia 5 bulan dari hasil hubungan gelap
sepasang kekasih ini. Ironisnya, kepala janin tertinggal dalam rahim RH. Dari pengakuan RH
dan MK, keduanya memang berniat melakukan aborsi.

Kepala UPT Puskesmas Kroya dr Pujianto Basuki mengatakan, Senin pagi sekitar pukul
05.00 WIB, kedua pelaku datang ke Puskesmas karena RH mengalami pendarahan.

"Yang kami tahu, pagi itu ada pasien yang menderita pendarahan hebat," kata Kepala UPT
Puskesmas Kroya Dr Pujianto Basuki saat dihubungi, Jumat (4/4).

Melihat pasien pendarahan, pihaknya langsung melakukan pertolongan lantaran saat itu RH
dalam kondisi kritis. Dari keterangan petugas di Puskesmas, saat RH datang sudah terlihat
tali pusarnya keluar dari rahim.

Setelah dilakukan pemeriksaan secara lengkap ternyata di dalam (perut) hanya kepala bayi
saja. "Sempat ditanya oleh bidan, kenapa hanya ada kepala dan di mana badan dan kaki, RH
menjawab ditarik sama suaminya," katanya.

MK pun diminta untuk mengambil kepala janin, agar bisa disambung dengan cara dijahit.
Sehingga janin seberat 0,5 kg dan berjenis kelamin perempuan itu bisa dikuburkan. "Saat itu,
kami baru tahu jika mereka bukan suami istri setelah saudaranya datang kemari," katanya.

Melihat adanya kejanggalan dalam kasus tersebut, pihak kepolisian resor Cilacap kemudian
mengamankan MK.