Você está na página 1de 139

1

ILMU BEDAH UROLOGI


(KELAINAN-KELAINAN &
PENYAKIT-PENYAKIT DLM
RONGGA SKROTUM)
OLEH

Prof. dr. ACHMAD M. PALINRUNGI,
Sp.B.,Sp.U

SUB BAGIAN UROLOGI BAGIAN ILMU BEDAH
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS
HASANUDDIN
MAKASSAR
2012
2
KELAINAN-KELAINAN DAN
PENYAKIT-PENYAKIT DLM
RONGGA SKROTUM

I. FUNIKULUS SPERMATIKUS
1. FUNIKULITIS & VASITIS
2. VARIKOKEL
3. HIDROKEL
4. HEMATOKEL
5. VASEKTOMI
3
II. TESTIS
1. KRIPTORKISMUS
2. TORSIO TESTIS
3. TORSIO APPENDIX TESTIS
(KISTA MORGAGNI & APP.
EPIDIDIMIS)
4. ORKITIS

4
III. EPIDIDIMIS
1. EPIDIDIMITIS NON SPESIFIK (BANAL)
- AKUTA
- KRONIKA
2. EPIDIDIMITIS SPESIFIK (TBC)
3. SPERMATOKEL
5
FUNIKULUS SPERMATIKUS

Dari anulus inguinalis internus proksimal
testis
Terdiri dari :
1. Vas deferens + arteri & vena_nya
2. Arteri & vena spermatika
3. Pleksus venosus pampiniformis
4. Nervus ke testis & epididimis
5. Pembuluh limfe dari testis & epididimis
6. A. cremasterica
7. Sisa-sisa prosessus vaginalis obliterasi
8. Fasia membungkus fun.spermatikus :
a. Fasia infudibularis m.trans abd.
b. Fasia cremasterica m.obl.abd.ant.
c. Fasia interkolumner m.obl.abd.ex.


6
Vas deferens di bag.post kecil, keras,
mulus, bebas
Kelainan kongenital : Jarang
Agenesis vas def.bilat. : infertile
biasa disertai agenesis ureter,
ginjal
Duplikasi vas deferens jarang
perhatikan waktu vasektomi karena
2 vas def. vasektomi gagal

7
Kerusakan akibat operasi :
Hernia skrotalis
Hidrokel
Kriptorkismus

- Arteri
- Vena
- Vas
- Nervus
TERPOTONG
8
YANG SERING :
FUNIKULITIS SPERMATIKUS &
VASITIS DEFERENS

ETIOLOGI :
Sekunder infeksi dari : buli-buli, prostat,
epididimis, testis
Vasitis Funikulitis
Vasa limfatikus
Hematogen
Bisa terjadi pyogenik abses dari TBC, GO,
Non spesifik

TBC, Sphilis, Filaria
9
GAMBARAN KLINIK
Rasa nyeri, bengkak, sangar nyeri
tekan :
Funikulus spermatikus
Daerah inguinal
Perut bagian bawah
Kausa tbc :
Nyeri < dp yang banal
Vas def. tasbih
Periksa : testis epididimis
prostat cari primer
10
LABORATORIUM
Urinalisis
Secret urethra
BTA Urine, Serologis (VDRL KAHN)

DIAGNOSIS
Berdasar gambaran klinik
Kultur & sensitivity test
11
DIAGNOSIS BANDING

Fase Awal : Pertimbangkan :
1. Kolik ureter 1/3 distal periksa
urine
2. Seminal vesiculutis RT : (N) tak
teraba
3. Torsio testis gejala patognomonis
4. Hernia inkarserata ada benjolan
lama
5. Abses dinding perut
6. Limfadenitis inguinalis
12
PENGOBATAN

Bed rest dan T-Verban
Antibiotik broad-spektra
Anti inflamasi & analgetika
Bila abses insisi dan drainage
Pengobatan penyakit primernya

13
PROGNOSIS

Keadaan tenang setelah beberapa
bulan
Vasitis striktur infertile
Timbul eksaserbasi bila pengobatan
kurang adekwat
14
VARICOCELE

DEFENISI :
Suatu pelebaran/varices dari plexus
venosus pampiniformis di daerah
funiculus spermatikus/testis bentuk
vena-vena dari : testis, epididimis/vas
deferens dan m.cremaster diteruskan
ke v.spermatika int.


15
(Dikutip dari Pelouze hal. 424)
16
INSIDENS
- 98% dibagian kiri ada laporan : 1-
7% kanan, 2-20% bilateral
- Jarang pada umur < 10 thn
- 10% s/d 16,5% pada muda umur 15
-25 thn
- 15% pada pria fertile
- 40% pada pria infertile
17
ETIOLOGI : 95% idiopatik (primer). Belum
jelas tapi karena 98% kiri diduga :
Katup vena spermatika interna sinistra
tidak kompoten dibuktikan dengan
pemeriksaan RO, Venografi
V.spermatika int.si.masuk tegak lurus
ke v.renalis sin.sedang yang dextra
masuk miring ke v.cava.inf.
Tumor ginjal/retroperitoneal yang
menekan v.spermatika int.
Kelainan lain pembuluh darah mis.
Penyempitan/penumbatan/terikat wkt
operasi lain.

18
KLASSIFIKASI
1. Menurut Perlangsungannya
- Akut obstruksi/terikat
- Khronis ini yang sering
2. Menurut Penyebabnya
- Primer tak diketahui
- sekunder obstruksi tumor
3. Menurut Gejala
- Asymptomatic
- Symptomatic gejala-gejala penyebab
(tumor), rasa sakit/ngilu-ngilu/rasa berat.
19
GAMBARAN KLINIK
Pembesaran skrotum
Rasa berat di testis
Pada perabaan : teraba spt kantung berisi
cacing (Bag of warm)
Baring menghilang atau berkurang
Rasa sakit/ngilu-ngilu
Ditemukan secara kebetulan, waktu check
up/periksa infertility
Pada yang kausa penekanan
tumor/penyempitan pembuluh darah
tidak berkurang/hilang waktu baring
20
(Dikutip dari Scott hal. 314)
21
GRADING :
GRADE 1 : Teraba wkt berdiri sesudah
menuver valsalva mengedan
Grade 2 : Posisi berdiri terlihat dan
teraba sesudah manuver valsalva
baring hilang
Grade 3 : Posisi berdiri tanpa valsalva
terlihat dan teraba dengan jelas
baring masih nampak
Grade 4 : Sama grade 3 disertai rasa
berat, ngilu-ngilu/sakit
Grade 1 & 2 ini biasa ditemukan secara
kebetulan
22
KOMPLIKASI
1. - Yang paling utama : INFERTILITY
gangguan spermatogenesis
- Spema berkurang 26,6% dari
penderita
- Motolitas menurun 35,7%
- Bentuk abnormal + 10%
- Banyak bentuk muda + 4%
- Ejakulat berkurang
- Yang infertile total karena ada anastomosis
antara plexus venosus pampiniformis kiri &
kanan
- Kalau baru unilateral sub fertile/normal
2. Hematokel karena trauma

23
PATOFISIOLOGI
DIDUGA
1. Teori temperatur akibat statis darah
tidak terbukti ada penderita : Dingin.
2. Teori hipoxia/Anomia :Stagnasi aliran darah
di testis sisa metabolisme tidak
terbuang Hipoxia/Anomia toxic
metabolisme gangguan spermatogenesis
3. Teori Hormonal : darah dari v.renalis
/v.suprarenalis v.spermatika int.
plexus pampiniformis mengandung
catecolamine > banyak dari tempat lain
vaso contricti anoxia gangguan
spermatogenesis

24
PENGOBATAN Ditujukan thd infertility
1. Konservatif
Yang tak bergejala sering tak perlu
tindakan obat penenang.
Tapi : analisa sperma oligozoospermi
operasi : suami mandul operasi
Dulu : ada yang anjurkan :
- Pasang suspensoir
- Rendam/cuci air dingin pagi-sore
Yang pekerjaannya banyak resiko trauma
spt tentara,polisi,buruh kasar operasi.

25
2. Pembedahan
Memotong & mengikat v.spermatika int.
Ada beberapa teknik pendekatan :
1. Scrotal (Hanley) insisi scrotum
plexus pampiniformis dipotong/ikat
2. Inguinal Rendah (Ivanissevich)
canalis inguinalis dibuka
cabang-cabang plex.pampiniformis
dipotong dan diikat.


26
(Dikutip dari Barnes hal. 247)
27
(Dikutip dari Scott hal. 315)
28
3. Inguinal Tinggi (Palomo) insisi
dekat SIAS
4. Abdominal (Gonzales) insisi arcus
costa kiri potomg v.spermatika int.
5. Laparoscopi dibuat 3 lobang pada
abdomen kiri bawah :
1 lobang utk melihat dan 2 lobang
utk masukkan alat v.spermatika
int. dijepit dan dipotong.
29
(Dikutip dari Walsh hal. 2494-2495)
a
b
c
d
30
HASIL OPERASI
Varicocele hilang pelan-pelan (+ 3 bln) melalui
kolateral vena-vena ke :
- V. sperm.ext. v.epigastrica inferior v.iliaca
ext.
- V. epigastrica superfic. v. femoralis
- V. vesicalis v.pudenda interna v.lliaca int.
- Kollateral plexus venosis pampiniformis kiri &
kanan
68% infertile fertile
50% mengalami perbaikan pada : Jumlah, bentuk,
maturasi & motolitas.
Analisa sperma dilakukan 3 bln post-operasi
31
(Dikutip dari Blandy Vol. II hal. 1188)
32
HYDROCELE
Penimbunan cairan yg berlebihan dlm
rongga tunica vaginalis/processus vaginalis
(N) : 2-3 ml.
Ada 3 type hydrocele :
1.Congenital + 6% dr kelahiran
2.Idiopathic = primer kausa tak jelas
3.Symptomatic = sekunder akibat
penyakit lain irritasi tunica vaginalis
mengeluarkan cairan. Mis.: orkitis,
epididimitis, tumor testis, torsio testis.
33
LOKALISASI
Hydrocele testicularis
mengelilingi testis & epididimis
terjadi pada ketiga type diatas (Gbr.b)
Hydrocele funicularis = funiculocele
pada funiculus spermatikus
biasanya kongenital (Gbr.c)
Hydrocele inguinalis sama seperti
hydrocele testicularis tapi disertai
undesensus testis terletak dlm
canalis inguinalis/pre pubis
Hydrocele dengan hernia inguinalis
diatasnya encystic hernia (Gbr.d)
a
b c
d
35
Hydrocele Congenital
Dari proc.vaginalis yg tak menutup
sempurna/terlambat menutup.
Bisa semua lokalisasi
Ada hubungan dengan rongga
peritoneum hydrocele comunicans
(Gbr.a)
Kadang dengan undesensus testis atau
dengan hernia
Isinya cairan plasma yg berasal dari
cavum peritonei.

36
Hydrocele Idiopathatic
Yang paling sering
Kadang sampai besar sekali/Giant H.
Pembesaran pada scrotum tanpa
gejala-gejala
Penyebab tak diketahui
Biasa pada orang dewasa/tua
Biasanya H.testicularis
Cairan : Plasma : Kuning jernih
Bersifat khronis
37
Hydrocele Symptomatic
Akibat penyakit lain
Bisa akut/khronis tergantung
penyebabnya :
Orchio-epididymitis
Tumor (Ca.)
TBC
Syphilis
Filaria
Trauma
Torsio testis
38
Cairan : tergantung penyebab :
Pus seropurulent
Hemorrhagis
Plasma
BTA

39
Gambaran Klinik
Pembengkakan di scrotum
tergantung lokalisasi
Bersifat cysteus
Tidak sakit kecuali akibat
radang/infeksi
H. testic. testis tak teraba
H. funic. testis terpisah
H. simptomatik disertai gejala-
gejala penyakit utama

40
DIAGNOSIS
Gambaran klinik
Transiluminasi test (+) H.simptomatik
tergantung penyebab
Aspirasi cairan terutama
H.simptomatik
sifat cairan
Kultur
Cytologi
BTA
Pemeriksaan darah : filaria
41
(Dikutip dari Scott hal. 327) (Dikutip dari Barnes hal. 221)
42
DIAGNOSA BANDING (DD)
Semua pembesaran scrotum
Hernia dapat didorong msk rongga perut
Tumor testis keras, nyeri (-), padat
Varicocele Bag of Warm
Hematocele trauma/tumor
Spermatocele di cranial testis
berhubungan epididimis
Gumma testis (syphilis) periksa : VDRL
Kahn
Kista Morgagni kranial testis dan
berhubungan dengan testis
43
PENGOBATAN
H. Congenital
Kadang hilang spontan diabsorbsi
bisa di tunggu sp anak umur 1 th
operasi
Aspirasi kecuali H.comunicans
bahaya infeksi peritoneum berulang-ulang
tetap operasi
H.comunicans yang tak menutup atau
dengan hernia operasi
44
H. Idiopatik
Operasi
Pada org tua dengan keadaan jelek
aspirasi untuk kurangi ketegangan


H. Simptomatik
Pengobatan/operasi terutama ditujukan
pada penyakit penyebab

45
TEKNIK OPERASI
1. Berkmann Winkelmann (BW)
Dinding dibelah dibalik (diinsisi)
2. Jaboulay
Dinding dibelah (diinsisi) dibuang
sebagian dibalik
3. Lord
Dinding diinsisi dijahit dengan
membuat lipatan-lipatan (Plicated)
46
(Dikutip dari Scott hal. 328)
1. Berkmann Winkelmann (BW)
47
a
b
(Dikutip dari Scott hal. 328)
2. Jaboulay
a
c b
(Dikutip dari Aboulker hal. 207)
3. Lord
49
HEMATOKEL
Penimbunan darah dalam rongga tunika
vaginalis seperti hidrokel tapi isinya
transiluminasi test (-).
Penyebab :
1. Trauma skrotum pada hidrokel
2. Trauma ringan skrotum pada penderita
kelainan faktor pembengkuan darah
3. Infeksi testis/epididimis
4. Tumor/epididimis
Perdarahan ke
rongga tunika
vaginalis
50
PENGOBATAN
Konservatif di absorbsi spontan
Kalau pembesaran skrotum > 3
kali besar normal punksi
residif eksplorasi : eksisi &
hemostasis
Kalau trauma pada suatu yang
patologi operasi :
Malignancy Orkidektomi
Hidrokel Hemostasis :
Hidrokelektomi (BW-Jaboulay)
51
VASEKTOMI
Suatu prosedur sterilisasi/kontrasepsi
permanent dan irreversibel
Legalisasi tiap negara berbeda
Indonesia dibolehkan program
pemerintah
Beberapa hal yang perlu
dipertimbangkan sebelum vasektomi :
Sudah punya ana yang cukup
Pasangan ini harus tahu bahwa hal ini
bersifat menetap

52
Siap mental
Kehidupan perkawinan yang stabil
(harmonis)
Suami dan istri menandatangani
persetujuan operasi ini
Vasektomi lebih mudah dan murah
tubektomi pada istri
Tak ada ketentuan umur untuk
vasektomi
Beberapa dokter tidak melakukan pada
umur < 30 th kecuali alasan tertentu
53
Beberapa indikasi selain dari KB :
1. Prostatektomi dilakukan sebelum
atau pada waktu operasi cegah
orkitis/epididimitis
2. Epididimitis khronik/TBC unilateral dan
prostat/v.seminalis masih baik
3. Penyakit kongenital yang bersifat
herediter pada saudara-saudara
sekandung (anak-anaknya)
4. Penyakit-penyakit/gangguan kehamilan
pd istri setiap hamil
5. Penyakit psychiatris dan mental yg
bersifat herediter

54
I. PERSIAPAN
a. PERSIAPAN PENDERITA
Penjelasan pada penderita tentang
vasektomi
Pemeriksaan genitalia eksterna :
Bekas operasi menyulitkan vasektom
Kelainan-kelainan :
Hernia
Hidrokel
Kriptorkismus
Retractil testis
Vasektomi dilakukan bersamaan
Adanya duplikasi vas deferens
kontrasepsi gagal
Pemeriksaan lab. : Gula darah (DM)

55
b. PERSIAPAN ALAT & BAHAN
Vasektomi Kit.
Cairan desinfeksi yang tidak merangsang :
Betadin 0,75%
Hibiscrub 4%
Asam pikrat 2%
Obat anastesi lokal
Procain
Liodcain
Novocain
Xylocain
Kain penutup (Doek) steril
Kain kasa steril
Plester atau hansaplast
1 2 %
56

2. PELAKSANAAN
Posisi penderita terlentang
Desinfeksi genitalia eksterna sampai
supra pubis, inguinal dan bagian
dalam pangkal paha kiri dan kanan.
Tutup daerah desinfeksi kecuali
skrotum.
57
TEHNIK OPERASI
Ada 2 pilihan insisi :
Insisi tunggal medial
insisi ditengah- tengah
(Raphe) skrotum.
Keuntungan :
Lebih mudah dan
praktis
Perdarahan kurang
Jarang infeksi
Kekurangan : Vas
Deferens jauh didorong
ke tengah

58
Insisi ganda Kiri dan
kanan
Keuntungan : Vas deferens
lebih dekat di dorong ke
kulit.
Kekurangan :
Kurang praktis karena 2
insisi.
Kemungkinan infeksi
lebih besar.
Insisi yang lebih dianjurkan
oleh PKMI adalah insisi
tunggal medial.
59
Meraba & Mencari Vas Deferens:
Teraba seperti tali
Keras, bulat, mobile
Vas deferens didorong ke dinding
skrotum yg dipilih :
Tunggal (medial)
Ganda ( Kiri & kanan)

Vas deferens dipertahankan :

1. Dengan jari 2. Dengan jarum 3. Dgn semacam Klem
( Allis klem)
Dikutip dari
Barnes Hal. 246
Dikutip dari Scott Hal.312
61
Vas deferens di klem di
dua tempat pada jarak
1-2 cm
Kontrol perdarahan
Dipotong vas deferens
diantara ke-2 klem
Ikat dg benang sutra
atau Cat-Gut kromik (3-
0)


Dikutip dari Scott Hal.312
62
Cara-cara pengikatan vas deferens
untuk mencegah rekanalisasi
63
Metode penutupan ujung vas
deferens selain ikat :
1. Jepit dengan clip tantalun
2. Kauterisasi/Fulgurasi/Bakar
3. Suntik skleroting agent
4. Tutup semacam jarum
Prosedur yg sama dilakukan pada
vas deferens kontra lateral
Luka operasi di jahit
64
Teknik vasektomi lain yang dikenal
sebagai teknik tanpa pisau
Setelah vas deferens ditahan/fiksasi
pada dinding skrotum + anastesi
semacam gunting yg runcing
ditusukkan dan vas deferens
dicungkil keluar
Selanjutnya vas deferens dipotong
dan diikat seperti biasa
Vas deferens dimasukkan tanpa
jahitan luka
65
3. PENANGANAN POST-VASEKTOMI
Tetap baring + 15 menit
Awasi kalau ada perdarahan
hematom
Nasihat sebelum pulang :
Luka jangan basah
Kalau berdarah kembali
Antibiotik + Analgetik
Jangan kerja berat
66
Mengenai hubungan seksual :
Tetap berhubungan dengan syarat :
Pakai kondom minimal 12x untuk
mengeluarkan sperma yang masih ada
di vas deferens/vesika seminalis
Kalau perlu sexual intercourse lebih
sering supaya cepat habis
Atau dalam 3 bulan periksa analisa
sperma kalau (-) boleh lepas
kondom
Analisa sperma setelah 6 bulan
kontrol kemungkinan rekanalisasi
67
KOMPLIKASI
1. Infeksi abses
2. Perdarahan hematom
3. Stump neuroma setelah beberapa bulan
4. Granuloma sperma terjadi ekstravasasi
sperma bengkak, nyeri diatas testis
gejala dyspareunia
5. Rekanalisasi infeksi & granuloma
merupakan predisposisi
6. Antibody sperma masalahnya kalau mau
reanastomosis infertile
7. Gangguan psychologis merasa
kehilangan kejantanannya impoten
perlunya kesiapan mental
68
REANASTOMOSIS
Kedua ujung yang diikat dipotong
Anastomosis vaso-vasostomi
Beberapa alasan reanastomosis :
Pasangan ingin punya anak lagi
Anaknya meninggal
Istrinya meninggal atau cerai dan istri
barunya mau punya anak
Laki-lakinya kawin lagi dan istri
keduanya mau punya anak juga.
Insidens kehamilan pada
reanastomosis bervariasi 40-80%
69
CRIPTORCHISMUS
Testis yang tersembunyi tidak
berada dalam cavum scroti yang
sebenarnya.
Keadaan ini bisa terjadi pada :
1. Anorchidism / monorchidism
2. Rectractil testis testis letak tinggi
karena kontraksi yang kuat dari
m.cremaster
3. Maldescensus/undesensus testis
4. Ectopic testis
T E S T I S
70
DESCENSUS TESTICULORUM
Terjadi :
Dipengaruhi hormon gonado-tropin dari ibu
Ditarik & dituntun gubernaculum sampai
masuk di cav.scroti
Minggu ke 6 : daerah lumbal
3 bulan : fossa iliaca pelvis
7-8 bulan : lewat canalis ingunalis
cavum scroti
Diikuti 2 lapisan peritoneum
Viseralis meliputi testis & epididimis
Parietalis bagian luar rongga
antaranya hydrocele tunica vaginalis
proximal atresi
71
a b
c
72
MALDESENSUS / UNDESCENSUS TESTIS
Testis yang tidak turun sampai masuk ke
dalam cav. scroti tapi masih dalam garis
penurunan testis.
+ 3% dari semua kelahiran normal
+ 20% kelahiran prematur
+ 25% disertai hernia inguinalis
Diharapkan bisa turun dalam 3 bl 1 thn.
Ada yang perkirakan sampai 2 thn.
Lewat waktu ini tidak akan turun lagi

73
LOKALISASI
1. Abdominal :
Lumbal
Fossa iliaca
Pelvic (rongga panggul)
2. Canalis inguinalis
Anulus inguinalis internus
Canalis inguinalis
Anulus inguinalis externus
3. Prepubic : didepan os pubis/pangkal
bagian atas scrotum
74
(Dikutip dari Blandy Vo. II hal. 1160)
75
ECTOPIC TESTIS
Testis yang tidak turun sampai masuk
dalam cav.scroti dan juga berada diluar
garis penurunan testis
LOKALISASI
Inguinal superfisialis (sering)
Perineal
Femoral
Penile
Transverse/paradoxic descent kedua
testis masuk dalam canalis yang sama
disatu pihak
Pelvic dalam panggul tapi di luar garis
penurunan testis

76
(f)
(Dikutip dari Scott hal. 319)
77
ETIOLOGI DAN PATOGENESIS
1. Kelainan gubernakulum
2. Gangguan hormon gonado tropin
dari ibu
3. Gangguan testis (dysgenesis) dari
anak sendiri kurang sensitif
terhadap gonado tropin
4. Pada ektopik testis biasanya
karena gangguan pembukaan
scrotum dalam perkembangan anak
(janin)
78
PATOLOGI
Umumnya disertai dengan hernia
inguinalis
Arteri vena spermatika int.pendek
sesuai penurunannya
Dysgenesis sampai atrofi testis
Tubulus & sel-sel sertoli jaringan
fibrotik gangguan spermatogenesis
Gangguan sel Leydig gangguan
hormonal
Jadi seminoma terutama juga intra
abdominal
79
GAMBARAN KLINIK
Scrotum kosong, tak berkembang.
Tak ada testis/hanya teraba satu
Ada benjolan ditempat lain
Gejala-gejala hernia inguinalis
mungkin juga hernia incarcerata
Gejala-gejala hydrocele yang hilang
timbul hydrocele comunicans
Gejala-gejala torsio testis
Tumor abdomen seminoma testis
dari testis abdominal cav.scroti
kosong
80
KOMPLIKASI
1. Malignancy seminoma testis tapi
penurunan testis ke cav.scroti tidak
menghilangkan kemungkinan ini
2. Infertility perbedaan suhu > intra
abdominal pengaruhi
spermatogenesis
3. Torsio testis testis yang terlalu
mobile dalam kantong
hernia/hydrocele mudah terpuntir
81
PENGOBATAN
1. KONSERVATIF
Kadang-kadang bisa turun spontan
dalam 3 bulan 1 th/2 th terutama
yang prepubic/anulus inguinalis externus
Mungkin perlu diberikan th/hormonal :
chorio gonado tropin membantu testis
yang belum mature
Bila tak berhasil operatif > 2 th
biasanya tak akan turun lagi
82
2. OPERATIF (ORCHIDOPEXY)
Konservatif tak berhasil
Sebaiknya umur jangan lewat dari 4 tahun
testis mulai berfungsi
Ectopic testis selamanya operasi
Testis, funiculus/vas deferens & pembuluh
darah dibebaskan fiksasi di scrotum
kadang perlu fiksasi di paha
Yang pendek a. spermatica interne
kalau perlu dipotong (check dulu)
Tak berhasil orchidectomy
Maldescensus bilateral jangan tunda
operasi
Sekaligus ditangani hernia
inguinalis/hydrocele
83
a b
c
d
e
(Dikutip dari Scott hal. 322) (Dikutip dari Aboulker hal. 201)
84
KOMPLIKASI
1. Kerusakan pembuluh darah atrofi
testis
2. Kerusakan vas deferens infertile
3. Infeksi
4. Retraksi testis kembali karena fiksasi
yang kurang adekwat

PROGNOSA
Tergantung hasil analisa sperma

85
TORSIO TESTIS
DEF. : terpuntirnya testis pada funikulus
spermatikus atau pada
mesorchium

INSIDENS
Jarang 1 : 4000 < umur 25 thn
Paling sering 12 18 hn
Pernah pada neonatus
+ 30% diatas 30 thn
Merupakan kasus emergency
86
ETIOLOGI
Tak jelas tapi beberapa faktor-
faktor predisposisi.
1. Kriptorkismus
2. Hidrokel
3. Gubernakulum tidak terbentuk
4. Spasme m.cremaster
5. Posisi transversal condong ke
anterior dari testis
87
6. Tunika vaginalis tidak terfixer pada
dinding skrotum;m.Dartos
7. Mesorchium yang panjang &
sempit
8. Mesorchium yang melekat pada
satu pole
9. Lamina viseralis dan testis lamina
parietalis meluas jauh ke atas pada
funikulus BELL CLAPPER
DEFORMITY

88
(Dikutip dari Scott hal. 324)
89
FAKTOR PENCETUS
Kontraksi m.cremaster yang tiba-tiba
Perubahan suhu
Batuk
Latihan yang berlebihan
Trauma
tapi kadang waktu tidur
90
PATOLOGI & PATOGENESIS
Dibagi atas :
1. Torsio testis ekstra vaginal testis &
epididimis terpuntir pada
fun.spermatikus dekat anulus
ing.eksternus ini karena tunika
vaginalis yang kurang terfixer pada
dinding skrotum. TU kalau
gubernakulum (-)
91
2. Torsio testis intra vaginal
a. Pada bell clapper deformity testis &
epididimis terpuntir pada fun.spermatikus
dalam rongga t.vaginalis
b. Testis terpuntir pada mesorchium
terhadap epididimis, mis. Mesorc.panjang
& sempit
Torsio intra vaginal > daripada ekstra
vaginal
Testis kanan terpuntir sesuai arah
jarum jam. Testis kiri berlawanan
dilihat dari arah kaki terpuntir
anterio-medialis

92
(Dikutip dari Blandy Vol. II hal. 1190)
BELL CLAPPER
(1) (2a)
(2b)
93
PATOGENESIS
FAKTOR PREDISPOSISI

FAKTOR PENCETUS
TORSIO TESTIS

OKLUSI VASKULER (VENA)
1-2 JAM
OEDEMA TESTIS / EPIDIDIMIS
3-4 JAM
OKLUSI VASKULER (ARTERI)

NEKROSIS TESTIS

ATROFI TESTIS
94
GAMBARAN KLINIK
Nyeri tiba-tiba pada 1 testis/skrotum
Nyeri menjalar inguinal perut lateral
bawah pinggang
Testis tambah bengkak (1-4 jam)
Skrotum bengkak,kemerahan
Mual,muntah DD App.ac
Demam sub febril
Testis yang torsio > tinggi (Demings sign)
> horisontal (Angells sign)
Testis diangkat melewati pubis ke atas
bertambah nyeri (Prehns sign)
Ketiga tanda ini patognomonis
95
Pada fase awal :
Testis terpisah dari epididimis
Epididimis terletak di anterior atau
diatas tergantung derajat putaran
Teraba puntiran funikulus seperti
lilitan tali
Keadaan lanjut (1-2 hari) : testis,
epididimis dan skrotum bengkak hebat
sukar dibedakan dengan orkio-
epididimis.

96
PEMERIKSAAN PENUNJANG
LABORATORIUM
Leukositosis 20.000 m
Urinalysis (-)
USG Doppler Tak ada aliran darah
Sintigrafi ke testis : jarang
diperlukan



97
DIAGNOSIS
Berdasarkan gambaran klinik :
Demings sign
Angells sign
Prehns sign

DIAGNOSIS BANDING
Epididimitis akut : demam, urethritis
posisi testis vertikal dan epididimi
postero lateral
Patognomonis
Dx Pasti !!!

98
Orkitis MUMPS didahului parotitis
epidemika akuta testis vertikal
Hidrokel terinfeksi/trauma
Hernia skrotalis/inkarserata/strangulata
ada riwayat hernia
Tumor testis keras, nyeri (-)
Oedema skrotum filaria, dec.cordis,
CRF
99
PENGOBATAN
1. KONSERVATIF
Detorsi manuel stadium dini (1-2
jam). Kalau perlu suntik procain 1% 10
20 ml. pada funikulus
Walau berhasil tetap orkidopeksi
bilateral kemudian (2-3 hari)
Gagal operasi
100
2. OPERASI
INDIKASI
Detorsi manuel gagal
Datang dalam stad.lanjut
Ragu-ragu orkio.epididimitis dengan
torsio

EKSPLORASI SKROTUM
Eksplorasi skrotum
Testis viabel Orkidopeksi kalau ragu-
ragu tunggu + 15-30 basahi air hangat-
hangat sampai kelihatan testis jadi merah
masih ragu-ragu insisi parenchim
testis


101
Normal/viabel jahit ulang
Nekrosis hitam/bubur
Testis nekrosis orkidektomi
Orkidopeksi minimal 3 jahitan/tempat
Testis yang normal harus orkidopeksi
juga
Testis yang tidak dioperasi nekrosis
atrofi malignancy
102
PROGNOSIS
Dioperasi dalam 4-6 jam umumnya baik
Dalam 6-12 jam max.survival 70-90%
tapi sudah ada gangguan
spermatogenesis
Antara 12-24 jam mungkin masih ada
yang viabel tergantung derajat
torsio
> 24 jam : ragu-ragu
>48 jam testis infark/nekrosis sudah
seperti bubur
DIF.DIAGNOSA
TORSIO TESTIS ORKIO EPIDIDIMITIS
Umur < 30 thn Semua umur
Omset Mendadak Pelan-pelan
Nyeri + +
Bengkak + +
Letak > Tinggi Normal
Posisi testis Horisontal Vertikal
Letak epididimis Tidak tentu Postero lateral
Febris +/- +
Leukositosis +/- +/-
Leukosituria - +
CATATAN : KALAU RAGU-RAGU EXPLORASI
104
TORSIO APPENDIX TESTIS DAN EPIDIDIMIS
Pole cranial testis ada sisa ductus muller
kista hidatid morgagni seringkali jadi besar
seperti hidrokel funikularis
Pada kaput epididimis juga ada sisa duktus
mesonephros bisa jadi besar
Torsio app.testis jarang penyebab tidak diketahui
Pertama dilapor Colt 1922
Biasa pada umur 10-13 thn

105
Gejala-gejala :
Nyeri tiba-tiba pada testis
Skrotum merah mirip torsio testis
dan epididimitis

Th. : Ada detorsi spontan, bengkak hebat
explorasi


106
a
b
(Dikutip dari Blandy Vol. II hal 1193)
107
O R K I T I S
Radang dari testis sendiri jarang
Penjalaran ke testis via :
Hematogen
Limfogen
Vas deferens epididimis

ETIOLOGI
1. Banal
2. Spesifik
3. Virus virus MUMPS
108
1. ORKITIS AKUTA (BANAL)
Dari fokus lain : tonsilitis,
osteomyelitis, dll orkitis orkitis
pyogenik (abses)
Juga bisa dari epididimitis

2. ORKITIS VIRUS
Dari parotitis akuta epidemika paling
sering orkitis + 20-35% MUMPS
orkitis virus darah ginjal urine
urethra duktus ejakulatorius vas
deferens epididimis orkitis.
Umumnya unilateral
109
10-15% bilateral infertile
Onset period + 3 4 hari post-
parotitis
Demam sampai 40
0
C
Gejala urine (-)

3. ORKITIS TBC
Dapat hematogen dari paru atau lain
Langsung dari epididimitis tbc
Infeksi sekunder orkitis pyogenik
110
4. ORKITIS SIFILITIKA (GUMA ORKITIS)
Sifilis stad. III
Testis >> smooth, nyeri (-)
Fistel skrotum DD depan
Dx. : PA dan Serologis

PATOLOGI
NON SPESIFIK ORKITIS
Testis >>, kongestif, tegang, nyeri, abses
kecil abses
Jaringan ikat
Tubulus seminiferus infark
111
ORKITIS VIRUS
Testis >> kebiruan
Reaksi interstitial, oedem, pelebaran
pembuluh darah
Degeneras tubulus
Testis mengecil dan lembek
Sel-sel Leydig normal
112
GAMBARAN KLINIS
Gejala-gejala/Tanda-tanda
Nyeri tiba-tiba, bengkak
Skrotum bengkak-kemerahan
Demam sampai 40
0
C
Mungkin masih ada :
Uretritis
Parotitis
Fokus infeksi tempat lain
Orkitis absedens fluktuasi
Bisa uni/bilateral
Awal : dapat dibedakan epdidimis

113
LABORATORIUM
Darah : leukositosis
Urine : - Bisa (N)/Leukosit (+)
- Virus

DD : - Epididimitis akuta
- Torsio testis gejala patognomonis,
epididimis lain
114
KOMPLIKASI
25-35% infertility irreversibel
Fungsi hormonal tetap baik

PENGOBATAN
1. Tindakan khusus : inj.20 ml. procain
1% di funikulus kurang sakit
2. Bed-rest dengan T-Verband
support testis kurangi sakit/oedem
3. Antibiotika + analgetik, antiinflamasi
115
4. Orkitis MUMPS symptomatis
5. Orkitis absedens orkidektomi
6. Ragu-ragu dengan torsio explorasi

PROGNOSIS
Orkitis bilateral infertile
116
EPIDIDIMIS
EPIDIDIMITIS NON SPESIFIK
EPIDIDIMITIS
Akut
Khronis

EPIDIDIMITIS AKUT
ETIOLOGI
PHS : - C.Trachomatis
- N. GO

117
Non PHS
Penyebaran infeksi tr.Urinarius &
prostatitis
Enterobacteriaceae pseudomonas
Tekanan hydrostatik urine patogen
dari uretra/prostat duktus
ejakulatorius Vas deferens
epididimis
Dari infeksi prostat & organ-organ
sekitarnya melalui perivasal lymphatic
epididimis
Chemical epididimitis reflux urine
steril ke ductus ejakulatorius waktu
mengedan


118
PATOGENESIS
1. STAGE AWAL
Inflamasi seluler celulitis
Mulai dari vas deferens & meluas ke pole bawah
epididimis

2. ACUTE STAGE
Bengkak & indurasi
Infeksi meluas dari pole bawah ke pole atas
Abses kecil-kecil
T.vaginalis sekresi cairan serous
inflamatory hydrocele
dapat purulent
Spermatic cord menebal
119
GAMBARAN KLINIS
Gejala-gejala :
G/urethritis/prostatitis
Riwayat hub.sex,aktivitas fisik yang
berat
Konsekuensi : instrumentasi uretra /
prostatektomi
Nyeri tiba-tiba pada scrotum
spermatic cord perut bag.bawah
pinggang
Bengkak daripada 2x ukuran N dalam 3-
4 jam
Demam 40
0
C
Urethral discharge +/-
Urine keruh +/-
Gejala-gejala cystitis +/-
120
TANDA TANDA
Nyeri tekan epididimis spermatic
cord & perut bag.bawah bag.yang sakit
Scrotum >>
Kulit kemerahan
Abses ruptur
Stage awal : testis & epididimis >>
masih terpisah menjadi satu massa
Spermatic cord menebal oleh edema
Hydrocele +/- PHS
Urethral discharge +/-
Testis >> congestive

121
LABORATORIUM
WBC , shift to the left
Anak : organisme coliform / pseudomonas
penting culture

DD
1. Torsio Testis biasa anak muda
Pada fase awal epididimis teraba di anterior
testis
Testis > retracted (Demings sign)
Pada fase lanjut testis & epid.menjadi besar
sulit
Prehns sign : nyeri (torsio)
nyeri (epididimitis)
Explorasi bedah (Ragu-ragu !!)

122
2. TBC Epididimitis
Jarang nyeri & demam
Testis & epid.masih dapat dibedakan pada
palpasi
Culture urine/ca.prostat (tubercle bacillit)
Prostat & v.seminalis keras
3. Trauma Testis
Ada trauma
4. MUMPS (parotitis) orkitis epidemica
5. Tumor
6. Torsio app.testis
123
KOMPLIKASI
Absces fistel
Bilateral infertility

PENGOBATAN
< 24 jam : inj.Hcl procain 20 cc 1%
spermatic cord
Bed rest : fase akut 3-4 hari
Scrotal support /T-verband
Antibiotik : 2-4 minggu : analgetik
Cegah hub.sex

PROGNOSA : Bilateral : Infertile
124
EPIDIDIMITIS KHRONIS
Stadium akhir epid.acut yang parah
Asymptomatis kecuai ada exacurbasi
Fibroplasia,indurasi
Epididimis menebal / >>
dibedakan dengan testis pd palpasi
Nyeri +/-
Pyuria mangkir pyuri steril
Culture urine/cairan prostat
125
DD
TBC epididimitis
Sterile pyuria
Tubercle (+)

KOMPLIKASI
Infertile (bilateral epi.)

PENGOBATAN
Exaserbasi kronis antibiotika
Vasoligasi
Excisi + reanastomosis
126
EPIDIDIMITIS TBC
Sekunder dari tbc organ lain petunjuk :
TBC ginjal, prostat/ves.seminalis
Jarang

INSIDENS
Dewasa muda, 20-50 thn
Kehidupan seksual yang masih aktif
20% dari penderita ada riwayat tbc
Negara berkembang 2x dari yang maju
TBC U.G.: - 2-4% dari seluruh tbc
- 15% dari tbc diluar paru-paru
127
ETIOLOGI & PATOGENESIS
Mycobacteria tuberculosis
Bisa : hematogen 7 limfogen dari luar
tr.U.G :
TBC tulang, spondilitis tbc, tbc paru
Umumnya : dari tbc tr.u.g : ginjal, buli-buli,
prostat
Biasanya : dari atas epididimis
tbc epididimis ada tbc prostat/vesica
seminalis ginjal
tbc prostat tbc epididimis (-)
128
PATOLOGI
Sama dengan organ lain :
granuloma, infiltrat, basic tbc,
caseosa
Granuloma meliputi seluruh
epididimis dari penyebaran kuman
sampai ke vas deferens
Granuloma akan teraba seperti
tasbih/rosario nodul-nodul
berderet
Tidak diobati : nodul-nodul menyatu
Lunak perkejuan (caseosa)
fistel DD post skrotum
129
Meluas ke testis orkitis tbc
Ke vas deferens vasitis tbc
Infeksi sekunder abses

GAMBARAN KLINIK
Epid.vas tbc perlahan & ada tbc bagian
lain
Gejala dini : benjolan keras, nodul-nodul
nyeri 9-) (+) ada infeksi sekunder
Dysuri, pyuri, hematuri : jarang
Nodul-nodul menyatu caseosa fistel
gejala patognomonis
Kalau orkitis tbc hidrokel inflamasi
Epididimis & vas deferens tasbih

130
DIAGNOSIS
Pada fase awal tidak khas hanya
benjol-benjol keras pada epididimis
Pernah menderita tbc bag. Lain/paru
Perlu pemeriksaan laboratorium :
LED. Lymphocyt , RO : paru-paru,
PA : sel Langhans,Caseosa
Keluhan : lemas
Mungkin BTA : urine & cairan
hidrokel
Fistel dinding post skrotum
131
DIAGNOSIS BANDING
1. Tumor testis/epididimis : keras,
batas tegas, irreguler
biopsi/prozen section Ca.
orkidektomi
2. Gumma sifilis biasanya testis
fistel dianterior, VDRL-Kahn
3. Pyogenik epididimitis
- Akut, demam abses
132
PENGOBATAN
1. DASAR : Konservatif, spt tbc yang lain
Selama 2 bulan
Pyrazinamide 3-4 x 500 mg/hari
INH 1x300 mg/hari
Etambutol 1200 mg/hari
Rifampicin 450-600 mg/hari
4 bulan berikutnya :
INH 300 mg/hari
Rifampicin 450-600 mg/hari
133
2. PEMBEDAHAN
INDIKASI
Fistel skrotum yang menahun
Abses yang menahun & meluas
Epididimitis rekurent
Kurang respons Th/konservatif
Epididimitis cenderung meluas
sampai orkitis
Kalau terbatas epididimitis
epididimektomi
Kalau sampai + orkitis + abses
orkido-epididimektomi
134
KOMPLIKASI
Pengobatan terlambat /Th/tidak adekwat
abses & fistel
Sub-fertility : epididimitis & orkitis tbc
sampai prostatitis & vesiculitis
seminalis tbc infertility

PROGNOSIS
Kurang baik sering kambuh setelah
obat dihentikan
Epididimitis tbc : bilateral atau
melibatkan prostat & v.seminalis
infertility
135
SPERMATOKEL
Suatu kista berisi sperma terletak
diatas kaput epididimis
Besar + 1-2 cm, kadang besar sekali
Large Spermatocele DD :
Funikulokel di kranial testis
Kadang-kadang pecah dalam
t.vaginalis hidrokel testikularis
Etiologi : tak jelas di duga
obstruksi tubulus yang hubungkan
rete.testis dan caput epididimis.

136
Large Spermatocele (Dikutip dari Pelouze hal. 427)
137
Biasa pada penderita 30-40 tahun
Transilluminasi test (+)
Punksi cairan : kuning jernih/keruh
seperti susu berisi cairan lemak, sel-
sel mati dan sperma juga sudah mati

DD :
Hidrokel testikularis/H.funikularis
Kistamorgagni

TH./ : EKSISI
138
KEPUSTAKAAN

1. Tanagho, E.A. and Mc.Aninch, J.W. : Smiths
General Urology, 15th Ed., 2000.
2. Walsh, P.C. et. al. : Campbells Urology, 6 th Ed.,
Vol. 2 dan Vol. 3, 1992.
3. King, L.R. : Urologic Surgery in Neonates & Young
Infants, W.B. Saunders Company, 1988.
4. Barnes, R. W. et. al. : Urology, 3th Ed, Medical
Outline Series, Toppan Company(s). PTE. LTD.,
Singapore, 1980.
5. Aboulker P., et. al. : Techniques Chirurgicales
Courantes en Urologie. Flammarion Medicine-
Sciences. Paris, 1974.
6. Pelouze, P.S. : Office Urology, W.B. Saunders
Company. Philadelphia and London, 1941
139
KEPUSTAKAAN
7. Blandy J. : Lecture Notes on Urology, 2
nd
Ed.,
Blackwell Scientific Publications, Oxford, London.
Edinburgh-Melbourne, 1976.
8. Blandy J. : Urology, Vol. I and Vol II. Blackwell
Scientific Publications, Oxford-London-Edinburgh-
Melbourne, 1976
9. Scott R. et. al. : Urology Illustrated, Churchill
Livingstone : Edinburgh-London and New York,
1975.
10. Gillenwater et al. : Adult and Pediatric Urologi, 4
th

Ed.,Vol. I, II & III, Lippincott Williams & Wilkins
Co., 2002
11. Stig Collen and Wiking Mansson : reconstructive
surgery of the lower genito urinary tract in adult.
ISIS medical media Ltd., Oxford-UK, 1995, p237-
253