Você está na página 1de 35

OLEH :

JULIANUS MARTHIN. D
3335120153
TEKNIK KIMIA 2012 (A)
Alat alat ukur di Industri
Flow
Tekanan
Level
Temperatur
Konsentrasi

Pengelompokan :
1. Differential Pressure
2. Variable Area
3. Positive Displacement
Prinsip operasi DP Flowmeters adalah persamaan Bernoulli
(hubungan antara tekanan dan kecepatan pada suatu aliran
fluida).








Head Flow Measurement

Kelebihan
Biaya pengadaannya awal : rendah ~ sedang
Dapat digunakan di dalam cakupan luas
(hampir semua phase fluida dan kondisi
aliran).
Strukturnya kokoh dan sederhana.

Kekurangan
Rugi tekanan (pressure drop) : sedang ~
tinggi

Prinsip Operasi :
Didasarkan pada pelampung (float) yang berfungsi sebagai
penghalang aliran, pelampung tersebut akan melayang dalam suatu
tabung yang mempunyai luas penampang tidak konstan. Luas penampang
tabung berubah tergantung ketinggiannya (semakin tinggi semakin besar).
Posisi pelampung akan menyatakan harga aliran fluida yang
mengenainya. Pada posisi tersebut pada pelampung akan terjadi
keseimbangan gaya, yaitu keseimbangan antara berat pelampung dengan
gaya tarik aliran yang mengenainya dan gaya apung pelampung

Kelebihan
Biaya pengadaannya awal : rendah
Rangebility baik.
Pressure drop rendah (hampir konstan)

Kekurangan
Untuk jenis glass tube mudah mengalami kerusakan (pecah).
Tidak baik untuk laju aliran (flow rate) rendah
Tidak baik untuk service fluida yang fluktuasi.
Harus dipasang secara vertical.
Beberapa variable area meter tidak bisa digunakan di dalam
lingkungan gaya berat yang rendah.
Secara umum dibatasi pada ukuran pipa kecil (kecuali jika
bypass rotameter digunakan).
Prinsip Operasi:
Postive Displacement Flowmeters (PD meters), bekerja berdasrkan
pengukuran volume dari fluida yang sedang mengalir dengan menghitung
secara berulang aliran fluida yang dipisahkan kedalam suatu volume yang
diketahui (chamber), selanjutnya dikeluarkan sebagai volume tetap yang
diketahui.

Kelebihan
Biaya pengadaannya awal : rendah ~ sedang
Dapat digunakan di dalam aliran viscous.
Rangeability yang tinggi
Output pembacaan linear.
Akurasi sangat bagus.

Kekurangan :
Biaya pemeliharaan relatif tinggi
Pressure drop relatif tinggi
Tidak sesuai untuk laju alir rendah
Sangat peka pada kerusakan akibat gas, fluida dengan padatan
(slugs) dan fluida yang kotor.
Gas (bubbles) didalam fluida signifikan menurunkan akurasi.
Absolute Pressure (tekanan absolut)
Gaya yang bekerja pada satuan luas, tekanan ini dinyatakan dan
diukur terhadap tekanan NOL.
Gauge Pressure (tekanan relatif)
Tekanan yang dinyatakan dan diukur relatif terhadap tekanan
atmosfer. Jadi tekanan relatif adalah selisih antara tekanan absolut
dengan tekanan atmosfer (1 atmosfer = 760 mmHg = 14.7 psia)
a. Pipa U
b. Bourdon Tube
c. Diaphragm Pressure Gage
Pipa U terdiri dari air atau raksa yang
dalam pipa berbentuk U
Salah satu ujung dihubungkan dengan
tekanan yang ingin diukur dan ujung yang
lain dihubungkan dengan tekanan
referensi ( biasanya tekanan atmosferik ).

Biaya murah
Sederhana dan cukup
Baik

Respon lambat dan terjadi
osilasi
Akurasi pengukuran tergantung
pada presisi tinggi cairan pada
pipa U
Tidak dapat digunakan untuk
tekanan vakum
Cairan dalam pipa U TIDAK
BOLEH ada interaksi dengan
fluida yang diukur
Kontaminasi merkuri dan uap
air dapat terjadi, terutama pada
pengukuran tekanan rendah

Terdiri pipa lengkung berongga.
Digunakan untuk fluida dalam pipa.
Tekanan dalam pipa menyebabkan pipa
pada alat berubah bentuk.
Tekanan ditentukan dari perubahan
secara mekanik penunjuk pada alat.
Keuntungan:
Bersifat portabel
Ketelitian cukup tinggi
Kerugian:
Pengukuran terbatas
pada tekanan statis
Terjadi histerisis
Terpengaruh shock
dan vibrasi

Alat ini menggunakan deformasi elastis dari suatu diafragma (membran)
untuk mengukur perbedaan tekanan yang tidak diketahui dengan tekanan
referensi.
Salah satu bentuk Diaphragm pressure gage terdiri sebuah kapsul yang
terbagi atau sebuah diafragm. Salah satu sisi diafragma terbuka pada
tekanan eksternal target, PExt, dan sisi lain dihubungkan dengan tekanan
yang diketahui, PRef.
Perbedaan tekanan, PExt - PRef, secara mekanik mengubah diafragma.
Keuntungan :
Respon lebih cepat
Akurasi tinggi (sampai
0,5 % FS)
Linieritas baik jika perubahan tekanan tidak lebih besar
dari pada ketebalan diafragma

Kerugian :
Relatif mahal

Beberapa jenis methode pengukuran level atau tinggi
permukaan untuk fluida yang sering digunakan di industri
proses, dapat dikelompokkan sebagai berikut :
Displacement
Differential pressure
Capacitance
Prinsip Operasi:
Prinsip kerja alat ini yaitu jika sebuah
pelampung diapungkan pada permukaan fluida,
maka pelampung akan naik dan turun mengikuti
gerakan dari permukaan fluida yang
bersangkutan. Selanjutnya dengan suatu
mekanisme, pergerakan pelampung ini dapat
ditranslasikan kedalam alat ukur displacer level
berdasarkan prinsip Archimedes.

a. Pelampung dengan sumuran
b. Pelampung dengan gerakan lengan
c. Pelampung dengan sistem transmisi
hidraulik
Kelebihan
Akurasinya tinggi
Handal pada liquid yang bersih.
Metoda terbukti (proven)
Dapat dipasang secara internal atau secara eksternal.
Pemasangan secara external pada unit dapat di blok dengan valve
untuk maintenance.
Dapat digunakan untuk mengukur liquid interface.
Kekurangan
Range terbatas (level > 48 inches sukar untuk ditangani).
Biaya meningkat untuk unit eksternal sehubungan dengan pressure
rating meningkat.
External units kemungkinan memerlukan pemanas (heating) untuk
menghindari pembekuan (freezing).
External units kemungkinan menghasilkan kesalahan disebabkan
perbedaan temperature antara fluida didalam vessel dengan fluida
di dalam level chamber.
Prinsip Operasi
Pengukuran level jenis differential pressure (DP) didasarkan pada
prinsip hydrostatic head. Prinsip ini mengatakan bahwa pada
setiap titik di dalam fluida yang diam (static), gaya yang bekerja
padanya adalah sama untuk semua arah dan tidak tergantung
pada volume fluida maupun bentuk ruang atau tempat dimana
fluida berada, tetapi hanya bergantung pada tinggi kolom fluida
di atas titik yang bersangkutan. Oleh karena itu hydrostatic head
sering dinyatakan dalam satuan tekanan. Hydrostatic head dapat
dinyatakan dalam bentuk persamaan :
P = . g . h
Dimana :
P = tekanan hydrostatic head
= fluid density
g= gravity acceleration constant (9.81 m/s2 or 32.2
ft/s2)
h= level fluid
Prinisip operasi
Sebuah kapasitor terbentuk ketika elektroda sensor level
dipasang didalam sebuah vessel. Tangkai metal dari elektroda
bertindak sebagai satu plate dari kapasitor dan dinding tangki
bertindak sebagai plate yang lain. Ketika level fluida naik, udara
atau gas yang semula melingkupi electroda akan digantikan oleh
material (fluida) yang mempunyai konstanta dielektik (dielectric
constant) yang berbeda, sehingga suatu perubahan didalam nilai
kapasitor terjadi sebab dielektrikum antara plat telah berubah.
RF (Radio Frequerncy) capacitance instrument mendeteksi
perubahan tersebut dan mengkonversinya kedalam suatu sinyal
keluaran secara proporsional. Hubungan kapasitansi digambarkan
dengan persamaan sebagai berikut :
C = 0.225 K ( A / D )
Dimana :
C = Capacitance (picoFarads)
K = Dielectric constant dari material
A = Area of plates (square inches)
D = Distance between the plates (inches)

Alat Ukur Temperatur:
a) Thermocouple
b) Resistance Temperatur Detectors (RTD)
c) Thermister
d) Pyrometer
Merupakan sensor temperatur yang terdiri
dari dua kawat logam berbeda. Salah satu
persimpangan merupakan ujung pengukuran dan
persimpangan yang lain adalah ujung referensi
(suhunya diketahui)
Perbedaan temperatur antara ujung
pengukuran dan ujung referensi dideteksi dengan
pengukuran perubahan voltase (electromotive
force,emf).
Keuntungan:
Biaya murah
Tidak ada pergerakan, sehingga tidak mudah rusak
Kisaran temperatur luas
Waktu respon cepat
Repeatability dan akurasi cukup baik

Kerugian:
Sensitivity rendah
Membutuhkan temperatur referensi seperti air es ( 0OC)
Nonlinearity diatasi dengan kurva kalibrasi dengan persamaan polinomial
RTD menggunakan kenaikan
hambatan elektrolik suatu
logam dengan naiknya
temperatur
Effect of temperature on resistance

with RT, the resistance, RT0 the resistance
at base temperature of 0 C, T the
temperature of the sensor (to be determined
from RT) and a the temperature
coefficient of the metal.
Keuntungan:
Stabil dan akurasi baik
Linierisasi lebih baik daripada thermocouple
Kerugian:
Lebih mahal
Pemanasan sendiri
Membutuhkan
sumber arus
Waktu respon kurang cepat pada beberapa
aplikasi
Seperti RTD, thermistor menggunakan
hambatan untuk mendeteksi temperatur
Hanya saja pada thermistor menggunakan
keramik semikondukting yang mempunyai
efek menurunkan hambatan pada naiknya
temperatur
Keuntungan:
Akurasi tinggi. Lebih tinggi dari pada RTD dan thermocouple
Sensivitasnya tinggi
Ukuran lebih kecil daripada termocouple
Waktu respon lebih baik daripada RTD, kurang lebih sama dengan
thermocouple.
Kerugian:
Kisaran temperatur terbatas
Linieritas rendah

Kadang disebut termometer radiasi
Tidak ada kontak langsung dengan bidang
temperatur
Pengukuran temperatur dari radiasi
elektromaknetik ( sinar tampak atau
infrared) yang dilepaskan oleh objek
Keuntungan:
Pengukuran tanpa kontak
Waktu respon cepat
Stabilitas baik

Kerugian:
Mahal
Akurasi terganggu oleh debu dan asap