Você está na página 1de 26

MAKALAH

MANAGEMENT KEPERAWATAN
KONSEP PERUBAHAN
DISUSUN OLEH :
BAMBANG TRIYADI
LINA LATIFAH
NURESA NISA Q
RIRIN WIDIASTITI
YUNIAR PUTRI A
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN AISYIYAH BANDUNG
Jl. K.H. Ahm! Dhl" Dlm N#.$ B"!%"&
'()*
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kepada Allah SWT, karena berkat
rahmatNyalah penulis dapat menyelesaikan makalah management keperawatan yang berjudul
Konsep Perubahan tepat pada waktunya.
akalah ini penulis susun untuk melengkapi tugas management keperawatan, selain
itu untuk mengetahui dan memahami mata kuliah tersebut telah disertakan jurnal. Penulis
mengu!apkan terima kasih pada pihak"pihak yang telah membantu menyelesaikan makalah
ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. #ntuk itu setiap
pihak diharapkan dapat memberikan masukan berupa kritik dan saran yang bersi$at
membangun.
%andung, &' September ()&'
Penulis
Management Keperawatan Konsep Perubahan | i
DAFTAR ISI
KATA PENGENTAR ...................................................................................................... +
DAFTAR ISI ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,... ++
BAB I PENDAHULUAN ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,...... )
).) L-. B/l0"& ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,.. )
).' R%m%1" M1lh ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,.. )
).2 T%3%" ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,.. '
BAB II LANDASAN TEORI ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,.. 2
'.) K#"1/4 P/.%5h" ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,.. 2
'.' J/"+163/"+1 P/.%5h" ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,.. 2
'.2 F0-#. Y"& M/"!%0%"& P/.%5h" ,,,,,,,,,,,,,,, *
'.* F0-#. P/"&hm5- 4/.%5h" ,,,,,,,,,,,,,,,,,,. *
'.7 T/#.+ P/.%5h" ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,.. *
'.$ T+4/ B/.%5h Y"& T/.!4- P! P.#1/1 A!4-1+ ......................................... 8
'.9 P/!#m" U"-%0 P/l01"" P/.%5h" ,,,,,,,,,,.. :
'.8 S-.-/&+ M/m5%- P/.%5h" ,,,,,,,,,,,,,,,,,,. )(
'.: K.0-/.+1-+0 A&/" P/.%5h" ,,,,,,,,,,,,,,,,,,. ))
BAB III TELAAH JURNAL ,,,,,,,,,,,,,,,,,,. )2
BAB I; PEMBAHASAN JURNAL ,,,,,,,,,,,,,,,,,,. ')
BAB ; PENUTUP ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,. ''
7.) K/1+m4%l" ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, ''
7.' S." ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, ''
DAFTAR PUSTAKA ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,. '2
Management Keperawatan Konsep Perubahan | ii
Management Keperawatan Konsep Perubahan | i
BAB I
PENDAHULUAN
).) L-. B/l0"&
anajemen merupakan suatu pendekatan yang dinamis dan proakti$ dalam
menjalankan suatu kegiatan di organisasi. *i dalam manajemen tersebut men!akup
kegiatan POAC (planning, Organizing, Actuating, Controlling) terhadap sta$, sarana, dan
prasarana dalam men!apai tujuan organisasi. +Nursalam, ()),-
anajemen dide$inisikan sebagai proses menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain
untuk men!apai tujuan organisasi dalam suatu lingkungan yang berubah. anajemen
juga merupakan proses pengumpulan dan mengorganisasi sumber"sumber dalam
men!apai tujuan +melalui kerja orang lain- yang men!erminkan dinamika suatu
organisasi.tujuan ditetapkan berdasarkan misi, $iloso$i dan tujuan organisasi.proses
manajemen meliputi kegiatan men!apai tujuan organisasi melalui peren!anaan organisasi,
pengarahan dan pengendalian sumber daya manusia, $isik,dan teknologi.semua perawat
yang terlibat dalam manajemen keperawatan dianggap perlu memahami misi, $iloso$i dan
tujuan pelayanan keperawatan serta kerangka konsep kerjanya.
anajemen keperawatan mempunyai lingkup manajemen operasional untuk
meren!anakan, mengatur dan menggerakkan karyawan dalam memberikan pelayanan
keperawatan sebaik"baiknya pada pasien melalui manajemen asuhan keperawatan. Agar
dapat memberikan pelayanan keperwatan sebaik"baiknya kepada pasien, diperluikan
suatu standar yang akan digunakan baik sebagai target maupun alat pengontrol pelayanan
tersebut serta perubahan yang sesuai dengan .amannya. Karna pada dasarnya ilmu akan
terus berkembang, begitu juga dengan ilmu keperawatan, akan berkembang sesuai
.aman. /leh karena itu maka pentingnya perubahan dalam lingkup keperawatan
sangatlah penting guna memberikan pelayanan yang sebaik"baiknya pada pasien.
).' R%m%1" M1lh
&. Apa yang dimaksud dengan konsep perubahan0
(. Sebutkan jenis"jenis perubahan0
1. Sebutkan $aktor yang mendukung perubahan2
'. Sebutkan $aktor yang menghambat perubahan2
3. 4elaskan teori tentang perubahan2
5. Sebutkan tipe berubah yang terdapat pada proses adaptasi2
,. %agaimana !ara untuk melaksanakan perubahan0
6. %agaimana !ara membuat strategi perubahan0
7. Apa saja karakteritik agen perubahan0
).2 T%3%"
Management Keperawatan Konsep Perubahan | 1
&. Agar mahasiswa mengetahui konsep perubahan
(. Agar mahasiswa mengetahui jenis"jenis perubahan
1. Agar mahasiswa memahami $aktor yang mendukung perubahan
'. Agar mahasiswa memahami $aktor yang menghambat perubahan
3. Agar mahasiswa mengerti teori tentang perubahan
5. Agar mahasiswa mengetahui tipe berubah yang terdapat pada proses adaptasi
,. Agar mahasiswa memahami !ara untuk melaksanakan perubahan
6. Agar mahasiswa memahami !ara membuat strategi perubahan
7. Agar mahasiswa mengetahui karakteritik agen perubahan
BAB II
LANDASAN TEORI
'.) K#"1/4 P/.%5h"
Perubahan merupakan suatu proses dimana terjadinya peralihan atau perpindahan dari
status tetap +statis- menjadi yang bersi$at dinamis, artinya dapat menyesuaikan diri
dengan lingkungan yang ada. Perubahan dapat men!akup Keseimbangan Personal, sosial
maupun organisasi untuk dapat menjadikan perbaikan atau penyempurnaan serta dapat
menerapkan ide atau konsep terbaru dalam men!apai tujuan tertentu +8as!aster &76(-.
Perubahan adalah !ara keperawatan mempertahankan diri sebagai pro$esi dan
berperan akti$ dalam menghadapi era global. Perubahan pelayanan keperawatan
mempunyai dua pilihan utama, yaitu mereka melakukan ino9asi dan berubah atau
mereka yang diubah oleh suatu keadaan dan situasi
'.).) D/<+"+1+ P/.%5h"
Management Keperawatan Konsep Perubahan | 2
%erubah merupakan kegiatan atau proses yang membuat sesuatu atau
seseorang berbeda dengan keadaan sebelumnya + Atkinson,&76,-.
%erubah merupakan proses yang menyebabkan perubahan pola perilaku
indi9idu atau instuisi + %rooten, &76, -
'.' J/"+16J/"+1 P/.%5h"
'.'.) P/.%5h" B/.1+<- B/.0/m5"&
Si$at perubahan ini mengikuti dari proses perkembangan yang ada baik pada
indi9idu, kelompok atau masyarakat se!ara umum. Proses perkembangan se!ara ini
dimulai dari keadaan atau yang paling dasar menuju keadaan yang optimal atau
matang, sebagaimana dalam perkembangan manusia sebagai mahluk indi9idu yang
memiliki si$at $isik yang selalu berubah dalam tingkat pekembangannya.
'.'.' P/.%5h" B/.1+<- S4#"-"
Si$at perubahan ini terjadi karena keadaan yang dapat memberikan respons
tersendiri terhadap kejadian"kejadian yang bersi$at alamiah yang diluar kehendak
manusia, yang tidak dapat diramalkan atau diprediksi sehingga sulit untuk
diatisipasi seperti perubahan keadaan alam, tanah longsor, banjir dan lain"lain.
Semuanya akan menimbulkan terjadi perubahan baik dalam diri, kelompo atau
masyarakat, bahkan pada sistem yang mengaturnya.
'.'.2 P/.%5h" B/.1+<- D+./"="0"
Perubahan yag bersi$at diren!anakan ini dilakukan bagi indi9idu, kelompok
:atau masyarakat yang ingin mengadakan perubahan kearah yang lebih maju atau
men!apai tingkat perembangan yang lebih baik dari keadaan sebelumnya,
sebagaimana perkembangan pro$esi keperawatan tidak terlepas dari konsep
berubah yang dimiliki oleh para praktisi, akademis atau seseorang yang masih
ingin mengembangkan keperawatan, yang memiliki keyakinan dan teori perubahan
yang dimiliknya.
'.2 F0-#. Y"& M/"!%0%"& P/.%5h"
'.2.) K/5%-%h" D1. M"%1+
anusia memiliki kebutuhan dasar yang tersusun berdasarkan hirarki
kepentingan. Kebutuhan yang belum terpenuhiakan memoti9asi perilaku sebagaimana
teori kebutuhan dari aslow +&7'3-. *idalam keperawatan kebutuhan ini bias dilihat
darimana keperawatan dapat mempertahankan diri sebagai pro$esi dalam upaya
memenuhi keutuhan masyarakan akan pelayanan; asuha keperawatan yang
pro$essional.
'.2.' K/5%-%h" D1. I"-/.4/.1#"l
asyarakat memiliki tiga kebutuhan dasar interpersonal yang melandasi sebagian
besar perilaku seseorang<
a- Kebutuhan untuk berkumpul bersama"sama.
Management Keperawatan Konsep Perubahan | 3
b- Kebutuhan untuk mengendalikan ; melakukan kontrol.
!- Kebutuhan untuk dikasihi, kedekatan dan perasaan emosional. Kebutuhan
terebut didalam keperawatan diartikan sebagai upaya keperawatan untuk ikut
berpartisipasi akti$ dalam pembangunan kesehatan dan dan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi.
'.* F0-#. P/"&hm5- P/.%5h"
enurut New dan =ouillard+&76&- $aktor penghambat (restraining force)
engan!am kepentingan peribadi
Persepsi yang kurang tepat
>eaksi psikologis
Tolleransi untuk berubah rendah
'.7 T/#.+ P/.%5h"
'.7.) T/#.+ K%.- L/>+"
8ewin +&73&- mengungkapkan bahwa perubahan dapat dibedakan menjadi tiga
tahapan, yaitu <
Pen!airan +un$ree.ing-, yaitu moti9asi yang kuat untuk beranjak dari keadaan
semla dan merubah keseimbangan yang ada. Pada tahapan ini, perubahan
mulai dirasakan perlu sehingga mun!ul kesimpulan untuk berubah,
menyiapkan diri dan upaya melakukan perubahan.
%ergerak +mo9ing-, yaitu bergerak menuju keadaan yang baru atau
tingkat;tahap perkembangan baru karena memiliki !ukup in$ormasi, memiliki
sikap dan kemampuan untuk berubah, memahami masalah yang dihadapi dan
mengetahui langkah langkah penyelesaian yang harus dilakukan. Setelah hal"
hal ini dimiliki perlu dilakukan langkah nyata untuk berubah dalam men!apai
tingkat atau tahap baru.
Pembekuan +re$ree.ing- yaitu keadaan disaat moti9asi telah men!apai
tingkat;tahap baru atau men!apai keseimbangan baru. Tingkat baru yang telah
di!apai harus dijaga agar tidak mengalami kemunduran pada tingkat atau tahap
perkembangan semula. /leh karena itu, selalu diperlukan umpan balik dan
kritik yang membangun dalam upaya pembinaan +rein$o!ement- yang terus"
menerus dan berkelanjutan.
'.7.' T/#.+ R#&/.1
>oger +&75(- mengembangkan teori dari 8ewin +&73&- tentang tiga tahap
perubahan dengan menekankan latar belakang indi9idu yang terlibat dalam
perubahan dan lingkungan dimana perubahan tersebut dilaksanakan. >oger
+&75(- menjelaskan lima tahap dalam perubahan, yaitu kesadaran, keinginan,
Management Keperawatan Konsep Perubahan | 4
e9aluasi, men!oba dan penerimaan atau dikenal juga sebagai awareness, interest,
e9aluation, trial, adoption +A?@TA-.
enurut >oger proses penerimaan terhadap suatu perubahan itu lebih
kompleks dari pada tiga tahap yang dijabarkan 8ewin +&73&-. Setiap indi9idu
yang terlibat dalam proses perubahan dapat menerima atau menolaknya. >oger
mengatakan bahwa perubahan yang e$ekti$ bergantung pada indi9idu yang
terlibat, tertarik, dan berupaya untuk selalu berkembang dan maju serta
mempunyai suatu komitmen untuk bekerja dan melaksanakannya.
>oger menjelaskan 3 tahap dalam perubahan yaitu< Kesadaran, Keinginan,
@9aluasi, en!oba, Penerimaan.
Roger percaya proses penerimaan terhadap perubahan lebih komplek dari
pada tahap yang di!abarkan le"in# $erutana dalam setiap indi%idu yang
terlibat dalam proses perubahan dapat menerima atau menolaknya# &eskipun
perubahan dapat diterima, mungkin sa!a suatu saat akan ditolak setelah
perubahan tersebut dirasakan sebagai hal yang menghambat keberadaanya#
Roger mengatakan bah"a berubah yang efektif tergantung dari indi%idu yang
terlibat tertarik dan berupaya untuk sellalu berkembang ' ma!u serta mempunyai
suatu komitmen untuk beker!a dan melaksanakannya#
'.7.2 T/#.+ L+44+--
8ipitts +&7,1- mende$inisikan perubahan sebagai sesuatu yang diren!anakan
terhadap status Auo dalam indi9idu, situasi atau proses, dan dalam peren!anaan
perubahan yang diharapkan, disusun oleh indi9idu, kelompok organisasi atau
sistem sosial yang mempengaruhi se!ara langsung tentang status Auo, organisasi
lain, atau situasi lain. enurut 8ipitts +&7,1- untuk menghadapi perubahan yaitu
harus mengidenti$ikasi tujuh tahap dalam proses perubahan. Tujuh tahapan
tersebut yaitu <
o endiagnosis masalah
engidenti$ikasi semua $aktor yang mungkin mendukung atau menghambat
perubahan
o engkaji moti9asi dan kemampuan untuk berubah
en!oba men!ari peme!ahan masalah
o engkaji moti9asi dan sumber"sumber agen
en!ari dukungan baik internal maupun eksternal atau se!ara interpersonal,
organisasional maupun berdasarkan pengalaman
o enyeleksi objekti$ akhir perubahan
enyusun semua hasil yang di dapat untuk membuat peren!anaan.
o emilih peran yang sesuai untuk agen berubah
Management Keperawatan Konsep Perubahan | 5
Pada tahap ini sering terjadi kon$lik teruatama yang berhubungan dengan
masalah personal.
o empertahankan perubahan
Perubahan diperluas, mungkin membutuhkan struktur kekuatan untuk
mempertahankannya.
o engakhiri hubungan saling membantu
Perawat sebagai agen berubah, mulai mengundurkan diri dengan harapan
orang"orang atau situasi yang diubah sudah dapat mandiri.
'.7.* T/#.+ R/!+"
enurut >edin sedikitnya ada empat hal yang harus di lakukan seorang manajer
sebelum melakukan perubahan, yaitu<
Ada perubahan yang akan dilakukan
Apa keputusan yang dibuat dan mengapa keputusan itu dibuat
%agaimana keputusan itu akan dilaksanakan
%agaimana kelanjutan pelaksanaannya
>edin juga mengusulkan tujuh teknik untuk men!apai perubahan<
*iagnosis
Penetapan objekti$ bersama
Penekanan kelompok
?n$ormasi maksimal
*iskusi tentang pelaksanaan
Penggunaan upa!ara ritual
?nter9ensi penolakan tiga teknik pertama diran!ang bagi orang"orang yang
akan terlibat atau terpengaruh dengan perubahan. Sehingga diharapkan
mereka mampu mengontrol perubahan tersebut.
'.7.7 T/#.+ H?/l#=0
Teori ini merupakan modi$ikasi dari teori 8ewin dengan menekankan
peren!anaan yang akan mempengaruhi perubahan. @nam tahap sebagai
perubahan menurut Ba9elo!k.
o embangun suatu hubungan
o endiagnosis masalah
o endapatkan sumber"sumber yang berhubungan
o emilih jalan keluar
o eningkatkan penerimaan
o Stabilisasi dan perbaikan diri sendiri
'.7.$ T/#.+ S4.!l/@
Spradley menegaskan bahwa perubahan teren!ana harus se!ara konstan
dipantau untuk mengembangkan hubungan yang berman$aat antara agen berubah
dan sistem berubah. %erikut adalah langkah dasar dari model Spradley<
engenali gejala
endiagnosis masalah
enganalisa jalan keluar
emilih perubahan
eren!anakan perubahan
Management Keperawatan Konsep Perubahan | 6
elaksanakan perubahan
enge9aluasi perubahan
enstabilkan perubahan.
'.$ T+4/ B/.%5h Y"& T/.!4- P! P.#1/1 A!4-1+
N# T+4/ P/.%5h" P/"&/.-+"
&. ?ndoktrinasi Suatu perubahan yang dilakukan oleh
sekelompok yang menginginkan tujuan yang
diharapkan dengan !ara menggunakan kekuatan
sepihak untuk dapat berubah
(. Paksaan atau Kekerasan Tipe perubahan dengan melakukan pemaksaan
atau kekerasan pada seseorang dengan harapan
tujuan yang hendak di!apai dapat terlaksana
1. Teknokratik Perubahan dengan melibatkan kekuatan lain
dalam men!apai tujuan yang diharapkan
terdapat satu pihak merumuskan tujuan dan
pihak lain untuk membantu men!apai tujuannya
'. ?nteraksional Perubahan dengan menggunakan kekuatan
kelompok yang saling berinteraksi satu dengan
yang lain dalam men!apai tujuan yang
diharapkan
3. Sosialisasi Suatu perubahan dalam men!apai tujuan dengan
menggunakan kerjasama kelompok lain tetapi
masih menggunakan kekuatan untuk men!apai
tujuan yang hendak di!apai
5. @multi$ Suatu perubahan dengan menggunakan
kekuatan unilateral, dengan tidak merumuskan
tujuan terlebih dahulu se!ara sungguh"sungguh,
perubahan ini dapat dilakukan pada sistem di
organisasi yang bawahannya berusaha
menyamai pimpinan atau atasannya
,. Alamiah Perubahan yang terjadi akibat sesuatu yang
tidak disengaja tetapi dalam merumuskan
dilakukan se!ara tidak sungguh"sungguh, seperti
ke!elakaan, maka seseorang ingin mengadakan
perubahan untuk lebih berhati"hati dalam
Management Keperawatan Konsep Perubahan | 7
berkendara
'.9 P/!#m" U"-%0 P/l01"" P/.%5h"
Bal"hal berikut ini dapat dijadikan sebagai pedoman dalam pelaksanaan perubahan.
Keterlibatan
enghargai kemampuan dan pengetahuan orang lain serta melibatkannya dalam
perubahan merupakan langkah awal kesuksesan perubahan.
oti9asi
/rang akan terlibat akti$ dalam pembaruan jika mereka termoti9asi. oti9asi akan
timbul bila yang telah dilakukannya berman$aat dan dihargai.
Peren!anaan
4ika sistem tidak e$ekti$ maka peren!anaan itu harus dilaksanakan
8egitimasi
Setiap perubahan harus memiliki aspek legal yang jelas, siapa yang melanggar dan
dampak yang harus diterima olehnya.
Pendidikan
Prinsip perubahan adalah pengulangan belajar atau pengenalan !ara baru agar tujuan
dapat ter!apai.
anajemen
Agen pembaru harus menjadi model dalam perubahan dengan adanya keseimbangan
antara kepemimpinan terhadap orang dan tujuan;produksi yang harus di!apai.
Barapan
Barapan harus ditekankan oleh agen pembaru karena setiap hasil akan menuai rekasi
positi$ dari sta$.
Asuh +nurtren-
%imbingan dan dukungan sta$ dalam perubahan, karena setiap orang akan memerlkan
bimbingan dan perhatian dalam setiap perubahan.
Per!aya
Kun!i utama dalam pelaksanaan perubahan adalah berkembangnya rasa per!aya
antartim. Semua yang terlibatt harus per!aya kepada agen pembaru dan sebaliknya.
'.8 S-.-/&+ M/m5%- P/.%5h"
Perubahan dalam organisasi terdiri atas tiga tingkatan yang berbeda, yaitu
perubahan indi9idu yang bekerja di organisasi tersebut, perubahan struktur dan sistem
serta perubahan interpersonal. Strategi membuat perubahan dikelompokan menjadi
empat hal, yaitu <
o Cisi yang 4elas
Cisi ini merupakan hal yang sederhana dan utama, kerena 9isi dapat
mempengaruhi pandangan orang lain.
o ?klim atau %udaya organisasi yang Kondusi$
en!iptakan iklim yang kondusi$ serta rasa saling per!aya adalah hal yang
terpentng dalam perubahan yang lebih baik. /rang akan berani mengambil resiko
Management Keperawatan Konsep Perubahan | 8
terhadap perubahan apabila mereka dapat berpikir jernih dan tidak emosional
dalam menghadapi perubahan.
enurut Porter dan /DErandy +&765- upya yang harus ditanamkan dalam
men!iptakan iklim yang kondusi$ adalah <
&. Kebebasan untuk ber$ungsi se!ara e$ekti$
(. *ukungan dari sejawat dan pimpinan
1. Kejelasan harapan tentang lingkungan kerja
'. Sumber yang tepat untuk praktik se!ara e$ekti$
3. ?klim organisasi yang terbuka.
o Sistem Komunikasi yang 4elas Singkat dan %erkesinambungan
Komunikasi merupakan unsur yang penting dalam perubahan. Setiap orang perlu
mendapat penjelas tentang perubahan untuk menghindari rumor atau in$ormasi
yang salah. 4ika semakin banyak orang mengetahui tentang keadaan, maka
semakin banyak yang mampu dalam memberikan pandangan ke depan dan
mengurangi ke!emasan.
o Keterlibatan /rang yang Tepat
Perubahan perlu disusun oleh orang orang yang kompeten. Setelah ren!ana telah
disusun maka segeralah melibatkan orang lain pada setiap jabatan di organisasi,
karena keterlibatan akan berdampak terhadap dukungan dan ad9okasi.
'.: K.0-/.+1-+0 A&/" P/.%5h"
*alam perkembangan karier pro$esional, setiap indi9idu akan terpanggil untuk menjadi
agen pembaharu. enjadi agen pembaharu akan menjadi hal yang sangat menarik dan
menyenangkan sebagai bagian dari peran pro$esional. Keadaan tersebut akan terjadi, jika
Anda merespons setiap perubahan yang terjadi di sekeliling Anda +Cestal, &777-.
&. Bal pertama yang harus dilakukan adalah mengontrol perilaku Anda dan
bagaimana !ara Anda mengelola perubahan. Anda dapat memilih sebagai pionir,
penjelajah, dan seorang yang berpikiran positi$, serta pelaku dengan moti9asi yang
tinggi. Anda dapat mengawali proses perubahan dengan
mengurangi;menghilangkan hambatan"hambatan dan memulainya setahap demi
setahap. Bal ini tidak berat untuk melihat perawat dapat mengontrol perilaku
tersebut, sehingga perawat akan menjadi pemimpin yang baik pada masa depan.
(. #ntuk menjadi seorang agen pembaharu yang e$ekti$, Anda perlu menjadi bagian
dari perubahan dan tidak menjadi orang yang resisten terhadap perubahan,
berpartisipasi akti$ dalam perubahan yang sedang berlangsung akan menjadikan
peran Anda menjadi lebih bermakna di kemudian hari.
1. enyeleksi setiap $enomena yang terjadi dan memilih hal"hal yang akan diubah.
Perubahan bukan hanya hal"hal yang mudah, tetapi juga hal"hal yang memerlukan
suatu tantangan. Sebagaimana orang bijak mengatakan :siapa saja bisa berhasil
Management Keperawatan Konsep Perubahan | 9
menyeberangi di laut yang tenang, tetapi keberhasilan menyeberangi ombak akan
mendapatkan penghargaan yang sesungguhnya.
'. Badapilah setiap perubahan dengan senang dan penuh humor. Fakinkan bahwa
perubahan adalah hal yang menantang, dan menjadi agen pembaharu akan lebih
sulit. 4ika Anda mengalami stres karena terlalu serius dalam perubahan tersebut,
maka Anda akan mengalami gangguan kesehatan. Keadaan tersebut berdampak
buruk terhadap diri Anda sendiri dan institusi tempat Anda bekerja.
3. Selalu berpikiran ke depan daripada hanya merenungi hal"hal yang sudah terjadi
pada masa lalu +$iG the past-. %erpikirlah suatu !ara terbaru dan kesempatan untuk
terlaksananya suatu perubahan. %elajar dari kesalahan, dan berpikir terus ke depan
akan menjadikan Anda seorang agen pembaharu yang sukses. Bal yang harus
disadari adalah bahwa apa yang Anda lakukan sekarang belum tentu dapat dipetik
man$aatnya pada saat ini. /leh karena itu, kesuksesan dalam perubahan harus
disertai langkah"langkah antisipati$ untuk kesuksesan institusi di masa depan.
Management Keperawatan Konsep Perubahan | 10
BAB III
TELAAH JURNAL
PENGARUH EDUKASI KELOMPOK SEBAYA TERHADAP PERUBAHAN
PERILAKU PENAEGAHAN ANEMIA GIBI BESI PADA WANITA USIA
SUBUR DI KOTA SEMARANG
Siti Aisah, 4unaiti Sahar, Sutanto Priyo Bastono
&Siti Aisah, Sta$ Pengajar %agian Keperawatan Komunitas Hakultas ?lmu Keperawatan
dan Kesehatan #ni9ersitas uhammadiyah Semarang.
(4unaiti Sahar, Sta$ *osen Kelompok Keilmuan Keperawatan 4iwa Komunitas Hakultas
?lmu Keperawatan #ni9ersitas ?ndonesia
1 Sutanto Priyo Bastono, Sta$ *osen 4urusan %iostatistik dan Kependudukan Hakultas
Kesehatan asyarakat #ni9ersitas ?ndonesia.
ABSTRAK
Kelompok sebaya wanita usia subur +W#S- yang ada dan berkembang di masyarakat sudah
banyak terbentuk salah satunya adalah kelompok sebaya dalam wadah PKK >T. Salah satu
permasalahan yang terjadi pada kelompok W#S adalah anemia gi.i besi +AE%-. Kelompok
sebaya PKK >T diharapkan dapat membantu W#S dalam melakukan pen!egahan AE%.
Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi kelompok sebaya terhadap perubahan
perilaku dalam pen!egahan AE%, jenis penelitian eksperimen semu, desain non"eAui9alent
pretest"postest with !ontrol group, dengan inter9ensi edukasi kelompok sebaya PKK >T.
Proses penelitian telah dilaksanakan pada bulan aret"4uni ())6 di Kota Semarang dengan
metode multistage random sampling, jumlah sampel &&) +33 responden kelompok perlakuan,
dan 33 responden kelompok kontrol-. Basil penelitian menunjukkan rata"rata umur W#S
13.3 tahun dengan pendidikan W#S terbesar SA. Ada hubungan yang signi$ikan antara
usia dengan pengetahuan +pI).)3-. Ada hubungan yang signi$ikan antara pendidikan dengan
pengetahuan dan sikap +pI).)3-. Ada perbedaan yang signi$ikan +pI).)3- rata"rata nilai
pengetahuan, sikap, ketrampilan antara sebelum dan setelah pada kedua kelompok, namun
masih lebih tinggi pada kelompok perlakuan yang mendapat inter9ensi edukasi kelompok
Management Keperawatan Konsep Perubahan | 11
sebaya. Ada perbedaan yang signi$ikan +pI).)3- rata"rata nilai pengetahuan, sikap,
ketrampilan antara kelompok perlakuan dan kontrol. ?nter9ensi edukasi kelompok sebaya
mempengaruhi pengetahuan, sikap, dan ketrampilan yang dapat dilihat dari nilai pI).)3,
berarti bahwa pengetahuan, sikap, dan ketrampilan tidak dipengaruhi oleh umur dan tingkat
pendidikan tetapi dipengaruhi oleh inter9ensi edukasi kelompok sebaya. %erdasar hasil
tersebut perlu optimalisasi kelompok sebaya wanita yang sudah ada di masyarakat,
mengintegrasikan upaya promoti$ dan pre9enti$ AE% kedalam programnya.
K- 0%"=+< Perilaku pen!egahan, anemia gi.i besi, wanita usia subur, edukasi kelompok
sebaya.
PENDAHULUAN
Anemia Ei.i %esi +AE%- merupakan salah satu masalah gi.i di ?ndonesia dan
merupakan masalah gi.i yang paling banyak dijumpai pada kelompok Wanita #sia Subur
+W#S-. Anemia menduduki urutan ke"' dari &) besar kelompok penyakit terbanyak di
?ndonesia dan juga urutan ke"' dari (3 jenis penyakit yang diderita oleh kaum perempuan
+*epkes, ())3J WB/, ()),-. A.war +())'-, sekitar sepertiga W#S menderita anemia gi.i
besi dan berlanjut pada masa kehamilan. 4enis dan besaran masalah gi.i di ?ndonesia tahun
())&"())1 menunjukkan 1.3 juta W#S menderita AE%. Kelompok W#S rentan terhadap
AE% karena beberapa permasalahan yang dialami W#S seperti mengalami menstruasi tiap
bulan, mengalami kehamilan, kurang asupan .at besi makanan, in$eksi parasit seperti malaria
dan ke!a!ingan serta mayoritas W#S menjadi angkatan kerja. Kondisi"kondisi inilah yang
dapat memperberat AE% pada W#S sehingga tidaklah dipungkiri bahwa W#S sebagai
kelompok yang rawan AE% dan membutuhkan perhatian dalam penanganannya. Apabila
AE% pada W#S tidak diatasi akan mengakibatkan risiko kematian maternal, resiko kematian
prenatal dan perinatal, rendahnya akti9itas dan produkti$itas kerja serta meningkatnya
morbiditas +Eillespie, &776J Almatsier, ())&-.
Peran perawat komunitas dalam pen!egahan AE% tidak terlepas dari peran perawat
se!ara umum pada semua tatanan. Bel9ie +&776-, Allender dan Spradley +())&- menjelaskan
peran perawat komunitas salah satunya adalah peran sebagai pendidik +edu!ator-. Peran
perawat sebagai edu!ator dengan memberikan edukasi kesehatan kepada indi9idu, keluarga
atau kelompok masyarakat yang beresiko seperti W#S dalam men!apai derajat kesehatan
yang optimal melalui pre9enti$ dan promoti$. ?nter9ensi keperawatan komunitas ber$okus
pada tiga tingkatan pen!egahan yaitu pen!egahan primer, sekunder, dan tertier, dengan salah
satu strategi inter9ensinya adalah pemberdayaan masyarakat +empowerment-. enurut
>appaport +&76', dalam Bel9ie, &776- pemberdayaan masyarakat adalah sebagai suatu proses
Management Keperawatan Konsep Perubahan | 12
dimana indi9idu, organisasi dan masyarakat memperoleh penguasaan atas hidupnya. *e$inisi
tersebut mempunyai makna bahwa masyarakat juga dituntut untuk merubah hidup dan
lingkungannya dalam rangka kemandirian. Pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan
kelompok sebaya dalam penanganan AE% pada W#S merupakan langkah yang dapat
ditempuh oleh perawat komunitas. odel inter9ensi dengan menggunakan kelompok sebaya
untuk meningkatkan aspek pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat khususnya W#S
untuk pen!egahan AE% menjadi hal yang perlu dikembangkan, mengingat modelnya lebih
e$ekti$ dan e$isien. Bal ini didukung dengan penelitian dan pengabdian masyarakat oleh
Berawati +%KK%N Eunung Kidul- kelompok sebaya pasangan usia subur +P#S- peserta K%
maupun yang bukan peserta K% dengan pokok pembahasan aspek K% dan kesehatan
reproduksi dihasilkan adanya perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku tentang K% dan
kesehatan reproduksi *ata pelayanan kesehatan pada W#S di Kota Semarang menunjukkan
peningkatan jumlah W#S yang menderita AE%, peningkatan kasus ini tahun ())' dari
(1,')K menjadi (3,&(K pada tahun ())3, untuk itu perlu adanya upaya pen!egahan dan
penanganan terhadap permasalahan tersebut supaya tidak semakin meningkat angkanya
+*inkes Kota Semarang, ())3-.
Basil sur9ey anemia W#S yang dilakukan oleh *inas Kesehatan Kota Semarang
*esember ()), menunjukkan pre9alensi anemia W#S sebesar 1(.)K +*inkes Kota
Semarang, ()),-. %erdasar hasil wawan!ara yang dilakukan oleh peneliti pada pertengahan
*esember ()), dengan Kasie Kesga *inkes Kota Semarang mengatakan bahwa sur9ey
pre9alensi anemia W#S yang dilakukan tahun &77, berkisar 1).)K " 1).3K. %erdasar
sumber yang sama, hal tersebut dikarenakan masih minimnya kesadaran masyarakat +W#S-
tentang upaya pen!egahan terhadap dirinya sendiri oleh sebab kurang terpapar dengan
in$ormasi tentang AE%, rendahnya pengetahuan tentang gi.i khususnya AE%, perilaku sehat
yang belum diterapkan di keluarga, juga $aktor penyakit penyerta pada W#S. @dukasi
kesehatan dengan pendekatan kelompok sebaya W#S anggota PKK >T diharapkan dapat
membawa dampak keberhasilan untuk upaya pen!egahan bertambahnya penderita AE% di
kelompok W#S, sehingga penulis tertarik untuk meneliti pengaruh edukasi kelompok sebaya
terhadap perubahan pengetahuan, sikap, dan ketrampilan dalam pen!egahan AE% pada W#S
anggota PKK >T di Kota Semarang mengingat W#S mempunyai multi peran yaitu sebagai
remaja yang sekolah, !alon ibu, ibu, maupun sebagai wanita pekerja. Keterlibatan masyarakat
sebenarnya sangat dibutuhkan untuk menunjang keberhasilan program penanggulangan
anemia demikian juga pada W#S. Kelompok sebaya yang sudah ada dimasyarakat kurang
diberdayakan dalam upaya penanggulangan AE% pada W#S. Henomena ini juga peneliti
Management Keperawatan Konsep Perubahan | 13
jumpai di beberapa wilayah Kota Semarang belum optimalnya pemberdayaan kelompok
sebaya wanitayang ada seperti kelompok dasawisma, kelompok PKK, kelompok pengajian
dalam upaya penanggulangan AE% pada W#S. Adapun tujuan penelitian untuk mengetahui
pengaruh edukasi kelompok sebaya terhadap perubahan perilaku pen!egahan AE% pada
W#S.
METODOLOGI
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu +Auasi eGperiment- dengan
desain non eAui9alent pretest"postest with !ontrol group, dengan inter9ensi edukasi kelompok
sebaya tentang pen!egahan anemia gi.i besi pada wanita usia subur. Sampel Ldalah wanita
usia subur +W#S- yang menjadi anggota kelompok PKK pada tingkat >T di area sampel
sejumlah &&) +33 kelompok perlakuan, 33 kelompok kontrol-, dengan metode multistage
random sampling, penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Tlogosari Wetan dan
Puskesmas =andilama. Alat pengumpul data dengan kuesioner dan lembar obser9asi
ketrampilan atau tindakan yang telah dilakukan uji !oba sebelumnya. Proses penelitian
berlangsung dari minggu ke"' aret sampai dengan minggu ke"( 4uni ())6. *ata dianalisis
se!ara uni9ariat, bi9ariat +korelasi, ano9a, !hi sAuare, uji t"paired, uji t"pooled-, dan
multi9ariat +mano9a-.
HASIL
Basil penelitian diperoleh W#S berada pada rata"rata umur 13.3 tahun, ratarata umur
responden pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol hampir sama masing"masing
1'.'' tahun dan 15.35 tahunJ mayoritas pendidikan W#S SA 3&.6KJ rata"rata
pengetahuan, sikap, dan ketrampilan sebelum inter9ensi edukasi kelompok sebaya hampir
sama antara kelompok perlakuan dan kontrol akan tetapi setelah inter9ensi edukasi kelompok
sebaya rata"rata pengetahuan, sikap, dan ketrampilan kelompok perlakuan sedikit lebih tinggi
daripada kelompok kontrol.
PEMBAHASAN
Basil penelitian diperoleh ada hubungan yang signi$ikan antara karakteristik usia,
pendidikan dengan pengetahuan wanita usia subur tentang pen!egahan anemia gi.i besi +p I
).)3-. *iketahui bahwa usia responden pada penelitian ini rata"rata berada pada usia 13.3
tahun, dimana usia tersebut termasuk dalam usia dewasa muda +Burlo!k, ()))-. enurut
peneliti bila dikaitkan dengan pengetahuan kesehatan, usia men!erminkan kematangan
Management Keperawatan Konsep Perubahan | 14
seseorang dalam mengambil keputusan dalam hal ini adalah keputusan tentang pen!egahan
anemia gi.i besi. Bal ini sesuai pendapat Burlo!k +()))- bahwa orang usia dewasa muda
dapat mengembangkan keinginan dalam
men!ari tahu peran"peran baru. 8oundon dan %ritta +&776- menjelaskan bahwa semakin
tinggi tingkat pendidikan seseorang maka semakin tinggi keinginan dan harapan. *alam
penelitian ini keinginan dan harapan wanita usia subur dalam memperoleh pengetahuan yang
lebih baik tentang pen!egahan anemia gi.i besi. Bal ini berkaitan dengan rata"rata responden
berpendidikan mayoritas SA, peneliti berpendapat bahwa jenjang pendidikan ini sudah
merupakan le9el menengah sehingga dalam pemikiran dan men!erna suatu pengalaman baru
untuk menambah pengetahuan lebih mudah diterima. Peneliti juga berasumsi bahwa
pendidikan $ormal pada hakikatnya ber$ungsi sebagai sarana pemberdayaan indi9idu untuk
meningkatkan pengetahuan dalam rangka pengembangan potensi diri. /leh karena itu, wanita
usia subur yang memiliki pendidikan relati$ tinggi akan selalu mengembangkan wawasan dan
mengikuti perkembangan baru terutama tentang in$ormasi pen!egahan anemia gi.i besi. Basil
penelitian juga diproleh ada hubungan antara pendidikan dengan sikap wanita usia subur
dalam pen!egahan anemia gi.i besi. enurut peneliti, tingkat pendidikan $ormal sangat
berperan penting dalam peningkatan pengetahuan seseorang terhadap sesuatu hal, dengan
demikian pendidikan $ormal akan membantu meningkatkan sikap pada wanita usia subur
dalam pen!egahan anemia gi.i besi dengan didasari oleh pengetahuan yang dimilikinya.
Notoatmodjo +()),- juga mengatakan sikap yang baik dan langgeng bila didasari oleh
pengetahuan yang baik pula. Pengetahuan yang baik tersebut salah satunya diperoleh dari
pendidikan $ormal yang mendasari indi9idu dalam bersikap. *alam menentukan sikap yang
utuh ini, pengetahuan, pikiran, keyakinan dan emosi memegang peranan penting wanita usia
subur terhadap penyakit anemia gi.i besi. Penelitian ini menghasilkan perbedaan signi$ikan
rata"rata pengetahuan sebelum dan setelah inter9ensi edukasi kelompok sebaya, demikian
juga perbedaan signi$ikan rata"rata pengetahuan antara kelompok perlakuan dan kontrol.
Se!ara substansi perbedaan tersebut sangat bermakna terhadap terjadinya perubahan perilaku
pen!egahan anemia gi.i besi pada wanita usia subur karena inter9ensi yang diberikan.
Penelitian =hairani +())5- diperoleh hasil ada perbedaan pengetahuan remaja
terhadap upaya pen!egahan penyalahgunaan nap.a setelah mengikuti kelompok swabantu
disbanding sebelumnya. Basil ini didukung oleh penelitian @rnawati +()))- pengetahuan
responden tentang pen!egahan anemia pada ibu hamil meningkat se!ara bermakna pada
kelompok perlakuan yang mendapat penyuluhan dibanding kelompok kontrol. elalui
pengetahuan diharapkan terjadi proses adopsi perilaku +>ogers, &7,' dalam %astable, ())(,
Management Keperawatan Konsep Perubahan | 15
Notoatmodjo, ()),-. enurut Ereen +&76), dalam Ereen dan Kreuter, ()))- bahwa
pengetahuan merupakan salah satu $aktor predisposisi yang penting. Apabila seseorang atau
kelompok sudah memiliki pengetahuan terhadap kesehatan maka akan mempermudah
terbentuknya perilaku kesehatan seseorang atau kelompok. Basil penelitian diperoleh adanya
perbedaan sikap sebelum dan setelah inter9ensi edukasi kelompok sebaya, demikian juga
perbedaan signi$ikan rata"rata sikap antara kelompok perlakuan dan kontrol. Se!ara substansi
perbedaan tersebut sangat bermakna terhadap terjadinya perubahan perilaku pen!egahan
anemia gi.i besi pada wanita usia subur karena inter9ensi yang diberikan. Bubungan antara
sikap dan perilaku ini didukung oleh teori Ereen +&76), dalam Ereen dan Kreuter, ()))-
yang menjelaskan bahwa perilaku seseorang terhadap kesehatan dipengaruhi oleh $aktor
predisposisi dan salah satu bagian dari $aktor tersebut adalah sikap. %erkaitan dengan
penelitian ini inter9ensi yang dilakukan dengan melakukan edukasi sebaya tentang
pen!egahan anemia gi.i besi pada wanita usia subur diharapkan dapat membantu wanita usia
subur menentukan sikapnya terhadap perilaku pen!egahan anemia gi.i besi , karena dalam
kelompok sebaya berkembang saling menghargai dan saling membantu serta bertanggng
jawab terhadap aturan yang disepakati bersama +Pender, et al., ())(-. Basil penelitian
diperoleh adanya perbedaan ketrampilan sebelum dan setelah inter9ensi edukasi kelompok
sebaya, demikian juga perbedaan signi$ikan rata"rata ketrampilan antara kelompok perlakuan
dan kontrol. Se!ara substansi perbedaan tersebut sangat bermakna terhadap terjadinya
perubahan perilaku pen!egahan anemi gi.i besi pada wanita usia subur karena inter9ensi
yang diberikan. %erdasar ilmu perilaku bahwa perubahan perilaku terjadi se!ara bertahap,
dimulai dengan adanya perubahan pengetahuan, kemudian perubahan sikap, dan setelah
internalisasi maka mun!ullah perubahan ketrampilan atau tindakan; praktik +Ereen, &76),
dalam Ereen M Kreuter, ()))-. ?nter9ensi edukasi kelompok sebaya yang dilakukan
mempunyai dampak kogniti$, a$ekti$, dan psikomotor dengan memperhatikan prinsip
keman$aatan dalam keperawatan komunitas +Bit!h!o!k, et al., &777-.
Ketrampilan atau tindakan akan bersi$at langgeng bila didasari pengetahuan dan sikap
yang baik +Notoatmodjo, ()),-, hal ini diperkuat dengan %astable +())(- dan Su!iati +())3-
mengatakan penerimaan in$ormasi melalui penginderaan hanya dapat diserap ()K sehingga
ketrampilan atau tindakan sangat dibutuhkan dalam suatu pembelajaran. %erdasar hal tersebut
maka inter9ensi penelitian ini juga menekankan pada ketrampilan atau tindakan dalam
pen!egahan anemia gi.i besi dengan harapan diperoleh internalisasi yang mendalam dari
wanita usia subur sehingga dapat menerapkan perilaku pen!egahan anemia gi.i besi dalam
kehidupan sehari"harinya. Sebelum dikontrol dengan karakteristik usia dan pendidikan
Management Keperawatan Konsep Perubahan | 16
diperoleh hasil analisis bahwa pengetahuan, sikap, dan ketrampilan terbukti dipengaruhi oleh
inter9ensi edukasi kelompok sebaya +p I ).)3-. Setelah dikontrol dengan karakteristik usia
dan pendidikan diperoleh hasil analisis bahwa pengetahuan, sikap, dan ketrampilan tidak
dipengaruhi oleh umur dan tingkat pendidikan tetapi terbukti dipengaruhi oleh inter9ensi
edukasi kelompok sebaya. Se!ara substansi edukasi kelompok sebaya wanita usia subur
sangat bermakna terhadap perubahan perilaku pen!egahan anemia gi.i besi. Bal ini sesuai
dengan penelitian dan pengabdian masyarakat oleh Berawati +%KK%N Eunung Kidul-
kelompok sebaya pasangan usia subur +P#S- peserta K% maupun yang bukan peserta K%
dengan pokok pembahasan aspek K% dan kesehatan reproduksi dihasilkan adanya perubahan
pengetahuan, sikap dan perilaku tentang K% dan kesehatan reproduksi. *emikian juga
penelitian Powell, et al. +())&- e$ekti$itas keikutsertaan kelompok swabantu pada klien
gangguan mood +nN&,)- didapatkan hasil bahwa adanya keterlibatan klien dalam kelompok
swabantu e$ekti$ untuk manajemen prediksi sakit. Peneliti berpendapat bahwa kelompok
sebaya merupakan sarana untuk membantu merubah perilaku seseorang, karena di dalam
kelompok sebaya indi9idu mendapatkan dukungan in$ormasi, sehingga inter9ensi kelompok
sebaya dalam penelitian ini dapat membantu anggota sebaya dalam pen!egahan anemia gi.i
besi pada wanita usia subur.
Bal ini didukung oleh Bit!h!o!k, et al. +&777- bahwa sebaya dan lingkungan sosial
mempunyai dampak kuat pada remaja terhadap pola makan, edukasi ilmu gi.i dan lainnya.
*emikian juga yang diungkapkan Pender, et al. +())(- bahwa proses yang terjadi di dalam
kegiatan kelompok sebaya berorientasi pada perilaku dan kogniti$. Basil penelitian ini juga
didukung oleh *enise Kandel pada sekelompok remaja dihasilkan bahwa dalam hal"hal
tertentu, kelompok sebaya mempunyai pengaruh yang lebih besar dari pada orang
tuanya.Peneliti berpendapat bahwa kelompok sebaya yang ada dirasa dapat saling
mempengaruhi anggotanya dalam berperilaku, hal ini senada dengan pendapat Pender, et al.
+())(- karena dalam kelompok sebaya berkembang saling menghargai dan saling membantu
serta bertanggng jawab terhadap aturan yang disepakati bersama. Keterbatasan yang ada
dalam penelitian ini meliputi instrumen penelitian yang dikembangkan peneliti sendiri dan
hanya satu kali uji !oba, instrumen obser9asi ketrampilan; tindakan menggunakan skala
diskontinum sehingga data yang diperoleh kurang 9ariati$, sampel penelitian belum
mempertimbangkan proporsi jumlah sampel pada masing"masing area sampel, 9ariabel
kon$onding hanya ( 9ariabel yaitu 9ariable usia dan pendidikan, sehingga kurang dapat
mengontrol hubungan antar 9ariabel utama yang diteliti, e$ek yang ditimbulkan sebagai
akibat subjek dalam penelitian mengetahui dirinya sebagai responden yang sedang dilakukan
Management Keperawatan Konsep Perubahan | 17
penelitian sehingga dapat mempengaruhi 9ariabel dependen dalam penelitian +hawthorne
e$$e!t-.
SIMPULAN
Penelitian yang dilakukan pada kelompok sebaya wanita usia subur dalam PKK >T di
wilayah Kota Semarang diperoleh hasil rata"rata umur W#S 13.3 tahun, mayoritas
pendidikan W#S SA. Eambaran pengetahuan, sikap, dan ketrampilan W#S sebelum
inter9ensi edukasi kelompok sebaya relati$ sama antara kelompok perlakuan dan kontrol,
namun setelah inter9ensi relati$ lebih tingi pada kelompok perlakuan. Basil uji statistik
diperoleh ada hubungan umur, pendidikan dengan pengetahuan W#S demikian juga ada
hubungan pendidikan dengan sikap W#S dalam pen!egahan AE%. Analisis perbedaan
diperoleh hasil adanya perbedaan rata"rata pengetahuan, sikap, dan ketrampilan sebelum dan
setelah inter9ensi edukasi kelompok sebaya, demikian juga terjadi perbedaan rata"rata
pengetahuan, sikap, dan ketrampilan W#S antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol.
Basil uji statistik lebih lanjut diperoleh bahwa perbedaan rata"rata pengetahuan, sikap, dan
ketrampilan terjadi karena pengaruh inter9ensi edukasi kelompok sebaya yang dilakukan
dalam penelitian ini setelah dikontrol dengan 9ariabel umur dan pendidikan, dengan demikian
dapat dikatakan bahwa inter9ensi edukasi kelompok sebaya benar" benar bermakna dalam
perubahan perilaku pen!egahan AE% pada W#S.
Management Keperawatan Konsep Perubahan | 18
BAB I;
PEMBAHASAN JURNAL
enurut kelompok kami penelitian terhadap perubahan perilaku +pengetahuan, sikap,
ketrampilan atau tindakan- pen!egahan anemia gi.i besi pada wanita usia subur, sehingga
peneliti menyarankan tim penggerak PKK untuk melakukan upaya pen!egahan anemia gi.i
besi pada wanita usia subur melalui pengembangan program yang terintegrasi dalam Pokja
?C +Pokja Kesehatan- seperti penyuluhan kesehatan gi.i se!ara berkala, melatih ketrampilan
anggotanya dalam pengelolaan menu makanan bergi.i sehari"hari, bekerjasama dengan
Puskesmas untuk melakukan deteksi anemia pada anggotanya, melakukan sosialisasi hasil
edukasi kelompok sebaya pada anggota lain yang tidak mengikuti kegiatan sebaya dalam
pen!egahan anemia gi.i besi. *iharapkan juga Puskesmas lebih menggalakkan
pemberdayaan wanita usia subur melalui kelompok sebaya di masyarakat dapat dilakukan
melalui wadah yang sudah ada seperti PKK, *asawisma, Perkumpulan Pengajian Wanita
dengan koordinasi di tingkat kelurahan serta melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama,
8S dengan melakukan pembinaan edukasi rutin"terstruktur serta monitoring dan e9aluasi
dalam pelaksanaanya. *inkes Kota dapat menetapkan kebijakan terkait pembinaan dan
pemantauan upaya promosi kesehatan dengan pendekatan kelompok"kelompok sebaya yang
sudah ada di masyarakat dan menjadikannya sebagai bagian dari pengembangan program
kerja Puskesmas dalam upaya pen!egahan anemia gi.i besi pada wanita usia subur. *emikan
juga institusi pemberdayaan perempuan diharapkan dapat mengintegrasikan upaya
pen!egahan anemia gi.i besi pada wanita usia subur dalam setiap programnya mengingat
wanita usia subur mempunyai multi peran sebagai remaja, !alon ibu, ibu dan juga sebagai
pekerja.
Management Keperawatan Konsep Perubahan | 19
BAB ;
PENUTUP
7.) K/1+m4%l"
%erdasarkan uraian di atas, pada bab ini dapat ditarik beberapa kesimpulan, diantaranya<
Perubahan merupakan suatu proses dimana terjadinya peralihan atau perpindahan
dari status tetap +statis- menjadi yang bersi$at dinamis, artinya dapat
menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada. Perubahan dapat men!akup
Keseimbangan Personal, sosial maupun organisasi untuk dapat menjadikan
perbaikan atau penyempurnaan serta dapat menerapkan ide atau konsep terbaru
dalam men!apai tujuan tertentu. +8as!aster &76(-
%erubah merupakan kegiatan atau proses yang membuat sesuatu atau seseorang
berbeda dengan keadaan sebelumnya. +Atkinson,&76,-
4enis"jenis perubahan dibagi menjadi tiga yaitu perubahan bersi$at spontan,
berkembang dan diren!anakan.
Pengertian Agen Perubahan +Agent of Change- adalah indi9idu atau seseorang
yang bertugas mempengaruhi target ; sasaran perubahan agar mereka mengambil
keputusan sesuai dengan arah yang dikehendakinya
Haktor yang mendukung perubahan adalah kebutuhan dasar manusia dan
kebutuhan dasar interpersonal.
7.' S."
Sebagai mahasiswa keperawatan ditahun ()&' maka kita se!ara tidak langsung dituntut
untuk lebih berperan akti$ pada perubahan ilmu keperawatan.
Management Keperawatan Konsep Perubahan | 20
DAFTAR PUSTAKA
8a oni!a 8. @laine. Alih %ahasa Nura!hmah. @lly. &776. (epemimpinan dan &ana!emen
(epera"atan, Pendekatan )erdasarkan Pengalaman. 4akarta < @E=
aDari$in Busin. &777. Perubahan dan (epera"atan di *ndonesia. 4akarta < Nusa =ipta
Nursalam. ()&(. &ana!emen (epera"atan edisi . 4akarta < Salemba edika
Swanburg. =. >ussell. Alih %ahasa Samba.Suharyati. ())). Pengantar kepemimpinan dan
&ana!emen (epera"atan, +ntuk Pera"at (linis. 4akarta < @E=
Management Keperawatan Konsep Perubahan | 21